Risk Management
on
Electromagnetic (EMC)
Dr. R. Harry Arjadi, M.Sc. P2 SMTP - LIPI Jakarta, 22 April 2016Materi Presentasi
PENDAHULUAN
ELECTROMAGNETIC
COMPATIBILITY (EMC)
RISK MANAGEMENT ON EMC
KESIMPULAN
C
D
B
A
PENDAHULUAN
A
Jakarta, 22 April 2016PENDAHULUAN
Jakarta, 22 April 2016• Produk Electronik
• MEA dan Pasar Global
• Bahaya EM pada lingkungan
• Arti pentingnya EMC
Produk berbasis Electronik dan kelistrikan
Mobile phone networks Produk Audio Video Produk Informatika Produk alat kesehatan / pacu jantung Produk TransportasiProduk
Berdaya
Saing
Bebas
EMC
Industri Kecil Menengah Jakarta, 22 April 2016Daya saing ditentukan oleh
produktivitas (nilai per unit input)
suatu bangsa atau wilayah
berdasarkan pemanfaatan SDM,
modal ekonomi dan SDA.
Daya saing ?
MEA dan Pasar Global
Masyarakat Ekonomi ASEAN 2016
(ASEAN Economic Community 2016)Bangsa Indonesia harus memiliki daya
saing untuk dapat mengambil manfaat secara maksimum dari adanya perkembangan secara global Jakarta, 22 April 2016 Perdagangan nasional Kemantapan Daya saing industri
nasional & budaya standar Tantangan Kebanjiran produk luar negeri Dukungan sistem standardisasi
nasional assessment merupakan prinsip Standards and conformity dasar untuk menjamin transparansi & kredibilitas pelaku usaha dalam kegiatan perdagangan global.
Pasar Dalam Negeri Ekspor
MEA dan Pasar Global, (lanjutan)
Pengaruh EM pada lingkungan
Efek EM Pada tumbuhan Efek EM Pada SPBUEfek EM Pada Transportasi Efek EM Pada lingkungan perumahan Jakarta, 22 April 2016 Sakit kepala Sakit di persendian Telinga berdengung Pelupa
Seseorang yang sering
menggunakan mobile phone
ataupun yang tinggal di area
BTS kemungkinan akan
merasakan beberapa hal
seperti berikut :
Mengapa Paparan Radiasi ElektroMagnetik
Jadi Berbahaya ?
Medan ElektroMagnetik (EMF)
Perubahan biophisik di sekitar reseptor membran sel Perubahan biokimia dalam sel
Efek fisiologis pada organ dan tubuh Efek biologis pada dan antar sel
Efek pada kesehatan
Jakarta, 22 April 2016
Jaminan Mutu Produk
Persyaratan
penting
bagi produk
EEE
Electromagnetic
Compatibility
(EMC)
Keamanan
(Safety)
Lingkungan
(Environment)
Jakarta, 22 April 2016ElectroMagnetic Compatibility
(EMC)
B
Jakarta, 22 April 2016
ElectroMagnetic Compatibility (EMC)
•
Pengertian EMC
•
EMI (Electromagnetic Interference)
•
EMS (Electromagnetic Suseptibility)
•
Standar Terkait
Pengertian EMC
EMC (ElectroMagnetic Compatibility)
EMC adalah kemampuan peralatan, perangkat atau
sistem berfungsi secara baik dalam lingkungan
medan elektromagnetik tanpa menunjukan adanya
gangguan-gangguan yang menyebabkan
berkurangnya kinerja peralatan, perangkat
ataupun system tersebut
.
Definisi :
Electromagnetic compatibility is the ability of a device, equipment or system to function satisfactorily in its electromagnetic environment without introducing intolerable
electromagnetic disturbances to anything in that environment”).
(
)
Jakarta, 22 April 2016 ESD EFT/Burst Interruption & Voltage Dip Surge MFS, RS Electromagnetic Compatibility (EMC) Radiated Conducted Electromagnetic Interference (EMI) Electromagnetic Susceptibility (EMS) Radiated ConductedElectroMagnetic Compatibility (EMC)
EMI (ElectroMagnetic Interference)
EMI - Interferensi Elektromagnetik adalah emisi listrik
atau magnet dari suatu perangkat atau sistem yang
mengganggu kerja perangkat atau sistem lain secara
normal.
(EMI - Electromagnetic Interference is any electric or magnetic emission from a device or system that interferes with the normal operation of another device or system.)
Jakarta, 22 April 2016
EMS - ElectroMagnetic Susceptibility/Immunity
adalah kemampuan perangkat dan/atau sistem untuk
tetap bekerja dengan baik terhadap gangguan medan
elektromagnetik dari sumber – sumber medan
elektromagnetik di sekitarnya (lingkungan)
EMS (ElectroMagnetic Susceptibility/Immunity)
(EMS – Electromagnetic Susseptibility is The tolerance of circuits and components to all sources of interfering electromagnetic energy.)
Elemen dari EMC :
Sumber medan
Media (path)
Objek yang kena papar (Victim)
Media (path) Victim Sumber Conducted / Radiated Jakarta, 22 April 2016
Standar Terkait
CISPR 11:Industrial, scientific and measuring equipment (ISM)
CISPR 13:
TV and radio broadcast receivers and associated equipment
CISPR 14:
Household equipment and handheld tools
CISPR 15:
Luminaries and lighting equipment
CISPR 22:
Information technology equipment (ITE)
CISPR: Comite International Special des Perturbations Radioelectriques (International Special Committee on Radio Interference)
Standard RF Emission
(CISPR Standards)
Standar Terkait
EN 50081-1 (EN 61000-6-3): Generic emission standard for residential and light-industrial areas EN 50081-2 (EN 61000-6-4):
Generic emission standard for industrial areas EN 55011 CISPR 11 EN 55013 CISPR 13 EN 55014 CISPR 14 EN 55015 CISPR 15 EN 55022 CISPR 22 EN 61800-3: Power-drive systems
RF Emission Standard
(EN Standards)
Jakarta, 22 April 2016 Fasilitas pengukuran Conducted Susseptibility Fasilitas pengukuran Radiated Susseptibility Shielded ChamberFasilitas pengukuran conducted
Interference/Emission
(Conducted EMI)
Jakarta, 22 April 2016 Chamber untuk pengukuran besarnya medan elektromagnetikyang dipancarkan oleh sumber yang tidak diinginkan di dalam 3m Semi-Anechoic Chamber Fasilitas pengukuran radiated Interference/Emission (Radiated EMI) Jakarta, 22 April 2016
Risk Management on EMC
C
Jakarta, 22 April 2016
Risk Management on EMC
• Bagaimana implementasi EM pada Produk dan
lingkungan sehubungan dengan performansi yang di
disain pada suatu produk atau lingkungannya
• Sumber apa saja yang akan memberikan resiko efek EM
pada performansi produk dan EMC nya.
• Bagaimana EMC yang akan di berikan dari potensial
sumber EM akan memberikan Efek terhadap
performansi Produk.
• Hal apa yang akan mengurangi pengaruh EM pada
produk untuk memenuhi persyaratan EMC sesuai
standar acuan yang berlaku
EMC pada
Produk
Jaminan
Mutu
Manajemen
Resiko
Memastikan implementasi EMC yang baik pada saat perancangan produk, pelaksanaan produksi, instalasi dan penggunaan/mengoperasikan produk.
Mengidentifikasi sumber-sumber potensial yang akan menyebabkan tidak berfungsinya
produk dengan baik, serta menyebabkan penurunan performansi dari produk.
Performansi yang dirancang untuk
suatu produk
Jakarta, 22 April 2016
Bagaimana efek EMC pada produk berbasis
elektronika :
Radiated and conducted interference
• Conducted Interference masuk dan keluar
produk melalui kabel dan perkabelan secara
konduksi.
• Radiated Interference masuk dan keluar
produk melalui penetrasi EMF ke perkabelan
ataupun perangkat pendukung lainnya.
Radiated Susceptibility Radiated Emissions
Conducted Susceptibility Conducted Emissions Product Under Test
(PUT)
Jakarta, 22 April 2016
Electromagnetic Compatibility EMI sources
Sistem dari Produk
• Frekuensi yang
digunakan
Kabel•Lay out
•Panjang
Pendeknya
•Jenis kabel
Perangkat pendukung•Grounding
sistem
•Konektor
Gangguan berupa EMI conductedCommon “Coupling Modes”
Common dan Differential Mode
• Crosstalk (Perkabelan dan konduktor)
• Field to cable (“Antenna”)
• Conducted (Langsung mempengaruhi
melalui kabel)
• Linkungan ke Produk
Jakarta, 22 April 2016
Crosstalk (kopling antar kabel)
Sumber
Kena paparan
Medan EM
Kopling Radiasi: Linkungan ke kabel
Gelombang Elektromagnetik
Coupling proportional to: E/H Field, Loop Area, Frequency Induced Current
Loop Area
Jakarta, 22 April 2016
VCM
VDM
Line to Ground Line-to-Line
Ground
COMMON dan DIFFERENTIAL MODE
• COMMON-MODE: “Line to Ground”
Effect of Modulasi
Interference Current Jakarta, 22 April 2016Instrumentation Interference
Interference Current Ideal Response Frequency (Hz) EKG Signal Real Response Frequency (MHz) NOISE Jakarta, 22 April 2016Indirect Direct
Surge Coupling
Petir dan sumber-sumber pulsa penyebab
timbulnya energi transien yang tinggi bagi kabel
power dan data.
Jakarta, 22 April 2016
• Electrostatic Discharge (ESD) & Transient Pulses
• ESD dapat penetrasi pada rangkaian elektronik,
sebagai treger awal kerusakan, memberikan
pengaruh dalam kesalahan addres dan data
komunikasi yang menyebabkan kesalahan
informasi, kerusakan maupun penyebab awal
kerusakan-kerusakan dimasa yang akan datang.
Bagaimana efek EMC (ESD) pada
produk elektronik ?
Jakarta, 22 April 2016 EM Interference Antara Blok EM Interference Antara Komponen EM Interference Antara Lines
EM Interference pada lay out PCB produk
kelistrikan dan elektronika
Institusi yang telah dan akan mengembangkan
Laboratorium EM
● Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi
Pengujian –LIPI
● PT Dirgantara Indonesia
● Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi
– Kementrian Kominfo
● Balai Besar Bahan dan Barang Teknik –
Kementrian Perindustrian
● Pusat Teknologi Industri Komunikasi Hankam
-BPPT
● Prodi Elektroteknik – Institut Teknologi
Surabaya (ITS)
● Politeknik, Elektroteknik – Institut Teknologi
Surabaya (ITS)
● Prodi Elektroteknik – Universitas Indonesia (UI)
● Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya
– Kementrian Perindustrian
● LG Electronic Indonesia
● EPSON Indonesia
lanjutan
Jakarta, 22 April 2016Kesimpulan
D
Kesimpulan
Jakarta, 22 April 2016
• Hal – hal yang perlu diperhatikan
• Kondisi infrastruktur EMC
• Regulasi tentang EMC
Hal – Hal yang Perlu Diperhatikan
Jakarta, 22 April 2016
• Pemahaman Industri produk berbasis
kelistrikan dan elektronika tentang EMC
• Disain /perancangan produk berbasis
kelistrikan dan elektronika sudah
memperhatikan kompatibilitas EM nya.
• Pemahaman tentang efek EM berjangka
panjang (tidak sesaat seperti halnya efek
kejut listrik)
• Pemahaman Efek EMF (electroMagnetic
Kondisi infrastruktur EMC
Jakarta, 22 April 2016
• Jumlah Laboratorium EMC yang terakreditasi ?
• Luasnya lingkup kompetensi Laboratorium
pengujian yang terakreditasi ?
• Kompetensi SDM di Bidang EMC ?
• Kompetensi Peralatan Uji dan pendukungnya di
masing – masing Laboratorium Uji EMC yang ada ?
• Laboratorium Kalibrasi peralatan uji EMC ?
• Lembaga Inspeksi untuk produk yang bebas EMC ?
• Standar Teknis (SNI, IEC, CISPR, BS dll) ?
MASYARAKAT EMC INDONESIA
(INDONESIAN EMC SOCIETY)
Sekretariat : Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan PUSPIPTEK Gd. 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia-15314 Telp : (62-21) 7587 1130, 7560 227, 7587 1137. Fax : (62-21) 7587 1137
Jakarta, 22 April 2016
1. Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T ) - Kementerian Perindustrian
2. Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya (Baristand) 3. Balai Besar Pengujian
Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) – Kominfo
4. Pusat Pengawasan Mutu Barang (PPMB) - Kementerian Perdagangan
5. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) – BPPT
6. Pusat Teknologi Satelit – LAPAN
7. Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) – Surabaya 8. Balai Pengamanan Fasilitas
Kesehatan (BPFK) – Jakarta 9. PT. GMF Aeroasia 10. PT. LG Electronics Indonesia 11. PT. Dirgantara Indonesia (Persero)
Partisipan
Jakarta, 22 April 201612. PT. Sanken Argadwija 13. PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) 14. PT. Sucofindo 15. Gabungan Perusahaan Elektronika Indonesia (Gabel) 16. PT. Panasonic Manufacturing 17. PT. Hartono Istana Teknologi 18. PT. Samsung Electronics Indonesia 19. PT. Sharp Electronics Indonesia 20. PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI)
21. PT. Indonesia Epson Industry 22. Teknik Elektro – Institut
Teknologi Indonesia
23. Balai Teknik Penerbangan – Kemenhub
24. Dll.
lanjutan
Jakarta, 22 April 2016
Sumber :
• R.Harry Arjadi artikel, BTP – SMTP LIPI
• TESEQ Article
• Washington Laboratories, Ltd.