ZERO WASTE :
ENERGI BIOGAS
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Masalah saat ini antara lain
adalah:
- Energi
- Lingkungan Hidup
- Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Pengembangan teknologi biogas
menguntungkan karena:
- dapat mengurangi pencemaran udara, tanah, air dan biologis
- untuk pupuk : kompos dan pupuk cair
Hambatan
Pengembangan instalasi biogas
-
Kurangnya technical expertise
- Tidak berfungsinya digester (bocor, kesalahan konstruksi, dll)
- Disain tidak user friendly
- Memerlukan penanganan secara manual
(pengumpanan/ pengeluaran material dari digester)
- Biaya pembuatan masih mahal
Tabel Potensi Energi Terbarukan dan Kapasitas
Terpasang di Indonesia
Sumber Energi
Terbarukan
Potensi
(MWe)
Kapasitas
Terpasang
(MWe)
Penggunaan
(%)
Gepthermal *)
19650
589
3.00
Micro-hydro*)
458.75
21
4.58
Solar/PV**)
156487
5
0.0032
Angin***)
9286
0.5
0.0054
Biomasa *)
49807
178
0.36
Total
2.36E+05
793.5
7.95
jam operasi : 8 jam/hari
**) total area potensial 2 ·106 km2
***) total luasan kincir angin per unit : 250 m x 250 m Sumber: RIPEBAT; DGEEU, 1977; ACE (2002)
Prinsip pengolahan limbah cair
1.
Secara fisika : pengendapan, penyaringan, adsorbsi, sedimentasi
2.
Secara kimiawi : netralisasi, presipitasi, oksidasi, reduksi , pertukaran ion
3.
Secara biologis : proses aktivitas metabolis (aerobik, anaerobik, anoksik)
Limbah industri pertanian
biodegradable
Sistem biologis
• Pengolahan secara aerobik + activated sludge:
biaya cukup murah, namun memerlukan lahan yang cukup luas
• Pengolahan secara anaerobik:
Memerlukan biaya investasi yang cukup mahal,
tetapi menghasilkan energi biogas
Gambar Limbah industri tapioka (onggok)
Umur panen
: 8 – 18 bulan
Produktivitas
: 16 – 45 ton/ha
Rendemen pati
: 2 – 9 ton/ha
Gambar Limbah industri kelapa sawit
Gambar Limbah peternakan sapi besar
Sahrul dan Milono (1983) : biogas dari onggok limbah industri tapioka
Gumbira Said, dkk (1994) : studi pembuatan biogas dari tandan kosong
kelapa sawit, perikarp dan lumpur limbah pabrik kelapa sawit
Sidharta, dkk (1995) : kajian pemanfaatan limbah kelapa sawit untuk biogas
Khuzaini dan Edy (2003) : pengolahan limbah pabrik etanol untuk biogas
Perumahan Industri Kolam ikan Kolam itik gangang kolam Kolam pengendapan Instalasi Biogas Kandang Hewan Tanaman pangan Hutan
Bahan bakar padat, cair dan gas Makanan Makanan Limbah domestik/ industri Aplikasi langsung Proses Photovoltaic Makanan mns Photosynthesis Energi matahari (Bio-degradation
)
pupuk Kotoran hewan Limbah pertanian Pakan ternak Makanan mns Kayu bakar Biogas untuk memasak penerangan Refrigasi Transportasi Pembangkit listrikPENGEMBANGAN PETERNAKAN
(Ditjend. Peternakan, Deptan)Fokus tahun 2002 -2005: Kawasan Agribisnis Berbasis Peternakan
1. Kawasan khusus peternakan
Kawasan sapi perah
: Jabar dan Jatim
Kawasan Sapi Potong
:
Sumatera : NAD, Sumbar, Sumsel
Jawa : Jateng, Jatim dan DI Yogyakarta
Kawasan Timur Indonesia : Sulsel, NTT, NTB, dan Bali
2.
Kawasan terintegrasi
Kawasan integrasi kelapa sawit dan sapi: Prov. Bengkulu
3. Agropolitan
Provinsi SUMBAR (Kab. Agam)
komoditas unggulan peternakan
Ternak Sapi Kotoran Ternak Alat/Mesin: - Pencacah - Penghancur tongkol Biogas Pupuk cair/padat Gas Procesing/ Industri Makanan: - Pengeringan - Industri marning, keripik jagung, dsb Tungku Pemanas Tenaga Hewan: - Angkutan - Pengolahan tanah, penanaman, penyiangan dan pemupukan Kompos Pompa air Rumah Tangga:
Lampu, kompor, pemanas air
Motor penggerak Alat/ Mesin: Pengolah tanah penanam penyiang pemupuk pemipil pengering penyimpan Pakan Ternak Limbah:
- Batang dan daun - Tongkol jagung Bahan baku industri
berbasis jagung Bahan baku industri
berbasis ternak sapi
Budidaya Jagung
-Kompor gas - Lampu petromak Daya:
Digester
Kandang Sapi Bak Penampung Kotoran SapiKolam Penampung Air (pupuk cair/ kompos)
Gambar Instalasi Pemroses Kotoran Ternak menjadi Biogas dan Pemanfaatannya
Diesel Engine Pemurnian Gas metana Pompa air Chopper Kemasan gas metana dalam tabung Pemanfaatan pupuk cair/ kompos
DIPA 2005
DIPA 2006
Gas SlurrySelulosa Glukosa Asam Lemak dan Alkohol Metan + CO2 (C6H10O5)n + nH2O n(C6H12O6) selulosa glukosa 1. Hidrolisis 2. Pengasaman 3. Metanogenik (C6H12O6)n + nH2O CH3CHOHCOOH glukosa asam laktat
CH3CH2CH2COOH + CO2+ H2 asam butirat CH3CH2OH + CO2 etanol 4H2+ CO2 2H2O + CH4 CH3CH2OH + CO2 CH3COOH + CH4 CH3COOH + CO2 CO2+ CH4 CH3CH2CH2COOH + 2H2+ CO2 CH3COOH + CH4
Gambar Tahap Pembentukan Biogas (FAO, 1978)
Faktor yg berpengaruh:
pH
Temperature
Laju Pengisian
Waktu tinggal dalam digester
1 m
3biogas
Dapat membangkitkan listrik 1,25 kW Dapat untuk memasak 3 macam masakan untuk 4 orang Dapat untuk menjalankan 300 liler kulkas selama 3 jam Dapat untuk menjalankan mesin 2 HP selama 1 jam Dapat untuk menyalakan lampu 60 W selama 7 jamAplikasi-aplikasi yang mungkin dari biogas
digester biogas dirancang untuk 10 ekor sapi
kotoran sapi 20 kg/hari/ekor
retention time 45 hari
kapasitas digester 18 m3
Perkiraan produksi biogas yaitu 6 m3/ hari
(untuk rata-rata produksi biogas 30 liter gas/kg kotoran sapi).
Gambar Disain digester (tipe fixed dome)
Lubang
Pengeluaran
Pengeluaran
Gas
Gas
Slurry
Lubang
Pengisian
Lubang geser
Penutup dilapisi
tanah lempung
1000 mm Max.Penutup
mudah dilepas
Pengujian Genset Dengan Bahan Bakar Biogas
Generator listrik dengan penggerak
mesin diesel (bahan bakar minyak
solar/biogas) (3000W)
Gambar Algen gas generator (1500 W)
Uraian Referensi Hasil Pengukuran
1. Kondisi bahan (kotoran sapi) - Kadar air, %
- C/N rasio - COD, mg/l - BOD/ COD
2. Kondisi dalam digester (proses) - Suhu, oC
- pH
3. Kandungan Kimia Biogas - CH4, %
- CO2, % - H2S, g/ m3 - NH3, g/ m3
4. Kondisi lumpur keluaran dari digester - COD
- BOD/ COD
- Kandungan unsur hara (utama), % Nitrogen Pospor Kalium 7 – 9 1: 25 1: 30 -35 7,0 – 8,0 50 – 60 30 – 40 < 1% -500 – 2-500 0,5 1,45 1,1 0 1,10 13,59 1 : 16,69 19 800 0,06 25 – 27 7 – 8,6 77,13 20,88 1544,46 40,12 1 960 0,37 1,82 0,73 0,41
Hasil Uji
Pemanfaatan Biogas Referensi Hasil pengukuran - Lampu penerangan (m3/ jam) - Kompor gas (m3/ jam) - Energi listrik
Algen gas generator (700 W) Algen gas generator (1500
W)
Modifikasi diesel engine 6HP (3000 W)
0,11 – 0,15
(penerangan setara dengan 60 watt lampu bohlam 100 candle power
620 lumen). Tekanan: 70 85 mmH2O 0,2 – 0,45 0,3 m3/ orang/ hari Tekanan: 75 90 mmH2O 0.5 m3 biogas/kwh 0.35 m3 biogas/kwh
perbandingan solar : biogas = 10 : 9
0,15 – 0,3 Tekanan = 30 – 60 mmH2O 0,2 – 0,4 Tekanan = 60 – 85 mmH2O 0.55 m3 biogas/kwh 0.40 m3 biogas/kwh 100 ml solar, 0.39 m3 biogas/kwh
Tabel Pemanfaatan Biogas
Tabel Parameter dan hasil analisa kelayakan ekonomi
Parameter dan Hasil Analisa Reaktor Biogas
Generator Listrik 1. Parameter
Biaya investasi, Rp
Biaya operasional dan perawatan, Rp/tahun Pendapatan, Rp/tahun
Keuntungan, Rp/tahun Umur ekonomi, tahun Produksi gas, m3/hari
Produksi gas, m3/tahun
Suku Bunga , %/tahun
2. Hasil Analisa Kelayakan Ekonomi Net Present Worth (NPW), Rp Net Present Cost (NPC), Rp Net Present Revenue (NPR), Rp B/C Ratio
Simple Payback, tahun
Internal Rate Return (IRR), %
18 448 000 2 767 200 7 051 800 4 284 600 20 6 2190 12 13 555 578 39 117 444 52 673 023 1,35 4,3 23,70 7500000 1125000 6504300 5379300 5 -12 12 11891173 11555373 23446546 2.03 1.4 43.39
Tabel Hasil analisa emisi gas buang dari genset (bahan bakar minyak
solar/biogas)
Deskripsi Hasil Batas Ambang
Satuan Metode Analisa
Nitrogen dioxide, NO2 Sulfur dioxide, SO2 Ammonia, NH3 Hydrogen Sulfide, H2S Hydrogen Chloride, HCl Hydrogen Fluoride,HF Chlorine, Cl2 Particle Arsenic, As Mercury, Hg Antimony, Sb Cadmium, Cd Zinc, Zn Lead, Pb Opacity 19,55 0,01 <0,001 0,09 0,03 <0,1 5,87 141,67 <0,003 0,04 <0,02 <0,008 0,03 0,07 0 1000 800 0,5 35 5 10 10 350 8 5 8 8 50 12 35 (mg/m3) (mg/m3) (mg/m3) (mg/m3) (mg/m3) (mg/m3) (mg/m3) (mg/m3) (mg/m3) (mg/m3) (mg/m3) (mg/m3) (mg/m3) (mg/m3) %
Spectrometry (Griess Saltzman) Spectrometry (Pararosanilin) Spectrometry (Indophenol) Spectrometry (Methylen Blue) Spectrometry (Mercury Tiosianat) Spectrometri (Alizarin)
Spectrometry (Methyl Orange) Gravimetry AAS AAS AAS AAS AAS AAS Visual Ringelman Catatan: Peraturan emisi kualitas udara standard Kep-13/MENLH/3/1995