• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS KEGIATAN PRAKTIKUM TENTANG K

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "EFEKTIVITAS KEGIATAN PRAKTIKUM TENTANG K"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1

EFEKTIVITAS KEGIATAN PRAKTIKUM TENTANG KLASIFIKASI TUMBUHAN

TINGKAT TINGGI (TANAMAN HIAS) DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

BIOLOGI DI SMP KOTA SORONG

Andar Herawati1.2, Sutarjo1.3, Aung Sumbono1.4.

1

P. BIOLOGI STKIP Muhammadiyah Sorong

2SMP Muhammadiyah Al-Amin Sorong 3LAB. Biologi STKIP Muhammadiyah Sorong

4

LAB. Kimia STKIP Muhammadiyah Sorong

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan praktikum pada pembelajaran

biologi di SMP Kota Sorong. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII semester II SMP

Muh. Al-Amin kota Sorong dan SMP N I Kota Sorong.. Metode penelitian yakni kuantitatif.

Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis dan angket Hasil Data Tes tertulis kelas kontrol

terhadap eksperimen di sekolah SMP N I dan SMP Muh.Al-Amin masing-masing t

hitung

= 2.395

> t

tabel

2.01174 H

1

diterima artinya Prestasi belajar siswa kelas kontrol lebih baik daripada kelas

eksperimen dan t

hitung

=1.079 < t

tabel

= 2.00665, H

0

diterima (sama), artinya hasil belajar tetap.

Hasil angket kelas kontrol terhadap eksperimen di sekolah SMP N I dan SMP Muh.Al-Amin

diuji masing-masing t

hitung

=1.368 < t

tabel

= 2.01174 H

0

diterima (sama), artinya di SMP N I

motivasi belajar kelas eksperimen terhadap kelas kontrol sama baik dan t

hitung

= 2.066 > t

tabel

2.00665 H

1

diterima (tidak sama), artinya di SMP Muh. Al-Amin motivasi belajar siswa di

kelas eksperimen lebih baik dari pada di kelas kontrol. Hasil tes tertulis kelas eksperimen SMP

N I terhadap SMP Muh.Al-Amin t

hitung

= 2.515 > t

tabel

= 2.01290, H

1

diterima (tidak sama),

artinya prestasi belajar siswa SMP N I lebih baik daripada siswa SMP Muh. Al-Amin

sedangkan hasil angket t

hitung

= 0.943 < t

tabel

= 2.01410, H

0

diterima (sama), artinya motivasi

belajar siswa SMP Muh. Al-Amin dan SMP N I sama baik. Hasil observasi di sekolah SMP N I

terhadap SMP Muh. Al-Amin, aktivitas siswa masing-masing sangat baik pada PBM dengan

pendekatan praktikum. Secara umum kesimpulan hasil penelitian yakni kegiatan praktikum

tentang klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi (tanaman hias) kurang efektif pada proses belajar

mengajar biologi di SMP Kota Sorong.

(2)

2

ABSTRACT

This study aims to determine the effectiveness of practicum in learning biology in the SMP City

Sorong. The subjects of this study were students of class VII second half SMP Muh. Al-Amin

kota Sorong and Sorong SMP N I. The design of this study is to use descriptive quantitative

research methods. That is descriptive quantitative research methods with comparative analysis.

The instrument used was a questionnaire written test and a written test Hypothesis test results

in the control class and school SMP N I SMP Muh. Al-Amin is 0.000 < 0.05 H

1

accepted.

Hypothesis test questionnaire SMP N I control class that is t = 1,282 < table = 2.06390 Ho is

accepted, while for school SMP Muh. Al-Amin is t = 0.924 < t

table

= 2.05. H

0

is accepted. Test

written test experimental class SMP N I, t = 3.366 > table = 2.07387 H

1

accepted. Test written

test experimental class SMP Muh.Al-Amin is 0.013 < 0.05, H

1

diterima. Hypothesis test

questionnaire SMP N I the experimental class 0.687 > 0.05, Ho is accepted, School

junior-Amin Muh.Al ie t = 1.350 < table = 2.06, H

0

is accepted (same). Test data is written to the

control class and experimental in school SMP N I SMP Muh. Al-Aminmasing each t = 2395>

t

table

2.01174 H

1

accepted and t = 1,079 < t

table

= 2.00665, H

0

is accepted. The results of the

experiment questionnaire control class in school and SMP Muh. Al-Amin diuji SMP N I each t

= 1.368 < t

table

= 2.01174 H

0

is accepted and junior t = 2.066> t

table

2.00665 H

1

accepted. The

results of the written test of the experimental class SMP N I SMP Muh. Al-Amin t

hitung

= 2.515

> t

table

= 2.01290, while the results of the questionnaire received H

1

t = 0.943 > t

table

= 0.022,

H

1

is accepted. Observations from SMP N I school student activity results are the same, but at

school SMP Muh. Al-Amin berbeda. In general conclusion of the study the practical activities

of the classification of higher plants (ornamental plants) are not effective in the process of

teaching

and

learning

in

biology

in

the

SMP

city

Sorong.

(3)

3

1 PENDAHULUAN

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 ayat 3 menyatakan bahwa:

”Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan

komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan Pendidikan

Nasional”.

Hal yang perlu diperhatikan untuk tercapainya tujuan pendidikan adalah proses pembelajaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Proses pembelajaran adalah suatu proses yang sistematis yang tiap komponennya menentukan keberhasilan peserta didik, sebagai suatu sistem, proses belajar itu saling berkaitan dan bekerjasama untuk mencapai tujuan yang ingin dicapainya1, yaitu pelaksanaan pembelajaran Guru Biologi yang professional dan berprestasi dalam meningkatkan mutu belajar siswa untuk dapat memilki kompetensi dasar memahami kaedah biologi dengan sebenarnya. Terdapat empat faktor dalam pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Biologi diantaranya: (1) Faktor guru, (2) Faktor siswa, (3) Sarana, alat dan media, dan (4) Faktor lingkungan[2]. Salah satu materi yang dipelajari pada mata pelajaran Biologi SMP adalah tentang Klasifikasi Makhluk Hidup. Makhluk hidup beragam spesies di seluruh dunia memiliki persamaan dan perbedaan karakteristik. Berdasarkan hal itu, makhluk hidup dapat diklasifikasikan oleh aturan tertentu. Proses pengelompokkan makhluk hidup dalam tingkat-tingkat satuan kelasnya sesuai ciri-ciri yang dimilikinya disebut klasifikasi. Hasil klasifikasi dalam bentuk sistem klasifikasi. Artinya, sistem klasifikasi adalah suatu sistem yang dapat membuat lebih mudah untuk belajar dan mengenali makhluk hidup. Ilmu biologi yang mempelajari pengelompokan makhluk hidup adalah taksonomi3.

Kegiatan Praktikum merupakan salah satu metode pilihan yang dijadikan solusi untuk pembelajaran Biologi pada siswa SMP, karena dengan Praktikum siswa akan membangkitkan motivasi belajar,mengembangkan ketrampilan dasar melaksanakan eksperimen,menjadikan wahana belajar pendekatan ilmiah,menunjang pemahaman materi pelajaran. Akan tetapi, banyak sekolah-sekolah setingkat sekolah menengah pertama belum melakukan praktikum tentang klasifikasi tumbuhan tinggi (tanaman- hias).Selajutnya, pelaksanaan praktikum tentang klasifikasi tumbuhan tinggi (tanaman hias) masih perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui keefektifan dari praktikum tersebut terhadap

proses belajar mengajar serta hasil yang dikehendaki dalam proses praktikum tersebut. Selain dari itu, penelitian yang khusus mengkaji tentang efektivitas praktikum tentang klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi (tanaman hias) belum pernah dilakukan di kota Sorong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kegiatan praktikum tentang klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi (tanaman hias) dalam pembelajaran biologi SMP di kota Sorong

2 METODOLOGI PENELITIAN

Rancangan Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif.

2.1 Populasi dan Sampel

Populasi di dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri I Kota Sorong (N1) yang berjumlah 1050 dan SMP Muhammadiyah Al-Amin Kota Sorong (MA) berjumlah 393 siswa ,jadi jumlah keseluruhan populasi adalah 1387 siswa.

Sampel penelitian ini adalah kelas VII A1 berjumlah 26 siswa (kontrol) dan VII A2(eksperimen).Siswa dari kelas VII A1 dengan jumlah siswa laki-laki 11 siswa dan jumlah siswa wanita 15, serta 31 siswa dari kelas VII A2 berasal dari N I Kota Sorong yakni siswa laki-laki sebanyak 12 siswa wanita sebanyak 11 siswa, sedangkan siswa dari SMP MA 29 siswa dari kelas VII A(control) ,dengan jumlah siswa laki – laki sebanyak 12 siswa ,siswa wanita sebanyak 17 siswa dan 25 siswa dari kelas VII B(eksperimen) terdiri atas siswa laki – laki sebanyak 9 siswa dan siswa wanita sebanyak 16 siswa.Jumlah siswa kelas VII dari SMP N I seluruhnya sebanyak 337 siswa, dari SMP MA 130 siswa. Jadi, untuk pengambilan sampelnya berjumlah 103 siswa dari 467 sampel siswa

2.2 Identifikasi dan devinisi variabel

penelitian

Variabel penelitian pada penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan praktikum. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil pembelajaran biologi tentang klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi di SMP kota Sorong.

2.3 Bahan atau materi

(4)

4

Instrumen pengambilan data

Tes Tertulis, Angket, Observasi, Dokumentasi.

Teknik pengumpulan data penelitian

Penelitian tentang efektifitas kegiatan praktikum pada pembelajaran biologi tentang klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi dilakukan pada bulan April sampai bulan Juli 2014 melalui tahapan antara lain:

Prosedur Pengambilan Data

Prosedur pengambilan data pada penelitian ini digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa,yakni:

Data Observasi, Data Angket, Data tes tertulis .

Teknik analisis data

Analisis prasyarat instrumendan objek

penelitian

Syarat instrument yang akan digunakan dalam pengumpulan data harus valid dan reliable. Oleh karena itu instrumen perlu di uji normalitas, homogenitas, validitas dan reliabilitasnya.

Uji Homogenitas Instrumen

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis independent sample t tes dan Anova atau bagi peneliti yang menggunakan lebih dari satu kelompok sampel yang pada umumnya dipakai untuk membuktikan hipotesis komparatif. Asumsi yang mendasari dalam analisis varian (Anova) adalah bahwa varian dari populasi adalah sama.

Uji Validitas Instrumen

Uji validitas instrumen ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat instrumen penelitian, untuk mengungkapkan data sesuai dengan masalah yang hendak diungkap. Secara teknik perhitungan menggunakan bantuan komputer dengan aplikasi SPSS 17.0

Uji Reliabilitas Instrumen

Untuk uji reliabilitas ini digunakan rumus Koefisien Reliabilitas Alpa.

Taraf kesukaran

Taraf kesukaran soal merupakan kesanggupan siswa dalam menjawab soal.soal. Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar.

Daya pembeda

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu butir soal dalam membedakan siswa yang mempunyai kemampuan tinggi dengan siswa yang

mempunyai kemampuan rendah, digunakan untuk menganalisis data hasil ujicoba instrumen penelitian dalam hal tingkat perbedaan setiap butir soal.

Uji Hipotesis

Uji hipotesis didasarkan hasil perhitungan uji normalitas data sampel yang diperoleh dengan dinyatakan data tidak seluruhnya berdistribusi normal. Maka, uji hipotesisnya mengunakan uji parametrik (uji t two sampel dependent dan uji t two sampel independentt) dan non parametrik (uji Wilcoxon Sign Rank ).

Uji Parametrik

Uji t two Sampel dependen (Terikat) Uji t – 2 Sampel Independen (Bebas)

Uji Nonparametrik

Uji Wilcoxon Sign Rank

3. PEMBAHASAN

Instrumen tes tertulis sebelum diberlakukan kepada sampel penelitian, maka dilakukan uji prasyarat untuk mengetahui tingkat kesukaran soal, daya pembeda, validitas soal dan reliabilitas soal untuk mengetahui apakah instrumen tersebut layak atau tidak digunakan sebagai suatu instrumen dalam penelitian.

TES TERTULIS AWAL

Hasil uji prasyarat tes tertulis awal kepada siswa diluar sampel kelas VII E di N1 diperoleh data seperti ditunjukkan pada Gambar 4.1.

Gambar 3.1. Data hasil uji prasyarat tes tertulis

awal TES TERTULIS AKHIR

Instrumen tes tertulis akhir sebelum di berlakukan untuk kelas sampel pada penelitian maka juga dilakukan uji prasyarat.

Gambar 3.2. Data hasil uji prasyarat tes tertulis

akhir

0 5 10 15

1─2 3─4 5─ 6 7─ 8 9 ─ 10

F

RE

K

UE

NSI

RENTANG NILAI

0 5 10 15

0─2 3─4 5─ 6 7─ 8 9 ─ 10

F

R

EK

U

EN

S

I

(5)

5

ANGKET AWAL

Hasil uji prasyarat angket awal diperoleh data seperti ditunjukkan pada Gambar 3.3.

Gambar3.3. Data hasil uji instrument

angket awal

Uji instrumen angket awal menghasilkan data nilai rata-rata pada masing-masing item, nilai rata-rata tertinggi pada item 2 yakni 4,48, sedangkan niai rata-rata terendah pada item 8 yakni 3,72.

ANGKET AKHIR

Instrumen angket sebelum Hasil uji prasyarat berupa angket akhir diperoleh data seperti ditunjukkan pada Gambar 3.4.

Gambar 3.4. Data hasil uji instrument

angket akhir

DATA HASIL PENELITIAN

Data hasil penelitian ini di bagi dalam beberapa tahap penilaian yakni nilai awal dari soal Pretes dan nilai akhir dari soal postes, angket siswa, dan lembar observasi teman sejawat.

KELAS KONTROL

TES TERTULIS AWAL SEKOLAH SMP N I

Gambar 3.5. Grafik Pretes kelas kontrol N1

Hasil penelitian di sekolah SMP Negeri 1 data pretes yang ditunjukan pada Gambar3.5

TES TERTULIS AWAL SMP MA

Gambar 3.6. Grafik Pretes kelas kontrol MA

Hasil penelitian di sekolah MA pada kelas kontrol diperoleh data Pretes ditunjukan pada Gambar 4.6. Grafik pretes menggambarkan nilai terbagi menjadi empat kelompok yakni kelompok siswa yang mendapat nilai 0 - 1 sebanyak 3 siswa, kelompok siswa yang mendapat nilai 2 - 3 sebanyak 12 siswa, kelompok siswa yang medapat nilai 4 – 5 sebanyak 13 siswa dan kelompok siswa yang mendapat nilai 6 – 7 sebanyak 1 siswa. Nilai terendah yakni 1 dihasilkan 3 siswa sedangkan nilai tertinggi yakni 6 dihasilkan 1 siswa.

TES TERTULIS AKHIR di SEKOLAH N I

Gambar 3.7. Grafik tes tertulis akhir kelas kontrol N I

Tes tertulis akhir di sekolah N1 hasil kelas kontrol diperoleh data Postes ditunjukkan pada Gambar 4.7. Grafik Postes menggambarkan nilai terbagi menjadi empat kelompok yakni kelompok siswa yang mendapat nilai 3 - 4 sebanyak 3 siswa, kelompok siswa yang mendapat nilai 5 - 6 sebanyak 10 siswa, kelompok siswa yang mendapat nilai 7 – 8 sebanyak 5 siswa, dan kelompok siswa yang mendapat nilai 9 – 10 sebanyak 3 siswa. Nilai terendah yakni 4 dihasilkan 1 siswa sedangkan nilai tertinggi yakni 10 dihasilkan 2 siswa.

TES TERTULIS AKHIR di MA

Gambar 3.8. Grafik Postes MA

(6)

6

kelompok yakni kelompok siswa yang mendapat nilai 0 - 1 sebanyak 1 siswa, kelompok dihasilkan 1 siswa sedangkan nilai tertinggi yakni 8 dihasilkan 3 siswa.

ANGKET AWAL SEKOLAH N I

Gambar 3.9. Grafik hasil angket awal kelas

kontrol N1

Angket awal sekolah N1 menunjukkan bahwa nilai tertinggi pada pernyataan no. 5 dengan nilai rata- rata 4,8 dan nilai rendah pada pernyataan no. 3 dan 9 dengan nilai rata-rata 3,96 dan 3,92. Jadi secara umum nilai rata – rata angket diatas 4 kecuali no. 3 dan 9.

ANGKET AWAL SEKOLAH MA

Gambar 3.10. Grafik hasil angket awal kelas kontrol MA

Angket awal sekolah MA menunjukkan nilai rata-rata angket lebih dari 4, nilai tertinggi pada pernyataan no.3 dan 5 dengan perolehan nilai rata-rata 4,5. Nilai terendah pada pernyataan no.8 dengan nilai rata-rata 3, 66.

ANGKET AKHIR SEKOLAH N1

Gambar 3.11. Grafik angket akhir kelas

kontrol N I

Angket akhir sekolah N1 menunjukkan nilai tertinggi pada pernyataan no.5 dengan nilai rata-rata 4,85 dan nilai terendah 4,08 pada pernyataan no.9, atau nilai rata – rata secara umum lebih dari 4.

ANGKET AKHIR MA

Gambar 3.12. Angket akhir kelas kontrol MA

Angket akhir MA menunjukkan nilai tertinggi pada item pernyataan nomor 1 dengan nilai rata – rata 4,40 dan nilai terendah pada item penyataan nomor 9 dengan nilai rata – rata 3,85. Nilai rata – rata secara umum lebih dari 4.

OBSERVASI SEKOLAH N I

Gambar 3.13 Grafik Observasi Kelas

kontrol N I

Hasil observasi di N1 pada kelas kontrol menunjukkan nilai sama untuk setiap item pernyataan yang diamati, yakni nilai 4.

OBSERVASI SEKOLAH MA

Gambar 3.14. Grafik Observasi Kelas

kontrol MA

Hasil observasi menunjukkan bahwa skor terendah diperoleh pada pernyataan nomor 7 dengan skor 2, nomor 2 dan 6 dengan skor 3. KELAS EKSPERIMEN

TES TERTULIS AWAL N I

Gambar 3.15. Grafik tes tertulis awal kelas

(7)

7

menunjukkan yang memperoleh nilai terendah adalah 1 siswa dengan nilai 1,nilai tertinggi adalah 6 yang diperoleh oleh siswa sebanyak 1 orang, nilai 4 – 5 paling banyak diperoleh siswa yakni sebanyak 12 orang, nilai 2 - 3 diperoleh siswa sebanyak 9 siswa.

TES TERTULIS AWAL SEKOLAH MA

Gambar 3.16. Grafik tes tertulis awal kelas

eksperimen MA.

Hasil tes tertulis awal sekolah di sekolah MA menunjukkan nilai terendah adalah 1 dan nilai tertinggi 5. Rentang nilai 1,5 – 3 diperoleh siswa sebanyak 11 siswa, sedang rentang nilai 3,5 – 5 diperoleh siswa sebanyak 14 siswa.

TES TERTULIS AKHIR SEKOLAH N I

Gambar 3.17.Grafik tes tertulis akhir kelas

eksperimen Sekolah N I

Hasil tes tertulis akhir sekolah di SMP N I menunjukkan nilai terendah 1 sedangkannilai tertinggi 9. Rentang nilai 1 – 2 diperoleh siswa sebanyak 3 siswa, 3 – 4 sebanyak 3 siswa, 5 – 6 sebanyak 6 siswa, 7 – 8 sebanyak 9 siswa, dan 9 –

10 sebanyak 1 siswa. TES TERTULIS AKHIR SEKOLAH MA

Gambar 3.18. Grafik tes tertulis akhir kelas

eksperimen M A

Hasil tes tertulis akhir sekolah di sekolah MA menunjukkan nilai terendah 1 sedangkan nilai tertinggi 8. Rentang nilai 1 – 2 diperoleh siswa sebanyak 3 siswa, 3 – 4 sebanyak 10 siswa, 5 – 6 sebanyak 5 siswa, dan 7 – 8 sebanyak 7 siswa.

ANGKET AWAL SEKOLAH N I

Gambar 3.19. Grafik angket awal kelas eksperimen N I

Secara umum nilai rata-rata pada pernyataan angket tersebut adalah lebih besar dari 4.

ANGKET AWAL SEKOLAH MA

Gambar 3.20. Angket awal kelas eksperimen MA

. Secara umum nilai rata-rata pada pernyataan angket yakni lebih dari 4.

ANGKET AKHIR SEKOLAH N I

Gambar 3.21. Grafik angket akhir kelas

eksperimen N I

Hasil angket akhir menunjukkan nilai tertinggi 4,61 pada pernyataan no.3 dan nilai terendah 3,91 pada pernyataan no.7. Secara umum nilai rata-rata pernyataan angket akhir adalah 4,04 sampai 4,61.

ANGKET AKHIR SEKOLAH MA

Gambar 4.22. Grafik angket akhir kelas

eksperimen M A

Hasil penelitian menunjukkan nilai tertinggi pada pernyataan no.1 dan no.10 dengan nilai rata – rata 4,68 dan nilai terendah 3,88 pada pernyataan no.8, secara umum nilai rata-rata lebih dari 4,0.

0 5 10 15

1,5─ 3,0 3,5─5,0 5,5─7,0 7,5─9,0 9,5─ 11,00

(8)

8

OBSERVASI SEKOLAH N I

Gambar 3.23. Grafik hasil observasi kelas

eksperimen N I

Gambar 3.24. Grafik data hasil observasi kelas

eksperimen M A

ANALISIS HASIL PENELITIAN

Data – data yang dihasilkan dalam penelitian ini dilakukan analisis perhitungan statistik yang dilakukan menggunakan aplikasi komputasi yakni aplikasi Anates dan SPSS 18,kecuali data observasi dan dokumentasi

UJI PRASYARAT

Hasil analisis masing–masing instrumen dalam masin-masing uji ditampilkan pada Tabel 3.1 sampai dengan 3.3 pada halaman 9 - 11, sedangkan uji daya pembeda dan tingkat kesukaran soal adalah sebagai berikut:

UJI DAYA PEMBEDA INSTRUMEN TES TERTULIS AWAL

Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai daya pembeda soal (t DP %) yakni antara 14,29 sampai dengan 71,43. Hasilini berarti butir soal nomor 4, 6, 7, dan 9 memiliki daya pembeda yang

‘jelek’ (Poor), karena nilai daya pembeda 0 – 20,

butir soal nomor 8 nilai daya pembeda ‘cukup’,

butir soal nomor 2, 3, 5 dan 10 nilai daya pembeda

‘baik’ (40 - 70), butir soal nomor 1 nilai daya

pembeda ‘baik sekali’ (70 – 100).

UJI TINGKAT KESUKARAN INSTRUMEN TES TERTULIS AWAL

Hasil Analisis menunjukkan bahwa dari kesepuluh soal yang disusun diperoleh tingkat kesukaran soal dengan tafsiran mudah, sedang, sukar dan sangat sukar. Soal yang baik tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Berdasarkan hasil uji maka butir soal nomor 7, sangat sukar, tidak layak digunakan untuk instrumen penelitian.

UJI DAYA PEMBEDA INSTRUMEN TES TERTULIS AKHIR

Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai daya pembeda soal (t DP %) yakni antara 14,29 sampai dengan 71,43. Hasil ini berarti soal

dianggap memiliki daya pembeda ‘cukup’. Tiga item yang memiliki daya pembeda ‘jelek’ yaitu

nomor 4, 6 dan 7. Lima item soal memiliki daya

pembeda ‘baik’ yakni nomor 1, 2, 3, 5, dan 8,

sedangkan item soal nomor 9 dan 10 memiliki

daya pembeda ‘sangat baik’

UJI TINGKAT KESUKARAN SOAL TER TERTULIS AKHIR

.

Hasil analisis menunjukkan bahwa dari kesembilan soal yang dibuat diperoleh tingkat

kesukaran soal dengan tafsiran ‘sedang’,

sedangkan soal nomor 6 memperoleh tafsiran

‘sukar’. Hasil ini menunjukkan bahwa soal layak

digunakan untuk instrumen penelitian.

PERBANDINGAN OBSERVASI TEMAN

SEJAWAT KELAS KONTROL TERHADAP EKSPERIMEN N I

Uji Hipotesa dari data hasil observasi dalam penelitian ini tidak dihitung dengan perhitungan statistik melainkan hanya dibandingkan berdasarkan setiap aspek pengamatan. Hasil Perbandingan menunjukkan bahwa semua aspek yang diamati antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen adalah sama

OBSERVASI TEMAN SEJAWAT KELAS KONTROL TERHADAP EKSPERIMEN SEKOLAH MA

Hasil Perbandingan menunjukkan bahwa ada tiga aspek yang berbeda antara kelas kontrol terhadap kelas eksperimen. Ketiga Perbedaan antara kelas kontrol terhadap kelas eksperimen bersifat positif yang berakibat kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol

0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5

1 2 3 4 5 6 7 8

S

K

O

R

ITEM PERNYATAAN

0 1 2 3 4 5

1 2 3 4 5 6 7 8

S

K

O

R

(9)

9

kelas kontrol

OBSERVASI KELAS EKSPERIMEN N 1

TERHADAP KELAS EKSPERIMEN MA

Hasil Perbandingan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nilai antara kelas eksperimen sekolah N I dengan kelas eksperimen sekolah MA

PEMBAHASAN UJI INSTRUMEN TES TERTULIS AWAL

Hasil uji validitas soal dan reliabilitas soal tes tertulis awal diperoleh bahwa soal tidak valid tetapi reliabel

TES TERTULIS AKHIR

Hasil uji instrumen diperoleh fakta bahwa tingkat kesukaran soal pada tes tertulis akhir

dinyatakan ‘sedang’ karena dari sepuluh butir tes soal hanya satu butir soal yang tergolong ‘sukar’ jadi

butir tes tersebut layak digunakan sebagai alat ukur penelitian. Sedangkan hasil uji daya pembeda tujuh butir tes yang dinyatakan baik dan sangat baik. Hasil uji validitas dan reliabilitas soal, tidak valid dan tidak reliabel. Uji Pakar dilakukan unuk mengatasi soal tidak valid agar butir tes dapat diberlakukan sebagai instrumen penelitian.

ANGKET AWAL

Hasil uji instrumen angket awal menggunakan perhitungan validitas instrumen dan reliabilitas instrumen diperolah fakta bahwa instrumen angket dinyatakan tidak valid dan tidak reliabel. Uji pakar diperlukan agar angket dapat dipergunakan sebagai alat instrumen penelitian.

ANGKET AKHIR

Hasil uji instrumen angket akhir menggunakan perhitungan validitas instrumen dan reliabilitas instrumen diperolah fakta bahwa instrumen angket dinyatakan valid dan reliabel untuk digunakan sebagai suatu instrumen penelitian.

OBERVASI

Instrumen lembar observasi tidak dilakukan perhitungan secara spesifik

PEMBAHASAN KELAS KONTROL N I

Hasil perhitungan uji hipotesis berdasarkan data hasil tes tertulis dan diperoleh bahwa prestasi belajar siswa setelah perlakuan pembelajaran dengan pendekatan klasikal sebelum dan sesudah PBM tidak sama. Sedangkan dari data angket diperoleh bahwa motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah PBM dengan pendekatan klasikal tidak ada perbedaan (sama).

PEMBAHASAN KELAS EKSPERIMEN N I

Hasil perhitungan uji hipotesis berdasarkan data hasil instrumen tes tertulis diperoleh bahwa prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah proses belajar mengajar dengan pendekatan praktikum mengelompokkan tumbuhan secara langsung pada pokok bahasan klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi (tanaman hias) di kelas eksperimen tidak sama.

Eksperimen N I

Hasil perhitungan statistik yakni hasil belajar siswa setelah perlakuan pembelajaran dengan pendekatan klasikal pada kelas kontrol dan hasil belajar siswa setelah perlakuan pembelajaran dengan pendekatan praktikum mengelompokkan berbagai tanaman hias di kelas eksperimen tidak sama. Ditampilkan pada Gambar 4.25.

Gambar 3.25. Perbandingan hasil tes tertulis akhir

N I

Hasil yang diperoleh dari data pada angket terakhir bahwa motivasi belajar siswa kelas eksperimen terhadap kelas kontrol adalah sama (mengalami kenaikan), secara manual diperoleh bahwa motivasi belajar antara siswa kelas kontrol terhadap kelas eksperimen berbeda. Perbedaan ini yakni siswa kelas kontrol lebih baik dibandingkan dengan kelas eksperimen .

Gambar 3.26. Grafik Perbandingan data hasil angket

kelas kontrol terhadap kelas eksperimen NI.

Hasil perbandingan observasi menyatakan bahwa hampir semua aspek pengamatan yang dilakukan di kelas eksperimen mendapatkan skor yang sama dengan kelas kontrol.

Pembahasan Kelas Kontrol MA

Hasil perhitungan uji hipotesis berdasarkan data hasil tes tertulis diperoleh bahwa prestasi belajar siswa setelah perlakuan pembelajaran dengan pendekatan klasikal sebelum dan sesudah pembelajaran tidak sama

Pembahasan Kelas Eksperimen MA

Hasil perhitungan uji hipotesis berdasarkan data hasil instrumen tes tertulis diperoleh bahwa prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah proses belajar mengajar dengan pendekatan praktikum mengelompokkan tumbuhan secara langsung pada sub pokok bahasan klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi (tanaman hias) di kelas eksperimen tidak sama.

Pembahasan Kelas Kontrol Terhadap Kelas Eksperimen MA

Perbandingan hasil tertulis akhir yang diperoleh dari kelas kontrol terhadap kelas eksperimen

(10)

10

kontrol lebih baik.

Gambar 3.27. Perbandingan hasil tes

tertulis akhir MA

Bagaimanapun hasilnya, dalam penelitian ini tetap berpatokan pada perhitungan menggunakan statistik yang menyatakan bahwa motivasi belajar siswa kelas kontrol dengan kelas eksperimen sama.

Gambar3.28. Grafik Perbandingan data hasil angket

kelas kontrol terhadap kelas eksperimen MA

Hasil perbandingan observasi menyatakan bahwa hampir semua aspek pengamatan yang dilakukan di kelas eksperimen mendapatkan skor yang sama dengan kelas kontrol.

PEMBAHASAN

HASILPERBANDINGANANTARSEKOLAH TES TERTULIS AKHIR

Gambar 3.29. Perbandingan tes tertulis akhir N I

terhadap MA

Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui bahwa nilai rata – rata hasil belajar siswa SMP N I lebih tinggi dibandingkan dengan SMP Muh. Al - Amin.

ANGKET

Gambar. 3.30. Grafik perbandingan hasil angket

akhir MA terhadap N I

hasil angket N I maka diperoleh hasil MA memiliki nilai rata – rata lebih tinggi dibandingkan dengan N I. Hal ini menunjukkan bahwa PBM dengan pendekatan Praktikum bagi siswaMA. merupakan hal yang baru sehingga lebih memotivasi belajar mereka di banding siswa N 1 Kota Sorong.

OBSERVASI

Hasil perbandingan Observasi ditampilkan dalam bentuk grafik berikut:

Gambar 3.31. Grafik hasil observasi N I

terhadap MA

Secara umum hasil penelitian membuktikan bahwa prestasi, motivasi dan aktivitas belajar siswa untuk masing-masing kelas kontrol dan eksperimen di sekolah SMP N 1 Sorong dan SMP Muh. Sorong tidak ada perbedaan yang dihasilkan dari penerapan PBM dengan praktikum mengelompokkan tanaman tingkat tinggi (tanaman hias) dibanding pendekatan klasikal. Sedangkan perbandingan untuk sekolah N 1 yang mewakili sekolah negeri dan MA yang mewakili sekolah swasta juga cenderung tidak ada perbedaan yang di akibatkan oleh pemberlakuan PBM dengan praktikum.

Kesimpulan

Secara umum kesimpulan hasil penelitian yakni kegiatan praktikum tentang klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi (tanaman hias) kurang efektif pada proses belajar mengajar biologi di SMP Kota Sorong baik di SMP Negeri maupun SMP swasta

Tabel 3.1. Uji reliabilitas dan Validitas

N 1 Reliabilitas Instrumen

Tes tulis awal

0,468 0,3961 0,05 reliabel

2 Reliabilitas Instrumen Tes tulis akhir

0,195 0, 3809 0,05 Tidak reliabel 3 Reliabilitas Instrument

angket awal

0,417 0,3961 0,05 reliabel 4 Reliabilitas Instrument

angket akhir

0,555 0, 3809 0,05 reliabel 5 Validitas Instrumen

Tes tulis 6 Validitas Instrumen

Tes tulis 7 Validitas Instrumen

angket awal 8 Validitas Instrumen

angket akhir

(11)

11

Tabel 3.2. Uji Homogenitas

No Uji Sumber data Nilai α signifi

Sampel Kelas Kontrol Terhadap Kelas Eksperimen SMP N I.

0.631 0,05 homogen

2 Hom

ogeni tas

Sampel Kelas Kontrol Terhadap Kelas Eksperimen SMP MA

10.913 0,05 homogen

3 Hom

ogeni tas

Sampel Kelas Eksperimen N 1 terhadap Kelas Eksperimen SMP MA.

0,784 0,05 homogen

Tabel 3.3.Uji Normalitas

No Uji Sumber data Nilai

Tes Tertulis Awal Kelas Kontrol SMP N I

0, 019 0,05 Tidak normal

2 Normal

itas

Tes Tertulis Akhir Kelas Kontrol SMP N I

0,156 0,05 normal

3 Normal

itas

Tes Tertulis Awal Kelas Kontrol SMP MA

0,017 0,05 Tidak normal

4 Normal

itas

Tes Tertulis Akhir Kelas Kontrol SMP MA

0.69 0,05 normal

5 Normal

itas

Tes Tertulis Awal Kelas Eksperimen SMP N I

0,092 0,05 norma

L

6 Normal

itas

Tes Tertulis Awal Kelas Eksperimen SMP MA

0,001 0,05 Tidak normal

7 Normal

itas

Tes Tertulis Akhir Kelas Eksperimen SMP N I

0,103 0,05 normal

8 Normal

itas

Tes Tertulis Akhir Kelas Eksperimen SMP MA

0,159 0,05 normal

9 Normal

itas

Angket Awal Kelas Kontrol SMP N I

0,827 0,05 normal

10 Normal itas

Angket Awal Kelas Kontrol SMP MA

0,177 0,05 normal 11 Normal

itas

Data Angket Akhir Kelas Kontrol SMP N I

0,232 0,05 normal

12 Normal itas

Angket Akhir Kelas Kontrol SMP MA

0,176 0,05 normal 13 Normal

itas

Angket Awal Kelas Eksperimen SMP NI

0,045 0,05 Tidak normal 14 Normal

itas

Angket Awal Kelas Eksperimen SMP MA

0,156 0,05 normal 15 Normal

itas

Angket Akhir Kelas Eksperimen SMP N I

0,104 0,05 normal

16 Normal itas

Angket Akhir Kelas Eksperimen SMP MA

(12)

12

Tabel 3.4. UJI HIPOTESIS

DAFTAR PUSTAKA

[1 ]

Munandir, Rancangan Sistem Pengajaran. Jakarta: LPTK Depdikbud.1987.

[2]

Sanjaya, Wina. Penelitian tindakan kelas,

Jakarta; Kencana Prenada Media Group SMAN78

–jkt.sch.id/…/Klasifikasi_2.pdf, 2009

No Uji Sumber data T

tes tertulis kelas kontrol

angket kelas kontrol N I

tes tertulis kelas kontrol terhadap eksperimen N I

2.395

angket kelas kontrol terhadap kelas eksperimen N I

1.368 2.01174 0,05 H0

tes tertulis kelas kontrol MA

Angket kelas kontrol MA kontrol terhadap eksperimen MA

terhadap kelas

eksperimen MA

Gambar

Gambar 3.1.  Data hasil uji prasyarat tes tertulis awal
Gambar 3.7. Grafik tes tertulis akhir kelas                        kontrol  N I  RENTANG NILAI
Gambar 3.11 . Grafik angket akhir kelas           kontrol  N I
Gambar 3.23.  Grafik hasil observasi kelas   eksperimen   N I
+5

Referensi

Dokumen terkait

Dengan mempelajari, mendiskusikan dan melakukan aktivitas pembelajaran dalam modul melaksanakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar ini, maka diharapkan

Dalam penelitian ini, uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yang terdiri dari Citra Merek (X1), Harga (X2), dan Kualitas Layanan (X3) secara

Prioritas pemilihan UPT Pengawasan SDKP (Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) sebagai dermaga pangkalan menjadi sesuatu yang sangat penting dikarenakan dermaga kapal

Adapun sasaran pembangunan Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang selama kurun waktu lima tahun sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, dikelompokkan menurut bidang tugas

ANALISIS PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA, JUMLAH INDUSTRI MENENGAH DAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI JAWA

Pengaruh positif antara daya tarik promosi terhadap perilaku pembelian tanpa rencana secara online sebelumnya telah dibuktikan pada penelitian yang dilakukan oleh

1) Pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar telah sesuai dengan rencana yang telah dibuat pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus 2. 2) Model

Ketepatan Pengembangan Nilai-Nilai Multikultural Dengan Komponen Pengembangan Buku Teks Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam PAI Kelas VII SMP Berbasis Multikultural Pada