Fakultas Ilmu Komputer
2400
Evaluasi Pengaruh Keamanan Data Dan Kepercayaan Pelanggan Pada
Website
E-Commerce
PT. XYZ
Firman Eko Purnomo1,Ari Kusyanti2,Himawat Aryadita3
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
Abstrak
PT. XYZ merupakan sebuah Joint-venture antara PT. Telkom Indonesia dan eBay. Memiliki sebuah konsep sebagai Online-Marketplace. Jumlah pengguna website e-commerce PT. XYZ pada tahun 2017 di Indonesia sebesar lebih dari 1.000.000 pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan website e-commerce PT. XYZ, variabel yang digunakan merupakan variabel dari model dari Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) dan variabel lainnya yang meliputi trust dan perceived security. Penelitian ini menggunakan metode parametrik. Untuk metode pengumpulan data menggunakan kuesioner online. Sedangkan untuk teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling yaitu simple random sampling dengan jumlah minimal sampel menggunakan rumus Hair et. al. Data yang didapatkan dari responden sebesar 138, dan data yang akan digunakan dalam penelitian ini sebesar 111. Selanjutnya, data yang telah terkumpul dilakukan uji asumsi dasar dan uji asumsi klasik yaitu normalitas, homogenitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi. Data yang lolos uji asumsi dasar dan klasik dilakukan analisis parametrik menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seluruh variabel yang diteliti berpengaruh secara signifikan terhadap behavioral intention
website e-commerce PT. XYZ. Variabel yang berpengaruh signifikan adalah Social Influence dan
Perceived Security.
Kata kunci: E-Commerce, UTAUT, Regresi linier, Kepercayaan, Keamanan
Abstract
PT. XYZ is a Joint-venture between PT. Telkom Indonesia and eBay. Have a concept as Online-Marketplace. Number of users of e-commerce website PT. XYZ in 2017 in Indonesia for more than 1,000,000 users. This study aims to determine what factors affect the acceptance of e-commerce website PT. XYZ, the variables used are the variables of the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model and other variables that include trust and perceived security. This research uses parametric method. For data collection methods using an online questionnaire. As for the sampling technique using probability sampling technique is simple random sampling with the minimum number of samples using the formula Hair et. Al. Data obtained from 138 respondents and data to be used in this study for 111. Furthermore, the data have been collected to test the basic assumptions and test the classical assumptions of normality, homogeneity, multicollinearity, heteroscedasticity and autocorrelation. Data that passed the assumption of basic and classical tests carried out parametric analysis using multiple linear regression. The results showed that not all variables studied significantly influence the behavioral intention e-commerce website PT. XYZ. The variables that have significant influence are Social Influence and Perceived Security.
Keywords: E-Commerce, UTAUT, Linear Regression, Trust, Perceived Security
1. PENDAHULUAN
Dalam beberapa tahun terakhir ini pertumbuhan perkembangan internet dan penggunanya sangatlah cepat dan sudah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari bagi
masyarakat luas. Hal ini menjadi potensi yang sangat besar dimana internet berguna untuk bertransaksi jual beli barang dan jasa atau sering disebut dengan e-commerce. Situs web
dengan pelanggan dan meningkatkan jumlah transaksi jual beli yang dibuat oleh tiap pelanggan.
E-commerce merupakan pasar online yang berkembang secara pesat dan merubah pola bisnis beberapa tahun ini. E-commerce telah merubah pola bisnis dengan manufaktur, distributor, dan pelanggan dengan menggunakan internet sebagai alat yang berguna untuk komunikasi. Jadi, sangat penting untuk mengetahui bagaimana pelanggan tertarik dengan fitur dari e-commerce untuk membuat keputusan saat bertransaksi. Belanja online dapat menawarkan pilihan produk, ketersediaan dan kenyamanan terbaik tanpa batasan waktu dan tempat.
PT. XYZ merupakan sebuah joint-venture
antara PT. Telkom Indonesia dan eBay. Memiliki sebuah konsep sebagai Online-Marketplace, PT. XYZ memiliki lebih dari ribuan merchant yang menawarkan berbagai jutaan produk dari berbagai kategori yang terjamin orisinalitas dan kualitasnya. PT. XYZ memberikan sebuah solusi kepada pengguna dalam melakukan proses transaksi jual beli online. PT. XYZ akan mempertemukan antara pembeli dengan penjual dalam platform untuk bertransaksi yang di dalamnya terdapat banyak penjual dengan produk yang beragam. Terdapat ratusan ribu produk dari beragam brand dalam dan luar negeri yang dijual di PT. XYZ.
Namun, peluang ini masih belum dimanfaatkan karena banyak survey pasar yang menegaskan bahwa banyak pengguna internet masih enggan untuk melakukan transaksi jual beli secara online. Salah satu alasan utama pelanggan untuk tidak melakukan transaksi jual beli online dari internet adalah kurangnya kepercayaan, yang menghentikan atau mematahkan kemauan pelanggan untuk bertukar informasi pada e-commerce. Meskipun kepercayaan pelanggan pada e-commerce
sangatlah penting, sedikit penelitian dan teori yang melakukan penelitan tentang pemahaman dari kepercayaan itu sendiri, penyebab serta konsekuensi dalam konteks belanja online.
Selain kepercayaan, keamanan data merupakan faktor penting pada e-commerce. Pelanggan dapat mempertimbangan untuk melakukan transaksi atau tidak dilihat dari tingkat keamanan di suatu website. Keamanan informasi situs website adalah faktor penting untuk menarik pelanggan dan membuat hubungan antara pelanggan dengan perusahaan produk atau jasa. Hubungan ini sangat penting
untuk meraih keuntungan perusahaan secara kompetitif. Kenyamanan informasi situs web adalah faktor yang berperan dalam kesuksesan e-commerce, yang membutuhkan lebih banyak perhatian.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kecocokan hasil hipotesis pada model penelitian dalam menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi pengguna dalam
penggunaan website e-commerce PT. XYZ dan mengetahui pengaruh keamanan data dan keperayaan pelanggan pada penggunaan website
e-commerce PT. XYZ.
2. LANDASAN KEPUSTAKAAN
2.1 Kajian Pustaka
Pada penelitian ini mengacu pada 2 jurnal pendukung, yaitu jurnal pertama dengan judul “Internet Banking Adoption in Kuala Lumpur: An Application of UTAUT Model” yang ditulis
oleh Yeoh Sok Foon, dalam jurnal ini membahas tentang pengujian untuk mengetahui faktor-faktor penentu adopsi pada internet banking di kalangan masyarakat Malaysia sehingga dapat membantu perusahaan perbankan untuk meningkatkan layanan mereka guna menarik lebih banyak pengguna. Akan tetapi dalam penelitian tersebut tidak mempertimbangkan kemanan data sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan lebih mendalam dengan memodifikasi model untuk dapat diterapkan pada evaluasi kepercayaan dan keamanan data pengguna website e-commerce
PT XYZ. Metodologi yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dalam perhitungan faktor penentu adopsi pada internet banking. Model yang digunakan dalam penelitian oleh Yeoh Sok Foon ini digunakan sebagai model awal untuk acuan dalam membangun model penelitian ini.
Jurnal kedua mengacu pada jurnal dengan judul “A Model of Factors Influencing
Consumer’s Intention To Use E-Payment System in Indonesia” yang ditulis oleh Junadi. Dalam jurnal ini membahas bagaimana dampak dari harapan usaha, pengaruh sosial, harapan kinerja, keamanan yang dirasa serta budaya dalam menyelidiki niat konsumen e-commerce untuk menggunakan e-payment di Indonesia dengan menggunakan analisis regresi linier. Dalam jurnal tersebut dapat dilihat bahwa variabel
2.2 UTAUT
Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) dikembangkan oleh Venkatesh et al. (2003) untuk mengintegrasikan delapan teori, yang meliputi technology acceptance model (TAM), innovation diffusion theory (IDT), the motivational model, the theory of reasoned action (TRA), the theory of planned behavior (TPB), model penggabungan TAM dan TPB, model pemanfaatan PC dan teori kognitif sosial. UTAUT mengusulkan bahwa empat konstruksi termasuk performance expectancy, effort expectancy, social influence dan
facilitating condition mempengaruhi pengguna dari suatu penerimaan teknologi informasi.
2.3 Keamanan (Security)
Menurut Whinston (1996) Ancaman kemanan telah didefinisikan sebagai suatu kondisi, kejadian, keadaan yang berpotensi menimbulkan sulinya perekonomian sumber data atau, jaringan pada bentuk pemborosan, penghancuran, modifikasi data, penolakan layanan, penyalahgunaan dan penipuan.
2.4 Kepercayaan (Trust)
Menurut Mayer (1995), kepercayaan didefinisikan sebagai sebuah perilaku seseorang mengenai bagaimana keyakinannya tentang karakteristik dari orang lain. Berdasarkan pengertian ini, Mayer mengajukan bahwa sebuah model kepercayaan dalam hubungan organisasi yang mencakup karakteristik baik
trustor maupun trustee yang dapat mempengaruhi bagaimana sebuah kepercayaan dibentuk. Terdapat tiga karakteristik yang termasuk dalam model untuk mewakili kepercayaan yaitu kemampuan (ability), kebajikan (benevolence), dan integritas.
2.5 Kuisioner
Sugiyono (2014) menyatakan kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Selain itu, kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar diwilayah yang luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaan / pernyataan tertutup
atau terbuka, serta dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos atau internet.
3. METODOLOGI
3.1 Alur Metodologi Penelitian
Bab ini membahas tentang metodologi yang digunakan dalam penelitian ini dan menjelaskan perhitungan data yang dianalisis. Metodologi penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu studi literatur, pengumpulan data, screening data, analisa data, metode perhitungan, dan kesimpulan. Tahapan-tahapan dalam penelitian tersebut dapat diilustrasikan dengan gambar metodologi penelitian seperti pada Gambar 1 berikut ini.
Gambar 1. Alur metodologi penelitian
3.2 Model Penelitian
Model penelitian acuan menggunakan model dari Vankatesh et al (2003) yaitu menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) sebagai acuan. Pada model terdiri dari tujuh variabel atau konstruk yang tiap variabel mewakili definisi masing-masing. Setiap variabel dihubungkan oleh hipotesis penelitian. Total hipotesis penelitian terdiri dari enam hipotesis. Setiap hipotesis mewakili definisi hubungan antar variabel satu dengan variabel lainnya yang dapat dilihat seperti gambar 2 berikut:
Gambar 2. Model Penelitian
Di dalam penelitian ini data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner. Menurut Hair (2006) jumlah sampel yang sesuai berkisan 100 sampai 200 sampel, nilai untuk menentukan sampel terhadap variabel menggunakan 15:1 sehingga memperoleh nilai sampel 15x7 variabel independent adalah 105 sampel. Maka jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan sebanyak minimal 105 sampel, yang dirasakan sudah cukup untuk melakukan analisis.
Metode analisis yang digunakan yaitu Regresi Linier Berganda. Salah satu tahapannya adalah analisis kelayakan model atau uji hipotesis. Uji kelayakan model dilakukan untuk memastikan bahwa model regresi linier yang diestimasi memang layak menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji kelayakan model meliputi:
a. Uji Statistik T
Uji statistik T pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.
b. Uji Statistik F
Uji statistik F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen.
c. Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinansi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model
dalam menerangkan variabel variabel dependen. dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
4. HASIL
4.1 Uji Validitas
Uji validitas dilakukan menggunakan
degree of freedom (Jumlah indikator). Jumlah data sebanyak 30 data dengan tingkat sigifikan 0.05 maka ditemukan nilai dari rtabel adalah 0.361. Seluruh data sudah memenuhi > 0.361 sehingga semua indikator dinyatakan valid.
4.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan menggunakan
cronbach alpha, yaitu merupakan metode yang dilakukan untuk mengukur reliabilitas suatu variabel berganda. Variabel dapat dikatakan reliabel jika nilai dari cronbach alpha lebih besar dari 0,6. Seluruh variabel sudah memenuhi > 0,6 sehingga variabel dinyatakan reliabel.
4.3. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan menggunakan uji
One Sample Kolmogorof-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikan sebesar 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05 atau 5%. Hasil uji normalitas pada penelitian ini untuk semua variabel mempunyai nilai signifikan > 0.05. Maka semua variabel mempunyai data yang berdistribusi normal.
4.4 Uji Homogenitas
Uji Homogenitas digunakan untuk mengetahui varian dari beberapa populasi sama atau tidak. Hasil dari pengujian uji homogenitas mempunyai nilai signifikan lebih besar dari pada 0,05 maka data dapat dikatakan bahwa varian dari dua atau lebih kelompok polulasi adalah sama.
4.5 Uji Multikolinearitas
variabel bebas lainnya.
4.6 Uji Heteroskesdastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas pada model regresi. Hasil uji heteroskesdastisitas untuk semua variabel mempunyai nilai signifikan > 0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa semua
variabel tidak mempunyai masalah
heteroskesdastisitas.
4.7 Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atu tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi. Hasil dari uji autokorelasinilai dari dW 2,125 terletak antara dU 1,8057 dan (4-dU) 2,194 sehingga dapat disimpilkan bahwa tidak ada autokorelasi dalam model tersebut.
4.8 Uji T
Uji t dikenal dengan juga dengan uji parsial, yaitu digunakan untuk menguji bagaimana pengaruh antara masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya. bisa disimpulkan sebagai berikut:
1. H1: Pada variabel Performance Expectancy
diperoleh nilai dari thitung sebesar -1,661 dengan nilai Signifikan sebesar 0,100. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih kecil dari ttabel 1,983 dan nilai dari Signifikan lebih besar dari 0,05. Dengan demikian H0 diterima dan HA ditolak.
Artinya Performance Expectancy
mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap Behavioral Intention.
2. H2: Pada variabel Effort Expectancy
diperoleh nilai dari thitung sebesar 0,587 dengan nilai Signifikan sebesar 0,558. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih kecil dari ttabel 1,983 dan nilai dari Signifikan lebih besar dari 0,05. Dengan demikian H0 diterima dan HA ditolak. Artinya Effort Expectancy mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap
Behavioral Intention.
3. H3: Pada variabel Social Influence
diperoleh nilai dari thitung sebesar 3,257 dengan nilai Signifikan sebesar 0,002. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel 1,983 dan nilai dari Signifikan lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan HA diterima. Artinya Social Influence mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
Behavioral Intention.
4. H4: Pada variabel Facilitating Condition
diperoleh nilai dari thitung sebesar 0,474 dengan nilai Signifikan sebesar 0,637. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih kecil dari ttabel 1,981 dan nilai dari Signifikan lebih besar dari 0,05. Dengan demikian H0 diterima dan HA ditolak. Artinya Facilitating Condition mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap
Behavioral Intention.
5. H5 : Pada variabel Trust diperoleh nilai dari thitung sebesar 1,076 dengan nilai Signifikan sebesar 0,285. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih kecil dari ttabel 1,981 dan nilai dari Signifikan lebih besar dari 0,05. Dengan demikian H0 diterima dan HA ditolak. Artinya Trust mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap Behavioral Intention.
6. H6 : pada variabel Perceived Security
diperoleh nilai dari thitung sebesar 2,306 dengan nilai Signifikan sebesar 0,023. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel 1,981 dan nilai dari Signifikan lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan HA diterima. Artinya Perceived Security mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
Behavioral Intention.
4.9 Uji F
model / uji anova, yaitu uji untuk melihat bagaimanakah pengaruh semua variabel bebasnya secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya. diperoleh nilai dari Fhitung sebesar 5,794 dengan nilai Signifikan sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel 2,18 dan nilai dari Signifikan lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan HA diterima. Artinya Performance Expectancy, Effort Ecpectancy, Social Influence, Facilitating Condition, Trust dan Perceived Security
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
Behavioral Intention.
4.10 Uji Koefisien Determinasi
Uji koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengetahui adanya hubungan sempurna tidaknya, yang menunjukkan apakah perubahan variabel independent bisa diikuti oleh variabel dependent pada proporsi yang sama.
Tabel 3. Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb nilai dari R2 adalah sebesar 0,251. Hal ini dapat diartikan bahwa variabel independent (Performance Expectancy, Effort Expectancy,
Social Influence, Facilitating Condition, Trust
dan Perceived Security) dapat menjelaskan variabel dependent (Behavioral Intention) sebesar 25,1%.
5. PEMBAHASAN
Hasil pengujian H1 ekspektasi kinerja
(Performance Expectancy) mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat dalam menggunakan website e-commerce
PT. XYZ (Behavioral Intention), sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak. Hasil serupa juga terjadi pada penelitian Galadanci, B. S, 2016 yang berjudul “adoption and use of a university registration portal by undergraduate students of bayero university”. Pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa ekspektasi kinerja tidak mempengaruhi niat penggunaan registration portal.
Hasil pengujian H2 ekspektasi usaha (Effort Expectancy) mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat dalam menggunakan website e-commerce PT. XYZ (Behavioral Intention), sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak. Hasil serupa juga terjadi pada penelitian Tao Zhou, 2012 yang berjudul “examining location-based services usage from the perspectives of unified theory of acceptance and use of technology and privacy risk”. Pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa ekspektasi usaha tidak mempengaruhi niat penggunaan LBS.
Hasil pengujian H3 faktor sosial (Social Influence) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat dalam menggunakan website e-commerce PT. XYZ (Behavioral Intention), sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima. Hasil serupa juga terjadi pada penelitian Yeoh Sok Foon, 2011 yang berjudul “internet banking adoption in kuala lumpur an application of utaut model”. Pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa faktor sosial mempengaruhi secara signifikan terhadap niat penggunaan internet banking.
Hasil pengujian H4 kondisi-kondisi pemfasilitas (Facilitating Condition) mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat dalam menggunakan website e-commerce PT. XYZ (Behavioral Intention), sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 ditolak. Hasil serupa juga terjadi pada penelitian Jumana S.A. Musleh, 2015 yang berjudul “An extension of UTAUT model for Palestine e-commerce”. Pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa kondisi-kondisi pemfasilitas tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap niat penggunaan e-commerce.
H5 ditolak. Hasil serupa juga terjadi pada penelitian Dev Jani & Heesup Han, 2011 yang berjudul “investigating the key factors affecting behavioral intentions evidence from a full-service restaurant setting”. Pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa kepercayaan tidak mempengaruhi niat penggunaan pengaruran layanan restoran.
Hasil pengujian H6 kemanan yang dirasakan (Perceived Security) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat dalam menggunakan website e-commerce PT. XYZ (Behavioral Intention), sehingga dapat disimpulkan bahwa H8 diterima. Hasil serupa juga terjadi pada penelitian Dong-Hee Shin, 2009 yang berjudul “towards an understanding of the consumer acceptance of mobile wallet”. Pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa kemanan yang dirasakan mempengaruhi secara signifikan terhadap niat penggunaan mobile wallet.
6. KESIMPULAN
Hasil dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa tidak semua hipotesis diterima dalam menganalisis penggunaan website e-commerce
PT. XYZ, hipotesis yang ditolak meliputi H1, H2, H4 dan H5 yaitu hipotesis tentang ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, kondisi-kondisi pemfasilitas dan kepercayaan. Sedangkan hipotesis yang diterima meliputi H3, dan H6 yaitu hipotesis tentang pengaruh sosial dan keamanan yang dirasakan.
Hasil dari pengujian analisis variabel menunjukkan bahwa ada beberapa variabel yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat penggunaan website e-commerce PT. XYZ. Variabel yang tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap minat penggunaan website e-commerce PT. XYZ (Behavioral Intention) meliputi Performance Expectancy, Effort Expectancy, Facilitating Condition dan
Trust. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna ketika berniat untuk menggunakan website e-commerce PT. XYZ karena adanya Social Influence dan Perceived Security.
7. DAFTAR PUSTAKA
Barua, A., Sophie Lee, C.H. and Whinston, A.B.,
1996. The calculus of
reengineering. Information Systems
Research, 7(4), pp.409-428.
Carter, L., 2011. The role of security and trust in the adoption of online tax filing.
Franco, Dr. C. Eugine., 2016. Advantages And Challenges Of E-Commerce Customers And Businesses: In Indian Perspective. Foon, Yeoh Sok., 2011. Internet Banking
Adoption in Kuala Lumpur And Application of UTAUT Model.
Galadanci, B. S., 2016. Adoption And Use Of A University Registration Portal By Undergraduate Students Of Bayero University.
Hair et. al., 2010. Multivariate Data Analysis. Harianti, Asni., 2012. STATISTIKA II.
Huang, Yijun & Wenwen Liu., 2012. The Impact of Privacy Concern on Users' Usage Intention of Mobile Payment.
Jani, Dev & Heesup Han., 2011. Investigating the key factors affecting behavioral intentions evidence from a full-service restaurant setting.
Jesa, Sara., 2012. Towards a UTAUT-Based Model for Studying the Integrating Physical and Virtual Identity Access Management Systems in E-Government Domain.
Junadi & Sfenrianto, 2015. A Model of Factors Influencing Consumer’s Intention To Use E-Payment System in Indonesia. Kalaiarasi, H. & V. Srividya., 2013.
Investigation on online banking adoption.
Li, Han., 2008. The Role of Emotions in Shaping Consumerss Privacy Beliefs about Unfamiliar Online Vendors.
Lee, Ji-hwan., 2013. Effects Of Trust And Perceived Risk On User Acceptance Of A New Technology Service.
Mayer, Roger C., 1995. James H. Davis, and F. David Schoorman. "An integrative
model of organizational
trust." Academy of management
review 20.3.
Musleh, Jumana S.A., 2015. An extension of UTAUT model for Palestine e-commerce.
Noviaristanti, Siska., 2009. Analisis Penerimaan Sistem Informasi Akademik Di Institut Manajemen Telkom.
Salehi, Farhang., 2012. The Impact of Website Information Convenience on E-commerce Success of Companies.
understanding of the consumer acceptance of mobile wallet.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D
Venkatesh, Viswanath., 2003. User Acceptance of Information Technology Toward a Unified View.
Venkatesh, Viswanath., 2013. Unified Theory of Acceptance and Use of Technology A Synthesis and the Road Ahead.