• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktikum III Struktur Sel Tumbuhan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Praktikum III Struktur Sel Tumbuhan"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Nur Rahmah Awaliyah
  • Pengajar:
    • Kurratul Aini, M.Pd
  • Sekolah: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang
  • Mata Pelajaran: Tadris Biologi
  • Topik: Laporan Praktikum III Struktur Sel Tumbuhan
  • Tipe: laporan praktikum
  • Tahun: 2012
  • Kota: Palembang

I. Pendahuluan

Pada bagian ini, dijelaskan mengenai latar belakang pentingnya sel dalam biologi, serta tujuan dari praktikum yang dilakukan untuk memahami struktur sel tumbuhan. Sel sebagai unit dasar kehidupan memiliki peranan penting dalam setiap organisme, baik uniseluler maupun multiseluler.

1.1 Latar Belakang

Sel merupakan unit dasar dari semua makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan. Pemahaman tentang struktur sel sangat penting untuk memahami fungsi dan peranannya dalam kehidupan. Praktikum ini bertujuan untuk mengamati dan memahami struktur serta fungsi bagian-bagian sel tumbuhan.

1.2 Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati struktur sel tumbuhan, memahami komponen penyusun sel, serta membedakan antara sel hewan dan sel tumbuhan. Selain itu, diharapkan mahasiswa dapat menerapkan prosedur ilmiah dalam pengamatan sel.

II. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka ini menjelaskan teori-teori dasar mengenai sel, termasuk perbedaan antara sel prokariotik dan eukariotik, serta karakteristik masing-masing. Sel tumbuhan memiliki ciri khas yang membedakannya dari sel hewan.

2.1 Sel

Sel ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1655, dan sejak saat itu berbagai penelitian dilakukan untuk memahami struktur dan fungsi sel. Sel terdiri dari membran plasma, sitoplasma, dan organel-organel yang berbeda tergantung pada jenis sel.

2.2 Struktur Sel

Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa, plastid, dan vakuola besar. Sementara itu, sel hewan memiliki membran sel dan tidak memiliki dinding sel. Perbedaan ini memengaruhi bentuk dan fungsi masing-masing sel.

2.3 Sel Prokariotik dan Eukariotik

Perbedaan utama antara sel prokariotik dan eukariotik terletak pada keberadaan nukleus. Sel prokariotik tidak memiliki membran inti, sementara sel eukariotik memiliki membran inti yang membungkus DNA.

III. Metodologi Praktikum

Bagian ini menjelaskan alat dan bahan yang digunakan, serta langkah-langkah yang diambil dalam praktikum untuk mengamati struktur sel tumbuhan.

3.1 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum ini meliputi mikroskop, silet, dan kaca preparat. Bahan yang diamati antara lain sel bawang merah, gabus, dan daun Hydrilla.

3.2 Cara Kerja

Langkah-langkah praktikum dimulai dari persiapan alat dan bahan, pengambilan sampel, hingga pengamatan di bawah mikroskop. Setiap langkah dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan hasil pengamatan yang jelas.

IV. Hasil dan Pembahasan

Hasil pengamatan menunjukkan perbedaan struktur sel tumbuhan yang diamati. Pembahasan mencakup analisis terhadap hasil dan interpretasi dari pengamatan yang dilakukan.

4.1 Hasil Pengamatan

Dari pengamatan, terlihat bahwa sel bawang merah memiliki dinding sel yang jelas, inti sel, dan sitoplasma. Sel gabus tampak kosong karena merupakan sel mati, sedangkan sel Hydrilla menunjukkan aliran sitoplasma yang aktif.

4.2 Pembahasan

Pengamatan menunjukkan bahwa sel tumbuhan memiliki struktur yang khas, seperti dinding sel dan vakuola besar. Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan sangat jelas terlihat, terutama dalam hal keberadaan dinding sel dan plastida.

V. Kesimpulan

Praktikum ini menyimpulkan bahwa sel tumbuhan memiliki ciri khas yang membedakannya dari sel hewan. Struktur sel yang diamati memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai fungsi masing-masing komponen sel.

5.1 Kesimpulan Umum

Sel tumbuhan memiliki dinding sel, plastida, dan vakuola besar, sedangkan sel hewan tidak memiliki dinding sel. Hasil praktikum menunjukkan bahwa pengamatan sel sangat penting untuk memahami biologi sel.

5.2 Saran

Disarankan agar praktikum sel dilakukan secara rutin untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang struktur dan fungsi sel. Penggunaan mikroskop yang baik juga penting untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Referensi Dokumen

  • Anatomi Tumbuhan ( Agustina, Tri Wahyu )
  • Struktur dan Fungsi Sel Tumbuhan ( Dewi )
  • Anatomi Tumbuhan Berbiji ( Hidayat, Estiti B. )
  • Sel Tumbuhan dan Pigmen ( Nurzaeni, Irfa )
  • Sel Tumbuhan dan Jaringan Tumbuhan ( Taufiq )
  • Buku Petunjuk Praktikum Anatomi Tumbuhan ( Team Dosen )

Gambar

Tabel 4.1.1 Hasil Pengamatan Sel

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Sel prokariotik memiliki inti tidak jelas (membran inti tidak ada), memiliki nukleoid yang mengandung DNA, dan dalam sitoplasma ada ribosom.. Sedangkan sel aukariotik memiliki

Pada biji jarak yang diamati adalah bagian karumkula yang berwarna putih, pada bagian ini terdapat aleuron yang ukurannya lebih besar jika dibandingkan dengan

Plasmolisis menyebabkan jaringan yang ditempatkan pada larutan yang hipertonis (konsentrasi air di dalam sel lebih tinggi daripada konsentrasi air di larutan sebelah luar

merupakan serat tipis panjang terdiri dari potein yang disebut actin, juga miosin dan tropomiosin, banyak terdapat pada sel otot. Fungsinya untuk melaksanakan gerakan

Hal ini sudah relevan dengan hasil pengamatan yang telah dilakukan, karakteristik dan ciri khas utama dari euglena yaitu adanya flagel pada ujung sel sebagai alat gerak.. Sel

Sedangkan sel hewan mempunyai perbedaan dari sel tumbuhan selain tidak mempunyai dinding sel, kloroplas, tidak lazim punya vakuola, juga sel hewan mempunyai

Cendawan yang tumbuh pada biji tersebut belum diketahui kerena tidak melakukan uji atau isolasi cendawan sedangkan satu biji padi terserang oleh bakteri yang

Sel darah pada objek glass yang diberi larutan NaCl 0,65% akan menghasilkan sel darah yang mengembang sama seperti pada pemberian NaCl 0,1% tetapi ada sedikit perbedaan