• Tidak ada hasil yang ditemukan

BRIEFING PAGI DAN SIANG DALAM MENINGKATK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BRIEFING PAGI DAN SIANG DALAM MENINGKATK"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BRIEFING PAGI DAN SIANG DALAM MENINGKATKAN KEDISPLINAN

GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SWASTA DI SALATIGA

Mega Retno Wulandari Universitas Kristen Satya Wacana

[email protected]

LATAR BELAKANG

Pendidikan merupakan pintu gerbang bagi sebuah negara atau bangsa dalam

memajukan negaranya. Semakin berkualitas pendidikan suatu bangsa maka semakin mudah

juga bangsa itu bersaing dengan negara lain. Melalui pendidikan juga, sebuah bangsa

dipandang berhasil dalam segala aspek oleh dunia internasional. Mulai dari mutu, hingga

produk dari pendidikan menjadi sorotan bagi negara lain. Produk dari pendidikan yang di

harapkan yaitu generasi-generasi muda yang memiliki prestasi, wawasan, kemampuan,

pengetahuan dan karakter yang mampu mengalahkan generasi muda di negara lain. Oleh

karena itu, di perlukan sosok yang mampu menghasilkan generasi-generasi muda tersebut.

Sosok tersebut ialah guru.

Guru memegang peranan penting dalam pendidikan. Keberhasilan dan kemajuan

dalam pendidikan tidak lepas dari campur tangan guru. Peningkatan mutu pendidikan juga

merupakan tugas dan tanggung jawab guru melalui proses belajar mengajar yang

dilakukannya dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu, guru menjadi sorotan banyak orang.

Ucapan terima kasih akan selalu terlontar jika seorang guru mampu menghasilkan generasi

muda yang berkualitas baik dari segi pengetahuan maupun karakter. Tetapi, jika guru tidak

dapat menghasilkan generasi muda yang memiliki berkarakter maka caci maki yang terlontar

dari banyak orang. Tidaklah mudah untuk menjadi guru dan memegang tanggung jawab ini.

Seorang guru juga harus mampu melayani baik di luar sekolah maupun di lingkungan

sekolah. Bahkan saat proses belajar mengajarpun seorang guru harus memiliki jiwa melayani.

Guru di sebut sebagai figur sentral kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tugas utama

seorang guru yang profesional yaitu tidak hanya mengajar, melainkan juga mendidik,

membimbing serta pada akhirnya melakukan evaluasi kegiatan siswa. Tidak hanya

mentransfer ilmu yang di milikinya kepada siswa tetapi juga mentrasfer karakter atau

sikap-sikap yang positif. Sehingga, saat siswa berinteraksi dengan lingkungan luar siswa juga

(2)

Selain itu, seorang guru juga harus bisa menjadi panutan atau teladan bagi siswanya, mulai

dari sikap hingga tingkah laku yang di miliki guru.

Sebagai seseorang yang menjadi panutan atau contoh, terkadang seorang guru lalai

akan satu sikap yang harus di milikinya. Sikap displin merupakan sikap yang harus di miliki

guru dan akhirnya akan menjadi sikap yang dapat di contoh oleh siswanya. Disiplin dalam

segala hal yang berkaitan dengan proses belajar mengajar di sekolah memiliki dampak yang

sangat luas dan sangat penting bagi kemajuan sekolah. Berikut merupakan sebuah contoh

kegiatan yang di lakukan dalam meningkatkan kedisplinan guru di sekolah.

SITUASI SEBELUM INISIATIF

Pada awalnya sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta di Kota Salatiga ini

memiliki kondisi sebagai berikut.

 Siswa sudah datang kurang dari pukul 07.00 WIB, sedangkan beberapa guru datang lebih dari pukul 07.10 WIB.

 Bel tanda di mulainya pelajaran untuk jam pertama sudah berbunyi sedangkan guru terkadang ada yang belum datang ke sekolah.

 Seluruh siswa sudah masuk di kelas masing-masing saat bel sudah berbunyi, guru terkadang masih ada di luar sekolah atau didalam kantor.

 Seluruh siswa belum pulang sekolah dan masih mengikuti proses pembelajaran di kelas, beberapa guru sudah keluar sekolah dan pulang ke rumah.

INISIATIF DAN STRATEGI PELAKSANAAN

Dalam rangka mengatasi kurangnya kedisplinan guru di sekolah. Kepala sekolah

memiliki inisiatif dan strategi dalam mengatasi masalah kedisplinan guru dengan melakukan

kegiatan briefing. Kegiatan ini wajib diikuti seluruh guru serta staff di SMP ini. Kegiatan ini

dilaksanakan pada pagi hari (pukul 06.40-06.55 WIB) dan siang hari saat selesainya

pembelajaran di kelas.

Briefing pagi di mulai dengan ibadah bersama dengan renungan singkat yang

memberikan motivasi dalam proses belajar dan mengajar di sekolah. Ibadah ini biasanya

dipimpin secara bergiliran oleh kepala sekolah, guru-guru dan staff di sekolah tersebut. Dan

kemudian di lanjutkan dengan diskusi bersama mengenai permasalahan-permasalahan

mengajar atau siswa dan masalah-masalah yang berkaitan dengan sekolah. Sehingga, semua

(3)

Setelah briefing pagi selesai, guru-guru yang memiliki jadwal mengajar pada jam pertama di

wajibkan sebelum bel berbunyi sudah berada di depan kelas masing-masing.

Briefing siang dilakukan setelah bel tanda pelajaran terakhir telah selesai. Kegiatan ini

di mulai dengan diskusi bersama mengenai hal-hal yang terjadi dalam satu hari itu dan yang

akhirnya dapat menimbulkan masalah baik dari siswa maupun lingkungan sekolah. Selain itu,

kepala sekolah juga memberikan motivasi dan selalu mengingat kepada guru-guru untuk

menyiapkan bahan ajar yang akan di gunakan untuk hari berikutnya. Setelah diskusi selesai,

biasanya di akhiri dengan doa bersama.

HASIL YANG DI CAPAI

Setelah kegiatan breifing pagi dan siang dilakukan, telah banyak membawa dampak

dan perubahan terhadap kedisplinan guru dan staff. Tidak ada lagi guru dan staff yang datang

lebih dari pukul 07.10 WIB. Bahkan guru-guru datang lebih awal sebelum breifing pagi di

mulai. Selain itu, tidak ada lagi guru yang pulang lebih awal dari pada siswanya. Karena,

kegiatan breifing siang yang wajib di ikuti guru-guru. Kegiatan ini juga membawa dampak

lain, tidak hanya kedisiplinan, tetapi juga ketertiban, kerja sama, solidaritas, kebersamaan,

dan saling memotivasi juga meningkat. Rasa kekeluarga juga terjalin di antara kepala

sekolah, guru dan staff. Secara bersama-sama pula mereka memecahkan masalah-masalah di

sekolah, sehingga masalah sekolah merupakan masalah bersama yang harus di pecahkan dan

di selesaikan, bukan lagi menjadi beban bagi satu pihak.

PELAJARAN YANG DAPAT DI AMBIL

Hal yang dapat di petik dari kegiatan breifing pagi dan siang yaitu:

 Dengan sikap displin yang dimiliki juga akan meningkatkan kualitas diri dan kualitas mutu sekolah.

 Rasa sungkan untuk datang terlamabat sangat di rasakan oleh guru dan staff.

 Membuat guru-guru dan staff lebih tertib mulai dari masuk sampai pulang di waktu yang bersamaan.

 Saling bekerja sama serta gotong royong dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan sekolah membuat beban yang berat menjadi lebih ringan dan juga

mempermudah menyelesaikan masalah. Karena, tidak hanya satu orang saja yang

(4)

 Saling berbagi dan memotivasi juga dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan dengan seluruh anggota sekolah.

KEMUNGKINAN KEBERLANJUTAN

Kegiatan breifing sangat bermanfaat dan membawa dampak terhadap kedisplinan

guru. Oleh karena itu, kegiatan ini tetap harus di kembangkan dan terus di laksanakan di

sekolah. Sehingga, tidak hanya berdampak pada kedisplinan guru tetapi juga dapat

meningkatkan mutu sekolah.

KEMUNGKINAN PENYERBALUASAN

Berdasarkan manfaat dan dampak positif dari kegiatan breifing yang di lakukan oleh

sekolah, maka kegiatan ini dapat di sebar luaskan ke sekolah-sekolah lain. Sehingga, tidak

hanya di sekolah ini saja yang memiliki guru displin. Di harapkan di seluruh sekolah di

Referensi

Dokumen terkait

Bagi kepala sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk lebih meningkatkan kualitas manajemen partisipasi masyarakat dalam peningkatan

yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa antara lain faktor kemampuan yang.. dimiliki siswa, seperti minat, motivasi belajar, perhatian sikap, dan

Pola kerjasama sangat efektif antara kepala sekolah dengan komite sekolah di SM P Islam Al-Hadi M ojolaban sangat berdampak terhadap mutu dan kualitas.2Pola kerjasama kepala sekolah

LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.

dfLAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.

Apa yang dimaksud dengan peran self development? Apakah saya sudah dapat meningkatkan kualitas diri saya sehingga dapat termasuk kedalam kriterianya? Kedua pertanyaan ini dapat menarik perhatian saya, sehingga saya melakukan penelusuran melalui berbagai literatur untuk memahami definisi dan kriterianya. Beberapa literatur menyebutkan slef development sebagai pengembangan diri, yakni kegiatan yang meningkatkan kesadaran diri, pengetahuan, keterampilan, dan potensi, tetapi juga tentang pertumbuhan pribadi dan pencarian makna dalam hidup. Saya membaca pernyataan Cambridge Dictionary, self development didefinisikan sebagai “the process in which a person grows or changes and becomes more advanced throught their own efforts” (proses seseorang tumbuh atau berubah dan menjadi lebih maju melalui usahanya sendiri) Dilihat dari defimisi tersebut, istilah self merujuk pada kepribadian, karakter, sifat, sikap, watak, perilaku, serta integritas yang khas atau dimiliki oleh setiap individu. Sementara itu, development mengacu pada suatu proses dimana individu atau sesuatu mengalami pertumbuhan, perkembangan, atau perubahan menuju kemajuan. Dengan demikian, self development dapat dipahami sebagai suatu strategi atau metode yang diterapkan oleh individu untuk meningkatkan kesadaran diri, potensi, bakat, keterampilan,dan kemampuan. Self development merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan diri seseorang. Dengan demikian, individu yang menerapkan pengembangan diri berupaya untuk memperbaiki, mengubah, dan meningkatkan kualitas pribadi serta