• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRUKTUR ATOM DAN MOLEKUL . docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRUKTUR ATOM DAN MOLEKUL . docx"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

STRUKTUR ATOM DAN MOLEKUL (Makalah Kimia Dasar)

Oleh Kelompok 3

Cindia Florentia 1614121124 Eben Ezer Pasaribu 1614121107 Girindra Yoga Aditya 1614121106

Shintia Bella 1614121122

JURUSAN AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sejarah perkembangan teori atom dimulai pada sekitar abad kelima sebelum masehi oleh seorang ahli filsafat Yunani, Democritus (sekitar tahun 460-370 SM). Democritus mengekspresikan gagasannya bahwa semua materi tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi-bagi yang disebut atomos (yang berarti tidak dapat dibagi-bagi). Meskipun gagasan Democritus saat itu tidak dapdat diterima oleh para ahli filsafat lainnya seperti Plato dan Aristoteles, konsepnya tetap bertahan selama beberapa abad. Pada tahun 1808, ilmuwan Inggris, John Dalton merumuskan defenisi yang tepat tentang partikel-partikel yang tidak dapat dibagi-bagi dan disebut atom.

Konsep atom Dalton lebih terperinci daripada konsep Democritus. Hipotesis pertama menyatakan bahwa atom dari suatu unsur berbeda dengan atom dari unsur lain. Dalton tidak menjelaskan struktur dan komposisi dari atom, ia tidak mempunyai ide seperti apa atom itu sebenarnya tetapi ia menyadari bahwa sifat-sifat yang berbeda yang ditunjukkan oleh unsur-unsur seperti hidrogen dan oksigen dapat dijelaskan dengan menganggap bahwa atom-atom hidrogen tidak sama dengan atom-atom oksigen.

(3)

Unsur transisi merupakan kelompok unsur yang terletak pada blok d di dalam sistem periodik. Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d yang belum terisi penuh (kecuali unsur Seng (Zn) pada Golongan IIB). Hal ini menyebabkan unsur transisi periode keempat memiliki beberapa sifat khas yang tidak dimiliki oleh unsur-unsur golongan utama, seperti sifat magnetik, warna ion, aktivitas katalitik, serta kemampuan membentuk senyawa kompleks.

1.2 Tujuan

Adapaun tujuan dari makalah ini adalah :

1. Mengenal struktur molekul, atom, dan ion

2. Mengetahui sejarah pengenalan molekul atom dan ion 3. Mengetahui perkembangan molekul atom dan ion

(4)

III. PEMBAHASAN

3.1 Atom

A. Pengertian Atom

Atom adalah partikel terkecil yang masih mempunyai sifat unsure.Atom di susun oleh partikel-partikel berupa proton, electron, neutron.Kedudukan partikel-partikel tersebut di gambarkan dengan struktur atom

B. Sejarah Perkembangan Atom

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, suatu teori dapat diganti oleh teori baru.Dari zaman Yunani Kuno hingga sekarang, model dan teori atom terus berkembang.Dimana beberapa ilmuwan mengemukakan teori tentang atom diantaranya :

(5)

1. Teori Atom Democritus

Democritus, filsuf Yunani kuno yang hidup dari 460 SM hingga 370 SM,mengembangkan teori tentang penyusun suatu materi.Menurut Democritus, jika sebuah batu di belah dua, kemudian setiap hasil pembelahan tersebut dibelah lagi, setiap belahan batu mempunyai sifat yang sama dengan batu asal.Democritus menyebut bagian dari belahan batu yang paling kecil itu dengan istilah ATOM (A=tidak, TOMOS=di potong-potong), yang artinya “invisible (tidak terlihat)”.berdasarkan teori Democritus, atom yang menyusun setiap zat berbeda satu sama lain.

2. Teori Atom Dalton

Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier menyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:

 Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi

 Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda

 Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen

 Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

(6)

Atom merupakan bola bermuatan positif yang dinetralkan oleh electron yang bermuatan negatif yang tersebar merata di permukaannya.

Percobaan tabung sinar katoda pertama kali dilakukan William Crookes (1875). Hasil eksperimennya adalah ditemukannya seberkas sinar yang muncul dari arah katoda menuju ke anoda yang disebut sinar katoda.

George Johnstone Stoney (1891) yang memberikan nama sinar katoda disebut “elektron”. Kelemahan dari Stoney tidak dapat menjelaskan pengertian atom dalam suatu unsur memiliki sifat yang sama sedangkan unsur yang berbeda akan memiliki sifat berbeda, padahal keduanya sama-sama memiliki elektron. Joseph John Thomson (1897) melanjutkan eksperimen William Crookes yaitu pengaruh medan listrik dan medan magnet dalam tabung sinar katoda. Hasil percobaannya membuktikan bahwa ada partikel bermuatan negatif dalam suatu atom karena sinar tersebut dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik. berdasarkan besarnya simpangan sinar katode dalam medan listrik, Thomson dapat menentukan nisbah muatan terhadap massa (nilai e/m) dari partikel sinar katode sebesar 1.76 x 108 Coulomb/gram.

4. Teori Atom Rutherford

 Atom terdiri atas inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh electron yang bermuatan negatif

 Massa atom terpusat pada inti

 Sebagian besar volume atom adalah ruang hampa

 Atom bersifat netral (jumlah proton dan elektron sama)

(7)

bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan.Percobaan Rutherford dapat digambarkan sebagai berikut :

Percobaan Rutherford,Hamburan Sinar Alpha Oleh Lempeng Emas

Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.

Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak. Dalam model ini elektron tidak dapat diam, karena tidak ada sesuatupun yang dapat mempertahankan melawan gaya tarik inti.

5. Teori Atom Bohr

 Elektron bergerak mengitari inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit

 Dalam keadaan stasioner, electron tidak menyerapataupun memancarkan energy

 Elektron dapat berpindah ke lintasan yang lebih luar dengan cara menyerap energy dan sebaliknya.

(8)

mengawinkan keduanya, lahirlah postulat Bohr yang menyatakan bahwa elektron dalam atom mempunyai tingkat energi tertentu atau terkuantisasi.

Berdasrkan postulatnya, Bohr menerangkan bahwa elektron hidrogen dapat pindah dari satu tingkat ke tingkat yang lain. Hidrogen hanya mempunyai satu elektron, tetapi jumlah atomnya dalam suatu percobaan banyak sekali. Pada keadaan normal semua elektron atom hidrogen berada di tingkat yang lebih rendah (n=1). Jika diberi energi, elektron naik ke tingkat yang lebih tinggi, ada yang ketingkat 2,3,4... setelah menyerap sinar dengan  tertentu sesuai dengan perpindahan. Elektron hanya sesaat pada tingkat-tingkat yang tinggi dan akan turun kembali ke yang lebih rendah sambil memancarkan sinar dengan  tertentu pula, sesuai dengan tinggi jatuhnya.

Elektron pada tingkat yang tinggi tidak semua jatuh langsung ke tingkat pertama (awal), tetapi juga ke tingkat-tingkat rendah lainnya terlebih dahulu, seperti ke tingkat 2,3,4...semakin tinggi jatuh elektron semakin energi cahaya yang dipancarkan atau semakin kecil -nya. Sebaliknya, semakin rendah jatuhnya, semakin kecil energi sinar yang dipancarkan atau semakin besar -nya. Spektrum sinar yang nilai -nya hampir sama akan telretak berdekatan, seperti yang terlihat pada deret garis-garis spektrum dalam suatu deret dari sinar yang dipancarkan elektron yang jatuh ketingkat yang sama.

6. Teori Atom Mekanika Kuantum

 Louis De Brouglie : Gerakan electron bersifat materi dan juga bersifat gelombang

 Werner Heisenberg : tidak mungkin menentukan posisi serta momentum electron yang pasti dalam atom. Hal yang dapat ditentukan adalah keboleh jadian menemukan electron pada suatu titik dengan jarak tertentu dari inti atom.

 Erwin Schrodinger : volume ruang yang memiliki kebolehjadian terbesar

(9)

Berdasarkan teori atom mekanikel kuantum, untuk dapat menentukan posisi electron dalam suatu atom, diperlukan empat bilangan kuantum, yaitu :

1.Bilangan kuantum utama ( n ) menunjukan posisi electron pada kulit.

Kulit K L M N O

Bilangan kuantum utama

1 2 3 4 5

2 . Bilangan kuantum azimuth (l), menunjukan subkulit (subtingkat energy ) dan bentuk orbital.

Sub kulit s p d f g

Bilangan kuantum azimuth (l)

0 1 2 3 4

3. Bilangan kuantum Magnetik (m), menunjukan orbital khusus yang ditempati oleh suatu elektron, setip orbital diisi oleh 2 elektron.

SUB KULIT l Jumlah orbital Jenis orbital(nilai m)

S 0 1 0

P 1 3 -1,0,+1

D 2 5 -2,-1,0,+1,+2

f 3 7 -3,-2,-1,0,+1,+2,+3

4. Bilangan kuantum Spin (S)

 Menyatakan arah rotasi

 Searah jarum jam (s=+½)

(10)

s = + ½ = s = – ½ =

3.1.2 ELEKTRON

a. Elektron

Elektron ditemukan oleh Joseph John Thomson pada tahun 1897. Penemuan elektron diawali dengan ditemukannya tabung katode oleh William Crookes. Kemudian J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode ini dan dapat dipastikan bahwa sinar katode ini merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan di antara katode dan anode.

Sifat sinar katode, antara lain:

 merambat tegak lurus dari permukaan katode menuju anode;

 merupakan radiasi partikel sehingga terbukti dapat memutar baling-baling;

 bermuatan listrik negatif sehingga dibelokkan ke kutub listrik positif;

 dapat memendarkan berbagai jenis zat, termasuk gelas.

Tabung sinar katode,Percobaan Thomson untuk menentukan harga (Brown & LeMay, 1977)Dari hasil percobaan tersebut, J.J. Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron. J.J. Thomson berhasil menentukan perbandingan antara muatan dengan massa elektron (e/m) sebesar 1,76 × 108 C/g. Kemudian pada tahun 1909, Robert Millikan dari Universitas Chicago, berhasil menentukan besarnya muatan 1 elektron sebesar 1,6 × 10-19 C. Dengan demikian, maka harga massa 1 elektron dapat ditentukan dari harga perbandingan muatan dengan massa elektron (e/m). Nilai e/m= 1,76 x 108 C/g,

Maka Massa 1 elektron = 9,11 x 10-28 g

Setelah penemuan elektron, maka model atom Dalton tidak dapat diterima lagi. Menurut J.J. Thomson, atom merupakan partikel yang bersifat netral. Karena elektron bermuatan negatif maka harus ada partikel lain yang dapat menetralkan

(11)

muatan negatif tersebut yaitu partikel yang bermuatan positif. Dari penemuannya tersebut, J.J. Thomson mengemukakan teori atomnya yang dikenal dengan teori atom Thomson, yaitu: Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron yang bermuatan negatif. Karena tersebarnya elektron-elektron di dalam atom bagaikan kismis, sehingga disebut juga model atom roti kismis,Model Atom Thomson.

Konfigurasi Elektron

1. Asas Aufbauf

“Pengisian orbital selalu dimulai dari sub kulit dengan tingkat energi terendah”

Percobaan-percobaan selanjutnya mengenai model atom bertujuan untuk mengetahui bagaimana partikal-partikel penyusun atom tersebut tersusun dalam suatu atom. Menurut model atom mekanika kuantum, elektron berada dalam orbital. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hamper sama membentuk kulit atom. Susunan kulit-kulit atom ini mirip dengan model atom Niels Bohr. Bohr melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah sekitar inti atom. Menurut model atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit atom atau tingkat energi. Kulit yang ditempati elektron bergantung pada energinya. Tingkat energi paling rendah ialah kulit atom yang terletak paling dalam atau paling dekat dengan inti, makin ke luar makin besar nomor kulitnya dan makin besar tingkat energinya.

(12)

Kulit K (n = 1) maksimum 2 . 12 = 2 elektron Kulit L (n = 2) maksimum 2 . 22 = 8 elektron Kulit M (n = 3) maksimum 2 . 32 = 18 elektron

Kulit N (n = 4) maksimum 2 . 42 = 32 elektron, dan seterusnya. Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar adalah 8

Contoh konfigurasi elektron: 11Na : 2 8 1

20Ca : 2 8 8 2 35Br : 2 8 18 7

Jumlah elektron yang menempiti kulit terluar disebut elektron valensi. Jadi, elektron valensi untuk atom Na adalah 1, elektron valensi atom Ca adalah 2, dan electron valensi atom Br adalah 7.

Tabel 1.2

Konfigurasi Elektron Unsur-unsur dari Nomor Atom 1 sampai 20

(13)

S

Apabila penggaris plastik digosok-gosokkan pada rambut kering, penggaris tersebut dapat menarik potongan kecil kertas. Peristiwa tersebut membuktikan bahwa penggaris memiliki sifat listrik, karena penggaris merupakan materi yang tersusun atas atom-atom. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa atom memiliki sifat listrik. Penyelidikan tentang sifat kelistrikan suatu atom dilakukan selama bertahun-tahun oleh beberapa ahli di antaranya J.J. Thompson, Eugen Goldstein, Rutherford, dan Bathe & Becker.

B. Proton

Dengan ditemukannya elektron oleh Thomson, para ahli semakin yakin bahwa atom tersusun oleh partikel-partikel yang lebih kecil. Pada tahun 1886, Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng katodenya dan gas yang berada di belakang lempeng katode menjadi berpijar. Peristiwa tersebut menunjukkan adanya radiasi yang berasal dari anode yang menerobos lubang pada lempeng katode. Sinar ini disebut sinar anode atau sinar positif. Sifat sinar anode, antara lain:

Merupakan radiasi partikel sehingga dapat memutar baling-baling;

Dalam medan listrik/magnet, dibelokkan ke kutub negatif, jadi merupakan radiasi bermuatan positif;

Partikel sinar anode bergantung pada jenis gas dalam tabung.

Partikel terkecil diperoleh dari gas hidrogen. Partikel ini kemudian disebut proton. Massa 1 proton = 1 sma = 1,66 × 10-24 gram

(14)

Pada tahun 1910, Ernest Rutherford bersama dua orang asistennya, yaitu Hans Geiger dan Ernest Marsden, melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui kedudukan partikel-partikel di dalam atom. Percobaan mereka dikenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa partikel yang ditembakkan pada lempeng logam emas yang tipis, sebagian besar diteruskan, dan ada sebagian kecil yang dibelokan bahkan ada juga beberapa di antaranya yang dipantulkan. Hal tersebut sangat mengejutkan bagi Rutherford. Penemuan ini menyebabkan gugurnya teori atom Thomson. Partikel yang terpantul tersebut diperkirakan telah menabrak sesuatu yang padat di dalam atom. Dengan demikian atom tersebut tidak bersifat homogen seperti digambarkan oleh Thomson. Bahkan menurut pengamatan Marsden, diperoleh fakta bahwa satu di antara 20.000 partikel akan membelok dengan sudut 90o bahkan lebih. Percobaan Rutherford. Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar

Berdasarkan gejala-gejala tersebut, diperoleh beberapa kesimpulan antara lain: Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel diteruskan. Berarti, sebagian besar volume atom merupakan ruang kosong. Partikel yang mengalami pembelokan ialah partikel yang mendekati inti atom. Hal tersebut disebabkan keduanya bermuatan positif. Partikel yang dipantulkan ialah partikel yang tepat menabrak inti atom. Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atomnya yang menyatakan bahwa atom terdiri atas inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Jumlah proton dalam inti sama dengan jumlah elektron ynag mengelilingi inti, sehingga atom bersifat netral. Rutherford juga menduga bahwa di dalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi untuk mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling menolak. Dari percobaan tersebut, Rutherford dapat memperkirakan jari-jari atom kira-kira 10–8cm dan jari-jari inti kira-kira 10–13cm.

C. Neutron

(15)

1932, James Chadwick membuktikan bahwa radiasi tersebut terdiri atas partikel netral yang massanya hampir sama dengan massa proton. Karena partikel tersebut bersifat netral, maka dinamai neutron. Percobaan-percobaan selanjutnya membuktikan bahwa neutron juga merupakan partikel penyusun inti.

1. Nomor Atom dan Massa Atom

Nomor Atom

Nomor atom menunjukkan jumlah muatan positif dalam inti atom (jumlah proton). Menurut enry Moseley (1887–1915) jumlah muatan positif setiap unsur bersifat karakteristik, jadi unsur yang berbeda akan mempunyai nomor atom yang berbeda. Untuk jumlah muatan positif (nomor atom) diberi lambang Z. Jika atom bersifat netral, maka jumlah muatan positif (proton) dalam atom harus sama dengan jumlah muatan negatif (elektron). Jadi, nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron.

Nomor massa

Massa atom dinyatakan sebagai nomor massa dan diberi lambang A. Jadi: Nomor massa = Jumlah Proton = Jumlah Neutron

(16)

Z = nomor atom (jumlah proton (p) dalam inti atom)

A = nomor massa (jumlah proton (p) + jumlah neutron (n) )

Sebagaimana kita ketahui, suatu atom dikatakan netral jika jumlah elektron sama dengan jumlah proton. Perlu kita ketahui juga bahwa suatu atom dapat menerima (menyerap) atau melepaskan elektron. Jika atom menerima 1 elektron, maka atom tersebut kelebihan muatan negatif sebanyak 1 atom dan disebut bermuatan –1. Sebaliknya jika atom tersebut melepaskan 1 elektron, maka akan kekurangan muatan negatif sebanyak 1 atom atau kelebihan muatan positif sebanyak 1 atom dan disebut bermuatan +1, dan seterusnya.

2. Isotop, Isobar dan Isoton

Atom-atom suatu unsur dapat memiliki nomor massa atom yang berbeda, karena jumlah neutron dalam atom tersebut berbeda. Selain itu juga atom-atom yang berbeda dapat memiliki nomor massa dan jumlah neutron yang sama.

 Isotop adalah atom-atom yang mempunyai nomor atom yang sama, tetapi massa atomnya berbeda. Nomor atom merupakan identitas dari atom, sehingga setiap atom yang mempunyai nomor atom yang sama maka unsurnya pun sama.

 Isobar adalah atom-atom yang mempunyai nomor atom yang berbeda tetapi massa atomnya sama.

 Isoton adalah atom-atom yang mempunyai jumlah neutron yang sama dari unsur-unsur yang berbeda.

3. Massa Atom Relatif dan Massa Molekul Relatif

Atom merupakan suatu partikel yang sangat kecil dan suatu hal yang tidak mungkin kalau kita menentukan massa suatu atom dengan cara menimbangnya menggunakan neraca atau timbangan. Bagaimanakah cara kita mengetahui massa suatu atom? Massa atom relatif (Ar)

(17)

atas beberapa jenis isotop, maka yang dimaksud dengan massa atom relatif (Ar) adalah perbandingan massa rata-rata satu atom unsur terhadap massa satu atom C-12. IUPAC (badan internasional ilmu kimia) menetapkan definisi mutakhir dari massa atom relatif sebagai berikut:

Massa atom relatif (Ar) unsur X = x massa 1 atom c-12

Satuan massa atom (sma) = x 1,99268 x 10-23gram = 1,66057 × 10–24 gram

Massa molekul relatif (Mr) adalah perbandingan antara massa rata-rata satu molekul unsur atau senyawa terhadap massa satu atom C-12.

Mr zat X = jumlah Ar zat X

Untuk senyawa ion, digunakan istilah massa rumus relatif karena senyawa ion tidak terdiri atas molekul melainkan ion. Massa rumus relatif juga dilambangkan dengan Mr. Perhitungannya sama seperti massa molekul relatif.

3.2 MOLEKUL

Banyak partikel terkecil dari suatu zat di alam yang bukan atom, melainkan gabungan dari dua atau lebih atom unsur, baik dari unsur yang sama maupun berbeda. Gabungan dua atom atau lebih yang berasal dari unsur yang sama atau berbeda disebut molekul. Jika atomnya berasal dari unsur yang sama maka molekul tersebut disebut molekul unsur. Jika suatu molekul tersusun atas dua atau lebih atom dari unsur yang berbeda maka disebut molekul senyawa. Tidak seperti unsur logam yang partikel-partikel terkecilnya tersusun atas atom, partikel-partikel terkecil dari unsur-unsur bukan logam dapat berupa atom maupun molekul. Unsur-unsur golongan gas mulia (VIIIA) tersusun atas partikel terkecil kelompok atom. Adapun unsur-unsur golongan halogen (VIIA) tersusun atas molekul unsur.

(18)

Contoh lain dari molekul unsur adalah molekul yang dibentuk oleh atom unsur hidrogen. Dua atom unsur hidrogen membentuk molekul unsur diatomik (disusun oleh dua atom) dengan rumus kimia H2. Selain unsur-unsur golongan halogen, unsur oksigen, dan unsur hidrogen, unsur nitrogen juga tersusun atas molekul diatomik dengan rumus molekul N2.

Selain mampu membentuk molekul diatomik, beberapa unsur bukan logam juga mampu membentuk molekul poliatomik (molekul unsur yang tersusun atas tiga buah atau lebih atom). Misalnya, ozon (O3) merupakan molekul yang tersusun atas tiga buah atom unsur oksigen. Adapun belerang mampu membentuk molekul unsur yang tersusun atas 8 atom belerang (S8).

Contoh zat yang partikel terkecilnya merupakan molekul senyawa adalah air. Air yang biasa kita minum mengandung partikel-partikel terkecil yang disebut molekul air. Molekul air ini tersusun atas dua atom unsur hidrogen dan satu atom unsur oksigen (rumus H2O). Karena molekul air tersusun dari atom-atom unsur yang berbeda maka molekul air termasuk molekul senyawa. Molekul air dapat dihasilkan dari reaksi antara molekul unsur hidrogen dan molekul unsur oksigen.

Satu molekul oksigen bereaksi dengan dua molekul hydrogen membentuk dua molekul air.

Molekul unsur hidrogen bereaksi dengan molekul unsur oksigen membentuk molekul senyawa air. Tiap molekul unsur oksigen akan bereaksi dengan dua molekul unsur hidrogen membentuk 2 molekul senyawa air. Jika satu molekul oksigen memerlukan dua molekul unsur hidrogen agar bereaksi sempurna membentuk 2 molekul senyawa air maka 2 molekul unsur oksigen memerlukan 4 molekul unsur hidrogen agar bereaksi sempurna membentuk 4 molekul air.

(19)

(C12H22O11) yaitu zat yang biasa menjadi campuran untuk membuat kopi. Contoh lainnya adalah gas karbon monoksida (CO) dan etanol (C2H5OH). Karbon monoksida adalah gas yang dapat meracuni darah kita sehingga menimbulkan kematian. Adapun etanol yaitu zat yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan, seperti sterilisasi, campuran minuman keras, dan bahan bakar. Semua zat tersebut tersusun atas partikel-partikel terkecil materi yang disebut molekul.

3.3 ION

Pada awal abad ke-19, Dalton mengungkapkan bahwa partikel terkecil dari materi adalah atom. Pada pertengahan abad ke-19, banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa banyak zat tidak disusun oleh atom melainkan oleh partikel-partikel bermuatan yang disebut ion. Ukuran partikel-partikel ini adalah sekitar ukuran atom dan molekul. Contoh: orang sudah mengenal bahwa lelehan garam dan larutan garam dalam air dapat menghantarkan listrik. Dalam peristiwa tersebut, muatan listrik mengalir dengan cara yang berbeda dibandingkan dalam logam. Dalam logam, muatan listrik dibawa oleh elektron. Sebaliknya, dalam lelehan garam atau larutan garam dalam air, muatan listrik dibawa oleh ion-ion (ion positif dan negatif).

Dengan demikian, partikel terkecil dari materi tidak hanya berbentuk atom dan molekul, tetapi juga dapat berbentuk ion. Muatan elektron merupakan jumlah muatan terkecil yang disebut sebagai muatan dasar (e). Muatan ion adalah satu kali atau beberapa kali muatan dasar tersebut. Karena itu, muatan ion hanya dituliskan dengan angka satu atau kelipatan dari muatan tersebut. Logam-logam membentuk ion-ion bermuatan positif (kation). Ion-ion unsur bukan logam sebagian besar membentuk ion bermuatan negatif (anion).

(20)

(K+). Ion-ion logam alkali tanah (IIA) memiliki muatan positif dua, misalnya ion kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+).

Seperti halnya ion-ion dari unsur logam, ion-ion dari unsur bukan logam dapat diperkirakan muatannya berdasarkan letak unsur tersebut dalam sistem periodik unsur. Ion-ion dari unsur golongan halogen (VIIA) selalu bermuatan negatif satu, yaitu ion fuorida (F–), ion klorida (Cl–), ion bromida (Br–), dan ion iodida (I–). Ion-ion dari golongan VIA, seperti oksigen membentuk ion bermuatan negatif dua, oksida (O2–) atau belerang yang juga membentuk ion bermuatan negatif dua, sulfda (S2–). Dari unsur golongan VA, orang mengenal unsur nitrogen yang mampu membentuk ion bermuatan negatif tiga, nitrida (N3–). Adapun unsur-unsur golongan gas mulia VIIIA tidak membentukion.Di samping ion yang berasal dari satu buah atom unsur (monoatom), terdapat pula ion yang berasal dari gabungan

dua atau lebih atom unsur yang berbeda (poliatom). Misalnya, ion sulfat bermuatan negatif dua (SO42–), ion nitrat bermuatan negatif satu (NO3–), ion asetat bermuatan negatif satu (CH3COO–), ion amonium yang bermuatan positif satu (NH+), dan ion hidroksil yang bermuatan negatif satu (OH–).

(21)

IV. KESIMPULAN

Setiap zat tersusun atas partikel-partikel terkecil dari zat tersebut. Partikel-partikel terkecil penyusun zat bisa berupa atom, molekul, atau ion.

Atom dari unsur yang sama adalah sama dan atom dari unsur-unsur yang berbeda akan berbeda pula. Unsur-unsur logam dalam keadaan bebas (tidak bersenyawa) tersusun atas partikel-partikel terkecil, yaitu atom.

Unsur-unsur dari golongan bukan logam, tersusun atas partikel-partikel terkecil berupa atom atau molekul. Dua atau lebih atom dapat bergabung membentuk molekul. Jika atom yang bergabung berasal dari unsur yang sama maka molekul yang terbentuk disebut molekul unsur. Jika atom-atom yang bergabung berasal dari unsur yang berbeda maka molekul yang terbentuk disebut molekul senyawa.

Tidak semua senyawa terbentuk dari gabungan dua atau lebih atom unsur. Banyak senyawa yang ada di alam merupakan gabungan dari partikel-partikel bermuatan yang disebut ion.

Ion-ion yang bermuatan positif (kation) berikatan dengan ion bermuatan negatif (anion) melalui ikatan ion dan membentuk senyawa ion.

Jumlah muatan listrik dalam suatu se-nyawa yang tersusun atas ion positif dan negatif adalah netral.

Ion bisa berasal dari satu atau lebih jenis unsur. Senyawa yang tersusun atas ion-ion tidak membentuk molekul melainkan kisi kristal.

(22)

Kuatnya ikatan antarion dapat men-jelaskan mengapa garam-garam umumnya memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi daripada zat-zat yang partikel ter-kecilnya adalah molekul.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Atom, Ion dan Molekul. http://aryashfa.files.wordpress.com. diakses 1 Oktober 2016

Anonim.2008. Kmia Materi Dasar Kimia. http://mynoble.files.wordpress.com. diakses 1 Oktober 2016

Jacson, Tom. Materi Kimia, Atom dan Molekul. Pakar Raya. Jakarta

Gambar

Tabel 1.2

Referensi

Dokumen terkait

2) Atom-atom dari unsur yang sama, dapat mempunyai massa yang berbeda ( disebut Isotop ) 3) Atom dari suatu unsur dapat diubah menjadi atom unsur lain melalui Reaksi Nuklir..

jarak elektron, dan grafik hubungan energi dengan potensial kimia dari atom Litium serta molekul.. Berdasarkan grafik yang diperoleh, profil kerapatan untuk atom Hidrogen, atom

Ikatan hidrogen merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan atom lain yang mempunyai keelektronegatifan besar pada satu molekul dari senyawa yang sama.. Ikatan

Molekul terdiri dari sejumlah atom yang bergabung melalui ikatan kovalen, dan atom tersebut berkisar dari jumlah yang sangat sedikit (dari atom tunggal, seperti gas mulia)

• Isotop adalah unsur sejenis yang memiliki nomor atom sama, tetapi memiliki nomor massa yang berbeda, atau memiliki jumlah proton yang sama tetapi jumlah neutron ya

Atom-atom suatu unsur dapat mempunyai nomor massa yang berbeda. Atom-atom yang mempunyai nomor atom sama tetapi nomor massa berbeda disebut

Isotop adalah atom yang mempunyai nomor sama tetapi memiliki nomor massa berbeda Setiap isotop satu unsur memiliki sifat kimia yang sama karena jumlah elektron

Semua molekul dengan lima atau enam grup elektron yang mengelilingi atom pusat, memiliki atom pusat memiliki periode tiga atau lebih karena hanya atom ini yang memiliki kulit D