• Tidak ada hasil yang ditemukan

M01977

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " M01977"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

KORELASI ANTARA SIFAT KEPRIBADIAN DENGAN GAYA

BELAJAR

Setyorini [email protected] Sumardjono Padmomartono [email protected] Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga

ABSTRAK

Tujuan kajian ini yaitu mengidentifikasi korelasi antara sifat kepribadian dengan gaya belajar. Subyek penelitian berjumlah 102 mahasiswa Progdi BK, FKIP – Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Digunakan adaptasi The Mini-International Personality Item Pool Scales versi Golberg, yang diadaptasi oleh Donnellan et al (2006), berisi 20 butir pernyataan dan Learning Styles Questionnaire/LSQ yang diadaptasi dari Peter Honey dan Alan Mumford (2010) yang berisi 80 butir pernyataan. Analisis korelasional Spearman Rho dengan temuan: 1) korelasi positif sangat signifikan antara sifat kepribadian extraversion dengan gaya belajar activist (r = 0,371**; p < 0,001) serta dengan gaya belajar pragmatist (r = 0,275**; p < 0,005). 2) korelasi positif signifikan antara sifat kepribadian conscientiousness dengan gaya belajar theorist (r = 0,247*; p < 0,012). 3) korelasi negatif signifikan antara sifat kepribadian neuroticism dengan gaya belajar pragmatist (r = - 0,236*; p < 0,017).

Kata kunci: sifat kepribadian, gaya belajar, mahasiswa prodi BK

PENGANTAR

Untuk meningkatkan kualitas belajar dan pembelajaran di pendidikan tinggi, preferensi mahasiswa dalam belajar atau gaya belajar, perlu dicermati para dosen. Kecenderungan mahasiswa menggunakan berbagai cara dalam menguasai dan mereproduksi pengetahuan yang diperoleh dalam kuliah disebut sebagai gaya belajar. Adakah perbedaan individual pada mahasiswa dalam menetapkan preferensi strategi belajar beserta kedalaman pemrosesan informasi yang berkaitan dengan sifat-sifat kepribadiannya? Furnham et al (Ibrahimoglu et al, 2013) menemukan mahasiswa yang bergaya belajar pragmatic mendapat skor tinggi pada sifat kepribadian extraversion sehingga diperoleh korelasi kuat antara sifat kepribadian dengan gaya belajar.

Kalangan pendidikan memahami kepribadian dosen dan mahasiswa berinteraksi pada proses pembelajaran. Poropat (2009) menyatakan The Five Factor Model of Personality/FMM mendapatkan konsensus tertinggi dalam kajian empirik sifat-sifat kepribadian. FMM merujuk pada kerangka deskriptif tentang fenomena kepribadian individu yang diamati. The Five Factor Model of Personality mentelaah sifat-sifat kepribadian melalui inventori kepribadian, yang mengukur 5 (lima) aspek

(2)

MASALAH

Masalah penelitian ini dikemukakan sebagai berikut: Adakah korelasi yang signifikan antara sifat-sifat kepribadian dengan gaya belajar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP – Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga?

PEMBAHASAN

Dalam pembahasan berikut akan dikemukakan fenomena gaya belajar dan sifat-sifat kepribadian mahasiswa.

Gaya Belajar

Gaya belajar diartikan sebagai pola berpikir, cara mengamati, memecahkan masalah dan mengingat informasi sewaktu mahasiswa menghadapi tugas pembelajaran. Gaya belajar relatif menetap dan meresap ke dalam berbagai situasi belajar. Honey dan Mumford (2000) mengartikan gaya belajar sebagai deskripsi sikap-sikap dan perilaku yang menentukan preferensi individu dalam belajar. Biasanya individu memiliki satu atau dua preferensi gaya belajar. Diasumsikan ada hubungan sebab akibat antara gaya belajar mahasiswa, strategi pembelajaran dosen dan hasil belajar mahasiswa, disamping terdapat berbagai strategi pembelajaran yang penetapannya ditentukan oleh tipe informasi dan kecakapan yang diupayakan dosen agar dikuasai oleh mahasiswa. Strategi pembelajaran dosen diupayakan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kelas pembelajaran, agar mahasiswa mendemonstrasikan kompetensi tertentu misalnya agar makin banyak mahasiswa yang cakap melakukan presentasi lisan di depan kelas sebagai representasi kapasitas berpikir dan penalaran mahasiswa.

Tiap mahasiswa memiliki gaya belajar yang khas sehingga ditemukan berbagai variasi gaya belajar mahasiswa. Makin akurat mahasiswa memahami kecenderungan gaya belajarnya, maka makin optimal mahasiswa mendaya-gunakan gaya belajarnya yang khas untuk menguasai bahan pembelajaran. Mahasiswa mencurahkan cara, proses dan hasil belajar yang berbeda-beda sehingga ditemukan banyak perbedaan individual dalam kelas pembelajaran. Berbagai variasi perorangan di kalangan mahasiswa ditunjukkan oleh adanya fakta bahwa mahasiswa cenderung menerapkan gaya belajar yang berbeda-beda, mahasiswa memiliki motivasi belajar yang berbeda dan antara satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lainnya memiliki sifat-sifat kepribadian yang heterogen pula.

Parul dan Choudhary (2014) menemukan dari 100 mahasiswa keperawatan, sebagian besar mahasiswa (45%) bergaya belajar reflector, yaitu cenderung belajar melalui pengamatan, sehingga mahasiswa memerlukan banyak informasi sebagai bahan masukan sebelum mengambil keputusan atau bertindak. Ditemukan dosen keperawatan butuh melakukan asesmen secara akurat gaya belajar mahasiswa sebagai dasar untuk memadukan strategi pembelajaran yang sejalan dengan variasi gaya belajar mahasiswa.

(3)

menimbang kembali pola perkuliahan tradisional. Damrongpanit dan Reungtragul (2013) menyatakan dosen mestinya mendesain bahan dan strategi pembelajaran yang bervariasi selaras dengan keaneka-ragaman gaya belajar mahasiswa.

Honey dan Mumford (2000) membedakan pebelajar ke dalam empat golongan, yaitu activist, reflector, theorist dan pragmatist. Cano dan Hughes (dalam Sarabdeen, 2013) menyatakan sumbangan Honey dan Mumford dalam menganalisis gaya belajar individu amat produktif untuk membangkitkan kepedulian dosen pada fakta perbedaan individu dalam situasi pembelajaran. Budiningsih (2012) mendeskripsikan karakteristik gaya belajar versi Honey dan Mumford sebagai berikut.

Gaya Belajar Atribut Kegiatan

Activist

Activist: Belajar melalui berbuat dan berpartisipasi Activist senang melibatkan diri dan berpartisi-pasi aktif dalam berbagai kegiatan untuk mendapat pengalaman baru; mudah diajak berdialog, berpikiran terbuka, menghargai pendapat orang lain dan mudah percaya; sering kurang menimbang secara matang sebelum bertindak; lebih didorong kesenangannya untuk melibatkan diri. Dalam belajar, activist senang pada penemuan baru, seperti pemikiran dan peng-alaman baru akan tetapi cepat bosan dengan imple-mentasi kegiatan yang butuh waktu lama.

brainstorming, pemecahan masalah, diskusi kelompok, teka-teki, kompetisi, bermain peran

Theorist Theorist : Belajar memahami teori dengan sejelas-jelasnya

Theorist cenderung amat kritis; suka meng-analisis, berpikir rasional dengan penalaran; segala sesuatu dikembalikan pada teori, konsep atau hukum-hukum; tidak menyukai pendapat atau penilaian yang subyektif. Dalam mengambil keputusan, theorist penuh dengan pertimbangan, sangat skeptif dan tidak menyukai hal-hal yang bersifat spekulatif.

model, statistik, cerita, kutipan, informasi latar belakang, menerapkan teori

Pragmatist Pragmatist: Belajar melalui saran dan teknik dari orang yang berpengalaman

Pragmatist memiliki sifat yang praktis; tidak suka berpanjang lebar dengan teori, konsep, dalil; baginya yang penting adalah aspek praktis; sesuatu bermanfaat jika dipraktikkan; sesuatu adalah baik dan berguna jika dapat dipraktikkan dan bermanfaat bagi kehidupan.

Reflector Reflector:Belajar dengan mengamati orang lain dan berpikir sebelum bertindak

(4)

Lima Aspek Kepribadian/The Five Factor Model Of Personality

The Five Factor Model of Personality adalah turunan teori trait yang populer digunakan untuk menjabarkan kepribadian individu, yang merupakan pendekatan untuk memeriksa individu melalui trait yang tersusun dalam lima aspek kepribadian, yaitu openness to experiences, conscientiousness, extraversion, agreeableness, neuroticism. (Donnellan, Oswald, Baird dan Lucas, 2006).

McCrae dan Costa (Feist dan Feist, 1998) setuju dengan pandangan Eysenck bahwa sifat-sifat kepribadian bersifat bipolar dan mengikuti distribusi berbentuk lonceng. Artinya kebanyakan orang mendapat skor mendekati nilai tengah tiap sifat, hanya beberapa orang saja yang dinilai ekstrem, sebagaimana penjelasan berikut: 1) Neuroticism: individu dengan skor tinggi neuroticism cenderung mudah menjadi

cemas, temperamental, mengasihani diri, sadar diri, emosional dan rapuh terhadap gangguan yang berkaitan dengan stres. Sedangkan individu dengan skor rendah neuroticism (disebut emotional stability) biasanya tenang, bertemperamen lembut, puas diri dan tidak mudah sensitif/amat perasa.

2) Extraversion: individu dengan skor tinggi extraversion cenderung penuh perhatian, mudah bergabung, aktif berbicara, menyukai kelucuan, aktif dan bersemangat. Sedangkan pribadi dengan skor rendah extraversion cenderung tidak peduli, pasif, serius, penyendiri, pendiam dan kurang sanggup mengekspresikan emosi yang kuat.

3) Openness to Experiences atau Intellect/Imagination: individu dengan skor tinggi openness to experiences cenderung kreatif, imajinatif, penuh ingin tahu, liberal, memiliki minat yang beraneka-ragam, lebih menyukai keaneka-ragaman, memiliki kebutuhan besar akan kedekatan dan memperoleh rasa nyaman dari hubungannya dengan orang-orang dan hal-hal yang dianggap akrab. Individu konsisten mencari pengalaman-pengalaman yang beraneka-ragam, cenderung mempertanyakan nilai-nilai tradisional. Sedangkan individu dengan skor rendah openness to experiences cenderung konvensional, lebih realistik, konservatif dan tidak begitu ingin tahu, tidak akan mencari pengalaman-pengalaman yang berbeda-beda dan lebih terpaku pada hal-hal yang sudah dikenal dan diulang-ulang.

4) Agreeableness: Agreeableness membedakan individu yang lemah lembut dengan pribadi yang berhati kejam. Individu dengan skor tinggi agreeableness cenderung mudah mempercayai siapapun, murah hati, suka menolong, dapat menerima keadaan dan baik hati. Sedangkan individu dengan skor rendah agreeableness mudah curiga, pelit, tidak ramah, mudah terluka dan gemar mengkritik orang lain. 5) Conscientiousness: Conscientiousness menjelaskan individu yang tertib dan

(5)

Metode Penelitian

Alat pengumpul data gaya belajar menggunakan Learning Styles Questionnaire/ LSQ, diadaptasi dari Peter Honey dan Alan Mumford (2010) yang berisi 80 butir pernyataan. Diperoleh koefisien validitas butir mulai dari 0,302 sampai dengan 0,830. Selanjutnya reliabilitas Alpha Cronbach gaya belajar activist sebesar 0,837; gaya belajar reflector = 0,907; gaya belajar theorist = 0,906 dan gaya belajar pragmatist = 0,908. Disimpulkan reliabilitas tiap jenis gaya belajar adalah reliabel pada kategori dapat diterima. Sedangkan untuk mengukur aspek-aspek kepribadian mahasiswa digunakan adaptasi The Mini-International Personality Item Pool Scales versi Golberg, diadaptasi oleh Donnellan et al (2006), berisi 20 butir pernyataan. Dihasilkan koefisien validitas butir dari 0,538 sampai dengan 0,772. Reliabilitas Alpha Cronbach Extraversion = 0,800; Conscientiousness = 0,812; Neuroticism = 0,818; Agreeableness = 0,822; serta Intellect/Imagination = 0,839; yang berarti reliabilitas tiap aspek kepribadian termasuk reliabel pada kategori dapat diterima.

Analisis Deskriptif Preferensi Gaya Belajar Mahasiswa BK

Perolehan data preferensi gaya belajar mahasiswa dianalisis secara deskriptif, dilanjutkan dengan pengkategorian perolehan skor tiap mahasiswa. Statistik deskriptif gaya belajar mahasiswa dirangkum pada Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Statistik Deskriptif Gaya Belajar Mahasiswa (N = 102)

Gaya Belajar Activist

Gaya Belajar Reflector

Gaya Belajar Theorist

Gaya Belajar Pragmatist

Mean 12,36 15,98 12,75 14,65

Std. Deviation 4,794 4,423 5,623 4,489

Range 15 16 16 17

Minimum 5 4 3 3

Maximum 20 20 19 20

Statistik deskriptif dimensi kepribadian mahasiswa dirangkum pada Tabel 4. berikut.

Tabel 2. Statistik Deskriptif Dimensi Kepribadian Mahasiswa (N= 102)

Ekstraversion Agreeableness Conscientiousness Neuroticism Intellect_ Imagination

Mean 13,75 16,63 15,17 11,17 12,44

Std. Dev. 4,228 3,415 3,815 4,236 4,038

Range 16 13 15 15 14

Minimum 4 7 5 5 6

Maximum 20 20 20 20 20

(6)

Tabel 3. Korelasi Aspek Kepribadian dan Gaya Belajar Mahasiswa (N = 102)

Spearman's rho Extraversion Conscientiousness Neuroticism

Activist

0,371**

(0,000) - -

Theorist -

0,247*

(0,012) -

Pragmatist

0,275**

(0,005) -

- 0,236* (0,017) ** Korelasi positif signifikan pada taraf 0,00 (uji 2-ekor)

* Korelasi positif signifikan pada taraf 0,05 (uji 2-ekor)

Tabel 3. menunjukkan korelasi antara skor Extraversion dan skor gaya belajar Activist menghasilkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,371** dengan p = 0,000 < 0,01. Disimpulkan ada korelasi sangat positif signifikan antara skor skor Extraversion dan skor gaya belajar Activist. Artinya, makin tinggi skor Extraversion, maka makin tinggi pula skor gaya belajar Activist mahasiswa. Skor Conscientiousness dan skor gaya belajar Theorist menghasilkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,247* dengan p = 0,012 < 0,05. Disimpulkan ada korelasi positif signifikan antara skor skor Conscientiousness dan skor gaya belajar Theorist.

Selanjutnya Tabel 3. juga memperlihatkan korelasi antara skor Extraversion dan skor gaya belajar Pragmatist dengan hasil koefisien korelasi sebesar sebesar rxy = 0,275** dengan p = 0,005 < 0,01, disamping ditemukan pula korelasi antara skor Neuroticism dan skor gaya belajar Pragmatist sebesar rxy = – 0,236* pada p = 0,017 < 0,05. Artinya, makin rendah skor Neuroticism, maka makin tinggi skor gaya belajar Pragmatist mahasiswa.

PEMBAHASAN

Penelitian ini menunjukkan bukti yang meyakinkan adanya korelasi antara sifat kepribadian dengan gaya belajar. Sifat kepribadian extraversion mahasiswa berkorelasi positif sangat signifikan dengan gaya belajar activist dan gaya belajar pragmatist; sedangkan sifat kepribadian conscientiousness berkorelasi secara positif signifikan dengan gaya belajar theorist. Di lain pihak, sifat kepribadian neuroticism berkorelasi secara negatif signifikan dengan gaya belajar pragmatist.

Sifat kepribadian extraversion, meliputi sifat suka bicara, energetik dan asertif/mantap diri. Extraversion merujuk pada tingkat kenyamanan mahasiswa dalam berinteraksi dengan orang lain, yaitu senang bergaul, mudah bersosialisasi, hidup berkelompok dan tegas. Extraversion berkorelasi positif signifikan dengan gaya belajar activists, yaitu mahasiswa amat terserap pada pengalaman belajar yang serba baru, bersikap terbuka dan amat antusias dalam beraktivitas, menangani masalah melalui curah-pendapat, suka belajar bersama-sama orang lain dan menikmati terlibat dalam berbagai aktivitas.

(7)

mengutamakan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang praktis serta berupaya menemukan cara-cara yang lebih efektif dalam menghadapi masalah.

Sifat kepribadian conscientiousness mencakup sifat terorganisasikan, berpikir menyeluruh dan hidup secara terencana. Conscientiousness amat berhati-hati dalam melakukan tindakan, penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan serta memiliki disiplin diri yang tinggi dan dapat dipercaya, dapat diandalkan, bertanggung jawab, tekun dan berorientasi pada pencapaian. Conscientiousness berkorelasi dengan gaya belajar theorist. Mahasiswa theorist mengintegrasikan hasil-hasil pengamatannya ke dalam teori yang logis, memecahkan masalah melalui pola yang logis langkah demi langkah; condong serba menuntut kesempurnaan, menarik jarak, analitis dan mendasarkan diri pada obyektivitas, bertekun dengan asumsi, prinsip, teori, model dan berpikir secara sistem.

Sifat kepribadian neuroticism, sebagai kebalikan dari stabilitas emosi, mencakup sifat tegang, moody/mudah berubah emosinya dan cemas. Neuroticism merujuk pada kemampuan mahasiswa dalam memikul tekanan/stres; karakteristik negatif neuroticism yaitu mudah gugup, depresi, tidak percaya diri dan mudah berubah pikiran. Neuroticism berkorelasi secara negatif signifikan dengan gaya belajar pragmatist. Mahasiswa pragmatist bertekun dalam mencobakan gagasan, teori dan teknik dalam kehidupan praktis; suka bertindak cepat dan percaya diri pada gagasan yang menarik perhatiannya.

PENUTUP

Makalah hasil penelitian ini menunjukkan bukti yang meyakinkan adanya korelasi yang signifikan antara sifat kepribadian dengan gaya belajar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling. Sifat kepribadian extraversion berkorelasi positif sangat signifikan dengan gaya belajar activist dan gaya belajar pragmatist; sedangkan sifat kepribadian conscientiousness berkorelasi secara positif signifikan dengan gaya belajar theorist. Di lain pihak, sifat kepribadian neuroticism berkorelasi secara negatif signifikan dengan gaya belajar pragmatist.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Budiningsih, C. Asri 2012. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Damrongpanit, Suntonrapot and Reungtragul, Auyporn. 2013. Matching of learning styles and teaching styles: Advantage and disadvantage on ninth-grade students’ academic achievements. Educational Research and Reviews. Vol. 8(20). 23 October, 2013. Academic Journals. Http://www.academicjournals. org. E-mail: [email protected]. Diunduh 1 Maret 2014.

Donnellan, M., Oswald, F., Baird, B., & Lucas, R. 2006. The Mini-IPIP Scales: Tiny-Yet-Effective Measures of the Big Five Factors of Personality. Psychological Assessment. Vol. 18, No. 2, 192-203.

Feist, J. and Fesit, G. 1998. Theories of Personality. Fourth Edition. New York: McGraw Hill Company.

Honey, P. and Mumford, A. 2000. The learning styles helper's guide. Maidenhead: Peter Honey Publications Ltd.

_____ . 2010. Learning Styles Questionnaire. Www.hrdevelopment.co.nz. Diunduh 1 Maret 2014.

Ibrahimoglu, Nurettin et al. 2013. The Relationship Between Personality Traits And Learning Styles: A Cluster Analysis. Asian Journal of Management Sciences and Education. Vol. 2 No. 3, July 2013. Http://www.ajmse.leena-luna.co.jp. Diunduh 1 Maret 2014.

Parul, Vikas Choudhary. January 2014. To Assess Preferred Learning Styles Among Nursing Students at Selected Colleges of Nursing, Haryana - India. Journal of Nursing Science dan Practice. Volume 5, Issue 2. www.stmjournals.com. Diunduh 1 Maret 2014.

Poropat, Arthur E. 2009. A Meta-Analysis of the Five-Factor Model of Personality and Academic Performance. Psychological Bulletin, American Psychological Association. 2009, Vol. 135, No. 2, 322–338 0033-2909/09/$12.00 DOI: 10.1037/a0014996. Diunduh 1 Maret 2014.

Gambar

Tabel 2. Statistik Deskriptif Dimensi Kepribadian Mahasiswa (N= 102)

Referensi

Dokumen terkait

Lokasi Pusat Pendidikan dan Terapi Autis biasanya dipilih antara lingkungan yang tenang dan mudah untuk mencapainya. Leslie) Lokasi tapak bangunan Pusat Pendidikan dan

Karyawan yang memiliki tingkat emotional stability yang rendah maka akan membuat karyawan tersebut mudah untuk terpengaruh atau menunjukkan negative emotions sehingga

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,