BAB II PEMBERIAN TANAH OLEH ORANGTUA KEPADA ANAK PEREMPUAN MELALUI PAUSEANG PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DI KEC. DOLOK SANGGUL KAB. HUMBANG HASUNDUTAN
Teks penuh
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Langtewas Sitepu dan Ngadu Sitepu (Penggugat) yang merupakan anak kandung dari Tindik Sitepu menggugat Benih Ginting (Tergugat) di Pengadilan Negeri Kabanjahe untuk menyerahkan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan hula – hula dalam pelaksanaan perkawinan menurut adat Batak Toba di Desa Lumban Purba Saitnihuta Kecamatan Doloksanggul
Alasan penulis memilih lokasi ini karena masyarakat Batak Toba di Lintongnihuta masih bersifat homogen dan dalam upacara adat selalu berhubungan dengan penuturan
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Patar Simamora dan Bapak Langkas Lumbangaol bahwa cara pembagian warisan yang terjadi dalam masyarakat adat Batak Toba
kedudukan anak perempuan dalam hak waris adat Batak Toba yang ada di Semarang. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan penulis membahas
Berdasarkan hasil wawancara dengan nara sumber fungsi sosial ulos dalam acara pernikahan adat istiadat batak toba yaitu adalah pada saat prosesi penyerahan ulos
Nurcahaya (2007) dalam skripsi yang berjudul “ Tuturan pada upacara adat pernikahan masyarakat Batak T oba” mengkaji jenis tuturan yang terdapat pada upacara adat
Setiap orang pasti diajarkan saling mengasihi. Begitu juga pada Batak Toba. Kasih terhadap sesama masih terlihat di diri Lingga. Pada kutipan cerita Emas di Dolok