• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum KomInfo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum KomInfo"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR : 68/KEP/M.KOMINFO/III/2008

TENTANG

IZIN PRINSIP PENYELENGGARAAN JARINGAN TETAP TERTUTUP PT. NUSANTARA SARANA TELEKOMUNIKASI

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA,

Menimbang : a. bahwa untuk memenuhi ketentuan dalam penyelenggaraan jaringan telekomunikasi,

setiap penyelenggara jaringan tetap tertutup wajib memiliki izin penyelenggaraan jaringan dimaksud; b. bahwa PT. NUSANTARA SARANA TELEKOMUNIKASI merupakan badan usaha swasta berbentuk

badan hukum yang telah mengajukan permohonan izin prinsip penyelenggaraan jaringan tetap tertutup serta telah memenuhi persyaratan-persyaratan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku; c. bahwa sehubungan huruf a dan b di atas, dipandang perlu diterbitkan izin prinsip penyelenggaraan

jaringan tetap tertutup kepada PT. NUSANTARA SARANA TELEKOMUNIKASI yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3881);

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor : 107 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 3980);

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor : 108 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 3981);

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 28 Tahun 2005 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor : 57 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. : 4511). 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 9 Tahun 2005 Kedudukan, Tugas, Fungsi, Organisasi

dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor: 94 Tahun 2006;

6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik ndonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 7 Tahun 2007;

7. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM. 4 Tahun 2001 tentang Penetapan Rencana Dasar Teknis 2000 (Fundamental Technical Plan National 2000) Pembangunan Telekomunikasi Nasional sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor : 43/PER/ M.Kominfo/12/2007;

8. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM. 20 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor : 40/P/M.Kominfo/12/2006;

9. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM. 21 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM. 30 Tahun 2004;

10. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM.31 Tahun 2003 tentang Penetapan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor : 25/P/M.Kominfo/11/2005;

11. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 01/P/M.Kominfo/4/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Komunikasi dan Informatika;

(2)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA TENTANG IZIN PRINSIP PENYELENGGARAAN

JARINGAN TETAP TERTUTUP PT. NUSANTARA SARANA TELEKOMUNIKASI.

PERTAMA Memberikan izin prinsip penyelenggaraan jaringan tetap tertutup kepada :

Nama Perusahaan : PT. NUSANTARA SARANA TELEKOMUNIKASI

NPWP : 02.614.722.3-035.000

Alamat : Kantor Taman E.3.3 Unit D.7 Lt.2

JI. Mega Kuningan LOT 8.6-8.7/E.3.3

Kawasan Mega Kuningan, Setiabudi

Jakarta Selatan 12950

KEDUA : Izin prinsip ini berlaku untuk masa waktu 1 (satu) tahun sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan : a. Izin prinsip ini tidak dapat dipindahtangankan;

b. Dilarang melakukan perubahan susunan kepemilikan saham.

KETIGA : Pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud Diktum KEDUA mengakibatkan izin prinsip ini tidak berlaku.

KEEMPAT : PT. NUSANTARA SARANA TELEKOMUNIKASI wajib membangun sarana dan prasarana penyelenggaraan jaringan tetap tertutup sesuai rencana kerja (action plan) dan jadwal pelaksanaan target pembangunan selama 5 (lima) tahun sebagaimana tertuang dalam dokumen pengajuan izin prinsip penyelenggaraan jaringan tetap tertutup, dengan rincian sebagai berikut :

Tahun

Komitmen Pembangunan Jaringan Tetap Tertutup (Jaringan

Fiber Optik) Perkiraan Panjang Kabel (± Km) PoP (Point of Presence) Cakupan Wilayah Layanan Perkiraan Kapasitas (Bandwidth)

2008

-

Jakarta : Rute JIRR (Jembatan

Tiga, Gedong Panjang, Ancol, Kemayoran, Tg. Priok, Pdomoro Sunter, Cempaka Mas, Cempaka Putih, Pulo Mas, Pramuka, Rawamangun, Cempaka Putih, Jatinegara, Pedati, Kb. Nanas)

32,5

1 NOC 19 Node Core/All tol

gates

Pluit - Cawang (Jakarta)

STM - 4

STM -16

-

Jakarta : Rute : JIRR (Cawang,

Tebet, Semanggi, Senayan, Slipi, Tomang, Grogol) 54 16 Node Core/All tol gates Cawang - Grogol (Jakarta)

STM - 4

STM -16 -

Jakarta : Rute : Bandara Soekarno

airport toll road 13

2 Node Core/All tol

gates

Jakarta STM - 4

STM -16

2009

-

Jakarta : Rute : JORR (Dukuh, Kp.

Rambutan, Ps. Minggu, Cilandak, Fatmawati, Lb. Bulus, Pd. Pinang, Bintaro, BSD)

54

1 NOC 19 Node Core/All tol

gates

Cawang (Jkt) - Serpong (Banten)

STM - 4

STM -16 -

Jakarta : Rute : JORR (Cawang,

Pd. Gede, Bintara, Cakung,

Cilincing, Tg. Priok) 28

2 NOC 9 Node Core/All tol gates Cawang - Cilincing (Jakarta)

(3)

Tahun

Komitmen Pembangunan Jaringan Tetap Tertutup (Jaringan

Fiber Optik) Perkiraan Panjang Kabel (± Km) PoP (Point of Presence) Cakupan Wilayah Layanan Perkiraan Kapasitas (Bandwidth)

2010

-

Bogor : Rute : Jagorawi (Cawang,

Dukuh, Ps. Rebo, TMII, Cibubur, Cimanggis, Gn. Putri, Sentul, Bogor, Puncak)

46

2 NOC 9 Node Core/All tol

gates

Dukuh (Jkt) - Bogor

STM - 4

STM -16 -

Jakarta : Rute : Jakarta - Merak

(Tomang, Kb. Jeruk, Karawaci,

Bitung, Balaraja, Serang, Cilegon) 72

2 NOC 14 Node Core/All tol

gates

Jakarta - Cilegon (Banten)

STM - 4

STM -16

2011

-

Jakarta : Rute : Jakarta -

Cikampek (Pd. Gede, Bekasi, Cibitung, Cikarang, Karawang, Cikampek)

73

1 NOC 13 Node Core/All tol

gates

Cawang (Jkt) - Cikampek

STM - 4

STM -16 -

Bandung : Rute : Padaleunyi -

Cipularang (Padalarang, Baros, Pasteur, Psr. Koja, Kopo, Moh. Toha, Buahbatu, Cileunyi)

46,6

1 NOC 10 Node Core/All tol

gates

Cikampek - Cipularang (Bandung)

STM - 4

STM -16

2012

-

Jawa Barat : Rute : Palimanan -

Kanci (Palimanan, Plumben, Cirebon, Kanci)

27

4 Node Core/All tol

gates

Bandung - Tegal

STM - 4

STM -16 -

Jawa Barat - Jawa Tengah :

Rute : Pantura 63 Backbone

Jawa Barat - Jawa Tengah

STM - 4

STM -16

Surabaya : Rute : Surabaya airport

toll road

13,5

1 NOC 3 Node Core/All tol

gates

Surabaya STM - 4

STM -16

Surabaya : Rute : Surabaya -

Gresik

21

1 NOC 3 Node Core/All tol

gates

Surabaya STM - 4

STM -16

Makassar : Rute : Bandara

Hasanuddin (Maros) - Makassar

7

1 NOC 4 Node Core/All tol

gates

Sulawesi Selatan

STM - 4

STM -16 KELIMA : Dalam masa berlaku izin prinsip ini PT. NUSANTARA SARANA TELEKOMUNIKASI wajib :

1. Membangun sarana dan prasarana untuk penyelenggaraan jaringan tetap tertutup yang meliputi :

a. Jaringan fiber optik (FO)Tahun 2008 sebagaimana dimaksud dalam diktum KEEMPAT yaitu :

Pembangunan Jaringan FO Perkiraan Panjang Kabel (± Km) Jumlah Node/PoP Cakupan Wilayah Layanan Perkiraan Kapasitas (Bandwidth)

-

Jakarta : Rute JIRR

(Jembatan Tiga, Gedong Panjang, Ancol, Kemayoran, Tg. Priok, Pdomoro Sunter, Cempaka Mas, Cempaka Putih, Pulo Mas, Pramuka, Rawamangun, Cempaka Putih, Jatinegara, Pedati, Kb. Nanas)

32,5

1 NOC 19 Node Core/All tol gates Pluit - Cawang (Jakarta)

STM - 4

STM -16
(4)

c. Point of presence (POP) minimal 2 (dua) node

d. Point of presence (POP) minimal 2 (dua) node

e. Penyediaan tempat untuk kantor dan instalasi perangkat dengan luas proporsional.

2. Menggunakan alat dan atau perangkat telekomunikasi yang telah memiliki sertifikat dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi;

3. Menyediakan infrastruktur pendukung atau apabila terkait dengan pihak ketiga wajib menyampaikan rekaman (copy) Perjanjian Kerjasama (PKS);

4. Mengoptimalkan penggunaan perangkat produksi dalam negeri sepanjang memungkinkan dan tersedia; 5. Melaporkan pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana setiap 3 (tiga) bulan kepada Direktur

Jenderal Pos dan Telekomunikasi sejak diterbitkannya Keputusan ini.

KEENAM : a. Permohonan uji laik operasi atas setiap sistem layanan jaringan tetap tertutup yang telah disediakan sebagaimana dimaksud pada Diktum KELIMA huruf a diajukan kepada Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Direktur Telekomunikasi sekurang-kurangnya 90 (sembilan puluh) hari kalender sebelum masa izin prinsip ini berakhir;

b. PT. NUSANTARA SARANA TELEKOMUNIKASI berhak mendapatkan Surat Keterangan laik Operasi atas sarana dan prasarana yang telah disediakan serta dinyatakan laik operasi.

KETUJUH : Untuk mendapatkan izin peyelenggaraan jaringan tetap tertutup, PT. NUSANTARA SARANA

TELEKOMUNIKASI wajib mengajukan izin penyelenggaraan jaringan tetap tertutup kepada Menteri Komunikasi dan Informatika dengan tembusan kepada Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi, paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal diterbitkan Surat Keterangan Laik Operasi.

KEDELAPAN : Izin penyelenggaraan jaringan tetap tertutup diterbitkan apabila PT. NUSANTARA SARANA TELEKOMUNIKASI telah memenuhi keseluruhan penyediaan sistem layanan dan perangkat jaringan tetap tertutup sebagaimana dimaksud dalam Diktum KELIMA huruf a dan memperoleh Surat Keterangan Laik Operasi untuk setiap sistem layanan tersebut.

KESEMBILAN : Dalam hal sarana dan prasarana dinyatakan tidak laik operasi, pemegang izin prinsip diberi kesempatan untuk memperbaiki sarana dan prasarana paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja dan apabila masih dinyatakan belum laik operasi diberi kesempatan kedua memperbaiki sarana dan prasarana paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sepanjang izin prinsip ini masih berlaku.

KESEPULUH : a. Izin prinsip ini dapat diperpanjang 1 (satu) kali untuk masa laku 6 (enam) bulan apabila PT. SUNVONE COMMUNICATION NETWORK telah melakukan pembangunan sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud dalam Diktum KELIMA angka 1 dengan pencapaian sekurang-kurangnya 50 %;

b. Permohonan perpanjangan izin prinsip diajukan sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari kalender sebelum berakhirnya masa laku izin prinsip ini dengan menyampaikan laporan pencapaian dan bukti-bukti persiapan pembangunan sarana dan prasarana;

c. Dalam hal sarana dan prasarana yang dibangun belum mencapai 50% dari komitmen pembangunan tahun pertama, maka izin prinsip ini tidak dapat diperpanjang dan dicabut.

KESEBELAS : PT. NUSANTARA SARANA TELEKOMUNIKASI dilarang melakukan kegiatan operasional penyediaan jaringan tetap tertutup sebelum memiliki izin penyelenggaraan jaringan tetap tertutup.

KEDUABELAS : Pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESEBELAS, dikenakan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

KETIGABELAS : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 25 Maret 2008

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

MOHAMMAD NUH

Tembusan Yth:

1. Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal; 2. Direktur Jenderl Pos dan Telekomunikasi;

(5)

Referensi

Dokumen terkait

Keputusan Presiden Nomor 178 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan

Keputusan Presiden Nomor 178 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan

Beberapa ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 165 Tahun 2000 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah diubah

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Ta.hun 2001 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 134 Tahun 2000 tentang Tarif atas

Indonesia ….. -2- Indonesia Nomor 3843) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-

telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3843) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2OO9 tentang Penetapan