BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan yang berkualitas (Mahon, 1996). perhatian khusus dalam meningkatkan tingkat kesehatan. Hal ini dikarenakan

Teks penuh

(1)

A. Latar Belakang Masalah

Kecendurungan saat ini, banyak rumah sakit yang mengikutsertakan harapan atau keinginan pasien selama proses perawatannya. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kepuasan pasien (Reck, 2010). Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator yang banyak digunakan untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan yang berkualitas (Mahon, 1996).

Pemerintah US menetapkan pelayanan yang berfokus pada pasien menjadi perhatian khusus dalam meningkatkan tingkat kesehatan. Hal ini dikarenakan kepuasan pasien mampu meningkatkan insentif tenaga kesehatan sebanyak 2% (Kutney-Lee et al., 2009). Selain itu sejak tahun 1986, Joint Commission on Accreditation of Health Care Organization menetapkan standar bahwa mengidentifikasi kepuasan pasien sebagai salah satu pengukuran dari indikator outcome pelayanan kesehatan (Mahon, 1996).

Data kajian pengeluaran publik sektor kesehatan 2007, menggambarkan tren pemanfaatan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan 2001-2005 mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan adanya krisis ekonomi periode 1993-1997, dan rumahsakit tidak mampu menjaga kualitas layanan yang berfokus pada kepuasan pasien, sehingga kunjungan pasien mengalami penurunan (Hafizurrachman,2009).

(2)

Kecendurungan kesehatan dalam perawatan anak sakit saat ini adalah dengan melibatkan persepsi orang tua dalam mengembangkan indikator kualitas pelayanan kesehatan, dan kepuasan orang tua diketahui sebagai alat ukur untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan (Ammentrorp, Mainz, & Sabroe, 2006). Pelander & Leino-Kilpi (2010) menganalisis bahwa penting melibatkan persepsi orang tua dalam pengukuran kualitas pelayanan anak, hal ini dikarenakan orang tua dianggap sebagai expert dalam perawatan anak baik secara emosional maupun psikologis, dan orang tua merupakan konsultan untuk pengalaman anak, terutama pada anak-anak yang masih kecil.

Perawatan anak sakit tidak bisa dipisahkan dari keluarga, karena keluarga adalah sesuatu hal yang konstan bagi kehidupan anak. Didalam perawatan anak sakit, perawat meyakini bahwa keluarga juga merupakan pasien. Hal ini dikarenakan keluarga mampu memberikan kasih sayang, menyediakan lingkungan yang mendukung untuk anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Struktur dan dinamika keluarga mampu mempengaruhi anak baik kesehatan maupun kehidupan anak (Hockenberry & Wilson, 2011).

Pengkajian kepuasan kepada pasien dan keluarga pada bangsal anak mampu meningkatkan kualitas proses pelayanan rumah sakit (Fernández-Castillo, Vílchez, & López-Naranjo, 2013). Keterlibatan orang tua dalam perawatan anak merupakan bentuk realisasi dari family-centered care. Kepuasan orang tua menunjukkan sebuah kerjasama antara orang tua dengan tenaga kesehatan profesional (Latour, 2014).

Kepuasan keluarga terhadap pelayanan kesehatan, terutama pelayanan keperawatan merupakan aspek penting untuk dievaluasi. Hal ini karena perawat merupakan tenaga kesehatan yang bekerja sangat dekat dengan pasien dari pada tenaga kesehatan lain. Perawat bekerja dalam 7 hari dalam 1 minggu dan 24 jam per hari (Merkouris, Papathanassoglou, & Lemonidou, 2004).

(3)

Manfaat kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan adalah meningkatkan kepatuhan pengobatan dan mengikuti rangkaian proses pelayanan keperawatan (Solheim & Garrat, 2013). Ware & Davies (1983) cit Mahon (1996) mendeskripsikan bahwa kepuasan mampu meningkatkan kepatuhan rangkaian pengobatan, menghindari dari penghentian secara sepihak dari diri pribadi dari proses perawatan yang telah direncanakan, dan menghindarkan dari mencari alternatif perawatan lain diluar rencana perawatan yang telah disusun. Kepuasan keluarga juga sangat penting untuk mengevaluasi kualitas pelayanan Rumah Sakit.

Ada berbagai hal yang berbagai hal yang mempengaruhi pengukuran kepuasan keluarga dari anak yang dirawat di rumah sakit. Saat anak masuk rumah sakit, keluarga bisa mengalami perubahan emosi seperti stress, cemas, perasaan bersalah dan lain-lain (Uysal & Cirlack, 2014). Keluarga perlu percaya dengan tenaga kesehatan, hal ini karena kepercayaan keluarga terhadap tenaga kesehatan mempengaruhi kepuasan keluarga (Asilioglu et al., 2009 cit Uysal & Cirlack, 2014).

Suryawati, Dharminto, & Shaluhiyah (2006) menyatakan bahwa variabel non-medis seperti tingkat pendidikan, sosial ekonomi, budaya, lingkungan fisik, pekerjaan, kepribadian dan pengalaman pasien ikut menentukan kepuasan pasien. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan keluarga yaitu karakteristik keluarga, karakteristik anak, dan hubungan antara orang tua dengan tenaga kesehatan (Moumtzoglou et al., 2000). Selain itu, faktor diri pribadi keluarga, staf, kualitas pelayanan kesehatan, penetapan masalah medis, pengobatan dan lain-lain juga mempengaruhi kepuasan keluarga (Uysal & Cirlak, 2014). Faktor yang paling mempengaruhi kepuasan keluarga adalah tingkat pendidikan orang tua dan lama hari perawatan (Tsironi et al., 2012).

Peneliti melakukan wawancara dengan perawat dan beberapa orang tua. Perawat mengatakan bahwa perawat sudah memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan standar operasional prosedur. Ada beberapa orang tua yang menyatakan puas dengan pelayanan

(4)

keperawatan, dan ada beberapa orang tua yang menyatakan tidak puas dengan pelayanan keperawatan. Peneliti melakukan wawancara dengan perawat, di bangsal dahlia belum mempunyai standar operasional prosedur mengenai kepuasan pasien. Oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi di ruang rawat inap anak.

Evaluasi tingkat kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan dengan karakteristik orang tua akan memberikan informasi yang bermanfaat dalam mengkaji kualitas pelayanan keperawatan, dan sebagai bahan pertimbangan dalam menyelesaikan masalah dan persiapan penyusunan rencana keperawatan. Evaluasi pelayanan keperawatan akan memberikan dampak positif baik kepada pasien dan keluarga, individu perawat, dan semua profesi perawat (Findik et al., 2010). Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti tentang kepuasan keluarga dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan keluarga selama menjalani pelayanan perawat anak.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah adalah bagaimanakah gambaran kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan dan faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi di ruang rawat inap anak RSUD Tidar Magelang?

C. Pertanyaan Penelitian

1. Bagaimana gambaran kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan di ruang rawat inap anak?

2. Faktor-faktor apasajakah yang mempengaruhi kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan di ruang rawat inap anak?

(5)

D. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Mengkaji faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan di ruang rawat inap anak Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Magelang

2. Tujuan Khusus

a. Mengkaji gambaran kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan di ruang rawat inap anak dan komponen-komponennya

b. Mengetahui hubungan antara usia orang tua dengan kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan anak

c. Mengetahui hubungan antara jenis kelamin orang tua dengan kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan anak

d. Mengetahui hubungan antara pendidikan orang tua dengan kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan anak

e. Mengetahui hubungan antara sosial-ekonomi orang tua dengan kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan anak

f. Mengetahui hubungan antara lama rawat inap anak dengan kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan anak

E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoritis:

a. Manfaat untuk ilmu pengetahuan adalah dapat mengembangkan pengetahuan tentang kepuasan keluarga di ruang rawat inap anak berdasarkan pelayanan keperawatan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

(6)

2. Manfaat praktis:

a. Manfaat untuk perawat adalah untuk memberikan gambaran bahwa dibutuhkan pendekatan khusus untuk meningkatkan kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan

b. Manfaat untuk manajemen keperawatan adalah mampu memberikan gambaran mengenai kepuasan pasien berdasarkan pelayanan keperawatan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

(7)

F. Keaslian Penelitian

Penelitian serupa yang pernah dilakukan yang berhubungan dengan kepuasan keluarga selama perawatan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain:

Nama dan Judul Penelitian

Tujuan penelitian Variabel penelitian

Metode penelitian Persamaan Perbedaan

Naki (2008) Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Dokter Dan Perawat Di Ruang Rawat Inap RSUD DR. MM. Dunda Kabupaten Gorontalo Publikasi: Perpustakaan FK UGM Mengetahui kepuasan rawat inap terhadap pelayanan dokter dan perawat Variabel bebas adalah pemberian pelayanan Variabel terikat adalah kepuasan pasien Survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data menggunakan kuesioner RATER, yang dikembangkan oleh Berry & Parashuraman. Pengambilan data dengan kuesioner. Metode penelitian Naki (2008) adalah dengan pendekatan cross-sectional. Peneliti juga melakukan penelitian dengan pendekatan cross-sectional.

Variabel bebas penelitian peneliti adalah usia orang tua, pendidikan orang tua, jenis kelamin orang tua, sosial ekonomi orang tua, dan lama rawat inap anak dan variabel terikat adalah kepuasan keluarga. Peneliti melakukan pengambilan data dengan menggunakan instrumen Parent’s Perception of Satisfaction With Care From Pediatric Nurse Practitioners (PPSC-PNP) dan melakukan wawancara kepada perawat yang bertugas di bangsal Dahlia RSUD Tidar Magelang.

Hasil Skor gap yang paling tinggi terhadap pelayanan perawat pada dimensi empati. Tidak ada perbedaan antara kenyataan dan harapan pada dimensi reliability, tangible dan empathy pada pasien kelas 3, sedangkan pada pasien kelas 1 dan kelas 2 terdapat perbedaan yang signifikan pada masing-masing dimensi kepuasan pasien.Tidak terdapat perbedaan kepuasan pasien terhadap pelayanan RSUD Dr. MM. Dunda Gorontalo berdasarkan jenis

(8)

kelamin, umur, pendidikan. Naki (2008) juga melakukan observasi, berdasarkan hasil pengamatan didapatkan hasil bahwa bagian administrasi, masih ada beberapa kendala seperti pelayanan pendaftaran yang cukup lama, hal ini dikarenakan sistem informasi data pasien dilakukan dengan cara manual. Selain itu dokter dan perawat merasakan adanya hambatan saat memberikan pelayanan.

Nama dan Judul Penelitian

Tujuan penelitian Variabel penelitian

Metode penelitian Persamaan Perbedaan

Tsironi et al (2012) Factors affectiong parental satisfaction in the neonatal intensive care unit Publikasi: Journal of Neonatal Nursing (www.elsevi er.com/jneo) Mengevaluasi indikator dari parental satisfaction di

ruang NICU dan hubungannya dengan variabel sosiodemografi Variabel bebas adalah variabel sosiodemo grafi Variabel terikat adalah kepuasan orang tua

Desain penelitian ini

adalah non-eksperimental. Peneliti mengambil data dengan menyebarkan kuesioner. Kuesioner yang digunakan adalah NICU-PSF, yang dikembangkan oleh Conner & Nelson.

Peneliti melakukan analisis data dengan pendekatan univariat dan multivariat (regresi linier)

Penelitian peneliti dilakukan di ruang anak. Peneliti juga mengkaji faktor sosiodemografi responden. Rancangan penelitian peneliti adalah non-eksperimental dengan desain deskriptif analitik observasional. Peneliti menggunakan instrumen Parent’s Perception of Satisfaction With Care From Pediatric Nurse Practitioners (PPSC-PNP), selain itu peneliti melakukan wawancara kepada perawat yang bertugas di bangsal Dahlia RSUD Tidar Magelang. Peneliti melakukan analisis dengan pendekatan

kuantitatif yang diperkuat dengan hasil wawancara dengan perawat yang merawat.

Hasil Wanita muda, dengan tingkat pendidikan dasar dan yang tinggal di rural area dengan length of stay (LOS) bayinya yang pendek mempunyai kepuasan yang tinggi.

Ada 8 aspek kepuasan orang tua:

Umur orang tua mempunyai hubungan yang signifikan dengan general satisfaction. Tingkat pendidikan orang tua juga mempunyai korelasi dengan general satisfaction dan pada aspek continuity of care. LOS mempunyai korelasi

(9)

yang signifikan terhadap aspek kepuasan pada continuity of care, komunikasi dengan staf, kepuasan secara keseluruhan. Variabel yang relevan dengan aspek staying near the baby dan overall satisfaction adalah jenis kelamin (wanita). Nama dan judul penelitian Tujuan penelitian

Variabel penelitian Metode penelitian Persamaan Perbedaan

Putri (2015) Tingkat Kepuasan Orang Tua Pasien Anak Penyandang Thalasemia Penerima Bantuan Jaminan Kesehatan Nasional di RSUP DR. Sardjito Terhadap Pelaksanaan Pelayanan Thalasemia Publikasi: Perpustakaan FK UGM 1. Mengetahui tingkat kepuasan terhadap pelayanan thalasemia demi peningkatan kualitas pelayanan 2. Mengetahui hubungan antara karakteristik orang tua (umur, tingkat

pendidikan) dan data pasien anak (umur terdiagnosis, lama mendapatkan pelayanan di Sardjito, dan frekuensi transfuse) dengan tingkat kepuasan orang

Variabel terikat adalah tingkat kepuasan orang tua penyandang thalassemia

Varibel bebas adalah karakteristik orang tua pasien dan data pasien anak, yaitu: umur orang tua, tingkat pendidikan orang tua,

umur anak terdiagnosis, lama mendapatkan pelayanan di Sardjito, frekuensi transfuse Deskriptif analitik. Putri mengambil data dengan memberikan kuesioner SERVQUAL dari Parasuraman. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan rumus Spearman. Peneliti juga meneliti mengenai kepuasan pada orang tua.

variabel terikat penelitian peneliti adalah kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan. Selain itu variabel bebas adalah karakteristik keluarga (usia, jenis kelamin, pendidikan, dan sosial ekonomi) dan karakteristik anak (lama rawat inap anak). Rancangan penelitian peneliti adalah adalah non eksperimental yang bersifat kuantitatif yang dilakukan dengan

pendekatan observasional analitik. Peneliti melakukan penelitian di Rumah Sakit Umum Tidar Magelang. Peneliti menggunakan instrumen Parent’s Perception of Satisfaction With Care From Pediatric Nurse Practitioners (PPSC-PNP). Selain itu peneliti mengambil data dengan

(10)

tua penyandang thalasemia terhadap pelayanan tersebut menggunakan metode wawancara kepada perawat yang bertugas di bangsal Dahlia yang bertujuan untuk memperkuat data kuantitatif. Hasil Ada hubungan yang signifikan antara gap kepuasan dengan tingkat pendidikan orang tua dan lama mendapatakan

pelayanan di Rumah Sakit Umum Pusat DR. Sardjito. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur orang tua, umur anak yang terdiagnosis, dan frekuensi transfusi dengan gap kepuasan.

Nama dan judul penelitian Tujuan penelitian Variabel penelitian

Metode penelitian Persamaan Perbedaan

Ygge & Arnetz (2001) Quality of Pediatric Care: Application and Validation of An Instrument for Measuring Parent Satisfaction with Hospital Care Publikasi International 1. Mengaplikasikan dan memvalidasi Swedish Questionnaire 2. Mengevaluasi tingkat kepuasan orang tua terhadap tingkat kualitas pelayanan kesehatan Variabel terikatnya adalah kepuasan orang tua. Variabel bebasnya adalah umur orang tua, tipe pelayanan rumah sakit, tipe kontak/berhubun gan dengan rumah sakit, status kesehatan anak, kecemasan, penanganan nyeri pada anak, stress, efisiensi.

Pendekatan dari penelitian Ygge & Arnetz adalah cross-sectional. Peneliti melibatkan 920 responden yang berasal dari 2 Rumah Sakit di Swedia. Peneliti menggunakan kuesioner Swedish yang telah dikembangkan. Ygge & Arnetz (2001) menggunakan uji regresi dan menggunakan uji one-way Anova. Rancangan penelitian peneliti adalah dengan cross-sectional. Selain itu, pengambilan data penelitian peneliti adalah di bangsal rawat inap anak.

Variabel terikat penelitian peneliti adalah kepuasan keluarga. Variabel bebas peneliti adalah karakteristik keluarga (usia, jenis kelamin, pendidikan, dan sosial ekonomi) dan karakteristik anak (lama rawat inap anak). Peneliti juga melakukan wawancara kepada perawat (provider) untuk memperkuat data kuantitatif. Peneliti menggunakan instrumen Parent’s Perception of Satisfaction With Care

From Pediatric Nurse

(11)

Journal for

Quality in

Health Care

Hasil Kuesioner Swedish valid dan realiabel. Prediktor kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Anak Astrid Lingren adalah proses perawatan dan penanganan medis. Orang tua dengan dengan anak yang berusia <6 tahun atau lebih muda, pada domain proses perawatan dan lingkungan kerja staf mempunyai tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan orang tua dengan usia anak yang lebih tua. Orang tua dengan anak yang menjalani perawatan rawat inap mempunyai tingkat partisipasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang tua dengan anak yang menjalani rawat jalan.

Orang tua yang baru pertama kali kontak dengan Rumah Sakit mempunyai tingkat yang tinggi pada domain lingkungan kerja staf, tetapi mempunyai tingkat yang rendah pada semua domain kualitas pelayanan kesehatan. Status kesehatan anak mempengaruhi penilain pada domain informasi penyakit. Orang tua yang tidak cemas dengan keadaan anaknya “not especially” atau “not al all” mempunyai tingkat yang lebih tinggi pada domain lingkungan kerja staf. Orang tua puas dengan penanganan nyeri, hal ini dibuktikan dengan nilai positif pada seluruh domain.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :