• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

32

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Penelitian yang digunakan peneliti adalah menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki permasalahan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar.

Penelitian tindakan kelas bertujuan memperbaiki pembelajaran. Perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus menerus selama kegiatan penelitian dilakukan. Oleh karena itu PTK menggunakan perlakuan yang berupa siklus. dan peneliti menggunakan 2 siklus.

Penelitian ini dilakukan di SDN Randuacir 02 Salatiga dengan subyek penelitian siswa Kelas V sebanyak 28 siswa, terdiri dari laki-laki 12 siswa dan perempuan 16 siswa.

3.2. Setting Dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.2.1. Tempat Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan di kelas V SDN Randuacir 02 yang terletak di Desa Randuacir.

3.2.2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April. Bulan Februari peneliti mulai mengadakan observasi kelas, mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam pembelajaran, mulai mengadakan persiapan menyusun proposal penelitian. Bulan April – Mei peneliti sudah mulai melaksanakan penelitian tindakan kelas siklus I, tindakan kelas siklus II. Bulan Mei peneliti mulai membuat laporan hasil penelitian.

(2)

3.2.3. Karakteristik Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki pada semester II tahun ajaran 2013/2014 di SDN Randuacir 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga.

3.3. Variabel Penelitian 3.3.1. Jenis Variabel

Sugiyono (2010: 38), mendefinisikan variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu Variabel Bebas (X) dan Variabel Terikat (Y).

a. Variabel Bebas (X)

Sugiyono (2010: 39) mendefinisikan variable bebas (independen) adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah STAD dengan bantuan Media Gambar.

b. Variabel Terikat (Y)

Sugiyono (2010: 39) mendefinisikan variable terikat (dependen) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas. Dalam penelitian ini, variabel terikatnya adalah Keaktifan dan Hasil Belajar.

(3)

3.3.2. Hubungan antar variabel

Variabel X mempengaruhi variable Y. model pembelajaran tipe STAD dengan bantuan media gambar (X), mempengaruhi keaktifan dan Hasil belajar IPS pada siswa kelas V SDN Randuacir 02 Kota Salatiga Semester II sebagai variable (Y).

3.3.3. Definisi Operasional Variabel

Sesuai judul penelitian "Peningkatan Keaktifan dan Hasil belajar IPS melalui Pembelajaran STAD dengan bantuan Media Gambar pada Siswa Kelas V SDN Randuacir 02 Kota Salatiga Semester II Tahun Ajaran 2013/2014", definisi operasional dari variabel-variabel penelitian yang digunakan adalah:

a. STAD dengan bantuan Media Gambar (Variabel Bebas)  STAD

Menurut (Arindawati, 2004). Model pembelajaran ini, masing-masing kelompok beranggotakan 4 – 5 orang yang dibentuk dari anggota yang heterogen terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai suku, yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jadi, model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah salah satu model pembelajaran yang berguna untuk menumbuhkan kemampuan kerjasama, kreatif, berpikir kritis dan ada kemampuan untuk membantu teman serta merupakan pembelajaran kooperatif yang sangat sederhana.

 Media Gambar

Menurut Miarso (1980) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan anak didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa.

Nana Sudjana (2009) berpendapat bahwa media merupakan pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran

(4)

yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya

b. Keaktifan dan Hasil Belajar (Variabel Terikat)  Keaktifan

Keaktifan peserta didik dalam belajar secara efektif itu dapat dinyatakan sebagai berikut:

a. Hasil belajar peserta didik umumnya hanya sampai tingkat penguasaan, merupakan bentuk hasil belajar terendah.

b. Sumber-sumber belajar yang digunakan pada umumnya terbatas pada guru (catatan penjelasan dari guru) dan satu dua buku catatan.

c. Guru dalam mengajar kurang merangsang aktivitas belajar peserta didik secara optimal. (Tabrani,1989: 128)

Keaktifan sendiri merupakan motor dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan belajar, siswa di tuntut untuk selalu aktif memproses dan mengolah hasil belajarnya.

 Hasil Belajar

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa, setelah menerima pengalaman belajarnya, yang dibuktikan melalui hasil tes dalam penelitian ini Variabel terikat yang dimaksud adalah meningkatkan hasil belajar IPS tentang jasa dan peran tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V SD Negeri di SDN Randuacir 02 Semester II.

3.4. Rencana Tindakan

Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan menggunakan Metode PTK siklus berdaur yang terdiri dari 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan dan pengamatan, dan tahap refleksi. Tahap tersebut disajikan dalam gambar 3.2

(5)

Gambar 3.1 Metode PTK Siklus Berdaur

( Suharismi Arikunto,2008 )

Penelitian ini direncanakan sebanyak 2 siklus Penelitian ini adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat (IGAK Wardhani,).

Langkah tindakan yang akan digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah dengan Model suharsini ,arikunto dengan melalui 3 Tahapan yaitu :

(a) Perencanaan

(b) Tindakan dan Pengamatan (c) Refleksi PENGAMATAN PERENCANAAN PELAKSANAAN PENGAMATAN REFLEKSI SIKLUS II ? PELAKSANAAN SIKLUS I PERENCANAAN REFLEKSI

(6)

3.4.1. Rencana Pelaksanaan Siklus 1

a. Tahap Perencanaan

Sebelum melaksanakan penelitian peneliti perlu membuat perencanaan sebelum melakukan tindakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pada tahap identifikasi masalah dan perumusan masalah peneliti bekerja

sama dengan guru kelas V dan dosen pembimbing untuk mengungkap dan memperjelas permasalahan yang peneliti hadapi untuk dijadikan jalan pemecahan yang tepat.

2) Merancang pembelajaran dengan menitik beratkan ”Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran STAD Dengan Bantuan Media Gambar”.

3) Menyiapkan alat peraga pembelajaran yang diperlukan

4) Menyusun lembar observasi sebagai panduan bagi observer dalam mengobservasi dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran.

5) Siklus 1 dilaksanakan 2 tahap pertemuan. Adapun perincian standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator-indikator dan tujuan pembelajaran pada pokok bahasan adalah sebagai berikut:

I Standar Kompetensi

2 Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

II Kompetensi Dasar

2.2 Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

III Indikator Pembelajaran

o Menjelaskan beberapa usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan

o Menjelaskan usaha persiapan kemerdekaan oleh BPUPKI o Menjelaskan usaha persiapan kemerdekaan oleh PPKI

o Menjelaskan perlunya perumusan dasar negara sebelum kemerdekaan o Menjelaskan Perumusan dasar negara Indonesia

(7)

IV Tujuan Pembelajaran Pertemuan I

Melalui penjelaskan guru, siswa dapat menyebutkan beberapa usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan

Melalui kerja kelompok tentang beberapa usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan dengan bantuan media gambar siswa dapat menjelaskan usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan. Melalui penjelasan guru, siswa dapat menyebtkan usaha persiapan kemerdekaan oleh BPUPKI

Melalui kerja kelompok tentang usaha persiapan kemerdekaan oleh BPUPKIdengan bantuan media gambar siswa dapat menjelaskan usaha persiapan kemerdekaan oleh BPUPKI.

Melalui penjelasan guru, siswa dapat menyebtkan usaha persiapan kemerdekaan oleh PPKI

Melalui kerja kelompok tentang usaha persiapan kemerdekaan oleh BPUPKI dengan bantuan media gambar siswa dapat menjelaskan usaha persiapan kemerdekaan oleh PPKI.

Pertemuan II

Setelah melakukan tanya jawa bersama guru tentang perlunya perumusan dasar negara siswa dapat menyebutkan perlunya perumusan dasar negara sebelum kemerdekaan

Melalui diskusi kelompok dengan bantuan media gambar tentang perlunya perumusan dasar negar siswa dapat menjelaskan perlunya perumusan dasar negar.

Setelah melakukan tanya jawa bersama guru tentang perumusan dasar negara Indonesia siswa dapat menyebutkan perlunya perumusan dasar negara Indonesia.

Melalui diskusi kelompok dengan bantuan media gambar tentang perumusan dasar negar Indonesia siswa dapat menjelaskan perumusan dasar negar Indonesia.

(8)

b. Tahap Tindakan dan Observasi

Langkah-langkah pelaksanaan siklus 1 sebagai berikut:

Pertemuan 1 1. Kegiatan Awal

1) Apersepsi

“Pada Tahun Berapakah Negara Jepang Menjajah Indonesia”.?

2) Motifasi : Menyampaikan Indikator Pencapaian Kompetensi dan kompetensi yang diharapkan

3) Siswa menyimak langkah-langkah pembelajaran dari guru

2. Kegiatan Inti

Eksplorasi

 menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa.  Menyajikan materi “Usaha mempersiapkan kemerdekaan” dengan

bantuan media gambar tentang pembukaan sidang BPUPKI dan suasana sidang PPKI.

 Membimbing siswa membentuk kelompok secara heterogen, masing-masing kelompok terdiri 4 orang dan setiap anggota kelompok. Elaborasi

 Siswa berdiskusi kelompok menggunakan LKS untuk menyebutkan dan menjelaskan tentang “Usaha Mempersiapkan Kemerdekaan”, oleh BPUPKI dan oleh PPKI dengan bantuan media gambar.

 Siswa dapat mengelompokan gambar tentang BPUPKI.  Siswa dapat mengelompokan gambar tentang PPKI.

 Siswa menjelaskan konsep hasil identifikasi gambar BPUPKI dan PPKI.

Konfirmasi

 Siswa mempresentasikan hasil kelompok masing-masing didepan kelas.

 Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang presentasi.

(9)

 Siswa mengerjakan lembar kerja kuis yang diberikan oleh guru

 Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

3. Penutup

Kegiatan penutup siswa bersama guru menarik kesimpulan, melakukan refleksi pembelajaran yang sudah dilaksanakan agar tahu kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran. Kemudian guru pun memberikan penguatan kepada siswa dengan menyampaikan pesan penyemangat dan penegasan pesan moral untuk tekun, disiplin dan tanggung jawab dalam belajar.

Pertemuan 2

1. Kegiatan Awal

1) Apersepsi:

Siswa menerima pertanyaan dari guru “Apakah Dasar Negara Indonesia”.?

2) Motifasi :

Siswa mendengarkan motifasi dari guru yang sesuai indikator pencapaian kompetensi dan kompetensi yang diharapkan.

3) Siswa menyimak langkah-langkah pembelajaran dari guru.

2. Kegiatan Inti

Eksplorasi

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa.

 Menyajikan materi “Perumusan dasar negara” dengan bantuan media gambar tentang tokoh-tokoh.

 Membimbing siswa membentuk kelompok secara heterogen, masing-masing kelompok terdiri 4 orang dan setiap anggota kelompok. Elaborasi

 Siswa berdiskusi kelompok menggunakan LKS untuk menyebutkan dan menjelaskan tentang “Perlunya Perumusan Dasar Negara” dengan bantuan media gambar.

(10)

 Siswa dapat mengelompokan gambar tentang “Perlunya Perumusan Dasar Negara”.

 Siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan konsep hasil dari gambar tentang “Perlunya Perumusan Negara”.

Konfirmasi

 Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok masing-masing didepan kelas.

 Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang presentasi.

 Siswa bersama guru memberikan aplaus.

 Siswa mengerjakan lembar kerja kuis yang diberikan oleh guru.

 Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.

3. Penutup

Kegiatan penutup siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran, dan siswa mengerjakan tes formatif 1 untuk mengukur keaktifan dan hasil belajar siswa dalam tindakan pembelajaran siklus 1 yang sudah dilaksanakan. Siswa bersama guru melakukan refleksi pembelajaran yang sudah dilaksanakan agar tahu kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran. Kemudian peneliti pun memberikan penguatan kepada siswa dengan menyampaikan pesan penyemangat, belajarlah lebih giat dan jangan suka bermain sama teman-teman saat pembelajaran berlangsung.

Sementara pembelajaran berlangsung peneliti dan observer melakukan penilaian proses observasi keaktifan belajar, kinerja guru dan siswa. Peneliti melakukan penilaian proses pembelajaran sesuai rubrik penilaian yang dibuat. Observasi ini dapat terlaksana atas kerjasama antara peneliti , guru observer, dan rekan mahasiswa. Observasi proses pembelajaran baik kepada siswa maupun guru dengan mengisi data

(11)

observasi dan mencatat hal-hal penting yang ditemukan selama proses pembelajaran.

c. Refleksi

Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi terhadap proses kegiatan belajar. Refleksi dilakukan atas dasar hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh observer/teman sejawat. Setelah tahap refleksi dan siklus I selesai dilaksanakan, maka diperoleh hasil. Hasil tersebut akan dianalisis apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau belum serta kelemahan-kelemahan apa saja yang menghambat proses pembelajaran. Apabila hasil yang diperoleh belum mencapai ketuntasan belajar yang diharapkan maka dilanjutkan pada siklus II.

3.4.2. Rencana Pelaksanaan Siklus II

Berdasarkan hasil refleksi terhadap perbaikan pembelajaran siklus I, maka disusun rencana perbaikan pembelajaran siklus II berupa prosedur perbaikan yang dilaksanakan, yang terdiri dari :perencanaan, implementasi tindakan dan observasi, dan refleksi.

Rancangan pelaksanaan siklus II terdiri dari tahap-tahap: a. Tahap Perencanaan

Sebelum melaksanakan siklus II peneliti perlu membuat perencanaan sebelum melakukan tindakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Perencanaan tindakan kelas pada siklus II didasarkan atas hasil

refleksi siklus 1.

2) Merancang pembelajaran dengan menitik beratkan ”Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran STAD Dengan Bantuan Media Gambar”.

3) Menyiapkan alat peraga dan media pembelajaran yang diperlukan 4) Merancang test formatif

5) Menyusun rubrik penilaian dan lembar observasi sebagai panduan bagi observer dalam mengobservasi dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran.

(12)

6) Siklus II dilaksanakan 2 tahap pertemuan. Adapun perincian standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator-indikator dan tujuan pembelajaran pada pokok bahasan adalah sebagai berikut:

I. Standar Kompetensi

2 Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia

II. Kompetensi Dasar

2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia

III. Indikator Pembelajaran

o Mengidentifikasi beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan o menyebutkan peranannya para tokoh dalam mempersiapkan

kemerdekaan

o Menjelaskan cara Menghargai Jasa Tokoh dalam Mempersiapkan Kemerdekaan

o menjelaskan sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan

IV. Tujuan Pembelajaran Pertemuan I

Melalui penjelasan guru dengan bantuan media gambar tentang tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan siswa dapat mengidentifikasi Mengenal tokoh-tokoh persiapan kemerdekaan

Setelah mengidentifikasi dengan bantuan media gambar melalui diskusi kelompok tentang tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan siswa dapat mengenal tokoh-tokoh persiapan kemerdekaan

Pertemuan II

o Setelah melalui tanya jawa bersama guru tentang Menunjukan sikap menghormati jasa para tokoh dalam mempersiapakan kemerdekaan siswa diharapkan bisa menyebutkan cara menghormati jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan

(13)

o Melalui diskusi kelompok tentang menunjukan sikap menghormati jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan siswa diharapkan bias menjelaskan cara menghormati usaha para tokoh mempersiapkan kemerdekaan

o Setelah melalui penjelasan dari guru tentang menghargai jasa tokoh dalam mempersiapakan kemerdekaan siswa diharapkan bisa menyebutkan cara menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan

o Melalui diskusi kelompok tentang menunjukan sikap menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan siswadi harapkan bias menjelaskan cara menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan b. Tahap Tindakan dan Observasi

Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran siklus 2 adalah:

Pertemuan 1 1. Kegiatan Awal

 Mengucapkan salam, berdo’a, Absensi kelas, mengkondisikan kelas.  Apresefsi :Guru bertanya kepada siswa, “Siapakah Nama Penjahit

Bendera Negara Indonesia”.

 Motifasi : Menyampaikan Indikator Pencapaian Kompetensi dan kompetensi yang diharapkan

 Siswa menyimak langkah-langkah pembelajaran dari guru

2. Kegiatan Inti

Eksplorasi

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa.

 Menyajikan materi “Mengenal Tokoh-Tokoh Persiapan Kemerdekaan” dengan bantuan media gambar tentang tokoh-tokoh.

 Membimbing siswa membentuk kelompok secara heterogen, masing-masing kelompok terdiri 4 orang dan setiap anggota kelompok.

(14)

Elaborasi

 Siswa diminta untuk mengidentifikasi dan menyebutkan menggunakan LKS tentang “Mengenal Tokoh-Tokoh Persiapan Kemerdekaan” dengan bantuan media gambar.

 Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok masing-masing didepan kelas

 Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang presentasi

Konfirmasi

 Siswa bersama guru memberikan aplaus.

 Siswa mengerjakan lembar kerja kuis yang diberikan oleh guru

 Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

3. Penutup

Pada kegiatan penutup siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran, melakukan refleksi pembelajaran yang sudah dilaksanakan agar tahu kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran. Sehingga peneliti dapat menentukan langkah-langkah tindakan selanjutnya. Kemudian peneliti pun memberikan penguatan kepada siswa dengan menyampaikan pesan penyemangat “belajarlah lebih giat lagi”.

Pertemuan 2 1. Kegiatan Awal

 Mengucapkan salam, berdo’a, Absensi kelas, mengkondisikan kelas.  Apresefsi : siapakah nama proklamator Indonesia.?

 Motifasi: Menyampaikan Indikator Pencapaian Kompetensi dan kompetensi yang diharapkan

 Siswa menyimak langkah-langkah pembelajaran dari guru

2. Kegiatan Inti

Eksplorasi

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa.

(15)

 Menyajikan materi “Menghormati usaha para tokoh mempersiapkan kemerdekaan” dengan bantuan media gambar tentang tokoh-tokoh.  Membimbing siswa membentuk kelompok secara heterogen,

masing-masing kelompok terdiri 4 orang dan setiap anggota kelompok. Elaborasi

 Siswa diminta untuk menyebutkan dan menjelaskan menggunakan LKS tentang “Menghormati usaha para tokoh mempersiapkan kemerdekaan” dengan bantuan media gambar.

 Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok masing-masing didepan kelas

 Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang presentasi

Konfirmasi

 Siswa bersama guru memberikan aplaus.

 Siswa mengerjakan lembar kerja kuis yang diberikan oleh guru

 Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

3. Penutup

Pada kegiatan penutup siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran, setelah itu siswa mengerjakan tes formatif 2 untuk mengukur hasil belajar siswa secara individual dalam tindakan pembelajaran siklus II yang sudah dilaksanakan. Siswa bersama guru melakukan refeksi pembelajaran yang sudah dilaksanakan agar tahu kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran. Kemudian guru pun memberikan penguatan kepada siswa dengan menyampaikan pesan penyemangat belajarlah lebih giat dan hormati orang yang tua dari kalian. Sementara pembelajaran berlangsung peneliti dan observer melakukan penilaian proses, observasi keaktifan belajar, observasi kinerja guru dan siswa. Peneliti melakukan penilaian proses pembelajaran sesuai rubrik penilaian yang dibuat. Observasi ini dapat terlaksana atas kerjasama antara peneliti , guru observer, dan rekan mahasiswa.

(16)

Observasi proses pembelajaran baik kepada siswa maupun guru dengan mengisi data observasi dan mencatat hal-hal penting yang ditemukan selama proses pembelajaran.

c. Refleksi

Tahap ini peneliti melakukan refleksi terhadap proses kegiatan belajar mengajar hampir sama pada siklus sebelumnya. Refleksi dilakukan atas dasar hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti. Setelah tahap refleksi dan siklus 2 selesai dilaksanakan, maka diperoleh hasil. Apabila hasil yang diperoleh belum mencapai ketuntasan belajar yang diharapkan, maka dilanjutkan pada siklus selanjutnya.

3.5. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data 3.5.1. Jenis Data

a. Data kuantitatif

Data kuantitatif berupa hasil belajar siswa setelah dilakukan penelitian tindakan setiap akhir siklus dengan lembar penilaian hasil belajar siswa. Data kuantitatif diwujudkan dengan hasil belajar IPS kelas V.

b. Data kualitatif

Data kualitatif menerangkan keaktifan siswa dalam belajar, suasana kelas, dan aktivitas siswa yang dapat diperoleh dari lembar observasi mengenai aktivitas siswa baik secara individu maupun dalam kelompok. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi dengan menggunakan lembaran pengamatan aktivitas siswa, aktivitas guru, dan wawancara serta catatan lapangan dalam pembelajaran IPS dengan pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).

(17)

3.5.2. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode observasi, metode tes, dan dokumentasi.

1. Observasi

Observasi atau disebut juga pengamatan meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh indera (Arikunto, 2002 : 120).

Metode observasi penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan Bantuan Media Gambar.

2. Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok (Arikunto, 2002).

Metode tes dalam penilitian ini digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi belajar.Tes diberikan kepada siswa secara individu untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa.Tes ini dilaksanakan pada pembelajaran siklus I dan siklus II. 3. Dokumentasi

Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau faktor yang berupa catatan lapangan, transkrip, (Arikunto, 2002). Metode dokumentasi dilakukan untuk merekam selama proses kegiatan belajar mengajar berlansung. Untuk memberikan gambaran secara konkret mengenai kegiatan kelompok siswa dan menggambarkan suasana kelas ketika aktivitas belajar berlangsung digunakan dokumen berupa foto.

(18)

3.5.3. Instrumen Pengumpulan data

Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah:

1. Tes.

Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data utama dalam penelitian ini adalah tes formatif hasil belajar dalam bentuk tes pilihan ganda dan uraian. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar IPS siswa kelas V pokok bahasan perjuangan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Soal tes yang diberikan adalah soal test tertulis yang berbentuk pilihan ganda 20 soal yang digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran. Tes ini diberikan di akhir pertemuan siklus. Adapun kisi-kisi soal dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 3.1

Kisi – kisi instrument tes soal mata pelajaran IPS Siklus I

Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator Nomor Soal Item 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 2.2. menghargai jasa dan peran tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia  menjelaskan beberapa usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan  menjelaskan usaha persiapan kemerdekaan oleh BPUPKI  menjelaskan usaha persiapan kemerdekaan oleh PPKI 3, 4, 6, 7, 1, 14, 17, 18 8

(19)

 menjelaskan perlunya perumusa dasar Negara sebelum kemerdekaan  menjelaskan perumusan dasar Negara Indonesia 9, 10, 11, 12, 15, 2, 5, 8, 13, 16, 19, 20. 12 Jumlah soal 20 Tabel 3.2

Kisi – kisi instrument tes soal mata pelajaran IPS Siklus II

Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator Nomor Soal Item 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 2.2. menghargai jasa dan peran tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia  mengidentifikasi beberapa tokoh dalam mempersiapka kemerdekaan  menyebutkan

peranannya para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10. 10  menunjukan sikap menghargai jasa para tokoh dalam

mempersiapkan kemerdekaan  menjelaskan sikap

menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan. 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20. 10 Jumlah soal 20

(20)

3. Non tes

Penelitian ini menggunakan penilaian proses pembelajaran yaitu penilaian yang dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Guru observer dan peneliti melakukan observasi kepada guru dan siswa dalam model pembelajaran STAD dengan bantuan media gambar serta keaktifan belajar, Instrumen penilaiannya menggunakan rubrik penilaian yang telah disediakan oleh peneliti.

3.6. Validitas dan Reliabilitas 3.6. 1. Uji Validitas Tes

Uji validitas instrumen soal digunakan untuk mengetahui validitas soal yang nantinya akan digunakan sebagai tes individual setelah proses pembelajaran berlangsung. Validitas menurut Arikunto (2002:144) adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument.

Untuk mengetahui mengenai besarnya koefisien korelasi digunakan rentangan (Suharsimi Arikunto, 2002 : 146):

Tabel 3.3

Rentangan Uji Validitas Dan Reliabilitas

Kriteria Kategori

0,08 – 1,00 sangat tinggi

0,60 – 0,80 Tinggi

0,40 – 0,60 cukup tinggi

0,20 – 0,40 Rendah

Negatife - 0,00 – 0,20 sangat rendah (tidak valid)

Uji validitas soal tersebut dibantu dengan SPSS 16.0. Berdasarkan hasil pengujian validitas, diketahui bahwa dari 50 butir soal yang diujikan validitasnya, ada 40 soal yang dinyatakan valid, dan 10 soal yang dinyatakan tidak valid. Uji validitas ini dilaksanakan di SDN Randuacir 02 pada siswa kelas VI.

(21)

Tabel 3.4

Kisi – kisi instrument uji validitas soal mata pelajaran IPS Siklus I dan II

Standarkompetensi Kompetensidasar Indikator Item soal

Pilihang anda

Jumlah item 2. Menghargai peranan

tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 2.2 Menghargai jasa dan peran tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia

 menjelaskan beberapa usaha dalam rangka mempersiapkan

kemerdekaan

 menjelaskan usaha persiapan kemerdekaan oleh BPUPKI  menjelaskan usaha persiapan

kemerdekaan oleh PPKI

3, 4, 7, 8 1, 6, 10, 18, 12, 19, 22, 23. 12

 menjelaskan perlunya perumusa dasar Negara sebelum kemerdekaan  menjelaskan perumusan dasar

Negara Indonesia 11, 13, 14, 15, 20, 2, 5, 9, 16, 17, 21, 24, 25. 13

 mengidentifikasi beberapa tokoh dalam mempersiapka kemerdekaan  menyebutkan peranannya para

tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38 13

 menunjukan sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan

 menjelaskan sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan

39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 50. 12 Jumlah 50

3.6. 2. Uji Realibilitas Tes

Menurut Arikunto (2002: 154 ), reliabilitas adalah sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Dalam menguji reliabilitas

(22)

digunakan uji konsistensi internal dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut ( Arikunto, 2002 : 171):

2 2 11

1

1

t b

V

k

k

r

Dimana: r11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal 2

b = jumlah varian butir/item

2

t

V

= varian total

Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel dengan menggunakan teknik ini, bila koefisien reliabilitas (r11) > 0,6. Pengolahan data untuk uji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16.0 for windows dilampirkan pada lampiran.

Pengukuran Reliabilitas:

α ≤ 0,7 : tidak dapat diterima 0,7< α < 0,8 : dapat diterima 0,8< α ≤ 0,9 : reliabilitas tinggi α> 0,9 : reliabilitas memuaskan

3.7. Indikator Keberhasilan

Tolak ukur keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dalam hal-hal sebagai berikut.

Pada penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil bila 100% siswa berhasil memperoleh hasil belajar > 62, yakni skor Standar Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan dalam penelitian ini berdasarkan KKM di SD.

(23)

3.8. Teknik Analisis Data

Data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan deskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai formatif tes pra siklus, nilai tes setelah siklus 1, dan nilai tes setelah siklus 2. Analisis data terhadap hasil penelitian dijelaskan sebagai berikut:

(1) Analisis data hasil penelitian yang berupa hasil belajar pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 dengan cara persentase yaitu dengan menghitung peningkatan ketuntasan belajar siswa secara individual jika siswa tersebut mampu mencapai skor minimal 62, ketuntasan klasikal jika siswa yang memperoleh nilai 62 ini jumlahnya sekitar 100% dari jumlah seluruh siswa dan masing-masing dihitung dengan menggunakan rumus : Analisis tersebut dilakukan dengan menghitung ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal dengan rumus sebagai berikut:

Ketuntasan individual = Jumlahnilaimaksimal

nilai Jumlah

x 100 %

Ketuntasan klasikal = Jumlahseluruhsiswa

belajar tuntas yang siswa Jumlah x 100 % Keterangan

Ketuntasan indiviual : Jika siswa mencapai ketuntasan skor > 62

Ketuntasan klasikal : Jika > 100% dari seluruh siswa mencapai ketuntasan skor > 62.

(2) Memperbandingkan hasil belajar yang diperoleh siswa setiap siklus, yaitu hasil belajar pra siklus, siklus I dan siklus II.

(3) Data kualitatif diperoleh dari observasi keaktifan siswa, aktivitas siswa serta guru selama proses pembelajaran berlangsung.

Gambar

Gambar 3.1 Metode PTK Siklus Berdaur  ( Suharismi Arikunto,2008 )

Referensi

Dokumen terkait

yang cukup besar yang mengakibatkan produksi tanaman buncis pada tahun 2014. kembali

Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga praktikan dapat menyelesaikan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II di SMP Negeri

PENGARUH PROFITABILITAS DAN KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL (STUDI PADA INDUSTRI PULP &amp; KERTAS DAN KAYU YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK

The research is an analysis about conditions and regulatory forms of internship, providing empirical evidence on the case of post- graduate internships carried

Perusahaan-perusahaan besar umumnya memiliki beberapa keunggulan antara lain total aset atau kekayaan yang dimiliki lebih besar, tenaga kerja yang kompeten dan

Jual beli adalah pertukaran harta antara kedua belah pihak atas dasar kerelaan dan suka sama suka (Sabiq, 1988:47). Sehubungan dengan ini Islam sangat menekan agar dalam

Analisis viabilitas yang diperoleh dari hasil penghitungan koloni Lactobacillus pada tiap perlakuan menunjukan bahwa jus markisa dan dekstrin dapat mempengaruhi

Berdasarkan bahaya-bahaya tersebut diatas, maka luasnya pertanggungan jaminan yang diberikan serta syarat/kondisi asuransi pengangkutan diatur dalam polis asuransi