33 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1. Tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP ITUS Jalaksana yang beralamat di Jl. Pajajaran No. 1A Desa Peusing Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan. 3.1.2. Waktu penelitian
Penelitian dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, pengolahan sampai penulisan laporan selama penelitian, dengan perincian sebagai berikut :
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian No. Kegiatan Penelitian Bulan I II III IV 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persiapan 2 Pelaksanaan/ pengumpulan data 3 Pengolahan data 4 Penyusunan laporan
3.2. Metode dan Desain Penelitian 3.2.1. Metode penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran inkuiri terhadap motivasi belajar matimatika siswa, maka peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif yang bersifat eksperimen dan menggunakan rumus statistik. Sedangkan jenis penelitian ini dengan menggunakan metode eksperimen.
3.2.2. Desain penelitian 1) Secara sempit
Secara sempit, desain penelitian sering ditafsirkan sebagai suatu proses merncanakan percobaan, sehingga hasil yang diperoleh dari percobaan ini dapat memecahkan masalah secara mantap (Nazir, 2011: 84). Dalam melakukan suatu penelitian sangat perlu dilakukan perencanaan penelitian agar penelitian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan sistematis.Pada penelitian ini berusaha untuk menemukan ada tidaknya pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VIII SMP ITUS Jalaksana Kabupaten Kuningan. Variabel dalam penelitian ini adalah pengaruh penerapan metode pembelajaran inkuiri sebagai variabel bebas (X) terhadap motivasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y), hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
X Y
Keterangan :
X : Pengaruh penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran matematika
Y : Motivasi belajar siswa
: Hubungan yang menunjukan pengaruh
Untuk desain penelitian ini, peneliti mengambil paradigma the
Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design yang termasuk
kedalam Quasi Experientmental (Karunia et al., 2015: 121). Paradigma dalam desain penelitian Posttest-Only Control Group Design diilustrasikan sebagai berikut :
X O
O
Keterangan : X = Perlakuan kelas yang diberikan variabel independen O = Postest (variabel dependen yang diobservasikan) 2) Desain Secara luas
Desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti akan dapat memperoleh jawab untuk pertanyaan-pertanyaan penelitian. Rencana itu merupakan suatu skema menyeluruh yang mencakup program penelitian. Disini terangkum paparan mengenai hal-hal yang akan dilakukan oleh peneliti mulai dari penulisan hipotesis dan implikasi operasional hipotesis tersebut, sampai pada analisis akhir terhadap data (Kerlinger, 1993: 483).
Menurut Nazir (2011: 84) bahwa desain penelitian bukan saja memberikan proses perencanaan, tetapi juga mencakup langkah-langkah yang berurutan, menyeluruh, komplit dibuat lebih dahulu, seta cara pelaksanaan percobaan, supaya peneliti yakin bahwa data yang diperoleh dapat dianalisis secara objektif dan dapat digunakan untuk mengadakan suatu interferensi yang valid berkenaan dengan masalah yang sedang diselidiki.
Dari uraian di atas maka dapat dikatakan bahwa, desain penelitian merupakan semua proses penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam melaksanakan penelitian mulai dari persiapan, pelaksanaan penelitian sampai dengan penulisan laporan penelitian yang dilakukan pada waktu tertentu. Berikut penulis paparkan rincian tahapan penelitian.
a. Tahap persiapan, meliputi :
1) Memilih masalah dan judul penelitian; 2) Studi pendahuluan yang tujuannya untuk :
a) Mengetahui penelitian yang pernah dilakukan dan beberapa variabelnya sama dengan variabel yang akan diteliti dan nantinya sebagai bahan penelitian yang relevan; dan
b) Mengetahui teori-teori/konsep-konsep/pendapat para pakar di bidang yang akan diteliti. Data-data tersebut nantinya akan dijadikan bahan penelitian tentang deskripsi teoritik.
c) Menyusun proposal, daftar seminar, seminar, revisi proposal sesuai arahan narasumber kemudian meminta ACC kepada narasumber;
d) Daftar untuk meminta SK penunjukan pembimbing dan penelitian;
3) Konsultasi dengan pembimbing beserta pengajuan IPD untuk uji coba, revisi IPD, dan ACC;
4) Mendatangi sekolah sasaran penelitian, dengan maksud mengenalkan diri dengan menyerahkan surat pengantar dan menemui guru matematika untuk mengatur jadwal penelitian; dan 5) Mengolah data hasil uji coba untuk menguji validitas dan
reliabilitas IPD, konsultasi dengan pembimbing, revisi, dan ACC pembimbing;
b. Tahap pelaksanaan/pengumpulan data, yaitu penggalian informasi baik melalui penyebaran kuesioner, mengadakan tes, wawancara dan data-data lainnya yang diperlukan dalam penelitian.
c. Tahap pengolahan data, meliputi editing data, klasifikasi data, penyusunan koding data/coding book, entri data, menghitung data baik manual/computerize (SPSS, Anates dsb) dan menarik kesimpulan sementara. Dikatakan sementara karena kesimpulan pada tahap ini hanya mencocokkan dan memeriksa kesesuain hasil perhitungan dengan rumus-rumus yang telah disebutkan pada Bab III (teknik analisis data). Selain itu juga untuk mengetahui kesesuaian dengan rumusan masalah.
d. Tahap penelitian laporan hasil penelitian, yakni menyusun laporan secara lengkap dari Bab I sampai dengan Bab V.
3.3. Populasi dan Sampel 3.3.1. Populasi
Menurut Arikunto (2010: 173), populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Dalam penelitian ini populasinya adalah semua kelas VIII SMP ITUS Jalaksana Kabupaten Kuningan. Dinyatakan dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut
Tabel 3.2 Jumlah Siswa
No Nama Kelas Populasi
1 VIII A 23 siswa 2 VIII B 22 siswa 3 VIII C 22 siswa 4 VIII D 23 siswa 5 VIII E 22 siswa Jumlah 134 siswa
Sumberdata : Kantor TU SMP ITUS Jalaksana Tahun Ajaran 2015/2016
3.3.2. Sampel
Menurut Riduwan (2005: 56), sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster
random sampling, yaitu pengambilan secara acak/random tanpa pandang bulu
dengan cara mengundi. Karena setiap kelas dianggap memiliki siswa yang heterogen dengan tingkat yang sama, maka dapat disimpulkan bahwa populasi memiliki ciri yang homogen, sehingga dari populasi yang tersebar dalam 5 kelas, peneliti mengambil 3 kelas sebagai sampel penelitian sebagai kelas uji coba, kelas eksperimen, dan kelas kontrol.
3.4. Teknik Pengumpulan Data
3.4.1. Instrumen pengumpulan data
Instrumen penelitian ini menggunakan angket. Angket tersebut digunakan pada variabel bebas ( metode inkuiri) dan varibel terikat (motivasi belajar). Instrumen yang berupa angket ini masing-masing berisi 25 item pernyataan yang terdiri dari pernyataan positif dan negatif dengan 5 pilihan alternatif jawaban yang disajikan dengan menggunakan skala Likert. Skala
Likert adalah salah satu model untuk mengukur sikap yang dikembangkan
oleh Likert. Dalam skala Likert alternatif jawabannya adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Tahu (TT), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju
(STS). Skor untuk pernyataan positif adalah SS = 5, S = 4, TT = 3, TS = 2, dan STS = 1 sedangkan untuk pernyataan negatif adalah SS = 1, S = 2, TT = 3, TS = 4, dan STS = 5.
Tabel 3.3
Skor skala likert yang digunakan dalam angket
Keterangan Skor Positif (+) Skor Negatif (-)
Sangat Setuju (SS) 5 1
Setuju (S) 4 2
Tidak Tahu (TT) 3 3
Tidak Setuju (TS) 2 4
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5
Pengolahan data untuk setiap butir pernyataan, rumus yang digunakan adalah :
Keterangan : p = prosentase jawaban f = Frekuensi Jawaban
n = Banyak Responden
(Riduwan, 2008 : 29)
Tabel 3.4
Kriteria Prosentase Angket
No Skor (%) Kriteria 1 0 % - 20 % Sangat Lemah 2 21 % - 40 % Lemah 3 41 % - 60 % Cukup 4 61 % - 80 % Kuat 5 81 % - 100 % Sangat Kuat
3.4.2. Definisi Konseptual
a. Penerapan metode Inkuiri (X)
Inkuiri yang dalam bahasa Inggris “Inquiry” berarti pertanyaan, atau pemeriksaan, penyelidikan. Inkuiri sebagai proses umum yang dilakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi.
Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran yang merangsang keterampilan berpikir ilmiah peserta didik yang juga berperan sebagai subyek belajar, sehingga dalam proses pembelajaran ini peserta didik lebih banyak belajar sendiri dan dapat megembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah.
b. Motivasi belajar (Y)
Motivasi belajar adalah dorongan yang terdapat dalam diri siswa untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam mencapai tujuan tertentu.
3.4.3. Definisi Operasional
a. Penerapan metode Inkuiri (X)
Penerapan metode inkuiri merupakan skor total yang diperoleh dari jawaban responden terhadap kuesioner yang telah disebarkan.
b. Motivasi belajar (Y)
Motivasi belajar siswa pada mata pelajran matematika adalah skor total yang diperoleh siswa setelah mengisi kuesioner.
3.4.4. Kisi-kisi Instrumen
Kisi-kisi instrumen merupakan pedoman untuk menyelesaikan penyusunan instrumen pengumpulan data. Penyusunan instrumen tersebut mengacu pada aspek-aspek dan indikator-indikator dari setiap variabel sebagaimana telah dijelaskan pada bab II (deskripsi teoritik). Aadapun kisi-kisi instrumen bentuk angket terhadap penerapan metode inkuiri dan kisi-kisi-kisi-kisi bentuk angket motivasi belajar matematika siswa dapat dilihat pada lampiran B1 hal 168
3.4.5. Uji coba instrumen
Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket. Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebiasaan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan persepsinya. Kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan.
Sebelum angket disebarkan, maka terlebih dahulu dilakukan uji coba dengan maksud untuk mengetahui gambaran tentang terpenuhi atau tidaknya syarat instrumen yang baik. Instrumen ini akan diujicobakan pada siswa kelas VIII SMP ITUS Jalaksana yang tidak termasuk dalam daftar responden. Para siswa ini juga diberikan perlakuan dengan menerapkan metode inkuiri di kelas. Setelah itu, angket atau kuesioner disebarkan untuk mengetahui respon terhadap perlakuan tersebut. Hasil uji coba tersebut kemudian diolah untuk menguji tingkat validitas dan reliabilitas. Menurut Arikunto (2013: 211) instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel.
a. Validitas 1) Validasi ahli
Validitas isi merupakan pengukuran kualitas ketepatan suatu instrumen dalam memberi cakupan isi yang sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian.Validitas dalam penelitian ini adalah berupa instrumen tes matematika yang telah dibuat oleh peneliti yang kemudian divalidasi oleh ahli untuk dinilai dari segi isi.
Hasil dari expert judgment kemudian dianalisis untuk mendapatkan indeks ratio validitasnya melalui perhitungan Content
Validity Ratio (CVR). Dimana CVR sejumlah ahli diminta untuk
memeriksa dan memberikan penilaian setiap pernyataan pada instrumen angket. Penilaian terdiri dari tiga alternatif, yaitu nilai 3 jika pernyataan tertentu bisa dipakai (P), nilai 2 jika pernyataan tertentu
harus direvisi (R), dan nilai 1 jika pernyataan tertentu harus dibuang (B). Untuk menghitung CVR dapat ditentukan dengan rumus yang diungkapkan oleh Lawshe (1975: 567) yaitu :
Keterangan:
CVR : Content Validity Ratio N : Banyaknya validator/ahli
Ne : validator yang menyatakan setuju
Tabel 3.5
Jumlah Panelis Indeks CVR Minimum
2 1 5-7 0,99 8 0,85 9 0,78 10 0,62 15 0,49 25 0,37
Indeks CVR Minimum Menurut Lawshe dalam a quantitative
approach content validity (1975: 586)
Instrumen yang telah divalidasi isi oleh ahli kemudian dihitung menggunakan rumus CVR. Adapun perhitungan untuk soal No 1 tiap instrumennya adalah:
a) Angket metode Inkuiri
Perhitungan validasi ahli oleh dua orang validator untuk butir soal Nomor 1 menggunakan perhitungan rumus CVR, adapun perhitungannya yaitu:
Perhitungan menggunakan CVR untuk soal Nomor 1 diperoleh indeks . Berdasarkan indeks CVR minimum menurut Lawshe untuk jumlah panelis 2 validator ahli nilai untuk indeks CVR minimumnya adalah 1, maka soal Nomor 1 dapat dinyatakan valid.
Setelah dilakukan perhitungan secara manual untuk butir soal Nomor 2 25 diperoleh indeks CVR untuk jumlah panelis 2 validator ahli nilai untuk indeks CVR minimumnya adalah 1, maka butir soal Nomor 1 25 dapat dinyatakan valid.
b) Angket motivasi belajar
Perhitungan validasi ahli oleh dua orang validator untuk butir soal Nomor 1 menggunakan perhitungan rumus CVR, adapun perhitungannya yaitu:
Perhitungan menggunakan CRV untuk soal Nomor 1 diperoleh indeks . Berdasarkan indeks CRV minimum menurut Lawshe untuk jumlah panelis 2 validator ahli nilai untuk indeks CRV minimumnya adalah 1, maka soal Nomor 1 dapat dinyatakan valid.
Setelah dilakukan perhitungan secara manual untuk butir soal Nomor 2 25 diperoleh indeks CVR untuk jumlah panelis 2
validator ahli nilai untuk indeks CVR minimumnya adalah 1, maka butir soal Nomor 1 25 dapat dinyatakan valid.
2) Validasi konstruk
Pengujian validitas sebagai suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instrument. Suatu instrument yang valid mempunyai validitas yang tinggi. Untuk menguji tingkat validitas butir soal, peneliti menggunakan rumus korelasi yang dikemukakan oleh Pearson, dikenal dengan rumus korelasi Product Moment sebagai berikut (Arikonto, 2013: 213):
Keterangan:
rxy : Koefisien korelasi. N : Jumlah subjek atau responden.
X : Skor butir.
Y : Skor total.
Hasil perhitungan rxy dibandingkan dengan rtabel Product Moment
dengan taraf signifikansi 5%. Jika rxy > rtabel maka item tersebut valid.
Menurut Mulyasa (2009: 59) dalam suatu instrument dikatakan valid atau tidak dapat diketahui dengan melihat dari indeks korelasinya pada tabel berikut
Tabel 3.6
Makna Koefisien Korelasi Product Moment
Angka Korelasi Makna
0,91–1,00 Sangat tinggi 0,71–0,90 Tinggi 0,41–0,70 Cukup 0,21–0,40 Rendah 0,00–0,20 Sangat Rendah
2 2
2
2
xy r
Y Y N X X N Y X XY NSetelah melakukan uji coba instrumen pada kelas VIII A pada sekolah yang sama, kelas yang dipilih tersebut karena memiliki karakteristik yang sama dengan sampel penelitian. Berikut hasil uji coba instrumen:
Tabel 3.7
Hasil Uji Coba Angket Motivasi Belajar Siswa No Butir
Soal Korelasi (r) Valid/Invalid Keterangan
1 0.639 Valid Sedang 2 0.607 Valid Sedang 3 0.767 Valid Tinggi 4 0.598 Valid Sedang 5 0.812 Valid Tinggi 6 0.571 Valid Sedang 7 0.605 Valid Sedang 8 0.602 Valid Sedang 9 0.553 Valid Sedang 10 0.809 Valid Tinggi 11 0.615 Valid Sedang 12 0.805 Valid Tinggi 13 0.651 Valid Sedang
14 0.052 Invalid Sangat Rendah
15 0.803 Valid Tinggi
16 0.852 Valid Tinggi
17 0.042 Invalid Sangat Rendah
18 0.861 Valid Tinggi 19 0.596 Valid Sedang 20 0.867 Valid Tinggi 21 0.285 Invalid Rendah 22 0.847 Valid Tinggi 23 0.636 Valid Sedang 24 0.276 Invalid Rendah
25 -0.166 Invalid Sangat Rendah
Berdasarkan tabel diatas dari 25 butir soal terdapat 20 butir soal yang valid yaitu nomer 1, 2, 3, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 19, 20, 22, dan 23. Terdapat 5 butir soal yang tidak valid yaitu nomer 14, 17, 21, 24 dan 25.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas instrument adalah ketetapan atau keajegan suatu instrument. Dalam penelitian ini reliabilitas instrument diukur dengan menggunakan rumus Alpha, yaitu sebagai berikut:
r11 = 2 2 1 1 t b k k (Baskoro, 2013: 113) Keterangan: r11 : Reliabilitas instrumen k : Banyaknya butir soal
b2 :Varians tiap butir soal t2
: Varians total
Dimana, menurut Muhidin dan Abdurahman (2003: 38) :
b2 =
N N X X 2 2 ,
N N Y Y T 2 2 2 Menurut Suherman (1990: 176), derajat reliabilitas adalah sebagai berikut:
0,00 <rxy≤ 1,20 = reliabilitas sangat rendah
0,20 <rxy ≤ 0, 40 = reliabilitas rendah
0,40 <rxy ≤ 0, 60 = reliabilitas sedang
0,60 <rxy ≤ 0, 80 = reliabilitas tinggi
0,80 <rxy ≤ 1, 00 = reliabilitas sangat tinggi
Setelah menghitung tahap pertama kemudian dilakukan tahap selanjutnya yaitu uji reliabelitas dengan menggunakan SPSS 22 didapat hasilnya sebagai berikut:
Tabel 3.8
Uji Coba Instrumen Tahap Uji Reliabelitas
Cronbach's Alpha N of Items
.958 20
Karena Alpha Cronbach’s lebih dari sama dengan 0,80 maka kriteria reliabelitasnya sangat tinggi berarti data hasil instrumen angket dapat dipercaya.
3.5. Teknik Analisis Data
Setelah semua data terkumpul, maka tahapan selanjutnya adalah menganalisis data untuk mencari korelasi antara strategi pembelajaran questioning dengan kemampuan berpikir kritis siswa. Adapun langkah-langkah untuk menganalisis data sebagai berikut :
3.5.1. Uji persyaratan analisis a. Uji normalitas
Untuk menguji kenormalan data akan dilakukan dengan menggunakan rumus Chi-kuadrat:
∑ (Subana, 2005: 124) Keterangan:
: Chi Kuadrat
fo : frekuensi yang diperoleh dari sampel fe : frekuensi yang diperoleh dalam sampel
Ketentuan dalam uji normalitas adalah sebagai berikut: Jika nilai Sig. > 0,05 maka data berdistribusi normal
Jika nilai Sig. < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal
b. Uji homogenitas
Rumus yang digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang digunakan dalam penelitian homogen atau tidak. Maka rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
(Subana, 2005: 161)
Apabila maka data bersebut bervarians homogen
3.5.2. Uji hipotesis a. Uji korelasi
Kegunaan uji Pearson Product Moment atau analisis korelasi adalah untuk mencari hubungan variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) dan data berbentuk interval. Rumus yang digunakan adalah:
r =
∑ ∑ ∑√{ ∑ ∑ } { ∑ ∑ } (Subana, 2005: 148)
Keterangan:
n : banyaknya data
r : korelasi Pearson Product Moment X : hasil tes variabel terikat
Y : hasil tes variabel bebas
Korelasi Pearson Product Moment dilambangkan (r) dengan ketentuan nilai r tidak lebih dari harga (1 r +1). Apabila nilai r = -1 artinya korelasinya negative sempurna; r = 0 artinya tidak ada korelasi; dan r = 1 berarti korelasinya sangat kuat.
Sugiono (2010) juga merumuskan untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan tersebut besar atau kecil maka dapat berpedoman pada ketentuan sebagai beikut:
Tabel 3.9
Pedoman Insterpretasi Terhadap Koefisien Korelasi Interval koefisien Tingkat hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,00 Sangat Kuat b. Uji t
Rumus yang digunakan dalam uji hipotesis adalah uji t dengan rumus sebagai berikut (Riduwan, 2008: 231) :
Keterangan :
b : koefisien regresi sb : standar error
Dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Merumuskan hipotesis
Ho : Tidak ada pengaruh penerapan metode pembelajaran inkuiri terhadap
motivasi belajar matematika siswa
Ha : Ada pengaruh penerapan metode pembelajaran inkuiri terhadap motivasi belajar matematika siswa
2) Menentukan taraf nyata (α)
Taraf nyata yang digunakann biasanya 5% (0,05) atau 1% (0,01) untuk uji satu arah.
3) Menghitung ttabel
Nilai ttabel memiliki derajat kebebasan (db) n – 2 4) Menentukan thitung
5) Kriteria pengujian
Ho diterima jika thitung < ttabel Ha ditolak jika thitung > ttabel
3.6. Hipotesis Statistik
Dalam penelitian yang berjudul pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VIII SMP ITUS Jalaksana, maka hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut :
H0 :µx = µy Ha : µx ≠ µy Keterangan :
H0 : µx = µy; artinya bahwa tidak ada pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VIII SMP ITUS Jalaksana.
Ha : µ x≠ µy; artinya bahwa ada pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VIII SMP ITUS Jalaksana.