MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
SALIN AN
PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 141/PMK.03/2015
TENT ANG
JENIS JASA LAIN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 23 AYAT (1) HURUF C ANGKA 2 UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983
TENTANG PAJAK PENGHASILAN SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH TERAKHIR DENGAN
UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2008
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 23 ayat (1) huruf c angka 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2008, dinyatakan imbalan sehubungan dengan jasa lain selain yang telah dipotong Pjak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, dipotong Pjak Penghasilan sebesar 2% (dua persen) dari jumlah bruto atas imbalan dimaksud;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pjak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2008, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Jenis Jasa Lain Sebagaimana Dimaksud dalam Pasal 23 Ayat (1) Huruf c Angka 2 Undang Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2008;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4999); 2. Undang�Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan
MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
-2
-MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTER! KEUANGAN TENTANG JENIS JASA LAIN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 23 AYAT (1) HURUF C ANGKA 2 UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN · SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH TERAKHIR DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2008;
Pasal 1
(1) Imbalan sehubungan dengan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c angka 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pjak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008, dipotong Pajak Penghasilan sebesar 2% (dua persen) dari jumlah bruto tidak termasuk Pjak Pertambahan Nilai.
(2) Dikecualikan dari pemotongan Pjak Penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam hal imbalan sehubungan dengan jasa lain tersebut telah dikenai Pjak Penghasilan yang bersiat inal berdasarkan peraturan perundang-undangan tersendiri.
(3) Jumlah bruto sebagaimana dimaksud pada ayat (1):
a. untuk jasa katering adalah seluruh jumlah penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah, subjek pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada Wajib Pjak dalam negeri atau bentuk usaha tetap, dan
b. untuk jasa selain jasa katering adalah seluruh jumlah penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah, subjek pjak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap, tidak termasuk:
1. pembayaran gajl, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak penyedia tenaga kerja kepada tenaga kerja yang melakukan pekerjaan, berdasarkan kontrak dengan pengguna jasa;
2. pembayaran kepada penyedia jasa atas
MENTER! l\EUANGAN REPUBLll\ INDONESIA
-3-3. pembayaran kepada pihak ketiga yang dibayarkan melalui penyedia jasa, terkait Jasa yang diberikan oleh penyedia jasa; dan/ atau
4. pembayaran kepada penyedia Jasa yang merupakan penggantian (reimbursement) atas biaya yang telah dibayarkan penyedia jasa kepada pihak ketiga dalam rangka pemberian jasa bersangkutan.
(4) Pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b angka 1, angka 2, angka 3, dan angka 4 tidak termasuk dalam jumlah bruto sebagai dasar pemotongan Pjak Penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sepanjang dapat dibuktikan dengan: a. kontrak kerja dan daftar pembayaran gji, upah, honorarium,
tunjangan dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b angka 1;
b. aktur pembelian atas pengadaan/pembelian barang atau material sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b angka 2;
c. aktur tagihan dari pihak ketiga disertai dengan perjajian tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b angka 3; dan
d. aktur tagihan dan/ atau bukti pembayaran yang telah dibayarkan oleh penyedia jasa kepada pihak ketiga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b angka 4.
(5) Dalam hal tidak terdapat bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (4), jumlah bruto sebagai dasar pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 adalah sebesar keseluruhan pembayaran kepada penyedia jasa, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai.
(6) Jenis jasa lain sebagaimana dimaksud pada ayat (�) terdiri dari: a. Jasa penilai (appraisaQ;
b. Jasa aktuaris;
c. Jasa akuntansi, pembukuan, dan atestasi laporan keuangan;
d. Jasa hukum; e. Jasa arsitektur;
f. Jasa perencanaan kota dan arsitektur landscape; g. Jasa perancang (design);
h. Jasa pengeboran (drilling) di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas), kecuali yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap;
i. Jasa penunjang di bidang usaha panas bumi dan penambangan minyak dan gas bumi (migas);
MENTEFll KEUAfJGAN FlEPUBUI\ INDONl�SIA
-4
-k. Jasa penujang di bidang penerbangan dan bandar udara;
1. Jasa penebangan hutan; m. Jasa pengolahan limbah;
n. Jasa penyedia tenaga kerja dan/ atau tenaga ahli
(outsourcing services};
o. Jasa perantara dan/ atau keagenan;
p. Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga, kecuali yang dilakukan oleh Bursa Eek, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI);
q. Jasa kustodian/penyimpanan. /penitipan, · kecuali yang dilakukan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI); r. Jasa pengisian suara (dubbing} dan/ atau sulih suara; s. Jasa mxing ilm;
t� Jasa pembuatan saranan promosi ilm, iklan, poster, photo, slide, klise, banner, pamphlet, baliho dan older;
u. Jasa sehubungan dengan software atau hardware atau sistem komputer, termasuk perawatan, pemeliharaan dan perbaikan;
v. Jasa pembuatan dan/ atau pengelolaan website; w. Jasa internet termasuk sambungannya;
x. Jasa penyimpanan, pengolahan, dan/atau penyaluran data, inormasi, dan/ a tau program;
y. Jasa instalasi/pemasangan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, dan/ atau TV kabel, selain yang dilakukan oleh Wajib Pjak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/ a tau sertiikasi sebagai pengusaha konstruksi;
z. Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, TV kabel, dan/ �tau bangunan, selain yang dilakukan oleh Wajib Pjak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan nempunyai izin dan/ atau sertiikasi sebagai pengusaha konstruksi;
aa. Jasa perawatan kendaraan dan/ atau alat transportasi darat, laut dan udara;
ab. Jasa maklon;
ac. Jasa penyelidikan dan keamanan;
ad. Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer;
ae. Jasa penyediaan tempat. dan/atau waktu dalam media masa, media luar ruang atau media lain untuk penyampaiat inormasi, dan/ atau jasa periklanan;
af. Jasa pembasmian hama;
ag. Jasa kebersihan atau cleaning service;
MENT.Fl! KEUANGAN HEPUBIK INDONESI\
-5
-a1. Jasa pemeliharaan kolam;
aJ. Jasa katering atau tata boga; ak. Jasa freight faJarding;
al. J asa logistik;
am. Jasa pengurusan dokumen; an. J asa pengepakan;
ao. J asa loading dan unloading;
ap. Jasa laboratorium dan/ atau dilakukan oleh lembaga atau rangka peielitian akademis;
aq. Jasa pengelolaan parkir; ar. 'Jasa penyondiran tanah;
pengujian kecuali yang insitusi pendidikan dalam
as. Jasa penyiapan dan/ atau pengolahan lahan; at. Jasa pembibitan dan/ atau penanaman bibit; au. Jasa pemeliharaan tanaman;
av.· Jasa pemanenan;
aw. Jasa pengolahan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan/ atau perhutanan;
x. Jasa dekorasi;
ay. Jasa pencetakan/penerbitan; az. Jasa penerjemahan;
ba. Jasa pengangkutan/ekspedisi kecuali yang telah diatur dalam Pasal 15 Undang-Undang Pajak Penghasilan;
bb. Jasa pelayanan kepelabuhanan;
be. Jasa pengangkutan melalui jalur pipa; bd. Jasa pengelolaan penitipan anak; be. Jasa pelatihan dan/ atau kursus;
bf. J asa pengiriman dan pengisian uang ke ATM; bg. Jasa sertiikasi;
bh. Jasa survey;
bi. Jasa teste, dan
bj. Jasa selain jasa-jasa tersebut di atas yang pembayarannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belaja Negara
atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. ·
(7) Dalam hal penerima imbalan sehubungan dengan jasa
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak memiliki Nomor Pokok Wajib P�jak, besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi
100% (seratus persen) daripada tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
MENTEFllKEUANGAN REPUBL'< INOONESI\
-6
-Pasal 2
(1) Jasa penunjang di bidang usaha panas bumi dan penambangan minyak dan gas bumi (migas) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (6) huruf i adalah jasa penunjang berupa:
a. Jasa penyemenan dasar primay cementing) yaitu
penempatan bubur semen secara tepat di antara p1pa selubung dan lubang sumur;
b. Jasa penyemenan perbaikan (remedial cementing) , yaitu penempatan bubur semen untuk maksud-maksud:
1. Penyumbatan kembali ormasi yang sudah kosong; 2. Penyumbatan kembali zona yang berproduksi air; 3. Perbaikan dari penyemenan dasar yang gagal; dan 4. Penutupan sumur.
c. Jasa pengontrolan pasir (sand contron, yaitu jasa ·yang
menJamm bahwa bagian-bagian ormasi yang tidak terkonsolidasi tidak akan ikut terproduksi ke dalam rangkaian pipa produksi dan menghilangkan kemungkinan tersumbatnya pipa.
d. Jasa pengasaman (matx acidzing) , yaitu pekerjaan untuk
memperbesar daya tembus ormasi dan menaikan
produktivitas dengan jalan menghilangkan material penyumbat yang tidak diinginkan;
e. Jasa peretakan hidrolika (hydraulic) , yaitu pekerjaan yang dilakukan dalam hal cara pengasaman tidak cocok, misalnya perawatan pada ormasi yang mempunyai daya tembus sangat kecil;
f. Jasa nitrogen dan gulungan pipa (nitrogen dan coil tubing), yaitu jasa yang dikerjakan untuk menghilangkan cairan buatan yang berada dalam sumur baru yang · telah selesai,
sehingga aliran yang terjadi sesuai dengan tekanan asli ormasi dan kemudian menjadi besar sebagai akibat dari gas nitrogen yang telah dipompakan ke dalam cairan buatan dalam sumur;
g. Jasa uji kandung lapisan (drill steam testing) , penyelesaian sementara suatu sumur baru agar dapat mengevaluasi kemampuan berproduksi;
h. Jasa reparasi pompa reda (reda repair);
1. Jasa pemasangan instalasi dan perawatan; J. Jasa penggantian peralatan/material;
k. Jasa mud fogging, yaitu memasukkan lumpur ke dalam sumur;
1. J asa mud engineering;
ME\JTERI l\EUANGAN FlEPUBLIJ\ INDONESIA
-7
-n. Jasa stimulasi dan seconday decovey; o. Jasa well testing dan wire line service;
p. Jasa alat control navigasi lepas pantai yang berkaitan dengan
dilling;
q. Jasa pemeliharaan untuk pekerjaan dilling;
r. Jasa mobilisasi dan demobilisasi anjungan dilling; s. Jasa directional dilling dan surveys;
t. J asa exploratoy drilling;
u. Jasa location stacking/ positioning;
v. Jasa penelitian pendahuluan;
w. Jasa pembebasan lahan;
x. Jasa penyiapan lahan pengeboran seperti pembukaan lahan, pembuatan sumur air, penggalian lubang cadangan, dan lain-lain;
y. Jasa pemasangan peralatan rig;
z. Jasa pembuatan lubang utama dan pembukaan lubang ig;
aa. Jasa pengeboran lubang utama dengan mesin bor kecil;
ab. Jasa penggalian lubang tambahan;
ac. Jasa penanganan penempatan sumur dan akses transportasi; ad. Jasa penanganan arus pelayanan (service line) dan
komunikasi;
ae. Jasa pengelolaan air (water system};
af. Jasa penanganan igging up dan/ atau igging down;
ag. Jasa pengadaan sumber daya manusia dan sumber daya lain
· seperti peralatan (tools), perlengkapan (equpment) dan kelengkapan lain;
ah. Jasa penyelaman dan/atau pengelasan;
ai. Jasa proses completion untuk membuat sumur siap
digunakan;
J. Jasa pump fees;
ak. Jasa pencabutan peralatan bor; al. Jasa pengjian kadar minyak; am.Jasa pengurusan legalitas usaha; an. Jasa sehubungan dengan lelang; ao. Jasa seismic relection studies;
ap. Jasa survey geomagnetic, gravity, dan survey lainnya; dan
MENTEF!IKEUANGAN REPUIIK INDONESIA
-8-(2) Jasa penambangan dan jasa penunjang selain di bidang usaha panas bumi dan penambangan minyak dan gas bumi (migas) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (6) huruf j adalah semua jasa penambangan dan jasa penujang di bidang pertambangan umum berupa:
a. Jasa pengeborah;
b. Jasa penebasan;
c. Jasa pengupasan dan pengeboran; d. Jasa penambangan;
e. Jasa pengangkutan/ sistem transportasi, · kecuali Jasa
angkutan umum;
f. Jasa pengolahan bahan galian;
g. Jasa reklamasi tambang;
h. Jasa pelaksanaan mekanikal, elektrikal, manuaktur, abrikasi, dan penggalian/pemindahan tanah;
i. Jasa mobilisasi dan/ atau demobilisasi;
J. Jasa pengurusan legalitas usaha; k. Jasa peminjaman dana;
1. Jasa pembebasan lahan; m. Jasa stockpiling; dan
n. Jasa lainnya yang sejenis di bidang pertambangan umum.
(3) Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (6) huruf k adalah berupa:
a. Bidang aeronautika, termasuk:
1. Jasa pendaratan, penempatan, penyimpanan pesawat udara, dan jasa lain sehubungan . dengan pendaratan pesawat udara;
2. Jasa penggunaan jembatan pintu (avio bridge);
3. Jasa pelayanan penerbangan;
4. Jasa ground handling, yaitu pengurusan seluruh atau sebagian dari proses pelayanan penumpang dan bagasinya serta kargo, yang diangkut dengan pesawat udara, baik yang berangkat maupun yang datang, selama pesawat udara di darat; dan
5. Jasa penunjang lain di bidang aeronautika.
b. Bidang non-aeronautika, termasuk:.
1. Jasa katering di pesawat dan jasa pembersihan pantry
pesawat; dan
MENTER! KEUAJGAN nEPUBLll\ INDONESIA
-9
-(4) Jasa maklon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (6) huruf ab adalah pemberian jasa dalam rangka proses penyelesaian suatu barang tertentu yang proses pengerjaannya dilakukan oleh pihak pemberi jasa (disubkontrakkan) , yang spesiikasi, bahan baku, barang setengah jadi, dan/ a tau bahan
penolong/pembantu yang akan diproses sebagian atau
seluruhnya disediakan oleh pengguna jasa, dan kepemilikan atas barang jadi berada pada pengguna jasa.
(5) Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (6) huruf ad adalah kegiatan usaha yang dilakukan oleh pengusaha ja_sa penyelenggara kegiatan meliputi antara lain penyelenggaraan pameran, konvensi, pagelaran musik, pesta, seminar, peluncuran produk, konerensi pers, dan kegiatan lain yang memanaatkan jasa penyelenggara kegiatan.
(6) Jasa freight fouarding sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (6) huruf ak adalah kegiatan usaha yang ditjukan untuk . mewakili kepentingan pemilik untuk mengurus semua/ sebagian kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat, laut, dan/ atau udara, yang dapat mencakup kegiatan penerimaan, penyimpanan, sortasi, pengepakan, penandaan, pengukuran, penimbangan, pengurusan penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen angkutan, perhitungan biaya angkutan, klaim, asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan lan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya.
Pasal 3
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.03/2008 tentang Jenis Jasa Lain Sebagaimana Dimaksud dalam Pasal 23 Ayat (1) Huruf c Angka 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 19 83 tentang Pjak Penghasilan Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir dengan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2008 , dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 4
MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
-
10-Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan · pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam B�rita Negara Republik Indonesia.
Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 27 Juli 2015
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 24 Juli 2015
MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd.
BAMBANG P. S. BRODJONEGORO
MENTER! HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
YASONNA H. LAOLY
MENTER! l\EUAlJGAN �lEPUBLIK INDONESIA
LAMPI RAN
PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 141IPMK.03I2015
TENTANG JENIS JASA LAIN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 23 AYAT (1) HURUF C ANOKA 2 UNDANG UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN SEBAGA!MANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH TERAKHIR DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2008
CONTOH PENGHITUNGAN PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN DAN PENENTUAN JUMLAH BRUTO SEBAGAI DASAR
PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN
1. T Tenaga Power merupakan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja. T Tenaga Power- mendapat kontrak dari T Bank Untung Terus untuk menyediakan petugas customer service sebanyak 20 orang dengan mendapat imbalan jasa sebesar Rp20.000.000, 00. Petugas customer service tersebut selanjutnya mejadi pegawai T Bank Untung Terus. Atas pembayaran yang dilakukan T Bank Untung Terus kepada T Tenaga Power dipotong PPh Pasal 23 oleh T Bank Untung Terus sebesar:
2% x Rp20.000.000, 00 = Rp400.000, 00.
·T Aman Secure merupakan perusahaan penyedia tenaga kerja untuk keamanan (satpam) . T Aman Secure mendapat kontrak penyediaan tenaga kerja satpam sebanyak 20 orang dari T Maju Sejahtera. Tenaga ,kerja satpam tersebut tetap merupakan pegawai T Aman Secure. Dalam Kontrak disepakati bahwa pembayaran atas penyerahan jasa oleh T Aman Secure dengan rincian tagihan berupa gji untuk 20 orang satpam per' bulan sebesar Rp40.000.000, 00 dan imbalan atas jasa penyediaan satpam per bulan sebesar Rp4. 000. 000, 00.
Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa penyedia tenaga kerja tersebut adalah sebagai berikut:
a. Atas pembayaran yang dilakukan T Mju Sejahtera kepada T Aman Secure untuk jasa penyediaan satpam dipotong PPh Pasal 23 oleh T Maju Sejahtera setiap pembayaran per bulan sebesar:
2% x Rp4.000.000, 00 = Rp8 0.000, 00
b. Dalam hal tidak ada bukti pendukung, seperti daftar pembayaran gji dan kontrak kerja atas rincian tagihan di atas, maka jumlah bruto sebagai dasar pemotongan PPh Pasal 23 adalah sebesar Rp44.000.000, 00 sehingga PPh Pasal 23 yang harus dipotong oleh T Mju Sejahtera atas pembayaran
kepada T Aman Secure adalah se besar:
2% x Rp44.000.000, 00 = Rp88 0.000, 00
2. T Jumbo (pihak pertama) melakukan kontrak dengan T Iklan Promo selaku perusahaan agen periklanan (pihak kedua) untuk membuat iklan sekaligus memasang iklan pada T Perusahaan Media (pihak ketiga) . Nilai kontrak yang telah disepakati adalah sebesar Rp255.000.000, 00. Rincian tagihan T Iklan Promo kepada T Jumbo terdiri dari:
- jasa pembuatan materi iklan sebesar Rpl00.000.000,00; - fee agen RpS.000.000, 00; dam
- biaya pemasangan iklan RplS0.000.000,00.
Atas biaya pemasangan iklan tersebut, T Perusahaan Media menagih kepada T Iklan Promo sebesar RplS0.000.000, 00 yang kemudian akan dilakukan
MENTERIKEUANGAN
HEPUBLIK INDONESI\
-2-a. Pemotongan PPh Pasal 23 yang dilakukan T Iklan Promo atas pembayaran jasa pemasangan iklan kepada T Perusahaan Media adalah sebesar :
2% x Rp150.000.000, -= Rp3.000.000, 00.
b. Pemotongan PPh Pasal 23 yang dilakukan T Jumbo atas pembayaran jasa, pembuatan materi iklan dan jasa keagenan kepada T Iklan Promo adalah:
1) Untuk jasa pembuatan materi iklan sebesar:
2% x Rpl00.000.000, 00 = Rp2.000.000, 00; dan
2) untuk jasa keagenan sebesar:
2% x Rp5.000.000, 00 = Rpl00.000, 00.
c. Dalam hal tidak ada aktur tagihan atau bukti pembayaran dari T Iklan Promo kepada T Perusahaan Media atas rincian tagihan di atas, maka jumlah bruto sebagai dasar pemotongan PPh Pasal 23 oleh T Jumbo kepada T Iklan Promo adalah sebesar Rp255.000.000, 00, sehingga PPh Pasal 23 yang harus dipotong oleh T Jumbo atas pembayaran kepada T
Iklan Promo -dalah sebesar:
2% x Rp255.000.000, 00 = Rp 5.100.000, 00
3. T Karet Rubber mengikat kontrak dengan T Mode Pakaian untuk pembuatan seragam kantor T Karet Rubber berdasarkan model dan spesiikasi yang telah ditentukan oleh T Karet Rubber. Dalam kontrak disepakati bahwa T Karet Rubber akan menyediakan bahan baku utama berupa kain dan T Mode Pakaian akan nenyediakan bahan tambahan. Imbalan yang disepakati atas kontrak tersebut adalah sebesar Rpl00.000.000, 00 tidak termasuk biaya bahan tambahan. T Mode Pakaian mengeluarkan biaya sebesar Rp20.000.000, 00 untuk bahan tambahan yang dibayarkan kepada CV Palugada.
Pemotongan PPh Pasal 23 atas transaksi di atas adalah sebagai berikut:
a. Atas pembayaran yang dilakukan T Karet Rubber kepada T Mode Pakaian dipotong PPh Pasal 23 atas jasa maklon oleh T Karet Rubber sebesar:
2% x Rl00.000.000, 00 = Rp2.000.000, 00
b. Dalam hal tidak ada aktur pembelian kepada CV Palugada atas rincian tagihan biaya bahan tambahan, maka jumlah bruto sebagai dasar pemotongan PPh Pasal 23 adalah sebesar Rp120.000.000, 00 sehingga PPh
Pasal 23 yang harus dipotong oleh T Karet Rubber atas pembayaran
kepada T Mode Pakaian adalah sebesar:
2% x Rp120.000.000, 00 = Rp2.400.000, 00
4. T Cermat meminta CV Selera Sedap yang bergerak di bidang pengadaan katering untuk menyediakan makanan dalam rangka perkenalan produk untuk sekitar 500 orang. Kontrak yang disepakati untuk pengadaan katering tersebut adalah Rp 30.000.000, 00. Dasar pemotongan untuk jasa katering tersebut adalah seluruh tagihan dari CV Selera Sedap yaitu sebesar Rp30.000.000, 00. Atas pembayaran yang dilakukan T Cermat kepada CV Selera Sedap dipotong PPh Pasal 23 oleh T Cermat sebesar:
MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
-3-5 . CV Bayar Tunai merupakan perusahaan yang menyediakan jasa perantara transaksi online melalui website luar negeri seperti ebay dan amazon. Y ayasan Welas Asih membuat kontrak dengan CV Bayar Tunai untuk melakukan pembelian online 100 buku pelajaran umum yang dibebaskan dari pemungutan PPh Pasal 22 impor melalui website amazon dengan total harga pembelian US$5.000, 00. Atas pembelian tersebut, CV Bayar Tunai meminta imbalan sebagai perantara sebesar RpS.000.000, 00. Tagihan yang dibuat oleh CV Bayar Tunai kepada Yayasan Welas Asih terdiri atas harga buku sebesar US$5.000, 00 yang disertai dengan bukti pembayaran kepada amazon dan imbalan jasa perantara sebesar RpS.000.000, 00. Atas pembayaran yang dilakukan Yayasan Welas Asih kepada CV Bayar Tunai dipotong PPh Pasal 23 oleh Yayasan Welas Asih sebesar:
2% x RpS.000.000, 00 = Rpl00.000, 00.
6. T Artis Besar merupakan perusahaan di bidang manajemen artis. T Artis Besar mendapatkan kontrak dari T Televisi Nasional untuk menyediakan 2 artis di bawah manajemen artis T Artis Besar untuk mengisi acara ulang tahun T Televisi Nasional dengan nilai kontrak total sebesar RpSS0.000.000, 00. Rincian nilai kontrak tersebut meliputi honor artis sebesar RpS00.000.000, 00 dan jasa keagenan artis sebesar RpS0.000.000, 00.
Atas pembayaran yang dilakukan T Televisi Nasional kepada T Artis Besar dipotong PPh Pasal 23 atas jasa keagenan oleh T Televisi Nasional sebesar:
2% x RpS0.000.000, 00 = Rpl.000.000, 00.
Selain pemotongan PPh Pasal 23 tersebut, T Televisi Nasional mempunyai kewajiban untuk melakukan memotong PPh Pasal 21 atas pembayaran honor kepada artis.
MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd.