• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pendidikan dan Pengajaran.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. Pendidikan dan Pengajaran."

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

96 BAB V

CAPAIAN PROGRAM DALAM 2 PERIODE KEPEMIMPINAN DAN PROSPEK PENGEMBANGAN BERKELANJUTAN

Berdasarkan hasil yang telah dicapai sampai dengan tahun 2013 ini, maka Undana perlu untuk terus melakukan pengembangan pada beberapa aspek yaitu :

1. Pendidikan dan Pengajaran.

1.1. Daya Tampung, Pendaftar, dan Diterima (S1)

Gambar V.1. Daya tampung, Peminat dan Mahasiswa yang diterima dalam 3 titik waktu

Daya tampung dan peminat yang masuk Undana terjadi peningkatan , dimana daya tampung Undana pada tahun 2005 sebanyak 2487 orang meningkat menjadi 3870 orang tahun 2009 dan meningkat lagi menjadi 3354 orang pada tahun 2013/2014 atau 55,61 % pada tahun 2009, namun menurun 13,33 % pada tahun 2013 karena fakultas penyelenggara kelas sore sudah ditutup kecuali Fakultas Hukum. Jumlah

(2)

97 pendaftar di Undana terjadi peningkatan dari 7,078 orang pada tahun 2005 meningkat menjadi 29,825 orang pada tahun 2009 dan menjadi 30,382 orang pada tahun 2013/2014 atau meningkat 295,15 % pada tahun 2009 dan 1,87 % tahun 2013. Adanya peningkatan jumlah peminat untuk kuliah di Undana membuktikan bahwa Undana telah mendapat kepercayaan yang semakin tinggi dari masyarakat. Jumlah mahasiswa diterima terjadi peningkatan dari 2487 orang tahun 2005 menjadi 5,039 orang tahun 2009 atau meningkat 102,61 %, namun sedikit menurun pada tahun 2013 yaitu 4,309 orang atau menurun 14,49 %. Hal ini lebih disebabkan penutupan kelas sore di FKIP dan FISIP. Jika dihitung angka keketatan masuk , dimana tahun 2005 sebesar 1 : 4; tahun 2009 mencapai 1 : 6, dan tahun 2013 sebesar 1 :7. Dari angka keketatan di Undana masih rendah terutama pada beberapa fakultas eksakta seperti pertanian dan peternakan.

1.2. Student Body Mahasiswa S1

Gambar V.2. Student Body mahasiswa S1 dalam 3 titik waktu

Student body mahasiswa undana dalam 8 tahun terakhir terus mengalami peningkatan dari 7,781 orang pada tahun 2005 menjadi 13,024 orang pada

(3)

98 tahun 2009 atau meningkat 67,38 % dan menjadi 20,818 orang pada tahun 2013 atau meningkat 59,84 %. Adanya peningkatan student body tersebut disebabkan oleh pengembangan sejumlah program studi baru dan khususnya pada tahun 2013 ada kerjasama dengan 6 kabupaten dalam program PKKHB sebanyak 977 orang mahasiswa dan peralihan mahasiswa dari STKIP Weetebula sebanyak 1007 orang mahasiswa. Student body mahasiswa undana tahun ini akan semakin besar dengan adanya kerja sama dengan 2 kabupaten (Ngada dan SBD) untuk pembukaan kampus Undana 2 dan Undana 3.

1.3. Student Body Mahasiswa PPs

Gambar V.3. Student Body Mahasiswa PPs dalam 3 titik waktu

• Student body mahasiswa S2 mengalami tren peningkatan dari tahun 2008 s/d tahun 2013, adanya peningkatan ini tidak terlepas dari kebijakan Undana untuk membuka beberapa program studi baru sehingga sampai tahun 2013 PPS Undana telah memiliki 8 prodi S2 dan 3 prodi S3.

(4)

99

1.4. Lama Studi dan IPK Lulusan S1

Gambar V.4. Lama Studi dan IPK Lulusan S1 dalam 3 titik waktu

Lama studi mahasiswa Undan a terus mengalami penurunan , dimana pada tahun 2002 rataan lama studi masih mencapai 10,91 semester menurun menjadi 10,26 semester pada tahun 2009 dan menurun lagi pada tahun 2013 menjadi 9,99 semester. Kondisi ini mengindikasikan bahwa semakin banyak mahasiswa Undana yang menyelesaikan studinya ≤ 10 semester, sehingga berdampak pada peningkatan AEE undana. IPK lulusan Undana mengalami peningkatan dari 3,01 pada tahun 2005 naik menjadi 3,03 pada tahun 2009 dan meningkat lagi menjadi 3,17 pada tahun 2013. Adanya penurunan lama studi dan peningkatan IPK lulusan tersebut tidak terlepas dari upaya pembenahan pada sejumlah faktor yang mendukung proses pembelajaran antara lain tersedianya bahan ajar untuk semua mata kuliah yang diakses oleh mahasiswa, akses internet di dalam kampus secara gratis, dan sarana perkuliahan yang semakin memadai dan kondusif.

(5)

100

1.5. Lama Studi dan IPK Lulusan PPs

Gambar V.5. Lama Studi dan IPK Lulusan PPs dalam 3 titik waktu

• Rataan lama studi Lulusan S2 pada tahun 2005 mencapai 3,03 tahun dan meningkat pada tahun 2009 menjadi 3,63 tahun serta terjadi penurunan pada tahun 2012 menjadi 2,5 tahun. Rataan IPK lulusan S2 pada tahun 2005 sebesar 3,69, dimana terjadi penurunan pada tahun 2009 menjadi 3,34 namun pada tahun 2012 mengalami peningkatan kembali menjadi 3,64.

(6)

101

1.6. Angka Efisiensi Edukasi (AEE)

Gambar V.5. Angka Efisiensi Edukasi (AEE) Undana

Angka Efisiensi Edukasi Undana mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2005 mencapai 35,7 % dan meningkat pada tahun 2009 sebesar 41,6 %. Angka efisiensi edukasi undana dari 2010-2013 telah mencapai angka > 60 % di atas AEE nasional > 50 %. Peningkatan AEE tersebut tidak terlepas dari pembenahan yang terus dilakukan, sehingga iklim pembelajaran lebih kondusif yang berdampak pada peningkatan jumlah lulusan yang menyelesaikan studi tepat waktu (≤ 10 semester).

(7)

102

1.7. Produktivitas

Gambar V. 6. Produktivitas Undana 2004-2012

Produktivitas Undana mengalami fluktuasi dimana pada tertinggi dicapai pada tahun 2008 sebesar 19 % dan terendah tahun 2009 sebesar 9,64 %, hal ini dapat dipahami karena terjadi pengembangan program studi baru sehingga meningkatkan student body tetapi belum meluluskan mahasiswa.

1.8. Angka DO Undana

(8)

103 Angka DO mahasiswa Undana mengalami penurunan, dimana pada tahun 2005 angka DO mencapai 559 orang (7,18 % dari 7781 mahasiswa) menjadi 420 orang (3,09 % dari 13631 mahasiswa) pada tahun 2009 dan 456 orang (3,08 % dari 14,803 mahasiswa) pada semester genap tahun 2012/2013, dimana dari angka DO tahun 2009-2012 berada di bawah 5 % atau di bawah angka DO nasional. Menurunnya angka DO tersebut merupakan dampak dari perbaikan terhadap sistim penerimaan mahasiswa baru, proses pembelajaran yang semakin baik, kebijakan afirmasi pembebasan SPP bagi mahasiswa yang kurang mampu, dan daya dukung sarana dan prasarana pendidikan yang semakin memadai.

Berdasarkan Capaian Di Bidang Pendidikan dan Pengajaran, namun masih ditemukan beberapa kendala yang tetap membutuhkan perhatian serius. Adapun beberapa kendala tersebut adalah :

1. Produktivitas pendidikan masih belum optimal, dimana masih terjadi fluktuasi perkembangan terutama program Sarjana (S1)

Kondisi tersebut disebabkan antara lain :

a. Proses belajar mengajar yang masih belum sempurna, hal ini diindikasikan oleh perkuliahan yang belum mengikuti kalender akademik.

b. Prasarana dan sarana pendidikan yang belum memadai dan diikuti oleh pemanfaatan yang belum optimal seperti perpustakaan dan laboratorium. c. Waktu penyelesaian tugas akhir yang relatif lama, karena belum adanya

kesadaran baik mahasiswa dan pembimbing untuk membuat jadwal baku penyelesaian tugas akhir.

2. Keterbatasan daya tampung, yang disebabkan antara lain :

a. Pertumbuhan jumlah mahasiswa dalam 4 tahun terakhir yang signifikan tidak diikuti oleh penambahan prasarana dan sarana pendidikan terutama ruang kuliah, laboratorium, dan perpustakaan, karena keterbatasan dana pemerintah.

(9)

104 b. Tidak tersedianya program-program pendidikan yang dapat menampung kebutuhan masyarakat, sehingga masih banyak putra-putri NTT yang memilih kuliah di luar NTT.

3. Relevansi Program Pendidikan/Kurikulum yang masih belum terlalu memadai, disebabkan antara lain :

a. Pengembangan kurikulum yang belum secara optimal mengakomodir kebutuhan stakeholders.

b. Pola Ilmiah Pokok Undana belum terintegrasi secara utuh dalam kurikulum pada semua bidang ilmu yang ada.

Berdasarkan kendala yang di atas, maka program pengembangan berkelanjutan di bidang pendidikan dan pengajaran antara lain :

1. Meningkatkan layanan akademik secara optimal melalui PBM yang berkualitas, layanan penyelesaian tugas akhir mahasiswa, sehingga dapat mendorong peningkatan produktivitas karena mahasiswa menyelesaikan studinya tepat waktu. 2. Menyediakan bahan ajar atau buku ajar yang berbasis penelitian dan terintegrasi

dengan PIP Undana.

3. Melakukan optimalisasi pemanfaatan dan pengembangan prasarana dan sarana pendidikan yang diperlukan ruangan, buku ajar / bahan ajar / buku teks, fasilitas e-campus.

4. Peningkatan efisiensi internal melalui optimalisasi pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk meningkatkan daya tampung.

5. Mendorong pembukaan prodi dan fakultas baru untuk menjawab kebutuhan stakeholders yang semakin berkembang dan juga peningkatan relevansi kurikulum yang dilakukan terus menerus.

6. Pengembangan kurikulum harus dicirikan oleh Pola Ilmiah Pokok (PIP) Undana yaitu Pertanian Lahan Kering, Kelautan, dan Pariwisata.

7. Mengembangkan program Pascasarjana Undana baik pada diversifikasi program studi pada strata 1, strata 2, maupun strata 3.

(10)

105 8. Melakukan sosialisasi Undana secara intensif ke wilayah-wilayah NTT melalui

penyebaran leaflet maupun kunjungan langsung.

9. Menediakan sarana dan prasaran pendidikan untuk mendukung proses belajar mengajar (PBM) yang memadai di Kampus 2 Kabupaten Ngada dan kampus 3 Kabupaten Sumba Barat Daya.

2. Penelitian

2.1. Kegiatan Penelitian

Gambar V.8. Jumlah Judul dan dosen yang terlibat penelitian dalam 3 titik waktu Kegiatan penelitian Undana mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebanyak 63 judul dan 189 orang yang terlibat meningkat pada tahun 2009 menjadi 160 judul dan 294 orang dosen yang terlibat, namun mengalami penurunan pada tahun 2012 menjadi 88 judul dan 49 orang dosen.

(11)

106

2.2. Besaran Dana Penelitian

Gambar V.9. Besaran dana penelitian dalam 3 titik waktu

Besaran dana penelitian di Undana mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2005 sebesar Rp. 840,000,000 meningkat menjadi RP. 9,268,594,502 pada tahun 2009 atau meningkat 1003,40 %, namun menurun pada tahun 2012 sebesar Rp. 4,155,800,168 atau meningkat 55,12 %. Adanya penurunan besaran dana pada tahun 2012 berhubungan dengan penurunan jumlah judul penelitian yang diterima, hal ini disebabkan oleh tingginya persaingan dalam memenangkan hibah penelitian dan regulasi di bidang penelitian, dimana penelitian hibah yang bersumber dari DIPA DP2M harus diketuai dosen yang bergelar doktor.

(12)

107

2.3. Kegiatan Kerjasama Penelitian

Gambar V.10. Jumlah Judul dan dosen yang terlibat penelitian kerjasama dalam 3 titik waktu

Jumlah judul penelitian kerja sama relatif konstan, dimana pada tahun 2005 terdapat 6 judul penelitian dengan 33 orang dosen yang terlibat dan pada tahun 2009 tetap dengan 6 judul penelitian namun dosen yang terlibat mengalami penurunan menjadi 24 orang. Pada tahun 2012, jumlah penelitian kerjasama menurun menjadi 5 judul namun jumlah dosen yang terlibat mengalami peningkatan menjadi 36 orang dosen.

(13)

108

2.4. Besaran Dana Kerjasama Penelitian

Gambar V.11. Besaran dana penelitian kerjasama dalam 3 titik waktu

Besaran dana penelitian kerjasama, dari Rp. 1,229,870,000 pada tahun 2005 menurun pada tahun 2009 menjadi Rp. 927,629,600 dan mengalami peningkatan kembali pada tahun 2012 menjadi Rp. 1,437,000,000.

(14)

109

2.5. Publikasi Ilmiah Dosen

Gambar V.12. Jumlah Judul dan dosen yang terlibat publikasi ilmiah 2010-2012 Publikasi ilmiah dosen pada tahun 2010 sebanyak 26 judul publikasi dengan 27 orang dosen yang terlibat meningkat pada tahun 2011 menjadi 40 judul publikasi dengan 54 orang dosen yang terlibat, namun mengalami sedikit penurunan pada 2012 menjadi 36 judul publikasi dengan 42 orang dosen yang terlibat.

Berdasarkan capaian di bidang Penelitian masih ditemukan beberapa kendala yang perlu ditangani, antara lain :

1. Produktivitas penelitian yang masih rendah, yang disebabkan oleh :

a. Terbatasnya tenaga pengelola penelitian secara penuh dan profesional.Masih terbatasnya prasarana dan sarana penelitian yang tersedia

b. Belum berkembangnya pemahaman dari kalangan dosen bahwa kegiatan penelitian merupakan bagian yang utuh dari tugas dan tanggungjawab profesionalnya.

(15)

110 c. Perkembangan iklim penelitian yang diikuti oleh peningkatan dana penelitian

belum diikuti oleh motivasi dosen untuk melakukan penelitian.

d. Persaingan yang semakin ketat dengan peneliti-peneliti di universitas lain dalam memenangkan kegiata n penelitian yang didanai pusat.

2. Diversifikasi penelitian yang masih sangat terbatas dan kemampuan maupun kesempatan dalam melaksanakan penelitian belum merata antar berbagai bidang ilmu yang ada.

3. Relevansi kegiatan dan hasil penelitian yang belum memadai sesuai dengan konteks permasalahan di masyarakat sebagai pengguna hasil penelitian.

4. Kerjasama/afiliasi penelitian yang masih terbatas baik jumlah maupun jenisnya. Berdasarkan kendala di bidang penelitian, maka beberapa aspek pengembangan berkelanjutan, antara lain :

1. Optimalisasi pemanfaatan dan peningkatan prasarana dan sarana penelitian yang ada.

2. Pembinaan dan pengembangan tenaga peneliti melalui pelatihan, penataran, lokakarya maupun job training terutama di bidang ilmu sosial.

3. Pemantapan organisasi dan manajemen pengelolaan penelitian terutama sistem informasi dan dokumentasi penelitian, administrasi dan kerjasama penelitian.

4. Memperluas dan meningkatkan akses di bidang kerjasama penelitian dengan mengaktifkan berbagai pusat-pusat penelitian yang ada.

5. Meningkatkan diversifikasi penelitian baik bidang maupun sifat penelitian, sehingga relevan dengan kebutuhan pembangunan serta pengembangan ilmu dan teknologi. 6. Mendorong dosen untuk melakukan publikasi ilmiah

3. Pengabdian Pada Masyarakat

(16)

111 Gambar V.13. Jumlah Judul dan dosen yang terlibat kegiatan PPM dalam 3 titik

waktu

Jumlah judul kerjasama PPM di Undana, dimana pada tahun 2005 terdapat 93 judul PPM dengan 430 orang dosen yang terlibat dan mengalami penurunan pada tahun 2009 menjadi 42 judul PPM dengan dosen yang terlibat sebanyak 67 orang. Pada tahun 2013, mengalami peningkatan menjadi 126 judul dan jumlah dosen yang terlibat mengalami peningkatan menjadi 193 orang dosen. Adanya penurunan dari tahun 2005 ke tahun 2009, karena pada tahun 2005 masih banyak kegiatan PPM yang didanai dari fakultas.

(17)

112

3.2. Besaran Dana Kegiatan PPM

Gambar V.14. Besaran Dana kegiatan PPM dalam 3 titik waktu

Besaran dana PPM di Undana mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2005 sebesar Rp. 720,250,000 meningkat menjadi RP. 1,524,828,000 pada tahun 2009 atau meningkat 111,71 %, dan meningkat lagi pada tahun 2013 sebesar Rp. 11,469,328,000 atau meningkat 652,17 %. Terlihat bahwa walaupun jumlah judul kegiatan PPM pada tahun 2009 dan tahun 2013 menurun, tetapi besaran dana kegiatan PPM mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena adanya program-program PPM yang dimenangkan dosen Undana dengan dana yang besar terutama yang bersumber dari DIPA DP2M.

(18)

113

3.3. Kegiatan Kerjsama PPM

Gambar V.15. Jumlah Judul dan dosen yang terlibat kegiatan kerjasama PPM dalam 3 titik waktu

Jumlah judul penelitian kerjasama PPM relatif konstan, dimana pada tahun 2005 terdapat 4 judul penelitian dengan 20 orang dosen yang terlibat dan pada tahun 2009 tetap dengan 4 judul penelitian namun dosen yang terlibat mengalami penurunan menjadi 14 orang. Pada tahun 2012, jumlah penelitian kerjasama menurun menjadi 3 judul namun jumlah dosen yang terlibat mengalami peningkatan menjadi 26 orang dosen.

(19)

114

3.4. Besaran Dana Kegiatan Kerjasama PPM

Gambar V.16. Besaran Dana kegiatan Kerjasama PPM dalam 3 titik waktu Besaran dana kerjasama PPM, dari Rp. 368,000,000 pada tahun 2005 menurun pada tahun 2009 menjadi Rp. 214,400,000 dan mengalami peningkatan kembali pada tahun 2012 menjadi Rp. 723,225,000.

Berdasarkan capaian di bidang Pengabdian Pada Masyarakat, maka beberapa kendala yang masih ditemui dan perlu menjadi perhatian, antara lain :

1. Produktivitas pengabdian pada masyarakat yang masih rendah, yang disebabkan oleh :

a. Terbatasnya tenaga pengelola pengabdian pada masyarakat secara penuh dan profesional.

b. Masih terbatasnya prasarana dan sarana pengabdian pada masyarakat yang tersedia.

(20)

115 c. Belum berkembangnya pemahaman dari kalangan dosen bahwa kegiatan pengabdian pada masyarakat merupakan bagian yang utuh dari tugas dan tanggungjawab profesionalnya.

d. Keterbatasan dana pengabdian dan kompetisi yang semakin ketat.

2. Diversifikasi pengabdian pada masyarakat yang masih sangat terbatas dan kemampuan maupun kesempatan dalam melaksanakan penelitian belum merata antar berbagai bidang ilmu yang ada.

3. Relevansi kegiatan dan hasil pengabdian pada masyarakat yang belum memadai sesuai dengan konteks permasalahan di masyarakat sebagai pengguna hasil penelitian.

4. Kerjasama/afiliasi pengabdian pada masyarakat yang masih terbatas baik jumlah maupun jenisnya.

Berdasarkan kendala di bidang PPM, maka beberapa aspek pengembangan berkelanjutan, antara lain :

1. Optimalisasi pemanfaatan dan peningkatan prasarana dan sarana pengabdian pada masyarakat yang ada.

2. Pembinaan dan pengembangan tenaga peneliti melalui pelatihan, penataran, lokakarya maupun job training.

3. Meningkatkan diversifikasi pengabdian pada masyarakat baik bidang maupun sifatnya, sehingga relevan dengan kebutuhan pembangunan serta pengembangan ilmu dan teknologi.

4. Pemantapan organisasi dan manajemen pengelolaan pengabdian pada masyarakat terutama sistem informasi dan dokumentasi penelitian, administrasi dan kerjasama pengabdian pada masyarakat.

5. Optimalisasi pelaksnaaan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Binaan Undana oleh seluruh bidang ilmu yang ada di Undana.

6. Memperluas dan meningkatkan akses di bidang kerjasama pengabdian pada masyarakat dengan mendorong keaktifan pusat-pusat yang ada di LPM.

(21)

116

4. Kemahasiswaan

4.1. Penerima Beasiswa

Gambar V.17. Jumlah dan Persentase Mahasiswa Undana penerima beasiswa dalam 3 titik waktu

Dari sisi jumlah penerima beasiswa mengalami peningkatan yaitu sebanyak 2327 orang pada tahun 2006 naik menjadi 2681 pada tahun 2009 dan meningkat lagi menjadi 3516 orang pada tahun 2013. namun dari sisi persentase mengalami penurunan, dimana pada tahun 2006 sebesar 28,75 % dari student body menerima beasiswa menurun pada tahun 2009 menjadi 19,67 % dan menjadi 16 % pada tahun 2013. Adannya penurunan persentase penerima beasiswa ini lebih banyak disebabkan peningkatan student body mahasiswa undana yang meningkat tajam.

(22)

117

4.2. Kegiatan Kemahasiswaan

Gambar V.18. Jumlah Kegiatan Kemahasiswaan dalam 3 titik waktu

Jumlah kegiatan kemahasiswaan mengalami peningkatan dari 4 kegiatan pada tahun 2005 meningkat menjadi 21 kegiatan pada tahun 2009 atau naik sebesar 425 %, dan meningkat lagi pada tahun 2013 menjadi 24 kegiatan atau naik sebesar 14,29 %.

(23)

118

4.3. Serapan Dana Kegiatan Kemahasiswaan

Gambar V.19. Serapan Dana Kegiatan Kemahasiswaan dalam 3 titik waktu

Serapan dana kegiatan kemahasiswaan Undana mengalami peningkatan dari Rp 4,914,000 pada tahun 2005 meningkat menjadi Rp. 110,673,000 pada tahun 2009 atau naik 2152,20 % dan meningkat lagi pada tahun 2013 menjadi Rp. 295,213,400 atau naik sebesar 166,74 %.

Berdasarkan capaian di bidang kemahasiswaan masih ditemukan beberapa kendala yang pelu ditangani dengan baik, antara lain :

1. Kegiatan kemahasiswaan yang masih terbatas, yang disebabkan oleh : a. Terbatasnya jumlah tenaga pembina baik jumlah maupun jenisnya. b. Masih terbatasnya prasarana dan sarana kemahasiswan yang tersedia c. Minat/perhatian mahasiswa terhadap kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler

(24)

119 d. Terbatasnya dana yang tersedia untuk pembinaan kegiatan

kemahasiswaan.

2. Pemahaman serta persepsi di kalangan mahasiswa terhadap pentingnya pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan yang bersifat ekstrakurikuler belum memadai.

3. Ketersediaan dana yang terbatas menyebabkan pelaksanaan kegiatan-kegiatan rutin di bidang kemahasiswaan belum menjangkau semua aspek. 4. Kelembagaan organisasi kemahasiswaan yang belum mantap dan kreatif. Berdasarkan kendala di bidang kemahasiswaan, maka beberapa aspek pengembangan berkelanjutan antara lain :

1. Upaya peningkatan volume dan frekuensi kegiatan kemahasiswaan.

2. Pemanfaatan organisasi dan manajemen termasuk koordinasi pelaksanaan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan baik di tingkat prodi, fakultas, dan tingkat universitas.

3. Pembinaan staf pengelola dan pelaksana kegiatan kemahasiswaan.

4. Optimalisasi pemanfaatan dan peningkatan prasarana dan sarana serta tenaga pengelola kegiatan kemahasiswaan.

5. Penyediaan dana rutin atau sumber pendanaan lain yang mendukung pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan.

6. Pembinaan dan pemantapan sistem informasi kemahasiswaan

7. Peningkatan pemahaman akan makna dan pentingnya kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian dari upaya pembentukan pribadi mahasiswa. 8. Peningkatan kerja sama dengan pihak lain untuk pengembangan minat

kewirausahaan calon alumni.

9. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan secara berjenjang.

(25)

120

5. Manajemen dan Organisasi

5.1. Sumber Daya Manusia

Gambar V.20. Jumlah Dosen Undana Berdasarkan Jenjang Pendidikan dalam 3 titik waktu

Jumlah dosen tetap Undana terjadi peningkatan dari 787 orang pada tahun 2005 menjadi 877 orang pada tahun 2009 atau meningkat 11,44 % dan menjadi 874 orang pada tahun 2013 atau meningkat 0,57 %. Berdasarkan strata pendidikan, jumlah S3 terjadi peningkatan dari 57 orang pada tahun 2005 menjadi 90 orang pada tahun 2009 atau naik 57,90 % dan pada tahun 20013 naik menjadi 119 orang ( 32,22 %). Jumlah dosen dengan strata 2 mengalami peningkatan dari 398 orang pada tahun 2005 (50,57 %) menjadi 488 orang pada tahun 2009 ( 55,64 %) dan meningkat lagi 630 orang pada tahun 2012 (77,10 %) dan sebaliknya dosen strata 1 mengalami penurunan dari 332 orang pada tahun 2005 menjadi 294 orang pada tahun 2009, dan menurun lagi menjadi133 orang pada tahun 2013.

(26)

121 Gambar V.21. Jumlah Dosen Undana Berdasarkan Jabatan Fungsional dalam 3 titik

waktu

Dosen dengan jabatan Guru Besar mengalami peningkatan dari 9 orang pada tahun 2005 menjadi 15 orang pada tahun 2009 atau naik 66,67 % dan pada tahun 2013 menjadi 22 orang atau naik 46,67 %. Hal yang sama terjadi pada jabatan lektor kepala mengalami kenaikan dari 173 orang pada tahun 2005 naik menjadi 204 orang pada tahun 2009 atau naik 17,92 % dan pada tahun 2013 menjadi 246 orang atau naik 20,59 %. Sebaliknya pada jabatan lektor terjadi penurunan dari 339 orang pada tahun 2005 turun menjadi 313 orang pada tahun 2009 atau turun 8,31 % dan pada tahun 2013 turun lagi menjadi 295 orang atau turun 6,10 %.

(27)

122 Gambar V.22. Rasio Dosen dan Mahasiswa Undana dalam 3 titik waktu

Gambar V.23. Jumlah Dosen Undana Bersertifikasi dari tahun 2008-2012.

Dari tahun 2008 – 2012 dosen Undana yang telah mendapat sertifikat sebanyak 625 orang (71,51 %), sedangkan belum disertifikasi umumnya masih studi lanjut S2 dan S3.

(28)

123 Gambar V.24. Jumlah Dosen yang sedang Studi Lanjut S2 dan S3 dalam 3 titik waktu Sebagai bentuk komitmen Undana dalam pengembangan SDM dosen terus mendorong stafnya untuk melanjutkan studi baik di dalam maupun di luar negeri, dimana pada tahun 2013 dosen undana yang sedang studi S2 sebanyak 96 orang dan S3 sebanyak 135 orang. Jumlah S3 ini belum termasuk dengan 17 orang dosen dari FKIP yang telah melakukan seleksi melalui kerjasama dengan Universitas Negeri Malang.

(29)

124 Gambar V.25. Jumlah tenaga kependidikan berdasarkan jenjang pendidikan dalam 3 titik

waktu

Tenaga kependidikan yang mengikuti studi lanjut S2 dari tahun 2008-2013 berjumlah 42 orang. Untuk studi S2 di PPS Undana, tenaga kependidikan diberikan dispensasi setengah bayaran dari SPP sampai semester IV, sementara yang melanjutkan studi S1 di Undana dibebaskan dari SPP sampai dengan semester VIII Berdasarkan capaian di bidang manajemen khususnya sumberdaya manusia, terdapat beberapa kendala yang masih ditemui dan memerlukan perhatian, antara lain :

1. Tenaga kependidikan yang memiliki jenjang pendidikan Sarjana (S1 dan S2) masih rendah.

2. Dosen yang bergelar doktor masih rendah.

3. Dosen yang berjabatan guru besar masih rendah.

4. Masih banyak dosen yang lambat dalam hal pengurusan fungsional, sehingga masih banyak dosen dengan jabatan lektor kepala.

5. Kemampuan organisasi maupun teknis para pelaksana dalam pengelolaan kerumahtanggaan yang masih belum memadai.

(30)

125 6. Tingkat pendayagunaan tenaga administrasi maupun tenaga edukatif yang tersedia belum memadai, baik dilihat dari kebutuhan pengembangan maupun penyelenggaraan tugas dan fungsi pokok Undana.

7. Ketersediaan tenaga administrasi maupun tenaga akademik belum merata sesuai dengan kebutuhan pengembangan Undana ke depan.

Berdasarkan kendala di bidang manajemen khususnya di bidang sumberdaya manusia, maka beberapa aspek pengembangan berkelanjutan, antara lain :

1. Meningkatkan jumlah guru besar dengan mendorong dosen yang sudah bergelar Doktor.

2. Meningkatkan jumlah dosen bergelar Doktor dengan membangun kerjasama dengan berbagai pihak

3. Meningkatkan jumlah tenaga kependidikan yang bergelar S1 dan S2. 4. Meningkatkan jumlah dosen dalam jabatan lektor kepala.

(31)

126

5.2. Organisasi

Gambar V.26. Jumlah prodi S1 dan Fakultas di Undana dalam 3 titik waktu

Dalam kurun waktu 8 tahun telah terjadi peningkatan jumlah prodi S1 dari 36 prodi pada tahun 2005 menjadi 42 prodi pada tahun 2009 dan bertambah menjadi 43 prodi pada tahun 2013 (terjadi peningkatan melalui pembukaan prodi baru tetapi juga penurunan jumlah karena terjadi merger di FAPET dan FAPERTA), dan juga terjadi peningkatan jumlah fakultas dari 7 fakultas pada tahun 2005 menjadi 8 fakultas pada tahun 2009, bertambah menjadi 11 fakultas pada tahun 2013, dimana 3 fakultas terakhir (FKH, FEB, FPK) telah mendapat persetujuan oleh senat universitas

(32)

127 Gambar V.27. Jumlah Prodi S2 dan S3 di Undana dalam 3 titik waktu

Pada tahun 2005 jumlah prodi S2 sebanyak 4 prodi dan meningkat menjadi 6 prodi pada tahun 2009, dan pada tahun 2013 terjadi peningkatan menjadi 8 prodi S2 dan 2 prodi S3. berdasarkan hasil akreditasi prodi S2 pada tahun 2013, maka telah diakreditasi sebanyak 4 prodi S2 dengan status B sebanyak 3 prodi dan 1 prodi memperoleh status C. Sedangkan 4 prodi S2 dan 2 prodi S3 baru langsung terakreditasi C.

(33)

128 Perhitungan jumlah prodi berdasarkan status akreditasi masih termasuk 4 prodi yang merger yaitu produksi ternak dan nutrisi makanan ternak di Fapet dan Agronomi dan HPT di Faperta. Akreditasi prodi S1 telah dilakukan kecuali 3 prodi yang baru yaitu kedokteran hewan, akuntansi, dan ekonomi pembangunan. Berdasarkan hasil akreditasi 18 prodi (38,30 %) pada tahun 2013 dengan status B meningkat dari tahun 2005 sebanyak 6 prodi atau 19,36 %. Status C sebanyak 21 prodi (44,68 %) pada tahun 2013 dibanding pada tahun 2005 sebanyak 17 prodi (54,84 %). Prodi dengan status D mencapai 0 % dibanding tahun 2005 sebanyak 7 prodi (22,58 %). Prodi yang masih menunggu hasil akreditasi berjumlah 5 prodi.

Berdasarkan capaian di bidang manajemen yang berhubungan dengan organisasi, maka beberapa kendala yang masih dihadapi, antara lain :

1. Masih terbatasnya program studi yang dapat menampung kebutuhan stakeholder.

2. Masih banyak prodi yang memiliki status akreditasi C.

3. Masih terdapat prodi yang belum melaksanakan evaluasi mutu internal. 4. Undana belum melaksanakan akreditasi institusi

Berdasarkan kendala di bidang manajemen organisasi, maka beberapa aspek pengembangan berkelanjutan, antara lain :

1. Membuka prodi baru sesuai dengan kebutuhan stakeholder baik untuk program S1, S2, dan S3.

2. Melaksanakan evaluasi mutu internal (EMI) pada setiap prodi dan audit internal

3. Memproses akreditasi institusi sesuai regulasi yang ada.

(34)

129 5.3. Sarana dan Prasarana

Gambar V.29. Perkembangan Prasarana Pendidikan Tahun 2009 dan 2012

Berdasarkan volume prasarana pendidikan pada tahun 2009 dan 2012 tidak mengalami perubahan kecuali laboratorium 9,458 m2 pada tahun 2009 meningkat menjadi 11,725 m2 pada tahun 2012 dan gedung kantor dari 28,029 m2 pada tahun 2009 meningkat menjadi 32,865 m2 pada tahun 2012. Untuk ruang dosen mengalami penurunan dari 3,172 m2 pada tahun 2009 menjadi 565 m2 pada tahun 2012 dan gedung kuliah dari 17,900 m2 pada tahun 2009 menurun menjadi 17,350 m2 pada tahun 2012.

(35)

130 Gambar V.30. Perkembangan Sarana Pendidikan Tahun 2009 dan 2012

Sarana pendidikan untuk beberapa sarana mengalami peningkatan, namun beberapa sarana terjadi penurunan. Fasilitas kantor meningkat dari 3,865 unit pada tahun 2009 menjadi 5,107 unit pada tahun 2012. komputer meningkat dari 1,431 unit pada tahun 2009 menjadi 1,861 unit pada tahun 2012, AC meningkat dari 414 unit pada tahuh 2009 menjadi 571 unit pada tahun 2012, kendaraan roda 4 dari 36 unit pada tahun 2009 meningkat menjadi 49 unit pada tahun 2012, kendaraan roda 2 dari 15 unit pada tahun 2009 meningkat menjadi 27 unit pada tahun 2012, peralatan rumah tangga dari 32,870 unit pada tahun 2009 meningkat menjadi 43,946 unit pada tahun 2012. Sedangkan peralatan laboratorium mengalami penurunan dari 15,995 unit pada tahun 2008 menurun menjadi 13,749 unit pada tahun 2012.

(36)

131 Gambar V.31. Koleksi Perpustakaan Tahun 2009 dan 2012

Secara kuantitatif koleksi perpustakaan Undana mengalami penurunan baik dari sisi judul maupun jumlah koleksi dari tahun 2009 ke tahun 2012. Hal ini disebabkan oleh penataan perpustakaan Undana, dengan membuang koleksi-koleksi yang sudah rusak dan kedaluarsa berupa majalah dan jurnal-jurnal yang sudah lama dan juga beberapa tahun terakhir dana pengadaan koleksi bacaan ditangani oleh unit-unit fakultas untuk ruang baca fakultas.

Beberapa kendala yang masih ditemui dalam bidang sarana dan prasarana, antara lain :

1. Ketersediaan sarana dan prasarana yang belum memadai sejalan dengan perkembangan Undana.

2. Penggunaan dari berbagai sarana dan prasarana yang tersedia belum optimal.

3. Belum optimalnya kerjasama Undana dengan Pemda dalam hal penyediaan sarana dan prasarana pengembangan Undana sebagai aset daerah dalam pengembangan sumberdaya manusia di wilayah ini.

(37)

132 4. Sejumlah sarana dan prasarana yang telah berumur tua membutuhkan

renovasi untuk meningkatkan fungsinya terutama aset di kampus lama.

Berdasarkan kendala di atas, maka beberapa aspek pengembangan berkelanjutan, antara lain :

1. Pengembangan dan peningkatan sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan Undana ke depan.

2. Optimalisasi pemanfaatan dan pemeliharaan berbagai sarana dan prasarana yang telah tersedia.

3. Melakukan pembangunan fisik secara bertahap sesuai dengan prioritas kebutuhan pengembangan Undana.

4. Menggalang kerjasama dengan Pemda dalam penyediaan sarana dan prasarana pengembangan Undana sebagai wujud rasa kepemilikan daerah pada Undana sebagai aset di bidang pengembangan sumberdaya manusia. 5. Diperlukan rehabilitasi atau renovasi pada sejumlah sarana dan prasarana

yang sudah tua untuk meningkatkan fungsinya dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pokok Undana.

(38)

133

6. Kerjasama.

Gambar V.29. Jumlah Kerjasama Undana dari tahun 2006-2013

Kerjasama yang diinisiasi Undana dengan berbagai pihak dari tahun 2006 terus mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2011 dengan 29 kerjasama baru dan kerjasama lanjutan sebanyak 47 kerjasama, dan pada tahun 2012 sedikit mengalami penurunan terutama dari jumlah kerjasama baru menjadi 11 kerjasama dan pada tahun 2013 menurun lagi menjadi 9 kerjasama baru. Khususnya pada tahun 2013 kerjasama yang menonjol adalah kerjasama dengan Kabupaten Ngada dan SBD untuk membangun Undana 2 dan Undana 3, dimana untuk Undana 2 di Kabupaten Ngada telah melaksanakan proses perkuliahan, sedangkan Undana 3 di Kabupaten SBD masih dalam tahap pemetaan mahasiswa karena terkendala suksesi Bupati dan Wakil Bupati di wilayah tersebut. Kerjasama lain yang dilakukan dengan sejumlah kabupaten untuk pelaksanaan program PPKHB bagi guru untuk disertifikasi, dan kerjasama dengan STKIP Weetebula untuk mahasiswanya sebanyak 1007 orang.

(39)

134 Gambar V.30. Jumlah Kerjasama Berdasarkan Kategori Dalam dan Luar Negeri dari tahun

2006-2013

Selama tahun 2006-2013 Undana telah membangun kerjasama dengan berbagai pihak baik dalam negeri maupun luar negeri, dimana dalam kurun waktu tersebut terdapat 17 kerjasama yang dibangun dengan pihak luar negeri dan 122 kerjasama dengan pihak dalam negeri.

Berdasarkan capaian dalam bidang kerjasama, beberapa kendala yang perlu mendapat pembenahan, antara lain :

1. Sistim informasi dalam bidang kerjasama belum terkoordinasi dengan baik antara universitas dan unit kerjasama yang melaksanakan kerjasama, sehingga menyulitkan untuk menilai manfaat kerjasama yang ada.

Berdasarkan kendala yang dihadapi pada bidang kerjasama, maka beberapa aspek pengembangan berkelanjutan antara lain :

1. Tetap menggalang kerjasama dengan pihak luar baik regional, nasional, maupun internasional terutama dalam upaya peningkatan kinerja tridharma perguruan tinggi.

(40)

135 2. Membangun sistim informasi yang baik di bidang kerjasama pada tingkat universitas dan unit kerja baik menyangkkut aspek yang dikerjasamakan maupun dari nilai yang dikerjasamakan (in cash dan in-kind), sehingga seluruh kerjasama dapat terpantau dengan jelas.

7. Anggaran dan Aktiva Tetap

7.1. Anggaran

Gambar V.31. DIPA Undana (Rupiah Murni dan PNBP) dalam 3 titik waktu

Anggaran Undana baik yang bersumber dari Rupiah Murni maupun PNBP mengalami peningkatan , dimana Rupiah Murni meningkat dari 12, 8 M pada tahun 2005 naik menjadi 109,88 M pada tahun 2009 (758 % %) dan naik lagi menjadi 209,10 M pada tahun 2013 atau meningkat 90,28 % sedangkan PNBP meningkat dari 8,86 M pada tahun 2005 menjadi 36,85 M pada tahun 2009 ( 315,77 %) dan naik menjadi 52,65 M pada tahun 2013 atau meningkat 42,83 %. Peningkatan anggaran Rupiah Murni selain karena peningkatan belanja gaji untuk Dosen dan tenaga kependidikan tetapi juga karena peningkatan belanja

(41)

136 barang dan modal seperti peralatan laboratorium dan pembangunan gedung baru. Peningkatan PNBP Undana tidak terlepas dari upaya Undana untuk meningkatkan student body mahasiswa melalui pembukaan prodi (S1, S2, S3) dan fakultas baru di Undana.

Gambar V.32. Persentase Realisasi Anggaran (Rupiah Murni dan PNBP) tahun 2008-2013 Realiasi anggaran dari tahun 2008-2012 khususnya dana PNBP masih rendah masing-masing 76,86 %, 62,4 %, 72,07 %, 78,78 %, dan 80,85 %, sedangkan serapan anggaran rupiah murni lebih tinggi dibanding PNBP. Adapun persentase realisasi anggaran rupiah murni masing-masing 95,79 %, 93,03 %, 98,18 %, 98,61 %, dan 94,04 %.

(42)

137

7.2. Aktiva Tetap

Gambar V.33. Jumlah Aktiva Tetap (Aset Tetap) Undana dalam 3 titik waktu

Aktiva tetap atau kekayaan universitas mengalami peningkatan yang drastis, dimana dari total aktiva tetap sebanyak 101,2 M pada tahun 2005 meningkat menjadi 370,8 M pada tahun 2009 atau meningkat 266,4 %, dan mengalami peningatan lagi pada tahun 2013 mencapai 677,7 M atau meningkat 82,77 %.

(43)

138 Gambar V.34. Nilai Aktiva Tetap Dominan dalam 3 titik waktu

Beberapa jenis aktiva yang mengalami peningkatan signifikan adalah gedung dan bangunan, pada tahun 2005 nilai aktiva gedung dan bangunan sebesar 31,28 M dan meningkat pada tahun 2009 menjadi 38 M atau naik 21,48 % dan pada tahun 2013 meningkat drastis menjadi 373,26 M atau naik 882,26 %, peralatan lab. Kedokteran dari 102,17 juta pada tahun 2005 mengalami peningkatan menjadi 1,86 M pada tahun 2009 atau naik 1.724,41 %, dan pada tahun 2013 meningkat drastis menjadi 46,33 M atau naik 2.390,86 %, peralatan lab dan pendidikan pada tahun 2005 memiliki nilai aktiva tetap sebesar 6,69 M meningkat menjadi 9,39 M pada tahun 2009 atau naik 40,36 % dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan yang drastis menjadi 79,62 M atau naik 747,92 %, dan tanah dari nilai aktiva tetap tahun 2005 sebesar 44,99 M meningkat menjadi 61,74 M pada tahun 2009 atau meningkat 37,23 %, dan pada tahun 2013 meningkat menjadi 78,04 M atau

(44)

139 meningkat 26,40 %. Peningkatan nilai aktiva tetap Undana sangat bermakna karena salah satu pertimbangan dalam menetapkan anggaran selain dari jumlah mahasiswa, sehingga diharapkan ke depan Undana terjadi korelasi yang positif antara kenaikan aktiva tetap dengan jumlah DIPA Undana yang bersumber dari rupiah murni.

Berdasarkan capaian program dibidang anggaran dan Aktiva Tetap, masih ditemukan kendala yang perlu dibenahi, antara lain :

1. Walaupun sumber dana PNBP mengalami peningkatan, tetapi terjadi kecenderungan menurun pada 2 tahun terakhir, akibat pemberlakuan uang kuliah tunggal.

2. Ditengah keterbatasan dana untuk pengembangan Undana, namun realisasi anggaran khususnya PNBP masih rendah.

3. Belum berkembangnya sumber penerimaan lain selain mahasiswa, sehingga berpengaruh terhadap PNBP Undana.

Berdasarkan kendala program dibidang keuangan, maka beberapa aspek pengembangan berkelanjutan antara lain :

1. Pembinaan terhadap pengelola di bidang keuangan baik di tingkat universitas maupun di tingkat unit kerja, sehingga mampu memahami dan mengikuti perkembangan regulasi di bidang pengelolaan keuangan yang terus mengalami perubahan.

2. Optimalisasi pemanfaatan dana yang tersedia sesuai dengan prioritas pengembangan Undana.

3. Menggagas berbagai program yang mampu menyerap anggaran terutama dana PNBP yang serapan anggarannya masih rendah (80 %) pada tahun 2012.

4. Merancang dan menggali berbagai sumber pendanaan baru selain dari mahasiswa untuk mendukung pengembangan Undana ke depan.

5. Melaksanakan sistim pengendalian dan pengawasan internal terutama di bidang keuangan dan aset.

(45)

140 BAB VI

P E N U T U P

Mengakhiri memori pertanggungjawaban ini, disampaikan beberapa hal yang perlu dibenahi lebih lanjut, yaitu :

1. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Dalam 2 periode kepemimpinan kami (2005-2013), telah melakukan pengembangan berbagai sarana dan prasarana pendidikan antara lain Gedung Kuliah dan Kantor Rektorat yang refresentatif, gedung laboratorium, namun dengan waktu yang singkat dan kompelksnya masalah ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan di Undana, maka ke depan masih diperlukan kerja keras untuk melanjutkan yang merupakan rintisan saat ini yaitu tersedianya gedung audotorium, studio center, rumah sakit pendidikan, dan revitalisasi gedung di kampus lama.

2. Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia.

Sumber daya manusia merupakan kebutuhan vital sebuah organisasi termasuk Undana, untuk itu program pembinaan dan pengembangan perlu terus dilakukan baik tenaga kependidikan maupun tenaga akademik untuk meningkatkan kompetensinya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya melalui program pelatihan maupun studi lanjut.

3. Pengembangan dan Pemantapan kurikulum.

Kurikulum sebagai perangkat lunak dalam menghasilkan output Undana yang berkualitas, maka perlu dilakukan pengembangan yang mengacu pada perkembangan kebutuhan stakeholders. Pola Ilmiah Pokok Undana perlu diintegrasikan dalam kurikulum untuk semua bidang ilmu yang ada.

4. Pengembangan sistem informasi dan manajemen Undana melalui pengambangan e-campus.

Dalam era globalisasi saat ini, informasi berjalan cepat, maka Undana sebagai lembaga ilmiah, dituntut untuk mengikuti berbagai perkembangan yang cepat baik untuk dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan.

(46)

141 5. Reinstalasi jaringan listrik di kampus baru Undana.

Fasilitas listrik merupakan kebutuhan vital di Undana untuk mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan, untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik, maka semua jaringan yang sudah lebih dari dua puluh tahun perlu dilakukan reinstalasi.

6. Persiapan pembukaan fakultas dan program studi baru.

Kebutuhan akan sumber daya yang berkualitas untuk menangani berbagai permasalahan yang semakin kompleks, maka Undana perlu mengembangkan berbagai fakultas dan program studi baru baik pada jenjang S1, S2 dan S3, sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang handal sesuai perkembangan kebutuhan stakeholders.

7. Peningkatan jaringan kerja sama baik lokal, nasional, dan internasional. Dalam rangka pengembangan Undana sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, maka perlu terus untuk menjaring berbagai kerja sama baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional untuk pengembangan Undana baik aspek fisik maupun non fisik.

8. Pemeliharaan dan Optimalisasi Pemanfaatan Fasilitas.

Fasilitas yang tersedia saat ini perlu dipelihara dan dioptimalkan pemanfaatannya untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Undana.

Melalui memorandum ini dapat ditemukenali apa yang telah kita lakukan untuk pengembangan Undana, apa saja yang telah kita capai sebagai wujud kontribusi kita masing-masing, kendala apa saja serta langkah apa saja yang mestinya kita akan lakukan untuk memajukan Undana sehingga mampu berdiri sejajar dengan perguruan tinggi di Indonesia minimal di Kawasan Timur Indonesia.

Ke depan tugas kita tidaklah semakin ringan tetapi juga kita tidak sementara berpikir untuk menghindarkan diri atau pasrah dengan kondisi kita sekarang, melainkan dibutuhkan suatu kerja keras, kreatif, sistematik, cermat, cerdas, dan tepat dalam mengelola berbagai persoalan yang kita hadapi sebagai suatu tantangan yang dapat

(47)

142 memotivasi kita untuk memberikan apa yang terbaik dari kita masing-masing sebagai warga Undana dalam mendukung kemajuan Undana.

Tantangan dan permasalahan yang semakin besar dan mengglobal sebagai akibat perkembangan yang semakin cepat dan tuntutan pembangunan yang semakin kompleks diperlukan pemikir-pemikir yang cepat dan tanggap dalam melakukan langkah stategis sebagai bentuk respons secara cepat dan tepat terhadap kondisi perubahan yang ada, untuk itu kita sebagai sivitas akademika dituntut untuk selalu membangun komitmen dan kerjasama yang baik dari semua elemen, sehingga Undana memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan negara terutama untuk pembangunan di wilayah Nusa Tenggara Timur yang kita cintai.

Menyadari bahwa apa yang dicapai Undana saat ini sebagai dukungan yang tulus dari berbagai pihak khsususnya sebagai civitas akademika, maka kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada :

4. Senat Universitas yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk memimpin Undana selama 2 periode kepemimpinan. Tidak dipungkiri bahwa telah banyak hal yang telah diberikan kepada kami (saran dan kritikan) tentu semuanya itu untuk kemajuan Undana sebagi rumah kita.

5. Pimpinan Unit kerja di Lingkungan Undana baik pada periode pertama maupun pada periode kedua kepemimpian kami, yang telah memberikan kontribusinya sesuai tugas dan fungsinya dalam membangun koordinasi selama ini, sehingga berbagai program dapat kita nikmati hasilnya.

6. Seluruh sivitas akademika atas dukungan dan kerjasama yang telah terbina selama kurang lebih 8 tahun atau selama 2 periode kepemimpinan kami, sehingga kita dapat menyaksikan beberapa perubahan kecil namun besar artinya untuk eksistensi dan kemandirian Undana sebagai suatu lembaga ilmiah. Berangkat dari semua keterbatasan yang dimiliki Undana, kita telah berada pada jalur yang tepat untuk bergerak maju ke depan dan ini tidak terlepas dari kontribusi setiap kita yang telah berkomitmen membangun Undana sebagai salah

(48)

143 satu perguruan tinggi yang dapat disejajarkan dengan perguruan tinggi lain yang telah maju.

(49)

144

Gambar

Gambar V.1. Daya tampung, Peminat dan Mahasiswa yang diterima dalam 3 titik waktu
Gambar V.2. Student Body mahasiswa S1 dalam 3 titik waktu
Gambar V.3. Student Body Mahasiswa PPs dalam 3 titik waktu
Gambar V.4. Lama Studi dan IPK Lulusan S1 dalam 3 titik waktu
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pengertian pengadaan barang atau jasa pemerintah menurut Pasal 1 angka 1 Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana

Dari kenyataan diatas penulis memandang penelitian ini sangat perlu dilakukan dengan beberapa pertimbangan: Pertama, pendidikan karakter di sekolah atau madrasah

Penetasan adalah perubahan intracapsular (tempat yang terbatas) ke fase kehidupan (tempat luas), hal.. ini penting dalam perubahan- perubahan morfologi hewan. Penetasan

Tujuan : Mengetahui hubungan riwayat BBLR, riwayat ISPA, riwayat diare, asupan protein, asupan seng dan kejadian stunted pada anak usia 7-24 bulan di Desa Hargorejo,

sedang dilakukan sekarang ini, akan tetapi penelitian yang akan diteliti oleh penulis terfokus pada peran lingkungan kerja serta fasilitas-fasilitasnya dalam

Apabila dikaitkan antara proyeksi pendapatan daerah dengan proyeksi belanja daerah Kabupaten Barru, maka jumlah pendapatan yang ada tidak mencukupi untuk mendanai

Berdasarkan model spektrum konflik, salah satu tujuan dari kaji ulang pertahanan struktural menilai apakah postur pertahanan yang ada dapat digelar untuk melakukan

Hasil pengujian untuk kasus keracunan di sebuah sekolah sudah jelas bahwa keracunan timbul dari si pembuat nasi kuning walaupun penjual dalam hal ini adalah kantin