• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mewujudkan aparatur yang profesional, bermoral dan sejahtera

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Mewujudkan aparatur yang profesional, bermoral dan sejahtera"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

1.1 KONDISI GEOGRAFIS

Kabupaten Dharmasraya mempunyai luas daerah sekitar 2.961,13 km2 atau setara dengan 296.113 Ha. Letak Geografis kabupaten Dharmasraya terletak antara 0° 47' 07'' Lintang Selatan (LS) sampai dengan 1° 41' 56'' LS dan dari 101° 09' 21'' Bujur Timur (BT) sampai dengan 101° 54' 27'' Bujur Timur (BT). Secara administratif, wilayah kabupaten Dharmasraya berbatasan sebelah utara dengan kabupaten Sijunjung dan kabupaten Kuantan Singingi (Riau), sebelah selatan dengan kabupaten Bungo dan Kerinci (Jambi), sebelah barat dengan kabupaten Solok dan kabupaten Solok Selatan, dan sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Bungo dan kabupaten Tebo, Jambi. Adapun letak geografis Kabupaten Dharmasraya dapat di lihat pada Gambar berikut.

(2)

Ketinggian permukaan wilayah kabupaten Dharmasraya 97 m - 1.525 m dari permukaan laut. Daerah dengan dataran paling tinggi berada di kecamatan Sungai Rumbai yaitu 1.525 m d.p.l. sedangkan dataran yang paling rendah berada di kecamatan Koto Baru dengan ketinggian 97 m d.p.l. Rata – rata curah hujan di Kabupaten Dharmasraya adalah 232 mm/hari dengan intensintas curah hujan paling tinggi pada bulan Maret yaitu 546 mm/hari. Sedangkan rata – rata hari hujan 7,42 hari/bulan dengan hari paling banyak terjadi pada bulan Maret selama 14 hari/bulan. Di Kabupaten Dharmasraya rata – rata suhu berkisaran antara 21° – 33° C.

Kabupaten Dharmasraya memiliki sumber daya air yang cukup melimpah dengan jumlah sungai sebanyak 55 buah dan panjang sungai mencapai 96 km. Diantara sungai-sungai tersebut kabupaten Dharmasraya dialiri oleh Sungai Batang Hari yang merupakan salah satu sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Sumatera. Sumber daya air yang potensial ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian dan kebutuhan masyarakat lainnya.

Selama tahun 2008 rata-rata hari hujan mencapai 7,42 hari/bulan, sedangkan rata-rata curah hujan mencapai 232,00 mm/bulan. Suhu berkisar

antara 210 C – 330 C dengan rata-rata hari hujan 14,35 hari per bulan dan

rata-rata curah hujan 265,36 mm per bulan. Selain itu, kondisi topografi Kabupaten Dharmasraya juga bervariasi antara berbukit, bergelombang dan datar. Sebagian besar jenis tanah di kabupaten Dharmasraya berjenis Podzolik Merah Kuning (PMK) yang didominasi oleh hutan hujan tropik dan perkebunan.

Pada awal pemekaran (tahun 2003) , kabupaten Dharmasraya terdiri

dari 4 kecamatan, yaitu Pulau Punjung, Sungai Rumbai, Koto Baru, dan Sitiung dengan 21 Nagari dan 109 Jorong. Namun, pada tahun 2009 melakukan pemekaran sehingga jumlah kecamatan mencapai 11, yaitu Sungai Rumbai, Asam Jujuhan, Koto Besar, Koto Baru, Koto Salak, Padang Laweh, Tiumang, Sitiung, Timpeh, Pulau Punjung, dan IX Koto dengan total Nagari sebanyak 52 nagari dan 260 Jorong. Dimana dari 11 kecamatan ini, kecamatan yang paling luas adalah Koto Besar dengan luas 473, 40 Ha, sedangkan kecamatan yang paling kecil adalah Padang Laweh dengan 59,76 Ha.

(3)

GAMBAR 1.2

No

Kecamatan Induk

No

Kecamatan Pemekaran

1

Sungai Rumbai

1

Sungai Rumbai

2

Asam Jujuhan

3

Koto Besar

2

Koto Baru

4

Koto Salak

5

Padang Laweh

6

Koto Baru

7

Tiumang

3

Sitiung

8

Timpeh

9

Sitiung

4

Pulau Punjung

10

Pulau Punjung

11

IX Koto

Sumber : BPS Kabupaten Dharmasraya 1.2 POLA PENGGUNAAN LAHAN

Pada dasarnya, aktivitas penduduk secara langsung ikut mempengaruhi lingkungan sekitarnya melalui kegiatan pemanfaatan lahan. Setiap penggunaan lahan memiliki faktor pembatas ilmiah yang meliputi kelerengan lahan, besar kecilnya curah hujan, kepekaan jenis tanah terhadap erosi dan lain sebagainya yang apabila melewati ambang batas dapat menganggu fungsi lingkungan.

Komposisi lahan Kabupaten Dharmasraya terbanyak adalah hutan dan perkebunan. Penggunaan lahan di Kabupaten Dharmasraya hingga tahun 2009 yaitu : pemukiman seluas 6.622 Ha (2,24%), kawasan Industri seluas 29 Ha (0,01%), Sawah 7.273 Ha (2,46%), tanah kering 20,486,5 Ha (6,92%), kebun campuran 6.489,9 Ha (2,19%), perkebunan 131.348 Ha (44,36%) dan hutan 119,386.90 (40,32%). Perkembangan penggunaan lahan semenjak tahun 2005 hingga tahun 2009 bisa diperhatikan pada tabel berikut ini.

(4)

GAMBAR 1.3

No

Jenis Penggunaan

Lahan

2005

2009

Perubahan

(Ha)

Ha

%

Ha

%

Luas (Ha)

%

Luas

(Ha)

Luas

(Ha)

1

Permukiman

6,048.00

2.04

6,622.30

2.24

574.30

2

Industri

24.00

0.01

29.00

0.01

5.00

3

Pertambangan

-

-

-

-

-

4

Sawah

7,563.00

2.55

7,273.00

2.46

(290.00)

- Irigasi Teknis

7,542.00

2.55

7,252.00

2.45

(290.00)

- Non Irigasi

21.00

0.01

21.00

0.01

-

5

Tanah Kering

19,060.00

6.44

20,486.50

6.92

1,426.50

6

Kebun Campuran

6,403.00

2.16

6,489.90

2.19

86.90

7

Perkebunan

118,803.00

40.12

131,348.00

44.36

12,545.00

8

Hutan

132,736.00

44.83

119,386.90

40.32

(13,349.10)

9

Padang/Semak

Belukar/Alang-alang

5,323.50

1.80

4,324.90

1.46

(998.60)

10 Perairan Darat

11.00

0.00

11.00

0.00

-

11

Tanah

Terbuka/Tandus/Kosong

25.00

0.01

25.00

0.01

-

12 Lainnya

116.50

0.04

116.50

0.04 -

Jumlah

296,113.00 100.00

296,113.00

100.00

Sumber : BPS Kabupaten Dharmasraya

Potensi hutan Dharmasraya cukup besar dan dapat diolah secara optimal, apalagi 40% dari luas wilayah Dharmasraya adalah hutan. Luas kawasan hutan Dharmasraya adalah seluas 119.386,9 Ha yang terdiri dari hutan Suaka Alam Wisata (HSAW) seluas 9.875 Ha atau sebesar 8,27%, hutan lindung 7.256 Ha atau sebesar 6,08%, hutan produksi terbatas (HPT) seluas 45.266 Ha (37,92%), hutan produksi tetap seluas 24.215 Ha (20,28%), dan hutan produksi yang dapat dikonversi seluas 12.907 Ha

(5)

(10,81%), dan areal hutan lainnya seluas 19.867 Ha atau 16,64%. 52,27%. Untuk mengetahui luas kawasan hutan menurut fungsinya bisa diperhatikan pada Tabel 1.4 GAMBAR 1.4

No

Jenis

Hutan

Tahun

Perubahan

(Ha)

Perubahan

(%)

2005

2009

Ha

%

Ha

%

1 Hutan

Suaka Alam

Wisata

(HSAW/TN

KS)

5,696.00

4.

29

9,875.00

8.27

4,179.00

42.32

2 Hutan

Lindung

6,923.00

5.

22

7,256.00

6.08

333.00

4.59

3 Hutan

Produksi

Terbatas

45,226.00

34

.0

7

45,266.00

37.92

40.00

0.09

4 Hutan

Produksi

Tetap

33,298.00

25

.0

9

24,215.00

20.28

(9,083.00)

(37.51)

5 Hutan

Produksi

Yang Dapat

Dikonversi

12,907.00

9.

72

12,907.00

10.81

-

-

6 Areal Hutan

Lainnya

28,686.00

21

.6

1

19,867.90

16.64

(8,818.10)

(44.38)

Jumlah

132,736.00

10

0.

00

119,386.90

100.00

(13,349.1)

(11.18)

Sumber : BPS Kabupaten Dharmasraya

Berdasarkan data diatas terlihat bahwa luas wilayah kabupaten Dharmasraya yang didominasi oleh luasan lahan hutan, luasan lahan hutan yang tidak boleh digarap untuk kepentingan budidaya itu seluruhnya adalah 52,27%, yang terdiri dari dari HSAW seluas 8,27%, hutan lindung 6,08%, dan HPT 37,92%. Sisanya seluas 47,73% hutan produksi, hutan produksi

(6)

yang dapatt dikonversi dan areal hutan lainnya. Artinya, Dharmasraya memiliki hutan yang cukup luas untuk bisa dikelola dan dimanfaatkan secara baik, sedangkan pada sisi lain keberadaan hutan lindung dan hutan suaka alam dan hutan wisata, HPT merupakan potensi untuk menghasilkan zat carbon yang cukup besar dan potensi untuk manfaat hasil hutan non kayu lainnya. Dalam perkembangan penggunaan fungsi hutan, maka dari tahun 2005 sampai 2009 telah terjadi alih fungsi hutan yang cukup siginfikan, yaitu hutan produksi tetap dan areal hutan lainnya yang telah dikonversi.

Selain hutan, kawasan yang dimiliki Dharmasraya adalah perkebunan yang mencapai 44,36% dari seluruh kawasan yang ada di Dharmasraya atau setara 131.348 Ha. Dimana sebagian besar lahan perkebunan digunakan untuk perkebunan kelapa sawit dan sebagiannya lagi untuk perkebunan karet. Perkebunan kelapa sawit apabila dikategorikan dari jenis pengelolaannya terbagi menjadi 2 (dua) yaitu perkebunan besar (yang dikelola oleh perusahaan) seluas 56.832 Ha dan perkebunan rakyat seluas 28.445 Ha. Sedangkan perkebunan karet dominan dikelola oleh rakyat atau termasuk kategori perkebunan rakyat seluas 38.079 Ha. Dengan potensi perkebunan kelapa sawit yang besar itu maka membuka peluang bagi Dharmasraya menjadi produsen sawit terbesar di Sumatera Barat. Begitu pula dengan potensi karet yang sudah ada selama ini. Namun, yang menjadi persoalannya adalah bagaimana jenis produksi yang dihasilkan dari perkebunan (terutama kelapa sawit) memiliki daya saing yang kuat di level regional bahkan nasional.

1.3 KEPENDUDUKAN

Adapun aspek kependudukan dalam hal ini meliputi: jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin, laju pertumbuhan penduduk, serta penyebaran penduduk. Secara terperinci, perkembangan aspek kependudukan dalam lima tahun terakhir, dapat dilihat pada Tabel 1.5 :

TABEL 1.5 KEPENDUDUKAN

No

Aspek

Kependudukan

Perkembangan Tahun

2005

2006

2007

2008

2009

1

Jumlah penduduk

(jiwa)

165.194

170.440

175.573

180.915

186.35

4

2

Jumlah penduduk

40.171

40.566

41.334

42.684

43.967

(7)

(KK)

3

Jumlah penduduk

miskin (jiwa)

45.827

25400

23.800

21.370

20.760

4

Persentase penduduk

di bawah garis

kemiskinan (%)

26,43%

14,90%

13,56%

11,81%

11,14

%

5

Laju pertumbuhan

penduduk (%)

3,18%

3,01%

3,04%

3,01%

Sumber : BPS Kabupaten Dharmasraya

Data laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Dharmasraya dalam lima tahun terakhir menunjukkan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, yakni : rata-rata 3 % per tahun. Hal ini disebabkan karena Kabupaten Dharmasraya merupakan daerah yang dari segi ekonomi cukup kondusif, berada pada posisi yang strategis dan ekonominya sedang berkembang, sehingga banyak penduduk pendatang yang bekerja dan membuka usaha baru.

Penduduk Kabupaten Dharmasraya tersebar secara merata di semua kecamatan, dengan sebaran penduduk di Kecamatan Koto Baru sebesar 55.565 jiwa (12.662 KK), Kecamatan Sungai Rumbai sebesar 45.492 jiwa (11.509 KK), Kecamatan Sitiung sebesar 34.050 jiwa (7.997 KK) dan Kecamatan Pulau Punjung sebesar 34.764 jiwa (7.556 KK). Dari perbandingan jumlah penduduk dengan jumlah rumah tangga, rata-rata anggota keluarga di Kecamatan Pulau Punjung sebesar 4,60 jiwa/KK, Kecamatan Sitiung 4,26 jiwa/KK, Kecamatan Koto Baru 4,39 jiwa/KK dan Sungai Rumbai 3,95 jiwa/KK.

Kepadatan penduduk terbesar terdapat di Kecamatan Sitiung dengan

kepadatan mencapai 105 jiwa/Km2, Kecamatan Sungai Rumbai 57 jiwa/Km2,

Kecamatan Koto Baru 61 jiwa/Km2, dan Pulau Punjung 37 jiwa/Km2.

Kabupaten Dharmasraya merupakan daerah transmigrasi yang penduduknya terdiri dari berbagai suku bangsa yaitu Minang 62,93% (106.899 Jiwa), Jawa 32,96 % (55.989 Jiwa), Sunda 1,49 % (2.531 Jiwa), Batak 0,88 % (1.495 Jiwa), melayu 0,71 % (1.206 Jiwa) dan suku lainnya 1,03 % (1.751 Jiwa).

Perubahan struktur perekonomian kabupaten Dharmasraya bergerak dari dominasi sector pertanian berubah ke sector perdagangan hotel dan

(8)

upaya untuk meningkatkan nilai tambah sector pertanian untuk mendorong peningkatan nilai PDRB belum begitu dominan sebagai pengeser penurunan struktur perekonomian dari dominan sector pertanian bergerak secara perlahan-lahan ke sector industri pengolahan, karena sector industri pengolahan ini justru mengalami penurunan sharenya, dimana tahun 2005 adalah sebesar 6,91% menurun menjadi 6,88 % tahun 2006 dan terus turun sampai 5,98% tahun 2008. Oleh karena itu, dalam pengembangan perekonomian lima tahun ke depan, penguatan sector industri pengolahan sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah (value added) produk pertanian masyarakat harus mendapat perhatian yang lebih besar, sehingga perubahan struktur perekonomian ke ekonomi yang didominasi oleh kegiatan industri; sebagai penciri dari daerah maju akan dapat diwujudkan di kabupaten Dharmasraya.

Tabel di bawah, memperlihatkan bahwa selama 2005-2009, sector pertanian mengalami penurunan yang cukup signifikan yang diperkirakan sampai tahun 2009 lalu adalah sebesar 34,70%. Hal ini mengimplikasikan bahwa pembangunan sector pertanian telah mencapai kemajuan yang cukup membanggakan, karena telah mampu meningkatkan nilai tambahnya terhadap PDRB kabupaten Dharmasraya selama ini, walaupun komposisinya dalam pembentukan nilai PDRB kabupaten Dharmasraya masih tetap dominan, sehingga perekonomian Dharmasraya masih tergolong kepada daerah yang berbasis ekonomi agraris. Pada hal pembangunan ekonomi daerah yang ideal itu harus bergeser kepada semakin dominannya sector industri dan jasa.

TABEL 1.6

No

Sektor Ekonomi

Share Terhadap Pembentukan Nilai PDRB

2005-2009

2005

2006

2007

2008

2009*

1.

Pertanian

39,55

39,39

39,29

39,30

34,70

2.

Industri Pengolahan

6,91

6,88

6,84

5,98

5,10

3.

Perdagangan,

Hotel

dan

Restoran

11,54

11,50

11,52

12,10

11,50

4.

Pengangkutan & komunikasi

6,32

6,39

6,43

7,19

7,54

5.

Jasa-Jasa

16,13

16,05

15,95

14,42

13,50

Sumber : BPS Kabupaten Dharmasraya

Pergeseran dari ekonomi agraris ini ternyata mengalir kepada sector perdagangan hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi. Tentu saja

(9)

hal ini dapat dikatakan bahwa perekonomian kabupaten Dharmasraya telah menjadi perekonomian yang terbuka (open economic), tetapi karena struktur perekonomian masih didominasi oleh sector pertanian, maka dapat dikatakan produk ekspornya masih dalam bentuk bahan mentah (raw material) yang rentan terhadap goncangan krisis finansial yang disebabkan oleh negara lain. Artinya, meskipun perekonomian Dharmasraya telah bergerak menuju system perekonomian terbuka yang ditandai dengan semakin besarnya peran sector perdagangan, hotel dan restoran, serta pengangkutan dan komunikasi, tetapi karena masih dominannya produk pertanian dan belum berkembangnya produk industri pengolahan, maka berimplikasi bahwa: pertama: rente ekonomi akan dinikmati oleh wilayah dan negara lain, kedua mudahnya perekonomian Dharmasraya terkena goncangan (external shock) krisis financial global.

Diyakini saat ini bahwa, semakin melemahnya perekonomian Dharmasraya pasca krisis financial global dan pasca bencana gempa tahun 2009 kemaren, berpangkal dari lemahnya struktur perekonomian ini. Oleh karena itu, dalam perencanaan pembangunan lima tahun ke depan, diperlukan arahan pembangunan yang dapat menangkap rente ekonomi sendiri, melalui pengembangan sector pertanian ke arah agroindustri dan agrobisnis yang mampu mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi atau setengah jadi atau industrialisasi pertanian.

Mengembangkan system produksi pertanian dan industri yang memiliki pangsa pasar yang besar di dalam daerah sendiri dan internal wilayah, seperti provinsi tetangga. Diperlukan pengembangan industri pertanian yang tangguh dan efisien yang memberikan insentif yang besar bagi petani produsen komoditi eksport dan komoditi unggulan. Hal ini sejalan dengan arahan dalam RPJPD Sumatera Barat 2005 2025 yang menyatakan bahwa sasaran pembangunan ekonomi Sumatera Barat pada RPJM II tahun 2011-2015 itu adalah pada mengwujudkan usaha pertanian moderen dan agrobisnis yang maju, dan meningkatkan kegiatan industri dan jasa yang efisien, dalam hal ini kabupaten Dharmasraya merupakan wilayah yang menjadi kawasan andalan untuk produksi perkebunan karet dan sawit Sumatera Barat.

(10)

Sijunjung tahun 2003 yang lalu, dimana pada periode 2000-2005 rata-rata pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 4,90% per tahun. Hal ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada periode RPJMD I (2005-2010) yakni mencapai 6,24%. Sejak tahun 2006 kabupaten Dharmasraya telah mencapai pertumbuhan ekonomi diatas 6% dan pada tahun 2008 merupakan puncak dari pertumbuhan ekonnomi yang tertinggi dicapai kabupaten Dharmasraya yakni 6,54%, jauh diatas pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang hanya mencapaii 6,37%. Setelah itu, dengan terimbasnya oleh krisis financial global dan gempa bumi pada September 2009, yang menurunkan volume eksport perkebunan karet dan sawit serta gempa tahun 2009 menimbulkan

kerusakan pada gudang perusahaan eksport perkebunan, telah

menyebabkan pertumbuhan ekonomi kabupaten Dharmasraya menurun menjadi 6,03% tahun 2009.

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi yang cukup baik itu didorong oleh sector pertanian, pertambangan dan pengalian, sector bangunan, listrik, air dan gas, serta sector pengangkutan dan komunikasi. Pada setiap tahun, sector yang tetap eksis mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat itu adalah pertanian, bangunan, pengangkutan dan komunikasi, perdagangan, hotel dan restoran, serta sector listrik, air bersih dan gas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

(11)

B. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Sesuai dengan ketentuan tersebut di atas, Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Dharmasraya menyusun Rencana Strategis dengan tujuan sebagai berikut :

1. Melaksanakan Manajemen Kepegawaian secara benar dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi dan Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah.

2. Menempatkan Aparatur sesuai dengan kompetensinya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan organisasi.

4. Meningkatkan pengelolaan kepegawaian.

5. Meningkatkan Perencanaan dan pengembangan karir Pegawai Negeri Sipil.

6. Meningkatkan Kompetensi Aparatur secara tekhnis dan manajerial. 7. Memberikan penghargaan dan sanksi kepada aparatur secara

(12)

8. Meningkatkan kesejahteraan pegawai.

Dalam pelaksanaan tugas–tugas sehari–hari Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Dharmasraya , Mempunyai tugas :

Melaksanakan penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang

pengelolaan dan pembinaan kepegawaian Daerah. “

Disamping itu Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Dharmasraya juga mempunyai fungsi :

1. Penyiapan peyusunan Peraturan Perundang – undangan Daerah dibidan kepegawaian sesuai dengan norma , standar dan prosedur yang ditetapkan pemerintah;

2. Perencanaan dan pengembangan kepegawaian daerah;

3. Penyiapan kebijakan teknis pengembangan kepegawaian daerah;

4. Penyiapan dan pellaksanaan pengangkatan, kenaikan pangkat,

pemindahan dan pemberhentian PNSD sesuai dengan norma, prosedur dan standar yang ditetapkan dalam peraturan perundang – undangan; 5. Pelayanan administrasi kepegawaian dalam pengangkatan, pemindaha,

pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural dan fungsional sesuai dengan norma , prosedur dan standar yang ditetapkan dalam peraturan perundang – undangan;

6. Penyiapan dan pengurusan penerbitan Karpeg, Karis/ Karsu dan KPE ke Badan Kepegawaian Negara;

7. Pengurusan Satya lencana karya satya PNS ke Sekretariat Negara;

8. Penyiapan dan penetapan pensiun PNSD sesuai dengan norma, prosedur dan standar yang ditetapkan dalam peraturan perundang–undangan; 9. Penyiapan penetapan gaji, tunjangan dan kesejahteraan PNSD sesuai

dengan norma, prosedur dan standar yang ditetapkan dalam peraturan perundang – undangan;

10.Penyelenggaraan administrasi PNSD;

11.Pengelolaan Sistem informasi kepegawaian daerah;

12.Penyampaian informasi kepegawaian daerah kepada Badan Kepegawaian Negara;

13.Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi PNSD dan berkoordinasi dengan instansi terkait;

(13)

14.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Uraian Tugas Jabatan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Dharmasraya berdasarkan Peraturan Bupati Dharmasraya nomor 9 Tahun 2010 .

Struktur organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kab. Dharmasraya, berdasarkan Perda Nomor 9 tahun 2010 terdiri dari :

1. Kepala Badan

2. Sekretariat terdiri dari :

a. Sub. Bagian Umum dan Anggaran b. Sub. Bagian Program dan Pelaporan c. Sub. Bagian Kepegawaian

3. Bidang Pengadaan, Pensiun dan Mutasi terdiri dari : a. Sub. Bidang Pengadaan dan Pensiun

b. Sub. Bidang Mutasi

4 Bidang Data, Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai terdiri dari : a. Sub. Bidang Data dan Formasi

b. Sub. Bidang Pembinaan dan Kespeg 5. Bidang Diklat dan Pengembangan a. Sub. Bidang Diklat

b. Sub. Bidang Pengembangan 6. Kelompokan Jabatan Fungsional

Rincian Tugas Pokok dan Kewenangan sesuai dengan struktur di atas adalah sebagai berikut:

1. Kepala BKD 2. Sekretaris

3. Bidang Pengadaan, Pensiun dan Mutasi

4. Bidang Data, Pembinaan dan Kesejateraan Pegawai 5. Bidang Diklat dan Pengembangan

6. Kelompok Jabatan Fungsional 1. Kepala BKD

(1) Kepala Badan Kepegawaian Daerah mempunyai tugas

(14)

pengelolaan dan pembinaan kepegawaian daerah sesuai dengan kewenangannya.

(2) Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini adalah sebagai berikut:

a. merumuskan kebijakan teknis di bidang perencanaan, pengelolaan dan pembinaan kepegawaian daerah sesuai dengan visi dan misi daerah.

b. mengatur dan mendistribusikan tugas Sekretaris dan para Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya

c. memberi petunjuk dan arahan kepada Sekretaris dan para Kepala Bidang.

d. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas Sekretaris dan Kepala Bidang.

e. meneliti, mendisposisi, memaraf dan menandatangani

persuratan yang berkaitan dengan Kepegawaian Daerah.

f. mengkoordinir pelaksanaan tugas, mempersiapkan,

menyalurkan, meningkatkan mutu dan produktifitas serta mengembangkan karir pegawai daerah.

g. menilai hasil kerja bawahan di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah untuk dijadikan pertimbangan dalam peningkatan dan pengembangan karirnya.

h. memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan bidang tugas kepegawaian daerah.

i. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada Bupati/Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah menyangkut bidang kepegawaian daerah.

j. membuat dan menyampaikan laporan kegiatan berkala dan

tahunan Badan Kepegawaian Daerah sebagai

pertanggungjawaban dan penilaian atasan.

k. membuat dan menyampaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja

Instansi Pemerintah (LAKIP), Laporan Penyelenggaraan

Pemerintahan Daerah (LPPD) dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pemerintahan Daerah (LKPJ) bidang kepegawaian daerah serta laporan lainnya.

(15)

l. melaksanakan tugas yang diberikan Bupati/Wakil Bupati dan

Sekretaris Daerah sesuai dengan bidang tugas dan

permasalahannya . 2. Sekretariat

(1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di

bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan.

(2) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan

pelayanan administrasi kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkup Badan Kepegawaian Daerah yang meliputi urusan perencanaan, keuangan, rumah tangga dan

kepegawaian serta mengkoordinasikan tugas-tugas

kepegawaian.

(3) Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini

adalah sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja, program dan pelaporan serta pembinaan organisasi.

b. melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah.

c. melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan

d. melaksanakan pengurusan rumah tangga dan

perlengkapan Badan Kepegawaian Daerah.

e. mengatur dan mendistribusikan tugas kepada Kepala Sub Bagian.

f. memberikan petunjuk dan bimbingan kepada Kepala Sub Bagian.

g. mendisposisikan surat-surat kepada Kepala Sub Bagian dan mengatur keluar masuk surat di Badan Kepegawaian Daerah.

h. mengkoordinasikan penyusunan laporan pelaksanaan tugas Badan Kepegawaian Daerah

i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku.

(16)

Sekretariat terdiri dari:

a. Sub Bagian Umum dan Anggaran b. Sub Bagian Kepegawaian

c. Sub Bagian Program dan Pelaporan a. Sub Bagian Umum dan Anggaran

(1) Sub Bagian Umum dan Anggaran dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggngjawab kepada Sekretaris.

(2) Sub Bagian Umum dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, pemeliharaan barang inventaris dan aset, pengelolaan administasi keuangan yang meliputi penyusunan anggaran dan pertanggungjawaban

(3) Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini adalah sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Umum dan Anggaran dengan berpedoman kepada tugas pokok dan fungsi serta data dan program kerja Badan Kepegawaian Daerah serta ketentuan yang berlaku sebagai pedoman b. mengendalikan surat masuk, surat keluar dan arsip.

c. melaksanakan pengendalian administrasi barang dan perlengkapan dinas

d. mempersiapkan bahan pelaksanaan pengadaan,

penyaluran, pemakaian, penggunaan dan penghapusan barang dan perlengkapan

e. mempersiapkan bahan pelaksanaan penggunaan dan pemakaian bahan peralatan dan perlengkapan kantor

f. membuat rencana dan program kerja Sub Bagian Umum dan Anggaran

g. melaksanakan pengelolaan admiistrasi keuangan meliputi penyusunan anggaran, pembukuan keuangan, penyusunan pertanggungjawaban, penyusunan laporan keuangan dan verifikasi keuangan

h. menghimpun petunjuk-petunjuk tentang perencanaan dan pertanggungjawaban keuangan

(17)

i. menyiapkan data untuk menyusun anggaran (RKA) dan pembangunan yang telah ditetapkan Badan Kepegawaian Daerah berdasarkan kebijakan dan ketentuan yang berlaku j. mempelajari pola dasar pembangunan daerah, rencana

pembangunan rutin tahunan daerah untuk pedoman penyusunan program kerja Badan Kepegawaian Daerah. k. menghimpun dan menyusun program kerja Badan

Kepegawaian Daerah serta mempersiapkan bahan petunjuk

pelaksanaan program kerja di lingkungan Badan

Kepegawaian Daerah .

l. menyelenggarakan pelayanan administrasi keuangan rutin

m. menyelenggarakan pembukuan keuangan sesuai

dengan ketentuan yang berlaku.

n. menyusun anggaran rutin dan anggaran pembangunan di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah

o. memonitor dan menganalisa kesesuaian antara rencana kegiatan dan kebutuhan keuangan (cash budget)

p. menginventarisir permasalahan-permasalahan yang

berhubungan dengan bidang tugas Sub Bagian Umum dan Anggaran serta menyiapkan bahan pemecahannya.

q. mengkoordinir dan memonitor laporan-laporan belanja pegawai, belanja pembangunan di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah

r. menilai prestasi kerja bawahan di lingkungan Sub Bagian Umum dan Anggaran berdasarkan hasil yang dicapai sebagai bahan peningkatan karir.

s. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan menyangkut Sub Bagian Umum dan Anggaran untuk pembinaan dan peningkatan tugas selanjutnya

t. membuat laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bagian Umum dan Anggaran kepada atasan sebagai pertanggungjawaban dan penilaian atasan

(18)

u. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya.

b. Sub Bagian Kepegawaian

(1) Sub Bagian Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggngjawab kepada Sekretaris.

(2) Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi dan Pembinaan kelembagaan serta ketatalaksanaan.

(3) Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini adalah sebagai berikut :

a. menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Kepegawaian dengan berpedoman kepada tugas pokok dan fungsi serta data dan program kerja Badan Kepegawaian Daerah serta ketentuan yang berlaku sebagai pedoman

b. mengumpulkan, mengolah dan menyimpan data kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah

c. mempersiapkan rencana kebutuhan pegawai Badan

Kepegawaian Daerah

d. mempersiapkan bahan usulan kenaikan pangkat, gaji berkala, cuti maupun pensiun pegawai Badan Kepegawaian Daerah e. mempersiapkan bahan dan data pegawai Badan Kepegawaian

Daerah yang akan mengikuti Diklat, teguran pelanggaran disiplin dan DP 3 pegawai Badan Kepegawaian Daerah .

f. mempersiapkan bahan dan rencana kesejahteraan pegawai Badan Kepegawaian Daerah.

g. membuat laporan kepegawaian dan Daftar Urut Kepangkatan pegawai Badan Kepegawaian Daerah.

h. membagi tugas dan arahan kepada bawahan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

i. mengawasi dan mengevaluasi kegiatan staf di lingkungan Sub Bagian Kepegawaian untuk mengetahui permasalahan agar tidak terjadi penyimpangan

(19)

j. menilai prestasi kerja bawahan di lingkungan Sub Bagian Kepegawaian berdasarkan hasil yang dicapai sebagai bahan peningkatan karir pegawai

k. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan menyangkut bidang Sub Bagian Kepegawaian untuk pembinaan dan peningkatan tugas selanjutnya

l. membuat laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bagian Kepegawaian kepada atasan sebagai pertanggungjawaban dan penilaian atasan

m. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya.

c. Sub Bagian Program dan Pelaporan

(1) Sub Bagian Program dan Pelaporan dipimpin oleh seorang

Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggngjawab kepada Sekretaris.

(2) Sub Bagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas

mengkoordinasikan perencanaan program dan kegiatan, pengumpulan, pengolahan dan penyusunan data statistik evaluasi dan program.

(3) Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini

adalah sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Program dan Pelaporan dengan berpedoman kepada tugas pokok dan fungsi serta data dan program kerja Badan Kepegawaian Daerah serta ketentuan yang berlaku sebagai pedoman b. menyiapkan dan menyusun rencana dan program kerja c. mempelajari pola dasar pembangunan daerah, rencana

pembangunan rutin tahunan daerah untuk pedoman penyusunan program kerja Badan Kepegawaian Daerah. d. menghimpun dan menyusun rencana dan program kerja

Badan Kepegawaian Daerah serta mempersiapkan bahan petunjuk pelaksanaan program kerja di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah .

(20)

e. menyiapkan data untuk dikelola sebagai bahan perencanaan selanjutnya

f. memonitor dan menganalisa kesesuaian antara rencana kegiatan dan kebutuhan keuangan

g. menilai prestasi kerja bawahan di lingkungan kerja Sub Bagian Program dan Pelaporan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan peningkatan karir

h. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan menyangkut Sub Bagian Program dan Pelaporan untuk pembinaan dan peningkatan tugas selanjutnya

i. membuat laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bagian

Program dan Pelaporankepada atasan sebagai

pertanggungjawaban dan penilaian atasan

j. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya.

3. Bidang Pengadaan, Pensiun dan Mutasi

(1) Bidang Pengadaan, Pensiun dan Mutasi dipimpin oleh

seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan melalui Sekretaris.

(2) Bidang Pengadaan, Pensiun dan Mutasi mempunyai tugas

membantu Kepala Badan dalam menyiapkan bahan pedoman dan petunjuk teknis di bidang pengadaan, pensiun dan mutasi pegawai.

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada

ayat (2), Bidang Pengadaan, Pensiun dan Mutasi pegawai mempunyai tugas :

a. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di Bidang Pengadaan, Pensiun dan mutasi pegawai meliputi pengadaan dan pengangkatan pegawai, penyusunan formasi, proses administrasi pensiun, proses mutasi jabatan, mutasi dalam daerah dan mutasi antar daerah ; b. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis dibidang

(21)

c. Mengkoordinasikan dan memadukan rencana program dan kegiatan di Bidang Pengadaan, Mutasi dan Pensiun Pegawai.

d. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

(4) Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini

adalah sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan di Bidang Pengadaan, Pensiun dan Mutasi dengan berpedoman kepada tugas pokok dan fungsi serta data dan program kerja Badan Kepegawaian Daerah serta ketentuan yang berlaku sebagai pedoman kerja

b. menyelenggarakan seleksi penerimaan pegawai.

c. mengelola pengangkatan dan penempatan CPNS sesuai dengan kebutuhan daerah

d. menyusun dan memproses bahan administrasi

pemberhentian dan pensiun pegawai

e. merencanakan dan mengendalikan mutasi pegawai

f. mengelola kenaikan pangkat, pengangkatan dalam jabatan, serta pemindahan pegawai antar instansi dan antar daerah

g. menghimpun, mengumpulkan dan mengolah data jabatan struktural, fungsional dan pangkat PNS.

h. merencanakan kegiatan tahunan bidang pengadaan dan mutasi pegawai serta membuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan

i. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dan memberikan arahan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

j. mengatur dan mendistribusikan tugas kepada Kepala Sub Bidang di lingkungan Bidang Pengadaan, Pembinaan dan Mutasi baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

k. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

(22)

Bidang Pengadaan dan Mutasi terdiri dari: a. Sub Bidang Pengadaan dan Pensiun b. Sub Bidang Mutasi

a. Sub Bidang Pengadaan dan Pensiun

(1) Sub Bidang Pengadaan dan Pensiun dipimpin oleh seorang

Kepala Sub Bidang yang berada di bawah dan

bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Pengadaan, Pensiun dan Mutasi.

(2) Sub Bidang Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan, mempersiapkan bahan pengadaan dan pengangkatan pegawai berdasarkan peraturan yang berlaku

(3) Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini adalah sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Pengadaan dan Pensiun dengan berpedoman kepada tugas pokok dan fungsi serta data dan program kerja Badan Kepegawaian Daerah serta ketentuan yang berlaku sebagai pedoman kerja

b. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dan memberikan arahan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

c. menyiapkan bahan pelaksanaan pengadaan pegawai

d. menyiapkan pedoman dan petunjuk kerja pelaksanaan pengadaan dan pengangkatan pegawai

e. membuat rencana kerja Sub Bidang Pengadaan

f. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam pelaksanaan kegiatan

g. menyiapkan bahan seleksi CPNS dan pegawai tidak tetap untuk pengisian formasi yang ditetapkan

h. menyiapkan bahan pengangkatan CPNS dan pegawai tidak tetap yang telah lulus seleksi berdasarkan peraturan yang berlaku.

i. menghimpun dan meneliti data PNS yang akan pensiun . j. melaksanakan penyimpanan berkas kerja dan data serta

(23)

k. membagi tugas dan arahan kepada bawahan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku

l. mengawasi dan mengevaluasi kegiatan staf di lingkungan Sub

Bidang Pengadaan dan Pensiun untuk mengetahui

permasalahan agar tidak terjadi penyaimpangan

m. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan menyangkut pelaksanaan tugas Sub Bidang Pengadaan untuk pembinaan dan peningkatan tugas selanjutnya

n. membuat laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bidang

Pengadaan dan Pensiun kepada atasan sebagai

pertanggungjawaban dan penilaian atasan

o. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya.

b. Sub Bidang Mutasi

(1) Sub Bidang Mutasi dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Pengadaan, Pensiun dan Mutasi.

(2) Sub Bidang Mutasi mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pangkat, mutasi jabatan, mutasi antar instansi dan daerah, peninjauan masa kerja PNS dilingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya

(3) Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini adalah sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Mutasi dengan berpedoman kepada tugas pokok dan fungsi serta data dan program kerja Badan Kepegawaian Daerah serta ketentuan yang berlaku sebagai pedoman kerja

b. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dan memberikan arahan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

c. mengumpulkan data dan bahan yang berkaitan dengan mutasi pangkat, jabatan antar instansi, antar daerah dan peninjauan masa kerja PNS

(24)

d. menyiapkan bahan administrasi pengelolaan mutasi pangkat, mutasi jabatan antar instansi dan antar daerah serta peninjauan masa kerja PNS

e. menyiapkan pedoman dan petunjuk kerja f. membuat rencana kerja Sub Bidang Mutasi

g. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam pelaksanaan kegiatan

h. meneliti, mengolah usul kenaikan pangkat dan peninjauan masa kerja PNS

i. mempelajari dan meneliti bahan usul pindah pegawai antar unit kerja, antar dari dan dalam jabatan dan mengendalikan PNS pindah dari dan dalam daerah.

j. melaksanakan administrasi dan pengendalian mutasi PNS k. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan

menyangkut Sub Bidang Mutasi guna pembinaan dan peningkatan tugas selanjutnya

l. membuat laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bidang Mutasi kepada atasan sebagai pertanggungjawaban dan penilaian atasan

m. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya.

4. Bidang Diklat dan Pengembangan

(1) Bidang Diklat dan Pengembangan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan melalui Sekretaris.

(2) Bidang Diklat dan Pengembangan mempunyai tugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan perumusan dan kebijakan teknis di bidang Diklat dan Pengembangan.

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Bidang Diklat dan Pengembangan mempunyai fungsi :

a. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis diklat pimpinan pegawai, diklat teknis, fungsional dan diklat lainnya ;

b. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis pengembangan pegawai ;

(25)

c. Mengkoordinasikan dan memadukkan perencanaan program dan kegiatan di bidang Diklat dan Pengembangan;

d. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

(4) Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini adalah sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Bidang Diklat dan Pengembangan dengan berpedoman kepada tugas pokok dan fungsi serta data dan program kerja Badan Kepegawaian Daerah serta ketentuan yang berlaku sebagai pedoman kerja

b. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dan memberikan arahan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

c. menyusun rencana dan pelaksanaan pengembangan karir pegawai

d. mengelola data pokok kepegawaian

e. mengatur dan mendistribusikan tugas Kepala sub Bidang sesuai dengan ketentuan yang berlaku

f. memberi petunjuk dan bimbingan kepala Kepala Sub Bidang berkenaan dengan pelaksanaan tugas

g. mengumpulkan data dan bahan tentang pendidikan dan latihan yang diperlukan berdasarkan kebutuhan

h. menyiapkan bahan kelengkapan administrasi peserta diklat dan penugasan PNS mengikuti Diklat

i. menyiapkan pedoman petunjuk teknis kerja tentang

pelaksanaan administrasi pengembangan PNS mengikuti diklat j. membuat rencana kebutuhan dan program kerja diklat

berdasarkan kebutuhan dan analisa

k. mengumpulkan dan mengolah bahan pelaksanaan penugasan Pegawai Negeri yang mengikuti diklat struktural, teknis fungsional.

l. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam pelaksanaan kegiatan

m. menghimpun dan memelihara data alumni diklat,

(26)

n. menyusun laporan pelaksanaan tugas dan kegiatan sub bidang pendidikan dan pelatihan

o. mengawasi dan mengendalikan Bidang Diklat dan

Pengembangan supaya kegiatan sesuai dengan rencana p. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

dengan bidang tugas dan permasalahannya. Bidang Diklat dan Pengembangan terdiri dari:

a. Sub Bidang Diklat

b. Sub Bidang Pengembangan a. Sub Bidang Diklat

1 Sub Bidang Diklat dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Diklat dan Pengembangan.

(2) Sub Bidang Diklat mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang Diklat Kabupaten Dharmasraya.

(3) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini adalah sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Diklat dengan berpedoman kepada tugas pokok dan fungsi serta data dan program kerja Badan Kepegawaian Daerah serta ketentuan yang berlaku sebagai pedoman kerja

b. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dan memberikan arahan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

c. mengawasi dan mengevaluasi kegiatan staf di lingkungan Sub Bidang Diklat untuk mengetahui permasalahan agar tidak terjadi penyaimpangan

d. menginventarisir permasalahan-permasalahan yang

berhubungan dengan Sub Bidang Diklat serta menyiapkan bahan pemecahannya

e. menilai prestasi kerja bawahan/staf di lingkungan Sub Bidang Diklat berdasarkan hasil yang dicapai sebagai bahan peningkatan karir pegawai

(27)

f. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan menyangkut pelaksanaan tugas Sub Bidang Diklat untuk pembinaan dan peningkatan tugas selanjutnya

g. membuat laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bidang Diklat kepada atasan sebagai pertanggungjawaban dan penilaian atasan

h. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

b. Sub Bidang Pengembangan

(1) Sub Bidang Pengembangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Data dan Pengembangan.

(2) Sub Bidang Pengembangan mempunyai tugas menyiapkan dan menyusun perencanaan pengembangan dan formasi PNS berdasarkan ketentuan dan hasil analisa jabatan

(3) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini adalah sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Pengembangan dengan berpedoman kepada tugas pokok dan fungsi serta data dan program kerja Badan Kepegawaian Daerah serta ketentuan yang berlaku sebagai pedoman kerja

b. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dan memberikan arahan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

c. menyusun rencana operasional dan program kerja kegiatan pengelolaan pengembangan karir pegawai

d. mengumpulkan data dan bahan tentang jumlah formasi jabatan struktural, non struktural, fungsional berdasarkan analisis jabatan dan formasi yang terisi dan tidak terisi

e. melaksanakan pelayanan dan pengelolaan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian PNS dalam dan dari jabatan struktural

f. melaksanakan koordinasi pengelolaan pengembangan karir pegawai dengan unit kerja lain

(28)

h. melaksanakan pelayanan dan pengelolaan administrasi penerimaan Praja IPDN

i. melaksanakan pelayanan dan pengelolaan administrasi pengiriman ujian penyesuaian ijazah, ujian dinas Tk.I dan II j. menilai prestasi kerja bawahan/staf di lingkungan Sub Bidang

Pengembangan berdasarkan hasil yang dicapai sebagai bahan peningkatan karir pegawai

k. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan menyangkut Sub Bidang Pengembangan untuk pembinaan dan peningkatan tugas selanjutnya

l. membuat laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bidang Pengembangan kepada atasan sebagai pertanggungjawaban dan penilaian atasan

m. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya.

5. Bidang Data, Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai

(1) Bidang Data, Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan melalui Sekretaris. (2) Bidang Data, Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai

tugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan perumusan dan kebijakan teknis di bidang data, pembinaan disiplin, bimbingan dan konseling, etos kerja, proses administrasi hukuman disiplindan peningkatan kesejahteraan dan motivasi pegawai.

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (2), Bidang Data, Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai fungsi :

a. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis data dan formasi pegawai;

b. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis pembinaan kesejahteraan pegawai ;

(29)

c. Mengkoordinasikan dan memadukan perencanaan program dan kegiatan bidang Data, pembinaan dan kesejahteraan pegawai ;

d. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

(4) Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini adalah sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Bidang Data, Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai dengan berpedoman kepada tugas pokok dan fungsi serta data dan program kerja Badan Kepegawaian Daerah serta ketentuan yang berlaku sebagai pedoman kerja

b. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dan memberikan arahan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

c. menyusun bahan dan data serta membuat formasi pegawai Kabupaten Dharmasraya

d. menghimpun, mengumpulkan dan mengolah data

kepegawaian PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya

e. melaksanakan penyusunan bahan administrasi pembinaan disiplin dan etos kerja

f. menyusun bahan pembinaan dan konseling terhadap pegawai g. menyusun dan merencanakan peningkatan kesejahteraan

pegawai

h. menyusun dan menyiapkan kartu pegawai seperti Kartu Pegawai, Kartu Taspen, Kartu Istri dan Kartu Suami

i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya.

Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan terdiri dari: a. Sub Bidang Data dan Formasi

(30)

a. Sub Bidang Data dan Formasi

(1) Sub Bidang Data dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan.

(2) Sub Bidang Data mempunyai tugas dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang data pegawai Kabupaten Dharmasraya.

(3) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini adalah sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Data dengan berpedoman kepada tugas pokok dan fungsi serta data dan program kerja Badan Kepegawaian Daerah serta ketentuan yang berlaku sebagai pedoman kerja

b. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dan memberikan arahan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

c. mengawasi dan mengevaluasi kegiatan staf di lingkungan Sub Bidang Data untuk mengetahui permasalahan agar tidak terjadi penyimpangan

d. menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan konsep kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis Sub Bidang Data. e. menginventarisir permasalahan yang berhubungan Sub

Bidang Data dan menyiapkan pemecahannya

f. menyusun rencana operasional dan program kerja kegiatan penyusunan formasi

g. melaksanakan penyusunan, pengusulan dan penetapan formasi pegawai

h. melaksanakan koordinasi pelayanan dan penyusunan formasi dengan unit kerja lain

i. menghimpun, mengolah dan melaksanakan pemutakhiran data pegawai

j. menilai prestasi kerja bawahan di lingkungan Sub Bidang Data berdasarkan hasil yang dicapai sebagai bahan peningkatan karir pegawai

k. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan menyangkut Sub Bidang Data guna pembinaan dan peningkatan tugas selanjutnya

l. membuat laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bidang Data kepada atasan sebagai pertanggungjawaban dan penilaian atasan

(31)

m. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya.

c. Sub Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai

(1) Sub Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Data, Pembinaan dan Kesejahteraan.

(2) Sub Bidang Kesejahteraan mempunyai tugas menyiapkan dan menyusun bahan pembinaan evaluasi, melaksanakan urusan dalam rangka peningkatan kesejahteraan, pembinaan mental, pemberian penghargaan dan tanda jasa di lingkungan pemerintah Kabupaten Dharmasraya

(3) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini adalah sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai dengan berpedoman kepada tugas pokok dan fungsi serta data dan program kerja Badan Kepegawaian Daerah serta ketentuan yang berlaku sebagai pedoman kerja

b. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dan memberikan arahan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

c. merumuskan rancangan norma, standar dan prosedur daerah di bidang pembinaan dan kesejahteraan pegawai

d. menghimpun bahan dan persyaratan usul PNS yang akan diusulkan mendapat Satya Lencana Karya Satya

e. melaksanakan penilaiann dan seleksi PNS berprestasi untuk pemberian penghargaan

f. melaksanakan program pemeliharaan kesehatan PNS g. melaksanakan penyaluran bantuan perumahan PNS

h. menghimpun dan meneliti permohonan PNS untuk mendapatkan kartu ASKES dan TASPEN

i. menghimpun dan meneliti permohonan PNS untuk mendapatkan Kartu Pegawai, Kartu Istri dan Kartu Suami j. menyusun laporan pelaksanaan tugas dan kegiatan

(32)

k. melaksanakan penyimpanan berkas kerja, data dan bahan menurut ketentuan yang berlaku

l. membagi tugas dan arahan kepada bawahan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku

m. mengawasi dan mengevaluasi kegiatan staf sub bidang Pembinaan dan kesejahteraan pegawai agar tidak terjadi penyimpangan

n. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya

7. Unit Pelaksana Teknis

Unit Pelaksana Teknis adalah Unit Pelaksana Teknis Badan

(33)

BAB II

LANDASAN FILOSOFI, VISI DAN MISI 2.1 LANDASAN FILOSOFI

Pembinaan Kepegawaian ditujukan untuk mewujudkan sistem kepegawaian yang mantap, dengan pengembangan pegawai yang dilaksanakan secara terus menerus, berencana melalui upaya pendidikan dan pelatihan, pendidikan kedinasan, pembinaan Pegawai Negeri Sipil dengan disertai bimbingan dan konsultasi serta pengembangan motivasi, kode etik, disiplin serta pemberian penghargaan yang sesuai dengan kredibilitas pribadi dan organisasi dengan tetap mengacu serta memperhatikan kode etik dan disiplin PNS. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi maka dibidang pemerintahan sekarang ini telah terjadi perubahan yang besar sekali, diantaranya adalah diwujudkannya tata kepemerintahan yang demokratis (democratic and good governance). Upaya mewujudkan sistem pemerintahan yang demokratis, bersih dan berwibawa selalu menjadi obsesi bagi rakyat dan pemerintahan di zaman modern sekarang ini

Keberhasilan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan

pembangunan yang telah dicapai, diperlukan adanya perwujudan dan kemampuan serta kesungguhan aparatur negara untuk menjadi insan yang berkualitas, profesional dan bertanggung jawab dalam menangani berbagai permasalahan sehingga keberhasilan yang telah dicapai dapat terus dipelihara dan ditingkatkan serta diarahkan pada peningkatan sumber daya manusia. Peningkatan SDM dan profesionalisme pada Aparatur Negara terus ditingkatkan guna mewujudkan Aparatur Negara yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan dan pembangunan.

Rencana strategis yang disusun merupakan suatu yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun dengan melihat dan mempertimbangkan serta memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang mungkin akan timbul. Rencana Strategis Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Dharmasraya mengacu pada RENSTRA Prioritas Pembangunan Kabupaten Dharmasraya 2010-2015 dengan mengartikulasi visi melalui Visi Bupati dan Wakil Bupati periode

(34)

Menengah (RPJM) Nasional tahun 2010-2014 yang mengarah pada visi, misi dan sasaran.

 Visi Terwujudnya Kabupaten Dharmasraya yang beriman, sehat, cerdas, aman, berbudaya, adil dan sejahtera 2015

 Misi meningkatkan tata pemerintahan yang responsif, akuntabilitas, transparansi, partisipatif dan profesional serta meningkatkan pelayanan publik terhadap masyarakat

 Prioritas penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan baik

Sejalan dengan Visi, Misi, Tujuan dan sasaran Bupati periode 2010-2015 maka penyusunan Rencana Strategis Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Dharmasraya menggunakan metode deskriptif dan Induktif/ analitik dengan melakukan diskusi intern serta memanfaatkan informasi data yang ada. Dalam garis besarnya dapat disampaikan bahwa penyusunan Renstra secara implisit didalamnya dijabarkan mengenai visi mis tujuan kebijaksanaan, program dan yang cukup realistik dengan mengantisipasi perkembangan masa depan

2.2. VISI

Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta menjawab tantangan lingkungan strategik yang dihadapi Badan Kepegawaian Daerah untuk menciptakan aparatur pemerintah Kabupaten yang profesional dan memiliki kopetensi secara teknis dan manajerial. Untuk periode 2011- 2015 Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Dharmasraya mempunyai Visi sebagai berikut :

“MEWUJUDKAN APARATUR YANG PROFESIONAL, BERMORAL DAN SEJAHTERA”

2.3. MISI

Sejalan dengan Visi tersebut diatas, maka Misi Badan Kepegawaian Daerah adalah :

1. Melaksanakan manajemen kepegawaian secara benar.

2. Meningkatkan kopetensi aparatur , teknis dan manajerial.

(35)

4. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan sumber daya aparatur sesuai dengan kopetensi berdasarkan sistem karir dan prestasi kerja.

5. Memberikan penghargaan dan sanksi kepada aparatur secara

konsisten dalam rangka penegakan disiplin PNS.

6. Menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian kepegawaian.

(36)

BAB III

DINAMIKA LINGKUNGAN STRATEGI, PERMASALAHAN DAN TANTANGAN 3.1 DINAMIKA STRATEGI

Secara umum RPJM telah mengidentifikasi permasalahan pembangunan yang dihadapi lima tahun kedepan, salah satu diantaranya adalah permasalahan sumber daya manusia aparatur termasuk di dalamnya adalah PNS. Permasalahan tersebut adalah rendahnya kualitas pelayanan umum

antara lain karena tingginya penyalahgunaan kewenangan dan

penyimpangan, rendahnya kinerja sumber daya aparatur, belum memadainya sistem ke%mbagaan (organisasi) dan ketatalaksanaan (manajemen) pemerintahan, rendahnya kesejahteraan PNS, serta banyaknya peraturan perundangundangan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dan tuntutan pembangunan. Untuk itu salah satu agenda pembangunan nasional yang disusun adalah Menciptakan Tata Pemerintahan Yang Bersih dan Berwibawa. Upaya untuk mewujudkan hal tersebut, disusun arah kebijakan pembangunan penyelenggaraan negara yang ditetapkan sebagai berikut :

a. Menuntaskan penanggulangan penyalahgunaan kewenangan dalam bentuk praktikaraktik KKN melalui: Penerapan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance), Pemberian sanksi yang berat bagi pelaku KKN, Peningkatan efektivitas pengawasan aparatur, Peningkatan budaya kerja aparatur, Percepatan tindak lanjut hasil-hasil pengawasan.

b. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan administrasi negara melalui: Penataan kembali fungsi-fungsi kelembagaan pemerintahan agar dapat lebih memadai, efektif dengan struktur lebih ramping, luwes dan responsif, Peningkatan efektivitas dan efisiensi ketatalaksanaan pada semua tingkat dan lini pemerintahan, Penataan dan peningkatan kapasitas SDM aparatur agar lebih profesional, Peningkatan kesejahteraan pegawai dan memberlakukan sistem karier berdasarkan prestasi, optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan e-Government dan dokumen/arsip negara dalam pengelolaan tugas dan fungsi pemerintahan.

(37)

c. Meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan. Dua dari tiga arah kebijakan pembangunan nasional penyelenggaraan negara tersebut diatas mengamanatkan dilakukannya upaya-upaya yang difokuskan pada dua aspek pembangunan yaitu aspek kelembagaan dan sumber daya manusia aparatur. Maksud dari arah kebijakan tersebut yaitu agar pembangunan penyelenggaraan negara mampu mewujudkan aparatur yang profesional, aparatur yang akuntabel, dan aparatur yang sejahtera serta kelembagaan yang efisien dan tanggap terhadap perubahan. Dengan terwujudnya kondisi aparatur sebagai tersebut diatas, diharapkan dapat mengantarkan upaya pembangunan nasional penyelenggaraan negara mencapai tujuan agenda pembangunan nasional: Menciptakan Tata Pemerintahan Yang Bersih dan Berwibawa.

3.2 PERMASALAHAN

Dari identifikasi permasalahan berdasarkan tugas pokok dan fungsi pada Badan Kepegawaian Daerah yang menjadi perhatian untuk 5 (lima) tahun kedepan dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia aparatur melanjutkan program dan kegiatan yang belum tercapai pada target Renstra sebelumnya sehingga perlu ditindaklanjuti pada Renstra 2010-2015 sebagai konsekuensi dalam mendukung program pemerintah daerah 5 tahun mendatang. Permasalahan yang dihadapi dan harus dilaksanakan adalah :

a.

Proses pengangkatan GTT/PTT yang masuk dalam database kepegawaian

sesuai regulasi SE MENPAN No. 5 Tahun 2010 untuk dilakukan pemberkasan menjadi Calon Pegawai Negeri dan tindak lanjut pemetaan Tenaga Honorer Kategori I, II dan Non Kategori

b.

Rekruitmen CPNS dari pelamar umum untuk mengganti PNS yang

memasuki BUP yang disiapkan penggantinya

c.

Penataan personil secara proporsional pada jabatan struktural/ fungsional

karena pensiun untuk disiapkan penggantinya melalui promosi/ pengangkatan dan pelantikan

d.

Wacana pembatasan batas usia pensiun PNS mencapai usia 58 tahun

e.

Sosialisasi PP Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS yang

(38)

f.

Regulasi administrasi kepegawaian melalui kartu pegawai elektronik yang

memiliki banyak fungsi bagi PNS

g. Pengembangan data PNS melalui sistem aplikasi pelayanan kepegawaian

dan informasi data yang mudah diakses secara langsung pleh PNS melalui

teknologi informasi

3.3TANTANGAN

Keberadaan Pegawai Negeri Sipil sebagai aparat birokrasi yang berasal dari jalur karier kepegawaian (non political appointees) selalu dijumpai di setiap pemerintahan suatu negara, dan keberadaannya akan terus eksis selama pemerintahan negara tersebut masih ada. Keberadaan PNS dibutuhkan oleh pemerintah dan negara (stakeholder), dimana PNS selaku pelaksana kebijakan untuk menggerakan birokrasi, dan dibutuhkan oleh masyarakat secara umum (customer) dalam wujud pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat (fungsi public service).

Oleh karena itu Pegawai Negeri Sipil disebut "public servant atau civil

servant," yang selalu dibutuhkan oleh Pemerintah/Negara, dan Masyarakat

sebagai pengguna jasa PNS. Perubahan dari dua faktor utama (pemerintah selaku stakeholder dan PNS selaku pelaksana kebijakan/penyelenggara birokrasi serta penyedia pelayanan kepada masyarakat) diperlukan, karena dipengaruhi oleh dinamika perubahan di berbagai bidang, seperti: POLEKSOS, demografi, dan meningkatnya tuntutan publik kepada PNS, serta pengaruh global. Dari sisi pemerintah, perkembangan dan perubahan lingkungan yang terjadi telah disikapi dengan berbagai upaya penyesuaian arah kebijakan pembangunan nasional.

Kebijakan pembangnan penyelenggaraan negara, diarahkan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa sebagaimana tertuang dalam RPJM Kabupaten Dharmasraya. Aparatur sebagai subjek pelaksana program dari segi kesejahteraan, dimana penghasilan PNS dapat memenuhi tingkat hidup layak bagi diri dan keluarganya, yang didukung dengan sistem penghargaan non materil yang adil dan rasional, sehingga mampu menumbuhkan motivasi yang selanjutnya memacu peningkatan kinerja dan terciptanya aparatur yang bersih dari KKN.

(39)

Sedangkan penyesuaian yang harus dilakukan oleh kepegawaian adalah menyelaraskan program-program kepegawaian dengan arah kebijakan pembangunan nasional serta tuntutan stakeholder (pemerintah) dan masyarakat yang menghendaki terwujudnya PNS yang profesional, dan bersih dari KKN, sehingga mampumenghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan mendorong terciptanya kepemerintahan yang baik (good governance). Untuk itu masih terbuka peluang bagi kepegawaian di masa depan, apabila mampu mengembangkan sistem manajemen kepegawaian yang ada, sehingga dapat mewujudkan PNS sebagaimana diharapkan oleh stakeholder dan customernya.

3.4 KENDALA

Kondisi kepegawaian dalam hal ini mengacu pada kepegawaian sebagai suatu sistem penyelenggaraan manajemen PNS, termasuk didalamnya PNS sebagai sumber daya manusia aparatur yang ada (existing system). Sistem kepegawaian yang ada belum mampu mewujudkan Pegawai Negeri Sipil yang profesional, bertanggung jawab, jujur, dan adil melalui pembinaan yang dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititik beratkan pada sistem prestasi kerja (Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Pasal 12, ayat (2)). Meskipun peraturan perundangundangan di bidang kepegawaian telah mengamanatkan tenwujudnya PNS sebagaimana diharapkan oleh masyarakat, namun demikian kenyataannya PNS belum mampu memenuhi harapan tersebut. Kondisi demikian diindikasikasikan dengan berbagai keluhan terhadap kinerja birokrasi secara kelembagaan seperti:

a. Rendahnya kepuasan masyarakat terhadap kinerja pelayanan birokrasi.

b. Kurangberdayanya regulasi kepegawaian sebagai mekanisme pengaturan

peraturan perundangan kepegawaian termasuk norma, standar dan prosedur teknis pelaksanaanya

c. Belum tertatanya birokrasi baik sumber daya aparaturnya maupun

kelembagaannya

d. Sumber daya manusia, infrastruktur organisasi, kompetensi dan

ketersediaan sarana prasarana yang masih belum presentatif dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagaimana yang terdapat di dalam

(40)

e. Terhambatnya penyampaian informasi kepegawaian secara cepat karena jangkauan lokasi SKPD yang menyebar di daerah

f. Terbatasnya personil yang menangani kepegawaian dengan jumlah PNS

Gambar

GAMBAR 1.3  No  Jenis Penggunaan  Lahan  2005  2009  Perubahan (Ha)    Ha % Ha %
TABEL 1.5  KEPENDUDUKAN  No  Aspek  Kependudukan  Perkembangan Tahun  2005 2006 2007  2008  2009  1  Jumlah penduduk  (jiwa)  165.194  170.440  175.573  180.915  186.35 4  2  Jumlah penduduk  40.171  40.566  41.334  42.684  43.967
Tabel  di  bawah,  memperlihatkan  bahwa  selama  2005-2009,  sector  pertanian  mengalami  penurunan  yang  cukup  signifikan  yang  diperkirakan  sampai  tahun  2009  lalu  adalah  sebesar  34,70%

Referensi

Dokumen terkait

Membuat daftar rapel gaji dan beras Hakim dan Pegawai menggunakan aplikasi gaji dan menyusun kelengkapannya mengacu pada daftar gaji, dilaksanakan setelah ada Surat Edaran

Kepala Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Asisten Pemerintahan dalam memimpin, mengkoordinasikan, membina dan

Mengakumulasikan biaya produk atau jasa berdasarkan proses atau departemen dan kemudian membebankan biaya tersebut ke sejumlah besar produk yang hampir identik.

Rencana ini harus menjabarkan scenario pengembangan kota dan pengembangan sektor bidang Cipta karya, usulan kebutuhan investasi yang disusun dengan berbasis demand

Ratna Juwita MZ dalam skripsinya menuliskan tentang metode drill, dalam tulisannya mengkaji tentang Pembelajaran Tari Muli Siger Menggunakan Metode Drill pada Kegiatan

Aplikasi yang dibangun sangat efektif karena Informasi data pasien, data rekam medis, data kunjungan pasien, data pemerimaan obat, data pengeluaran obat, dan data

Dengan demikian pedoman Pengembangan Materi e-Pembelajaran diharapkan menjadi acuan bagi pengembang e-Materi untuk mencapai standar mutu, penilai e-Materi,

Hasil penelitian ini menunjukkan gaya kepemimpinan dan budaya organisasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap komitment kerja a dalam meningkatkan kinerja