• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kejaksaan Negeri Mamuju

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kejaksaan Negeri Mamuju"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

Kejaksaan Negeri

Mamuju

(2)

Laporan Kinerja

Instansi Pemerintah

(LK)

Kejaksaan Negeri Mamuju

Tahun 2015

(3)

i

Daftar Isi

BAB I

Pendahuluan ... 1

1.1.

Latar Belakang ... 1

1.2.

Struktur Organisasi Kejaksaan ... 2

BAB II

Rencana Kerja dan Perjanjian Kerja ... 5

2.1.

Rencana Stratejik Kejaksaan Republik Indonesia 2015 - 2019 ... 5

2.1.1.

Visi ... 5

2.1.2.

Misi ... 5

2.2.

Rencana Kinerja dan Perjanjian Kinerja 2015 ... 6

2.2.1.

Tujuan ... 6

2.2.2.

Sasaran ... 6

2.3.

Pencapaian Kinerja Tahun 2015 - 2014 ... 8

2.4.

Rencana Kinerja dan Perjanjian Kinerja Tahun 2015 ... 8

BAB III

Akuntabilitas Kinerja ... 12

3.1.

Pencapaian Sasaran ... 12

3.2.

Pengukuran Kinerja Tahun 2015 ... 13

3.3.

Realisasi Anggaran Tahun 2015 ... 13

BAB IV

Penutup ... 27

4.1.

Kesimpulan ... 27

4.2.

Saran-Saran ... 27

LAMPIRAN I

RENCANA STRATEJIK KEJAKSAAN REPUBLIK

INDONESIA TAHUN 2015– 2019 ... 30

LAMPIRAN II

RENCANA KERJA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA

TAHUN 2015 ... 40

LAMPIRAN III

PENGUKURAN KINERJA KEJAKSAAN AGUNG

REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 ... 41

(4)

ii

Ikhtisar

Eksekutif

Sasaran pembangunanan Indonesia saat ini ditujuakan untuk

Pembangunan segala bidangn dan pembangunan manusia Indonesia

seutuhnya

termasuk

didalamnya

pembangunan

di

Bidang

hukum.

Pembangunan manusia Indonesia di bidang penegakan hukum dimaksudkan

utntuk menciptakan Penegakan hukum yang adil dan merata tidak pandang

bulu maupun pilih kasih.

Penegakan hukum dimaksudkan agar tercipta rasa aman, damai,

tenteram, sejahtera dengan berdasarkan rasa keadilan dan kebenaran yang

hidup dan berkembang dalam masyarakat . Dengan terciptanya rasa aman,

damai, adil dan sejahtera maka akan tercipta penegakan hukum dan Hak

Asasi Manusia yang semakin membaik pula. Penegakan hukum yang

transparan dan berkelanjutan diharapkan Pembangunan di bidang hukum

dan Hak Asasi Manusia maka akan muncul Kepastian hukum dalam

masyarakat.

Keberhasilan pembangunan di bidang hukum tersebut yang

dilaksanakan Oleh Kejaksaan Negeri Mamuju dapat kita ketahui dari adanya

laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kejaksaan Negeri

mamuju. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah khusus pada

Kejaksaan Negeri Mamuju didasarkan atas Peningkatan Kinerja dari tahun ke

tahun.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang

Kejaksaan Republik Indonesia pada pasal 30 mengenai Tugas dan

Kewenangan Kejaksaan adalah sebagai salah satu pengayom masyarakat

yang melayani bidang penegakan hukum secara transparan, akuntabel melalui

LAKIP. Kejaksaan sebagai Instansi Pemerintah yang bergerak dibidang

penegakan hukum adalah merupakan lembaga pemerintah yang berperan

sebagai posisi sentral dalam penegakan hukum.

(5)
(6)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Penyusunan LAKIP ini adalah merupakan bagian yang tidak

terpisahkan dari penyusunan RESNTRA Kejaksaan Negeri Mamuju dan

merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Pelaksanaan Tugas dan

Tanggungjawab pada Kejaksaan negeri mamuju sebagai Kejari tipe “A”

dengan memaksimalkan tenaga dan anggara biaya yang minim namun

pekerjaan perkantoran tetap berjalan dengan aman lancer dan tertib.

Bahwa dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab tersebut setiap

bidang didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang meskipun tidak

memadai sebagaimana layaknya Kejaksan Negeri Tipe “A“ lainnya namun

tetap melaksanakan tugas dan kinerjanya yang baik yang pada akhirnya

menghasilkan output yang berhasil dan berdaya guna. Disamping

kurangnya SDM tersebut juga masih sangat dirasakan kurangnya anggaran

maupun dana serta sarana dan prasarana yang terbatas.

Sesuai dengan surat pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan

Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2015 Kejaksaan Negeri Mamuju

mendapat alokasi dana dari Pusat berdasarkan DIPA Awal Tahun Anggaran

2015 Nomor: SP DIPA-006.01.2.008310/2015 tanggal 14 Nopember 2014

sebesar Rp. 6.443.330.000,00 (Enam Milyar Empat Ratus Empat Puluh

Tiga Juta Tiga Ratus Tigapuluh Ribu Rupiah) yang telah direvisi sebanyak

4

(Empat)

kali.

Satker

008310

Kejaksaan Negeri Mamuju mendapat pagu sebesar Rp. 4.927.199.000,00

(Empat milyar Sembilan Ratus Dua Puluh Tujuh Juta Seratus Sembilan

Puluh Sembilan Ribu Rupiah) yang menurut kami masih kurang.

Perlu kami sampaikan bahwa Gedung Kantor Kejaksaan Negeri

Mamuju dibangun pada tahun 1982 yang berarti bahwa umur kantor ini

sudah 33 tahun karena itu mohon kiranya Pimpinan dapat mengalokasiklan

dana untuk pembangunan kantor Kejaksaan Negeri Mamuju sebagai Type

(7)

2

“A”. Pada kesempatan ini kami juga sampaikan bahwa Kejaksaan Negeri

Mamuju memiliki 1 (satu) unit Rumah Jabatan Kepala Kejaksaan Negeri

Mamuju dan 5 (lima) unit rumah dinas Kasi/Kasubag akan tetapi kelima unit

rumah Kasi/Kasubag tersebut sudah sangat menyedihkan dan sangat tidak

layak dihuni sehingga para Kasi/Kasubag tinggal di rumah kos-kosan. Oleh

karena itu perlu juga kami sampaikan kepada Pimpinan agar dapat kiranya

memasukkan dalam anggaran Tahun 2015 sebagai rehabilitasi berat kelima

unit rumah Kasi/Kasubag tersebut diatas.

Selanjutnya Kejaksaan Negeri Mamuju memiliki 4 (empat) unit

Kendaraan roda 4 (empat) terdiri dari: 1 (satu) unit mobil Kijang Innova yang

digunakan sebagai Kendaraan Operasional Kepala Kejaksaan Negeri

Mamuju, 2 (dua) unit kendaraan tahanan yang digunakan sebagai

operasional pengangkutan Tahanan, 1 (satu) unit Kendaraan Kijang Avanza

yang digunakan sebagai kendaraan operasional Pidsus. Kemudian

Kejaksaan Negeri Mamuju memiliki 2 (dua) unit kendaraan roda 2 (dua)

yang dipergunakan masing-masing 1 unit digunakan sebagai kendaraan

Operasional Datun dan 1 (satu) unit digunakan sebagai kendaraan

operasional Pidum, sedangkan untuk kendaraan roda empat maupun roda

dua, Bidang Pembinaan maupun Bidang Intelijen belum memiliki Kendaraan

operasional. Karena itu kami mohon Pimpinan untuk memikirkan

kedepannya kendaraan operasional untuk kedua Bidang tersebut.

1.2. Struktur Organisasi Kejaksaan Negeri Mamuju

Struktur Organisasi Kejaksaan Negeri Mamuju Sebagai

Kejaksaan Negeri Ti “A” adalah sebagai berikut : Sesuai Lampiran

Keputusan Jaksa Agung RI Nomor Kep-005/A/JA/I/2014 tanggal 8 Januari

2014 Struktur Organisasi Kejaksaan Negeri Mamuju adalah sebagai berikut

:

(8)

3

b.

Sub Bagian Pembinaan;

c.

Seksi Intelijen;

d.

Seksi Tindak Pidana Umum;

e.

Seksi Tindak Pidana Khusus;

f.

Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara.

Berdasarkan struktur tersebut, maka Kejaksaan Negeri Mamuju

melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing bidang misalnya Bidang

Pembinaan melakukan tugasnya sebagai Pengelola t eknis administrasi

(technical administration) dan kepegawaian, Bidang Intelijen melaksanakan

tugasnya sebagai fungsi Lidpamgal yang sesuai dengan Ipoleksosbud,

Bidang Tindak Pidana Umum melakukan teknis Penanganan Perkara mulai

dari penerimaan SPDP dari Penyidik Polri sampai pada tahap eksekusi baik

terhadap terpidana maupun pada tahap eksekusi dan lelang barang bukti,

Selanjutnya Bidang Tindak Pidana Khusus yang melakukan Teknis

Penyelidikan, Penyidikan, serta Penuntutan secara profesional meskipun

tidak didukung oleh SDM yang memadai namun Bidang Pidsus tetap tegar

dan teguh melaksanakan tugas secara baik dan Profesional, kemudian

Bidang Datun yang melaksanakan fungsi sebagai Wakil Pemerintah di

Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara yang juga merupakan kedepan

bidang Primadona Kejaksaan yang dengan melaksanakan tugas di bidang

teknis terkait dengan mewakili Negara ataupun Pemerintah.

KEPALA KEJAKSAAN NEGERI MAMUJU KEPALA SUB BAGIAN PEMBINAAN KEPALA URUSAN KEPEGAWAIAN KEPALA URUSAN KEUANGAN KEPALA URUSAN PERLENGKAPAN KEPALA URUSAN TATA USAHA KEPALA URUSAN DISKRIMTI & PERPUSTAKAAN KEPALA SEKSI INTELIJEN KEPALA SEKSI TINDAK PIDANA UMUM KEPALA SEKSI TINDAK PIDANA KHUSUS SEKSI PERDATA DAN TATA USAHA

(9)
(10)

5

BAB II

RENCANA KERJA DAN

PERJANJIAN KERJA

2.1. Rencana Stratejik Kejaksaan Republik Indonesia 2015 -

2019

2.1.1. Visi

Menjadi lembaga penegak hukum yang modern, berintegritas,

profesional dan akuntabel dalam mewujudkan supremasi hukum di

indonesia

2.1.2. Misi

1. Meningkatkan pelaksanaan fungsi Kejaksaan RI dalam pelaksanaan tugas

dan wewenang, baik dalam segi kualitas dan kuantitas penanganan perkara

seluruh tindak pidana, penanganan perkara Perdatadan Tata Usaha Negara,

serta meningkatkan kegiatan Intelijen penegakan hukum secara modern,

berintegritas, profesional dan akuntabel yang berlandaskan keadilan,

kebenaran serta nilai-nilai kepatutan dalam rangka penegakan hukum

2. Mewujudkan peran Kejaksaan RI dalam hubungan Internasional, kerjasama

hukum, dan penyelesaian perkara lintas negara

3. Mewujudkan aparatur Kejaksaan RI yang modern, berintegritas, profesional

dan akuntabel guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok, fungsi

dan wewenang, terutama dalam upaya penegakan hukum yang berkeadilan

serta tugas-tugas lainnya

4. Melaksanakan pembenahan dan penataan kembali struktur organisasi

Kejaksaan

RI,

pembenahan

informasi

manajemen

terutama

mengimplementasikan program quickwins agar dapat segera diakses

masyarakat, penyusunan cetak biru (blue-print) pembangunan aparatur

Kejaksaan RI jangka menengah dan jangka panjang tahun 2025, menertibkan

dan menata kembali manajemen keuangan, dan peningkatan sarana dan

prasarana serta optimalisasi penerapan Teknologi Informasi (TI)

(11)

6

5. Meningkatkan Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola KejaksaanRI yang bersih

dan bebas KKN melalui reformasi mental dalam pelaksanaan tugas dan

wewenang

2.2. Rencana Kinerja dan Perjanjian Kinerja 2015

2.2.1. Tujuan

Masing-masing misi yang telah ditetapkan mempunyai tujuan, yaitu :

1. Meningkatkan Kualitas sumber daya Kejaksaan Negeri Mamuju

2. Meningkastkan

Indenpendensi

lembaga

Kejaksaan

dalam

Penegakan hukum untuk mewujudkan supremasi hukum dan Ham

3. Memperkuat Kejaksaan negeri Mamuju dalaqm Bidang Perdata

dan tata Usaha Negara

4. Meningkatkan Peran Kejaksaan dalam Bidang Ketertiban dan

Ketetraman.

2.2.2. Sasaran

Beberapa sasaran pembangunan nasional terkait dengan kinerja

Kejaksaan, sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Kejaksaan RI Tahun

2010

– 2014 yang berpedoman pada RPJMN 2010 – 2014, yang pada

hakekatnya merupakan upaya terencana dan sistematis untuk meningkatkan

kinerja secara berkesinambungan melalui program dan kegiatannya terutama

yang merupakan “core business“ Kejaksaan sebagai Lembaga Penegak

Hukum.

Untuk

melaksanakan

seluruh

program-programnya

lebih

dititikberatkan pada pelaksanaan tugas dan wewenang penanganan perkara

pidana umum dan pidana khusus (terutama perkara tindak pidana korupsi)

yang menjadi prioritas utama kebijakan pimpinan Kejaksaan.

Dalam upaya peningkatan kinerja Kejaksaan telah menetapkan15 (lima

belas) sasaran strategis yaitu :

1. Terwujudnya penanganan perkara Pidum, Pidsus dan Pelanggaran HAM

Berat secara berkualitas, cepat, tepat dan berkeadilan

2. Meningkatnya dukungan Intelijen terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi

Kejaksaan

(12)

7

3. Meningkatnya kepercayaan klien Kejaksaan RI terhadap pelayanan bidang

Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan RI

4. Meningkatnya pengembalian kerugian keuangan negara melalui jalur pidana

dan perdata

5. Meningkatnya kedisipilinan, integritas dan kepatuhan aparatur Kejaksaan RI

atas aturan yang berlaku baik internal maupun eksternal

6. Tersedianya

SDM Kejaksaan

RI

yang

berkualitas

dalam

rangka

meningkatkan kualitas pelayanan publik

7. Meratanya penyebaran SDM berkualitas sesuai kebutuhan

8. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan birokrasi Kejaksaan RI

9. Terwujudnya Kejaksaan yang modern berbasis teknologi informatika

10. Tersedianya sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan tugas dan

fungsi Kejaksaan RI

11. Meningkatnya kepercayaan aparatur Kejaksaan RI terhadap Organisasi

Kejaksaan RI

12. Meningkatnya persepsi baik masyarakat terhadap kinerja Kejaksaan RI

13. Meningkatnya kesadaran hukum masyarakat

14. Meningkatnya ketersediaan anggaran bagi Kejaksaan RI

15. Meningkatnya kesejahteraan seluruh aparatur Kejaksaan RI

Dari beberapa sasaran strategis Kejaksaan di atas, yang terkait

dengan kinerja Kejaksaan dalam pelaksanaan program/kegiatan tahun 2010 –

2014 yang menjadi prioritas nasional, yang pada tahun 2011 terdapat

perubahan program antara lain :

1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

Kejaksaan RI

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kejaksaan RI

3. Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kejaksaan RI

4. Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kejaksaan

5. Program Penyelidikan/Pengamanan/Penggalangan Permasalahan Hukum di

Bidang IPOLEKSOSBUD Hukum dan Hankam

6. Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Pidana Umum

7. Program Penanganan dan

Penyelesaian Perkara Pidana Khusus,

Pelanggaran Ham yang Berat dan Perkara Tindak Pidana Korupsi

(13)

8

8. Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Perdata dan Tata Usaha

Negara

Program-program

tersebut

dimaksudkan

untuk

mendukung

pencapaian Renstra Kejaksaan periode 2015– 2019sekaligus untuk

terwujudnya visi melalui misi yang telah ditetapkan. Dan juga, dalam

kesempatan ini akan disampaikan secara lebih menyeluruh tentang

pelaksanaan Rencana Kinerja di tahun 2015, sehingga bahan yang dijelaskan

dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja ini berupa gambaran pencapaian kinerja

yang telah dilaksanakan selama 1 (satu) tahun. Dalam laporan ini akan

disajikan senergi antara rencana kinerja (performance plan) dibandingkan

dengan capaian kinerja (performance results) sesuai dengan parameter yang

telah dirumuskan dalam Indikator Kinerja Utama. Analisa dan evaluasi

terhadap akuntabilitas kinerja tersebut akan mengungkapkan pula kekurangan

dan kegagalan yang belum berhasil dicapai.

2.3. Pencapaian Kinerja Tahun 2010 - 2014

2.4. Rencana Kinerja dan Perjanjian Kinerja Tahun 2015

Kegiatan pokok dalam Program Rencana Kerja Kejaksaan Tahun 2015

dilaksanakan dalam 6 (enam) program kegiatan. Kegiatan di Kejaksaan dibagi

menjadi 2 (dua) yaitu kegiatan tupoksi(kegiatan yang berdasarkan tugas pokok

pada bidang yang bersangkutan) dan kegiatan prioritas (kegiatan yang menjadi

perhatian utama sebagai lembaga penegak hukum), sebagai berikut :

1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

Kejaksaan RI

0

10

20

30

40

50

2010

2011

2012

2013

2014

BIN

INTEL

PIDUM

PIDSUS

DATUN

(14)

9

Program ini dilaksanakan oleh pelaksana program dan unit pendukungnya

kegiatan yang ada pada program ini adalah :

1. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Jaksa Agung Muda

Pembinaan di Kejagung, Kejati, Kejari dan Cabjari

Sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah Pelaksanaan Koordinasi

Dengan Semua Satuan Kerja Dalam Rangka Penyiapan Rumusan Rencana

dan Program Kerja, Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan

Pembinaan di Seluruh Indonesia

Indikator yang digunakan adalah :

- Tersedianya Layanan Perkantoran

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kejaksaan RI

Program ini dilaksanakan oleh para Kasubagbin, Kaur Kepegawaian, dan Kaur

Keuangan.

Kegiatan yang ada pada program ini adalah :

1. Pembangunan/Pengadaan/ Peningkatan Sarana dan Prasarana Kejaksaan RI

Sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah Tersedianya Sarana dan

Prasarana Gedung Kantor, rumah jabatan untuk aparatur Kejaksaan di

daerah, Pusat Rumah Sakit Kejaksaan, Kendaraan Operasional roda-4,

kendaraan tahanan serta sarana perlengkapan gedung untuk seluruh satuan

kerja baik di pusat maup

Indikator yang digunakan adalah :

- Terbangunnya Gedung/Bangunan

3. Program Penyelidikan/Pengamanan/Penggalangan Kasus Intelijen

Program ini dilaksanakan oleh Kasi Intel dan Jaksa Fungsional yang ditunjuk

berdasarkan surat perintah penyelidikan dari Pimpinan.

Kegiatan yang ada pada program ini adalah :

1. Penanganan Penyelidikan/Pengamanan/Penggalangan di Kejati, Kejari dan

Cabjari

Sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah Meningkatnya kualitas

dan

kuantitas

penyelesaian

penanganan

penyelidikan/pengamanan/penggalangan

yang

dilaksanakan

Kejaksaan

Tinggi, Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri

(15)

10

- Tersusunnya

Laporan

hasil

kegiatan

Penyelidikan/pengamanan/penggalangan kasus intelijen di Kejaksaan

Negeri/Cabang Kejaksaan Negeri

- Tersusunnya Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pelacakan Aset di

Kejati dan Kejari

2. Penerangan dan Penyuluhan Hukum

Sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah Meningkatnya Kualitas

Penyelenggaraan Kegiatan Penyuluhan/Penerangan Hukum dan Hubungan

Masyarakat

Indikator yang digunakan adalah :

- Terlaksananya Penyuluhan Hukum kepada Kelompok Masyarakat

- Tersusunya laporan pelaksnaan Penguatan Jaringan Masyarakat Anti

KKN di Kejati dan Kejari

4. Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Pidana Umum

Program ini dilaksanakan oleh Kasi Pidum, Jaksa Penuntut Umum dan

Fungsional.

Kegiatan yang ada pada program ini adalah :

1. Penanganan Perkara Pidana Umum di Kejaksaan Tinggi/Kejaksaan Negeri

dan Cabang Kejaksaan Negeri

Sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah Meningkatnya

Penyelesaian Perkara Pidana Umum Secara Cepat, Tepat dan Akuntabel.

Indikator yang digunakan adalah :

- Terselesaikannya Perkara Pidana Umum Yang Diselesaikan dalam

tahap Pra Penuntutan dan Penuntutan di Kejaksaan Negeri dan

Cabang Kejaksaan Negeri satu kota dengan Pengadilan Negeri

5. Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Pidana Khusus,

Pelanggaran Ham yang Berat dan Perkara Tindak Pidana Korupsi

Program ini dilaksanakan oleh Kasi Pidsus, Jaksa Penuntut Umum, dan Jaksa

Fungsional.

Kegiatan yang ada pada program ini adalah :

1. Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Khusus

Lainnya di Kejati, Kejari dan Cabjari

Sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah Meningkatnya

Penyelesaian Perkara Pidana Khusus, dan Tindak Pidana Korupsi Secara

(16)

11

Cepat, Tepat dan Akuntabel yang Dilaksanakan Oleh Jajaran Kejaksaan di

Daerah.

Indikator yang digunakan adalah :

- Terselesaikannya pelaksanaan Pengendalian penggunaan upaya

hukum, pelaksanaan eksekusi dan eksaminasi untuk Perkara Pidana

Khusus di Kejaksaan Tinggi

- Terselesaikannya penanganan Kasus Tindak pidana korupsi pada

Tahap Penyelidikan dan Penyidikan di Kejaksaan Negeri/Cabang

Kejaksaan Negeri

- Terselesaikannya penanganan Perkara Tindak pidana korupsi pada

Tahap Pra Penuntutan dan Penuntutan di Kejaksaan Negeri/Cabang

Kejaksaan Negeri Wilayah I

6. Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Perdata dan Tata Usaha

Negara

Program ini dilaksanakan oleh Kasi Datun dan Jaksa Pengacara Negara yang

ditunjuk berdasarkan surat perintah Pimpinan.

Kegiatan yang ada pada program ini adalah :

1. Penanganan dan Penyelesaian Perkara Perdata dan Tata Usaha Negara di

Kejati, Kejari dan Cabjari

Sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah Meningkatnya

penyelesaian perkara DATUN di Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri dan

Cabang Kejaksaan Negeri

Indikator yang digunakan adalah :

- Terselesaikannya penanganan Perkara Perdata dan Tata Usaha

Negara di Kejaksaan Tinggi/Kejaksaan Negeri/Cabang Kejaksaan

Negeri (melalui jalur Non Litigasi)

- Tersusunya laporan Operasional Pos Media Informasi dan Pelayanan

Hukum Gratis

(17)

12

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1. Pencapaian Sasaran

Akuntabilitas kinerja merupakan langkah strategis dalam menerapkan kinerja

lembaga dan aparatur pemerintahan yang berorientasi pada hasil (result oriented).

Kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kegiatan dan hasil (output and

outcome) akan lebih difokuskan pada kepentingan masyarakat pada umumnya.

Output merupakan upaya memenuhi kebutuhan masyarakat dari hasil langsung

pelaksanaan program-program dan kegiatan-kegiatan instansi pemerintah dalam

bentuk pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan outcome adalah manfaat yang

akan diperoleh masyarakat dari adanya program dan kegiatan tersebut terutama

dalam hal pelayanan publik yang optimal seperti adanya persamaan di depan hukum

(equality before the law), adanya kepastian hukum dan adanya rasa keadilan di

masyarakat.

Semakin

meningkatnya

tuntutan

masyarakat

terhadap

penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean government)

telah mendorong pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang

jelas, tepat, teratur, dan efektif yang dikenal dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja

Instansi Pemerintah (SAKIP). Penerapan sistem tersebut bertujuan agar

penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara

berdaya guna, berhasil guna, bertanggung jawab dan bebas dari praktek-praktek

kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

Akuntabilitas kinerja dapat dipertanggungjawabkan apabila disertai dengan

adanya informasi mengenai hasil yang diperoleh.Hasil kinerja yang diperoleh harus

diukur sampai sejauhmana pencapaian sasaran melalui pengukuran kinerja.

Berdasarkan analisa terhadap akuntabilitas kinerja tersebut dapat dijadikan

landasan untuk penilaian atas keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan program,

kegiatan dan kebijakan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka

mewujudkan visi dan misi dengan memperhatikan rencana kerja dan realisasi kerja

dalam program Kejaksaan 2015. Berhasil tidaknya pencapaian sasaran tersebut

dapat di ukur dari pengukuran pencapaian sasaran yang dilakukan dengan

(18)

13

3.2. Pengukuran Kinerja Tahun 2015

Dalam peningkatan kinerjanya, pada tahun 2015 Kejaksaan didukung oleh 5

(lima) bidang satuan kerja yaitu :Jambin, Jam Intel, Jam Pidum, Jam Pidsus, Jam

Datun. Dalam upaya pencapaian kinerja Kejaksaan Tahun 2015 yang dirumuskan

dalam Rencana Kerja Kejaksaan Tahun 2015 terdapat 6 (enam) program dan 7

(tujuh) sasaran strategis yaitu :

Sasaran ke 1

"Terlaksananya kegiatan koordinasi dengan seluruh satuan kerja dalam

rangka penyiapan rumusan rencana kerja, monitoring dan evaluasi pelaksaan

kegiatan pembinaan"

Indikator dan capaian kinerja dari sasaran ini dapat digambarkan sebagai

berikut :

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

REALISASI

%

CAPAIAN

1

2

3

4

5

Terlaksananya

kegiatan

koordinasi dengan seluruh satuan

kerja dalam rangka penyiapan

rumusan

rencana

kerja,

monitoring dan evaluasi pelaksaan

kegiatan pembinaan

Tersedianya

Layanan

Perkantoran

12 bulan

layanan.

12 bulan

layanan.

100 %

Kejaksaan Negeri Mamuju dapat mencapai pelaksanaan 12 bulan layanan tanpa

ada hambatan.

Sasaran ke 2

"Tersedianya Sarana dan Prasarana Gedung Kantor, rumah jabatan

untuk aparatur Kejaksaan di daerah, Pusat Rumah Sakit Kejaksaan, Kendaraan

Operasional roda-4, kendaraan tahanan serta sarana perlengkapan gedung

untuk seluruh satuan kerja baik di pusat maupu"

(19)

14

Indikator dan capaian kinerja dari sasaran ini dapat digambarkan sebagai

berikut :

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

REALISASI

%

CAPAIAN

1

2

3

4

5

Tersedianya

Sarana

dan

Prasarana Gedung Kantor,

rumah jabatan untuk aparatur

Kejaksaan di daerah, Pusat

Rumah

Sakit

Kejaksaan,

Kendaraan Operasional

roda-4, kendaraan tahanan serta

sarana perlengkapan gedung

untuk seluruh satuan kerja

baik di pusat maupu

Terbangunnya

Gedung/Bangunan

30 M2

bangunan.

30 M2

bangunan.

100 %

Pada 2015 terdapat rencana pembangunan rumah tahanan anak yang mana telah

direalisasikan sesuai target.

Sasaran ke 3

"Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Penyelesaian Penanganan

Penyelidikan/Pengamanan/ Penggalangan yang Dilaksanakan Baik, Kejati,

Kejari Maupun Cabjari."

Indikator dan capaian kinerja dari sasaran ini dapat digambarkan sebagai

berikut :

SASARAN

INDIKATOR

TARGE

T

REALISA

SI

%

CAPAI

AN

1

2

3

4

5

Peningkatan Kualitas

dan

Kuantitas

Tersusunnya

Laporan

hasil

kegiatan

(20)

15

Penyelesaian

Penanganan

Penyelidikan/Pengam

anan/ Penggalangan

yang

Dilaksanakan

Baik,

Kejati,

Kejari

Maupun Cabjari.

Penyelidikan/pengamanan/pengg

alangan

kasus

intelijen

di

Kejaksaan

Negeri/Cabang

Kejaksaan Negeri

Tersusunnya

Laporan

Hasil

Pelaksanaan Kegiatan Pelacakan

Aset di Kejati dan Kejari

3

Laporan

pelacak

an aset.

1

Laporan

pelacaka

n aset.

33 %

Tedapat 3 kegiatan penyelidikan dan 1 kegiatan pengamanan yang dilaksanakan

pada tahun 2015 sedangkan pelacakan aset terlaksanakan 1 laporan dari target 3

laporan.

Sasaran ke 4

"Meningkatnya

Kualitas

Penyelenggaraan

Kegiatan

Penyuluhan/Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat"

Indikator dan capaian kinerja dari sasaran ini dapat digambarkan sebagai

berikut :

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

REALISASI

%

CAPAIAN

1

2

3

4

5

Meningkatnya

Kualitas

Penyelenggaraan Kegiatan

Penyuluhan/Penerangan

Hukum

dan

Hubungan

Masyarakat

Terlaksananya

Penyuluhan

Hukum

kepada

Kelompok

Masyarakat

2 Kelompok

Masyarakat.

2 Kelompok

Masyarakat.

100 %

Tersusunya

laporan

pelaksnaan

Penguatan

Jaringan

Masyarakat

Anti

2 Laporan

anti KKN.

2 Laporan

anti KKN.

100 %

(21)

16

KKN di Kejati dan

Kejari

Penyuluhan Hukum maupun pelaksanaan Penguatan Jaringan Masyarakat Anti

Korupsi pada Kejaksaan Negeri Mamuju telah tercapai sesuai target.

Sasaran ke 5

"Meningkatnya penyelesaian perkara tindak pidana umum di Kejaksaan

Tinggi, Kejaksaan Negeri, dan Cabang Kejaksaan Negeri"

Indikator dan capaian kinerja dari sasaran ini dapat digambarkan sebagai

berikut :

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

REALISASI

%

CAPAIAN

1

2

3

4

5

Meningkatnya

penyelesaian

perkara

tindak

pidana

umum

di

Kejaksaan

Tinggi,

Kejaksaan

Negeri,

dan

Cabang

Kejaksaan Negeri

Terselesaikannya

Perkara

Pidana

Umum

Yang

Diselesaikan dalam tahap

Pra

Penuntutan

dan

Penuntutan

di

Kejaksaan

Negeri

dan

Cabang

Kejaksaan Negeri satu kota

dengan Pengadilan Negeri

400

Perkara

PIDUM.

208 Perkara

PIDUM.

52 %

Realisasi Bidang Pidum tercapai sebesar 52% dari target anggaran sebesar 400

perkara, hal ini disebabkan menurunnya perkara masuk tindak pidana umum

dibanding tahun 2014.

Sasaran ke 6

"Meningkatnya penyelesaian perkara pidana khusus dan tindak pidana

korupsi secara cepat, tepat dan akuntabel yang dilaksanakan oleh jajaran

kejaksaan di daerah."

Indikator dan capaian kinerja dari sasaran ini dapat digambarkan sebagai

berikut :

(22)

17

SASARAN

INDIKATOR

TARGET REALISASI

%

CAPAIAN

1

2

3

4

5

Meningkatnya

penyelesaian

perkara

pidana

khusus

dan

tindak pidana korupsi

secara cepat, tepat dan

akuntabel

yang

dilaksanakan

oleh

jajaran kejaksaan di

daerah.

Terselesaikannya

pelaksanaan Pengendalian

penggunaan

upaya

hukum,

pelaksanaan

eksekusi dan eksaminasi

untuk

Perkara

Pidana

Khusus

di

Kejaksaan

Tinggi

3 Perkara

pidsus.

3 Perkara

pidsus.

100 %

Terselesaikannya

penanganan Kasus Tindak

pidana

korupsi

pada

Tahap Penyelidikan dan

Penyidikan di Kejaksaan

Negeri/Cabang Kejaksaan

Negeri

3 Kasus

korupsi.

2 Kasus

korupsi.

67 %

Terselesaikannya

penanganan

Perkara

Tindak

pidana

korupsi

pada

Tahap

Pra

Penuntutan

dan

Penuntutan di Kejaksaan

Negeri/Cabang Kejaksaan

Negeri Wilayah I

3 Perkara

korupsi.

3 Perkara

korupsi.

100 %

Realisasi Eksekusi dan Penuntutan Pidsus telah tercapai sesuai target kecuali

Penyelidikan dan Penyidikan Pidsus yang masih tersisa 1 perkara dari target.

Sasaran ke 7

"Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Penyelesaian Perkara Perdata dan

Tata Usaha Negara yang Dilaksanakan di Daerah Baik di Kejati, Kejari Maupun

Cabjari."

(23)

18

Indikator dan capaian kinerja dari sasaran ini dapat digambarkan sebagai

berikut :

SASARAN

INDIKATOR

TARGET

REALISASI

%

CAPAIAN

1

2

3

4

5

Peningkatan

Kualitas

dan

Kuantitas

Penyelesaian Perkara

Perdata

dan

Tata

Usaha Negara yang

Dilaksanakan

di

Daerah Baik di Kejati,

Kejari Maupun Cabjari.

Terselesaikannya

penanganan

Perkara

Perdata dan Tata Usaha

Negara

di

Kejaksaan

Tinggi/Kejaksaan

Negeri/Cabang Kejaksaan

Negeri (melalui jalur Non

Litigasi)

3 Perkara

Datun.

2 Perkara

Datun.

67 %

Tersusunya

laporan

Operasional

Pos

Media

Informasi dan Pelayanan

Hukum Gratis

12 bulan

Layanan.

12 bulan

Layanan.

100 %

Target Bidang Datun telah terealisasi sebanyak 2 perkara dari target 3 perkara

dengan layanan Pos Pelayanan Hukum Gratis telah terlaksana selama 12 bulan

layanan.

3.3. Realisasi Anggaran Tahun 2015

PEMBINAAN

SASAR

AN

INDIKAT

OR

KINERJA

TAR

GET

REALI

SASI

PERSE

NTASE

(%)

PROGRAM/KE

GIATAN

ANGGARAN

PAGU

REALI

SASI

%

1

2

3

4

5

6

7

8

9

(24)

19

Program

Dukungan

Manajemen dan

Pelaksanaan

Tugas

Teknis

Lainnya

Kejaksaan RI

Terlaksa

nanya

kegiatan

koordina

si

dengan

seluruh

satuan

kerja

dalam

rangka

penyiap

an

rumusan

rencana

kerja,

monitori

ng dan

evaluasi

pelaksa

an

kegiatan

pembina

an

Tersediany

a Layanan

Perkantora

n

12

12

100 %

Dukungan

Manajemen dan

Dukungan

Teknis Lainnya

Jaksa

Agung

Muda

Pembinaan

di

Kejagung,

Kejati,

Kejari

dan Cabjari

2.626.7

29.000

2.413.6

56.505

91.

89

%

bulan

layan

an.

bulan

layanan

.

Program

Peningkatan

Sarana

dan

Prasarana

Aparatur

Kejaksaan RI

(25)

20

Tersedia

nya

Sarana

dan

Prasara

na

Gedung

Kantor,

rumah

jabatan

untuk

aparatur

Kejaksa

an

di

daerah,

Pusat

Rumah

Sakit

Kejaksa

an,

Kendara

an

Operasi

onal

roda-4,

kendara

an

tahanan

serta

sarana

perlengk

apan

gedung

untuk

seluruh

satuan

kerja

baik

di

pusat

Terbangun

nya

Gedung/B

angunan

30

30

100 %

Pembangunan/

Pengadaan/

Peningkatan

Sarana

dan

Prasarana

Kejaksaan RI

35.000.

000

34.670.

000

99.

06

%

M2

bangu

nan.

M2

bangun

an.

(26)

21

maupu

INTELIJEN

SASARA

N

INDIKATOR

KINERJA

TAR

GET

REA

LISA

SI

PERS

ENTA

SE

(%)

PROGRAM/KE

GIATAN

ANGGARAN

PAG

U

RE

AL

IS

AS

I

%

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Program

Penyelidikan/Pe

ngamanan/Pen

ggalangan

Kasus Intelijen

Peningkata

n

Kualitas

dan

Kuantitas

Penyelesai

an

Penangana

n

Penyelidika

n/Pengama

nan/

Penggalang

an

yang

Dilaksanak

an

Baik,

Kejati,

Kejari

Maupun

Tersusunnya

Laporan

hasil

kegiatan

Penyelidikan/pen

gamanan/penggal

angan

kasus

intelijen

di

Kejaksaan

Negeri/Cabang

Kejaksaan Negeri

3

3

100 %

Penanganan

Penyelidikan/Pe

ngamanan/Pen

ggalangan

di

Kejati,

Kejari

dan Cabjari

Pelaksanaan

Kegiatan

Pelacakan Aset

di Kejati dan

Kejari

40.9

20.0

00

88.0

50.0

00

40.

570

.00

0

55.

140

.00

0

99.14

%

62.62

LHK. LHK.

Tersusunnya

Laporan

Hasil

Pelaksanaan

Kegiatan

Pelacakan Aset di

Kejati dan Kejari

3

2

67 %

Lapora

n

pelaca

kan

aset.

Lapor

an

pelac

akan

aset.

(27)

22

Cabjari.

Meningkatn

ya Kualitas

Penyelengg

araan

Kegiatan

Penyuluhan

/Peneranga

n

Hukum

dan

Hubungan

Masyarakat

Terlaksananya

Penyuluhan

Hukum

kepada

Kelompok

Masyarakat

2

2

100 %

Penerangan

dan

Penyuluhan

Hukum

Laporan

Anti

KKN

22.7

60.0

00

100.

000.

000

22.

760

.00

0

100

.00

0.0

00

100

%

100%

Kelo

mpo

k

Masy

arak

at.

Kelo

mpok

Masy

araka

t.

Tersusunya

laporan

pelaksanaan

Penguatan

Jaringan

Masyarakat

Anti

KKN di Kejati dan

Kejari

2

2

100 %

Lapora

n anti

KKN.

Lapor

an

anti

KKN.

PIDUM

SASAR

AN

INDIKAT

OR

KINERJA

TAR

GET

REALI

SASI

PERSEN

TASE

(%)

PROGRAM/K

EGIATAN

ANGGARAN

PAGU

REALI

SASI

%

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Program

Penanganan

dan

Penyelesaian

Perkara Pidana

Umum

(28)

23

atnya

penyele

saian

perkara

tindak

pidana

umum di

Kejaksa

an

Tinggi,

Kejaksa

an

Negeri,

dan

Cabang

Kejaksa

an

Negeri

kannya

Perkara

Pidana

Umum

Yang

Diselesaik

an dalam

tahap Pra

Penuntuta

n

dan

Penuntuta

n

di

Kejaksaan

Negeri

dan

Cabang

Kejaksaan

Negeri

satu kota

dengan

Pengadila

n Negeri

Perka

ra

PIDU

M.

Perkara

PIDUM.

Perkara Pidana

Umum

di

Kejaksaan

Tinggi/Kejaksa

an Negeri dan

Cabang

Kejaksaan

Negeri

0.000

.000 72

%

PIDSUS

SASAR

AN

INDIKAT

OR

KINERJA

TAR

GET

REALI

SASI

PERSEN

TASE

(%)

PROGRAM/K

EGIATAN

ANGGARAN

PAGU

REALI

SASI

%

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Program

Penanganan

dan

Penyelesaian

Perkara Pidana

Khusus,

(29)

24

Pelanggaran

Ham

yang

Berat

dan

Perkara Tindak

Pidana Korupsi

Meningk

atnya

penyele

saian

perkara

pidana

khusus

dan

tindak

pidana

korupsi

secara

cepat,

tepat

dan

akuntab

el yang

dilaksan

akan

oleh

jajaran

kejaksaa

n

di

daerah.

Terselesai

kannya

pelaksana

an

Pengendal

ian

pengguna

an upaya

hukum,

pelaksana

an

eksekusi

dan

eksaminas

i

untuk

Perkara

Pidana

Khusus di

Kejaksaan

Tinggi

3

3

100 %

Penanganan

Perkara Tindak

Pidana Korupsi

dan

Tindak

Pidana Khusus

Lainnya

di

Kejati,

Kejari

dan Cabjari

117.75

0.000

88.470.

000

75.

13

%

Perka

ra

pidsu

s.

Perkara

pidsus.

Terselesai

kannya

penangan

an Kasus

Tindak

pidana

korupsi

pada

Tahap

Penyelidik

an

dan

Penyidikan

di

3

4

133.3 %

Kasus

korupsi.

Kasus

korupsi.

(30)

25

Kejaksaan

Negeri/Ca

bang

Kejaksaan

Negeri

Terselesai

kannya

penangan

an Perkara

Tindak

pidana

korupsi

pada

Tahap Pra

Penuntuta

n

dan

Penuntuta

n

di

Kejaksaan

Negeri/Ca

bang

Kejaksaan

Negeri

Wilayah I

3

3

100 %

Perkara

korupsi.

Perkara

korupsi.

DATUN

SASAR

AN

INDIKAT

OR

KINERJA

TAR

GET

REALI

SASI

PERSEN

TASE

(%)

PROGRAM/K

EGIATAN

ANGGARAN

PAGU

REALI

SASI

%

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Program

Penanganan

dan

(31)

26

Penyelesaian

Perkara

Perdata

dan

Tata

Usaha

Negara

Peningk

atan

Kualitas

dan

Kuantita

s

Penyele

saian

Perkara

Perdata

dan

Tata

Usaha

Negara

yang

Dilaksan

akan di

Daerah

Baik di

Kejati,

Kejari

Maupun

Cabjari.

Terselesai

kannya

penangana

n Perkara

Perdata

dan

Tata

Usaha

Negara di

Kejaksaan

Tinggi/Keja

ksaan

Negeri/Ca

bang

Kejaksaan

Negeri

(melalui

jalur

Non

Litigasi)

3

2

67 %

Penanganan

dan

Penyelesaian

Perkara

Perdata

dan

Tata

Usaha

Negara

di

Kejati,

Kejari

dan Cabjari

30.230

.000

9.000.0

00

29.

77

%

Perka

ra

Datun

.

Perkara

Datun.

Tersusuny

a laporan

Operasion

al

Pos

Media

Informasi

dan

Pelayanan

Hukum

Gratis

12

12

100 %

Laporan

per

bulan

Layanan

.

Laporan

per

bulan

Layana

n.

(32)

27

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab dan wewenang Kejaksaan Negeri

Mamuju tahun 2015 megedepankan seluruh penanganan perkara baik Pidum,

Pidsus maupun Datun, terutama penanganan tindak pidana korupsi maupun

tindak pidana yang menarik perhatian masyarakat.

Peningkatan pelayanan administrasi baik administrasi bidang pembinaan

maupun administrasi bidang Intelijen, Pidum, Pidsus, dan Datun yang semakin

membaik dalam upaya peningkatan penegakan hukum sehingga masyarakat

merasa puas dengan pelayanan prima yang dilaksanakan oleh Kejaksaan

negeri Mamuju.

Dengan mengoptimalkan peningkatan kinerja, maka sangat berpengaruh

terhadap penyelamatan keuangan Negara yang semakin meningkat dari tahun

ke tahun yang membawa dapak positif terhadap kinerja kejaksaan yang

semakin membaik di mata masyarakat.

4.2. Saran-Saran

Meskipun dalam penyusunan LAKIP Tahun 2015 Kejaksaan Negeri

Mamuju ini masih jauh dari kesempurnaan yang diharapkan oleh Pimpinan,

namun Kejaksaan Negeri Mamuju telah berupaya dengan mengoptimalkan

tenaga yang ada demi kemajuan Institusi yang kita banggakan ini yakni

Kejaksaan Republik Indonesia, oleh Karena itu kami menyampaikan

saran-saran sebagai berikut :

1. Sangat diperlukan dalam waktu yang dekat untuk pembangunan kantor

Kejaksaan Negeri Mamuju maupun pembangunan Rumah Dinas Kajari dan

Para Kasi/Kasubagbin Kejaksaan Negeri Mamuju yang sudah sangat tua;

2. Diperlukan adanya koordinasi antara aparat Kejaksaan itu sendiri baik

(33)

28

penyidikan, penuntutan, maupun eksekusi terhadap suatu kasus yang

ditangani Kejaksaan;

3. Diperlukan adanya kendaraan dinas yang mencukupi dengan sehingga

tugas-tugas diluar kantor segera terlaksana dan pelayanan prima kepada

masyarakat semakin cepat dan merata sehingga tercipta rasa keadilan dalam

masyarakat khususnya masyarakat di Kabupaten Mamuju dan Mamuju

Tengah.

Mamuju, 24 Januari 2016

KEPALA KEJAKSAAN NEGERI MAMUJU

MUHAMMAD RABITH, SH.

(34)
(35)

30

LAMPIRAN I

RENCANA STRATEJIK KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA

TAHUN 2015– 2019

TUJUAN SASARAN CARA MENCAPAI

TUJUAN DAN SASARAN KET

Uraian Indikator Target Uraian Indikator Kebijakan Program

1 2 3 4 5 6 7 8 Mengoptimalkan penyusunan dan pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) terhadap penyelesaian perkara tindak pidana umum, tindak pidana korupsi, tindak pidana lainnya, pelanggaran HAM yang berat, perkara Perdata dan Tata Usaha Negara, kegiatan Intelijen Kejaksaan yang meliputi penyelidikan, pengamanan dan penggalangan agar pelaksanaan tugas dapat lebih sistematis, terarah, efektif, efisian, terkendalidan terukur sehingga peningkatan kinerja akanlebih optimal dan juga meningkatkan penyelamatan uang Negara atas kesadaran hukum masyarakat dari hasil penanganan perkara

Penanganan perkara tindak pidana umum secara berkualitas dan profesional

Penanganan perkara pidum sesuai dengan KUHP, SOP dan penanganan perkara pidum sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Meningkatkan penyelesaian penanganan perkara tindak pidana umum, baik dari segi kualitas maupun kuantitas secara profesional, proporsional dan bermartabat serta mampu menciptakan suasana kondusif yang dapat mendukung keberhasilan proses penegakan hukum yang dilaksanakan oleh Kejaksaan

Jumlah perkara dalam tahap prapenuntutan yang diselesaikan

SOP Penanganan perkara pidum sesuai petunjuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum

Peningkatan Pra-penuntutan di Kejaksaan Agung. Jumlah perkara dalam

tahap penuntutan yang diselesaikan Peningkatan Penuntutan di Kejaksaan Agung. Jumlah Pengendalian penggunaan upaya hukum, grasi dan pelaksanaan eksekusi dan eksaminasi yang diberikan. Peningkatan Upaya hukum, Eksekusi dan Eksaminasi Penanganan perkara tindak pidana umum secara berkualitas dan profesional yang dilaksanakan oleh Kejati, Kejari dan Cabjari secara profesional, proporsional

Penanganan perkara pidum sesuai dengan KUHP, SOP dan penanganan perkara pidum sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang ditangani oleh Kejati, Kejari dan Cabjari sesuaiSOP dan peraturan yang berlaku

Jumlah perkara tindak pidana umum yang diselesaikan oleh jajaran Kejaksaan di daerah Kejati, Kejari dan Cabjari.

SOP Penanganan perkara pidum sesuai petunjuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum yang ditangani oleh Kejati, Kejari dan Cabjari sesuai petunjuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum

Penanganan Perkara Pidana Umum di Kejaksaan Tinggi / Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri Penanganan perkara tindak pidana khusus secara Penanganan perkara pidum sesuai dengan KUHP, SOP dan

Meningkatkan penyelesaian penanganan perkara

Jumlah Pengendalian penggunaan upaya hukum, grasi dan

SOP Penanganan perkara pidum sesuai petunjuk Jaksa Agung

Peningkatan Upaya hukum, Eksekusi dan

(36)

31

yang ditangani Kejaksaan baik secara kuantitas maupun kualitasnya serta mampu menciptakan suasana kondusif yang mendukung keberhasilan proses penegakan hukum yang dilaksanakan Kejaksaan. berkualitas dan profesional penanganan perkara khusus sesuai dengan ketentuan yang berlaku

tindak pidana khusus, Tindak Pidana Korupsidan Perkara Pelanggaran HAM baik dari segi kualitas maupun kuantitas secara profesional, proporsional dan bermartabat serta mampu menciptakan suasana kondusif yang dapat mendukung keberhasilan proses penegakan hukum yang dilaksanakan oleh Kejaksaan

pelaksanaan eksekusi dan eksaminasi yang diberikan

Muda Tindak Pidana Khusus Eksaminasi Penanganan perkara tindak pidana khusus secara berkualitas dan profesional Penanganan perkara pidsus sesuai dengan KUHP, SOP dan penanganan perkara khusus sesuai dengan ketentuan yang berlaku Meningkatkan penyelesaian penanganan perkara tindak pidana korupsi baik dari segi kualitas maupun kuantitas secara profesional, proporsional dan bermartabat serta terciptanya suatu kondisi penegakan hukum, khususnya dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi yang didukung oleh masyarakat dan mendapat kepercayaan masyarakat

Jumlah Penyelidikan dan Penyidikan perkara tindak pidana Korupsi yang diselesaikan

SOP Penanganan perkara pidsus sesuai petunjuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Penanganan Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Jumlah perkara tin dak

pidana korupsi yang diselesaikan dalam tahap penyidikandan eksaminasi yang diberikan untuk perkara pelanggaran HAM yang berat Penanganan perkara

pra penuntutan dan penuntutan tindak pidana khusus secara berkualitas dan profesional Penanganan perkara prapenuntutan dan penuntutan sesuai dengan KUHP, SOP sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Jumlah perkara tindak pidana korupsi yang diselesaikan dalam tahap pra Penuntutan.

SOP Penanganan perkara prapenuntutan dan penuntutan pelanggaran sesuai petunjuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

Peningkatan Pra Penuntutan dan Penuntutan Jumlah perkara tindak

pidana korupsi yang diselesaikan dalam tahap penuntutan

(37)

32

Penanganan perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana khusus lainnya secara berkualitas dan profesional di laksanakan pada Kejati, Kejari dan Cabjari

Penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Khusus Lainnya di laksanakan pada Kejati, Kejari dan Cabjari sesuai dengan KUHP, SOP sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Jumlah perkara tindak pidana korupsi yang diselesaikan oleh Kejati, Kejari dan Cabjari

SOP Penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Khusus Lainnya di Kejati, Kejari dan Cabjari sesuai petunjuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Khusus Lainnya di Kejati, Kejari dan Cabjari Jumlah perkara tindak

pidana khusus (ZEE Perikanan, Kepabeanan dan Cukai) yang diselesaikan oleh Kejati, Kejari dan Cabjari. Penanganan perkara

pelanggaran perkara HAM berat secara berkualitas dan profesional

Penanganan perkara pelanggaran HAM berat sesuai dengan KUHP, SOP dan peraturan-peraturan yang berlaku

Meningkatkan penyelesaian penanganan perkara pelanggaran HAM yang berat baik dari segi kualitas maupun kuantitas secara profesional, proporsional dan bermartabat Jumlah penyidikan perkara pelanggaran HAM yang berat yang diselesaikan

SOP Penanganan perkara pelanggaran HAM yang berat sesuai petunjuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

Penanganan Pelanggaran HAM yang Berat Jumlah perkara

pelanggaran HAM yang berat yang diselesaikan dalam tahap Penuntutan Jumlah Pra penyidikan perkara pelanggaran HAM yang berat yang diselesaikan Jumlah Penuntutan perkara pelanggaran HAM yang berat yang diselesaikan Jumlah Pengendalian penggunaan upaya hukum, grasi dan pelaksanaan eksekusi dan eksaminasi yang diberikan untuk perkara pelanggaran HAM yang berat

(38)

33

Penanganan perkara Perdata dan Tata Usaha Negara secara berkualitas dan profesional Penanganan perkaraPerdata dan Tata Usaha Negaradengan KUHP, SOP sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Meningkatkan pelaksanaan tugas dan wewenang dalam penanganan perkara Perdata dan Tata Usaha Negara dengan memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum dan pelayananhukum kepada pemerintah, penegakan hukum, serta penindakan hukum lain sesuai dengan ketentuanperundang-undangan yang berlaku

Jumlah perkara perdata yang diselesaikan

SOP Penanganan perkara Perdata dan Tata Usaha Negara sesuai petunjuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

Penanganan dan Penyelesaian Perkara Perdata Jumlah perkara tata

usaha negara yang diselesaikan. Peningkatan Penanganan Perkara Tata Usaha Negara Jumlah perkara pemulihan dan perlindungan hak yang diselesaikan Penanganan Pemulihan dan Perlindungan HAK Terselesaikannya Penanganan perkara Perdata dan Tata Usaha Negara di daerah, baik di Kejati, Kejari maupun Cabjari

Penanganan dan Penyelesaian Perkara Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejati, Kejari dan Cabjari Penanganan kegiatan intelijen di bidang ekonomi, Keuangan dan pembangunan secara berkualitas dan profesional Penanganan kegiatan intelijen di bidang ekonomi, Keuangan dan pembangunan sesuai dengan KUHP, SOP sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil penyelidikan, pengamanan dan penggalangan yangkomprehensif dilengkapi dengan data berupa bukti hukum dan fakta hukum yang valid dan optimal, serta mampu menciptakan suasana kondusif yang dapat mendukung keberhasilan proses penegakan hukum yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Jumlah kegiatan intelijen di bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan tepat waktu yang dilaksanakan oleh jajaran Direktorat Ekonomi dan Keuangan Jaksa Agung MudaIntelijen. SOP Penanganan kegiatan intelijen dibidang ekonomi, keuangan dan pembangunan sesuai petunjuk Jaksa Agung Muda Intelijen Pelaksanaan Kegiatan Hukum Ekonomi dan Keuangan di Kejaksaan Agung

Jumlah produksi dan sarana hasil pelaksanaan kegiatan intelijen Pelaksanaan Kegiatan Produksi Sarana Intelijen Kejaksaan Agung Jumlah kegiatan intelijen di bidang ideologi, sosial, politik, pertahanan keamanan dan ketertiban umum tepat waktu Pelaksanaan Kegiatan Sosial dan Politik di Kejaksaan Agung Terlaksananya kegiatan koordinasi Kegiatan koordinasi dilaksanakan Terselesaikannya Penanganan SOP Penanganan Penyelidikan/ Penanganan Penyelidikan/

(39)

34

dengan seluruh satuan kerja dalam rangka persiapan rumusan rencana kerja monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan intelijen

berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada

Penyelidikan/ Pengamanan/ Penggalangan di Kejati, Kejari dan Cabjari Pengamanan/ Penggalangan yang dilaksanakan di Kejati, Kejari dan Cabjarisesuai petunjuk Jaksa Agung Muda Intelijen

Pengamanan/ Penggalangan di, Kejati, Kejari dan Cabjari

Meningkatkan pelayanan administrasi kepegawaian yang prima dan meningkatkan pengkajian, penelitian dan pengem-bangan serta kerjasama hukum yang mendukung tugas pokok dan fungsiaparatur Kejaksaan serta meningkatkan kualitas pengawasan atas pelaksanaan tugas rutin dan pembangunan terhadap semua unsur Kejaksaanberdasarkan peraturan perundang-undangan dan ketentuan serta kebijakan yang telah di tentukan oleh Jaksa Agung RI, terutama dalam penegakan hukum. Meningkatkan pelayanan penyusunan perundang-undangan dan kerjasama hukum Pelayanan ini dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku Terlaksananya pemberian pertimbangan hukum kepada satuan organisasi Kejaksaan dan instansi pemerintah, serta turut melakukan penelaahan dan penyusunan perumusan peraturan perundang-undangan dan pembinaan hubungan dengan lembaga negara, lembaga pemerintah dan lembaga lain baik di dalam maupun di luar negeri

Jumlah kerja sama hukum sebagai implementasi MLA dalam rangka pengembalian terdakwa/tersangka dan asset negara hasil tindak pidana korupsi yang disembunyikan di luar negeri

SOP peranan pembinaan manajemen kinerja dan administrasi keuangan, penyusun rumusan rancangan peraturan serta penelitian, pengembangan keilmuan dan kegiatan ilmiah sesuai petunjuk Jaksa Agung Muda Pembinaan Pelayanan Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan dan Kerjasama Hukum Jumlah rancangan peraturan perundang-undangan yang dilakukan penelaahan. Terlaksananya kualitas pembinaan pengelolaan keuangan dan PNBP Terlaksananya kegiatan ini berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku Meningkatnya kualitas Pembinaan pengelolaan keuangan dan PNBP

Pembayaran gaji dan hak-hak keuangan pegawai Pembinaan Pengelolaan Keuangan Pengelolaan keuangan, bimbingan teknis pelaksanaan anggaran dan pelaporan realisasi anggaran serta monitoring dan bimbingan teknis penanganan perkara dalam rangka meningkatkan pengembalian asset negara hasil penanganan/penyeles aian perkara

(40)

35

Pengelolaan PNBP yang disetor ke kas negara Penerimaan Negara Bukan Pajak Kejaksaan RI Meningkatnya penelitian, pengkajian, pengembangan, kerjasama keilmuan dan kegiatan ilmiah lainnya yang berkaitan dgn tugas dan wewenang serta fungsi Kejaksaan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan dan kebijaksanaan yang ditetap oleh Jaksa Agung

Jumlah penelitian, pengkajian, pengembangan, kerjasama keilmuan dan kegiatan ilmiah lainnya Penelitian, pengkajian,peng embangan, kerjasama keilmuan dan kegiatan ilmiah lainnya dan tugas dan wewenang serta fungsi Kejaksaan Republik Indonesia Terlaksananya kegiatan pengusutan, pemeriksaan atas lapdu masyarakat adanya penyimpangan, penyalahgunaan jabatan/ wewenang dan sangsi terhadap pegawai Kejaksaan yang terbukti melakukan tindakan tercela/terbukti melakukan tindak pidana Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku Meningkatnya kualitas pengawasan atas pelaksanaan tugas rutin dan pembangunan semua unsur Kejaksaan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung Jumlah laporan pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti dan diselesaikan terhadap pelanggaran disiplin pegawai dan penyalahgunaan jabatan dan wewenang SOP peranan pengawasan dalam rangka menidaklanjuti Lapdu untuk mendukung tugas-tugas penegakan hukum baik manajemen administrasi maupun pelaksanaan penanganan teknis perkara dan disiplin pegawai sesuai petunjuk Jaksa Agung Muda Pengawasan Peningkatan Pengawasan Bidang Kepegawaian dan Pelaksanaan Tugas-Tugas Umum Jumlah laporan pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti dan diselesaikan terhadap penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaankeuangan Peningkatan Pengawasan Keuangan, Perlengkapan dan Proyek Pembangunan.

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini mengisyaratkan bahwa membentuk karakter tidak dapat dilakukan hanya dengan memberikan materi atau pengetahuan mengenai karakter, tetapi lebih ditekankan

Teknik test: Keaktifan dan ketepatan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh asisten Criteria: Scoring guidelines (Marking Scheme) Non-test technique: Oral

Dilihat dari sisi hukumnya (peraturan perundang-undangan) yang berlaku, dimana aturan hukum ditelaah menurut studi kepustakaan (Law In Book), serta pengumpulan data dilakukan

Halaman Raport siswa merupakan halam- an yang berfungsi untuk menampilkan ke- seluruhan rekan nilai siswa setiap anak. Pada halaman Raport ini wali kelas dapat me-

Tujuan penelitian ini ialah memperoleh informasi mengenai keragaman cendawan penyebab penyakit pascapanen pada umbi bawang merah yang diperoleh dari beberapa pasar tradisional

Pada Tabel 1.4 di atas menunjukkan bahwa tingkat konsumsi minuman berkarbonasi yang paling banyak dikonsumsi oleh konsumen adalah merek Fanta dengan total sebesar 682,73,

Guru memiliki peran sentral dalam proses pembelajaran di sekolah, mulai dari jenjang pendidikan usia dini sampai sekolah menengah. Kedudukan guru dalam sistem

KKP3SL-Kemitraan Pengkajian adalah program kegiatan kerjasama pengkajian dan pengembangan inovasi pertanian spesifik lokasi antara BPTP dengan Pemda dan