• Tidak ada hasil yang ditemukan

sosialisasi kepada kelompok tani.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "sosialisasi kepada kelompok tani."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Lampiran 1 Prosedur Penetapan Kelompok Tani Penerima BLP Sesuai Permentan No: 37/Permentan/SR.130/5/2010

1) Direktorat Jendral Tanaman Pangan melakukan sosialisasi program bantuan pupuk kepada Dinas Pertanian Provinsi dan pelaksana PSO, selanjutnya Dinas Pertanian Provinsi melakukan sosialisasi kepada Dinas Kabupaten/Kota dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota melakukan sosialisasi kepada kelompok tani.

2) Kelompok tani mengajukan permohonan Bantuan Pupuk yang ditandatangani oleh Ketua/Pengurus Kelompok Tani Kepada Mantri Tani/Kepala Cabang Dinas (KCD)/Petugas Penyuluh Pertanian setempat, disertai daftar nama petani anggota kelompok luas lahan dan kebutuhan pupuk yang meliputi jumlah NPK, POG, POC, jadwal tanam serta alokasi. 3) Permohonan bantuan pupuk oleh kelompok tani tersebut selanjutnya

diseleksi dan diverifikasi oleh Mantri Tani/Kepala Cabang Dinas (KCD)/Petugas Penyuluh Pertanian setempat.

4) Permohan yang telah memenuhi persyaratan dan lulus seleksi serta verifikasi, selanjutnya oleh Mantri Tani/Kepala Cabang Dinas (KCD)/Petugas Penyuluh Pertanian dilakukan rekapitulasi dan ditanda tangani untuk disampaikan ke Dinas Pertanian Kabupaten/Kota

5) Rekapitulasi data kelompok tani (CPCL) dari Kecamatan, selanjutnya diseleksi, diverifikasi dan diusulkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota sebagai kelompok tani calon penerima bantuan pupuk dan selanjutnya disampaikan kepada Dinas Pertanian Provinsi

6) Dinas Pertanian Provinsi memverifikasi dan merekapitulasi kelompok tani penerima bantuan pupuk dari Kabupaten/kota di wilayahnya dan

(3)

7) Berdasarkan usulan kebutuhan BLP dari Dinas Pertanian Provinsi dan memperhatikan ketersediaan anggaran untuk kegiatan BLP Tahun Anggaran 2010, Direktur Jenderal Tanaman Pangan menyiapkan alokasi per provinsi untuk ditetapkan oleh Menteri Pertanian.

8) Menteri Pertanian menetapkan alokasi BLP per provinsi. Selanjutnya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi menetapkan alokasi BLP untuk masing-masing kabupaten/kota di wilayahnya dalam bentuk Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan ditembuskan kepada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

9) Berdasarkan alokasi pupuk BLP per kabupaten/kota tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota menetapkan Surat Keputusan tentang alokasi pupuk BLP diwilayahnya dengan memperhatikan hasil verifikasi CPCL penerima BLP dengan sklaa prioritas.

(4)

Lampiran 2. Spesifikasi Kemasan Pupuk Organik Merek “Bintang Kuda Laut” yang Disalurkan Melalui PT Pertani

1) Pupuk Organik Granul (POG)

Nomor Pendaftaran POG : Nomor G 553/Organik/DEPTAN-PPI/IV/2010 a) Karung plastik jenis PE/PP berwarna putih

b) Anyaman 8x8 per inch atau 12x12 per inch c) Ketebalan denier 800 atau 1000 dan berlaminating d) Menggunakan inner ketebalan 30-100 micron e) Ukuran 90x60 cm atau 95x55 cm

f) Pada kemasan harus bertuliskan “Pupuk Bantuan Pemerintah Tahun 2010 Tidak Diperjualbelikan”. Komponen label sebagaimana ketentuan yang berlaku yang dapat dibaca dan tidak mudah terhapus.

2) Pupuk Organik Cair (POC)

Nomor Pendaftaran POC : Nomor L 554/Organik/DEPTAN-PPI/IV/2010 a) Botol ukuran isi 1000 mililiter ( 1 liter) jenis PE/PET

b) Warna botol gelap atau putih susu c) Berat kosong botol 50-75 gr

d) Kardus berwarna coklat muda isi 12-20 botol dan ketebalan kardus 2 (dua) lapis

e) Pada kemasan harus bertuliskan “Pupuk Bantuan Pemerintah Tahun 2010 Tidak Diperjualbelikan.” Komponen label sebagaimana ketentuan yang berlaku yang dapat dibaca dan tidak mudah terhapus.

(5)
(6)
(7)
(8)

Lampiran 5 Data Variabel Bebas (Xi) dan Variabel Terikat (P) Fungsi Logit Petani Penerima subsidi Pupuk Organik di Provinsi Lampung

Responden P X1 X2 X3 X4 X5 X6 1 1 0.75 30 51 1 3177.5 1 2 1 1.5 30 48 1 5314.5 1 3 0 0.5 35 54 1 2050.5 1 4 1 1.5 30 50 1 2497.5 1 5 1 1 40 68 1 4944.5 1 6 1 1.5 10 35 1 4696 1 7 1 0.75 11 33 1 2477.5 1 8 1 1.25 30 41 1 2485.5 1 9 1 1 20 34 1 4920 1 10 1 1 35 45 1 3740 1 11 0 0.5 30 42 1 2045.5 1 12 1 2 30 52 1 5972 1 13 0 1 20 36 1 4505 1 14 1 1 30 44 1 4325 1 15 0 0.5 10 35 1 2256.5 1 16 0 0.5 40 50 1 1963 1 17 0 0.5 5 26 1 1963 1 18 1 1 30 46 1 3284 1 19 1 1.5 7 38 1 5828 1 20 1 0.125 14 39 1 1501.875 1 21 1 1 25 42 1 4249.3 1 22 1 1 45 63 2 5266 1 23 1 0.5 21 43 1 2857.5 1 24 0 0.875 6 41 2 3989.5 0 25 1 1 11 42 2 5316 1 26 0 0.4 23 47 1 2159 1 27 1 1 25 47 1 5056 1 28 0 0.25 26 44 2 1725.45 1 29 1 0.5 12 62 2 2297 1 30 0 1 25 55 2 3765 1 31 0 0.5 28 43 2 2515 1 32 1 1 26 43 2 4443.5 1 33 1 0.5 27 50 1 2736.5 1 34 1 1 40 48 1 5691 1 35 1 1 25 40 1 6039 1 36 1 1.5 15 26 1 8655.5 1

(9)

38 1 1.25 14 59 1 5943.3 1 39 1 0.5 25 40 1 3057.4 1 40 1 0.5 16 44 1 2311.4 1 41 0 1 20 40 1 3671 1 42 1 0.75 5 31 1 3198.15 1 43 1 1 25 55 1 3126 1 44 1 1 14 59 2 5159.3 1 45 1 1 16 60 1 5115.2 1 46 1 0.5 3 31 1 2631.7 1 47 0 0.5 13 44 1 1335.9 1 48 1 0.5 25 41 1 3096.7 1 49 1 0.5 10 31 1 2841.2 1 50 1 0.5 9 33 1 3475 1 51 1 1 25 41 1 6064.4 1 52 0 0.5 16 35 1 2693.7 1 53 0 0.25 21 49 1 1191.3 1 54 1 0.25 7 56 1 1953.75 1 55 1 1 38 38 2 3964 1 56 0 0.25 18 55 1 1549.3 1 57 0 0.5 5 27 2 1550.5 1 58 0 1 16 63 2 4823 1 59 1 0.75 5 36 1 3292 1 60 1 1 39 62 1 4660 1 61 1 0.75 29 50 1 3375.5 1 62 1 1.5 29 47 1 5212 1 63 0 0.5 34 53 1 1776.5 1 64 1 1.5 29 49 1 2102.5 1 65 1 1 39 67 1 4708.5 1 66 1 1.5 9 34 1 3586 1 67 1 0.75 10 32 1 1952.5 1 68 1 1.25 29 40 1 2130.5 1 69 1 1 19 33 1 5113 1 70 1 1 34 44 1 3405 1 71 0 0.5 29 41 1 1853 1 72 1 2 29 51 1 5237 1 73 0 1 19 35 1 4645 1 74 1 1 29 43 1 4115 1 75 0 0.5 9 34 1 2273 1

(10)

Responden P X1 X2 X3 X4 X5 X6 76 0 0.5 39 49 1 1958 1 77 0 0.5 4 25 1 1943 1 78 1 1 29 45 1 2749 1 79 1 1.5 6 37 1 5893 1 80 1 0.125 13 38 1 1362 1 81 1 1 24 41 1 3909 1 82 1 1 44 62 2 4941 1 83 1 0.5 20 42 1 3135 1 84 0 0.875 5 40 2 3498 0 85 1 1 10 41 2 0 1 86 0 0.4 22 46 1 2010 1 87 1 1 24 46 1 4781 1 88 0 0.25 25 43 2 1725.85 1 89 1 0.5 11 61 2 1722 1 90 0 1 24 54 2 3015 1 91 0 0.5 27 42 2 2045 1 92 1 1 25 42 2 2960 1 93 1 0.5 26 49 1 1960 1 94 1 1 39 47 1 4246 1 95 1 1 24 39 1 3938 1 96 1 1.5 14 25 1 12705.5 1 97 1 1 16 40 1 5530 1 98 1 1.25 13 58 1 6033.3 1 99 1 0.5 24 39 1 3202.4 1 100 1 0.5 15 43 1 2381 1 101 0 1 19 39 1 2899 1 102 1 0.75 4 30 1 3714.65 1 103 1 1 24 54 1 4475.2 1 104 1 1 13 58 2 5464.3 1 105 1 1 15 59 1 2901 1 106 1 0.5 2 30 1 2896.7 1 107 0 0.5 12 43 1 1105 1 108 1 0.5 24 40 1 2676.7 1 109 1 0.5 9 30 1 2826.7 1 110 1 0.5 8 32 1 2716.7 1 111 1 1 24 40 1 5779.4 1 112 0 0.5 15 34 1 2576.7 1 113 0 0.25 20 48 1 1402 1 114 1 0.25 6 55 1 1656.3 1 115 1 1 37 37 2 4083.3 1

(11)

117 0 0.5 4 26 2 1393 1

118 0 1 15 62 2 3387 1

119 1 0.75 4 35 1 3116 1

120 1 1 38 61 1 3188 1

Keterangan :

P = Peluang petani mengadopsi pupuk organik non-subsidi X1 = Luas lahan usahatani (ha)

X2 = Lama usahatani (tahun)

X3 = Umur petani responden (tahun) X4 = Jumlah persil lahan

X5 = Total biaya produksi (ribu rupiah) X6 = Dummy akses terhadap penyuluhan

(12)

Lampiran 6. Output model logit

Categorical Variables Codings

Frequency

Parameter coding

(1) Dummy akses penyuluhan tidak ada akses 2 1.000

ada akses 118 .000

Hosmer and Lemeshow Test

Step Chi-square df Sig.

1 12.410 8 .134

Hipotesis : H0 : Model fit H1 : Model tidak fit

Nilai-p(0.000) > alpha 5% maka terima H0 artinya Model Logit Fit

Classification Tablea

Observed Predicted

adopsi pupuk organik Percentage Correct .00 1.00

Step 1 adopsi pupuk organik .00 22 14 61.1

1.00 6 78 92.9

Overall Percentage 83.3

a. The cut value is .500

Dari hasil ketepatan klasifikasi, model logit mampu mengklasifikasikan secara tepat 83,3 persen

(13)

Step 1 X1 1.950 1.108 3.099 1 .078 7.027 X2 -.039 .028 1.900 1 .168 .962 X3 .026 .030 .737 1 .391 1.026 X4 -1.307 .642 4.145 1 .042 .271 X5 .001 .000 6.123 1 .013 1.001 X6(1) -22.450 28364.310 .000 1 .999 .000 Constant -1.457 1.336 1.188 1 .276 .233

a. Variable(s) entered on step 1: X1, X2, X3, X4, X5, X6.

Correlation Matrix Constant X1 X2 X3 X4 X5 X6(1) Step 1 Constant 1.000 -.078 .187 -.710 -.271 -.261 .000 X1 -.078 1.000 -.240 .093 -.190 -.562 .000 X2 .187 -.240 1.000 -.473 .086 -.129 .000 X3 -.710 .093 -.473 1.000 -.228 .036 .000 X4 -.271 -.190 .086 -.228 1.000 -.032 .000 X5 -.261 -.562 -.129 .036 -.032 1.000 .000 X6(1) .000 .000 .000 .000 .000 .000 1.000

(14)

Lampiran 7. Pola penanaman padi pada pertanian organik (Sutanto, 2008) :

1. Penyiapan lahan, merupakan kegiatan yang dilakukan dua minggu sebelum masa tanam dan dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pembajakan, penggaruan dan perataan tanah. Setelah pembajakan selesai, pupuk organik ditaburkan secara merata dengan dosis rata-rata 1.000 kg/ha atau sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, dilakukan perataan tanah dan dibuat saluran air tengah dan saluran air pinggir di sekeliling pematang.

2. Persiapan benih atau persemaian merupakan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan pola tanam yang akan digunakan seperti :

a) Persemaian dilakukan pada bak kecil yang terbuat dari kayu

b) Benih yang digunakan bukan berasal dari hasil rekayasa dan tidak diperlakukan dengan bahan kimia. Takaran yang biasa digunakan yaitu 10-15 kg benih perhektar

c) Media yang digunakan merupakan campuran tanah dengan pupuk organik dengan perbandingan 1:1

d) Umur persemaian antara 8 sampai 10 hari setelah semai

3. Penanaman, merupakan kegiatan dimana benih padi ditanam di lokasi dengan rincian

a) Benih berumur 8 – 10 hari setelah semai b) Jumlah tanam/lubang = 1 batang/tunas

(15)

hama atau penyakit tanaman lainnya. Pola ini biasanya melakukan beberapa program seperti perlindungan musuh alami hama melalu penyediaan habitat yang cocok sehingga hama tersebut tidak memakan tanaman padi namun memakan tanaman lainnya. Selain itu, terkadang dilakukan dengan pemberian musuh alami yaitu pelepasan predator dan parasit, penggunaan pestisida dan menggunakan perangkap

5. Panen merupakan kegiatan dimana pengelolaan produk harus dipisah dari produk non organik

(16)

Jumlah Nilai (Rp/sat) Total Nilai (Rp) Jumlah Nilai (Rp/sat) Total Nilai (Rp)

1 Benih (Kg) 28.42619048 9147.813887 260037.5 23.52063492 0 0

2 Tenaga Kerja Manusia (HOK)

Persiapan dan Pengolahan Lahan 4.6 23,967.52 110,250.58 4.6 23,967.52 110,250.58 Penanaman 5.6 30,556.07 171,114.00 6.2 31,110.58 192,885.57 Penyiangan Tanaman 4.5 25,892.40 116,515.82 6.9 34,659.75 239,152.31 Pemupukan 2.7 24,706.82 66,708.42 4.3 28,035.65 120,553.30 Pemberantasan Hama Penyakit Tanaman 4.1 25,372.09 104,025.58 6.5 28,035.65 182,231.73 Panen 21.1 37,171.35 784,315.55 25 37,243.26 931,081.57 Pengangkutan Hasil Panen 7.6 21,423.46 162,818.29 15 22,393.84 335,907.60 Total Tenaga Kerja Manusia 1,515,748.24 2,112,062.65 3 Tenaga Kerja Hewan 4.10 126,279.07 517,142.86 3.33 130,222.22 434,074.07 4 Tenaga Kerja Mesin 1.73 271,716.85 471,277.78 1.94 366,538.50 711,385.25 5 Pupuk

Urea 250.49 1,548.56 387,901.64 164.03 1,593.18 261,331.24 TSP 165.42 1,969.57 325,813.32 167.53 2,142.86 358,994.98 KCL 41.67 5,533.33 230,555.56 55.00 6,000.00 330,000.00

NPK 148.20 2,470.21 366,094.44 132.71 0 0

Pupuk organik granul 400.00 600.00 240,000.00 532.97 0 0 Pupuk organik cair (liter) 0.10 60,000.00 6,000.00 2.27 0 0

Total pupuk 1,556,364.96 950,326.21

6 Pestisida dan obat-obatan

Pestisida cair 2.48 31,762.62 78,689.56 2.66 33,377.84 88,913.81 Pestisida padat 3.92 24,366.61 95,435.90 3.52 26,655.17 93,696.97 Obat 1.99 52,876.25 106,054.14 2.01 53,204.42 107,000.00 Total obat-obatan 280179.6015 289610.7792 7 Biaya lain-lain PBB 45.525 46,660.71 47.4 49,276.87 Sewa/Bagi hasil 2.375 390,000.00 1.625 500,000.00 Biaya lainnya 22.4 113,871.00 23.4 108,969.00

Total biaya lain-lain 550531.7061 658245.8684

Keseluruhan Biaya Tunai (Rp) 4891245.146 5155704.832

Produksi Padi (GKP) 4794.06 2,390.17 11,458,605.07 5861.167 2,620.12 15,356,961.98

Keuntungan 6,567,359.92 10,201,257.15

(Produksi Padi - Biaya Tunai)

R/C Ratio 2.34 2.98

(Produksi / Total Biaya Tunai)

B/C Ratio 1.34 1.98

(17)

Penyiangan Tanaman 4.5 25892.40404 116515.8182 6.9 34659.75474 239152.3077

Pemupukan 2.7 24706.82224 66708.42005 4.3 28035.65045 120553.2969

Pemberantasan Hama Penyakit Tanaman 4.1 25372.09332 104025.5826 6.5 28187.58151 183219.2798

Panen 21.1 37171.35309 784315.5502 25 37243.26268 931081.567

Pengangkutan Hasil Panen 7.6 21423.45924 162818.2903 15 22393.83971 335907.5957

Total Tenaga Kerja Manusia 1515748.242 2113050.198

2a Tenaga Kerja Dalam Keluarga 2.00 27,012.82 54,025.63 2 29,371.17 58,742.34 3 Tenaga Kerja Hewan 4.10 126279.0698 517142.8571 3.33 130222.2222 434074.0741 4 Tenaga Kerja Mesin 1.73 271716.8482 471277.7778 1.94 366538.5 711385.2516 5 Pupuk

Urea 250.49 1548.559 387901.641 164.03 1593.182 261331.2366

TSP 165.42 1969.565 325813.3206 167.53 2142.857 358994.9761

KCL 41.67 5533.333333 230555.5556 55.00 6000 330000

NPK 148.20 2470.20885 366094.4444 134.96 2408.273779 325019.774

Pupuk organik granul 6.6 600 3960 532.97 676.4026653 360502.3285

Pupuk organik cair (liter) 0.1 60000 6000 2.27 54597.47267 124142.0954

Total pupuk 1320324.962 1759990.411

6 Pestisida dan obat-obatan

Pestisida cair 2.48 31762.61852 78689.56044 2.66 33377.84451 88913.80952 Pestisida padat 3.92 24366.61211 95435.89744 3.52 26655.17241 93696.9697 Obat 1.99 52876.25418 106054.1436 2.01 53204.41989 107000 Total obat-obatan 280179.6015 289610.7792 7 Biaya lain-lain PBB 45.53 46660.70608 47.40 49276.86844 Sewa/Bagi hasil 2.38 390000 1.63 500000 Biaya lainnya 22.40 113871 23.40 108969

Total biaya lain-lain 550531.7061 658245.8684

Keseluruhan Biaya Total (Rp) 4,969,268.28

6,196,728.28 Produksi Padi (GKP) 4794.06 2390.167221 11458605.07 5861.17 2620.120188 15356961.98 Keuntungan 6489336.79 9160233.70

(Produksi Padi - Biaya Tunai)

R/C Ratio 2.31 2.48

(Produksi / Total Biaya Tunai)

B/C Ratio 1.31 1.48

Gambar

Gambar 6.1 POG dan POC bersubsidi yang didistribusikan oleh PT Pertani

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani, sikap anggota kelompok tani terhadap peran penyuluh, dan hambatan-

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani, sikap anggota kelompok tani terhadap peran penyuluh, dan hambatan-

Penyuluh Membantu kelompok tani dalam penyediaan Saprodi tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan.. Penyuluh tidak pernah membantu kelompok tani dalam

Penyuluh Membantu kelompok tani dalam penyediaan Saprodi tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan.. Penyuluh tidak pernah membantu kelompok tani dalam penyediaan

Anggota Kelompok Tani mengikuti kunjungan Disperindang dalam melakukan evaluasi memperoleh pupuk bersubsidi. Anggota Kelompok Tani

Hubungan kepemimpinan ketua kelompok tani dengan keefektifan kelompok tani di Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen menunjukkan adanya hubungan yang bersifat positif dalam

Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pengurus Kelompok Tani Tingkat kepercayaan anggota terhadap pengurus kelompok tani dapat dilihat dari komunikasi antara pengurus dengan anggota

Studi mengenai peran penyuluh pertanian dan dinamika kelompok tani jagung di Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Analisis pengaruh penyuluh terhadap keberhasilan kelompok