• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (LPPD)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (LPPD)"

Copied!
343
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 i

LAPORAN PENYELENGGARAAN

PEMERINTAHAN DAERAH

(LPPD)

LOMBOK UTARA

TIOQ,TATA,TUNAQ

KABUPATEN LOMBOK UTARA

2015

(2)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 ii KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dengan mengucap puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rakhmat-Nya, kami dapat menyusun Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Kabupaten Lombok Utara tahun 2015.

Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan ini merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Kepada Pemerintah dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) Kepada Masyarakat dalam rangka mewujudkan tertib pelaksanaan fungsi - fungsi Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan ini merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan strategi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sebagai pelaksanaan dari Visi, Misi dan Tujuan yang telah ditetapkan dan untuk mengetahui sejauhmana perkembangan yang terjadi sebagai bahan untuk pembinaan, pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan pemerintahan di Daerah.

(3)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 iii

Untuk lebih mempertajam dan mengetahui keberhasilan pembangunan daerah, maka dipandang perlu untuk melengkapi LPPD dengan Suplemen LPPD yang terdiri dari 3 Lampiran yaitu Pengambil Kebijakan, Pelaksana Kebijakan dan Capaian Kinerja.

Disadari secara substansi, redaksional maupun outline dalam laporan ini masih ada kekurangan, namun dengan upaya yang sungguh – sungguh dan segala saran, kritik dan masukan sangat kami harapkan untuk menyempurnakan laporan ini sebagaimana mestinya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tanjung, 28 Maret 2016

BUPATI LOMBOK UTARA,

(4)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 iv

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Pembuka ... i

Kata Pengantar ... ii

Daftar Isi ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Dasar Hukum ... 1

1. Pembentukan ... 1

2. Sejarah Singkat berdirinya Kabupaten Lombok Utara ... 1

3. Lambang Daerah ... 7

B. Gambaran Umum Daerah ... 16

1. Kondisi Geografis Daerah ... 16

2. Gambaran Umum Demografis ... 21

3. Kondisi Ekonomi ... 30

a. Potensi Unggulan Daerah ... 31

b. Pertumbuhan Ekonomi/PDRB ... 58

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH ... 61

A. Visi dan Misi ... 61

B. Strategi dan Arah Kebijakan Daerah ... 67

C. Prioritas Daerah ... 76

BAB III URUSAN DESENTRALISASI ... 81

A. Urusan Wajib Yang Dilaksanakan ... 81

1. Urusan Pendidikan ... 81

a. Program dan Kegiatan ... 81

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 84

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 92

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 97

e. Sumber Daya Manusia ... 97

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 98

g. Proses perencanaan ... 118

h. Permasalahan dan solusi ... 118

2. Urusan Kesehatan ... 119

a. Program dan Kegiatan ... 119

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 120

(5)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 v

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara

(SKPD) ... 126

e. Sumber Daya Manusia ... 126

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 127

g. Proses perencanaan ... 133

h. Permasalahan dan solusi ... 133

3. Urusan Pekerjaan Umum ... 135

a. Program dan Kegiatan ... 135

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 135

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 140

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 144

e. Sumber Daya Manusia ... 144

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 145

g. Proses perencanaan ... 151

h. Permasalahan dan solusi ... 151

4. Urusan Perumahan Rakyat ... 153

a. Program dan Kegiatan ... 153

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 154

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 155

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 155

e. Sumber Daya Manusia ... 156

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 156

g. Proses perencanaan ... 158

h. Permasalahan dan solusi ... 158

5. Urusan Penataan Ruang ... ... 158

a. Program dan Kegiatan ... 158

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 158

c. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 159

d. Sumber Daya Manusia ... 159

e. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 159

f. Proses perencanaan ... 160

g. Permasalahan dan solusi ... 160

6. Urusan Perencanaan Pembangunan... 160

a. Program dan Kegiatan ... 160

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 162

c. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 164

d. Sumber Daya Manusia ... 164

e. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 165

f. Proses perencanaan ... 167

(6)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 vi

7. Urusan Perhubungan ... 168

a. Program dan Kegiatan ... 168

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 169

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 170

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 182

e. Sumber Daya Manusia ... 183

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 183

g. Proses perencanaan ... 184

h. Permasalahan dan solusi ... 185

8. Urusan Lingkungan Hidup ... 185

a. Program dan Kegiatan ... 185

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 186

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 189

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 190

e. Sumber Daya Manusia ... 191

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 191

g. Proses perencanaan ... 194

h. Permasalahan dan solusi ... 194

9. Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil ... 195

a. Program dan Kegiatan ... 195

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 195

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 197

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 198

e. Sumber Daya Manusia ... 198

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 198

g. Proses perencanaan ... 199

h. Permasalahan dan solusi ... 199

10. Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak ... 201

a. Program dan Kegiatan ... 201

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 202

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 203

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 205

e. Sumber Daya Manusia ... 206

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 206

g. Proses perencanaan ... 207

h. Permasalahan dan solusi ... 207

11. Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera ... 208

a. Program dan Kegiatan ... 208

(7)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 vii

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 210

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 211

e. Sumber Daya Manusia ... 212

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 212

g. Proses perencanaan ... 214

h. Permasalahan dan solusi ... 214

12. Urusan Sosial ... 214

a. Program dan Kegiatan ... 214

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 217

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 219

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 220

e. Sumber Daya Manusia ... 221

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 221

g. Proses perencanaan ... 224

h. Permasalahan dan solusi ... 224

13. Urusan Ketenagakerjaan ... 225

a. Program dan Kegiatan ... 225

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 226

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 227

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 228

e. Sumber Daya Manusia ... 228

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 228

g. Proses perencanaan ... 229

h. Permasalahan dan solusi ... 230

14. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah .... 230

a. Program dan Kegiatan ... 230

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 231

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 232

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 232

e. Sumber Daya Manusia ... 233

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 233

g. Proses perencanaan ... 235

h. Permasalahan dan solusi ... 235

15. Urusan Penanaman Modal ... 235

a. Program dan Kegiatan ... 235

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 236

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 236

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 240

(8)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 vii i

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 241

g. Proses perencanaan ... 242

h. Permasalahan dan solusi ... 242

16. Urusan Kebudayaan ... 242

a. Program dan Kegiatan ... 242

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 243

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 243

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 248

e. Sumber Daya Manusia ... 249

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 249

g. Proses perencanaan ... 250

h. Permasalahan dan solusi ... 250

17. Urusan Kepemudaan dan Olahraga... 251

a. Program dan Kegiatan ... 251

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 252

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 253

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 253

e. Sumber Daya Manusia ... 254

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 254

g. Proses perencanaan ... 255

h. Permasalahan dan solusi ... 255

18. Urusan KeSatuan Kerja Bangsa dan Politik Dalam Negeri ... 256

a. Program dan Kegiatan ... 256

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 259

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 261

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD)... 261

e. Sumber Daya Manusia ... 264

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 264

g. Proses perencanaan ... 268

h. Permasalahan dan solusi ... 268

19. Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian ... 268

a. Program dan Kegiatan ... 268

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 278

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 288

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 288

(9)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 ix

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 291

g. Proses perencanaan ... 303

h. Permasalahan dan solusi ... 303

20. Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa ... 308

a. Program dan Kegiatan ... 308

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 309

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 311

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD)... 311

e. Sumber Daya Manusia ... 312

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 312

g. Proses perencanaan ... 314

h. Permasalahan dan solusi ... 314

21. Urusan Statistik ... 314

a. Program dan Kegiatan ... 314

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 314

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 314

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 314

e. Sumber Daya Manusia ... f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 315

g. Proses perencanaan ... 316

h. Permasalahan dan solusi ... 316

22. Urusan Kearsipan ... 316

a. Program dan Kegiatan ... 316

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 317

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 317

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 317

e. Sumber Daya Manusia ... 318

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 318

g. Proses perencanaan ... 318

h. Permasalahan dan solusi ... 319

23. Urusan Komunikasi dan Informatika ... 319

a. Program dan Kegiatan ... 319

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 319

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 320

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 320

e. Sumber Daya Manusia ... 321

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 321

g. Proses perencanaan ... 322

h. Permasalahan dan solusi ... 322

24. Urusan Perpustakaan ... 322

a. Program dan Kegiatan ... 322

(10)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 x

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 323

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 323

e. Sumber Daya Manusia ... 324

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 324

g. Proses perencanaan ... 325

h. Permasalahan dan solusi ... 325

B. Prioritas Urusan Pilihan Yang Dilaksanakan ... 325

1. Urusan Pertanian ... 325

a. Program dan Kegiatan ... 325

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 327

c. Tingkat Pencapaian SPM ... 335

d. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 335

e. Sumber Daya Manusia ... 335

f. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 336

g. Proses perencanaan ... 342

h. Permasalahan dan solusi ... 342

2. Urusan Kehutanan ... 343

a. Program dan Kegiatan ... 343

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 343

c. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 344

d. Sumber Daya Manusia ... 345

e. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 345

f. Proses perencanaan ... 346

g. Permasalahan dan solusi ... 346

3. Urusan Energi dan Sumberdaya Mineral ... 346

a. Program dan Kegiatan ... 347

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 347

c. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 347

d. Sumber Daya Manusia ... 348

e. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 348

f. Proses perencanaan ... 348

g. Permasalahan dan solusi ... 348

4. Urusan Pariwisata ... 348

a. Program dan Kegiatan ... 348

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 349

c. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 351

d. Sumber Daya Manusia ... 351

e. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 351

f. Proses perencanaan ... 354

(11)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 xi

5. Urusan Kelautan dan Perikanan ... 355

a. Program dan Kegiatan ... 355

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 355

c. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 357

d. Sumber Daya Manusia ... 358

e. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 358

f. Proses perencanaan ... 360

g. Permasalahan dan solusi ... 360

6. Urusan Perdagangan ... 361

a. Program dan Kegiatan ... 361

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 361

c. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 362

d. Sumber Daya Manusia ... 363

e. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 363

f. Proses perencanaan ... 364

g. Permasalahan dan solusi ... 364

7. Urusan Perindustrian ... 365

a. Program dan Kegiatan ... 365

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 365

c. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 366

d. Sumber Daya Manusia ... 367

e. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 367

f. Proses perencanaan ... 368

g. Permasalahan dan solusi ... 368

8. Urusan Transmigrasi ... 369

a. Program dan Kegiatan ... 369

b. Realisasi Program dan Kegiatan ... 369

c. Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara (SKPD) ... 369

d. Sumber Daya Manusia ... 370

e. Realisasi anggaran program dan kegiatan... 370

f. Proses perencanaan ... 370

g. Permasalahan dan solusi ... 370

BAB IV TUGAS PEMBANTUAN ... 338

A. Tugas Pembantuan Yang Diterima... 372

B. Tugas Pembantuan Yang Diberikan ... 373

BAB V TUGAS UMUM PEMERINTAHAN ... 381

A. Kerjasama Antar Daerah ... 381

B. Kerjasama Daerah Dengan Pihak Ketiga ... 387

C. Koordinasi Dengan Instansi Vertikal Di Daerah ... 394

D. Pembinaan Batas Wilayah ... 396

E. Pencegahan Dan Penanggulangan Bencana ... 402

(12)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 xii

G. Penyelenggaraan Ketenteraman Dan Ketertiban Umum ... 420 BAB VI PENUTUP ... 426

(13)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 xii i DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1 Luas Daerah Kabupaten Lombok Utara dirinci Menurut

Kecamatan ... 18 Tabel 2 Jumlah Dusun di Kabupaten Lombok Utara dirinci Menurut

Kecamatan ... 19 Tabel 3 Jumlah Bangunan Rumah Tempat Tinggal Menurut

Kecamatan*) di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2015 ... 20 Tabel 4 Pulau-Pulau Kecil di Kabupaten Lombok Utara ... 21 Tabel 5 Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin

di Kabupaten Lombok Utara ... 22 Tabel 6 Jumlah Kepala keluarga menurut Kecamatan di Kabupaten

Lombok Utara ... 23 Tabel 7 Banyak Penduduk, Rumah Tangga, dan Rata-Rata anggota

Rumah Tangga Dirinci Menurut Kecamatan di Kabupaten Lombok Utara ...

24 Tabel 8 Penduduk yang Bekerja menurut Lapangan Pekerjaan di

Kabupaten Lombok Utara ... 26 Tabel 9 Jumlah Penduduk menurut Tingkat Pendidikan dirinci per

Kecamatan ... 28 Tabel 10 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Laju

Pertumbuhan ... 31 Tabel 11 Luas Tanah Sawah Yang Dapat Ditanami dan Tanah Kering

di Rinci Menurut Jenis Penggunaan per Kecamatan . ... 32 Tabel 12 Luas Wilayah Efektif Yang dapat dimanfaatkan untuk

kawasan budidaya di kabupaten lombok utara dirinci menurut kecamatan ...

34 Tabel 13 Luas Tanam dan Produksi Komoditi Pertanian Padi, Palawija

dan Sayuran/Hortikultura ... 36 Tabel 14 Luas Dan Produksi Perkebunan Rakyat Per Jenis

Tanaman Dirinci Menurut Kecamatan ... 40 Tabel 15 Luas Lahan Kritis Hasil Identifikasi di Kabupaten Lombok

Utara 43

Tabel 16 Hasil Produksi Kayu Hutan di Tanah Milik (Kebun) Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lombok Utara ... 44 Tabel 17 Luas Kawasan Hutan dirinci Per Fungsi Hutan di Kabupaten

Lombok Utara ... 45 Tabel 18 Jumlah Titik Mata Air Dalam Kawasan Hutan dan Luar

Kawasan Hutan ... 46 Tabel 19 Populasi Ternak di Kabupaten Lombok Utara ... 49

(14)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 xiv

Tabel 20 Produksi Perikanan Laut, Ikan Air Tawar dan Ikan Air Payau di Kabupaten Lombok Utara ... 51 Tabel 21 Jumlah Sarana dan Prasarana Usaha Perikanan di

Kabupaten Lombok Utara ... 52 Tabel 22 Perkembangan Beberapa Indikator Ekonomi

Tahun 2011-2015... 60 Tabel 23 Nilai PDRB Kabupaten Lombok Utara berlaku Tahun 2015 61 Tabel 24 Tingkat Pencapaian SPM Bidang Pendidikan Dasar ... 92 Tabel 25 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan

Pendidikan... 98 Tabel 26 Tingkat Pencapaian SPM Bidang Kesehatan ... 124 Tabel 27 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan

Kesehatan... 127 Tabel 28 Tingkat Pencapaian SPM Bidang Pekerjaan Umum ... 140 Tabel 29 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan Pekerjaan

Umum... 145 Tabel 30 Data Jalan Kabupaten menurut tipe permukaan kondisi ... 152 Tabel 31 Data Jalan Kabupaten menurut Kemantapan Jalan... 153 Tabel 32 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan

Perumahan Rakyat... 156 Tabel 33 Sebaran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

(BSPS) ... 157 Tabel 34 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan Penataan

Ruang... 159 Tabel 35 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan

PerencanaanPembangunan ... 165 Tabel 36 Tingkat Pencapaian SPM Bidang Perhubungan ... 170 Tabel 37 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan

Perhubungan ... 183 Tabel 38 Tingkat Pencapaian SPM Bidang Lingkungan Hidup ... 189 Tabel 39 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan PU dan

Lingkungan Hidup ... 191 Tabel 40 Tingkat Pencapaian SPM Bidang Urusan Dalam Negeri ... 197 Tabel 41 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan

Kependudukan Dan Capil ... 198 Tabel 42 Tingkat Pencapaian SPM Bidang PP dan PA ... 203 Tabel 43 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan PP dan

PA ... 206 Tabel 44 Tingkat Pencapaian SPM Bidang KB dan KS ... 210 Tabel 45 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan KB dan

KS ... 212 Tabel 46 Tingkat Pencapaian SPM Bidang Sosial ... 219

(15)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 xv

Tabel 47 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan Sosial ... 221 Tabel 48 Tingkat Pencapaian SPM Bidang Ketenagakerjaan ... 227 Tabel 49 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan

Ketenagakerjaan ... 228 Tabel 50 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan Koperasi

dan UMKM ... 233 Tabel 51 Tingkat Pencapaian SPM Bidang Penanaman Modal ... 236 Tabel 52 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan

Penanaman Modal ... 241 Tabel 53 Tingkat Pencapaian SPM Bidang Kesenian ... 243 Tabel 54 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan Bidang

Kesenian ... 249 Tabel 55 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan Bidang

Kepumudaan ... 254 Tabel 56 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan Kesatuan

Bangsa dan Politik Dalam Negeri ...

264 Tabel 57 Realisasi anggaran Program dan Kegiatan Urusan Otonomi

Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian...

291 Tabel 58 Realisasi anggaran program dan kegiatan Pemberdayaan

Masyarakat Desa ... 312 Tabel 59 Realisasi anggaran program dan kegiatan urusan

statistik... 315 Tabel 60 Realisasi anggaran program dan kegiatan urusan kearsipan

... 318 Tabel 61 Tingkat Pencapaian SPM Bidang Kominfo ... 320 Tabel 62 Realisasi anggaran program dan kegiatan urusan Kominfo

... 324 Tabel 63 Realisasi anggaran program dan kegiatan urusan

Pertanian... 336 Tabel 64 Realisasi anggaran program dan kegiatan urusan

Kehutanan... 345 Tabel 65 Realisasi anggaran program dan kegiatan urusan

Pariwisata... 351 Tabel 66 Realisasi anggaran program dan kegiatan urusan

Kelautan... 358 Tabel 67 Realisasi anggaran program dan kegiatan urusan

Perdagangan... 363 Tabel 68 Realisasi anggaran program dan kegiatan urusan

Parindustrian... 367 Tabel 69 Realisasi anggaran program dan kegiatan urusan

(16)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 xvi

Tabel 70 Rekapitulasi Pegawai BPMPPKB dan PEMDES ... 375

Tabel 71 Rekapitulasi Pegawai Dinas Pariwisata KLU ... 379

Tabel 72 Rekapitulasi BPMPPKB dan PEMDES ... 386

Tabel 73 Rekapitulasi Pegawai DPPKAD ... 389

Tabel 74 Rekapitulasi Pegawai DPPKKP ... 392

Tabel 75 Rekapitulasi Pegawai Kantor Kesbangpol ... 394

Tabel 76 Rekapitulasi Pegawai Sekretariat Daerah ... 401

Tabel 77 Kejadian Bencana dan Penanggulangannya ... 402

Tabel 78 Sumber dan Jumlah Anggaran Antisipasi dan Penanggulangan Bencana ... 415

Tabel 79 Rekapitulasi Pegawai BPBD ... 418

Tabel 80 Potensi Bencana yang diperkirakan terjadi di Kabupaten Lombok Utara ... 419

Tabel 81 Data Keamanan dan Ketertiban Umun ... 421

(17)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 xvi i DAFTAR GRAFIK

Halaman Grafik 1 Luas Wilayah Efektif yang dapat dimanfaatkan untuk Kawasan

Budidaya dirinci Menurut Kecamatan ... 31 Grafik 2 Pemanfaatan Lahan Sawah dan Lahan Kering Per komoditi ... 36 Grafik 3 Potensi Areal untuk Pengembangan Peternakan di Kabupaten

Lombok Utara ... 38 Grafik 4 Jumlah Areal Perkebunan dan Jumlah Tanaman Perkebunan Yang

Ditanam Di Areal Perkebunan Dan Kehutanan ... 41 Grafik 5 Potensi Areal Untuk Pengembangan Peternakan... 50

(18)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 1 BAB I

PENDAHULUAN

A. DASAR HUKUM 1. Pembentukan

Kabupaten Lombok Utara terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 tanggal 21 Juli 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kabupaten Lombok Utara merupakan pemekaran dari Kabupaten Lombok Barat yang mencakup 5 lima kecamatan yaitu Kecamatan Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan dan Bayan dengan ibukota di Kecamatan Tanjung. Peresmian dan pelantikan Penjabat Bupati Lombok Utara dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 30 Desember 2008.

2. Sejarah Singkat berdirinya Kabupaten Lombok Utara

Kabupaten Lombok Utara pada awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan Undang-Undang Pemerintahan Negara Indonesia Timur (NIT) Nomor 44 Tahun 1950 pasal I ayat (1), Wilayah Administratif Lombok Barat membawahi Wilayah Administratif Kedistrikan Ampenan Barat, Ampenan Timur, Tanjung, Bayan, Gerung, Asisten

(19)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 2

Kedistrikan Gondang dan Kepunggawaan Cakranegara. Demikian juga halnya ketika lahir Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Wilayah Daerah Tk.II Dalam Wilayah Daerah Tk. I Bali, NTB dan NTT, wilayah Lombok Utara tetap menjadi bagian dari Kabupaten Lombok Barat.

Seiring dengan terjadinya perkembangan yang menuntut pelayanan pemerintahan yang maksimal di berbagai daerah, dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1993 Kabupaten Lombok Barat dimekarkan menjadi 2 (dua) daerah otonom yaitu Kabupaten Lombok Barat sendiri sebagai daerah induk dan Kota Mataram sebagai daerah pemekaran. Sebagai konsekwensi dari terbentuknya Pemerintah Kota Mataram, maka pada tahun 2000 dengan Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2000 Ibukota Lombok Barat dipindahkan dari Mataram ke Gerung. Kenyataan ini mengakibatkan semakin jauhnya rentang kendali pemerintahan Kabupaten Lombok Barat, terutama terhadap 5 (lima) Kecamatan yang berada di Lombok Barat bagian Utara. Kondisi inilah yang menyentak kesadaran dan membangkitkan semangat masyarakat Lombok Utara untuk mewujudkan cita-citanya yang lama terpendam yaitu membentuk Kabupaten Lombok Utara.

(20)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 3

Untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Lombok Utara tersebut dibentuklah Komite Pemekaran Kabupaten Lombok Barat dengan Keputusan Bupati No 582/93/PEM/2003 yang bertugas mengkoordinasikan seluruh kegiatan dalam rangka mempersiapkan persyaratan pemekaran Kabupaten Lombok Barat. Dalam perjalanannya Komite tersebut tidak dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya, sehingga atas dasar aspirasi berbagai komponen masyarakat Lombok Utara termasuk mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Lombok Utara (FKMLU), pada tahun 2005 kepengurusan Komite Pemekaran Kabupaten Lombok Barat tersebut disempurnakan melalui Keputusan Bupati Lombok Barat Nomor 04/03/Pem/2005 dengan Ketua Umum H. DJOHAN SJAMSU, SH dan DATU RAHIDIN DJAYAWANGSA, SH sebagai Sekretaris Umum.

Selain menetapkan Komite Pemekaran Kabupaten Lombok Barat, dalam Keputusan Bupati tersebut juga ditetapkan Tim Pengkajian Pemekaran Kabupaten Lombok Barat yang diketuai oleh Dr. Ridawan, M.S. (Alm).

Dengan bermodal semangat tinggi dalam nuansa kebersamaan antara seluruh lapisan masyarakat Lombok Utara, Komite dan Tim Pengkajian Pemekaran Kabupaten

(21)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 4

Lombok Barat dengan dukungan penuh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat, maka tersusunlah hasil Kajian Pembentukan Kabupaten Lombok Barat yang menyimpulkan bahwa Lombok Utara dari sisi teknis kewilayahan dan administratif memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai daerah otonomi baru. Berdasarkan kajian tersebut, Komite segera menindaklanjuti dengan mengajukan permohonan rekomendasi dan persetujuan pembentukan Kabupaten Lombok Utara kepada Pemerintahan Daerah secara berjenjang, Pemerintah Pusat, DPD RI dan DPR RI melalui penggunaan hak inisiatif DPR. Komunikasi aktif yang dibangun Komite secara formal maupun non formal, baik lisan maupun tertulis serta secara langsung maupun tidak langsung, menghasilkan rekomendasi dan atau persetujuan yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan pembentukan daerah otonomi baru.

Setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang di Komisi II DPR, Badan Legislasi Nasional (Balegnas), Dewan Perwakilan Daerah dan Panitia Musyawarah DPR Republik Indonesia, akhirnya usul Pemekaran Kabupaten Lombok Barat ditindaklanjuti dengan mengagendakan pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara. Usulan pembahasan ini tertuang dalam Surat

(22)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 5

Ketua DPR-RI Nomor R.U.02/8231/DPR-RI/2007 yang selanjutnya mendapat persetujuan dari Presiden Republik Indonesia dengan Surat Presiden Republik Indonesia Nomor R.68/Pres/12/2007 tanggal 10 Desember 2007.

Dalam Sidang Paripurna tanggal 24 Juni 2008, DPR-RI menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi Undang-Undang yang selanjutnya disyahkan oleh Presiden Republik Indonesia menjadi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 pada tanggal 21 Juli 2008 dan menempatkan didalam lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 99 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu secara yuridis Kabupaten Lombok Utara terbentuk pada Tanggal 21 Juli 2008 dan diperingati setiap tahun oleh Pemerintah dan Masyarakat Lombok Utara sebagai Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Utara.

Sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ibukota Kabupaten Lombok Utara ditetapkan di Tanjung dan cakupan wilayahnya terdiri dari 5 (lima) Kecamatan, yaitu Kecamatan Bayan, Kecamatan Gangga,

(23)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 6

Kecamatan Tanjung, Kecamatan Kayangan dan Kecamatan Pemenang dengan batas-batas :

Sebelah Utara : Laut Jawa;

Sebelah Selatan : Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah.

Sebelah Timur : Kabupaten Lombok Timur; dan Sebelah Barat : Selat Lombok.

Sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat, maka dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.52.1001 tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat tanggal 24 Desember 2008, Drs. H. L. Bakri ditetapkan sebagai Penjabat Bupati Lombok Utara pertama dan pelantikannya dilaksanakan bersamaan dengan peresmian Kabupaten Lombok Utara. Peresmian Kabupaten Lombok Utara dan pelantikan Penjabat Bupati Lombok Utara dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri atas Nama Presiden Republik Indonesia pada tanggal 30 Desember 2008 di Mataram.

(24)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 7 3. Lambang Daerah

Berdasarkan hasil kajian dan diskusi Tim Panelis terhadap Logo yang diusulkan para Panelis dalam Sayembara Logo Kabupaten Lombok Utara, Tim Panelis merumuskan pilihan simbol sebagai berikut :

1. Simbol yang mewakili kesadaran kosmologis dan implikasinya terhadap kehidupan bersama, yang diwakili oleh Gunung Rinjani yang diyakini oleh masyarakat Lombok Utara sebagai pusat kosmos dan sumber kehidupan.

2. Simbol kekuatan budaya dan peradaban masyarakat yang beradat dengan nilai spiritualitas yang kuat diwakili oleh bangunan Masjid Kuno Bayan yang merupakan situs purbakala yang dikategorikan sebagai Warisan Nasional (National Heritage).

3. Simbol kekuatan sistem dan pranata sosial dalam ikatan kebersamaan seluruh komponen masyarakat diwakili oleh lingkaran berwarna putih, hitam dan merah yang merupakan warna asli masyarakat Lombok Utara yang digunakan pada berugak sekenem, kekelet Gawe Ayu.

(25)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 8

4. Dalam konteks nasionalisme, dalam logo Kabupaten Lombok Utara diwakili oleh bintang bersegi lima dan padi kapas.

5. Di dalam logo tertulis sesanti atau moto “tioq, tata, tunaq” ungkapan kearifan tradisional yang memiliki nilai universal, filosofis dan sealigus motivatif jika ditransformasikan dalam memasuki peradaban industri. 6. Tulisan nama kabupaten sesuai dengan Undang-undang

Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Lombok Utara.

Pilihan simbol tersebut diformulasikan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam bingkai berbentuk perisai dengan komposisi kompak, harmoni, simetris dengan dinamika berpusat pada satu titik pusat yaitu pada titik tengah lingkaran yang juga merupakan titik pusat gunung Rinjani yang bersinggungan dengan sisi masjid kuno.

(26)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 9

Secara rinci dapat digambarkan sebagai berikut :

Uraian makna logo secara lengkap dan implikasinya bagi pemakainya adalah sebagai berikut :

A. Makna Simbol :

1. Gunung Rinjani berwarna coklat merepresentasikan beberapa simbol yang melekat pada masyarakat Lombok Utara khususnya dan Lombok (sasak) pada umumnya, sebagai berikut :

a. Rinjani sebagai pusat kosmos yang merupakan orientasi kosmologis masyarakat Sasak pada umumnya dengan menyebutnya sebagai “daya”. Pusat kosmos dalam konsep

LOMBOK UTARA

Bintang bersegi lima Lingkaran berwarna putih, merah dan hitam

Gunung Rinjani Masjid Kuno Bayan

Padi dan Kapas Tali Pengikat Sesanti

(27)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 10

masyarakat Sasak merupakan pusat kekuatan magnit bumi dan pusat kekuatan spiritualitas sehingga seluruh arah (dalam konteks peradaban) diorientasikan ke arahnya, misalnya dalam orientasi penataan ruang.

b. Rinjani sebagai simbol ekologis disebut sebagai pasak gumi yang menjamin keharmonisan kehidupan dalam kelestarian dan keseimbangan lingkungan.

c. Rinjani sebagai kebanggaan masyarakat Lombok Utara sebagai salah satu gunung berapi aktif yang termasuk dalam kategori tertinggi di Indonesia.

d. Warna coklat pada gunung rinjani merupakan keaslian warna tanah dan segala mineral yang dikandungnya menggambarkan kekokohan.

2. Bangunan Masjid Kuno Bayan berwarna merah menggambarkan integritas peradaban masyarakat Lombok Utara dengan penjelasan sebagai berikut :

a. Bangunan Masjid Kuno Bayan menggambarkan tonggak peradaban masyarakat Lombok Utara yang dibangun berdasarkan kesadaran kosmos, kesadaran sejarah, kesadaran adat dan kesadaran spiritual.

b. Konstruksi Masjid Kuno Bayan terdiri dari kepala, badan dan kaki, menggambarkan dunia atas, dunia tengah dan

(28)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 11

dunia bawah yang merupakan satu kesatuan dalam entitas kosmos masyarakat Lombok Utara.

c. Masjid Kuno Bayan, merupakan salah satu warisan budaya yang harus dipelihara sebagai situs cagar budaya yang berkontribusi dalam National Heritages.

d. Warna merah pada stilisasi bangunan masjid kuno bayan menunjukkan keberanian untuk menegakkan jati diri sebagai masyarakat budaya yang dibangun berdasarkan religiusitas yang kuat.

3. Lingkaran yang berwarna putih merah dan hitam menggambarkan kondisi sistem sosial masyarakat Lombok Utara yang dibangun secara fungsional dengan penjelasan sebagai berikut :

a. Lingkaran melambangkan keutuhan masyarakat dalam dinamika yang tinggi namun tetap bertumpu pada poros yang satu.

b. Lingkaran juga melambangkan dinamika musyawarah masyarakat Lombok Utara yang mengakomodasi seluruh komponen masyarakat secara proporsional.

c. Warna putih, hitam dan merah diambil dari warna tiang sekenem yang digunakan dalam Upacara Gawe Ayu. Setiap warna menggambarkan kedudukan fungsional orang yang duduk pada tiang yang bersangkutan yaitu :

(29)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 12

warna putih untuk tokoh agama, warna hitam untuk tokoh adat dan warna merah untuk unsur pemerintah. d. Kedudukan warna putih sebagai lingkar dalam karena

paling dekat dengan inti yang menguasai kosmos. Umumnya para tokoh agama dalam masyarakat Sasak tradisional diyakini sebagai orang yang menguasai kosmos. Warna hitam fungsi adat sebagai penunjang dalam sistem kosmologi Sasak, terutama di Lombok Utara. Lembaga adat, pranata adat keseluruhannya diorientasikan untuk menjamin keharmonisan kosmos. Warna merah diletakkan pada lingkar paling luar karena secara fungsional komponen pemerintah memang berfungsi operasional dan menangani aspek-aspek teknis pragmatis dalam membangun tatanan masyarakat Lombok Utara.

4. Bintang bersegi lima melambangkan masyarakat Lombok Utara adalah masyarakat yang religius (berke -Tuhan- an Yang Maha Esa) , dalam bingkai Ideologi Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5. Padi dan Kapas yang terikat menggambarkan kesejahteraan yang dituju oleh masyarakat Lombok Utara yaitu kesejahteraan yang berkeadilan, dengan penjelasan sebagai berikut :

(30)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 13

a. Bulir padi berjumlah 21 menggambarkan tanggal 21 yaitu tanggal pengundangan berdirinya Kabuaten Lombok Utara.

b. Tali ikatan berjumlah 7 putaran menggambarkan bulan ke 7 yaitu bulan Juli bulan pengundangan berdirinya Kabupaten Lombok Utara.

c. Bunga kapas berjumlah 8 kuntum menggambarkan tahun 2008 tahun pengundangan berdirinya Kabupaten Lombok Utara.

d. Tanggal 21 Juli 2008 ditetapkan sebagai hari lahirnya Kabupaten Lombok Utara yang diperingati setiap tahun. 6. Sesanti “Tioq Tata Tunaq” merupakan cerminan kepribadian

dan semangat kerja masyarakat Lombok Utara dengan penjelasan konsepsional sebagai berikut :

a. Tioq berarti tumbuh yang bermakna bahwa masyarakat Lombok Utara menerima anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai modal dasar yang harus disyukuri dan dipertanggungjawabkan. Segala sesuatu yang ada melekat pada diri seseorang maupun diluar diri seseorang yang menunjang kehidupan adalah anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa yang tumbuh pada lahan Rahman Rahim – kasih sayang Nya. Tidak mungkin adanya sesuatu tanpa kasih sayang Tuhan Yang Maha Esa, walaupun

(31)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 14

b. Tata berarti atur dalam konteks ini bermakna mengelola kehidupan dan segala sumberdaya yang dianugerahkan oleh Tuhan dengan bertanggung jawab kepada Tuhan dan generasi mendatang serta diorientasikan untuk membangun kesejahteraan bersama. Tata juga mengandung makna sistem yang dibangun untuk membangun harmoni antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan.

c. Tunaq berarti menyayangi, memelihara, mendayagunakan secara maksimal, tidak menyia-nyiakan seluruh potensi dan sumber daya yang dianugrahkan baik yang melekat pada individu maupun sumber daya budaya, sosial dan sumber daya alam.

Pilihan dan Makna Warna

Pertimbangan pilihan warna disamping memperhatikan aspek-aspek filosofis warna, juga memperhatikan irama dan keserasian warna serta kesan keseluruhan dalam sebuah logo.

1. Pilihan Warna :

a. Pilihan warna berdasarkan warna yang banyak dikenal dan digunakan oleh masyarakat Lombok Utara.

(32)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 15

b. Warna-warna tersebut diatur dalam komposisi senada yang berkaitan satu sama lain sehingga membangun satu keutuhan yang kompak.

c. Warna dasar dipilih yang memiliki kekuatan tetapi tidak menyerap warna lain, dalam hal ini warna hijau tidak digunakan oleh Kabupaten / Kota lain di NTB sehingga menonjol, memiliki filosofi yang kuat sesuai dengan karakter geografis Lombok Utara dan tidak menyerap kekuatan warna lain sehingga warna lain dalam logo itu tetap muncul.

2. Makna Warna :

a. Warna Merah dan putih pada nama Kabupaten Lombok Utara melambangkan bendera merah putih.

b. Warna hijau pada latar logo melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

c. Warna hitam di dalam lingkaran berarti keajegan, kekuatan serta kearifan lokal.

d. Warna coklat pada gunung Rinjani adalah warna asli tanah dan mineral yang dikandungnya, yang melambangkan kekokohan.

e. Warna merah pada masjid kuno Bayan melambangkan keberanian untuk menunjukkan dan mengukuhkan jati diri kebudayaan masyarakat Lombok Utara, keberanian untuk menghadapi peradaban dan keberanian untuk menegakkan

(33)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 16

nilai-nilai religiusitas dan tradisionalitas dalam peradaban masyarakat moderen.

f. Warna Hitam, merah dan putih pada lingkaran melambangkan 3 unsur kepemimpinan dalam masyarakat yaitu kepemimpinan agama, adat dan pemerintah.

g. Warna kuning berarti keagungan.

3. Makna keseluruhan :

Berdasarkan uraian makna yang terinci di atas, makna keseluruhan lambang / Logo Kabupaten Lombok Utara adalah : a. Masyarakat Lombok Utara adalah masyarakat yang setia dan

patuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

b. Masyarakat Lombok Utara adalah masyarakat yang memiliki integritas kepribadian yang dilandasi tradisi, religiusitas dan kesadaran kosmos sebagai modal dasar untuk membangun kesejahteraan bersama dalam lingkaran tatanan dan pranata sosial yang ditaati bersama.

B. GAMBARAN UMUM DAERAH 1. Kondisi Geografi Daerah

Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu dari 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota di Propinsi Nusa Tenggara Barat, yang posisinya terletak dibagian utara Pulau Lombok dengan

(34)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 17

posisi antara 08o 21’ 42” Lintang Selatan dan 116o 09’ 54” Bujur Timur, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah Utara : Laut Jawa

Sebelah Barat : Selat Lombok dan Kabupaten Lombok Barat

Sebelah Selatan : Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah

Sebelah Timur : Kabupaten Lombok Timur

Kabupaten Lombok Utara beribukota di Tanjung yang sekaligus sebagai pusat Pemerintahan. Kabupaten Lombok Utara mempunyai luas wilayah daratan 809.53 Km2 yang terdiri dari wilayah khusus (hutan lindung, kawasan margasatwa, dll) seluas 361,86 Km2 (44,30%) dan sisanya daratan rata untuk lahan pertanian dll seluas 447,67 Km2 55,30%). Luas wilayah perairan Lombok Utara adalah 594,71 Km2 dengan panjang pantai 127 Km.

Secara administrastif Kabupaten Kombok Utara terbagi dalam 5 (lima) Kecamatan, 33 Desa dan 371 Dusun, yang mana Kecamatan Bayan memiliki luas wilayah terbesar dengan luas wilayah daratan 329,10 m2 (40,66 %) dan terkecil adalah Kecamatan Pemenang dengan luas wilayah daratan 81,09 Km2 (10,01 %).

(35)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 18

Rincian luas wilayah per kecamatan disajikan pada tabel di bawah ini.

Tabel 1

Luas Daerah Kabupaten Lombok Utara dirinci Menurut Kecamatan

No Kecamata n

Luas Wilayah

Daratan Lautan Total

Km2 (%) Km2 (%) Km2 (%) 1 Pemenang 81,09 10,01 * * 81,09 5,77 2 Tanjung 115,64 14,28 302,26 50,82 417,90 29,76 3 Gangga 157,35 19,44 100,33 16,87 257,68 18,35 4 Kayangan 126,35 15,61 * * 126,35 9,00% 5 Bayan 329,10 40,66 192,12 32,30 521,22 37,12 Jumlah 809,53 100,00 594,71 100,00 1404,24 100,00 Sumber : BPS Provinsi NTB (Lombok Utara Dalam Angka 2008) Keterangan: * = Datanya masih bergabung dengan kecamatan

induk

Luas wilayah perairan hampir sebanding dengan luas wilayah Daratan yang digunakan untuk lahan pertanian, perindustrian, pemukiman, Perikanan tambak, industri, pariwisata, pelabuhan, dll. Ini artinya hampir seluruh kecamatan di Lombok Utara memiliki wilayah lautan yang berpengaruh pada kebijakan penyelenggaraan pemerintahan disetiap kecamatan yang harus meliputi kebikajan pengelolaan wilayah daratan dan wilayah lautan dengan misi yang memuat peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan pengelolaan

(36)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 19

berdasar potensi unggulan diwilayah yang bersangkutan (masing-masing kecamatan).

Tabel 2

Jumlah Dusun di Kabupaten Lombok Utara dirinci Menurut Kecamatan

Sumber : Data Primer Kecamatan Tahun 2015

Kondisi topografi Kabupaten Lombok Utara pada bagian utara menyusur kebagian tengah terdapat gugusan pegunungan dengan hutan lindung yang berfungsi sebagai hidrologi, sedangkan sepanjang pantainya hanya terdapat dataran rendah yang sempit dan terbatas. Pada bagian tengah membentang dari timur ke barat terdapat suatu dataran rendah yang cukup luas yang merupakan suatu daerah pertanian yang subur. Pada wilayah bagian selatan terdapat

No Kecamatan

Jumlah

Desa Dusun % Dusun

1 Tanjung 7 51 12 2 Pemenang 4 88 20 3 Gangga 5 76 17 4 Kayangan 8 112 25 5 Bayan 9 113 26 Jumlah 33 440 100

(37)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 20

suatu dataran pebukitan yang hutannya berfungsi sebagai penyangga hidrologi.

Adapun jumlah bangunan rumah tempat tinggal di Kabupaten Lombok Utara perkecamatan, paling banyak berada di Kecamatan Bayan yaitu sebanyak 12.191 rumah, sedangkan yang paling sedikit berada di Kecamatan Gangga yaitu sebanyak 10.076 rumah. Perinciannya terdapat pada tabel berikut ini:

Tabel 3

Jumlah Bangunan Rumah Tempat Tinggal Menurut Kecamatan*)

di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2013 No. Kecamatan Jumlah Bangunan Rumah Keterangan 1. Pemenang 11.123 - 2. Tanjung 13.624 - 3. Gangga 10.251 - 4. Kayangan 10.365 - 5. Bayan 12.403 - Total Rumah 57.766 -

Sumber Data :Badan Pusat Statistik, 2014 (Berdasarkan Jumlah Rumah Tangga)

Kabupaten Lombok Utara memiliki gugusan pulau-pulau kecil yang berada di perairan laut yang secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Lombok Utara. Pulau-pulau

(38)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 21

kecil di Kabupaten Lombok Utara berjumlah 3 gugusan pulau. Nama pulau-pulau kecil dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4

Pulau-Pulau Kecil di Kabupaten Lombok Utara

No Nama Gili Lokasi Luas

(Ha) Posisi Gografis 1 Gili Air Kec.Pemenang 150.00 116 0 04’ 85” BT & 08 0 21’ 29”

LS

2 Gili Meno Kec.Pemenang 150.00 116 0 03’2 8” BT & 08 0 21’ 00” LS 3 Gili Trawangan Kec.Pemenang 340.00 116 0 02’ 10” BT & 08 0 21’ 00” LS

Sumber Data : BAPPEDA KLU, 2015. 2. Gambaran Umum Demografis

Dari aspek demografi, jumlah Penduduk Kabupaten Lombok Utara sampai dengan bulan Desember Tahun 2015 berjumlah 245.802 jiwa. Penduduk yang merupakan faktor dominan perlu dijaga dan terus dikendalikan pertumbuhannya, keberadaan jumlah penduduk yang besar dan berkualitas dapat dijadikan sebagai modal pembangunan, demikian sebaliknya jumlah penduduk yang besar dan tidak dibarengi dengan kualitas akan menjadi beban pembangunan.

(39)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 22

Penduduk sebagai sasaran Pembangunan perlu terus diberdayakan secara optimal sehingga kedepan diharapkan dengan penduduk yang berjumlah besar akan menjadi nilai tambah bagi Pembangunan Kabupaten Lombok Utara.

Penduduk baru dikatakan sebagai modal Pembangunan apabila telah mampu berperan sebagai pelaku Pembangunan bukan menjadi beban pembangunan.

Berikut ini dapat digambarkan kondisi penduduk dengan berbagai klasifikasi, seperti Jumlah Penduduk diklasifikasi menurut jenis kelamin, Struktur usia, jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan.

Tabel 5

Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2015

Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah Rasio Jenis Kelamin Tanjung 25.835 26.282 52.117 22,16 Pemenang 19.141 18.624 37.765 16,04 Gangga 24.888 24.481 49.369 20,97 Kayangan 22.987 22.652 45.639 19,38 Bayan 25.210 25.301 50.511 21,45 Total 118.061 117.340 235.401 100,00

Sumber Data : Dinas Dukcapil KLU, 2015.

Permasalahan penduduk hampir sama pada tiap daerah termasuk Lombok Utara yakni masalah jumlah

(40)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 23

penduduk yang besar, penyebarannya yang tidak merata, tingkat pertumbuhan yang tinggi, dan kualitas yang rendah. Berdasar acuan Tabel 5 diatas tergambar bahwa jumlah penduduk laki-laki maupun perempuan seimbang.

Adapun jumlah kepala keluarga di Kabupaten Lombok utara yang tersebar pada 5 (lima) kecamatan, sebagaimana terdapat pada tabel berikut ini :

Tabel 6

Jumlah Kepala Keluarga Menurut Kecamatan*) di Kabupaten Lombok Utara

No. Kecamatan Jumlah Kepala Keluarga Keterangan 1. Pemenang 11.189 2. Tanjung 16.073 3. Gangga 14.551 4. Kayangan 13.226 5. Bayan 14.688 Total 69.727

Sumber : Dinas Dukcapil KLU, 2015.

Keberhasilan pembangunan Lombok Utara tidak terlepas dari perencanaan yang matang, perencanaan yang matang akan sangat tergantung pada data dasar yang dimiliki. Salah satu point adalah jumlah Rumah Tangga dan jumlah

(41)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 24

Anggota Rumah Tangga. Dua point ini adalah dasar untuk menentukan kebijakan pola meningkatkan kesejahteraan, pengelolaan pembangunan atas dasar kemampuan kualitas masyarakat.

Tabel 7

Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Dirinci Menurut Kecamatan Tahun 2015

Kelompok Umur

Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki Perempuan 0 – 4 9.523 8.788 18.311 7,77 5 – 9 11.231 10.735 21.966 9,33 10 – 14 11.031 10.740 21.771 9,24 15 – 19 10.872 10.798 21.670 9,20 20 – 24 10.444 9.920 21.338 9,06 25 – 29 11.762 12.298 24.060 10,22 30 – 34 10.612 10.717 21.329 9,06 35 – 39 9.568 10.001 17.974 7,63 40 – 44 8.308 8.121 16.429 6,97 45 – 49 7.194 7.574 14.768 6,27 50 – 54 5.034 5.039 10.073 4,26 55 – 59 4.477 4.638 9.115 3,87 60 – 64 2.574 2.486 5.060 2,14 65 + 5.431 4.985 9.675 4,11 Jumlah 118.061 117.340 235.401 100,00

(42)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 25

Dari gambaran Tabel 7 di atas dapat dilihat bahwa Penduduk Kabupaten Lombok Utara didominasi oleh penduduk usia Sekolah (5-19 th) sebesar 30 % dan penduduk usia kerja (20-34 th) sebesar 28 % sehingga diperlukan perencanaan yang matang untuk meminimalisir penduduk putus sekolah dan tingkat pengangguran. Meminimalisir kedua hal tersebut dengan menciptakan lapangan kerja yang memadai pada sektor-sektor dimana sebagian besar penduduk menggantungkan hidupnya, dan membuka lapangan kerja pada sektor-sektor andalan Daerah sehingga masyarakat merasakan manfaat dari pemekaran Kabupaten Lombok Utara.Dengan menciptakan dan membuka lapangan kerja maka pendapatan per kapita penduduk bertambah dengan demikian masyarakat (Kepala Keluarga) meningkat kemampuan untuk menyekolahkan anaknya/anggota keluarga yang bersekolah dan mengurangi pengangguran bagi masyarakat.

Selanjutnya gambaran keadaan penduduk menurut jenis pekerjaan dijabarkan pada tabel di bawah ini.

(43)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 26 Tabel 8

Penduduk yang bekerja (Kualitas) menurut lapangan pekerjaan Tahun 2012

Lapangan Pekerjaan

Jumlah Laki dan Perempuan Laki-laki+ Perempuan Jumlah L (Orang) % Jumlah P (Orang) % Jumlah (Orang) % Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 78.540 55,93 61.886 59,31 140.426 57,13 Pertambangan dan Penggalian 16 0,01 1 0,00 17 0,01 Industri Pengolahan 6.286 4,71 7.061 6,73 13.347 5,43 Listrik, Gas dan

Air Bersih 17 0,01 1 0,00 18 0,01 Konstruksi 865 0,72 35 0,03 900 0,37 Perdagangan, Hotel dan Restoran 4.448 11,44 9.247 23,78 38.885 15,82 Pengangkutan dan Komunikasi 816 0,67 14 0,01 830 0,34 Keuangan, Real

estate dan Jasab Perusahaan

4.373 3,62 1.529 1,26 5.902 2,43

Jasa-jasa 68.630 56,74 86.416 71,01 155.046 63,90

Jumlah 120.960 100 121.696 100 245.802 100,00

Sumber : Dinas Dukcapil KLU 2012.

Penduduk bekerja pada sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan sebesar ( 57,13 %). Besarnya penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian mengindikasikan besarnya potensi dibidang

(44)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 27

tersebut yang apabila diimbangi dengan pengelolaan yang baik akan berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja.

Sedangkan Penyerapan terbesar setelah sektor jasa-jasa (63,90%) yang mencakup Bidan, Buruh Harian Lepas, Dokter, Guru, Juru Masak, Pegawai Negeri Sipil, Pelajar/Mahasiswa, Pembantu Rumah Tangga, Penata Rias, Penterjemah, Tukang Cukur, Tukang Jahit ter masuk yang belum bekerja. Ini berarti tugas Pemerintah Daerah untuk terus menciptakan lapangan pekerjaan masih menuntut perhatian penuh demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penyerapan tenaga kerja pada berbagai sektor akan sangat tergantung pada sumberdaya manusia, penyerapan tenaga kerja selalu berbanding lurus dengan sumberdaya manusia sehingga gambaran sumberdaya manusia berpengaruh pada proyeksi penyerapan tenaga kerja maupun penciptaan lapangan kerja baru. Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini;

(45)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 28 Tabel 9

Jumlah Penduduk menurut Tingkat Pendidikan dirinci per Kecamatan Tahun 2014

No Pendidikan Tingkat

Jumlah Penduduk

Jumlah

Peme-nang Tanjung Gangga Kayangan Bayan

1. SD + MI 3775 4927 5110 5252 6733 25.797 2. SLTP + MTs 1735 2175 2292 2519 2916 11.637 3. SLTA + MA 1.185 1.633 1.282 922 803 5.825 4. DII 239 413 264 160 233 1.267 5. DIII 146 352 218 139 136 1.005 6. S1 483 1.085 940 490 528 3.906 7. S2 23 42 21 13 13 113 Total

Sumber : Dikbudpora KLU 2015

Berdasarkan tabel 9 Dari jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan didominasi penduduk yang tingkat pendidikan SD yakni sebesar 52% dari total jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan , tingkat SLTP sebesar 23%, sedangkan tingkat pendidikan SLTA sebesar 11% dan yang menarik tingkat Sarjana Strata 1 sebesar 7%, hal menjadi gambaran bahwa masyarakat Kabupaten Lombok Utara semakin mementingkan tingkat pendidikan serta selaras

(46)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 29

dengat komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk memajukan sektor Pendidikan sebagai dasar pembangunan.

Kalau melihat prosentase ini Kabupaten Lombok Utara memerlukan kebijakan untuk meningkatkan kualitas Sumberdaya Manusia, antara lain dengan lebih mengintensifkan program wajib belajar 9 tahun serta pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi yang pada akhirnya dapat dijadikan sebagai modal untuk membangun Kabupaten Lombok Utara.

Untuk tingkat pendidikan jika diukur dari rata-rata lama sekolah, berdasarkan data terakhir yang diambil dari kabupaten induk (Lombok Barat),pada tahun 2006 rata-rata lama sekolah mencapai 5,86 tahun naik menjadi 6,16 tahun pada tahun 2007 dan diproyeksikan meningkat menjadi 6,53 tahun pada tahun 2008 dan di upayakan sampai tahun 2013 akan terus meningkat.

Apabila indikator keberhasilan bidang pendidikan diukur dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM), maka keberhasilan bidang pendidikan di Kabupaten Lombok Utara dapat digambarkan sebagai berikut : (1) APK SD sebesar 110,78% pada tahun 2007; (2) APK SMP sebesar 100,41 % pada tahun 2007; dan (3) APK SMU sebesar

(47)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 30

57,73% pada tahun 2007. Sedangkan pada Angka Partisipasi Murni (APM) sebagai berikut : (1) APM SD sebesar 98,30 % pada tahun 2007; APM SMP sebesar 95,97% pada tahun 2007; dan APM SMU sebesar 56,53 % pada tahun 2007.

Derajat pendidikan penduduk Lombok Utara mengalami peningkatan yang antara lain diukur dengan meningkatnya Angka Melek Aksara penduduk usia 15 tahun ke atas, meningkatnya jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang telah menamatkan pendidikan jenjang SMP / MTS dan meningkatnya Angka Partisipasi Sekolah untuk semua kelompok usia, namun perlu diakui bahwa masih banyak penduduk Kabupaten Lombok Utara yang miskin yang belum mampu menamatkan sekolah pada jenjang SMA.

3. Kondisi Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi suatu daerah digambarkan oleh laju pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan. Ekonomi yang terus tummbuh merupakan suatu indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi perekonomian Kabupaten Lombok Utara selama kurun waktu tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 menunjukkan keadaan yang terus tumbuh secara positif ditunjukkan dengan meningkatnya Produk Domestik Regional Bruto baik Atas Harga Berlaku maupun Atas Dasar Harga

(48)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 31

Konstan. Laju pertumbuhan ekonomi juga menunjukan peningkatan yang cukup stabil yaitu 1.68, pertumbuhan pada tahun 2012 dibandingkan pertumbuhan ekomomi tahun 2011.

Tabel 10

Perkembangan beberapa indikator ekonomi tahun 2011-2014 indikator 2011 2012 2013 2014 1. Pertumbuhan ekonomi (%) 5,69 4,13 - - 2. Inflasi (%) 6,38 4,10 - - 3. PDRB ADH Berlaku (Juta Rp.) 1.567.715,96 1.711.531,75 - - 4. PDRB ADH Konstan (Juta Rp.) 684.442,31 712.737,51 - -

Sumber : BPS Kabupaten Lombok Utara, 2013 a. Potensi Unggulan Daerah

Pengkajian potensi unggulan daerah akan mendapat gambaran yang lebih tajam apabila berangkat dari luas wilayah di Kabupaten Lombok Utara seluas 809,55 Km2.

Grafik 1

Luas Wilayah Efektif Yang Dapat Dimanfaatkan Untuk Kawasan Budidaya Di Kabupaten Lombok Utara Di Rinci

(49)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 32

Luas wilayah tersebut diturunkan menjadi wilayah efektif 218,58 Km2 (27 %) dan wilayah tidak efektif 590,97 Km2 (73 %), demi pengembangan dan peningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat maka wilayah tidak efektif bisa masuk ke kategori wilayah efektif dengan introduksi teknologi terapan. Untuk memberikan gambaran sebagai penentu kebijakan ke depan, wilayah daratan Kabupaten Lombok Utara di bagi menjadi dua kategori yakni lahan sawah dan lahan kering. Luas lahan sawah dan lahan kering di Kabupaten Lombok Utara dapat dilihat pada tabel di bawah ini;

Tabel 11

Luas Tanah Sawah Yang Dapat Ditanami dan Tanah Kering di Rinci Menurut Jenis Penggunaan per

Kecamatan.

Uraian

Kecamatan

Pemenang Tanjung Gangga Kayangan Bayan Total

Ha Ha Ha Ha Ha Ha

A Lahan Sawah / Padi

1 Padi Sawah 487 1.314 1.820 3.487 6.602 13.710 2 Padi Ladang 365 1.445 1.363 8.597 8.906 20.676 Sub Total 852 2.759 3.183 12.084 15.508 34.386 B Lahan Kering 1 Pekarangan Bangunan 846 90 304 204 268 1.712

(50)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 33

Uraian Kecamatan

Pemenang Tanjung Gangga Kayangan Bayan Total 2 Tegalan/Kebun 4902 2365 2331 2622 7659 19.879 3 Ladang / Padang Rumput - - - - 4.105 4.105 4 Hutan Rakyat 0 - - - 5253 5253 5 Hutan Negara 1700 2037 5408 5767 8391 26.303 6 Perkebunan 0 2915 5.893 1181 3124 13.113 7 Lain-lain 7 0 561 0 710 1278 Sub Total 7.455 7.407 14.497 9.774 25.883 71.643 Grand Total 13.022 16.844 23.962 16.438 49.424 123.318 Sumber Data : DPPKKP KLU Tahun 2013

Dilihat dari distribusi lahan di atas, Kabupaten Lombok Utara di dominasi oleh lahan kering sebesar 89,7 % dan sisanya lahan sawah hanya seluas 10,3 %. Lahan kering yang luas tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk pengelolaan dan pengembangannya, agar lahan tersebut menjadi lahan berpotensi tidak terlepas dari introduksi kebijakan seperti kebijakan Pemerintah Daerah untuk menjaga kelestarian kawasan hutan dan marga satwa. Dengan lestarinya kawasan hutan maka akan berdampak pada tersedianya sumber mata air yang secara otomatis akan memperluas

(51)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 34

lahan sawah yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman komoditi unggulan.

Berbicara potensi tidak terlepas dengan kajian wilayah efektif yang dapat dimanfaatkan. Sesuai Peraturan Pemerintah nomor nomor 129 tahun 2000, yang dimaksud Wilayah Efektif adalah wilayah yang dapat dimanfaatkan untuk kawasan budidaya di luar kawasan lindung. Wilayah efektif di Kabupaten Lombok Utara 21.858 Ha (218.58 Km2) yang digunakan untuk berbagai jenis kegiatan, diantaranya; pertanian, perkebunan, perikanan tambak, industri, pariwisata, pelabuhan, pemukiman, dll.

Tabel 12

Luas Wilayah Efektif Yang dapat dimanfaatkan untuk kawasan budidaya di kabupaten lombok utara dirinci

menurut kecamatan No Kecamatan Luas (ha) Persentase (%) 1 Pemenang 32.910 71.5 2 Tanjung 12.635 65.8 3 Gangga 15.735 60.8 4 Kayangan 11.564 53.4 5 Bayan 8.109 53.3 Total 80.953 62

(52)

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA 2015 35

Karena kondisi tanah yang subur dan areal pertanian yang luas maka sebagian besar penduduk di Kabupaten Lombok Utara mengandalkan pertanian sebagai sumber penghasilan utamanya. Areal persawahan di Kabupaten ini cukup luas tak heran jika Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu lumbung beras di Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Sektor pertanian memberikan kontribusi yang cukup besar bagi Produk Domestik Regional Kabupaten Lombok Utara. Sektor ini mencakup pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan juga perikanan.

Kabupaten Lombok Utara menyimpan potensi yang besar antara lain pada sektor-sektor sebagai berikut :

1) Pertanian Tanaman Pangan

Tidak jauh beda dengan Kabupaten lain yang berada dikawasan provinsi Nusa Tenggara Barat dimana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian yang mencakup pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan, demikian pula halnya dengan Kabupaten Lombok Utara salah satu potensi unggulan Daerah adalah sektor pertanian, lahan yang ditanami adalah 24.634 ha dengan komoditi padi, palawija

Referensi

Dokumen terkait

Ketersediaan dokumen perencanaan pembangunan serta dokumen perencanaan teknis strategis merupakan kinerja yang harus dilaksanakan pada urusan perencanaan pembangunan

Kecamatan mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah dan menyelenggarakan tugas umum

Dalam penyelenggaraan tugasnya, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan dipimpin oleh seorang Kepala Dinas dengan dibantu oleh satu orang Sekretaris dengan membawahi tiga orang

Sekretariat mempunyai tugas menyelenggarakan urusan umum, kepegawaian, keuangan, perencanaan, evaluasi, dan mengoordinasikan pelaksanaan tugas satuan

Demikian Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah ( LPPD ) pada SKPD Kecamatan Sukomoro dibuat dengan harapan dapat dipergunakan sebagai bahan informasi terhadap

Mengenai urusan wajib Pekerjaan Umum khususnya Pekerjaan Umum Bidang Pengairan, dalam hal ini Bupati selaku Kepala Daerah Kabupaten Lamongan dalam proses

Capaian kinerja tahun 2020 Kantor Kecamatan Brondong dalam melaksanakan program dan kegiatan sesuai dengan hasil pengukuran kinerja, yang pertama ialah sasaran kinerja

Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Capaian kinerja Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat diukur dari Capaian SPM Trantibumlinmas