• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG POLIS ASURANSI ATAS KEPAILITAN PERUSAHAAN ASURANSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG POLIS ASURANSI ATAS KEPAILITAN PERUSAHAAN ASURANSI"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan dilakukan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui akibat hukum terhadap perjanjian asuransi apabila perusahaan asuransi dinyatakan palilit

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kedudukan pemegang polis pada perusahaan asuransi yang pailit berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014

Perusahaan asuransi tersebut terhambat melakukan pembayaran klaim dikarenakan pencabutan izin yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan, tetapi setelah hakim

Apabila Pengadilan Niaga mengabulkan permohonan pernyataan pailit, maka ketentuan Pasal 61 Undang- undang Nomor 30 Tahun 1999 tidak akan bisa dilaksanakan oleh pihak

Kemudian upaya hukum yang dapat dilakukan oleh nasabah pengguna jasa asuransi untuk memperoleh suatu haknya apabila perusahaan asuransi mengalami yang nanamya

pernyataan pailit diajukan oleh salah satu kreditor saja, namun demi kepentingan para kreditor lain. Seyogyanya menentukan bahwa putusan pengadilan atas permohonan

Pemberian kewenangan eksklusif kepada Menteri Keuangan sebagai pemohon kepailitan Perusahaan asuransi sebagai diatur dalam Pasal 2 ayat (5) UUKPU-04, sebagai reaksi terhadap

37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU terdapat pengecualian apabila permohonan pailit diajukan oleh Kejaksaan, Bank Indonesia, Bapepam, dan Menteri Keuangan, Pasal tersebut dengan