• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kation, Anion, Reaksi Khusus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kation, Anion, Reaksi Khusus"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

I. JUDUL

I.1. Uji Kation I.2. Uji Anion

I.3. Reaksi Penentuan (Reaksi Khusus) Kation I.4. Reaksi Penentuan (Reaksi Khusus) Anion

II. MAKSUD DAN TUJUAN

II.1. Untuk mengetahui reaksi kation-kation terpenting

II.2. Untuk mengetahui reaksi anion-anion terpenting

II.3. Untuk mengetahui sifat kation dalam pereaksi tertentu dalam kimia analisa

II.4. Untuk mengetahui sifat anion dalam pereaksi tertentu dalam kimia analisa

III. TEORI PENDEKATAN

Analisa kualitatif merupakan suatu proses dalam mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan. Dalam metode analisis kualitatif kita menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion / kation suatu larutan. Regensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, ammonium sulfida, dan amonium karbonat.

Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Sedangkan metode yang digunakan dalam anion tidak sesistematik kation. Namun skema yang digunakan bukanlah skema yang kaku, karena anion termasuk dalam lebih dari satu golongan.

Didalam kation ada beberapa golongan yang memiliki ciri khas tertentu diantaranya : 1. Golongan I : Kation golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida encer. Ion

golongan ini adalah Pb, Ag, Hg.

2. Golongan II : Kation golongan ini bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Ion golongan ini adalah Hg, Bi, Cu, cd, As, Sb, Sn.

3. Golongan III : Kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida encer, ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Namun kation ini membentuk

(2)

endapan dengan ammonium sulfida dalam suasana netral / amoniakal. Kation golongan ini Co, Fe, Al, Cr, Co, Mn, Zn.

4. Golongan IV : Kation golongan ini bereaksi dengan golongan I, II, III. Kation ini membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam. Ion golongan ini adalah Ba, Ca, Sr.

5. Golongan V : Kation-kation yang umum, yang tidak bereaksi dengan regensia-regensia golongan sebelumnya, merupakan golongan kation yang terakhir. Kation golongan ini meliputi : Mg, K, NH4+.

Untuk anion dikelompokkan kedalam beberapa kelas diantaranya : - Anion sederhana seperti : O2-, F-, atau CN- .

- Anion okso diskret seperti : NO3-, atau SO42-.

- Anion polimer okso seperti silikat, borat, atau fosfat terkondensasi

- Anion kompleks halida seperti TaF6 dan kompleks anion yang berbasis bangat seperti

oksalat.

Reaksi dalam anion ini akan lebih dipelajari secara sistematis untuk memudahkan reaksi dari asam-asam organik tertentu dikelompokkan bersama-sama. Hal ini meliputi asetat, formiat, oksalat, sitrat, salisilat dan benzoat.

Analisis kualitatif menggunakan dua macam uji, yaitu reaksi kering dan reaksi basah. Reaksi kering dapat digunakan pada zat padat dan reaksi basah untuk zat dalam larutan. Kebanyakan reaksi kering yang diuraikan digunakan untuk analisis semimikro dengan hanya modifikasi kecil. Untuk uji reaksi kering metode yang sering dilakukan adalah :

1. Reaksi nyala dengan kawat nikrom : Sedikit zat dilarutkan kedalam HCL P. Diatas kaca arloji kemudian dicelupkan kedalamnya, kawat nikrom yang bermata kecil yang telah bersih kemudian dibakar diatas nyala oksidasi .

2. Reaksi nyala beilstein : Kawat tembaga yang telah bersih dipijarkan diatas nyala oksida sampai nyala hijau hilang. Apabila ada halogen maka nyala yang terjadi berwarna hijau. 3. Reaksi nyala untuk borat : Dengan cawan porselin sedikit zat padat ditambahkan asam

sulfat pekat dan beberapa tetes methanol, kemudian dinyalakan ditempat gelap. Apabila ada borat akan timbul warna hijau.

(3)

Metode untuk mendeteksi anion memang tidak sesistematik seperti yang digunakan untuk kation. Namun skema klasifikasi pada anion bukanlah skema yang kaku karena beberapa anion termaksud dalam lebih dari satu golongan. Anion-anion dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a. Anion sederhana seperti O2,F- atau CN-.

b. Anion oksodiskret seperti NO3- atau SO42-.

c. Anion polimer okso seperti silikat, borad, atau fospat terkondensasi.

d. Anion kompleks halida, seperti TaF6 dan kompleks anion yang mengandung anion berbasa

banyak seperti oksalat

Reaksi-reaksi dalam anion ini akan dipelajari secara sistematis untuk memudahkan reaksi dari asam-asam organik tertentu dikelompokkan bersama-sama, ini meliputi asetat, format, oksalad, sitrat, salisilad, benzoad, dan saksinat.

IV. ALAT DAN BAHAN

- Tabung Reaksi

- Rak Tabung Reaksi

- Pipet Tetes V. CARA KERJA V.1. Uji Kation No Kation Prosedur 1 Ag+ (Tidak Berwarna)

1. Chlorida, HCl AgCl Putih a. Larut dalam KCN

b. Larut dalam Na2S2O3

c. Larut dalam NH4OH

2. Na atau K-OH Ag2O

Tidak larut dalam kelebihan. Larut dalam HNO3, NH4OH.

3. NH4OH Ag2O

Larutan dalam kelebihan Ag(NH3)2+

2 Hg++

(Tidak Berwarna)

1. SnCl2 Hg2Cl2 Putih Hg Hitam

2. Na atau K-OH HgO Kuning 3. NH4OH HgNH2Cl Putih

(4)

3 Pb++

(Tidak Berwarna)

1. Chlorida, HCl PbCl2 Putih. Larut dalam air panas.

2. Chromat PbCrO4 Kuning. Larut dalam HNO3. Larut

dalam KOH Plumbat

3. H2SO4 PbSO4 Putih, juga dengan BaSO4 dan SrSO4

4. NH4OH Pb(OH)2 Putih

5. Na atau K-OH Pb(OH2) Larut dalam kelebihan

4 Cu++ (Biru) 1. Na atau K-OH Cu(OH)

2 Biru

Dengan basa kelebihan CuO Hitam 2. NH4OH Cu(OH)2 Biru

Larut dalam kelebihan Cu(NH3)42+

3. KCNS CuCNS hitam Cu(CuS)2 Putih reaksi

terjadi cepat dengan tambah SO2

4. K4Fe(CN)6 Cu2Fe(CN)6 merah coklat

5 Cd++

(Tidak Berwarna)

1. Na atau K-OH Cd(OH)2 Putih

Tidak larut dalam kelebihan 2. NH4OH Cd(OH)2 Putih

Larut dalam Kelebihan Cd(NH3)6+

6 Sn 1. Na atau K-OH Sn(OH)2 larut dalam kelebihan,

Na2SnO2

NH4OH Sn(OH)2 tidak larut dalam kelebihan

2. HgCl2 Hg2Cl2O Putih Hg

Kelomel Kelabu

7 Al+++

(Tak Berwarna)

1. Na atau K-OH Al(OH)3 selai putih

Larut dalam kelebihan NaAIO2

2. NH4OH Al(OH)3

Tidak larut dalam kelebihan (berbeda dengan Zn) 3. Aluminon zat + HCl + NH4OH + Aluminon

Terbentuk endapan merah terang

4. Morin Alcohol terbentuk warna flouresensi

8 Cr+++ (Hijau) 1. Na atau K-OH Cr(OH)

3 hijau kelabu

Larut dalam kelebihan mengendap lagi 2. NH4OH Cr(OH)3 Cr(NH3)6(OH)3

Mengendap kembali

3. Fosfat CrPO4 hijau kelabu

9 Fe+++ (Kuning) 1. Na atau K-OH Fe(OH)

3 selai coklat merah

Tak larut dalam kelebihan. Diganggu oleh tatrat, sitrat, oksalat.

2. K4Fe(CN)6 KFe(Fe(CN)6) biru

3. KCNS FeFe(CNS) merah darah

10 Mn++

(Merah Jambu Muda)

1. Na atau K-OH Mn(OH)2 putih Mn2O

Coklat 2. NH4OH Mn(OH)2 Mn2O3

3. Peng-oksid keras Mn MnO4- lembayung

(5)

11 Ni++ (Hijau) 1. Na atau K-OH Ni(OH) 2 hijau

2. NH4OH Ni(OH)2 hijau

Larut dalam kelebihan Ni(NH3)42+

3. Dimetilglioksima endapan merah C4H8N2O2 Ni(C4H7N2O2)2 merah

12 Co++

(Merah Jambu, Hablur Kering (Biru))

1. Na atau K-OH Co(OH)2 Co(OH)3 coklat

Merah jambu Kebiru-biruan 2. NH4CNS warna biru

Co++ + 4CNS- + 2NH

4 (NH4)2(Co(CNS)4), biru

3. KCNS + Amylalkohol lapisan biru

13 Zn++

(Tak Berwarna)

1. Na atau K-OH Zn(OH)2 (adanya NH4Cl

Pengental)

Larut dalam kelebihan Na2ZnO2

2. NH4OH Zn(OH)2

Larut dalam kelebihan Zn(NH3)6

14 Ca++

(Tidak Berwarna)

1. (NH4)2CO3 CaCO3

2. (NH4)2C2O4 CaC2O4 larut dalam asam organic

3. H2SO4 CaSO4 larut dalam (NH4)2SO4

4. Na3PO4 CaHPO4 putih

Ca3(PO4)2 putih

15 Ba++

(Tidak Berwarna)

1. (NH4)2CO3 BaCO3 larut dalam asam asetat

2. (NH4)2C2O4 BaC2O4 larut dalam asam

Asetat panas (berbeda dengan Ca) 3. Sulfat2 atau H

2SO4 BaSO4 putih halus hanya dapat larut

dalam H2SO4 encer mendidih

4. Chromat2 BaCrO Kuning

Tidak larut dalam asam asetat, KOH (berbeda dengan Pb) 5. Na3PO4 BaHPO4

Ba3(PO4)2 putih

16 Mg++

(Tidak Berwarna)

1. Na atau K-OH Mg(OH)2 + NH4Cl putih selai

2. NaHPO4 NH4MgPO4 putih

MgSO4 + Na2HPO4 +NH4OH NH4MgPO4 + Na2SO4

+ H2O 3. NH4OH Mg(OH)2 MgCl2 + NH4OH Mg(OH)2 + NH4Cl Mengganggu Pengionan 4. (NH4)2CO3 Mg(CO3)3(OH)2

Magnesium karbonat basah 5. Magneson + NaOH endapan biru 6. Titan Yellow + NaOH endapan merah

17 K+

(Tidak Berwarna)

1. Na Cobaltrinitrat K2NaCo(NO2)2 Kuning

Na3CO(NO3)6 + 2 KCl K2Na[Co(NO2)6] + NaCl

18 Na+

(Tidak Berwarna)

1. Zn(UO2)3(C2H3O2)9H2O NaZn(UO2)3(C2H3O2)9

(6)

19 NH4+ 1. Na atau K-OH NH3 + HCl NH4Cl

- Lakmus

- Baunya

20 Bi+++ 1. Na atau K-OH Bi(OH)

3 putih

a. Tidak larut dalam kelebihan

b. Endapan menjadi kuning bila dididihkan (dihidrolisis) Bi(OH)3 (BiO)OH + H2O

Coklat Kuning 2. KI BiI3 hitam

a. Larut dalam kelebihan K(BiI4)

b. Larutannya diencerkan dengan air akan terbentuk endapan sindur BiOI

3. Dicampur dengan air akan terbentuk garam basa yang putih

Bi(NO3)3 + H2O BiO(NO3)3 + HNO3

BiO(NO3)3 + 3 H2O BiO(OH)NO3 + 5 HNO3

Putih

5.2. Uji Anion

No Pereaksi Prosedur

1 SO4-2 Larutan contoh + HCl 4N + BaCl2 Putih

2 S2O3 Larutan contoh + H2SO4 SO2 + S

SO2 + I2 warna I2 hilang

3 Cl- Larutan contoh + HNO

3 4N + AgNO3 Putih

4 Br- Larutan contoh + HNO

3 4N + AgNO3 Kuning

AgBr6 tidak larut dalam ammonia

5 I- Larutan contoh + HNO

3 + AgNO3 Kuning

AgI tidak larut dalam NH4OH

6 NO3- Larutan contoh + H2SO4 + FeSO4 serbuk dikocok, hati-hati +

H2SO4 pekat melalui dinding terbentuk dua lapisan (cincin

coklat)

7 NO2- Larutan contoh + CH3COOH + tioureum (CSNH2) 10%

biarkan 10 menit, lalu + HCl + FeCl3 terbentuk warna

merah

8 PO42- Larutan contoh + HNO3 + Am.Molibdat Kuning

9 CNS Larutan contoh + H2SO4 + FeCl3 warna merah

10 CO3- Zat asli + H2SO4 gas CO3- lalu + air sampai terbentuk

endapan putih

5.3. Reaksi Penentuan (Reaksi Khusus) Kation

(7)

1 Ag2+ a. Setetes larutan dibubuhi setetes HCl 2N, terjadi endapan

putih AgCl

b. Setetes larutan dibubuhi settee KBr 5%, endapan kuning

2 Pb2+ a. Setetes larutan dibubuhi setetes larutan K

2CrO4 5%

endapan kuning PbCrO4 yang larut dalam NaOH 2N

b. Setetes larutan dibubuhi setetes H2SO4 2N dan setetes

alkohol, endapan putih PbSO4

3 Cu2+ a. Setetes larutan dibubuhi setetes HCl 2N, kemudian setetes

K4Fe(CN)6, endapan merah coklat Cu2Fe(CN)6.

4 Bi3+ a. Sepotong kertas saring dibubuhi setetes pereaksi

Chinconin, kemudian setetes larutan KI, noda jingga merah menandakan Bi3+.

5 Al3+ a. 5 tetes larutan Al3+ + 5 tetes NH

4Asetat 6N + 3 tetes

pereaksi Aluminon 1%, panaskan terbentuk endapan merah.

6 Cr3+ 1 tetes larutan K

2CrO4 + 1 tetes larutan AgNO3 endapan merah

(AgCrO4)

10 Ni2+ 1 tetes larutan Ni2+ dibubuhi NaAcetat 2N + NH4OH 6N dan

setetes dymetil glioksima 1% dalam terbentuk endapan merah

11 Co2+ a. 2 tetes larutan Co2+ dibubuhi larutan KCNS 5% dan setetes

amyl alkohol. Diaduk kuat-kuat sehingga terjadi lapisan biru dari amyl alkohol menandakan adanya Co. Kemudian encerkan dengan air suling lihat perubahan warnanya.

12 Zn2+ Larutan Zn2+ dibubuhi larutan K

4Fe(CN)6, endapan putih

menandakan Zn.

13 Ca2+ a. 1 tetes larutan Ca2+ dibubuhi larutan (NH

4)2C2O4 5%

terbentuk endapan putih b. Larutan Ca2+ + H

2SO4 4N + beberapa tetes alkohol

terbentuk endapan putih

14 Ba2+ 1 tetes larutan Ba2+ dibubuhkan pada kertas saring yang

mengandung Na Rhodizonat pekat terbentuk warna merah

15 Mg2+ a. Satu tetes larutan Mg2+ dibubuhi satu tetes pereaksi

magneson + 5 tetes NaOH 4N terbentuk endapan biru b. Satu tetes larutan dibubuhi satu tetes peraksi Titan Yellow

+ 2 tetes NaOH 4N terbentuk endapan jonjot merah

16 K+ Satu tetes larutan K+ dibubuhi satu tetes larutan Na

3CO(NO)3

pekat terbentuk endapan kuning

17 Na+ Satu tetes larutan Na+ dibubuhi satu tetes larutan pereaksi

ZnUO2 Acetat + 1 tetes NaOH 2N terbentuk endapan kuning

18 NH4+ a. 3 tetes larutan NH

4OH dipanaskan dengan ½ ml NaOH 6N

dalam tabung reaksi, cium bau yang keluar

(8)

reaksi, letakkan sepotong kertas lakmus merah yang basah di atas mulut tabung reaksi terjadi perubahan warna kertas lakmus dari merah menjadi biru.

5.4. Reaksi Penentuan (Reaksi Khusus) Anion

No Anion Prosedur

1 Cl- 1 tetes Cl- dibubuhi 2 tetes AgNO

3 + 1 tetes HNO3 1N

Endapan putih. Endapan dipisah dengan sentrifuge dan dicuci + 10 tetes NH4OH endapan larut kembali, larutan

dibagi dua:

a. + 3 tetes KBr 5% endapan kuning b. + HNO3 6N hingga asam endapan putih

2 Br- a. 1 tetes larutan Br- dibubuhi 2 tetes AgNO

3 + 1 tetes HNO3

Endapan kuning pucat + 10 tetes (NH4)2CO3 5%,

endapan tidak larut.

b. 3 tetes larutan Br- dibubuhi 5 tetes CHCl

3 + 3 tetes KMNO4

0,1N + 6 tetes H2SO4 4N Kocok, KMnO4 sisa yang

berlebih dihilangkan dengan H2O2 10% beberapa tetes

warna kuning coklat dari CHCl3 di bawah

3 I- a. 1 tetes larutan I- dibubuhi 2 tetes AgNO

3 + 1 tetes HNO3

terbentuk endapan kuning + 2 tetes larutan (NH4)2CO3

tidak larut

b. 1 tetes I- dibubuhi 2 tetes FeCl

3 diteteskan pada kertas

saring yang mengandung kanji warna biru

4 NO3- 3 tetes larutan NO3- diasamkan dengan H2SO4 4N, lalu

ditambah hablur FeSO4 aduk melalui dinding tabung, hati-hati,

masukkan 5 tetes H2SO4 pekat, sehingga tidak bercampur

(jangan digoyang), terjadi cincin coklat/lapisan coklat

dipermukaan larutan menunjukkan NO3

-5 PO4-2 a. 3 tetes larutan PO4-2 dibubuhi 2 tetes HNO3 6N + 3 tetes

pereaksi ammonium molibdat (NH4)3Mo3O10, panaskan

endapan kuning

b. Serbuk padat phospat + NH4Cl 5% + MgCl2 5%

Endapan putih yang larut dalam kelebihan

6 C2O4-2 4 tetes larutan C2O42- dibubuhi larutan CaCl2 5% berlebih +

alkohol 90% endapan putih, sentrifuge dan endapan dicuci dengan air, endapan dibubuhi 2 tetes H2SO4 4N + 1 tetes

KMNO4 0,1N panaskan Warna ungu hilang, endapan larut

7 CNS- 1 tetes larutan CNS- + 1 tetes larutan FeCl

3 5%

Warna merah darah

8 CH3COO- Sedikit zat + alkohol 96%, dipanaskan dalam penangas (Water

(9)

9 SO4-2 1 tetes larutan SO4-2 + 1 tetes larutan BaCl2 5%

Endapan putih BaSO4, coba larutkan dalam HCl encer

dan pekat

10 S2O3-2 6 tetes larutan S2O3-2 (Na2S2O3) dibubuhi 3 tetes asam HCl 2N.

Larutan dibagi 2:

a. Bubuhi larutan KIO4 dan 1 tetes kanji endapan

kuning coklat

b. Bubuhi 1 tetes Ba(NO3)2 + 1 tetes air brom

Endapan putih

11 Fe(CN)6-4 a. 1 tetes larutan K4Fe(CN)6 + 1 tetes FeCl3 5%

Endapan biru

b. 1 tetes larutan K4Fe(CN)6 + 2 tetes NH4OH 6N + AgNO3

0,1N endapan putih

12 Fe(CN)6-3 a. 1 tetes larutan Fe(CN)6-3 + 3 tetes AgNO3 0,1 N

Endapan merah jingga

b. 1 tetes larutan KI + 3 tetes air kanji warna biru

VI. DATA PERCOBAAN

VII. PEMBAHASAN

Dalam ilmu kimia, terdapat dua cara untuk menganalisis zat-zat kimia yang belum diketahui spesifikasinya. Cara itu adalah analisa kualitatif dan analisa kuantitatif. Dalam praktikum ini, analisa yang digunakan adalah analisa kualitatif, karena analisa ini berhubungan dengan identifikasi suatu campuran/larutan yang tidak diketahui spesifikasinya. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah untuk mengidentifikasi suatu zat yang belum diketahui adalah dengan membuat sampel atau contoh dalam bentuk cairan/larutan. Kemudian terhadap larutan tersebut dilakukan uji terhadap ion-ion yang mungkin ada. Analisis kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi kation dan anion

(10)

di dalam larutan tertentu dengan uji sesifik. Uji spesifik dilakukan dengan penambahan pereaksi tertentu yang akan memberikan warna pada larutan atau endapan yang merupakan ciri untuk ion-ion tertentu. Dengan melihat ciri visual larutan senyawa uji, dapat diketahui kation dan anion dalam larutan tersebut. Sebelum mengindentifikasi berbagai konsentrasi dalam suatu campuran ion, biasanya dilakukan pemisahan ion terlebih dahulu melalui proses pengendapan, selanjutnya dilakukan pelarutan kembali endapan tersebut. Kemudian diadakan uji-uji spesifik untuk ion-ion ysng akan diindentifikasi. Uji spesifik dilakukan dengan menambahkan reagen atau pereaksi tertentu yang akan memberikan larutan atau endapan berwarna yang merupakan karakterikstik untuk ion-ion tertentu. Pada percobaan uji kation dan anion, untuk mengindetifikasi ada tidaknya suatu kation dan anion dilakukan analisis kualitatif yang sederhana yaitu penambahan reagen, maka akan terjadi perubahan yang menunjukkan adanya ion-ion.

VIII. KESIMPULAN

Kesimpulan Setelah melakukan praktikum ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam melakukan analisis kualitatif untuk mengidentifikasi keberadaan kation dan anion di dalam suatu sampel digunakan uji spesifik. Dengan penambahan reagen tertentu pada larutan yang diuji, dapat diamati ciri berupa endapan dan perubahan warna dari masing-masing larutan yang menunjukkan ada tidaknya kation dan anion dalam larutan sampel.

DAFTAR PUSTAKA

Praktikum Kimia Analisa Kwalitatif-Semester III, Bandung: Sekolah Tinggi Teknologi

Tekstil

Ernawati, Rika. 2008. Studi Sifat-Sifat Kimia Tanah Pada Tanah Timbunan Lahan Bekas

Penambangan Batubara.Jurnal Teknologi Technoscientia. Vol. 1 No. 1.Hal 85. (diakses

tanggal 10 november 2013). Pujiastuti, Caecilia. 2008.

(11)

LAPORAN KIMIA ANALISA

UJI KATION, UJI ANION, UJI PENENTUAN

REAKSI KHUSUS KATION, DAN UJI

PENENTUAN REAKSI KHUSUS ANION

(12)

Nama

: Thari Agustini

NPM

: 13020085

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL

2014

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan pereaksi tertentu, suatu zat dapat memberikan reaksi yang spesifik seperti pembentukan gas, endapan, warna atau perubahan-perubahan

Apabila kadmium ( Cd 2+ ) direaksikan dengan larutan NaOH bertetes-tetes akan menghasilkan endapan putih melayang- layang dan menyebar dari larutan, lalu jika

Suatu endapan yang diperoleh dari penambahan sampel larutan dengan 4 ml akuades, kemudian endapan tersebut dicuci dengan 6 ml akuades lalu memanaskan dalam penangas air

Kesetimbangan adsorpsi diperoleh ketika penambahan waktu interaksi tidak memberikan penambahan jumlah ion yang teradsorp pada Fe 3 O 4 – HA secara signifikan. Berdasarkan

Penambahan larutan kupritartrat pada percobaan ini ditujukan untuk membentuk warna biru ketika ditambahkan pereaksi fosfomolibdat, karena larutan ini mengandung asam laktat dan ion

Ditambahkan larutan amonia atau alkali karbonat ke dalam larutan uji, maka akan terbentuk endapan putih dari stanno hidroksida yang tidak larut dengan penambahan pereaksi

Pereaksi Seliwanof adalah larutan resorsinol ( m-dihidroksi benzena ) dalam HCl yang pada pendidihan dalam karbohidrat golongan ketosa memberikan warna merah dan endapan

Identifikasi secara kimia dilakukan dengan uji fitokimia, yaitu dengan menggunakan pereaksi warna atau pereaksi yang spesifik untuk mengetahui golongan senyawa pada