• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KETENTUAN TINDAK PIDANA KORUPSI PENYALAHGUNAAN WEWENANG DALAM JABATAN. A. Perbuatan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Wewenang Dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II KETENTUAN TINDAK PIDANA KORUPSI PENYALAHGUNAAN WEWENANG DALAM JABATAN. A. Perbuatan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Wewenang Dalam"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai berikut: “Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi,

Ancaman sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana korupsi diatur dalam Undang - Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada Pasal 2

Menurut penulis, bahwasanya upaya penanggulangan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang dalam jabatan melalui jalur non penal (pencegahan) dapat dilakukan

Pelaku tindak pidana korupsi secara ideal seharusnya dipidana secara maksimal sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Pelaksanaan recovery asset yang dilakukan oleh Jaksa mengacu pada Pasal 18 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU Nomor 20

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, selanjutnya disebut Undang-Undang Tipikor, Pasal 18 huruf (a) menyatakan bahwa: “Perampasan

Dalam pasal 12 B ayat 1 Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, mengatakan bahwa setiap

Esensi pengaturan pemberantasan tindak pidana korupsi dalam Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001