PEMBUATAN EDIBLE FILM PROTEIN WHEY: KAJIAN RASIO PROTEIN DAN GLISEROL TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Skripsi ini membahas mengenai pengaruh penambahan minyak atsiri temulawak ( curcuma xanthorrhiza roxb.) dan plasticizer gliserol pada edible film berbasis gelatin
Pada Gambar 4 dapat diketahui bahwa penambahan gliserol pada edible film akan menurunka kuat tarik edible film yang dihasilkan, hasil ini berbanding terbalik
CaCl 2 sebanyak 0,25% menghasilkan edible film protein whey dengan struktur paling halus dan kompak, hasil ini mengindikasikan bahwa CaCl 2 0,25% membantu
Berdasarkan Gambar 4 dapat dilihat bahwa semakin banyak gliserol yang ditambahkan maka nilai persentase film yang terdegradasi semakin besar, terlihat pada
Hal ini disebabkan pati yang ditambahkan mempunyai sifat hidrofilik dan mudah mengikat air, dan penambahan gliserol yang semakin tinggi akan meningkatkan sifat
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi persentase gliserol terhadap sifat mekanik edible film (berbahan dasar dari komposit whey dangke dan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gliserol terhadap karakteristik edible film dan konsentrasi yang terbaik yang ditambahkan dalam pembuatan
Hasil analisis ragam terhadap data pada Gambar 1 menunjukkan bahwa penerapan konsentrasi gliserol berbeda sebagai plasticizer pada penggunaan gelatin kulit kambing