UNTUK KEMAJUAN BANGSA
*Istiqomah Dewi AgustinaUniversitas Negeri Semarang
Abstrak
Masuknya berbagai budaya asing di Indonesia membuat bahasa asing pun kian populer di kalangan masyarakat Indonesia. Selain karena ingin mengetahui budaya asing tersebut lebih mendalam, bahasa asing banyak diminati juga karena kini semakin banyak perusahaan milik asing di Indonesia serta kerjasama pemerintah Indonesia dengan negara-negara asing mengenai ketenagakerjaan (TKI/TKW) sehingga menuntut penguasaan bahasa asing demi kelancaran dalam dunia kerja ini. Di lain pihak, budaya dan bahasa Indonesia juga kini tengah diminati dan dipelajari di negara-negara asing karena keanekaragaman dan keunikan yang dimilikinya. Saling ketertarikan terhadap budaya dan bahasa antar negara-negara ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana memajukan bangsa masing-masing ke arah yang lebih baik serta semakin mempererat hubungan persahabatan antar negara.
Kata kunci : budaya asing, bahasa asing, negara-negara asing, diminati, Indonesia
I. PENDAHULUAN
Mempelajari budaya dari negara-negara asing memang sangat menarik. Kita menjadi tahu bagaimana kehidupan masyarakat selain kehidupan masyarakat kita sendiri. Ternyata banyak sekali hal-hal yang ada di negara-negara asing tersebut tapi tidak dapat kita temukan di negara kita, begitu juga sebaliknya. Seperti misalnya, di Indonesia kita hanya mengenal 2 musim, yakni musim kemarau dan musim penghujan. Sedangkan di negara seperti Jepang ada lebih dari 2 musim dimana musim-musim ini tidak sama seperti musim di Indonesia dan dengan kata lain ini merupakan hal yang asing. Jepang mempunyai 4 musim, yaitu musim panas, musim semi, musim gugur, dan musim dingin.
*Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Asing 2302411005
Selain Jepang, kini yang sedang populer adalah budaya Korea terutama musik dan drama/filmnya. Drama-drama Korea sebenarnya sudah masuk ke Indonesia sejak
beberapa tahun silam. Namun, baru akhir-akhir ini mulai populer di Indonesia terutama di kalangan remaja yang sangat menyukai K-POP. Saking populernya musik dan drama Korea di Indonesia, budaya negeri ginseng ini pun juga banyak diikuti oleh masyarakat Indonesia terutama musik Indonesia yang kini banyak terpengaruh oleh musik Korea.
Budaya negara-negara asing tersebut sungguh sangat menarik bukan? Meskipun demikian, tapi kita juga tidak boleh melupakan kebudayaan negara kita sendiri. Jangan sampai budaya kita tergeser dan tergantikan oleh budaya-budaya asing tersebut. Sebagai generasi penerus bangsa kita wajib menjaga dan melestarikan budaya-budaya Indonesia agar tidak punah ditindas arus globalisasi. Lalu, bagaimanakah kita menyikapi budaya negara-negara asing yang masuk ke Indonesia? Apakah salah jika kita menyukai dan menerapkan budaya asing tersebut di kehidupan kita?
II. BELAJAR BUDAYA ASING = BELAJAR BAHASA ASING, BELAJAR BAHASA ASING = BELAJAR BUDAYA ASING
Belajar budaya negara asing tak lepas dari bahasa yang digunakan negara asing tersebut pula. Karena bahasa merupakan bagian dari budaya sehingga bila ada budaya asing yang masuk ke Indonesia, maka otomatis bahasa asing juga mengiringinya. Sebaliknya pula bila kita belajar bahasa asing, maka kita juga harus mempelajari kebudayaan yang ada di negara asing tersebut. Misalnya, di Jepang ada aturan tersendiri untuk memanggil nama seseorang yang baru kita kenal maupun dengan orang yang lebih tua yaitu dengan menambahkan “san” di akhir nama, seperti : Tanaka san, Yamada san dll. sedangkan untuk memanggil seseorang yang sudah akrab atau dengan teman sebaya biasanya dengan menambahkan akhiran “kun” untuk laki-laki (contoh: Ichigo-kun, Satoshi-kun dll) dan “chan” untuk perempuan (contoh : Hinoe-chan, Nami-chan dll) dan anak-anak (contoh: Maroko-chan, Sin-chan). Selain itu, seperti dalam bahasa Jawa dimana ada aturan jika berbicara dengan orang tua harus menggunakan krama alus sedangkan jika berbicara dengan teman sebaya menggunakan ngoko, bahasa Jepang pun memiliki aturan yang hampir serupa yang bisa disebut bentuk sopan (teineikei) dan bentuk biasa (futsukei). Bentuk sopan digunakan dalam percakapan sehari-hari terhadap orang yang kita jumpai untuk pertama kalinya, dengan atasan, atau dengan orang yang sebaya tapi tidak begitu akrab. Sedangkan bentuk biasa digunakan terhadap teman akrab, teman kerja dan keluarga di dalam percakapan sehari-hari.
memperhatikan kapan dapat memakai bentuk biasa, kita sebaiknya perlu memahami hubungan satu sama lain dilihat dari usia, hubungan atasan dan bawahan. Jadi bila kita tidak mengetahui dengan baik situasinya lebih baik memakai bentuk sopan. Inilah yang saya maksud dengan belajar bahasa asing juga harus mempelajari budayanya juga. Begitu pula sebaliknya, bila belajar budaya asing, otomatis kita juga akan dihadapkan dengan bahasa asingnya pula karena keduanya merupakan satu kesatuan. Sehingga seiring dengan masuknya pengaruh budaya asing, bahasa asing pun membawa pengaruh yang besar. Hal ini terbukti dengan makin banyaknya masyarakat Indonesia yang berminat mempelajari bahasa asing seperti, bahasa Mandarin, bahasa Jepang dan bahasa Korea. Peminat bahasa Jepang sendiri berdasarkan survey yang dilakukan setiap lima tahun oleh The Japan Foundation yang berpusat di Tokyo, data terbaru tahun 2006 lalu menyebutkan jumlah pembelajar bahasa Jepang di Indonesia adalah sebanyak 272,719 orang meningkat lebih dari 3 kali lipat dari pada data tahun 2003 sebanyak 75,604 orang yang tersebar dalam 1,084 (data tahun 2003 sebanyak 510 lembaga) pendidikan dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak 2,651 orang (data tahun 2003 sebanyak 1,182 orang).
III. BAHASA INDONESIA DI NEGARA ASING DAN BAHASA ASING DI NEGARA INDONESIA
A. Bahasa Indonesia di Negara Asing
Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kedua mereka setelah Bahasa Vietnam, dan disetarakan dengan bahasa resmi lain seperti Jepang, Inggris, dan Prancis (berita Antara:2011).
1. Bahasa Indonesia di negara Jepang
Seperti yang telah saya bahas diatas bahwa bahasa Indonesia kini juga dipelajari oleh negara-negara asing, salah satunya yakni negara yang terkenal dengan sebutan negeri Sakura dan negeri matahari terbit, Jepang. Di Jepang, bahasa Indonesia telah dimasukkan sebagai jurusan di beberapa Universitas, diantaranya yaitu.
a. Jurusan Bahasa Indonesia Kyoto Sangyo University
b.Jurusan Bahasa Indonesia Tokyo University for Foriegn Studies
c. Jurusan Bahasa Indonesia Nanzan University
d.Jurusan Bahasa Indonesia Tenri University
e. Jurusan Bahasa Indonesia Kyoto University for Foriegn Studies f. Jurusan bahasa Indonesia Kanda University
Bahkan untuk meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia perguruan tinggi di Jepang, khususnya di sekitar Tokyo menggelar kegiatan lomba pidato bahasa Indonesia antar Universitas, sekaligus memperluas penggunaan bahasa Indonesia di kalangan anak muda Jepang. Melalui lomba pidato bahasa Indonesia, perjuangan untuk mengeratkan hubungan yang sesungguhnya, hingga ke tingkat pribadi di masyarakat Jepang bisa terwujud. Indonesia dan Jepang sama-sama berharap bahwa kegiatan tersebut merupakan pilihan yang tepat. Hal itu juga diakui oleh para mahasiswa dan juga para dosen yang mengajar di jurusan bahasa Indonesia. Rektor Kanda University Masato Akazawa mengungkapkan hal itu saat membuka lomba pidato bahasa Indonesia di Universitas Nanzan, Nagoya, Oktober lalu."Lomba pidato ini menjadi media yang tepat untuk mempererat pelajaran bahasa dengan negara asal bahasa tersebut. Selain bisa menjalin hubungan yang lebih mesra antara kedua negara," kata Akazawa.
Jepang dan Indonesia". Sedangkan Hiroaki Kato berpendapat hubungan kebudayaan, khususnya melalui film, musik bisa diperkenalkan sebanyak-banyaknya. "Buatlah orang Jepang itu mengalami ’demam’ (rindu) akan Indonesia," kata Kato yang pernah mengikuti program petukaran mahasiwa di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Namun demikian baik Indonesia dan Jepang sama-sama menyadari adanya kekhawatiran mengenai generasi muda Jepang yang mudah terjebak dengan gambaran negatif mengenai Indonesia ketimbang sisi positifnya."Jadi acara lomba pidato bisa menjadi kegiatan pembelajaran yang efektif dalam mengukur animo mahasiswa untuk mengenal Indonesia lebih jauh lagi," kata Ketua Jurusan Bahasa Indonesia dari Kanda University, Profesor Nobuhiko Kosuge. (Kompas. Online, Sabtu, 15 November 2008)
Sungguh sangat mencengangkan saat saya mengetahui hal ini. Saya tahu tentang adanya jurusan bahasa Indonesia di beberapa universitas Jepang karena Sensei (dosen dari Jepang) prodi saya memang lulusan jurusan bahasa Indonesia di salah satu Universitas di Jepang. Tapi saya tidak menyangka bahwa antusiasme mempelajari bahasa Indonesia di negeri Sakura ini begitu tinggi. Sebagai warga negara Indonesia yang baik , kita seharusnya bangga terhadap bahasa nasional kita. Masyarakat negara Jepang saja bisa mencintai bahasa Indonesia, bukankah kita yang notabene adalah masyarakat yang berbahasa Indonesia seharusnya lebih mencintai dan melestarikan bahasa Indonesia?
2. Bahasa Indonesia di Korea
Di kota lain, di Busan tiap tahun diadakan pertemuan akbar orang-orang Korea dari seluruh kota di Korea Selatan yang bisa berbahasa Indonesia. Mereka saling bertukar pengalaman dan pikiran tentang bahasa Indonesia yang sedang mereka pelajari. Melihat potensi perkembangan bahasa Indonesia di Korea Selatan, pihak KBRI menyelenggarakan lomba pidato bahasa Indonesia bagi orang-orang korea di Seoul. Lomba yang diagendakan tiap tahun ini, meski baru diikuti oleh 30 warga Korea Selatan dari kota Seoul saja, namun antusiasme para peserta sangat tinggi. Para penonton dan juri dibuat terkesan oleh penampilan para pemenang. Karena tidak hanya tutur bahasa Indonesia mereka yang sangat lancar tetapi juga pemakaian bahasa baku yang mereka gunakan, terlebih saat Park Su Jin gadis cantik asal Seokjeong Girl High School ini berpantun di akhir pidatonya. Ia juga mengatakan pentingnya melestarikan batik sebagai aset bangsa Indonesia jangan sampai direbut oleh bangsa lain.
Apa yang dikatakan Park Su Jin memang benar. Tidak hanya budaya Indonesia saja yang perlu dilestarikan tetapi bahasa Indonesia pun juga harus dijaga. Dengan semakin bertambahnya peminat bahasa Indonesia di Korea Selatan sudah seharusnya menjadi cambukan bagi kita, bangsa Indonesia, untuk lebih menghargai lagi bahasa nasional kita ini.
3. Bahasa Indonesia di China
belum terkelola dengan baik, maka banyak kerja sama yang bisa diupayakan untuk mengoptimalkan sumber daya tersebut.
Wah, tidak disangka kini bahasa Indonesia telah banyak digunakan di negara-negara asing. Lalu, bagaimana perkembangan bahasa asing sendiri di Indonesia?
B. Bahasa Asing di Negara Indonesia
1. Bahasa Mandarin
Di Indonesia sendiri, kini jumlah peminat untuk mempelajari bahasa Mandarin semakin meningkat. Penguasaan bahasa Mandarin menjadi salah satu sarana memperkaya kemampuan intelektual terutama menyikapi perkembangan pesat ekonomi Tiongkok dan globalisasi. Kini terdapat sekitar 3.000 mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di China di mana 90% di antaranya mempelajari bahasa Mandarin. Dari segi kuantitas, Indonesia berada di urutan kelima negara yang memiliki siswa terbanyak di China. Empat negara di atasnya adalah Korea Selatan, Jepang, Vietnam, dan AS.
Era globalisasi telah membuat masyarakat semakin sadar pentingnya mempelajari bahasa asing, termasuk bahasa Mandarin. Kemampuan bahasa asing dijadikan sebagai suatu persiapan demi meningkatkan kompetensi saat memasuki dunia kerja. Kesadaran itu membuat banyak orang Indonesia tertarik kuliah di China. Apalagi, bahasa Mandarin sekarang telah menjadi bahasa internasional kedua setelah Bahasa Inggris.
Kesadaran akan pentingnya bahasa Mandarin ini pulalah yang mendorong beberapa institusi pendidikan mulai memasukkan bahasa ini dalam kurikulumnya. Tak hanya pendidikan, tetapi terutama ekonomi dan industri juga mendapat pelajaran bahasa Mandarin, melihat perkembangan ekonomi China kini sangat berpengaruh terhadap perekonomian dunia.
2. Bahasa Korea
memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan bahasa Korea itu sendiri. Paling tidak, masyarakat Indonesia jadi mengenal bahasa Korea, sekalipun tidak banyak mengerti kaidah dan penggunaannya. Bahasa Korea kini telah menjadi bagian bahasa yang diperhitungkan di Indonesia, hampir sama seperti bahasa asing lainnya.
Selain faktor transformasi budaya Korea ke Indonesia melalui musik K-Pop, faktor lain juga memiliki pengaruh besar. Di antaranya ialah hubungan bisnis antara Indonesia dan Korea Selatan. Yang mana, perusahaan Korsel telah banyak membuka lini bisnis dan hubungan dagang di Indonesia. Kondisi ini ikut menuntut para karyawan atau relasi untuk belajar bahasa Korea untuk menunjang pekerjaannya.
Pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Korea Selatan juga setiap tahun semakin meningkat. Tentu orang-orang terkait di dalamnya, baik para calon TKI maupun penyedia jasanya akan berusaha belajar bahasa Korea agar bisa berkomunikasi dengan baik dengan majikan dan penduduk setempat, mulai dari pemberangkatan ketika di airport, imigrasi, berbelanja, hingga di tempat pekerjaan masing-masing.
3. Bahasa Jepang
Budaya Jepang sudah sejak lama masuk ke Indonesia. Budaya Jepang yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia terutama di kalangan anak-anak adalah film-film Anime-nya dan Manga (buku komik). Diantara Anime yang sangat dikenal sampai sekarang yaitu: Doraemon, Dragon Balls, Shin-Chan dll. Disamping film Anime-nya, lagu OST-nya pun banyak disukai sehingga memicu para penikmat musik ini berupaya bisa menyanyikan lagu tersebut dengan mencari lirik lagunya. Melalui lirik lagu ini masyarakat mulai sedikit mengetahui bahasa Jepang dan tidak sedikit orang menjadi tertarik belajar bahasa Jepang karena kegemarannya pada film Anime mapun Manga tersebut.
Shinzui dll. Karena banyaknya perusahaan milik Jepang di Indonesia, otomatis para pebisnis agar dapat berbisnis dengan lancar, otomatis mereka pun mempelajari bahasa Jepang. Saya pernah membaca berita yang intinya mengatakan bahwa ada beberapa Investor Jepang yang menarik investasinya di perusahaan Indonesia hanya gara-gara kurangnya penguasaan bahasa Jepang para pekerjanya. Ternyata begitu berpengaruhya bahasa Jepang ini dalam dunia kerja.
IV. BELAJAR BAHASA ASING UNTUK KEMAJUAN BANGSA
Saling mengenal budaya dari berbagai negara sungguh sangat menarik dan menyenangkan. Dan juga saling mempelajari bahasa nagara lain, sangat menyenangkan bila bisa berkomunikasi dengan orang asing dan kemudian bisa saling bertukar informasi, mendapatkan pengetahuan baru tentang kehidupan di luar negara kita, saling mengenal budaya satu sama lain. Apalagi seiring dengan perkembangan globalisasi saat ini, penguasaan bahasa asing seperti sudah menjadi keharusan agar bisa mengikuti perkembangan ipteks.
Masing-masing negara saling mempunyai ketertarikan terhadap budaya negara lain dan terkadang ketertarikan terhadap budaya negara lain itu melebihi ketertarikan terhadap budaya negaranya sendiri. Hal inilah yang patut diantisipasi dan disikapi dengan bijaksana. Bagaimanapun, ketertarikan atau kecintaan terhadap budaya asing jangan sampai melebihi kecintaan terhadap budaya negara kita sendiri. Penguasaan bahasa asing serta pengetahuan budaya asing harus dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya dan lebih bagus bila dapat dimanfaatkan demi kemajuan bangsa kita.
Indonesia kepada negara asing,demikian pula sebaliknya. Pelajar Indonesia mempelajari bahasa asing di negara asing sekaligus mempelajari kebudayaannya yang mungkin kebudayaan tersebut dapat kita jadikan pedoman untuk lebih meningkatkan kualitas budaya negara kita sendiri agar menjadi lebih baik.
Seperti misalnya budaya (pola hidup dalam bermasyarakat) Jepang yang terkenal akan disiplinnya, ketertibannya, kebersihannya, pengutamaan orang lanjut usia, wanita dan anak-anak, serta yang paling penting yaitu tetap menjaga tradisi/kebudayaan mereka meskipun diterpa arus globalisasi. Budaya seperti inilah yang patut kita jadikan panutan agar budaya Indonesia lebih baik. Budaya Indonesia pun tak kalah menariknya dimata negara Jepang. Keanekaragaman serta keunikan budaya Indonesia telah menarik minat masyarakat dunia termasuk Jepang untuk mengenalnya , bahkan mempelajarinya lebih dalam lagi. Seperti, mengenal alat-alat musik tradisional, tari tradisional, wayang, atau seni batik yang sejak 2 Oktober 2009 lalu telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.
Jadi, tidak ada salahnya mempelajari bahasa asing maupun budayanya asal kita bisa memanfaatkan pengetahuan tersebut dengan tujuan yang baik, yang diantaranya dapat digunakan untuk memajukan bangsa Indonesia serta jangan sampai melupakan budaya sendiri. Sebagai generasi penerus bangsa kita wajib menjaga kelestarian budaya kita dari pengaruh/dampak buruk globalisasi agar tidak punah atau direbut dan diakui oleh negara lain.
V. PENUTUP
Simpulan yang dapat diambil dari uraian diatas adalah.
A. Jika mempelajari suatu budaya asing tak lepas dari penggunaan bahasa asingnya pula. Karena bahasa merupakan bagian dari budaya yang saling terkait satu sama lain. Maka mempelajari suatu bahasa asing pun otomatis harus mengerti dan memahami budaya asing tersebut.
C. Di era globalisasi ini bahasa asing banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, seperti bahasa korea misalnya karena dampak dari sedang populernya K-POP di Indonesia.
D. Mempelajari budaya dan bahasa asing ternyata dapat bermanfaat bagi kemajuan bangsa, bahkan penguasaan bahasa asing di Indonesia dirasa perlu agar dapat tetap mengikuti perkembangan IPTEKS.
E. Tidak masalah mempelajari bahasa asing maupun menyukai budayanya, asal kita bisa memanfaatkan dan menyikapinya dengan bijaksana dengan tetap menjaga kelestarian budaya bangsa.
VI. DAFTAR PUSTAKA
3A Corporation (Tokyo, Japan). 2008. Minna no Nihongo I. Surabaya : International Mutual Activity Foundation (IMAF) Press.
Akmal, Nur. 2012. Bahasa Indonesia di Mata Kita dan Dunia. http://www.analisadaily.com diakses tanggal 20 Mei 2012
Prabowo, Hendro. 2011. Wajah Bahasa Indonesia di Negeri Kimchi. http://www.selasarsolo.com diakses tanggal 20 Mei 2012
Samosir, Gustie. 2011. Bahasa Indonesia di China. http://hanyainfo.blogspot.com diakses tanggal 20 Mei 2012