• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT. KORINDO HEAVY INDUSTRY BALARAJA PLANT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT. KORINDO HEAVY INDUSTRY BALARAJA PLANT"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

1. TUJUAN

Prosedur ini dibuat untuk memberikan panduan dalam melakukan Idenfikasi bahaya serta penilaian resiko terhadap kesehatan dan keselamatan kerja baik karyawan maupun pihak - pihak luar yang terkait dalam kegiatan PT Korindo Heavy Industry serta menentukan pengendalian yang sesuai.

2. RUANG LINGKUP

Idenfikasi bahaya dan penilaian resiko serta pengendaliannya harus dilakukan di seluruh aktifitas PT Korindo Heavy Industry, termasuk aktifitas rutin dan non rutin, baik pekerjaan tersebut dilakukan oleh karyawan langsung maupun karyawan kontrak, supplier dan kontraktor, serta aktifitas fasilitas atau personal yang masuk ke dalam tempat kerja. Idenfikasi bahaya dan penilaian resiko harus dilakukan oleh karyawan yang mempunyai kompetensi sesuai dengan standart kompetensi yang ditetapkan oleh PT Korindo Heavy Industry.

3. ISTILAH DEFINISI

3.1 Bahaya

Sumber, situasi, atau tindakan yang berpotensi menimbulkan luka atau gangguan kesehatan, atau kombinasi keduanya.

3.2 Gangguan kesehatan

Kondisi fisik atau mental yang dapat diidentifikasi dan merugikan, timbul dari dan atau diperburuk oleh aktifitas kerja dan atau situasi yang berhubungan dengan kerja.

3.3 Idenfikasi bahaya

Proses mengenali bahaya serta menentukan karakteristiknya.

1. OBJECTIVE

This procedure is made to give clear guidance in identifying hazard and risk assessment toward occupational health and safety result from employes and external parties related in the activity of PT Korindo Heavy Industry, also determining appropriate controls.

2. SCOPE

Hazard identification, risk assessment, and determining control include all activities in PT Korindo Heavy Industry, in routine and non routine activities done by direct or temporary workers, supplier and contractors, also activities by facilities or personal who come in workplace area. Hazard identification and risk assessment must conduct by employee who have competency according to standard competency estabilished by PT Korindo Heavy Industry.

3. TERM / DEFINITON

3.1 Hazard

Source, situation, or act with a potential for harm in terms of human injury or ill health, or a combination of these.

3.2 Health

Identifiable, adverse physical or mental condition arising from and/or made worse by work activity and/or related to work situation.

3.3 Hazard identification

Process recognizing a hazard and determining the characteristic.

(3)

3.4 Aktivitas rutin

Aktivitas yang dilakukan secara rutin (setiap hari) termasuk kegiatan administrasi tata rumah tangga (contoh: pemeliharaan taman, pembersihan kantor)

3.5 Aktivitas non-rutin

Aktivitas yang di lakukan secara periodik, kadang-kadang, dan atau dalam situasi darurat. Contoh aktivitas non rutin adalah

- Perawatan dan pemeliharaan saran prasarana (contoh: pembersihan resorvoar, perawatan berkala kendaraan operasional, perawatan pompa dan lain-lain)

- Kunjungan lapangan dan / inspeksi

- Situasi darurat (contoh: banjir, gempa bumi, kebocoran)

3.6 Resiko

Kombinasi dari kemungkinan kejadian dari suatu bahaya atau paparan dan keparahan yang timbul dari luka atau gangguan kesehatan yang diakibatkan dari kejadian atau paparan

3.7 Penilaian resiko

Proses evaluasi resiko yang ditimbulkan oleh bahaya atau paparan dan keparahan yang timbul dari luka atau gangguan kesehatan yang di akibatkan dari pekerjaan atau paparan.

3.8 Resiko yang dapat di terima

Resiko yang telah diturunkan ke level yang

dapat di toleransi berdasarkan hukum dan

kebijakan K3 (Keselamatan Kesehatan

Kerja) perusahaan. (HSE-I-007)

3.9 Kecelakaan

Kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan

3.4 Routine activities

Activity which conducted in daily basis including administrative procedures household activities (example: gardening, office cleaning)

3.5 Non-routine activities

Activities which conducted periodically, occasionally, and or in emergency situations. Examples of non-routine activities are:

- Facilities and equipment maintenance (example: reservoir cleaning, periodic maintenance operasional car, periodic maintenance of pump, etc.)

- Field trips and / inspection

- Emergency situations (example: flood, earth quake, leakage )

3.6 Risk

Combination of the likelihood of an occurrence of a hazardous event or exposure(s) and the severity of injury or ill health that can by caused by the event or exposure(s)

3.7 Risk assessment

Evaluation (s) process of the risk appear by the hazard or exposure and severity arising from injury or health that causes of work or exposure.

3.8 Acceptable risk

Risk that has been reduced to a level that can be tolerated having regard to its legal obligation and company’s OSH

(Occupational safety health) policy.

(HSE-

I-007)

3.9 Accident

(4)

dimana luka atau gangguan kesehatan atau kejadian fatal terjadi, atau biasa terjadi.

3.10 Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)

Kondisi dan faktor yang mempengaruhi, atau dapat mempengaruhi keselamatan kesehatan karyawan atau pekerja lain (termasuk pekerja sementara dan kontraktor), pengunjung, atau orang lain di tempat kerja.

3.11 Tempat kerja

Setiap lokasi dimana terdapat aktivitas yang berhubungan dengan kerja, dan dilakukan di bawah kendali organisasi.

3.12 Orang yang kompeten

Orang yang berwenang atau di tunjuk menejemen untuk melakukan penilaian resiko dan telah lulus dari ujian penilaian resiko.

4. REFERENSI

4.1 OHSAS 18001:2007 Klausul 4.3.1

4.2 ISO 14001 :2004 Klausul 4.3.1

5. INFORMASI UMUM

Idenfikasi bahaya, penilaian resiko dan menetapkan pengendalian (HIRADC) adalah langkah pertama untuk penilaian resiko terhadap bahaya. HIRADC dilaksanakan pada area kerja dan projek site untuk semua karyawan dan tamu. HIRADC dilengkapi oleh dokumen untuk analisis keselamatan pekerjaan (AKP).

6. PROSEDUR

6.1 Pelatihan dan kompetensi

Persyaratan pelatihan untuk penilaian resiko yang kompeten bertanggung jawab

injury or ill health or fatality occurred, or could have accurred.

3.10 Occupational health safety

Conditions and factors effect, or could effect, the health safety of employees or other workers (including temporary worker and contractor personel), visitor, or any other person in the workplace.

3.11 Work place

Any physical location which is relating to work activities, and performed under the control of the organization.

3.12 Competence personel

Authorized personel to conduct risk assessment and pass the risk assessment training examination.

4. REFERENCE

4.1 OHSAS 18001:2007 Clause 4.3.1

4.2 ISO 14001 :2004 Clause 4.3.1

5. GENERAL INFORMATION

Hazard identification,risk Assessment and Determining Control (HIRADC) is the first step to risk assessment of the hazard. HIRADC implemented at work shop and site project to all employees and guests. HIRADC completed by document for Job Safety Analysis (JSA).

6.

PROCEDUR

6.1 Training and competency

Training requirements for competence Risk assessor is responsible to ensure

(5)

untuk manjamin bahwa orang yang ditunjuk untuk penilaian resiko harus :

6.1.1 Berhasil secara lengkap mengikuti pelatihan Idenfikasi bahaya dan aspek lingkungan yang penting dan penilaian resiko serta pengendaliannya.

6.1.2 Menguasai pekerjaan atau aktifitas, tempat kerja, sarana, material dan prosedur kerja.

6.1.3 Mendapat beberapa training mengenai bahaya yang spesifik di tempat kerja masing-masing sebelum seseorang ditunjuk sebagai orang yang berkompeten untuk melakukan penilaian resiko. Training khusus yang diperlukan tersebut adalah;

6.1.3.1 Bahan berbahaya dan beracun

6.1.3.2 Pekerjaan di ruang tertutup

6.1.3.3 Alat pelindung diri

6.1.3.4 Penanganan cara manual

6.1.3.5 Pekerjaan menghasilkan panas

6.1.3.6 Standar kualitas lingkungan kerja

6.1.3.7 Bahaya kerja di jalan (termasuk keselamatan kerja di area umum)

6.2 Idenfikasi bahaya dan analisa resiko 6.2.1 Ketentuan umum

Idenfikasi bahaya dan penilaian resiko perlu di lakukan di semua jenis aktifitas termasuk kegiatan administrasi dan perkantoran, termasuk pekerjaan rutin dan tidak rutin, dan dilakukan peninjauan ulang secara berkala paling sedikit 2 tahun sekali. identifikasi dan penilaian resilo harus di lakukan jika :

that appointed person as Risk Assessor must :

6.1.1 Completely succeeded in hazard and significant environment aspects identification and risk assessment and determining control training.

6.1.2 Good knowledge in work or activities, workplace, equipment, materials, and work procedure.

6.1.3 Getting several training about specific hazard in each workplace before someone is appointed as a competence personel to conduct risk assessment. Specific training be needed in the area are ;

6.1.3.1 Hazardous and toxic material

6.1.3.2 Work in confined space

6.1.3.3 Personel protective equipment

6.1.3.4 Manual handling

6.1.3.5 Hot work

6.1.3.6 Work environment quality standard

6.1.3.7 Working on the road hazard (include work safety in public area)

6.2 Hazard identification and risk assessment

6.2.1 General provisions

Hazard identification and risk assessment should be conducted in all activities include administration and office, routine and non-routine, and to be reviewed at leas once in two years. Hazard identification and risk assessment are conduct if :

(6)

- Adanya rekayasa tehnik, mendesign ulang fasilitas, atau menata ulang ruang, perubahan peralatan, metode atau gedung.

- Adanya proyek baru.

- Adanya penggantian material atau penggunaan material baru termasuk bahan kimia.

- Adanya perubahan prosedur, instruksi kerja atau standar baru.

- Setelah tindakan perbaikan di lakukan.

- Adanya indikasi bahaya yang berpotensi menimbulkan ganguan kepada manusia

Idenfikasi bahaya dan penilaian resiko harus di dokumenkan dalam ‘’form job safety analisis’’

6.2.2 Identifikasi bahaya dan penilaian resiko

Langkah dalam Idenfikasi bahaya dan penilaian resiko:

6.2.2.1 Tentukan ruang lingkup Identifikasi bahaya dan Pe Kriteriaan resiko

6.2.2.2 Identifikasi jenis bahaya yang mungkin ada dan berpotensi membahayakan /manimbulkan kerugian. Jenis bahaya yang harus diidentifikasi termasuk : 6.2.2.2.1 Bahaya fisik 6.2.2.2.2 Bahaya kimia 6.2.2.2.3 Bahaya biologi 6.2.2.2.4 Bahaya ergonomi 6.2.2.2.5 Bahaya psikologis

- Any technical engineering, review design facilities, changes (layout, equipment ,method, or building)

- Any new project.

- Any material substitution or new material include chemical.

- Changes in procedure, work instruction,or new standard.

- After corrective action implemented.

- Any indication about hazard potential in which harm to human.\

Hazard and significant and risk assessment must documented in ‘’form job safety analysis’’

6.2.2 Hazard identification and risk assessment

Steps in hazard identification and risk assessment:

6.2.2.1 Determine the scope of hazard identification and risk assessment

6.2.2.2 Identify the type of hazard that probably exist and potential to harm or cause loss.Type of hazard that must identified includes : 6.2.2.2.1 physical hazard 6.2.2.2.2 Chemical hazard 6.2.2.2.3 Biological hazard 6.2.2.2.4 Ergonomy hazard 6.2.2.2.5 Phsychological hazard

(7)

6.2.2.3

Menganalisa

potensi

konsekuensi

Analisa potensi konsekuensi

yang

di

maksud

adalah

menganalisa terhadap potensi

dari tingkat kerugian, analisa ini

dilakukan

dengan

mempertimbangkan

potensi

keparahan dampak yang terjadi

dan

potensi

jumlah

yang

terkena

dampak,

dan

jika

diperlukan pada kasus tertentu

dapat

pula

dipertimbangkan

tingkat

gangguan

terhadap

kelangsungan bisnis. Perkiraan

konsekuensi

dapat

merujuk

kepada HSE-I.007

6.2.3 Pengendalian resiko

Penentuan tindakan pengendalian

untuk

mengurangi

resiko

harus

mengikuti

hirarki

tindakan

pengendalian sebagai berikut :

6.2.3.1 Pemusnahan

Menghilangkan

bahaya

dengan

cara

mengerjakan

pekerjaan dengan cara lain/

cara berbeda.

6.2.3.2 Subtitusi

Menurunkan

resiko

dari

sumbernya

atau

menggunakan

penggantian

yang lebih aman.

6.2.3.3 Rekayasa desain atau tehnik

Tindakan pengendalian ini

biasa

dilakukan

sebagai

tindakan pencegahan secara

kolektif

melalui

rekayasa

6.2.2.3 Potential consequence

analysis

Potential

concequence

analysis is how analize

potential from loss level, by

consider

the

potential

severity

occurred

and

potential

number

effected.in certain case,

could also consider effect

to

business

continuity.

Concequence

approximation

assessed

with the HSE-I.007

6.2.3 Risk control

Control determinition to lower risk

must follow the controls hierarchy:

6.2.3.1 Elimination

Eliminate

hazard

with

different or other way

when doing task.

6.2.3.2 Subtitution

Reduce

risk

from

its

source or using safer

alternatives.

6.2.3.3 Engineering control

This conrol usually taken

as collective preventive

action trough enginneering

control, these are include :

(8)

tehnik,

termasuk

dalam

tindakan ini adalah

- 1

Pengisolasian

/

pemisahan

- 2 Pemasangan ventilasi

- 3 Pemberian alat pengaman

6.2.3.4 Pengendalian administrative

Tindakan

yang

bersifat

administratif seperti halnya

kegiatan

yang

berkaitan

dengan pembatasan waktu

kerja,

jumlah

paparan,

pemberian pelatihan, rotasi

kerja,

papan

informasi,

pemasangan label, prosedur

kerja dan instruksi kerja, serta

pengawasan.

6.2.3.5 Alat Pelindung Diri (APD)

Tindakan pengendalian yang

bertujuan untuk mengurangi

potensi terjadinya kerugian

kepada

karyawan

secara

pribadi / perorangan, seperti

penyediaan :

- Alat

Pelindung

Saluran

Pernafasan

- Alat pelindung tangan

- Alat pelindung kepala

- Alat pelindung jatuh

- Alat pelindung kaki

- Alat pelindung mata

Saat tindakan pengendalian telah di

terapkan harus dilakukan evaluasi tingkat

- 1 Isolation / sparation

- 2 Instal ventilation

- 3 Safety guard

6.2.3.4 Adminstrative control

Administrastive

controls

include

time

work

or

exposure

limitation,

training,

job

rotation,

information

board,

labeling, work procedure,

and work instruction, also

monitoring.

6.2.3.5 Individual Protection (IP)

The purpose of control is

to reduce potential loss to

employees individually, as

providing :

-

Respiratory protection

-

Hand protection

-

Head protection

-

Fall protection

-

Foot protection

-

Eye protection

When controls have been implemented,

risk rating evaluation must conducted to

(9)

resiko untuk memastikan bahwa resiko

turun

ke

tingkat

yang

dapat

di

terima/rendah

7. FLOW CHART

ensure that the risk are reduced to lower

or acceptable risk.

7. FLOW CHART

START TENTUKAN PEKERJAAN YANG AKAN DI ANALISA URAIKAN PEKERJAAN DALAM LANGKAH KERJA IDENTIFIKASI BAHAYA PADA SETIAP LANGKAH KERJA PENILAIAN RESIKO REKOMENDASI TINDAKAN PENCEGAHAN SISA RESIKO ACCEPTABLE SELESAI START

SPECY THE WORK TO BE ANALYZED WORK DESCRIBED IN THE WORK STEP IDENTIFICATIONOF HAZARD AT EACH STEP OF WORK RISK ASSESSMENT RECOMMENDATION PRECAUTION RISK RESIDU ACCEPTABLE FINISH

(10)

8. LAMPIRAN / ATTACHMENT

8.1 Job Safety Analysis (HSE-I.007)

N o. Do ku m en D oc um en t N o. Ta ng ga l T er bit R ele as e D at e N o. Re vis i R ev isi on N o. H ala m an P ag e JSA 1 2 3 4 Ke m un gk ina n Low M ed ium H igh Ak iba t b ah ay a Low M ed ium H igh JO B SAF ET Y AN AL YSI S Ide ntif ika si ba ha ya ya ng be rh ub un ga n dengan se tia p lan gk ah da ri pe ke rja an ya ng be rp ote ns iu ntu k m en ye ba bk an b ah ay a s eri us . A m in F 1 da ri / o f 1 P T . K O R IN D O H E A V Y IN D U S T R Y D is ia pk an : Pr ep ar ed b y: D is ah ka n : Ap pr ov ed b y: S up riy an i H SE-I .0 7 H R G A D ep t. M en en tu ka n b ag aim an a u ntu k m en go ntro l b ah ay a s eh ing ga tin gk at re sik o t uru n 0 Ke ce lak aa n k ec il, l uk a ri ng an , m em erl uk an p era w ata n y an g s ing ka t 01 -A pr-2 01 4 N ur oh m ad M en en tu ka n T ing ka t R es iko A w al A N A LISA K ESE LA M A TA N K ER JA Tid ak a da ke ce lak aa n/t ida k a da ya ng te rlu ka TIN G K A T R ESI K O /R ISK L EVEL B A LA R A JA P LA N T D ip er ik sa : Ve rifi ed b y : Ke ce lak aa n m em erl uk an p era w ata n y an g la m a, m en ga kib atk an ke m atia n/c ac at Ja ra ng te rja di, ha ny a d ala m ke ad aa n e ks tri m Te rja di p ad a k on dis i a bn orm al/s ta rt u p/s hu t d ow n/o pe ra to r k ura ng p erh atia n Te rja di p ad a k on dis i n orm al/s ela m a o pe ra si L M H L L L M M L M H H M H H

(11)

8.2 Form Job safety Analysis (HSE-R-001) Jo b T itle A s s e s s e d b y Jo b Pe rf o rm e d b y A s s e s s m e n t D a te Se ct io n in C h a rg e R e v N o F re q u e n cy JSA N o Si s a R e s iko S E Q U E N C E O F B A S IC A C T IV IT Y S T E P S P O T E N T IA L A C C ID E N T S O R R EC O M M EN D ED T O EL IM IN A T E O R R ED U C E PO T EN T IA L H A Z A R D S Ke m u n g ki n a n A ki b a t b a h a ya T in g ka t R e s iko H A Z A R D S H SE J O B S A F E T Y A N A L Y S IS T IT L E J O B N u ro h m a d No U R U T A N L A N G KA H PEKER JA A N PO T EN SI BA H A Y A M a tri x R e s iko R EKO M EN D A SI U N T U K M EN G U R A N G I BA H A Y A

Referensi

Dokumen terkait

Pertamina (Persero) telah melakukan pengawasan dan penilaian agar dapat mengurangi resiko bahaya pada rekan kerja.saran yang diberikan adalah sagar perusahaan lebih banyak

Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam melakukan penilaian resiko adalah pengaturan pekerjaan, faktor sosial,

K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) menjadi hal yang sangat penting dan fatal demi menjaga dan melindungi para karyawan dari resiko bahaya bekerja, dengan

Pada penelitian ini yang dilakukan pertamakali adalah dengan melakukan identifikasi bahaya dan penilaian resiko dengan metode Energy Trace and Barrier Analysis (ETBA)

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya dan juga mengetahui kategori resiko yang berhubungan keselamatan dan kesehatan kerja operator

X untuk terus meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan melakukan upaya pengendalian bahaya pada setiap proses yang terdapat di workshop.. Kata kunci: Analis

Nusa Tenggara meliputi sistem ijin masuk ruang terbatas, sumber bahaya, penilaian dan pengendalian resiko yang sudah sesuai dengan Direktorat Pengawasan Norma

Prosedur ini memberikan pedoman dalam penilaian risiko yang meliputi risiko kesehatan dan keselamatan kerja secara formal sebelum melakukan suatu kegiatan melalui