45
BAB III
METODE PERENCANAAN 3.1 Lokasi Perencanaan
Lokasi study perencanaan adalah gedung Rektorat Kampus II UIN Antasari yang memiliki 6 lantai terhitung dari lantai dasar sampai lantai atap dan terletak di Jln. Pandarapan, Kel Guntung Manggis, Kec Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Kalimantan Selatan. Menurut pencarian pada google map lokasi perencanaan ditunjukkan pada Gambar 3.1.
Gambar 3.1 Lokasi Perencanaan
3.2 Tahapan Perencanaan
Tahapan perencanaan merupakan proses yang dilakukan secara bertahap untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Tahapan perencanaan dibuat supaya perencanaan dapat terstruktur dan mudah dipahami. Prosedur studi perencanaan pondasi bored pile ini menggunakan beberapa tahapan sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan, seperti pada Gambar 3.2 dan Gambar 3.3
Aman Tidak Aman
3.3 Diagram Alir Perencanaan (Flow Chart)
Langkah yang di gunakan untuk perencanaan sebagai berikut:
Gambar 3.2 Diagram Alir Studi Perencanaan
Mulai Pengumpulan Data Data Tanah: - Data CPT (Sondir) - Borling Log Analisa Pembebanan
Perencanaan Pondasi Bored pile:
- Kapasitas dan Daya dukung pondasi (Qu)
- Jumlah Tiang Pondasi (𝑛𝑝)
- Beban yang Ditumpu
(Ra > Pmax)
- Efisiensi Kelompok Tiang
(Qu > Pu)
- Daya Dukung Horizontal
(Mmax > My) Penurunan Pondasi:
- Penurunan Segera (Si) - Penurunan Konsolidasi (Sc)
Gambar Desain:
- Konfigurasi Pondasi
- Detail Penulangan Pondasi
- Detail Penulangan Pile Cap
Kesimpulan dan Saran
Selesai Data Struktur Atas:
- Gambar struktur
- Data Teknis Bangunan
-
Kontrol Desain Penulangan, dan Dimensi Pondasi
Tidak Aman
Aman
3.4 Diagram Alir (Flow Chart) Desain Penulangan Pondasi
Gambar 3.3 Diagram Alir Desain Penulangan Pondasi
Mulai
Perencanaan awal dimensi berdasarkan gambar rencana
struktur bangunan
Rencana penulangan pondasi 1% < As < 6%
Rencana tulangan longitudinal - As = p x ¼ x 𝜋 x D2
Periksa kondisi keruntuhan - ϕPnb > Pu ; keruntuhan tekan - ϕPnb < Pu ; keruntuhan tarik Perhitungan kondisi balance
- Pnb = (0,85 x fc’ x ab x beq) + (As’ x fs’) – (As x fy) - ϕPnb = D x Pnb
Kontrol - f Mn > Mu - f Pn > Pu
Rencana tulangan spiral
Perhitungan jarak antar spiral - as =¼ x 𝜋 x ds2
- s = 4 . 𝑎𝑠 . (𝐷𝑐−𝑑𝑠)
𝜌𝑠 . 𝐷𝑐2
Gambar rencana
3.5 Pengumpulan Data
Pada tahapan pertama untuk mendukung proses perencanaan maka diperlukan suatu data, data yang didapat dan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data:
1. Data struktur atas 2. Data tanah
3.5.1 Data Struktur Atas dan Informasi Proyek
Data umum pembangunan Gedung Rektorat UIN Antasari adalah sebagai berikut: Nama bangunan = Gedung Rektorat
Lokasi = Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Jumlah lantai = 5 lantai + 1 Atap
Fungsi gedung = Gedung Admistrasi
Pemilik proyek = Universitas Islam Negri Antasari Banjarmasin Data Teknis perencanaan dalam studi ini meliputi :
Jenis gedung = Gedung beton bertulang Jenis atap = Dak
Tinggi bangunan = 25,2 m Panjang bangunan = 58,87m Lebar bangunan = 37m Mutu baja = 400 Mpa Mutu beton = 30 Mpa
Klasifikasi situs = Lempung organik
Data gambar struktur berupa gambar tampak depan dan gambar denah lantai dasar dan ditunjukkan pada (Gambar 3.4) dan (Gambar 3.5), gambar portal ditunjukkan pada (Gambar 3.6), sedangkan data teknis untuk spesifikasi kolom, balok, dan sloof pada (Gambar 3.7) dan (Gambar 3.8).
Gambar 3.4 Denah Rencana Lantai Dasar (Sumber: Data Proyek)
Gambar 3.6 Rencana Portal (Sumber: Data Proyek)
Gambar 3.8 Detail Spesifikasi Balok (Sumber: Data Proyek)
3.5.2 Data Tanah Proyek
Data tanah yang digunakan adalah data Standart Penetration Test (SPT) yang berjumlah 2 titik yaitu BH-01 (Tabel 3.1) dengan kedalaman maksimum 20,40 dari permukaan setempat.
Tabel 3.1 Data SPT BH-01
Kedalaman (m) Deskripsi N-SPT
0 Lempung organik, sangat lunak 0
3 0
5 Lempung, sedang 5
7 Lempung, lunak 2
9 Lempung kelanauan, lunak 7
11 Lempung organik kepasiran, sedang 12
13 Pasir kelempungan, lepas 9
15 Pasir kelempungan, medium 22
17 Pasir kelempungan dan organik, medium 47 20,40 Pasir kelempungan dan organik, sangat padat 57 (Sumber: Data proyek)
3.6 Analisan Pembebanan
Setelah data proyek di dapatkan maka tahapan selanjutnya analisis dan perhitungan pembebanan struktur atas, menggunakan software pendukung dengan menggunakan Program Stadproo. Pembebanan yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa:
1. Beban hidup (L) 2. Beban mati (D) 3. Beban gempa (E)
3.7 Perencanaan Pondasi Tiang Bor (Bored pile) 3.7.1 Daya Dukung Pondasi
Setelah menganalisa pembebanan tahapan selanjutnya yaitu perencanaan pondasi Tiang Bor dengan menganalisis kapasitas dan daya dukung ijin tiang ditinjau berdasar kekuatan ijin tekan dan tarik, maka daya dukung ijin dipengaruhi oleh kondisi tanah dan kekuatan material pondasi.
Rumus dalam analisis daya dukung ijin tekan pondasi tiang terhadap kekuatan tanah berdasarkan data N SPT metode Mayerhof sebagai berikut:
Qu = Qp + Qs Keterangan:
Qu = daya dukung ultimit tekan tiang Qp = daya dukung ujung tiang Qs = daya dukung friksi
3.7.2 Jumlah Tiang Pondasi
Tahapan selanjutnya yaitu perhitungan jumlah tiang yang diperlukan pada suatu titik kolom menggunakan beban aksial (beban terfaktor) yaitu:
𝑛𝑝 = 𝑃 𝑃𝑎𝑙𝑙 Keterangan:
𝑛𝑝 = jumlah tiang
P = gaya aksial yang terjadi P all = daya dukung ijin tiang
3.7.3 Dimensi Pondasi dan Desain Penulangan Pondasi
Setelah mengetahui jumlah tiang pondasi yang di perlukan, tahapan selanjutnya yaitu merencanakan dimensi atau ukuran bored pile dihitung berdasarkan beban yang diterima pondasi atau diberikan oleh struktur atas dan juga berdasarkan kondisi tanah di lokasi perencanaan.
3.8 Kontrol Pondasi Tiang bor (Bored pile)
Setelah tahapan perencanaan selesai selanjutnya pengontrolan pondasi tiang bor yang ditinjau pada efesiensi kelompok tiang, daya dukung horizontal, dan beban maksimum kelompok tiang, dimana bila salah satu perhitungan tidak memenuhi syarat maka perlu dilakukan perencanaan ulang.
3.8.1 Kontrol Beban yang Ditumpu
Pengontrolan beban yang ditumpu ditinjau berdasarkan peraturan pembebanan minimum SNI 1727-2013 dan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983 (PPIUG, 1983). Dengan syarat sebagai berikut:
Pmax > Pu Keterangan:
Pmax = Tekanan maksimal yang diperbolehkan Pu = Gaya aksial terfaktor
3.8.2 Kontrol Efesiensi Kelompok Tiang
Pengontrolan kelompok pondasi tiang ini berdasarkan rumus yang ada dalam Converse- Labarre dari Uniform Building code AASHTO, dengan ketentuan daya dukung kelompok tiang harus lebih besar dari gaya aksial yang terjadi
Qu > Pu Keterangan:
Qu = Daya dukung ultimit tiang Pu = Gaya aksial terfaktor
3.8.3 Kontrol Daya Dukung Horizontal
Pengontrol daya dukung horizontal atau tiang yang ujung atasnya terjepit (tertanam) pada pile cap paling sedikit sedalam 60 cm. Dengan demikian untuk tiang yang bagian atasnya tidak terjepit kurang dari 60 cm termasuk tiang ujung bebas (free end pile). Dengan syarat sebagai berikut:
Mmax > My Keterangan:
Mmax = Momen maksimum tiang
My = Momen yang bekerja tegak lurus sumbu y
3.9 Perhitungan Penurunan Pondasi Tiang Bor (Bored Pile)
Perhitungan penurunan pondasi yang dilakukan adalah penurunan pondasi kelompok tiang. Dimana penurunan yang terjadi dibagi menjadi 2 yaitu Penurunan segera (Si) dan penurunan konsolidasi (Sc). Seangkan penurunan total (S) merupakan penjumlahan dari kedua jenis penurunan tersebut.
3.10 Gambar Desain Pondasi dan Pile Cap
Desain pondasi dan pile cap adalah tahap akhir perencanaan pondasi tiang bor yang berupa hasil gambar (output) dari studi perencanaan pondasi tiang bor (bored pile), penggambaran dilakukan berdasar hasil perhitungan dan perencanaan.