97
MANAGEMENT PLAN
4.1 Future Architecture
Berikut ini adalah usulan arsitektur baru berdasarkan kesimpulan kesimpulan yang didapatkan pada dokumentasi current architecture.
4.1.1 Strategic Goals and Initiatives
Pada komponen EA ini akan dijelaskan pengembangan dari strategi sebelumnya untuk mencapai tujuan strategis AstraWorld.
Strategic Plan (S-1)
Berdasarkan analisis SWOT yang telah dilakukan, strategi perusahaan yang ada saat ini masih cukup baik dalam mendukung visi dan misi dari perusahaan di masa 3 tahun mendatang sehingga masih belum membutuhkan perubahan strategi yang saat ini digunakan oleh perusahaan.
SWOT Analysis (S-2)
Analisis SWOT dilakukan dengan membandingkan faktor internal berupa kekuatan maupun kelemahan perusahaan serta faktor external berupa ancaman dan peluang yang dimiliki oleh perusahaan. Berikut ini merupakan analisis SWOT dari AstraWorld.
Tabel 4.1 Analisis SWOT Pada AstraWorld
Faktor Internal Faktor Eksternal
• Jumlah Pelanggan,
• Proses Bisnis yang sudah ada,
• Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi yang baik,
• Layanan 24 Jam,
• Kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia,
•
Pemanfaatan teknologi baru,•
Kerjasama dengan Affco dari Astra,•
Dukungan Infrastruktur dan sistem dari Astra,•
Pembiayaan dari Astra.Kelemahan (weakness)
• Jumlah Personil,
• Prosedure pengolahan data yang tidak efektif.
• Kapasitas access PABX yang terbatas.
• Sulitnya pencarian informasi produk dengan sistem yang adaoleh callcenter.
• Tidak adanya departemen IT
Ancaman (Threat)
• Kebocoran data,
• Pengaduan pelanggan ke pihak lain,
• Kerusakan Sistem dan Infrastruktur
• Pelanggan sulit mengangkat telepon dari nomor asing
Tabel 4.2 Perhitungan EFAS Pada AstraWorld Faktor Eksternal
Peluang
Bobot Rating Bobot x
Rating
Pemanfaatan teknologi baru, 0.13 3 0.39 Kerjasama dengan Affco dari Astra, 0.05 2 0.1 Dukungan Infrastruktur dan sistem dari
Astra,
Pembiayaan dari Astra. 0.22 4 0.88
Total Peluang 0.62 2.03
Ancaman
Kebocoran data ke pihak luar 0.10 3 0.3 Pengaduan pelanggan ke pihak lain, 0.03 4 0.12 Kerusakan Sistem dan Infrastruktur 0.20 1 0.2 Pelanggan tidak mau mengangkat telepon
dari nomor yang tidak dikenal
0.05 1 0.05
Total Ancaman 0.38 0.67
Total EFAS 1 2.7
Perhitungan EFAS : Peluang : 2.03
Ancaman : 0.67
Titik x (Internal) = Peluang – Ancaman
Titik X = 2.03 – 2.7
Titik X= 1.36
Tabel 4.3 Perhitungan IFAS Pada AstraWorld Faktor Internal
Kekuatan
Bobot Rating Bobot x
Banyaknya Jumlah Pelanggan 0.20 4 0.8 Proses Bisnis yang sudah ada, 0.31 1 0.31 Infrastruktur Teknologi Informasi dan
Komunikasi yang baik,
0.33 4 1.32
Layanan 24 Jam, 0.03 2 0.06 Kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia, 0.03 2 0.06
Total Kekuatan 0.90 2.55
Kelemahan
Jumlah Personil call center 0.01 1 0.01 Prosedur pengolahan data yang tidak efektif. 0.01 1 0.01 Kapasitas access PABX yang terbatas. 0.01 1 0.01 Sulitnya pencarian informasi Produk dengan
sistem yang ada oleh call center
0.01 1 0.01
Tidak adanya departemen IT 0.06 4 0.24
Total Kelemahan 0.1 0.28
Total IFAS 1 2.83
Perhitungan IFAS : Kekuatan : 2.25
Kelemahan : 0.93
Titik X = 2.55– 0.28
Titik X = 2.27
External\Internal
S1. Jumlah Pelanggan,
S2. Proses Bisnis yang sudah ada,
S3. Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi yang baik,
W1. Jumlah Personil,
W2. Prosedure pengolahan data yang tidak efektif.
W3. Kapasitas access PABX yang terbatas.
W4. Sulitnya pencarian informasi produk dengan
Peluang
Kelemahan Kekuatan
Ancaman
S4. Layanan 24 Jam,
S5. Kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia,
sistem yang ada oleh call
center.
W5. Tidak adanya departemen IT
O1. Pemanfaatan teknologi baru,
O2. Kerjasama dengan Affco dari Astra,
O3. Dukungan Infrastruktur dan sistem dari Astra,
O4. Pembiayaan dari Astra.
S1/O3 Penambahan Server dan Bandwidth
S2/O1 Otomatisasi proses bisnis
S5/O3 Sentralisasi Call
center
S5/O4 pembukaan cabang baru
W1/O3 Pengembangan Infrasturktur terpusat
W1/O4 Penerimaan personil baru
W2/O1 Pengembangan infrastruktur yang memiliki kemampuan monitoring sebagai pendukung standar prosedur operasional W5/O1 Integrasi sistem aplikasi yang digunakan operasional
T1. Kebocoran data,
T2. Pengaduan pelanggan ke pihak lain,
T3. Kerusakan Sistem dan Infrastruktur
T4. Pelanggan sulit mengangkat telepon dari nomor asing
S5/T2 Laporan keluhan pelanggan satu pintu
S3/T3 Peremajaan Sistem dan Infrastruktur.
S3/T4 Menerapkan Caller ID pada sistem telekomunikasi
W5/T1 Penerapan Firewall dan Sistem Token, saat transaksi request data
Berikut adalah penjelasan strategi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan AstraWorld.
Strategi SO:
S1/O3 Penambahan server dan Bandwidth, hal ini untuk mendukung kegiatan operasional call center. Karena dengan banyaknya inbound dan outbound tiap harinya, AstraWorld memerlukan bandwidt yang besar agar aplikasi yang dijalankan oleh agen tidak tersendat. Hal ini terkait kepuasan pelanggan dengan atribut “Access” pada komponen-komponen kepuasan pelanggan AstraWorld.
S2/O1 Optimasi Proses Bisnis, dengan memanfaatkan teknologi. Pada saat ini, untuk menghasilkan report untuk management membutuhkan waktu yang lama karena harus dilakukan di Excel dulu. Dengan strategi ini, agan dibuat dashboard yang informasinya akan bergerak secara real time.
S5/O3 Sentralisasi Call center, hal ini diperlukan karena keadaan saat ini call center berada di banyak kota dengan nomer telepon berbeda beda sesuai dengan kode wilayah masing masing. Dengan call center yang terpusat akan mewujudkan pelayanan pelanggan satu pintu yang memudahkan pelanggan menghubungi AstraWorld.
S5/O4 Pembukaan cabang baru, cabang baru ini merupakan yang akan menjadi pusat
call center AstraWorld.
Strategi WO
W1/O3 Pengembangan Infrastruktur terpusat, dengan infrastruktur yang terpusat seperti server pusat memungkinkan keamaanan informasi jadi meningkat. Dengan itu kebocoran data dapat diminimalisir karena hanya mempunyai satu pintu untuk mendapat informasi.
W1/O4 Penambahan Personil diperlukan untuk menangani perkembangan bisnis AstraWorld yang menambah kapasitas layanannya agar mampu melayani lebih banyak pelanggan dengan lebih cepat.
W2/O1 Pengembangan infrastruktur yang memiliki kemampuan monitoring sebagai pendukung standar prosedur operasional, terkait dengan penurunan penilaian kepuasan pelanggan.
W4/O1 Integrasi sistem aplikasi yang digunakan operasional. melakukan pengembangan sistem aplikasi yang terintegrasi antara sistem aplikasi SAP dan WSS ( Windows
W4/O1 Optimalisasi fungsi pencarian pada halaman WSS sebagai portal informasi produk Astra yang digunakan Call center untuk memberikan informasi pada pelanggan.
Strategi ST
S5/T2 Laporan keluhan pelanggan satu pintu memudahkan pelanggan menghubungi AstraWorld di seluruh Indonesia
S3/T3 Peremajaan Sistem dan Infrastruktur. Untuk mengurangi resiko kerusakan
hardware dan menjaga kualitas data yang dihasilkan sitem.
S3/T4 Menerapkan Caller ID pada sistem telekomunikasi, untuk meningkatkan
contacted pada Pelanggan yang dihubungi karena dapat mengetahui identitas penelepon
secara langsung.
Strategi WT
W5/T1 Penerapan Farewell dan Sistem Token, saat transaksi request data. Sehingga dapat melakukan pencarian data dan menimalkannya terjadinya kebocoran data.
Gambar 4.1Usulan Concept of Operation Diagram
Dari beberapa masalah yang dihadapi oleh perusahaan, maka diusulkan beberapa asumsi perencanaan yang diharapkan akan manyelesaikan masalah yang ada pada perusahaan yaitu :
- Dilatar belakangi oleh beberapa pertimbangan diatas maka diusulkan agar ke depannya aktifitas dan operasional call center yang saat ini berjalan di 9 kota besar: Jakarta untuk site baru AstraWorld, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, Palembang, Balikpapan, Makassar dan Denpasar dapat diintegrasikan dalam satu platform sistem yang sama. Dimana sistem yang dipergunakan adalah sistem PABX yang sudah berbasis IP dan berlokasi di Jakarta sebagai Kantor Head
dengan kondisi sebelumnya. Dimana agent tetap berlokasi di masing-masing kota. Akan tetapi, perbedaan terletak pada perangkat sistem yang dipergunakan oleh agent berlokasi di Jakarta yang dihubungkan dengan koneksi Jaringan berbasis IP. Dengan menggunakan konfigurasi ini maka diharapkan operasional dapat berjalan lebih baik dan lebih cepat mulai dari aktifitas call yang sudah berbasis Auto
Dialer/Preview Dialer sampai proses monitoring secara real time ataupun
historikal. Seluruh bagian Team Leader/Supervisot/Manager hingga level
Management bisa langsung mengetahui performance disaat itu. Asalkan diberikan
otorisasi untuk bisa akses ke sistem PABX.
- Perusahaan sebaiknya tetap menggunakan teknologi Aplikasi yang digunakan oleh AstraWorld dan SO dengan aplikasi SAP karena teknologi ini telah mendukung kegiatan operasional perusahaan dengan baik. Akan tetapi, disarankan untuk dilakukan development system agar dapat menjembatani antara system SAP dengan Agent. Hal ini dapat mempersingkat kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh bagian DQM dan ECM seperti melakukan kegiatan download dan upload data dari SAP ke WSS untuk digunakan oleh Call center agent untuk melakukan panggilan, yang kemudian data hasil panggilan ini harus didownload lagi dari WSS untuk dimasukan ke SAP. Dengan CTI system tidak perlu lagi hal seperti itu dilakukan.
- Kegiatan pencarian informasi yang ditanyakan oleh pelanggan pada saat Inbound
Call atau Outbound Call dilakukan secara manual dengan membuka halaman Knowlegde Management di WSS dan memilih menu sesuai dengan merk yang
ditanyakan kemudia memilih informasi yang ditanyakan. Dan diusulkan untuk melakukan pengembangan pada fungsi site crawler pada content management
system DotNetNuke untuk melakukan pencarian baik konten pada halaman web
maupun dokumen-dokumen pada server Knowladge Management WSS. Dengan begitu, untuk menjawab segala permintaan informasi kepada pelanggan agent hanya perlu memasukan beberapa kata kunci yang relevan sesuai dengan apa yang ditanyakan oleh pelanggan.
Concept of Operation Diagram (S-4)
Berdasarkan metode analisa dengan menggunakan Enterprise Architecture,pada
concept of operation diagram yang digambarkan pada bab 3, proses bisnis serta fungsi
bisnis yang terjadi pada perusahaan sudah dijelaskan secara mendetail dan telah memperhatikan setiap proses maupun fungsi bisnis yang terjadi sesuai dengan langkah-langkah dalam pengimplementasian pengembangan suatu system dmulai dari pengidentifikasian system yang ingin dibangun ataupun dikembangkan hingga system tersebut dianalisa terlebih dahulu sebelum sistem didesain sesuai dengan kebutuhan yang akan dikembangkan dan bagaimana cara pengimplementasian system yang dikembangkan tersebut.
4.1.2 Business Product and Service (B)
Pada bagian ini akan menjelaskan perkemabngan komponen EA ini pada current
architecture sehingga dapat memperbaiki masalah yang sedang terjadi berdasarkan
strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan startegis AstraWorld.
Strategi yang ditetapkan oleh AstraWorld sudah cukup baik bila digunakan untuk 3 tahun di masa yang akan datang karena strategi dari AstraWorld lebih ke arah CRM. Yang memiliki tiga fondasi CRM yang diantaranya:
1. Customer Insight: kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisa
kebutuhan & keinginan pelanggan
2. Customer Experience: kemampuan untuk mengembangkan program yang
menciptakan pengalaman terhadap merek Astra yang menyenangkan pelanggan
3. Channel Integration: kemampuan untuk memberikan pengalaman pelanggan
yang konsisten melalui berbagai kanal interaksi (Cabang, Call center, SMS,
website)
Dengan strategi tersebut tentunya perusahaan mempunyai tujuan yaitu memberikan pengalaman pelanggan yang selalu menenangkan. Sehingga yang kedepannya perusahaan dapat memiliki pelanggan yang loyal akan memiliki keuntungan yang besar seperti pembelian kembali produk oleh pelanggan, kerelaan pelanggan untuk membayar lebih besar, rekomendasi yang positif, dan kecenderungan customer
switching yang rendah. Selain itu untuk menunjang customer loyalty tersebut,
perusahaan menetapkan strategi untuk mengoptimalkan kegiatan operasionalnya sehingga seluruh aktifitas dapat terus berjalan dan sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan.
Activity Diagram (B-3)
Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Enterprise Architecture, activity diagram yang tergambarkan pada bab 3 telah menjelaskan setiap aktifitas dari
data pelanggan menjadi data supply, serta pencarian data pelanggan yang tidak terotomatis dan download data hasil call yang telah dilakukan agent di AstraWorld. Terlalu banyak kegiatan yang dilakukan berulang-ulang sehingga seringkali menyebabkan pelanggan yang seharusnya dilayani dengan telepon informasi dari Call
center AstraWorld menjadi tidak dilakukan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan utnuk
dapat dilakukan pengembangan system yang dapat menangani pengintegrasian system dengan bagian yang dapat dilakukan perubahan dan pengembangan system,yaitu dengan adanya system CTI ( Computer Telephony Integration) hanya saja untuk pengembangan
system tersebut perlu adanya sistem analis yang menangani analisa dari system yang
akan dikembangkan dan terdapat juga vendor untuk programmer \ yang mampu melakukan pengembangan dan merealisasikan sistem aplikasi yang dapat terintegrasi dengan system telephony dan terdapat bagian yang mengecek kelayakan dari system yang telah dibuat ataupun dibangun serta adanya security database yang mengatur pengaksesan database perusahaan sehingga keamanan data pada perusahaan menjadi aman. Selain itu setiap aktifitas dari para stakeholders dilakukan untuk mengurangi resiko yang akan terjadi bila pengembangan sistem tersebut dilakukan karena telah melalui beberapa proses hingga sistem aplikasi yang dikembangkan ataupun dibuat dapat digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. berikut ini activity diagram yang akan datang yang dapat menggambarkan aktifitas yang dilakukan pada setiap bagian yang ada pada AstraWorld, untuk detailnya pada lampiran C.
Gambar 4.2 Future Activity Diagram pada AstraWorld Use Case Diagram & Narative (B-6)
Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Enterprise Architecture, pada bab 3 telah tergambarkan use case diagram dimana setiap bagian yang ada pada perusahaan telah menjalankan proses bisnis yang ada sesuai dengan proses fungsi bisnis masing-masing dalam pengembangan sistem yang terjadi pada perusahaan, akan tetapi terjadi perubahan aktifitas pada beberapa bagian yang ada pada perusahaan yang nantinya akan dikembangkan CTI, berikut ini use case yang akan datang yang dapat menggambarkan apa saja yang dilakukan pada setiap bagian yang ada pada AstraWorld :
Gambar 4.3 Use Case Future pada AstraWorld Deskripsi Use Case
Use Case Name Input Data Pelanggan Scenario Input Data Pelanggan Baru
Trigger Event Aktor menerima data SPK dari Sales Operation Actors DA
Related Use Case -
Stakeholders Sales Operation: untuk memberikan data pelanggan dari SPK
Pre Conditions DA sudah menerima dokumen SPK Post Conditions Data Pelanggan atau anggota tersimpan Flow of Event Actor System
1. menerima data SPK dari Sales Operation
2. Mengisi nama, alamat, nomor telepon, HP dan telepon kantor tanggal lahir serta data terkait kendaraan yang dibeli berdasarkan SPK seperti nomor rangka, nomor mesin.
3. memeriksa kelengkapan. 4. data pelanggan baru tersimpan
Exception Condition
Use Case Name Update Data Pelanggan Scenario Mengubah Data Pelanggan
Trigger Event Jika terjadi perubahan data Pelanggan Actors DA
Related Use Case -
Pre Conditions Edit data Pelanggan, dilakukan ketika Pelanggan melakukan perubahan data yang dilandasi bukti
Post Conditions
Flow of Event Actor System
1. DA melakukan
pengecekan data Pelanggan kembali
2. DA melakukan perubahan data Pelanggan sesuai dengan bukti perubahan
3. Memeriksa kelengkapan data
4.Data disimpan
Exception Condition
Use Case Name Upload Data Pelanggan
Scenario Upload Data Pelanggan ke SAP
Trigger Event Semua data Pelanggan sudah terkumpul dan valid Actors DA
Related Use Case -
Stakeholders DQM
Pre Conditions Data Pelanggan sudah valid Post Conditions
Flow of Event Actor System
1. DA melakukan pengecekan kembali
terhadap data Pelanggan baru
2. sudah dipastikan data tersebut benar
3. melakukan upload data 4.Data tersimpan di SAP Exception
Condition
Use Case Name Download Data Pelanggan
Scenario Melakukan download data seluruh pelanggan dari SAP Trigger Event Setelah melakukan upload data Pelanggan oleh team DA Actors DQM
Related Use Case -
Stakeholders DA
Pre Conditions Data pelanggan yang valid sudah di upload di SAP Post Conditions Data berupa dokumen excel
Flow of Event Actor System
1. Memilih menu download data
2. mengambil data
3. Dokumen Excel berisi data pelanggan terdownload Exception
Condition
Scenario Sortir Data Pelanggan
Trigger Event Setelah melakukan download data Pelanggan Actors DQM
Related Use Case -
Stakeholders Data pelanggan sudah di download
Pre Conditions Data pelanggan sudah dipilih sesuai program Post Conditions
Flow of Event Actor System
1. setelah melakukan download data Pelanggan baru
2. melakukan pemilihan data Pelanggan sesuai dengan request
3 melakukan filterisasi dan pengelompokan data Pelanggan
Exception Condition
Use Case Name Membuat Laporan Data Supply Scenario Membuat Laporan Supply
Trigger Event Setelah memberikan data supply ke team ECM Actors DQM
Related Use Case -
Pre Conditions Data supply sudah tersedia
Post Conditions Dibandingkan dengan data hasil call Flow of Event Actor System
1. membuat laporan atau report dari data supply
2. Menampilkan laporan
Exception Condition
Use Case Name Download Data Hasil call
Scenario Download Data Hasil call dari CTI Trigger Event Membuat laporan hasil call
Actors ECM Related Use Case -
Stakeholders Call center agent
Pre Conditions Data hasil call sudah tersedia di CTI
Post Conditions Digunakan untuk membuat laporan hasil call Flow of Event Actor System
1. data sudah dipastikan telah di call oleh agent
2. menampilkan seluruh data pelanggan yg sudah di call 3. download data pelanggan yang telah dihubungi oleh agent call center di aplikasi
CTI dalam bentuk Excell Exception
Condition
Use Case Name Membuat Laporan Hasil Call
Scenario ECM Membuat Laporan Hasil Call yang telah dilakukan agent
Trigger Event Seluruh panggilan terkait dengan program yang telah berjalan sudah dilakukan.
Actors ECM Related Use Case -
Stakeholders DQM, Manajemen Pre Conditions Data hasil call sudah ada, Post Conditions
Flow of Event Actor System
1. membuat laporan dari hasil panggilan
2. Menampilkan laporan
Exception Condition
Use Case Name View Data Supply
Trigger Event Upload data supply WSS Actors Call center agent
Related Use Case -
Stakeholders
Pre Conditions Data supply sudah ada di WSS Post Conditions Data supply ter update.
Flow of Event Actor System
1. memilih menu sesuai dengan project.
2. klik ‘View Agent’ untuk dapat melihat seluruh data Pelanggan yang sudah diupload oleh ECM
3. Menampilkan data supply baru yang harus di lakukan panggilan.
Exception Condition
Use Case Name Update Data Supply
Scenario Saat dilakukan panggilan kepada pelanggan dan ada perubahan pada data pelanggan,maka agent melakukan update data
Actors Call center agent
Related Use Case -
Stakeholders ECM
Pre Conditions Data supply sudah di update sesuai panggilan yg dilakukan. Post Conditions Data hasil update akan di download oleh ECM
Flow of Event Actor System
1. agent menghubungi Pelanggan
2. memberikan informasi tujuan
menghubungi
3. melakukan update data yang sesuai dengan hasil percakapan
4. save update data Pelanggan
Exception Condition
Use Case Name Input panggilan keluar Scenario Update Data Supply ke WSS Trigger Event Panggilan
Actors Call center agent
Related Use Case -
Pre Conditions Data supply
Post Conditions Data supply terupdate
Flow of Event Actor System
1. agent menghubungi Pelanggan
2. memberikan informasi
atau menanyakan survey dll 3. melakukan update data yang sesuai dengan hasil percakapan via telephone 4. save update data Pelanggan
Exception Condition
Use Case Name Input Panggilan Masuk
Scenario Agent melakukan create data hasil call dari panggilan masuk pelanggan
Trigger Event Menerima panggilan dari pelanggan Actors Agent Call center
Related Use Case -
Stakeholders
Pre Conditions Data produk, price list, cabang. Post Conditions Data hasil panggilan
1.Menerima panggilan masuk dari pelanggan 2.Membuat catatan hasil call
3. Save data hasil panggilan masuk
Exception Condition
Use Case Name View Laporan Panggilan
Scenario Dapat melihat seluruh report aktifitas agent saat menghubungi customer
Trigger Event
Actors ECM, DQM, dan Management Related Use Case -
Stakeholders Report hasil call agent Pre Conditions
Post Conditions
Flow of Event Actor System
1. user dapat melihat seluruh report hasil call yang telah dilakukan call center agent kepada pelanggan
2. Menampilkan laporan
Condition
4.1.3 Data and Information
Pada bagian ini tidak berubah secara signifikan karena perubahan pada bagian ini sifatnya hanya efek dari perubahan pada komponen sebelumnya.
Object State-Transition Diagram (D-3)
Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Enterprise Architecture, pada bab 3 telah tergambarkan state diagram dimana setiap objek objek pada sistem sudah tepat digunakan untuk tujuannya masing masing sesuai dengan proses bisnis perusahan. Pada pengembangan sistem yang terjadi di perusahaan, mengalami perubahan aktifitas pada beberapa objek yang ada pada perusahaan karena akan dikembangkan CTI, yang diantaranya tidak ada lagi objek download data pelanggan yang dilakukan team DQM dan melakukan upload data supply oleh bagian ECM. Sehingga dapat mengoptimalkan seluruh objek yang ada.
Object Event Sequence Diagram (D-4)
Pada bab 3 telah tergambarkan sequence diagram dimana interaksi antara aktor dengan data dapat dipersingkat, karena kegiatan yang diulang ulang akan memakan waktu yang lebih banyak. Penggunaan dua system, SAP dan WSS membuat kegiatan penarikan dan memasukkan data menjadi berulang ulang. Pada pengembangan sistem yang terjadi di perusahaan, mengalami perubahan aktifitas pada perusahaan karena akan dikembangkan CTI, yang diantaranya tidak ada lagi aktor yang melakukan download data pelanggan yang dilakukan team DQM dan melakukan upload data supply oleh
bagian ECM. Sehingga dapat mengoptimalkan kinerja dari masing-masing aktor dan tidak perlu lagi waktu yang cukup tersita dikarenakan melakukan proses download dan
upload anggota.
Activity/Entity (CRUD) Matrix (D-7)
Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Enterprise Architecture, pada bab 3 dan adanya perkembangan pada sistem di perusahaan tentunya akan terjadi perubahan pada activity dari masing-masing. Untuk detail perubahan CRUD Matrix jika dilakukannya pengembangan CTI untuk solusi meingkatkan pelayanan pelanggan AstraWorld pada lampiran E.
4.1.4 System and Application (SA)
Pada bagian ini dijelaskan perubahan yang terjadi pada system yang digunakan pada proses bisnis AstraWorld dimasa mendatang.
System Communication Description (SA-2)
Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Enterprise Architecture, pada bab 3 dan adanya perkembangan yang diusulkan pada sistem di perusahaan yang diantaranya untuk mengintegrasikan sistem WSS dan SAP diusulkan untuk melakukan development CTI agar seluruh data dapat terintegrasi di dalam satu platform. Berikut ini adalah system communication diagram dengan pembangan CTI untuk solusi meingkatkan pelayanan pelanggan pada AstraWorld.
Gambar 4.4 Future System CommunicationDescription
Untuk pertukaran data dilakukan melalui jaringan yang terenkripsi antara AstraWorld dengan SO memanfaatkan jaringan dari CIST (Corporate Information
System and Technology PT Astra International, Tbk) menggunakan webservice.
Pada customer database nantinya akan mengirimkan data profil pelanggan melalui web service dengan melakukan request token terlebih dahulu. Hal ini merupakan aturan baru yang telah ditetapkan oleh bagian CIST, lalu web service AstraWorld memberikan otorisasi kepada CRM program owners untuk mengirimkan data customer yang akan diterima oleh database CTI AstraWorld. Jika telah terjadi update data
customer dan terjadi transaksi oleh agent maka agent pun melakukan create data transaction history yg akan dikirimkan secara realtime melalu web service ke IR database ( Interaction database) selanjutnya akan dilakukan update kedatalam customer database.
4.1.5 Network and Infrastructure (NI)
Pada bagian ini dijelaskan perubahan yang terjadi pada infrastruktur yang digunakan pada proses bisnis AstraWorld dimasa mendatang.
Network Connectivity Diagram (NI-1)
Gambar 4.5 Future Network Connectivity Diagram
Pada gambar diatas merupakan usulan atas masalah berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan metode Enterprise Architecture, pada bab 3 yang dijelaskan bahwa kurangnya kapasitas jumlah personil untuk melayani pelanggan dan kapasitas
access PABX yang terbatas. Sehigga perlu adanya perluasan site dijuanda dikarenakan
kapasitas office di sunter pun sudah tidak memadai lagi, dengan design sertalisasi PABX. Sehingga baik seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh agent baik di sunter, juanda ataupun di beberapa cabang lainnya akan tersentralisasi di sunter dan seluruh
aktifitas akan terrekam di AstraWorld HO. Pada gambar diatas digambarkan pada AstraWorld juanda di sediakan PABX dengan tipe S 8300 LSP (Local Survivable
Processor) yang gunanya jika sewaktu-waktu PABX AstraWorld HO mengalami problem atau kerusakan maka PABX AstraWorld Juanda akan secara otomatis akan
bekerja menjadikan backup plan jika mengalami masalah, sehingga AstraWolrd akan tetap melayani kebutuhan pelanggan apapun kondisinya.
4.1.6 Security (SP)
Berikut adalah dokumentasi penggunaan teknologi dan system informasi dari sisi keamaan yang akan digunakan di AstraWorld
Security and Privacy Plan (SP-1)
Untuk security yang digunakan perusahaan ini sudah cukup bagus dalam mengamankan data baik secara fisik maupun dalam pengaksesan data. sehingga meminimalkan terjadinya pencurian data. Adapun perusahaan memiliki standarisasi mengenai prosedural bisnis yang dilakukan serta standar dari sistem yang bisa di operasionalkan. Sehingga dengan standar tersebut, kegiatan operasional yang digunakan oleh perusahaan tidak akan terganggu ataupun adanya data yang rusak dan hilang.
4.1.7 Standards (ST)
Pada bagian ini dijelaskan standar teknologi yang akan digunakan oleh AstraWorld.
Technology Forecast
Teknologi yang digunakan oleh perusahaan masih dapat digunakan karena teknologi yang digunakan masih cukup baik. Selain itu aplikasi-aplikasi yang dimiliki
perusahaan memiliki lisesnsi. Microsoft Office yang digunakan oleh perusahaan saat ini ada yang sudah menggunakan Microsoft office 2007.
4.1.8 Workforce (W)
Pada bagian ini dijelaskan sumber daya yang dibutuhkan oleh AstraWorld dimasa mendatang.
Organization Chart (W-2)
Struktur organisasi perusahaan saat ini telah terbagi sesuai dengan bagiannya masing- masing dan dari masing masing bagian, perusahaan telah menetapkan Chief
Executive yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan membuat strategi untuk bagian
tersebut sehingga dapat mencapai visi dan misi dari perusahaan. Setiap bagian juga bertanggungjawab untuk memberikan laporan secara langsung mengenai kegiatan operasional yuang terjadi diperusahaan kepada Chief Executive perusahaan. Dari struktur organisasi tersebut, tidak diperlukan adannya perubahan struktur organisasi. Untuk setiap bagian yang ada perusahaan sendiri telah di bagi menjadi beberapa bagian yang dijelaskan secara spesifik dalam struktur organisasi yang ada dan memudahkan perusahaan untuk memberika tugas serta wewenang dari setiap bagian berdasaerkan struktur organisasi perusahaan .
4.2 Enterprise Architecture Management Plan
Manajemen perencanaan EA digunakan sebagai jembatan antara current
architecture dan future architecture. Bagian ini berisi projek projek yang akan
dijalankan bertujuan untuk mencapai tujuan strategis berdasarkan kesimpulan dan langkah strategis yang telah ditentukan.
4.2.1 EA Program Management
Bagian ini merupakan bagian pertama dari EA Management Plan yang menjelaskan mengenai masalah yang terjadi pada arsitektur yang sedang berjalan, mengusulkan penyelesaian masalah tersebut, menjelaskan mengenai keuntungan jika masalah tersebut teratasi dan sebagainya.
Governance and Principle
Berdasarkan masalah-masalah yang dihadapi oleh AstraWorld dalam mencapai target pelayanan pelanggan dengan arsitektur yang sedang berjalan, yaitu proses pengolahan data supply yang harus melakukan upload dan download dari SAP dan WSS, call center agent yang melakukan pencarian secara manual dengan memilih menu pada knowledge management system sehingga mengharuskan pelanggan menunggu, banyaknya telepon informasi dari AstraWorld yang tidak diangkat oleh pelanggan karena nomornya tidak diketahui pelanggan, call center agent di cabang tidak melakukan follow up ke kantor pusat terhadap masalah yang dilaporkan oleh pelanggan karena tidak tersambung pada server PABX pusat, keterbatasan kapasitas PABX, kurangnya jumlah personil.
Untuk mengatasi masalah masalah tersebut, akan dilakukan implementasi sistem CTI yang mampu mengintegrasikan SAP dan WSS, kemudian akan memanfaatkan site
crawler dari content management system DotNetNuke untuk mengoptimalkan pencarian
pada knowledge management system yang digunakan call center agent. Penambahan server PABX serta menambah jumlah personil dan sentralisasi sehingga seluruh call
Support for Strategy and Business
Dengan solusi-solusi tersebut akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melayani pelanggan. Penerapan sistem CTI mampu menjembatani informasi dari departemen ECM dan CCM, sehingga proses upload download bisa dihilangkan. Pemanfaatan site crawler membantu mempersingkat waktu tunggu pelanggan saat call
center mencarikan informasi. Dengan penambahan PABX, call center di daerah akan
terhubung ke server tidak melalui direct call lagi, selain itu akan meningkatkan kapasitas agent dalam melakukan panggilan. Sentralisasi memberikan keuntungan dalam
monitoring, sehingga tidak perlu melakukan follow up terhadap masalah yang dilaporkan
di cabang. Dan penerapan caller ID meningkatkan kemungkinan panggilan ke pelanggan diangkat karena pelanggan mengetahui siapa yang meneleponnya.
EA Roles and Responsibilities
Sebuah tim EA memiliki perannya masing masing dalam pelaksanaan program EA. Hal ini diperlukan agar pada pelaksanaannya sesuai dengan bagiannya masing masing. Sebagai Sponsor pada program EA di AstraWorld adalah CEO dari AstraWorld yang akan memberikan sumberdaya sehingga program EA dapat berjalan dengan baik.
Tabel 4.4 EA Roles and Responsibilities Matrix
Posisi team EA Peran team EA Tanggung jawab EA
Sponsor Pimpinan Eksekutif Penyedia sumberdaya. Mendukung penyelesaian masalah di high-level.
Chief Information Officer Pimpinan eksekutif dan pengambilan keputusan
Memfasilitasi pembentukan proses dan proses yang sedang berlangsung pada
program EA. Mengarahkan keputusan terkait masalah
high-level EA. Integrasi EA
dan bagian lainnya.
Chief Architect Program Management Mengelola program EA dan proses dokumentasi. Memilih dan menerapkan EA framework dan metode implementasi. Identifikasi standar EA dan mengatur konfigurasi pada tiap proses.
Line Of Business Managers Identifikasi kebutuhan Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dalam EA Program. Memberikan masukan pada identifikasi kebutuhan IT dan solusi EA untuk setiap line of
business.
Solution Architect Penyelesaian masalah Identifikasi solusi untuk masalah yang terkait dengan IT pada line of business secara kolaboratif. Mendukung dokumentasi EA.
System & Data Architect Analisis dan desain sistem Menyediakan analisis teknis dan membantu mendesign yang terkait system & data untuk pemilihan komponen komponen.Memastikan sistem IT memenuhi kebutuhan untuk integrasi dan
interoperability. Mendukung
dokumentasi EA.
EA Tool Expert Pendukung aplikasi dan basis data
Melakukan pemeliharaan terhadap software aplikasi EA. Memelihara EA
repository dan informasi.
Perwakilan end user Identifikasi kebutuhan / QA Identifikasi kebutuhan user untuk komponen EA. Memberikan feedback
terhadap keefektifan dari solusi..
EA Program Budget
Ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan program EA tersebut. Biaya-biaya itu antara lain biaya perekrutan personil dan pelatihan, pembelian
hardware, software dan license.
EA Program Performance Measures
Untuk mengukur tingkat efektifitas EA program yang akan dilakukan terhadap masalah yang dialami AstraWorld, dapat dilihat berdasarkan beberapa hal berikut ini.
1. Mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan AstraWorld.
2. Mengukur performa Access dari call center AstraWorld serta pengaruhnya terhadap kepuasan.
3. Mengukur performa System & Procedure dari call center AstraWorld serta pengaruhnya terhadap kepuasan.
4. Mengukur strengths dan weakness dari layanan call center AstraWorld untuk dilakukan perbaikan di masa maendatang.
Dengan dilakukannya Quantitative survey dengan menggunakan kuesioner terstruktur (Structured Questionnaire) yang ditanyakan melalui Telesurvey kepada pelanggan yang telah melakukan kontak ke call center AstraWorld pada periode tersebut. Sehingga setelah dilakukan pengukuran tersebut tentunya sanggat diharapkan dapat meningkatnya nilai kepuasan pelayanan pelanggan hingga mencapai 2%.
4.2.2 EA Current Architecture Summary
Bagian ini menyimpulkan arsitektur AstraWorld yang sedang berjalan.
Strategic Goals and Initiatives
AstraWorld didirikan pada 2 Februari 2002 sebagai inisiatif strategis untuk mempertahankan & mengembangkan bisnis inti Astra (otomotif) melalui CRM (Customer Relationship Management). AstraWorld adalah unit bisnis PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk yang hadir untuk memberikan dukungan dan memperkaya nilai tambah bagi pemilik mobil Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW dan Peugeot. Setiap yang dibeli di cabang-cabang PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk, otomatis menjadi anggota AstraWorld.
AstraWorld memiliki visi dan misi sebagai berikut:
1. Menjadi mitra berkendara terbaik bagi para pelanggan, sekaligus mitra program CRM terbaik bagi perusahaan Astra.
Misi
1. Memberikan layanan yang inovatif dan personal guna menciptakan nilai bagi semua stakeholders
2. Mengembangkan karyawan untuk mencapai potensi terbaiknya 3. Mengintegrasikan prinsip LK3 dalam setiap aktifitas perusahaan
Masalah yang ada pada AstraWorld adalah kemudahan menghubungi CCA AstraWorld menurun jika dibandingkan periode sebelumnya menjadi 74%. Penurunan paling besar terjadi pada channel ERAM (73,8). Di area Jabar, terjadi peningkatan penilaian untuk atribut kemudahan menghubungi CCA AstraWorld sebesar 4,9% pada bulan April 2012. Sedangkan pada area jabodetabek terjadi penurunan penilaian atribut kemudahan menghubungi CCA Astraworld yang cukup signifikan (11,2%) pada periode April 2012 hingga mencapai 70,9%.
Menurut area pelanggan, kemudahan menghubungi call center AstraWorld untuk Area Jabodetabek menurun cukup besar, menjadi 70,9% pada periode April 2012.
Penilaian terhadap atribut “Tidak menunggu lama untuk dapat berbicara dengan CCA AstraWorld” hanya mencapai 69,9%, menurun sebesar 1% dari peiode Desember 2011. Terdapat penurunan pada Channel ERAM menurun menjadi sebesar 68,3% pada periode April 2012.
Adapun proses bisnis yang sedang berjalan AstraWorld seperti gambar berikut ini :
Gambar 4.6 Concept of operations diagram di AstraWorld
Adapun analisis lingkungan internal yang berupa hasil analisis SWOT yaitu :
Kekuatan (Strength)
• Jumlah Pelanggan,
• Proses Bisnis yang sudah ada,
• Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi yang baik,
• Layanan 24 Jam,
• Kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia.
• Jumlah Personil,
• Prosedure pengolahan data yang tidak efektif.
• Kapasitas access PABX yang terbatas.
• Sulitnya pencarian informasi produk dengan sistem yang ada Adapun analisis lingkungan external yaitu:
Peluang (Oppurtinity)
•
Pemanfaatan teknologi baru,•
Kerjasama dengan Affco dari Astra,•
Dukungan Infrastruktur dan sistem dari Astra,•
Pembiayaan dari Astra.Ancaman (Threat)
• Kebocoran data,
• Pengaduan pelanggan ke pihak lain,
• Kerusakan Sistem dan Infrastruktur
• Pelanggan sulit mengangkat telepon dari nomor asing
Business Services and Information Flows
Berdasarkan analisa pada bab 3 proses bisnis AstraWorld tersebut dapat di identifikasi actor yang berperan pada proses bisnis, kegiatan yang dilakukannya serta kegiatan awal sebelum suatu pekerjaan terjadi sampai hasil yang dikeluarkan oleh sebuah proses yang dilakukan oleh aktor. Adapun information flows yang menggunakan
Berdasarkan proses bisnis dapat ditarik kesimpulan perlu adanya pengukuran waktu pengerjaan kegiatan operasional di masing masing bagian AstraWorld untuk meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan ke pelanggan. Banyak kegiatan
upload unduh data sebelum dan sesudah pemprosesan data menggunakan Excel. Hal ini memakan waktu lama dalam proses pengolahan data, jadi sebaiknya terdapat dashboard
yang datanya realtime dan dilakukannya integrasi antara SAP dan WSS agar procedure pengolahan data dapat berjalan efektif serta waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama
Systems and Applications
Gambar 4.7 current view dari system dan aplikasi AstraWorld
Dari gambar diatas terlihat bahwa untuk menggunakan data pelanggan CCA melihat data dari WSS yang sebelumnya datanya harus di upload dari SAP. Karena data
dari SAP merupakan data yang paling terakhir atau paling update, penggunaan data pelanggan dari WSS perlu dikembangkan kembali.
Technology Infrastructure
Menjelaskan tentang bagaimana perusahaan mengkoneksikan data perusahaan di dalam perusahaan.
Gambar 4.8 Current Network Design Diagram dari proses bisnis AstraWorld
IT Security
Tujuan dari pengamanan informasi adalah menjamin adanya ketersediaan data bila diperlukan. Kemudian menjaga keakuratan dan kualitas informasi, seperti kemudahan dalam pengaksesan data dan aman pada saat di akses, data tersebut relevan serta akurat, data terorganisir dengan baik dan teruji sesuai dengan kebutuhan. Menjaga
keamanan data-data penting yang ada di perusahaan sehingga tidak hilang ataupun rusak.
Technical Security
Unsur-unsur perlindungan teknikal yang digunakan oleh AstraWorld adalah menggunakan Antivirus Symantec
Instrusion Detection System
Unsur-unsur perlindungan terhadap gangguan seperti penyusup atau duplikasi data yang digunakan oleh AstraWorld menggunakan firewall untuk membatasi pengaksesan jaringan internet dan menggunakan enkrispi data saat pengiriman data dan infromasi melalui internet.
EA Standards
Jenis Spesifikasi Jumlah
Hardware Notebook Lenovo L 420 325 14-inchdisplay with LED backlighting Windows 7 Professional 64-bit
Intel Celeron
Intel HM65 chipset
Integrated Intel HD graphics
4GB DDR3-1333 RAM
320GB 7200RPM Seagate hard drive (ST9320423AS) Intel Centrino Advanced-N 6205 wireless network
adapter
6-cell li-ion battery (10.8V, 5.2Ah, 57Wh) Dimensions: 13.54 x 9.17 x 1.26~1.42 inches
PC Desktop 250
Intel Pentium Dual-Core G645T - 2.50 GHz (3MB Cache, Intel H61 Express Chipset) 2GB DDR3, 500GB SATA HDD DVDRW SuperMulti, Gigabit LAN, Card Reader
VGA Intel HD Graphics Onboard, Sound Card
Internal
No OS, Keyboard + Mouse, LED Monitor 15.6"
Widescreen
Server 9
· Processor : Intel® Xeon® Quad-Core E5620 · Memory : 8GB (2 x 4GB) PC3-10600R-9 (RDIMM), · LAN : HP NC362i Dual Port Gigabit,
· Raid Controller : HP Smart Array P410/256MB
BBWC
· Power Supply : 460W common slot, high efficiency
power supply,
UPS Server 3
Network Printer 5
Switch 8
Router 12
Software Microsoft Windows 7
Antivirus Symantec
SQL Server 2008
Aplikasi Avaya site administration
Billing
Invision
SAP
WSS ( Windows Sharedpoint System)
Workforce Requirements
Gambar 4.9 Organization Chart pada AstraWorld
Chief Executive
Direktur yang bertanggung jawab atas keseluruhan proses kerja di dalam perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan penting yang menyangkut operasional.
Customer Relationship Management
• Organizatio Support
o Finance
Finance, Administration & Budget adalah bagian dari organisasi
Astraworld yang berkontribusi dalam hal pelayanan keuangan dan perencanaan aliran kas perusahaan.
o Human Resource & General Affairs (HR & GA)
Merupakan supporting team yang mendukung kelancaran jalannya operasional AstraWorld, terutama dalam kaitannya dengan kekaryawanan, pengadaan & pemeliharaan infrastuktur.
• Customer Intelligence
o Data Quality Management (DQM) dan Data Acquistion (DA)
Data Quality Management (DQM) sebagai salah satu bagian dari divisi Customer Insight Management, merupakan salah satu bagian penting
yang perlu tersedia di dalam suatu unit bisnis atau perusahaan. Dimana fungsi DQM adalah sebagai bagian yang bertugas untuk menangani, mengawasi dan memberikan informasi yang berasal dari hasil pengolahan
database. Informasi yang diberikan ini merupakan suatu bagian penting
dari pengambilan keputusan dalam lingkup perusahaan tersebut.
o Data Mining
DMA (Data Mining & Analysis) adalah salah satu bagian dari AstraWorld yang fokus pada tujuan untuk mengolah data (data
processing), menyajikan informasi (information), menambah pengetahuan (knowledge), dan memberikan rekomendasi berdasarkan temuan hasil analisa (wisdom). Proses analisa data dapat berupa analisa
data mining (database exploration) maupun analisa data survey (market research : quantitative maupun qualitative).
Output dari hasil analisa data DMA adalah berupa Pelanggan insight report atau predictive model seperti:
1. Pelanggan profiles (demographic, psychographic, motives, attitude,
preferrence, dll)
2. Vehicle profiles (brand, model, purchase year, type of purchase, dll)
3. Transaction profiles :
1. Unit transaction (repurchase dan loyalty rate, zip code analysis,
dll)
2. Service transaction (churn rate, service behaviour, dll)
5. Predictive Model (new dan repeat purchase model, reminder service model, loyalty model dan Pelanggan lifetime value model)
o Account Management (AM)
Program Management adalah salah satu bagian dalam AstraWorld yang berperan dalam mengembangkan, menjalankan, serta memonitor program-program bagi para member AstraWorld yang bertujuan memberikan kesenangan (delight) dan menghasilkan transaksi (secure
future transaction: repurchase & referral).
Output dari program yang dikembangkan antara lain berupa :
• Pelanggan strategy
• New or improved programs & processes : Retention, Repurchase: same product, cross & up-selling, Referral
Customer Channels Management
• E-Channel Management
o Call center
Salah satu channel layanan Astra yang berfungsi sebagai media interaksi Pelanggang dengan Astra terkait dengan informasi otomotif.
o SMS
Salah satu channel layanan Astra yang berfungsi sebagai media interaksi pelanggang dengan menggunakan SMS kepada Astra terkait dengan informasi otomotif.
o Mengupdate secara berkala isi informasi di portal
o Mengirimkan email blast yang berisi informasi baik berupa program
campaign, reminder, greeting, berita otomotif, info tips, info mobil bekas
dll sesuai dengan jadwal dan kebutuhan program
o Mengorganisir permintaan dari Pelanggan yang disampaikan lewat
website atau email baik itu berupa konsultasi seputar otomotif, info request, Pelanggan request, booking service, complaint dll untuk dapat
dipenuhi permintaan Pelanggan tsb oleh pihak-pihak yang berkepentingan
o Mengembangkan fitur-fitur di portal yang sesuai dengan kebutuhan Pelanggan dan perkembangan dunia otomotif pada umumnya
o Membuat laporan secara berkala terkait dengan jumlah trafik dan aktivitas operasional portal
• Regional Office Management
ERAM ( ERA Management ) suatu unit baru yang dibentuk tahun 2006 dalam
Section ROM ( Regional Office Management ) yang bertugas sebagai
development ERA secara nasional yang meliputi business process, infrastruktur (unit, man power, assist point),tehnical dan training serta reporting dan analisanya
RO (Regional Office)
Kantor perwakilan (Regional Office) AstraWorld yang berada di sejumlah area di Indonesia yang berfungsi untuk melayani member AstraWorld dan mendukung
operasional cabang-cabang Astra - Sales Operation dalam melayani member AstraWorld.
4.2.3 EA Future Architecture Summary
Bagian ini menyimpulkan arsitektur AstraWorld yang diusulkan.
Future Operating Scenarios
Arsitektur EA yang digunakan oleh perusahaan saat ini sudah cukup baik dan lengkap sehingga tidak ada perubahan yang terjadi pada visi dan misi serta strategi dari perusahaan. Untuk aktifitas bisnis yang terjadi saat ini telah digambarkan secara lengkap pada EA arsitektur saat ini.
Perusahaan hanya perlu melakukan pengembangan dari aplikasi dan pemanfaatan infrastruktur yang digunakan oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan untuk 3 tahun mendatang. Pengembangan aplikasi ini karena aplikasi yang digunakan adalah SAP dan WSS yang dimana aplikasi WSS ini merupakan call interface yang digunakan oleh agent tersebut belum terintegrasi sehingga dibutuhkan pengembangan untuk menghubungkan dua aplikasi tersebut dan dilakukan perbaikan pada aplikasi KM pada fungsi search informasi karena ketiga aplikasi ini digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan.
Untuk menghubungkan Aplikasi SAP dengan WSS ini, maka AstraWorld diharapkan dapat melakukan proses pengembangan aplikasi CTI ( Computer Telephony
lebih efektif dan tidak pelu membutuhkan waktu terlalu lama. Dan perlu adanya perbaikan pada search engine pada aplikasi KM dengan menggunakan aplikasi
DotNetNuke.
Untuk pemanfaatan infrastruktur AstraWorld dapat melakukan sentralisasi Pabx merupakan sebuah teknologi jaringan komunikasi yang berfungsi sebagai sentral telepon dalam lokasi tertentu. Dan yang akan diterapkan adalah IP PABX, hubungan jaringan komunikasi dengan layanan IP (Internet Protokol). Serta menggunakan aplikasi CTI (Computer Telephony Integration) yang memiliki konsep memusatkan jaringan data dan voice melalu sebuah link. Sehingga call center agent dapat berinteraksi dengan pelanggan secara langsung.
Planning Assumptions
Implementasi pengembangan, dan perbaikan system dari system yang ada saat ini hingga menjadi system yang akan digunakan dimasa yang akan datang sebaiknyamenggunakan phasing strategi yaitu pengimplementasi perbaikan dari system yang dilakukan secara bertahap.
Perbaikan secara bertahap sangan baik digunkan oleh perusahaan karena dengan perbaikan system secara bertahap tidak menganggu kegiatan operasionalnya dan sistem yang lama tetap dapat berjalan seperti biasa. Selain itu dalam perbaikan system yang lama menjadi system yang baru, system yang baru tersebut tetap di monitoring dan kita dapat mengetahui system mana saja yang mengalami masalah karena system baru tersebut juga telah digunakan kegiatan operasional dan dapat diperbandingkan dengan
Lama pengerjaan untuk perubahan implementasi perbaikan system ini yaitu tiga tahun dimana pada 3 tahun yang akan datang, system yang ada yaitu SAP dan WSS user
interface Agent dapat saling terintegrasi dengan baik dan siap digunakan oleh
AstraWorld untuk kegiatan operasionalnya. Pada tahap pertama dilakukan optimalisasi search engin pada Knowledge management system dengan menggunakan DotNetNuke (DNN), pada tahap ke dua dilakukan pengembangan CTI dan penambahan PABX dan sentralisasi, pada tahap ke tiga akan dilakukan integrasi antara CTI dan Content
Management System, dan pada tahap keempat seluruh proses sentralisasi dan
penambahan server PABX diharapkan selesai.
Updating Current & Future Views
Untuk mewujudkan transisi dari arsitektur yang sedang berjalan menjadi arsitektur yang diusulkan, diperlukan sebuah perencanaan implementasi yang tepat agar program EA yang dilakukan dapat berhasil. Maka dari ini diperluakn sebuah sequencing
plan.
Sequencing Plan
EA Program akan dibagi menjadi 4 tahap, tahap pertama akan melaksanakan optimalisasi search engine pada Knowledge management system yang digunakan Call
center agent dengan memanfaatkan site crawler dari Content Management System
DotnetNuke. Proyek ini diharapkan akan selesai pada quarter pertama. Setelah itu, pengembangan CTI dan penambahan PABX dan sentralisasi. Pengembangan CTI diharapkan akan selesai pada akhir quarter kedua dan dilanjutkan untuk integrasi antara CTI dan Content Management System pada akhir quarter ketiga. Penambahan PABX
serta sentralisasi yang di mulai pada quarter pertama diharapkan akan selesai pada
quarter ke empat.
Gambar 4.10 Sequencing Plan
Configuration Management
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai EA Configuration Management. EA
Configuration management bertujuan untuk membantu mengatur perubahan pada proses
yang terkait dengan EA. Perubahan tersebut termasuk penambahan, pembaruan dan pemberhentian penggunaan dari artifak maupun komponen dari EA.
Mulai Pengajuan EA
Change Request
Stakeholder
Approval Disetujui Tidak ditolak Selesai
Analisis & Desain
Development Layak? Testing tidak Update Dokumentasi EA Ya Implementasi
Gambar 4.11 Configuration Management
EA Glossary and References
• Enterprise
Suatu area tempat segala aktivitas dan tujuan-tujuannya dalam suatu organisasi atau antara beberapa organisasi dimana informasi dan sumber daya lainnya saling bertukar data dan berinteraksi.
• Enterprise Architecture
Suatu profesi dan praktek manajemen yang didedikasikan untuk meningkatkan kinerja suatu Enterprise dengan cara membuat perusahaan tersebut secara keseluruhan mengintergrasikan strategi, praktek-praktek bisnis alur-alur informasinya dan sumber daya teknologinya.
Sumber : An Introduction to Enterprise Architecture.
• Current View
Sebuah EA artefak yang mewakili komponen EA atau proses yang saat ini ada dalam perusahaan.
Sumber : An Introduction to Enterprise Architecture.
• Future View
Sebuah EA artefak yang mewakili komponen EA atau proses yang belum ada dalam perusahaan untuk masa mendatang.
Sumber : An Introduction to Enterprise Architecture.
• Sistem
Sekelompok elemen-elemen yang terorganisir dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
Sumber : An Introduction to Enterprise Architecture.
Kombinasi yang terorganisasi dari orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber-sumber data yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.
Sumber : An Introduction to Enterprise Architecture.
• Informasi Teknologi
Perangkat keras, perangkat lunak, perangkat telekomunikasi manajemen database, dan teknologi pengolahan informasi lainnya yang digunakan dalam sebuah sistem informasi berbasis komputer.
Sumber : Introduction To Information System.
Referensi buku yang digunakan antara lain :
Bernard, S. A. (2005). An Introduction to Enterprise Architecture (2nd Edition ed.). Blooming, IN: Author House.
4.2.4 Enterprise Architecture Repository
EA Repository dibuat untuk mengumpulkan data-data artifact pada tiap komponen
EA yang ditujukan sebagai acuan referensi AstraWorld. Selain itu EA repository juga bertujuan untuk membantu pihak internal perusahaan untuk dapat melihat kembali program EA yang telah dirancang sebagai evaluasi terhadap yang telah dilakukan pada 1 hingga 3 tahun kedepan. Adapun skema rancangan EA Repository sebagai berikut :
Tabel 4.5 Enterprise Architecture Repository
Keterangan :
1. Kolom Current EA Views mengklasifikasikan level-level internal yang ada pada perusahaan. Masing-masing level memiliki hak akses (authorization) yang berbeda-beda terhadap masing-masing artifact yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Kolom Current EA Views dapat berubah ketika user mengakses
Future EA Views.
2. Kolom Goals & Initiatives terdiri dari :
a. Strategic Plan hanya dapat diakses oleh high level views. Artifact yang terdapat dalam Strategic Plan :
- Gambaran Umum Perusahaan - Visi dan Misi Perusahaan
b. Goals & Initiatives dapat diakses oleh high level maupun middle level views. Artifact yang terdapat dalam Goals & Initiatives :
- Strategi Perusahaan - Analisis SWOT
- Concept of Operation Scenario (CONOPS)
- Concept of Operation Diagram (CONOD)
3. Kolom Products & Services terdiri dari :
a. Business Plan dapat diakses oleh high level dan middle level views. Artifact yang terdapat dalam Business Plan :
- Business Plan
b. Business Process dapat diakses oleh ketiga level views. Artifact yang terdapat dalam Business process :
- Activity Diagram
- Usecase Diagram
- Usecase Narrative
c. Investment Portfolio dapat diakses oleh ketiga level views. Artifact yang terdapat dalam Investment Portfolio :
- Business Process/Product Matrix
4. Kolom Data & Information terdiri dari :
a. Information Flows dapat diakses oleh high level dan middle level views. Artifact yang terdapat dalam Information Flows :
- Object State Transition Diagram
- Logical Data Model
b. Data Dictionary dapat diakses oleh high level dan middle level views.
- Entity-Activity (CRUD) Matrix
5. Kolom Systems and Applications terdiri dari :
a. Business Systems dapat diakses oleh high level dan middle level views. Artifact yang terdapat dalam Business Systems :
- System Data Flow Diagram
b. Support Systems dapat diakses oleh ketiga level views. Artifact yang terdapat dalam Support Systems :
- System Communication Description
6. Kolom Networks & Infrastructure terdiri dari :
a. Wide Area Network dapat diakses oleh ketiga level views. Artifact yang terdapat dalam Wide Area Network :
- Network Connectivity Diagram
b. Local Area Network
7. Kolom Security Solutions terdiri dari :
a. Security Program dapat diakses oleh high level dan middle level views. Artifact yang terdapat dalam Security Program :
- Security and Privacy Plan
b. System Certifications dapat diakses oleh ketiga level views. Artifact yang terdapat dalam System Certifications :
- Technology Forecast
- Organization Chart
8. Cell EA Management Plan dapat diakses oleh high level dan middle level views.
Ketika user mengakses EA Management Plan, maka user diberikan akses terhadap isi dari management plan mulai dari part 1 – part 4.
9. Cell Future Architecture diberikan batasan hak akses terhadap masing-masing
level yang disesuaikan dengan current architecture. User dapat mengakses future
10.EA Standards dapat diakses oleh high level dan middle level views. EA Standards merupakan salah satu subbab yang terdapat pada EA Management Plan part 2.
11.EA Program dapat diakses oleh high level dan middle level views. Isi daripada EA program memperlihatkan part 1 EA Management Plan beserta
program-program yang terbagi menjadi 5 subbab.
12.EA Tutorial dapat diakses oleh ketiga level views karena EA tutorial
memberikan informasi yang isinya bertujuan untuk melatih seluruh stakeholder
EA dalam penerapan EA. Adapun isi yang dapat diakses melalui EA Tutorial
sebagai berikut :
- EA Roles and Responsibilities
- EA Program Performance Measures
- IT Security
- EA Standards
- Workforce Requirements
- Future Operating Scenarios
- Planning Assumptions
- Updating Current & Future Views
13.EA Site Map dapat diakses oleh ketiga level views. EA Site Map bertujuan untuk