9 2.1 Konsep Dasar Web
2.1.1. E – Learning
Menurut Ardiansyah (2013:67) “E – Learning adalah sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa”. E – learning pada umumnya dilaksanakan melalui internet, meski ada pula yang menggunakan teknologi lain seperti CD – ROM. Jadi, e – learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronik seperti audio, video tape, transmisi satelit, ataupun komputer.
2.1.2. Internet
Menurut Sibero (2011:10) “Internet (Interconnected Network) adalah jaringan komputer yang menghubungkan antar jaringan secara global, internet dapat juga disebut jaringan dalam suatu jaringan yang luas”. Seperti halnya jaringan komputer lokal maupun jaringan komputer area, internet juga menggunakan protokol komunikasi yang sama, yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet
Protocol). Struktur protokol Internet RFC – 1122 terdiri dari 4 lapisan (layer), yaitu:
1. Application Layer
Lapisan aplikasi (Application Layer) adalah lapisan yang berisi semua protokol dan metode yang mengatur komunikasi antar proses layanan komunikasi.
Lapisan aplikasi terdiri dari BGP, DHCP, FTP, HTTP, IMAP, LDAP, IRC, POP, RPC, SMTP, dan lain-lain.
2. Transport Layer
Lapisan transport (Transport Layer) adalah lapisan yang mengatur lalu lintas pengiriman maupun penerimaan data. Lapisan transport terdiri dari TCP, UDP. 3. Internet Layer
Lapisan internet (Internet Layer) adalah lapisan yang berfungsi mengatur poses fragmentasi dan defragmentasi paket bergantung dari jenis protokol lapisan internet. Lapisan internet terdiri dari IP(IPv4, IPv6), ICMP, IPSec.
4. Link Layer
Lapisan penghubung (Link Layer) adalah lapisan yang mengatur hubungan antara host dan node. Host sebagai pengirim dan node adalah lokasi tujuan dari
host. Lapisan penghubung terdiri dari ARP, Tunnel (L2TP), PPP, Media Access Control (Ethernet, DSL, ISDN).
2.1.3. Website
Menurut Kadir dan Triwahyuni (2012:460), “World Wide Web (WWW) atau
web merupakan sumber daya internet yang sangat populer dan dapat digunakan untuk
memperoleh informasi atau bahkan melakukan transaksi pembelian barang”. Web menggunakan protokol yang disebut HTTP (HyperText Transfer Protocol) yang berjalan pada TCP/IP. Adapun dokumen web ditulis dalam format HTML (Hypertext
Markup Language). Dokumen ini diletakkan dalam web server (server yang melayani
permintaan halaman web) dan diakses oleh klien (pengakses informasi) melalui perangkat lunak yang disebut Web Browser atau sering disebut Browser saja.
Menurut Kadir dan Triwahyuni (2012:461) “Istilah web site (situs web) menyatakan lokasi dari nama domain web. Informasi yang terdapat pada web disebut halaman web (web page)”. Untuk mengakses sebuah halaman web dari browser, pemakai perlu menyebutkan URL (Uniform Resource Locator). URL tersusun atas 3 bagian, yaitu format transfer, nama host, dan path berkas dokumen. Setiap situs memiliki sebuah home page, yaitu sebuah halaman utama bagi sebuah situs. Halaman inilah yang mengaitkan dengan halaman-halaman web yang lain.
2.1.4. Hyper Text Markup Language (HTML)
Menurut Kadir dan Triwahyuni (2012:460) “Hypertext adalah metode yang mengaitkan suatu hubungan (link) pada suatu dokumen yang memungkinkan untuk melompat dari suatu dokumen ke dokumen lain melalui suatu teks. Link (hotlink atau
hyperlink) menyatakan suatu bagian dalam suatu dokumen yang apabila diklik oleh
pemakai maka dokumen atau berkas yang terkait dengan link tersebut akan segera ditampilkan oleh browser. Penggunaan hypertext pada web juga telah dikembangkan lebih lanjut munuju ke hypermedia. Dengan menggunakan pendekatan hypermedia tak hanya teks yang dapat dikaitkan, melainkan juga gambar, suara, dan bahkan
video.”
Menurut Sibero (2011:19), “Hypertext Markup Language atau HTML adalah bahasa yang digunakan pada dokumen web sebagai bahasa untuk pertukaran dokumen web”. Struktur dokumen HTML terdiri dari tag pembuka dan penutup.
HTML bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya disebut dengan Standart Generalized Markup Language (SGML). HTML adalah sebuah standar yang
standar internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World
Wide Web Consortium (W3C).
2.1.5. PHP Hypertext Preprocessor
Menurut Ardhana (2014:65), “PHP Hypertext Preprocessor atau sering disebut
PHP merupakan bahasa pemrograman berbasis server – side yang dapat melakukan
parsing script php menjadi script web sehingga dari sisi client menghasilkan suatu tampilan yang menarik”. PHP merupakan pengembangan dari FI atau Form Interface yang dibuat oleh Rasmus Lerdoff pada tahun 1995.
Berbeda dengan HTML, kode PHP tidak diberikan secara langsung oleh server ketika ada permintaan atau request dari sisi client namun dengan cara pemrosesan dari sisi server. Kode PHP seringkali digabungkan dengan kode HTML. Untuk membedakannya dengan HTML, setiap kode PHP ditulis selalu diberi tag pembuka yaitu <?php dan pada akhir kode PHP diberi tag penutup yaitu ?>.
PHP memiliki keunggulan dari bahasa pemrograman Perl, ASP, Cold Fusion, Java, dan lain-lain, keunggulan dari bahasa pemrograman PHP, yaitu:
1. PHP memiliki native API untuk koneksi ke berbagai database, sehingga secara
otomatis dalam melakukan koneksi lebih cepat dibandingkan dengan Open
Database Conectivity (ODBC).
2. Eksekusi scrpting dilakukan lebih cepat sehingga meningkatkan throughout pada server.
3. Penulisan program yang simpel dan sederhana yang membuat programmer
4. Dukungan koneksi yang hampir bisa dilakukan ke semua database seperti
MySQL, PostgreSQL, Sybase, Informix, Interbase, ORACLE, SQL Server, dan
lain-lain.
5. PHP dapat dijalankan dibeberapa web server seperti PWS, IIS, Apache, Xitami, Netscape Enterprise, AOL Server dan Orelly website pro, CGI dan ISAPI.
6. PHP juga dapat berjalan di berbagai platform seperti Unix dan Windows.
7. PHP dapat didistribusikan kembali melalui lisensi Gnu Public License (GPL)
karena bersifat open source.
2.1.6. Javascript
Menurut Sibero (2013:150), “Javascript adalah bahasa skrip (script language), yaitu kumpulan instruksi atau perintah yang digunakan untuk mengendalikan beberapa bagian dari sistem operasi”.
2.1.7. JQuery
Menurut Hakim (2014:03), “JQuery adalah javascript library, kumpulan kode atau fungsi Javascript siap pakai, sehingga mempermudah dan mempercepat kita dalam membuat kode Javascript”. Secara standar, apabila kita membuat kode
Javascript, maka diperlukan kode yang cukup panjang, bahkan terkadang sangat sulit
untuk dipahami.
2.1.8. Cascading Style Sheet (CSS)
Menurut Nugroho (2014:27), “File CSS (Cascading Style Sheets) dipakai untuk mengatur tampilan website, terutama pengaturan pada desain tabel, teks, dan menu dalam halaman website dan program admin”. CSS memperkenalkan template yang berupa style untuk membuat dan mempermudah penulisan dari halaman-halaman
yang dirancang. Hal ini sangat penting karena halaman yang menggunakan CSS dapat dibaca secara bolak – balik dan isinya dapat dilihat oleh pengunjung dari manapun.
CSS mampu menciptakan halaman yang tampak sama pada resolusi layar dari pengunjung yang berbeda tanpa memerlukan suatu tabel. Dengan CSS akan lebih mudah melakukan setting tampilan keseluruhan web hanya dengan menggantikan atribut-atribut atau perintah dalam style CSS dengan atribut yang diinginkan tanpa harus mengubah satu persatu atribut tiap elemen yang ada dalam situs yang dibuat.
Saat ini CSS merupakan style yang banyak digunakan karena berbagai kemudahan dan kelengkapan atribut yang dimilikinya. Penggunaan CSS dalam web akan lebih efisien karena CSS dapat digunakan untuk penggunaan secara berulang pada tag-tag tertentu sehingga tidak usah menggantikan ulang seluruh perintah pemformatan seperti halnya HTML klasik. CSS akan lebih mudah dipelajari jika telah mengetahui struktur pembuatan dokumen web dengan bahasa HTML.
2.1.9. Basis Data
Menurut Yasin (2012:274), “Basis data (Database) adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik, sehingga dapat digunakan oleh suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut”. Basis data adalah sekumpulan data yang terhubung satu sama lain secara logika dan suatu deskripsi data yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi suatu organisasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atu infomrasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu
komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
2.1.10. My Structured Query Language (MySQL)
Menurut Ardhana (2014:46), “MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (Database Management System) atau DBMS yang
multithread, multi – user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia”. MySQL
merupakan perangkat lunak (software) gratis dibawah lisensi GPL (GNU General
Public License).
MySQL dapat disebut sebagai sebuah implementasi dari sistem manajemen
basis data relasional (RDBMS – Relational Database Management System) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial.
MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basis
data yang telah ada sebelumnya, yaitu SQL. SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basis data, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan input data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah.
Berikut ini keistimewaan yang dimiliki oleh MySQL, antara lain: 1. Portabilitas
MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
2. Perangkat lunak sumber terbuka
MySQL didistribusikan sebagai perangkat lunak sumber terbuka, dibawah
lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis. 3. Multi – user
MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan
tanpa mengalami masalah atau konflik. 4. Performance Tuning
MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query
sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
5. Ragam Tipe Data
MySQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed/unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
6. Perintah dan Fungsi
MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah SELECT dan WHERE dalam perintah (query).
7. Keamanan
MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi
terenkripsi.
8. Skalabilitas dan Pembatasan
MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah
Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
9. Konektivitas
MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix Soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
10. Lokalisasi
MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan
lebih dari dua puluh bahasa. Meskipun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
11. Antar Muka
MySQL memiliki antar muka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa
pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming
Interface).
12. Klien dan Peralatan
MySQL dilengkapi dengan berbagai peraltan (tool) yang dapat digunakan untuk
administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk
online.
13. Struktur Tabel
MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun ORACLE.
2.1.11. Model Pengembangan Perangkat Lunak
Menurut Mulyanto (2009:243), “Pengembangan sistem informasi merupakan proses atau prosedur yang harus di ikuti untuk melaksanakan seluruh langkah dalam menganalisis, merancang, mengimplementasikan, dan memelihara sistem informasi”. Proses-proses pengembangan ini dikenal dengan daur hidup pengembangan sistem atau SDLC (System Development Life Cycle).
Salah satu model SDLC, yaitu waterfall atau sekuensial linier. Menurut Yasin (2012:18), “Sekuensial linier mengusulkan sebuah pendekatan kepada perkembangan perangkat lunak yang sistematik dan sekuensial yang mulai pada tingkat kemajuan sistem pada seluruh analis, desain, kode, pengujian.”
Sumber: Yasin (2012:18)
Gambar II.1: Model Sekuensial Linier
Model sekuensial linier melingkupi aktivitas-aktivitas sebagai berikut: 1. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Proses pengumpulan kebutuhan diinfestasikan dan difokuskan, khususnya pada perangkat lunak. Untuk memahami sifat program yang dibangun, analis harus memahami domain informasi, tingkah laku, unjuk kerja, dan interface yang
diperlukan. Kebutuhan baik untuk sistem maupun perangkat lunak didokumentasikan dan dilihat lagi dan disesuaikan dengan kebutuhan user. 2. Desain
Desain perangkat lunak sebenarnya adalah proses multi langkah yang berfokus pada empat atribut sebuah program yang berbeda, yaitu struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Proses desain menerjemahkan syarat/kebutuhan kedalam sebuah representasi perangkat lunak yang dapat diperkirakan demi kualitas sebelum dimulai pemunculan kode.
3. Kode/Pengkodean
Desain harus diterjemahkan ke dalam bentuk mesin yang bisa dibaca. Langkah pembuatan kode melakukan tugas ini. Jika desain dilakukan dengan cara yang lengkap, pembuatan kode dapat diselesaikan dengan mekanis.
4. Pengujian
Sekali kode dibuat, pengujian program dimulai. Proses pengujian berfokus pada logika internal perangkat lunak, memastikan bahwa semua pernyataan telah diuji, dan pada eksternal fungsional yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa input yang dibatasi akan memberikan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan. 5. Pemeliharaan
Perangkat lunak akan mengalami perubahan setelah disampaikan kepada user. Perubahan akan terjadi karena kesalahan-kesalahan ditentukan, karena
perangkat lunak harus disesuaikan untuk mengakomodasi perubahan-perubahan di dalam lingkungan eksternalnya.
2.1.12. XAMPP
Menurut Nugroho (2014:11), “XAMPP server adalah paket software Web
Server yang didalamnya sudah ada software Apache, PHP, dan MySQL”. Fungsinya
adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program
Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan
bahasa pemrograman PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam GNU General Public
License dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat
melayani tampilah halaman web yang dinamis.
2.1.13. Adobe Dreamweaver CS6
Menurut Madcoms (2011:2), “Adobe Dreamweaver CS6 adalah sebuah HTML
Editor Proffesional untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau
halaman web. Saat ini banyak terdapat software dari kelompok Adobe yang belakangan banyak digunakan untuk mendesain situs web”. Adobe Dreamweaver sendiri merupakan aplikasi yang digunakan sebagai HTML Editor Proffesional untuk mendesain web secara visual. Aplikasi ini juga biasa dikenal dengan istilah
WYSIWYG (What You See Is What You Get), yang intinya adalah anda tidak harus
berurusan dengan tag-tag HTML untuk membuat sebuah site dan dapat melihat hasil desainnya secara langsung.
Dengan kemampuan fasilitas yang optimal, jendela desain akan memberikan kemudahan untuk mendesain web meskipun untuk para web designer pemula sekalipun. Kemampuan Adobe Dreamweaver untuk berinteraksi dengan berbagai
bahasa pemrograman seperti PHP, ASP, Javascript, dan yang lainnya juga memberikan fasilitas maksimal kepada designer web dengan menyertakan bahasa pemrograman di dalamnya.
Pada Adobe Dreamweaver CS6 terdapat beberapa kemampuan, antara lain: 1. Dapat dilihat tampilan website preview pada komputer, handphone, dan printer. 2. Membangun web dengan CSS, dengan menggunakan CSS Layout, CSS Panel,
dan CSS Visualization.
3. Fasilitas lengkap pendukung CSS.
2.2 Teori Pendukung 2.2.1. Struktur Navigasi
Menurut Suyanto (2009:62), “Struktur navigasi dalam situs web melibatkan sistem navigasi situs web secara keseluruhan dan desain interface situs web tersebut, navigasi memudahkan jalan yang mudah ketika menjelajahi situs web”. Struktur navigasi juga dapat diartikan sebagai struktur alur dari suatu program yang merupakan rancangan hubungan dan rantai kerja dari beberapa area yang berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen pembuatan website. Ada 4 macam bentuk dasar, yaitu:
1. Struktur Navigasi Linier
Struktur navigasi linier hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut yang menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya. Tampilan yang dapat ditampilkan pada struktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya, tidak dapat dua halaman
sebelumnya atau dua halaman sesudahnya, pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan, dalam frame atau byte informasi satu ke yang lainnya.
Sumber: Binanto dalam Suyanto (2010:269)
Gambar II.2: Struktur Navigasi Linier
2. Struktur Navigasi Hirarki
Struktur dasar ini disebut juga struktur linier dengan percabangan, karena pengguna melakukan navigasi disepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi.
Sumber: Binanto dalam Suyanto (2010:269)
Gambar II.3: Struktur Navigasi Hirarki
3. Struktur Navigasi Tidak Berurut (non - linier)
Struktur navigasi non – linier merupakan pengembangan dari struktur navigasi
linier. Pada struktur ini diperkenankan membuat navigasi bercabang.
Percabangan yang dibuat pada struktur non – linier ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, karena pada percabangan non – linier ini walaupun terdapat percabangan tetap tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama, yaitu tidak ada Master Page dan Slave Page, pengguna akan
melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terikat dengan jalur yang sudah ditentukan sebelumnya.
Sumber: Binanto dalam Suyanto (2010: 270)
Gambar II.4: Struktur Navigasi Non - Linier
4. Struktur Navigasi Campuran (Composite)
Pada struktur navigasi ini pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas (secara non - linier), tetapi terkadang dibatasi presentasi linier film atau informasi pentig dan pada data yang paling terorganisasi secara logis pada suatu hirarki.
Sumber: Binanto dalam Suyanto (2010:270)
2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Yasin (2012:276), “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu rancangan atau bentuk hubungan suatu kegiatan didalam sistem yang berkaitan langsung dan mempunyai fungsi di dalam proses tersebut.” ERD adalah suatu pemodelan dari basis data relasional yang didasarkan atas persepsi di dalam dunia nyata, dunia ini senantiasa terdiri dari sekumpulan objek yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu objek disebut entity dan hubungan yang dimilikinya disebut relationship. Suatu entity bersifat unik dan memiliki atribut sebagai pembeda dengan entity lainnya.
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam
basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu:
1. Entity
Entity merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan
dari sesuatu yang lain. Simbol dari entity ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.
Sumber: Yasin (2012:277)
2. Atribut
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.
Sumber: Yasin (2012:277)
Gambar II.7: Simbol Atribut Dari Entitas
Macam-macam atribut sebagai berikut:
a. Simple attribute, yaitu atribut yang terdiri atas satu komponen tunggal
dengan keberadaannya yang independen dan tidak dapat dibagi lagi ke komponen yang lebih kecil. Simple attribute dikenal juga dengan nama
atomic attribute.
b. Composite attribute, yaitu atribut yang memiliki berbagai komponen
dimana semua komponennya memiliki keberadaan yang independen. c. Single value attribute, yaitu sebuah atribut yang mempunyai nilai tunggal
untuk setiap kejadian.
d. Multi valued attribute, yaitu sebuah atribut yang mempunyai beberapa
nilai untuk setiap kejadian pada sebuah entitas.
e. Derived attribute, yaitu atribut yang memiliki nilai yang dihasilkan dari
Mahasiswa Kartu Mahasiswa
3. Hubungan/Relasi
Relasi didefinisikan sebagai hubungan yang terjadi antar entitas. Representasi diagram relasi adalah sebuah garis lurus yang menghubungkan dua buas entity. Jenis-jenis atau hubungan yang biasa terjadi antar satu entity dengan entity lain dalam sebuah basis data, meliputi:
a. One to One/ Satu ke Satu (1:1)
Hubungan relasi satu ke satu, yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B. Contoh hubungan antara entity Mahasiswa dengan Kartu Mahasiswa. Seorang mahasiswa hanya boleh memiliki satu kartu mahasiswa, satu kartu mahasiswa hanya dimiliki oleh satu orang mahasiswa.
Sumber: Yasin (2012:277)
Gambar II.8: Relasi One to One
b. One to Many/Satu ke Banyak (1:M)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A. Contohnya hubungan yang terjadi antara entitas. Konsumen dengan Motor. Seoran konsumen dapat memiliki satu atau lebih motor. Sedangkan satu motor hanya dapat dimiliki oleh seorang konsumen.
Konsumen Motor
Mahasiswa Mata Kuliah
Sumber: Yasin (2012:278)
Gambar II.9: Relasi One to Many
c. Many to Many/Banyak ke Banyak (M:M)
Setiap entitas pada himpunan enttas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B. Contohnya hubungan yang terjadi antara Mahasiswa dengan Mata Kuliah. Satu mahasiswa dapat mengikuti lebih dari satu mata kuliah dan satu mata kuliah dapat diikuti oleh lebih dari satu mahasiswa.
Sumber: Yasin (2012:278)
Gambar II.10: Relasi Many to Many
1 M
2.2.3. Logical Record Structure (LRS)
Menurut Kroenke (2012:76) “Logical Record Structure (LRS) adalah representasi dari hasil relasi antar himpunan entitas. Dibentuk dengan nomor dan tipe
record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak persegi panjang dengan nama
yang unik.” Perbedaan LRS dan ERD adalah nama dan tipe record berada diluar field tipe record di tempatkan. LRS terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya. Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link tipe record. Penggambaran LRS dimulai dengan menggunakan model yang dimengerti. Dua metode yang digunakan, dimulai dengan hubungan kedua model yang dapat dikonversikan ke LRS. Metode lain menggunakan ERD yang kemudian dikonversikan ke LRS.
2.2.4. Pengujian Web
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2015: 275), “Black Box Testing (pengujian kotak hitam), yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Pengujian kotak hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak, apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian kota hitam harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah.