• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kosmopolitanisme - Humanitarianisme Dan Teori HI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kosmopolitanisme - Humanitarianisme Dan Teori HI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

N

Naammaa :: HHeellgga a YYoohhaanna a SSiimmaattuuppaanngg Kelas/NIM:

Kelas/NIM: Humanitarianisme daHumanitarianisme dan THI (S2 HI (GHD) GMn THI (S2 HI (GHD) GM) / !"/"##$%!/&S&/'$%%) / !"/"##$%!/&S&/'$%%

Kosmopolitanisme Kosmopolitanisme

Ber

Berdasadasarkarkan n defdefiniinisinsinya ya KosKosmopmopoliolitantanismisme e berberasal asal dardari i katkata a CosCosmos mos (wo(worldrld) ) dandan Polities (citizen).

Polities (citizen). “I am citizen of the world”,“I am citizen of the world”, seperti yang pertama kali dikemukakan oleh seperti yang pertama kali dikemukakan oleh seo

seoranrang g fifilsulsuf f YYuunanani ni bebernrnamama a iiogogenenes es of of !i!inonopepe. . PaPahaham m kokosmsmopopololititan an mememimiliklikii  pandangan

 pandangan bahwa bahwa seseorang seseorang tidak tidak perlu perlu memiliki memiliki kewarganegaraan" kewarganegaraan" namun namun lebih lebih sebagaisebagai warga dunia internasional" karena pada hakikatnya dunia ini dimiliki oleh orang#orang yang warga dunia internasional" karena pada hakikatnya dunia ini dimiliki oleh orang#orang yang tinggal di dalamnya" sehingga setiap orang memilik hak dan tanggung $awab yang sama tinggal di dalamnya" sehingga setiap orang memilik hak dan tanggung $awab yang sama terh

terhadaadap p dundunia ia iniini. . %un%unculculnynya a koskosmpompolitalitanismnisme e diadiawalwali i dendengan gan munmunculculnynya a pempemikiikiranran##  pemikiran

 pemikiran dasar dasar yang yang dapat dapat ditelusuri ditelusuri berakar berakar hingga hingga ke ke peradaban peradaban YYuunani nani Kuno Kuno dengandengan  pemikiran

 pemikiran !toisisme#nya !toisisme#nya yang yang seiring seiring dengan dengan ber$alannya ber$alannya waktu waktu berkembang berkembang dan dan akhirnyaakhirnya mem

memuncunculkulkan an sebsebuah uah sistsistem em pempemikiikiran ran yanyang g kemkemudiudian an dindinamaamakan kan kokosmosmopopolitalitanismnisme.e. !toisi

!toisisme menekankan pada adanyasme menekankan pada adanya natunaturalnesralness s of of virtuevirtue dan adanya hubungan antara diri dan adanya hubungan antara diri sendiri dan kepedulian terhadap orang lain. !ecara singkat" !toisisme menekankan pada sendiri dan kepedulian terhadap orang lain. !ecara singkat" !toisisme menekankan pada  pandangan

 pandangan bahwa bahwa hidup hidup sesuai sesuai dengan dengan alamnya. alamnya. &al &al ini ini kemudian kemudian menimbulkan menimbulkan dilemadilema karena apabila manusia harus hidup sesuai dengan alamnya" kemudian manusia tersebut akan karena apabila manusia harus hidup sesuai dengan alamnya" kemudian manusia tersebut akan cenderung memenuhi kebutuhannya sendiri" yang akhirnya akan menimbulkan

cenderung memenuhi kebutuhannya sendiri" yang akhirnya akan menimbulkan  chaos chaos. %aka. %aka di sinilah kemudian !toisisme

di sinilah kemudian !toisisme membentuk '$embatan antara manusia sendiri dengan manusiamembentuk '$embatan antara manusia sendiri dengan manusia llaiainnnnyya.a. “S“Stotoics ics reresosolvlved ed ththis is apappaparerentntly ly cocontntraradidictoctory ry arargugumenment t fofor r seselflfishishneness ss byby construing concern for one’s

construing concern for one’s own well-being as embracing the well-being of own well-being as embracing the well-being of the extensions of the extensions of  one’

one’s s self”self” (&e(&eaterater" " ****). ). KosKosmopmopoliolitanitanisme sme melmelihat ihat adaadanynya a dimdimensi ensi tuntunggaggal l daldalamam kehid

kehidupan manusia di upan manusia di dunidunia a bahwa sesunggbahwa sesungguhnyuhnya a setiap manusia adalah setiap manusia adalah satu. +akta bahwasatu. +akta bahwa terd

terdapaapat t perperbedbedaanaan#per#perbedbedaan aan nynyata ata antantara ara tiatiap p manmanusiusia a di di dundunia" ia" koskosmopmopoliolitantanismismee kemudian menekankan pada hidup berdampingan di antara perbedaan#perbedaan ters

kemudian menekankan pada hidup berdampingan di antara perbedaan#perbedaan ters ebut danebut dan  bukannya

 bukannya meng#homogen#kan meng#homogen#kan manusia manusia karena" karena" perbedaan#perbedaan perbedaan#perbedaan termasuk termasuk perbedaanperbedaan dalam identitas manusia yang terikat pada entitas politik tertentu dan berbeda satu sama lain dalam identitas manusia yang terikat pada entitas politik tertentu dan berbeda satu sama lain tersebut sudah merupakan hukum alam dalam pandangan !toisisme yang merupakan cikal tersebut sudah merupakan hukum alam dalam pandangan !toisisme yang merupakan cikal  bakal pemikiran kosmopolitanisme.

 bakal pemikiran kosmopolitanisme. Pa

Pada da awawalalnynya a kokonsnsepep citizenscitizens itu itu ditditententukaukan n oleoleh h insinstittitusi usi masmasinging#ma#masinsing g negnegaraara (konsep negara#bangsa)" karena setiap negara mempunyai kedaulatan untuk mengatur setiap (konsep negara#bangsa)" karena setiap negara mempunyai kedaulatan untuk mengatur setiap warga negaranya dan mele

warga negaranya dan melekatkan identitas,kewarganegaraan pada katkan identitas,kewarganegaraan pada orang#orang tersebut. Yaorang#orang tersebut. Yangng men

men$adi $adi perpermasmasalahalahan an adaladalah ah insinstittitusi usi negnegara ara tidtidak ak bisa bisa melmelihat ihat bahbahwa wa semsemua ua manmanusiusiaa adalah sama. !ebagai contoh" adanya perlaku

adalah sama. !ebagai contoh" adanya perlakuan yang an yang berbedberbeda a terhadaterhadap p wargwarga a negarnegara a asli diasli di suatu negara dengan warga pendatang (warga negara asing). Permasalahan lainnya adalah suatu negara dengan warga pendatang (warga negara asing). Permasalahan lainnya adalah manus

manusia ia itu itu tidak mungkin diperlaktidak mungkin diperlakukan sebagai ukan sebagai nilai tertinggi" karena negara nilai tertinggi" karena negara mengmenganggaanggapp  bahwa manusia

 bahwa manusia adalah instrumen" adalah instrumen" yaitu seyaitu sebagai alabagai alat untuk t untuk mengagung#agungkan negara mengagung#agungkan negara dandan mempertahankan kepentingan nasional. Contoh yang bisa diambil adalah mengenai wa$ib mempertahankan kepentingan nasional. Contoh yang bisa diambil adalah mengenai wa$ib mil

militeriter" " yanyang g berberartarti i bahbahwa wa seoseoranrang g warwarga ga negnegara ara harharus us siap siap memmembunbunuh uh dan dan dibdibunuunuhh (pe

(penghnghalalalalan an wamwamil il atas atas namnama a nasnasionionalisalisme me atauataupun pun demdemokrokrasi)asi). . alalam am hubhubungungannyannyaa dengan humanitarianisme" kita dituntut untuk melihat orang lain sebagai nilai tertinggi. Kita dengan humanitarianisme" kita dituntut untuk melihat orang lain sebagai nilai tertinggi. Kita mencoba menelaah adakah pemikiran yang mengatakan manusia bukan sebagai instrumen mencoba menelaah adakah pemikiran yang mengatakan manusia bukan sebagai instrumen dalam hubungan internasional dan bahwa nyawa seseorang adalah sangat

dalam hubungan internasional dan bahwa nyawa seseorang adalah sangat

penting-!ecara umum" kosmopolitanisme dapat diartikan sebagai kesetaraan nilai moral pada !ecara umum" kosmopolitanisme dapat diartikan sebagai kesetaraan nilai moral pada seluruh manusia dan tanggung $awab moral yang tidak terbatas hanya pada garis perbatasan seluruh manusia dan tanggung $awab moral yang tidak terbatas hanya pada garis perbatasan negara perlindungan terhadap hak asasi manusia distribusi sumber daya alam secara global" negara perlindungan terhadap hak asasi manusia distribusi sumber daya alam secara global" dan mewu$udkan kosmopolitan demokrasi yang dianggap sebagai demokrasi yang otentik. dan mewu$udkan kosmopolitan demokrasi yang dianggap sebagai demokrasi yang otentik. %en

%enuruurut t /mm/mmanuanuel el KanKant" t" perperwu$wu$ududanan universal civic societ universal civic societ y hanya bisa dicapai melaluiy hanya bisa dicapai melalui neg

negara#ara#negnegara ara yanyang g menmen$un$un$un$ung g tintinggi ggi nilnilai#nai#nilailai i koskosmomopolpolitaitanismnisme" e" sepseperti erti keakeadildilan"an" kebebasan" &0%" dan $aminan keamanan manusia. Pimpinan#pimpinan negara sebaiknya kebebasan" &0%" dan $aminan keamanan manusia. Pimpinan#pimpinan negara sebaiknya

(2)

men$adikan nilai 1 nilai kosmopolitan sebagai pi$akan politik. !ehingga kebi$akan ataupun regulasi yang dibuat memperhatikan nilai 1 nilai kemanusian" &0%" dan men$un$ung harga diri manusia. Karena kerap kali" negara malah men$adi penghalang bagi penegakan nilai#nilai kemanusian. %isalnya negara melakukan tindakan represif terhadap warga negaranya. %ary Kaldor sendiri berpendapat bahwa kosmopolitanisme di$adikan proyek politik dan bukan hanya pi$akan moral semata.

Kemunculan aktor#aktor transnasional $uga mendukung terciptanya kondisi#kondisi kosmopolitanisme. %isalnya dengan adanya kecanggihan teknologi dan informasi" semua orang dapat saling berhubungan walau di negara yang sangat ber$auhan sekalipun (kedaulatan negara men$adi berkurang). 2amun memang hal ini tidak secara otomatis mendukung secara  positif terciptanya kosmopolitanisme. Kondisi kosmopolitanisme dapat muncul misalnya ketika ter$adi kegagalan perlindungan &0% pada tingkat yang sangat parah" yang akhirnya menimbulkan inter3ensi kemanusiaan untuk mencegah agar $umlah korban tidak semakin  besar. 2amun muncul pertanyaan baru" negara manakah yang mau berkorban- Karena seperti yang kita tahu" biaya untuk inter3ensi kemanusiaan pastilah sangat besar. Belum lagi ketika ada kritik masyarakat di domestik negara tersebut terhadap inter3ensi kemanusiaan yang akan dilakukan. %isalnya" daripada mengurusi negara lain" lebih baik biayanya dialihkan untuk   peningkatan kese$ahteraan di dalam negeri. &al ini tentu sa$a menimbulkan dilema bagi suatu

negara.

!eharusnya kosmopolitanisme bisa memungkinkan humanitarianisme untuk   berkembang" karena negara#bangsa sekarang belum mampu menun$ang nilai

humanitarianisme. 2egara tidak selamanya bisa melindungi warga negaranya. i satu sisi" identitas kebangsaan dan kenegaraan seseorang $ustru kadang men$adi 4pembeda4 antara satu manusia dengan manusia lain. Padahal" bagi kosmopolitanisme" manusia tidak dilihat hanya dari negaranya" ras" suku" agama" dan berbagai identitas lainnya. 2amun sama dengan 4isme4 lainnya" selalu ada yang menyetu$ui atau mengkritisi perspektif kosmopolitanisme ini.

Kosmopolitanisme merupakan sebuah ide yang menghendaki adanya universal civic  society. Kekuatan kosmopolitanisme ini terletak pada keyakinannya yang idealis tentang  perdamaian abadi. !ebenarnya dalam masa kekinian dapat digunakan karena men$un$ung  pada kesetaraan &0%. Pandangan tentang negara dunia tanpa hegemoni dapat digunakan untuk menyatukan dunia dan menciptakan perdamaian abadi tanpa sen$ata dan tentara. mencegah sifat anarkis dan antagonis manusia dalam era yang semakin global. 2amun kelemahannya di sisi lain pandangan mengenai hegemoni negara dalam mewu$udkan  perdamaian abadi terlalu idealis dan tidak lagi sesuai dengan kenyataan pada masa kekinian. seperti yang kita ketahui pasca keruntuhan 5ni !o3iet dan terbentuknya sisitem multilateralisme. Kekuatan hegemoni yang muncul semakin menun$ukkan kekuatannya sehingga memunculkan  deterrence  dan  self defence  bagi negara lain (melalui sen$ata dan militer) untuk melindungi keamanan negaranya masing#masing. Perlombaan sen$ata $ustru memungkinkan untuk memicu ter$adinya perang. !ehingga ide kosmopolitanisme ini tidak  dapat men$adi pedoman sepenuhnya. 6erlebih lagi tidak semua negara di dunia menganut republikanisme 7 sistem federasi. Ketidaksepahaman $ustru akan menghambat tercapainya universal civic society.

Kelemahan kosmopolitan adalah dianggap masih belum bisa dilakukan" karena nilai yang di$un$ung yaitu persamaan nilai manusia dianggap masih utopis. alam hal inter3ensi misalnya" peran sebuah negara masih diperdebatkan" karena untuk mendapat sebuah  perdamaian dunia yang diinginkan dalam kosmopolitan pemenuhan nilai adalah yang paling  penting. Perdamaian abadi tidak dapat terwu$ud apabila masing#masing negara memiliki kepentingan dan ideologi berbeda. %isalnya dalam pemikiran realis" negara berusaha mati# matian dalam memper$uangkan kepentingannya untuk bertahan ( survival ). Kosmopolitan  $uga dinilai terlalu normatif dengan melihat sifat dasar manusia adalah baik. !ehingga

(3)

tampaknya akan mudah untuk mewu$udkan masyaarkat dunia yang toleran. Padahal" di sisi lain banyak pandangan yang melihat bahwa manusia mempunyai naluri agresi untuk bisa  bertahan. Bahkan dalam teori negara 6homas &obbes dikatakan bahwa manusia menyerahkan kedaulatan indi3idu kepada sebuah institusi bernama negara karena manusia  punya rasa takut dan keinginan untuk tetap  survive" yang merupakan hal yang tidak bisa

dipungkiri $ika menilik dari sisi indi3idu maupun negara.

Pemikiran#pemikiran mengenai kosmopolitan tidak menggambarkan secara gamblang negara sebagai institusi" akan tetapi sebagai fungsi dari negara itu sendiri. 8adi terwu$udnya negara dunia akan menciptakan dunia yang lebih bagi umat manusia ketika nilai#nilai kemanusiaan men$adi nilai tertinggi dalam pelaksanaannya. Para pemikir#pemikir  kosmopolitan $uga tidak memikirkan bagaimana bentuk negara dunia itu. 0kan tetapi mereka hanya mengkritisi dan mempertanyakan fungsi dan peran negara pada waktu itu yang $ustru cenderung men$adi manusia sebagai instrumen. Yang muncul kemudian adalah dua aliran dalam pemikiran kosmopolitan yang benar#benar menghilangkan peran negara sebelumnya (iogenes)" atau tidak menghilangkan peran negara namun lebih menekan toleransi dan empati terhadap manusia di manapun dia berada (Kant).

Kosmopolitanisme menurut /mmanuel Kant sebenarnya memungkinkan humanitarianisme untuk berkembang" karena terdapat beberapa kesamaan tu$uan. Kant dalam salah satu rumusannya mengenai perdamaian abadi men$elaskan bahwa perdamaian abadi dapat terwu$ud apabila negara melakukan penghapusan tentara (wa$ib militer) dan menghentikan perlombaan sen$ata. engan demikian prinsip humanitarianisme yaitu $aminan atas hidup seseorang dapat ter$aga sehingga tidak terdapat ancaman bagi hak#hak  kemanusiaan atas kekuatan militer yang memungkinkan untuk adanya dominasi dan perang diantaranya. !elain itu menurut Kant bahwa ide kosmopolitanisme berdasar pada hukum alam di mana mengakui sikap anarkis dan antagonis pada manusia" sehingga diperlukan akal  pikiran manusia untuk menggunakannya atau tidak. !ekalipun perang harus dilakukan" namun harus sesuai dengan hukum perang agar tidak ter$adi penyebaran kebencian baru dan  perang yang semakin brutal. Pandangan tersebut tentunya memberi peluang besar bagi ide

kosmopolitanisme melalui pembentukan negara dunia yang bebas hegemoni dan men$un$ung kesetaraan &0%. %eskipun pada kenyataanya apabila berpedoman pada perdamaian abadi menurut Kant" hal tersebut tidak mudah terwu$ud" karena masih terdapat hegemoni"  perlombaan sen$ata" dan wa$ib militer di beberapa negara.

%ungkin kosmopolitanisme bisa menawarkan dunia yang lebih baik dan less-anarchy daripada konsep modern-state  sekarang. 2amun" tetap sa$a" karena pada dasarnya" meski tanpa keberadaan negara#bangsa pun" manusia masih akan mendahulukan unsur#unsur   primordialnya9 ras" suku" bahasa" agama" dll. %anusia secara alamiah memiliki

kecenderungan untuk berkumpul" atau secara bersama#sama hidup secara kolektif   berdasarkan persamaan tertentu. Kolekti3itas ini sebenarnya $uga untuk memenuhi kebutuhan

manusia akan rasa aman dari lingkungan sekitarnya. 0ntara ide untuk tetap menghormati kelompok lain" mungkin bisa dilakukan. 2amun pada prakteknya" tidak semua orang bisa mempertahankan sikap tersebut. Sense of belonging  terhadap kelompok" terkadang mendominasi" sehingga bisa menimbulkan konflik. alam hal kecil sa$a" misalnya" karena hubungan keluarga" ada rasa untuk lebih memilih keluarga sendiri daripada orang di luar  keluarga. &al itu sebenarnya wa$ar dan natural" karena rasa nyaman manusia terhadap kelompoknya. 8adi cepat atau lambat" akan selalu ada konflik atau kekerasan dan menyebabkan perdamaian abadi sulit terwu$ud.

Kolekti3itas dan $uga national interest  setiap negara bangsa masih men$adi penghalang  bagi terciptanya perdamaian abadi. !elain itu perdamaian abadi sangat sulit untuk terwu$ud karena pada dasarnya konflik antar manusia pasti akan terus ter$adi. &al ini dikarenakan sistem di dunia ini masih menciptakan celah untuk konflik ter$adi" sedangkan sistem,konsep

(4)

yang ditawarkan oleh kosmopolitan mengenai  global governance pun tidak dapat diberlakukan seutuhnya pada saat ini. %isalnya sa$a setiap negara memiliki national interest  yang berbeda#beda sehingga perbedaan kepentingan tersebut akhirnya memicu konflik. Konsep negara#bangsa ini tidak mungkin dapat dihilangkan seutuhnya dan digantikan dengan konsep  global governance yang dikemukakan oleh kosmopolitan. 2amun di sisi lain kosmopolitan menawarkan konsep yang baik mengenai bagaimana seharusnya kita bersikap yang bertu$uan untuk mencegah konflik ter$adi. 8ika setiap kita dapat mengambil bagian dalam proses perdamian setidaknya perang di dunia akan berkurang dan mencegah konflik  yang selama ini ada men$adi konflik terbuka.

Konsep global governance menurut +inkelstein adalah memerintah ( governing )" tanpa otoritas kedaulatan" hubungan yang melampaui batas#batas nasional (+inkelstein" :;;<9=>;). apat dikatakan bahwa  global governance  merupakan bentuk pemerintahan internasional yang tidak otoriter. alam memandang hal tersebut +inkelstein mengkaitkannya dengan rezim#rezim internasional yang ada seperti  rotocol !yoto, "# $evelopment rogramme %"#$&, International 'onetary (und %I'(&, )lobal *nvitonment (acility %)*(&,  dan lain sebagainya. alam konteks ini" rezim internasional sekaligus mengadopsi nilai#nilai kosmopolitan yang cenderung mengedepankan nilai dan kepentingan kemanusiaan. /su#isu spesifik yang diangkat pun berdasar atas kepentingan keberlangsungan hidup manusia di masa sekarang dan masa yang akan datang. %enanggapi argumen +inkelstein di atas" ingwerth dan Pattberg memberikan satu pandangan lain yang menyatakan  global   governance  lebih dari sekedar institusi internasional. efinisinya memiliki empat elemen

konstitutif" yakni9 sistem pengaturan" le3el dari akti3itas manusia" penge$aran terhadap tu$uan" dan reaksi transnasional (ingwerth dan Pattberg" **>9:?;). %ereka $uga menambahkan bahwa  global governance merupakan perspektif multiaktor dalam dunia  politik serta terdapat suatu fenomena yang terinterdependensi yang ter$adi di dalamnya. engan memandang pemaparan definisi di atas" global governance dapat didefinisikan secara umum sebagai sebuah struktur regulasi yang dapat berupa organisasi atau sebuah tatanan yang dibentuk dengan kesepakatan" yang diberikan kewenangan untuk mengkoordinasikan tiap aktor" mengontrol" dan memiliki otoritas penuh atas bidang yang disepakati dan melaksanakan kebi$akan. apat dikatakan $uga sebagai regulasi yang mengatur hubungan interdependen dalam ketiadaan otoritas dominan.

%engutip dari @Bennington@ Politik dan Persahabatan 9 !ebuah iskusi dengan 8acAues errida (:;;)" sebuah negara lebih lan$ut dari kosmopolitanisme ter$adi setelah Perang unia Kedua. !ebagai reaksi terhadap &olocaust dan pembantaian lain" konsep ke$ahatan terhadap kemanusiaan men$adi kategori yang diterima secara umum dalam hukum internasional. /ni $elas menun$ukkan penampilan dan penerimaan gagasan tanggung $awab indi3idu yang dianggap ada terhadap semua umat manusia. !eperti yang dikutip dari $urnal lobal dan !trategis" dalam tulisan +osmopolitanism and orld olitics  .ringing the )lobal orld to International /elations" menurut Kleingeld dan Brown" nilai#nilai kosmopolitan dapat dipahami secara positif dan negatif. !ecara negatif" kosmopolitanisme dipandang sebagai sebuah ide dimana warga negara kehilangan $iwa patriotisme" nasionalisme serta menun$ukan ketidaksetiaan pada negaranya. Pandangan ini berkembang luas ketika masa ke$ayaan &itler di 8erman dan !talin di 5ni !o3iet. 2amun" pandangan  positif mengenai kosmopolitanisme muncul pada pemikiran modern. !ecara positif"

kosmopolitanisme ini dianggap sebagai kecenderungan positif akan terbukanya pikiran" toleransi dan empati terhadap seluruh manusia. Kosmopolitanisme berpandangan bahwa seluruh manusia merupakan suatu kesatuan kelompok yang harus diperlakukan sama tanpa memandang status sosial dan politik mereka. !ecara lebih kongkrit" hal ini berarti setiap indi3idu di suatu negara harus mendapatkan perlakuan yang sama seperti indi3idu lain di negara lain. 2amun demikian" pada kenyataannya masih sangat $auh dari konsep dasar 

(5)

kosmopolitanisme ini" karena perlakuan suatu negara terhadap warga negaranya maupun warga negara asing di negaranya dapat berbeda#beda di tiap negara.

%enurut 5lf &annerz setidaknya ada dua $enis kosmopolitan yang berpengaruh pada dunia politik yakni kultural kosmopolitan kultural dan kosmopolitan politik. Kosmopolitan kultural dimaknai sebagai penyetaraan terhadap orang#orang dari latar belakang yang  berbeda. !erta penerimaan terhadap perbedaan dari kultur yang berbeda dan mengedepankan sikap non# diskriminasi dan toleransi. !ementara kosmopolitanisme politik dilihat sebagai  proyek politik yang bercita#cita untuk mengubah tatanan sosial yang diskriminatif. i sini terlihat bahwa kosmopolitanisme mengedepankan penghormatan pada manusia" tanpa mengenyampingkan fakta bahwa setiap manusia adalah berbeda. Berbeda dengan uni3ersalisme yang mengedepankan nilai yang sama bagi seluruh manusia. Kelebihan kosmopolitan $uga adalah memberikan penekanan pada negara. 8ika realisme menilai kedaulatan sebagai hak absolut. !edangkan kosmopolitan melihat negara tidak hanya memilik hak namun $uga punya tanggung $awab ( right and resposibility). !ehingga" negara dalam membuat kebi$akan tidak melulu tentang kepentingan nasional" tapi $uga perlu mempertimbangkan tanggung $awab terhadap manusia yang ada dalam naungannya. Kedaulatan negara hendaklah di$adikan sebagai prinsip utama dalam men$alankan responsibility to protect  terhadap warga negara. Bukan hanya manusia yang ada di dalam negeri" namun $uga tanggung $awab apabila ada ke$ahatan kemanusian di luar negaranya.

ua bentuk tersebut agaknya masih sulit tercapai karena dalam institusi internasional" suatu negara cenderung membawa dan mengutamakan kepentingan negaranya terlebih dahulu. i lain sisi" nilai#nilai kosmopolitanisme budaya pun memiliki tantangan yang cukup  besar. Karena" manusia cenderung mengagungkan budaya milik mereka pribadi dan apabila

ada budaya yang bertolak belakang dengan budaya yang mereka miliki" maka akan mungkin memicu ter$adinya konflik. engan berdasarkan pada hal#hal diatas" ide kosmopolitanisme masih agak utopis untuk diterapkan meskipun pesatnya globalisasi mendorong  berkembangnya interdependence dan interconnectedness.

)lobal governance meru$uk pada hubungan antar aktor (baik negara maupun non negara) yang lebih teratur dan tertib serta partisipasi luas antar aktor tersebut yang ruang lingkupnya lebih ke arah $aringan dari pada hirarki. Kecenderungan perkembangan gagasan mengenai global governance ini diyakini sebagai akibat dari perubahan dalam kondisi politik  dunia yang dipengaruhi oleh globalisasi" sehingga memunculkan sifat saling ketergantungan (interdependence) dan saling terikat (interconnectedness) (Dosenau 7 Czempiel" :;;).

%uhadi (*:) menyatakan bahwa kekuatan kosmopolitanisme dan signifikasinya dalam hubungan internasional tedapat pada dua hal yang merupakan karakteristiknya" yaitu sebagai teori politik modern yang sangat sesuai serta sebagai rancangan politik. Pertama" sebagai teori politik modern yang sesuai" kosmopolitan memandang dunia sebagai ruang global yang memiliki identitas tunggal" yaitu manusia. !ementara kebanyakan teori  politik yang lain berpandangan bahwa dunia merupakan suatu tempat yang terdiri dari negara#negara bangsa. !ebagai akibatnya" batasan yang memisahkan dan membedakan antara manusia yang satu dengan yang lainnya karena entitas politik di negara#negara bangsa yang  berbeda#beda dianggap oleh kosmopolitanisme sebagai suatu hal yang tidak signifikan. 0spek#aspek penting dalam hubungan sosial menurut kosmopolitanisme yaitu empati" keadilan" etik" serta moral yang tidak dibatasi oleh batasan wilayah suatu negara (8ones :;;; Pogge **: 6an **ECaney **>Brock **;).

Kedua" sebagai rancangan politik ( political pro0ect )" kosmopolitanisme merupakan  penggunaan praktis terhadap kerangka analitik dan sebagai akibatnya" merupakan dasar untuk 

rekomendasi kebi$akan. %enurut Beck (**>) dan &eld (**)" analisis dan rekomendasi kebi$akan dalam hubungan internasional berangkat dari gagasan#gagasan yang berpusat pada negara yang selama ini terdapat banyak celah dan kekurangan. 0kan tetapi" kekurangan#

(6)

kekurangan tersebut semakin tersingkap melaui transformasi kontemporer ke arah dunia yang mengglobal" di mana peran dan posisi negara diyakini semakin berkurang. Kelemahannya" seperti yang diutarakan oleh Kleingeld dan Brown bahwa nilai#nilai kosmopolitan di satu sisi dipandang sebagai hal negatif di mana nilai#nilai tersebut bertentangan dengan nasionalisme dan patriotisme. !elain itu" &ennerz $uga menyampaikan mengenai dua bentuk  kosmopolitanisme dalam politik global kontemporer yaitu kosmopolitanisme politik dan kosmopolitanisme budaya yang memiliki tantangan dalam penerapannya.

%emang rasanya utopis untuk menciptakan dunia tanpa kedaulatan" bagaimana mungkin pemerintahan dunia (world government ) bisa mengatur seluruh dunia- engan  begitu banyak perbedaan kepentingan berbagai negara di dunia" adakah $aminan bahwa world go3ernment dapat menciptakan dunia yang lebih baik- 0tau malah sebaliknya- 6erciptanya suatu kekacauan

baru-!ebenarnya" tidak ada $aminan bahwa world government  akan menciptakan dunia yang lebih baik. !eperti yang diungkapkan oleh /mmanuel Kant bahwa tidak perlu keberadaan suatu institusi" dengan negara yang memiliki semangat kosmopolitanisme sa$a itu sudah cukup. !ementara itu" begitu banyak perubahan yang ter$adi dalam dunia &/" termasuk  globalisasi yang semakin nyata" meningkatnya peran aktor non#negara" telah menciptakan kondisi kosmopolitanisme. Kondisi yang didasarkan pada ide dan pemikiran kosmopolitanisme" sebenarnya sedang kita terapkan. %unculnya konsep  /esponsibility to  rotect   misalnya $uga men$adi bukti bahwa sebenarnya kita sedang dalam tahap menu$u kosmopolitanisme. %eskipun baru pada ide dasarnya. Pelaksanaannya sendiri memang masih  $auh" di mana pelanggaran terhadap &0% dan kemanusiaan masih sa$a ter$adi" terutama oleh negara. Padahal" kosmopolitanisme menempatkan manusia sebagai nilai tertinggi. 8adi" daripada berharap pada world government  lebih baik memulai semangat kosmopolitanisme tersebut di dalam diri sendiri meski tanpa institusi yang menaunginya.

Deferensi 9

iskusi e#Fisa 1umanitarianism in International /elations 2heory - +osmopolitanism (:?#:  2opember *:=)

Referensi

Dokumen terkait

Pemerintah baru ini (Kabinet Sjahrir mengadakan kontak diplomatik dengan pihak belanda dan Inggris. Kebijakan pemerintah yang pada saat itu dengan jalan diplomatik

Disajikan kutipan Teks Kitab Suci tentang perumpamaan, peserta didik dapat menjelaskan makna perumpamaan yang diajarkan Yesus dalam.

Sehingga banyak dari mereka yang berusaha berguru ke luar kota seperti Jakarta bahkan sampai ke Luar negri untuk mendapatkan wadah yang memiliki pengajar-pengajar yang

Hasil analisis bahwa secara simultan variabel bebas (lingkungan kerja,kepuasan kerja, kompensasi) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (kinerja

Selanjut- nya, data berupa materi pembelajaran dan soal ujian tersebut akan diolah oleh perangkat lunak menjadi keluaran yang diperlukan bagi siswa yaitu materi pembelajaran

Peraturan Daerah Kabupaten Asahan Nomor 7 Tahun 2007 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Kecamatan dan Kelurahan.. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.: 900/2634/SJ

1. Ibu Nursyamsi, ST, MT selaku pembimbing, yang telah banyak memberikan dukungan, masukan, bimbingan serta meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membantu saya

Ini merupakan gambar halaman Lokasi untuk administrator, menampilkan semua lokasi barang maupun kios dan juga terdapat menu untuk menambahkan lokasi baru, edit lokasi, dan