• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengaruh Periode Makan Akuisisi Serangga Terhadap Penularan Begomovirus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengaruh Periode Makan Akuisisi Serangga Terhadap Penularan Begomovirus"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 5.2   Pengaruh periode makan  akuisisi serangga vektor BtBsBJB, BtCkBJB dan BtKKJT terhadap  penularan tiga strain begomovirus  dan masa inkubasi virus pada tanaman tomat dengan periode makan  inokulasi 48 jam dan jumlah serangga  sepuluh ekor setiap
Tabel 5.3  Pengaruh periode makan  inokulasi  serangga vektor BtBsBJB, BtCkBJB  dan BtKKJT terhadap  penularan tiga strain     begomovirus dan masa  inkubasi virus pada tanaman tomat dengan periode  makan  akuisisi 24  jam dan jumlah serangga   sepuluh eko

Referensi

Dokumen terkait

Dari desain yang telah dibuat kemudian dilakukan proses produksi tabung udara sesuai dengan konsep desain telah dibuat hasil proses produksi seperti terlihat

Individu yang kecerdasan emosional tinggi akan lebih optimis dalam menghadapi berbagai macam masalah, seharusnya seseorang tidak hanya memiliki IQ yang tinggi saja

Dari tabel tersebut diketahui bahwa potensi kerugian atau potensi keuntungan yang hilang sebagai akibat perubahan penutup lahan sangat besar yaitu Rp.141,355 miliar (PLTA

Sementara itu, ELC merupakan suatu kesatuan alat kontrol frekuensi yang diletakkan setelah turbin dan dapat dikatakan lebih modern daripada governor.Dalam proses kerjanya

Sedangkan penelitian yang kedua yaitu menurut Aini pada tahun 2011 yaitu tentang penyelesaian solusi analitik dan numerik pada persamaan sinyal pengiriman pesan dengan nilai

Berdasarkan data yang diperoleh dan dengan merujuk pada rumusan tujuan serta pembahasan hasil penelitian pengembangan media pembelajaran interaktif menggunakan

Untuk mengatasi genangan dikawasan Polda Jatim direncanakan dengan sistem semi polder, sekeliling kawasan ini dilindungi dengan tanggul setinggi 30 cm dan pembuatan pintu-pintu

 Tidak ada hambatan umum dalam perkembangan berbahasa atau perlembangan kognitif yang secara jelas (seperti pada autisme).  Defisiensi kualitatif dalam fungsi interaksi sosial yang