Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Misi Nommensen dengan HKBP Kini (Suatu Perbandingan Antara Pemahaman dan Praktek Misi Nommensen dengan HKBP Kini)

15 

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri,

dan seluruh sumber yang dikutip maupun di rujuk

telah saya nyatakan dengan benar.

Jika terbukti saya melakukan pelanggaran

plagiasi atau melanggar ketentuan akademis lainnya

maka saya bersedia dicabut gelar saya.

Salatiga, 12 September 2012

(5)

Skripsi ini aku persembahkan kepada:

Keluarga Besar Op. Ezra Nainggolan Lumbanraja

Bapak dan mama

(6)

MOTTO

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh

kepercayaan, kamu akan menerimanya."

Matius 21 : 22

(7)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis persembahkan kepada Tuhan Yesus Kristus

sebagai Kepala Gereja atas Kasih Penyertaan-Nya dalam menaungi dan

membimbing penulis di seluruh kehidupannya. Teristimewa karena

penyertaan-Nya yang setia selama penulis menjalani kehidupan dan berkuliah di Fakultas

Teologi Universitas Kristen Satya Wacana. Hanya karena kemurahan-Nya saja,

sehingga penulis mampu melaksanakan dan menyelesaikan kuliah serta skripsi ini

dengan baik.

Dalam proses penulisan skripsi ini, penulis menyadari tidak akan dapat

melewati dan melakukan semuanya tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh

karena itu, pada kesempatan yang indah ini, penulis ingin menyampaikan rasa

terima kasih yang mendalam kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis

menyelesaikan perkuliahan dan juga terlebih lagi proses penyelesaian skripsi ini:

1. Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana, yang telah membuka

kesempatan seluas-luasnya bagi penulis untuk dapat menikmati dunia

pendidikan dan menyediakan sarana penunjang bagi kelancaran proses

belajar.

2. Dosen-dosen pengajar Fakultas Teologi yang telah membekali berbagai

pengetahuan bagi penulis dalam rangka mempersiapkan menjadi calon

pekerja gereja yang handal serta setia dalam dunia pelayanan.

3. Pdt. Dr. Daniel Nuhamara dan Pdt. Dr. Thobias A. Messakh, selaku

pembimbing dalam proses penulisan skripsi. Terima kasih untuk waktu

yang telah disediakan, kesabaran dan kerendah-hatian dalam membimbing

penulis. Saya berdoa, semoga Tuhan akan selalu memberkati pelayanan

bapak-bapak sekalian.

4. Pdt. Dr. Ebenhaizer I Nuban Timo, yang telah memberikan waktunya

untuk bersedia menguji skripsi ini.

5. Pdt. Hendrika Karinda Wattimena, M.Th dan Pdt. Dr. Dien Sumiatiningsih

selaku wali studi yang telah membimbing penulis selama menimba ilmu di

Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana.

(8)

6. Praeses HKBP distrik XVII JABARTENGDIY, Pdt. Togar M. Hasugian,

STh yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk diwawancara.

Kiranya Tuhan memberkati setiap pelayanan yang bapak lakukan.

7. Pdt. Sadrak Hutauruk, Pdt. David Rajagukguk, Pdt. Tommy Tampubolon,

Pdt. Lewis Sitompul, Pdt. Joshua Togatorop yang telah bersedia memberi

masukan dan diskusi kecil untuk skripsi ini. Terimakasih untuk waktu, dan

segala bentuk perhatian yang bapak-bapak berikan. Kiranya Tuhan

memberkati setiap pelayanan yang bapak-bapak lakukan.

8. Bapak (O. Nainggolan) dan Mama (R. Sitanggang) yang telah

memberikan kasih sayangnya kepada penulis. Doa, harapan, tangisan dan

keringat yang Bapak dan Mama curahkan tidak akan sia-sia. Dan kepada

abang (pak Ezra) dan kakak (mama Ezra) dengan Ezra keponakanku, lae

Rico dan kakak Uli, beserta keponakanku Anju dan Cheline, yang telah

memberikan segenap kekuatan dan kemampuannya untuk mendorongku

dalam berkuliah.

9. Irmanty Situmorang, S.T. pengorbanan, kesabaran, kesetiaan dan segala

yang ada didalam dirimu membuatku selalu tenang bersamamu. Makasih

ya hun untuk doa dan dukungannya...

10. Arpasso Alazzo (Fakultas Teologi Angkatan 2005), Dicky Stefanus ‘pak

guru’ dan Octa Siringo-Ringo teman pertama di Salatiga, Sammy Dauhan,

Desmond Simorangkir dan Lius Porawouw yang telah menemaniku

bersenang-senang di Salatiga maupun di gunung (kenangan manis di Gn.

Sumbing)..hehehe..., Rovino Hallatu, Andrie ‘Jombang’, Lusyana

Madiong, Ruth Gah, Ega Melatunan, Helen Bangngu, Noviana, Alda,

Mimi, Osian, Ien, Marla, Icha, Keno, Vally, Mansye, Hendrika, Nuel Sitio,

Fison, Yedi, Arna, Ace, Elsye, Ina, Eka, Artha, Acel, Esy, G-Pol, Welsy,

Dona, Irene, Dian, Alfred, Ine, Asnafri, Victor, Biben, Semsol, Fani Solo,

Tere, Oyin, Leo, Witha, Bonny, Join, Komang, Nesa, Fitri, Fany Sumba,

Syalom (aktivis angkatan), Iwan, Yuli, Theo, Sari, Claudia, Priscilia, ian,

Bram, Sempa, Sherly, Rambu, Ningsih, Trully, Asni, Yanti, Mea, Nyong,

Jose, Emi, Games (makelar angkatan)...melalui kalian semua aku

(9)

11. Anak-anak di Kemiri Barat Nico 07, Victor 07, Leo Purba, Dani, Echa,

dan yang lainnya.

12. Pak Gultom dan inang boru regar, terima kasih untuk doa dan dukungan

nya.

13. Teman-teman pecinta alam Teo-Avantgarde, bang tulus, lae yunis, ricky,

patrick, adi bali, adi todo, friendly, pras, reynold yang selalu

mengandalkan “Tuhan Bersama Orang Berani...”.

14. Keluarga besar Jemaat GKI Zoar Sorong, Papua Barat. Tempat penulis

berpraktek selama 4 bulan.

15. Semua pihak yang tidak sempat disebutkan yang telah senantiasa hadir dan

menjadi bagian dalam hidupku. Tuhan memberkati kalian semua.

Akhirnya penulis berharap, sekiranya tulisan ini dapat menjadi masukan

yang berguna, baik bagi Fakultas Teologi, maupun teman-teman mahasiswa.

Penulis juga menyadari segala keterbatasan dari tulisan ini, untuk itu besar

harapan tulisan ini dapat ditanggapi dengan kritik yang membangun bagi penulis

dan demi penyempurnaan skripsi ini.

Salatiga, September 2012

Samuel R. Nainggolan

(10)

SARIPATI

Gereja melaksanakan Pekabaran Injil karena adanya upaya penggenapan Amanat Agung yang diperintahkan Tuhan Yesus kepada nurid-muridNya. Pekabaran Injil yang dilakukan oleh gereja merupakan penggenapan Misi untuk menghadirkan Kerajaan Allah. Gereja melaksanakan Pekabaran Injil atas perintah Allah Tritunggal. Seperti Allah Bapa mengutus Putra dan Allah Putra mengutus Roh Kudus, ketiga-Nya mengutus gereja ke tengah-tengah dunia. Penginjilan merupakan tugas-panggilan utama semua orang Kristen, yang tidak dapat ditawar, diubah ataupun ditunda. Tujuan penginjilan bukanlah sekedar suatu upaya untuk melakukan ‘penanaman gereja’ secara fisik ataupun hanya untuk pertambahan jumlah orang kristen. Sebaliknya, penginjilan bertujuan agar melalui iman kepada Tuhan Yesus seseorang dapat mengalami perubahan dan pembaharuan orientasi hidup (transformasi) untuk secara konsisten hidup dalam nilai-nilai iman Kristen (Roma 12:2).

Masuknya injil ke Indonesia khususnya ditanah Batak tidak terlepas dari adanya penjajahan. Bangsa barat datang selain untuk mengambil hasil-hasil perkebunan, melakukan perluasan wilayah, dan mengenalkan suatu kebudayaan baru. Bangsa barat datang untuk mengenalkan kebudayaan baru tersebut, bisa dikatakan sebagai ungkapan balas jasa karena mereka telah memperoleh hasil bumi dari tanah Batak. Mereka juga merasa kasihan dengan kebudayaan bangsa Batak dahulu yang masih terbelakang, dan belum mengenal Tuhan. Oleh karena itu para misionaris bisa dikatakan datang bersama penjajah.

Bangsa Batak yang dahulu masih didalam “kegelapan”, kini telah berubah dan siap menuju era modernisasi. Meskipun penjajahan sangatlah dikecam, namun tidak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya penjajahan akan memberikan dampak baik secara moril maupun materil. Penjajahan di tanah batak sangatlah membantu para misionar, untuk bisa mengabarkan injil keselamatan bagi bangsa batak yang masih hidup didalam kegelapan.

Adalah Nommensen, misionaris dari sending RMG dalam pelayanannya bukan hanya memberitakan injil secara verbal tetapi sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, pendidikan, pemahaman akan kesehatan serta membangun seluruh aspek kehidupan manusia, rohani kehidupan insan bangsa Indonesia khususnya yang berasal dari Tapanuli Bagian Utara.

(11)

Adalah pekerjaannya HKBP berusaha meningkatkan mutu segenap warga masyarakat, terutama warga HKBP, melalui pelayanan-pelayanan gereja yang bermutu agar mampu melaksanakan amanat Tuhan Yesus dalam segenap perilaku kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, maupun kehidupan bersama segenap masyarakat manusia di tingkat lokal dan nasional, di tingkat regional dan global dalam menghadapi tantangan Abad-21. Ini adalah merupakan misi HKBP, dalam perjalanannya sebagai gereja.

HKBP juga harus mempersiapkan anggota jemaatnya untuk hidup bersama dengan masyarakat umum, karena sejak semula, orang Batak yang telah dibaptis, tidak ditempatkan di tempat khusus tetapi tetap berbaur dengan masyarakat setempat. Demikian juga jemaat HKBP, berada atau ditempatkan di tengah-tengah masyarakat majemuk (pluralistik), yang terdiri dari bermacam agama dan kepercayaan dan hidup sehari-hari bersama mereka. Oleh karena itu, jemaat HKBP (generasi muda) harus dipersiapkan, dipersenjatai dan diperlengkapi untuk hidup yang demikian dengan tetap mengingat akan “misi kudus” yang diemban olehnya bersama-sama dengan seluruh anggota HKBP, yaitu memenuhi kehendak Allah untuk saling mengasihi dan menjadi saluran berkat bagi orang-orang di sekelilingnya.

(12)

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan Pembimbing ... i

Lembar Pengesahan Penguji ... ii

Lembar Pernyataan Penyusun ... iii

Lembar Dedikasi ... iv

Motto ... v

Kata Pengantar ... vi

Saripati ... x

Daftar Isi ... xiv

I. Pendahuluan...1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 8

1.3. Tujuan Penulisan ...9

1.4. Signifikansi Penulisan ...9

1.5. Metodologi Penulisan ...10

1.6. Sistematika Penulisan ...12

II. Pergeseran Paradigma Misi Sepanjang Sejarah Gereja... 18

2.1. Konsep-Konsep Misi dalam Pemikiran Para Reformator...18

2.2. Pengertian Penginjilan ...20

2.3. Misi Gereja Yag Berakar Pada Misi Allah ...21

2.4. Kontekstualisasi Penginjilan...23

2.4.1. Teologi Kontekstualisasi ...23

2.4.2. Dimensi Penginjilan dalam Konsep Kontekstualisasi ...24

2.5. Paradigma Misi Ekumenis ...25

(13)

2.5.2. Kemunculan Gerakan Oikumenis ...26

2.6. Hakekat Misioner ...26

2.6.1. Misi Sebagai Missio Dei...27

2.6.2 Misi Sebagai Perjuangan Demi Keadilan ...28

2.6.3. Misi Sebagai Kontekstualisasi ... 29

2.6.4. Misi Sebagai Pembebasan ... 31

2.6.5. Misi Sebagai Inkulturasi ...32

2.6.6. Misi Sebagai Kesaksian Bagi Orang Orang berkepercayaan Lain... 34

2.6.7. Misi Sebagai Teologi ... 34

2.7. Tanah Batak Sebagai Tujuan Misi Kristen ... 35

2.7.1. Antropologis Suku Batak ... 35

2.7.2. Pembagian Wilayah Batak Toba ... 36

2.7.3. Kehidupan Suku Batak Toba ...36

2.7.4. Masuknya Injil di Tanah Batak ... 40

2.8. Kesimpulan Bab II ... 43

III. Pemahaman dan Praktek Misi Nommensen dan HKBP... 49 3.1. Penginjilan di Tanah Batak... 51

3.1.1. Burton dan Ward (1824) ... 51

3.1.2. Munson dan Lyman (1834)... 51

3.1.3. Sending Ermello dari negeri Belanda ...53

3.1.4. Penginjilan RMG ... 54

3.2. Pekerjaan Misi Nommensen ... 55

3.2.1. Inger Ludwig Nommensen ... 55

3.2.2. Pekerjaan Misi Nommensen di Tanaha Batak ... 57

3.3. Berdirinya HKBP ... 62

3.4. Perkembangan Pelayanan HKBP... 65

3.4.1. Struktur Organisasi HKBP ... 69

3.4.2. Bidang Pendidikan ... 71

3.4.2.1. Pendidikan Umum ...71

- Perkembangan pendidikan di tanah Batak :1861-1960-an...71

(14)

- Situasi Pendidikan Tahun 1970-1980-an...75

- Situasi Pendidikan tahun 1990-2011... 77

3.4.2.2. Pendidikan Teologi... 77

- Rumah Sakit Pertama di Tanah Batak tahun 1900...83

3.4.4. Bidang Oikumene ...85

- HKBP menjalin hubungan kerja sama dengan LWF: 1952... 85

- HKBP menjadi anggota DGD/WCC: 1962... 86

- HKBP menjalin hubungan dengan EACC/CCA: 1949... 86

- Kerja sama HKBP dengan Gereja dan Badan-badan Sosial... 87

- Hubungan HLBP dengan DGI/PGI: 1950...88

- Hubungan HKBP dengan Gereja Roma Katolik (RK)... 89

3.5. Konflik di HKBP ...90

3.5.1. HKBP dengan Politik Kekuasaan...90

3.5.2. Konflik pada zaman pendirian Pargodungon: 1860-1900-an... 91

3.5.3. Konflik Internal dan Perpecahan Dalam Jemaat 1920an... 91

3.5.4. Lahirnya Gereja “HChb”: 1 Mei 1927... 93

3.5.5. Gereja Mission Batak 17 Juli 1927...94

3.5.6. Gereja HChb Medan Parjolo 5 Agustus 1928...94

3.5.7. Gereja PKB 10 Juli 1927...95

3.5.8. Gerakan Kristen Batak Angkola: 1940an...96

3.5.9. Konflik Tingkat Distrik: 1959-1960...97

3.5.10. Skisma tahun 1960an...97

3.5.11. Konflik HKBP tahun 1992-1998...98

(15)

3.6.1. Jumlah Pelayan di HKBP...101

3.6.2. Rekapitulasi Jemaat HKBP ... 101

3.7. Kesimpulan Bab III... 102

IV. Perbandingan Antara Pemahaman dan Praktek Misi Nommensen dengan Pemahaman dan Praktek Misi HKBP... 105

4.1. Tujuan Misi ... 105

4.2. Misi Penginjilan di Tanah Batak ... 110

4.2.1. Bangsa Batak Sebelum Masuknya Penginjilan ... 110

4.2.2. Bangsa Batak Setelah Masuknya Penginjilan ... 112

4.3. Persamaan Misi Nommensen dan HKBP ... 114

4.4. Perbedaan Misi Nommensen dan HKBP...119

4.5. Kesimpulan Bab IV... 124

V. Penutup ...127

5.1. Kesimpulan ...127

5.2. Saran ... 131

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...