BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SURABAYA
RENCANA KERJA TAHUNAN
i
Kata Pengantar
KATA PENGANTAR
Pada era reformasi birokrasi sebagaimana telah dicanangkan Pemerintah, serta dalam rangka penyelengaraan negara bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) sesuai dengan prinsip-prinsip Clean
Government dan Good Governance maka dipandang perlu adanya pelaporan
atas rencana kinerja kegiatan yang akan dilaksanakan di Tahun 2017. Perencanaan Kinerja Tahunan merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, yang akan dilaksanakan oleh Instansi pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan. Dengan adanya dokumen Rencana Kinerja Tahunan ini Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya (BBKP) ini diharapkan mampu mendorong Peningkatan Rencana Kinerja Tahunan dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan Balai Besar Karantina Pertanian. Di samping itu sesuai dengan penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK) pada masing-masing Kementerian/ Rencana Kinerja Tahunan (RKT) secara berkala. RKT ini menjadi salah satu tolak ukur untuk menilai keberhasilan capaian kinerja BBKP Surabaya dan juga dapat digunakan pimpinan sebagai bahan masukan dalam melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi yang diemban oleh seluruh pegawai lingkup BBKP Surabaya.
RKT BBKP Surabaya Tahun 2017 diharapkan dapat memberikan gambaran secara garis besar berbagai kegiatan Tahun 2017 ini. Semoga RKT ini dapat menjadi pedoman yang memandu pelaksanaan tugas dan fungsi serta meningkatkan kinerja BBKP Surabaya menuju kinerja yang lebih baik dan akuntabel.
RKT Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Tahun 2017
i
Kata Pengantar
Kepada semua pihak yang telah berpastisipasi dalam penyusunan sampai penerbitan RKT BBKP Surabaya Tahun 2017 ini, Kami mengucapkan terimakasih. Kritik dan saran untuk perbaikan laporan ini di masa datang sangat kami hargai.
Sidoarjo, Januari 2017 Kepala Balai Besar Karantina Pertanian
Surabaya
Dr. Ir. Eliza Suryati Roesli, M.Si NIP. 18591025 198303 2 002
DAFTAR ISI
Hal KATA PENGANTAR ……… i DAFTAR ISI ……… ii LAMPIRAN ……… ……….. iii BAB .I. PENDAHULUAN .…..……… 11.1 Latar Belakang ………... 1
1.2 Dasar Hukum ………... 3
1.3 Kedudukan dan Fungsi Rencana Kerja tahunan ...……….... 3
1.4 Maksud dan Tujuan ……….. 4
BAB.II. VISI,MISI,TUJUAN DAN SASARAN ... ... 5
2.1 VISI ...……….……… …. 5 2.2 2.3 2.4 MISI ...……….. TUJUAN ...……….. SASARAN ...……….. 2.4.1 Sasaran Prioritas Misi ... 2.4.2 Sasaran Prioritas Pengembangan Sumberdaya ... …. …. …. ... ... 6 6 6 7 7 BAB. III. KERAGAAN ... …. 9
3.1 Kedudukan Tugas Pokok dan Fungsi ...……… …. 9
3.2 Susunan Organisasi dan Wilayah Kerja ..……… …. 10
3.2.1 Susunan Organisasi ...……… …. 10
3.2.2 Wilayah Kerja………. …. 11
IV KEBIJAKAN DAN STRATEGI ……… …. 13 A
Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati
….
1. Pemeriksaan Karantina Hewan dan Karantina Tumbuhan serta Pengawasan Keamanan Hayati ... 2. Pengasingan dan Pengamatan Karantina Hewan dan
Tumbuhan ... 3. Penahanan dan Perlakuan Karantina Hewan dan
Tumbuhan ... 4. Pemusnahan Karantina Hewan dan Tumbuhan ... 5. Pemantauan (Monitoring) Daerah Sebar HPHK ... 6. Pemantauan (Surveylensi) Daerah Sebar OPTK ... 7. Koordinasi dan Pengawasan Perkarantinaan ... 8. Akreditasi Laboratorium Karantina Pertanian ...
... ... ... ... ... ... ... ... 14 15 15 15 15 16 16 16 B Dukungan Manajemen ...……….. …. 17 V PENUTUP ………...………. .... 18
1
Bab I.Pendahuluan
BAB I
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Dalam rangka membangun ekonomi wilayah, terlihat bahwa peran sektor pertanian sangat strategis dan memiliki kaitan kuat di hulu maupun hilir. Peran strategis tersebut perlu dioptimalkan sejalan dengan strategi pemerintah membangun enam Koridor Pengembangan Ekonomi Indonesia (KPEI). Peran strategis sektor pertanian tentunya harus dipahami bersama-sama sehingga mampu mendorong partisipasi masyarakat dan swasta. Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dan swasta, kendala yang dihadapi antara lain pemberdayaan masyarakat tidak saja memerlukan pendekatan teknis seperti yang telah diterapkan selama ini, tetapi juga pendekatan sosial budaya yang mampu merangsang perubahan sikap dan pola kerja, melalui pemilihan kegiatan yang mampu memicu pembangunan pertanian secara optimal. Selanjutnya berkaitan dengan aspek pengelolaan kinerja instansi, telah dibangun Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang merupakan perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi serta pengelolaan sumberdaya pelaksana kebijakan dan program berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang memadai. Di dalam SAKIP terdapat komponenkomponen yang harus dipenuhi antara lain: proses penyusunan rencana strategis, penyusunan rencana kinerja, penetapan kinerja, pengukuran dan pelaporan kinerja. Dalam SAKIP, dokumen perencanaan yang harus diwujudkan secara terintegrasi adalah rencana strategis, rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja.. Rencana kinerja tahunan merupakan penjabaran dari renstra, memuat seluruh rencana atau target kinerja yang hendak dicapai dalam satu tahun yang
RKT BBKP Surabaya Tahun 2017
2
Bab I.Pendahuluan
dituangkan dalam sejumlah indikator kinerja strategis yang relevan. Selanjutnya, rencana kerja disusun sesuai dengan ketersediaan alokasi anggaran, yang dituangkan dalam suatu penetapan kinerja. Dalam rangka perencanaan kinerja pembangunan pertanian pada TA. 2017, maka disusunkan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2017. Oleh sebab itu, RKT merupakan dokumen penting sebagai kerangka kebijakan bagi pelaksanaan pengelolaan anggaran dengan berbasis kinerja yang ditetapkan dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) 2017.
Melalui RKT 2017, pengelolaan anggaran tersebut dapat dilaksanakan secara sistematis dan terukur serta merupakan bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Penyusunan rencana kinerja ini selanjutnya menjadi sangat penting untuk menilai kuantitas, kualitas, efisiensi pelayanan, memotivasi parabirokrat pelaksana, mendorong aparat agar lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat yang dilayani, dan menuntut perbaikan terus-menerus dalam pelayanan publik. Dalam hal ini, indikator pelayanan yang digunakan antara lain:
(1).Akuntabilitas publik yang diindikasikan dengan fakta bahwa acuan aparat dalam memberikan pelayanan didasari atas kepentingan Nasional;
(2).Responsifitas yang merupakan upaya aparat secara terus menerus untuk mengenali kebutuhan masyarakat, menyusun agenda, memprioritaskan pelayanan, dan mengembangkan program-program pelayanan publik;
(3).Orientasi terhadap pelayanan yang menunjuk pada ukuran seberapa besar sumberdaya yang dimiliki oleh petugas di dalam melayani masyarakat, serta;
(4).Efisiensi yang menyangkut waktu pelayanan yang sesingkat-singkatnya dan biaya yang semurah-murahnya.
3
Bab I.Pendahuluan
1.2. Dasar Hukum
Penyusunan RKT BBKP Surabaya Tahun 2016 ini berlandaskan pada peraturan perundangan sebagai berikut :
1. Peraturan PresidenNomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir denganPeraturan PresidenNomor 62 Tahun 2005;
2. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
3. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/ Permentan/ Ot.140/ 4/ 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian;
4. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kementerian Pertanian Tahun 2016 -2019;
5. Rencana Strategis Badan Karantina Pertanian tahun 2016 – 2019 6. Rencana Strategis Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya
tahun 2017 –2019.
1.3 Kedudukan dan Fungsi Rencana Kerja Tahunan
Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2016 merupakan pedoman umum dan arahan dalam penyelenggaraan, pembangunan serta pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya untuk tahun 2017. Oleh karenanya RKT berkedudukan sebagai dokumen perencanaan tahunan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya yang digunakan sebagai acuan untuk mengukur keberhasilan kegiatan pembangunan BBKP Surabaya .Kedudukan RKT 2017 juga menjadi tolok ukur penting atas sistem dan mekanisme pelaksanaan akuntabilitas kinerja tahun depan.
RKT BBKP Surabaya Tahun 2017
4
Bab I.Pendahuluan
RKT 2016 berfungsi sebagai bahan informasi dan arahan bagi perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan perkarantinaan pertanian selama tahun 2016 menuju suatu sistem pembangunan yang sistematis, terukur serta berkelanjutan.
1.4 Maksud dan Tujuan
Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2017 Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya disusun untuk mencapai tujuan sebagai berikut:
a. Tersedianya Dokumen Perencanaan Pembangunan yang sistematis, terukur serta berkelanjutan dalam tahun 2017;
b. Tersusunnya kebijakan program serta kegiatan dan strategi pembangunan yang tertuang dalam bentuk dokumen perencanaan pembangunan yang terpadu dan bersifat antisipatif terhadap tantangan pembangunan, dan;
c. Sebagai tolok ukur/ acuan untuk menilai kinerja organisasi dan keberhasilan pimpinan dalam pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam Rencana Strategis.
5
Bab II.Visi, Misi dan Tujuan BBKP Surabaya
BAB II
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN
BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SURABAYA 2.1 Visi
Berdasarkan tugas pokok dari Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya untuk melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati, hewani dan nabati, maka ditetapkan visi Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya adalah :
“Menjadi Instansi yang Tangguh dan Terpecaya‟ dalam Perlindungan Kelestarian Sumberdaya alam Hayati Hewan dan Tumbuhan,Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati serta keamanan pangan ”
Pengertian Tangguh dan Terpercaya adalah sebagai berikut:
Tangguh
: Penyelenggaraan karantina pertanian padahakekatnya adalah pewujudan pertahanan Negara di bidang Kelestarian Sumber daya alam Hayati Hewan dan Tumbuhan. Prinsip pertahanan adalah tangguh menghadapi serangan.
Terpecaya
: Keberhasilan Barantan berkaitan dengan peran sertamasyarakat dan mitra kerja baik didalam maupun di luar negeri, oleh karena itu setiap kebijakan dan tindakan Barantan perlu mendapat kepercayaan yang tinggi. Kepercayaan akan diperoleh antara lain melalui akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dibidang perkarantinaan dan keamanan hayati
RKT BBKP Surabaya Tahun 2017
6
Bab II.Visi, Misi dan Tujuan BBKP Surabaya
2.2 Misi
Dengan mempertimbangkan tugas Pokok dan Fungsi maka misi dari Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya adalah :
a. Melindungi kelestarian sumber daya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK);
b. Medukung terwujudnya keamanan pangan;
c. Memfasilitasi perdagangan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan akses pasar komoditas pertanian;
d. Meningkatkan citra dan kualitas layanan publik
2.3 Tujuan BBKP Surabaya
Visi dan Misi memiliki sifat yang relatif sulit diukur oleh karena itu perlu dijabarkan menjadi tujuan dan sasaran strategis. Merupakan pernyataan tentang apa yang ingin dicapai oleh BBKP Surabaya dalam kurun waktu 5 tahun kedepan. Tujuan dari pada BBKP Surabaya adalah:
a. Terjaganya sumber daya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan hama penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina;
b. Terjaminnya keamanan produk pertanian yang berasal dari hewan dan tumbuhan
c. Pengendalian importasi dan percepatan eksportasi komoditas pertanian.
2.4. Sasaran
Sasaran adalah merupakan penjabaran dari tujuan dengan arah yang lebih terukur. Sasaran Strategis adalah kelanjutan dari sasaran Badan Karantina Pertanian dalam 2 ( dua ) kelompok
7
Bab II.Visi, Misi dan Tujuan BBKP Surabaya
utama yaitu sasaran prioritas misi dan sasaran prioritas pengembangan sumberdaya. Prioritas misi tentunya sasarannya pada tugas yang pokok ditetapkan melalui proses internal utama, sedangkan strategi pengembangan sumberdaya tentunya berkaitan dengan dukungan manajemen yang mendukung langsung pencapaian sasaran prioritas misi.
2.4.1. Sasaran Prioritas Misi
Melakukan dan meningkatkan efektifitas pelayanan karantina dan pengawasan keamanan hayati dalam rangka mencegah masuk, dan keluarnya HPHK, OPTK dan bahan pangan yang tidak sehat / aman dengan cara :
a. Meningkatkan kemampuan deteksi masuknya ancaman resiko melalui teknik dan metoda yang berbasis ilmu pengetahuan dan harmonis dengan kebijakan perekonomian nasional serta standar Internasional ;
b. Meningkatkan koordinasi, kerjasama dan bimbingan teknis dengan instansi terkait ;
c. Meningkatkan sosialisasi dan monitoring dan penegakan hukum dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan tanggungjawab pengguna jasa karantina dan pada umumnya;
d. Melaksanakan dan meningkatkan kualitas operasional pelayanan dan Pengawasan dengan tetap konsisten terhadap kebijakan dan prosedur.
2.4.2. Sasaran Prioritas Pengembangan Sumberdaya
Meningkatkan kualitas sumberdaya dan implementasi prinsip tata pemerintahan yang baik, dengan cara :
a. Penyediaan SDM yang berkualitas, kompeten dalam jumlah memadai ;
RKT BBKP Surabaya Tahun 2017
8
Bab II.Visi, Misi dan Tujuan BBKP Surabaya
b. Penyediaan sarana operasional yang optimal serta teknologi dan sistem informasi yang handal dan terintergrasi ;
c. Meningkatkan daya guna teknologi dan informasi dalam manajemen administrasi dan operasional pelayanan ; d. Meningkatkan efektifitas pengendalian internal.
9
Bab III. Keragaan
BAB III KERAGAAN 3.1. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/Ot.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar KarantinaPertanian Surabaya adalah UPT Eselon II-b yang kedudukannya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Karantina Pertanian serta mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati, hewani dan nabati.
Dalam Menjalankan Tugas tersebut di atas, Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan rencana, evaluasi dan laporan;
b. Pelaksanaan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pembebasan media pembawa hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK);
c. Pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK; d. Pelaksanaan pembuatan koleksi HPHK dan OPTK;
e. Pelaksanaan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati; f. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional karantina hewan
dan tumbuhan;
g. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;
h. Pengelolaan sistem informasi, dokumentasi dan sarana teknik karantina hewan dan tumbuhan;
RKT BBKP Surabaya Tahun 2017
10
Bab III. Keragaan
i. Pelaksanaan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang- undangan di bidang karantina hewan, karantina tumbuhan dan keamanan hayati hewani dan nabati; j. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.
3.2. Susunan Organisasi dan Wilayah Kerja 3.2.1 Susunan Organisasi
Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/Ot.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian, BBKP Surabaya dipimpin oleh seorang Kepala Balai yang membawahi Bagian Umum, Bidang Karantina Hewan, Bidang Karantina Tumbuhan, Bidang Pengawasan dan Penindakan serta Kelompok Jabatan Fungsional. Lebih lengkapnya tentang Susunan Organisasi ini, dapat dilihat pada Bagan Sruktur Organisasi halaman berikut.
11
Bab III. Keragaan
3.2.2. Wilayah Kerja
Wilayah Kerja BBKP Surabaya meliputi : a. Bandar Udara :
- Ir. H. Juanda(Internasional) - Abdul Rahman Saleh-Malang b. PelabuhanLaut : - Tanjung Perak - Gresik - Jangkar - Kalbut - Kalibuntu - Panarukan - Probolinggo - Sangkapura - Sedayu-Lamongan. c. Pelabuhan Sungai: - Kalimas - Tanjung Wangi.
d. Pelabuhan Penyeberangan Ketapang. e. Kantor Pos Surabaya.
RKT BBKP Surabaya Tahun 2017
12
Bab III. Keragaan
Keterangan:
1. Pelabuhan Laut Utama Tj. Perak – Surabaya
6. Pelabuhan Laut
Sangkapura - Gresik
2. Pelabuhan Laut Utama
Kalbut – Situbondo
7. Bandara Internasional Juanda - Surabaya
3. Pelabuhan Laut Utama
Jangkar – Probolinggo
8. Kantor Pos Pusat – Surabaya
4. Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Tanjungwangi – Banyuwangi
9. Bandara Abdul Rahman Saleh – Malang
10. Pelabuhan Laut Sedayu – Lamongan
5. Pelabuhan Laut Celut Gresik – Gresik
11. Pelabuhan Laut
13
Bab IV. Kebijakan dan Strategi
BAB IV
KEBIJAKAN DAN STRATEGI
Dalam upaya untuk mencapai sasaran pembangunan Kementerian Pertanian Indonesia, maka arah kebijakan program pembangunan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian tidak terlepas dari strategi kebijakan program pembangunan Kementerian Pertanian dan Badan Karantina Pertanian. Dalam hal ini sasaran strategis merupakan indikator kinerja yang ditetapkan Kementerian Pertanian untuk mencapai tujuan. Sasaran yang ingin dicapai dalam periode 2016-2019 adalah :
1. Swasembada padi, jagung dan kedelei serta peningkatan produksi daging dan gula,
2. Peningkatan deversifikasi pangan,
3. Peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing dalam memenuhi pasar ekspor dan substitusi impor,
4. Penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi, 5. Peningkatan pendapatan keluarga petani,
6. Akuntabilitas kinerja aparatur pemerintah yang baik.
Rumusan visi pembangunan pertanian 2013-2045, yaitu “Terwujudnya sistem pertanian-bioindustri berkelanjutan yang menghasilkan beragam pangan sehat dan produk bernilai tambah tinggi dari sumberdaya hayati pertanian dan kelautan tropika”. Memperhatikan berbagai lingkungan strategis global maupun domestik, status saat ini dan prospek pertanian ke depan, maka perlu dibangun konsep dasar pembangunan pertanian 2013-2045 berupa Sistem Pertanian-Bioindustri Berkelanjutan.
Mengacu pada program Pembangunan Kementerian Pertanian tersebut dan sejalan dengan Strategi kearah kebijakan Program pembangunan Badan Karantina Pertanian, dengan program Peningkatan
RKT BBKP Surabaya Tahun 2017
14
Bab IV. Kebijakan dan Strategi
Kualitas Perkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati
dan Kegiatan yang akan dilaksanakan di bawah program tersebut adalah: 1. Peningkatan Kepatuhan, KerjaSama dan Pengembangan Sistem
Informasi Perkarantinaan;
2. Peningkatan sistem Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani; 3. Peningkatan Sistem Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati
Nabati
4. Peningkatan Kualitas Pelayanan Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati,
5. Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Laboratorium Uji Standar dan Uji Terap Teknik dan Metoda Karantina Pertanian,
Sebagai tindak lanjut dan penjabaran atas kebijakan program BBKP Surabaya maka terdapat kegiatan dari penjabaran program tersebut, yaitu
A. Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati, yang meliputi output sebagai berikut :
1. Pemeriksaan Karantina Hewan dan Karantina Tumbuhan Serta Pengawasan Keamanan Hayati; adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016 adalah :
a. Pemeriksaan Fisik >> Melakukan pemeriksaan Fisik MP HPHK dan PSAH serta MP OPTK; pelaksanaan kegiatan ini adalah bahan pengambilan sampel;
b. Pemeriksaan Laboratorium >> tahapan kegiatan ini diantaranya pembuatan TOR, Pemesanan bahan uji laboratorium dan bahan penunjang laboratorium, serta pelaksanaan pengujian laboratorium;
c. Penilaian Kelayakan tempat pemeriksaan fisik Karantian Tumbuhan dan Karantina Hewan >> tahapan kegiatan ini diantaranya adalah pembuatan TOR, penyusunan list daftar IKH dan IKT, pelaksanaan kegiatan yaitu melakukan
15
Bab IV. Kebijakan dan Strategi
penilaian pemeriksaan MP HPHK dan OPTK serta pembuatan laporan.
2. Pengasingan dan Pengamatan Karantina Hewan dan Tumbuhan
Pada tahapan kegiatan ini adalah untuk mendeteksi kemungkinan adanya Organisme Pengganggu Tumbuhan dan/atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, maupun Hewan yang karena sifatnya memerlukan waktu lama, sarana khusus dan kondisi khusus.
3. Penahanan dan Perlakuan Karantina Hewan dan Tumbuhan
Pada tahapan kegiatan ini adalah untuk mengamankan Media Pembawa dengan cara menempatkannya di bawah penguasaan dan pengawasan petugas Karantina Tumbuhan dalam waktu tertentu karena persyaratan karantina belum sepenuhnya dipenuhi.
4. Pemusnahan Karantina Hewan dan Tumbuhan
Pada tahapan kegiatan ini adalah dengan cara membakar, menghancurkan, mengubur, dan cara-cara pemusnahan lainnya yang sesuai sehingga Media Pembawa tidak mungkin lagi menjadi sumber penyebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan maupun karantina hewan
5. Pemantauan (Monitoring) Daerah Sebar HPHK
Pada tahapan kegiatan ini diantaranya adalah penunjukan Tim Pemantauan, seminar pemantauan, pelaksanaan, pemantauan, seminar lokal dan seminar nasional. Pemantauan ini dilaksanakan diwilayah kerja BBKP Surabaya meliputi kab. Malang, Kab.Bojonegoro, Kab.Pasuruan, kab.Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2017.
RKT BBKP Surabaya Tahun 2017
16
Bab IV. Kebijakan dan Strategi
6. Pemantauan (Surveylensi) Daerah Sebar OPT/OPTK
Pada tahapan kegiatan ini diantaranya adalah penunjukan Tim Pemantauan, seminar pemantauan, pelaksanaan, pemantauan, seminar lokal dan seminar nasional. Pemantauan ini dilaksanakan diwilayah kerja BBKP Surabaya meliputi kab. Banyuwangi, Kab.Jember, Kab.Jombang, kab.Batu, Kab.Probolinggo,Kab.Nganjuk, dan kab. Ngawi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2016.
7. Koordinasi dan Pengawasan Perkarantinaan; Pelaksanaan karantina
hewan dan tumbuhan melibatakan berbagai instansi sehingga untuk memperlancar pelaksanaan tindakan karantina di pelabuhan/bandaran dipandang perlu menyelenggarakan rapat koordinasi dengan mengundang berbagai instansi terkait proses pengeluaran barang dari pelabuhan/bandaran. Dalam rapat kooridnasi ini diharapkan dapat menemukan solusi yang implementatif terhadap pelaksanan karantina di pelabuhan/bandara terhadap media pembawa HPHK dan OPTk serta menemukan kesepahaman dalam mengimplementasikan peraturan perundangan,
adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016 adalah :
a. Koordinasi Internal Perkarantinaan b. Koordinasi Eksternal Perkarantinaan
c. Pengawasan dan Penindakan IOTK dan HPHK
8. Akreditasi Laboratorium Karantina Pertanian
Pada tahapan kegiatan ini berupa perbaikan dan pemutakhiran dokumen dan monitoring pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan manajerial laboratorium di setiap ruang lingkup pengujian yang telah diakreditasi oleh lembaga akreditasi KAN;
17
Bab IV. Kebijakan dan Strategi
adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2017 adalah :
a. Persiapan (Pengorganisasian, Program dan Perencanaan Laboratorium)
b. Kompeternsi SDM, Peralatan dan Kinerja Metode Uji c. Pengembangan Dokumen Mutu Laboratorium
d. Audit Internal ISO/IEC 17025:2005 e. Pra Akreditasi
f. Survele Akreditasi
B. Dukungan Manajemen
a. Layanan Perkantoran b. Kendaraan Bermotor
c. Instalasi Karantina Pertanian
d. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran e. Alat Pengolah Data dan Komunikasi f. Gedung/Bangunan
RKT BBKP Surabaya Tahun 2017
18
Bab V. Penutup
BAB V PENUTUP
Rencana Kinerja Tahunan ini merupakan rencana sebagai turunan dari rencana strategis yang berjangka waktu satu tahun. Rencana kinerja memberikan gambaran lebih mendetail mengenai sasaran dan strategi pencapaiannya. Dokumen ini memuat program-program dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam satu tahun dalam rangka mencapai sasaran yang ditetapkan.
Kemampuan menyusun rencana kinerja dan sasaran yang jelas dengan besaran yang terukur, lokasi, waktu, kelompok sasaran, dan manfaat bagi kelompok sasaran. Kunci keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan terletak pada kemampuan menciptakan sinergisme dan keterpaduan pelaksanaan pembangunan melalui pemantapan sistem dan metode perencanaan, peningkatan kualitas SDM, penataan kelembagaan, dan peningkatan koordinasi antar instansi terkait. Dengan demikian hal-hal yang terkait dengan aspek potensi, tantangan, dan hambatan dapat diselesaikan dengan baik.