BAB III.
METODE PENELITIAN
A. Bentuk dan Strategi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penggunaan studi kasus memiliki beberapa keuntungan, yaitu (Mulyana, 2012): pertama, dapat menyajikan pandangan dari subyek yang diteliti. Kedua, menyajikan uraian yang menyeluruh yang mirip dengan apa yang dialami pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, merupakan sarana efektif untuk menunjukkan hubungan antara peneliti dengan informan. Keempat, dapat memberikan uraian yang mendalam yang diperlukan bagi penilaian atau trasferabilitas. Pilihan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, memungkinkan untuk mengetahui secara mendalam tentang pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh PT Antam serta dinamika stakeholder dalam kegiatan tersebut.
B. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini mengacu pada program kegiatan pembangunan sarana air bersih di 2 lokasi. Lokasi pertama adalah di Desa Cisarua dan Malasari. Lokasi kedua di Desa Bantar Karet. Ketiga desa tersebut terletak di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Lokasi ini dipilih dengan beberapa alasan. Pertama, berkurangnya ketersediaan air bersih akibat kegiatan penambangan secara formal dan modern yang dilakukan oleh PT Antam, maupun secara informal dan tradisional oleh penduduk. Kedua, PT Antam telah mengimplementasikan CSR di Kecamatan Nanggung dengan pembangunan sarana air bersih. Ketiga, pembangunan sarana air bersih termasuk salah satu proyek CSR PT Antam yang mengalokasikan dana besar. Keempat, pengelolaan sarana air bersih belum dapat dinikmati secara adil dan merata oleh rumah tangga sasaran.
Dalam proses pengumpulan data, peneliti menghadapi beberapa hambatan. Hambatan penelitian dapat dikelompokkan dalam hambatan geografis, networking, komunikasi dan substantif. Hambatan geografis menyangkut lokasi penelitian berupa wilayah pegunungan di Kabupaten Bogor yang bercurah hujan tinggi hampir sepanjang tahun. Pemukiman termasuk The isolated farm type (Landis, 1948), di mana jarak pemukiman berjauhan. Sarana jalan sempit, bergelombang dan licin, dengan ojek sebagai satu-satunya transportasi umum yang tersedia. Hambatan fisik
sudah diketahui peneliti ketika melakukan penelitian awal dalam rangka penyusunan proposal. Namun saat itu peneliti hanya masuk sampai ke desa terdepan.
Hambatan networking menyangkut jaringan yang dapat dimanfaatkan untuk masuk ke lokasi penelitian. Teman yang semula bersedia menjadi jembatan masuk ke desa dan perusahaan terputus karena rencana untuk menggarap proyek revitalisasi manajemen pengelolaan air di Leuwiliang dimana peneliti akan dilibatkan, batal dilaksanakan. Ternyata Bapak Yolan yang merupakan kontak person PT ANTAM UBPE Pongkor telah ditarik ke kantor Pusat PT ANTAM di Jakarta. Akhirnya, peneliti masuk ke lokasi dibantu 2 orang alumni Unas yang pernah tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Melalui jaringan kepolisian yang dimilikinya, akhirnya diijinkan melakukan observasi lapangan. Dengan ijin dari kepolisian, selanjutnya birokrasi di tingkat Desa dan Kecamatan juga memberikan ijin melakukan penelitian.
Hambatan komunikasi terjadi karena pada umumnya warga masyarakat menggunakan bahasa Sunda yang kurang peneliti pahami. Hal ini dapat diatasi karena kebetulan mahasiswa berasal dari suku Sunda yang masih sering menggunakan bahasa Sunda. Komunikasi dengan bahasa Sunda membuat suasana wawancara dan FGD menjadi lebih akrab dan cair. Pada akhir wawancara dan FGD biasanya informan menyediakan diri untuk dilakukan wawancara atau FGD lanjutan.
Hambatan substantif berkaitan dengan keberadaan perusahaan. Realitas menunjukkan bahwa ada interaksi disosiatif antara perusahaan dengan masyarakat khususnya gurandil. Hal ini nampak dalam penggunaan istilah Penambang tanpa ijin (Peti) oleh perusahaan untuk menyebut gurandil. Hal ini membuat perusahaan curiga dengan siapapun yang ingin memperoleh informasi tentang perusahaan. Biasanya perusahaan juga enggan melayani penelitian karena merasa tidak menguntungkan bagi kepentingannya. Namun dengan penjelasan yang rasional bahwa penelitian ini tidak akan merugikan perusahaan, akhirnya ijin penelitian diperoleh dari perusahaan. Bahkan perusahaan memberikan data-data penting dan menarik yang sangat bermanfaat untuk menjawab pertanyaan penelitian.
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah orang yang paham mengenai apa yang sedang diteliti. Subyek penelitian adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan
informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian (Moleong, 1993). Subyek penelitian ini adalah Perusahaan PT Antam, pemerintah dan masyarakat.
D. Sumber Data Penelitian
Sumber data penelitian ini terdiri dari:
1. Narasumber: masyarakat, perusahaan dan pemerintah.
2. Peristiwa/aktivitas : perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. 3. Benda: alat, gambar, rekaman, dokumen dan arsip.
E. Data Penelitian
Data penelitian ini meliputi data primer yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dan data sekunder yang telah dikumpulkan oleh pihak lain.
Tabel 3.1. Data Penelitian yang Diperlukan No Rincian Data
yang Diperlukan
Sifat Data Sumber Data Pr Sek Kn Kl 1 Kebijakan CSR PT Antam V V V V -Narasumber: perusahaan -Benda: gambar,dokumen,arsip 2 Proses Pemberdayaan masyarakat V V V V -Narasumber: perusahaan, pemerintah,masyarakat. -Peristiwa/aktivitas : menyangkut perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi,
pemanfaatan hasil pemberdayaan. -Benda: alat,gambar,dokumen, arsip. 3 Dinamika peran
stakeholders
V V V V -Narasumber: perusahaan, Pemerintah dan masyarakat. -Peristiwa/aktivitas : menyangkut perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi,
pemanfaatanhasilpemberdayaan. -Benda: alat,gambar,dokumen,arsip. 4 Hasil
Pemberdayaan
V V V V -Narasumber: perusahaan, pemerintah dan masyarakat.
-Benda: alat,gambar,dokumen,arsip. 5 Model pemberdayaan masyarakat pertambangan V V V V -Narasumber: perusahaan, pemerintah, masyarakat.
F. Sampling (Teknik Penentuan Sumber Data)
Informan dipilih melalui purposive sampling, dengan mempertimbangkan tujuan penelitian. Informan dari PT Antam adalah pegawai yang bertanggung jawab
dalam kegiatan CSR. Pemerintah adalah lurah, pegawai kelurahan, dan pegawai kecamatan. Warga masyarakat dipilih dari mereka yang pernah terlibat dalam kegiatan pemberdayaan, atau mengetahui kegiatan tersebut.
Tabel 3.2. Daftar Nama Informan Lokasi Masyarakat Pemerintah
Desa Pemerintah Tingkat Kecamatan Perusahaan Cisarua Malasari 1.Nimin 2.Naim 3.Aping 4.Sadi 5.Mahdi 6.Uwar 7.Jajat 8.Samir 9.Amin 10.Enah 11.Arsenan 12.Encep 13.Muhtadin 14.Imam 15.Samsudin 16.Uwan 17.Ahmad 18.Amir 19.Ibrahim 20.Adek 21.Ahyar 22.Supriyatun 23.Malik 24.Tatang 25.Sastra 26.Robyatul 27.Amir 1.H.Idris 2.Kandar 3.Sukardi 1.Muslim 2.Tirta 1.Purwono 2.Gemmy 3.Arif 4.Imam Bantar Karet 1.Supranoto 2.Ida 3.Rais 4.Subhan 5.Asdi 6.Dahlan 7.Disi 8.Yusef 9.Mukhlis 10.Otong 11. Mukhsin 12.Asep H 13.Muhtadin 14.Ajum 1.Pepen 2.Asep S 3.Suwardi
G. Teknik Pengumpulan Data
Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer maupun data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya yakni dari perusahaan, pemerintah yakni ketua RT/RW, lurah dan camat, serta warga masyarakat. Pengambilan data primer diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD). Data sekunder dengan menggunakan teknik dokumen.
Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung kondisi fisik sarana air bersih di kecamatan Nanggung, tempat tinggal masyarakat dan lingkungan sekitar untuk menggali data tentang karakteristik informan. Di tempat itu diamati bagaimana aktivitas mereka sehari-hari. Tanpa berinteraksi secara mendalam, peneliti tidak akan dapat memahami persoalan yang ada dalam komunitas ini. Sehingga untuk memahaminya peneliti menanyakan arti gejala itu menurut mereka dan memaknainya. Wawancara mendalam dilakukan dengan staf PT Antam tentang upaya pemberdayaan yang dilakukan. Wawancara juga dilakukan dengan anggota rumah tangga untuk menggali data-data pribadi, riwayat hidup dan latar belakang sosial ekonomi mereka serta masalah-masalah yang dihadapi sebelum dan sesudah pemberdayaan. Wawancara mendalam juga dilakukan kepada pemerintah setempat seperti ketua RT/RW, lurah dan aparat kelurahan serta kecamatan. Agar tidak terkesan formal, maka pertanyaan yang diajukan sudah disusun dan dihafal sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan terhadap informasi baru diajukan sepanjang berkaitan dengan tema penelitian. Jika masih ada item pertanyaan yang terlewat atau pengkajian terhadap data-data awal menimbulkan pertanyaan baru, maka dilakukan wawancara lanjutan dengan informan yang bersangkutan. Wawancara dianggap cukup ketika kesimpulan akhir sudah dapat disusun.
FGD merupakan diskusi sebuah kelompok kecil terdiri dari sekitar 5 orang dipimpin oleh moderator (peneliti) dan pencatat hasil diskusi selama sesi berjalan (Krueger, 1994; Irwanto, 2006). FGD melibatkan anggota rumah tangga, digunakan untuk mengetahui pendapat dan partisipasi mereka dalam kegiatan pemberdayaan. FGD dalam penelitian ini dilakukan pada 3 kelompok berdasarkan lokasi tempat tinggal, yaitu di Desa Malasari-Cisarua dan Desa Bantar Karet.Pada awalnya FGD berlangsung formal dan lambat, namun peneliti berusaha membangun keakraban dengan menggunakan beberapa kata berbahasa daerah Sunda. Upaya ini berhasil, dan akhirnya proses FGD dapat berlangsung hangat dan akrab. Dari FGD ini dapat digali
data mengenai upaya warga ketika mengajukan proposal pembangunan sarana air bersih kepada PT Antam hingga disetujui, tentang proses pembangunannya, pengelolaannya, dan hasil yang dapat dinikmati oleh rumah tangga sasaran. Dari FGD juga dapat diketahui harapan warga masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sarana air bersih.
Dokumen digunakan untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang lokasi penelitian di mana kegiatan dilakukan. Dokumen ditelusuri melalui perusahaan, kelurahan dan kecamatan serta warga masyarakat, baik secara langsung maupun on line. Dari penelusuran ini ditemukan tentang Annual Report PT Antam, data monografi Kelurahan dan Kecamatan, laporan pertanggungjawaban pembangunan sarana air bersih di kedua wilayah kegiatan, kondisi fisik bangunan sarana air bersih sejak dari hulu di pusat penampungan hingga ke hilir di rumah tangga sasaran. Dari penelusuran ini peneliti juga dapat melihat penambangan dan pengolahan baik yang dilakukan secara formal oleh perusahaan amaupun secara informal oleh penduduk. Beberapa dokumen ditampilkan dalam naskah disertasi ini untuk melengkapi penjelasan secara tertulis.
H. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data (Validitas Data)
Untuk menjamin keabsahan (validitas) data dalam penelitian ini digunakan triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Moleong, 2002: 178).
Ada 4 jenis triangulasi, yakni triangulasi data/sumber, metode, teori dan ahli. Untuk penelitian ini digunakan triangulasi data dan metode. Triangulasi data yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu data yang diperoleh melalui sumber lain dalam waktu yang berbeda. Triangulasi data dipilih karena di lokasi penelitian terdapat beberapa orang sumber yang memungkinkan untuk diminta menjadi informan.
Sedangkan triangulasi metode adalah membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu data dengan menggunakan berbagai alat pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam, FGD dan dokumen. Dengan beberapa orang sumber, memungkinkan dipilihnya triangulasi metode dengan menggunakan wawancaradan FGD.
Triangulasi data dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan data-data yang diperoleh yakni antara subyek perusahaan dengan pemerintah dan warga masyarakat. Jadi membandingkan antara PT Antam dengan ketua RT, RW, Lurah Camat dan masyarakat. Triangulasi metode membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara dan FGD dengan observasi dan dokumen.
I. Teknik Analisis Data
Stake (1995) mengemukakan empat bentuk analisis data beserta interpretasinya dalam penelitian studi kasus, yakni pengumpulan kategori, interpretasi langsung, membentuk pola, dan generalisasi naturalistik. Penelitian ini menggunakan analisis interpretasi langsung, dimana peneliti melihat pada satu contoh serta menarik makna darinya tanpa mencari banyak contoh. Hal ini merupakan suatu proses dalam menarik data secara terpisah dan menempatkannya kembali secara bersama-sama agar lebih bermakna. Ringkasan metode penelitian yang digunakan dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.
Tabel 3.3. Ringkasan Metode Penelitian Aspek Metode Penelitian
Bentuk dan strategi Penelitian
Kualitatif studi kasus, didukung data kuantitatif. Strategi studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam, menyeluruh dan tuntas mengenai pemberdayaan masyarakat sebagai implementasi CSR.
Lokasi Penelitian
Tiga desa di Kecamatan Nanggung: Cisarua, Malasari, Bantar Karet Subyek Penelitian Perusahaan PT Antam Pemerintah Masyarakat Sumber Data Penelitian Narasumber Peristiwa Benda Pengambilan Sampel
Purposive sampling disesuaikan tujuan penelitian. Teknik
Pengumpulan Data
Pengambilan data primer diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam dan FGD, sedang data sekunder dengan teknik dokumen.
Validitas data
Untuk membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik
analisis data
Bentuk interpretasi langsung, melihat pada satu contoh serta menarik makna darinya tanpa mencari banyak contoh. Hal ini merupakan suatu proses dalam menarik data secara terpisah dan menempatkannya kembali secara bersama-sama agar lebih bermakna.