1 PENGARUH KEPUTUSAN INVESTASI, KEPUTUSAN PENDANAAN DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA (PERIODE 2014-2018) 1
Gerdi Grinaldi 1
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No. 100, Depok 16424, Jawa Barat
1
Dr. Budi Santoso, SE., MM 2
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
Jl. Akses Kelapa Dua, Kampus E423, Cimanggis, Depok 16951, Jawa Barat
2
[email protected] ABSTRACT
This study aims to obtain empirical evidence regarding the effect of investment decisions, funding decisions, and dividend policy on firm value. The sample in this study used a purposive sampling method, and secondary data used in this study were analyzed using the multiple linear regression method. The sample in this study were 7 LQ45 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the 2014-2018 period, companies that were included in the LQ45 during the 2014-2018 period, manufacturing companies listed consecutively on the Indonesia Stock Exchange (BEI). During the 2014-2018 period. The results of this study are Investment Decisions, Funding Decisions, and Dividend Policy simultaneously simultaneous significant effect on Firm Value.
Keywords: Investment Decisions, Financing Decisions, Dividend Policy, and Company Value
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dan data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan metode Regresi Linier Berganda. Sampel dalam penelitian ini adalah 7 perusahaan manufaktur LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2018. Hasil penelitian ini adalah Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
Kata kunci: Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Kebijakan Dividen, Nilai Perusahaan
2 PENDAHULUAN
Perkembangan bisnis di Indonesia saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini sejalan dengan bertambahnya jumlah perusahaan hingga menjadikan persaingan dunia bisnis di dalam Indonesia semakin selektif. Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa, manufaktur, maupun dagang saling bersaing untuk dapat bertahan dan menjadi yang terbaik. Sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan berbagai inovasi dan strategi bisnis agar terhindar dari kerugian. Karena tujuan perusahaan adalah mendapatkan keuntungan yang maksimal dan menjadikan nilai perusahaan maksimal. Semakin tinggi nilai perusahaan maka akan semakin besar kemakmuran yang dirasakan oleh pemilik saham atau perusahaan.
Nilai perusahaan merupakan hal yang sangat penting bagi manajer maupun bagi para investor. Menurut Sartono (2015) nilai perusahaan diartikan sebagai nilai jual sebuah perusahaan sebagai suatu bisnis yang sedang beroperasi. Nilai perusahaan sendiri dapat dilihat dari nilai pasar sahamnya. Nilai pasar saham merupakan topik yang sering dibicarakan oleh kreditur, para analisis dan investor ketika berbicara tentang nilai sebuah perusahaan. Nilai perusahaan juga dapat menunjukan nilai aset yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin tinggi nilai perusahaan maka semakin tinggi kemakmuran yang diterima oleh pemegang saham.
Perusahaan manufaktur lebih banyak berinvestasi pada aktiva tetap, sedangkan perusahaan dagang atau perusahaan jasa lebih banyak berinvestasi pada aktiva lancar. Perusahaan akan memilih investasi yang menghasilkan return paling besar dengan risiko yang bisa dikelola sehingga nilai perusahaan dapat ditingkatkan, dengan meningkatkannya nilai perusahaan maka kemakmuran pemegang saham juga meningkat. Perusahaan yang melakukan investasi dihadapkan pada keputusan pembiayaan atas investasi itu sendiri. Keputusan pembiayaan ini tergantung pada keputusan manajemen untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
Penelitian mengenai nilai perusahaan telah dilakukan oleh beberapa peneliti, seperti yang dilakukan oleh Pangestu dan Surono (2017). Penelitian tersebut dilakukan pada sektor pertanian yang terdaftar Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan antara Return on Asset (ROA), Debt Asset Ratio (DAR) dan Dividend Payout Ratio (DPR) signifikan Nilai Buku Harga (PBV) karena uji f lebih besar dari f tabel, sedangkan secara parsial hanya Dividend Payout Ratio (DPR) yang mempengaruhi Nilai Buku Harga (PBV) karena uji t lebih besar dari t tabel. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Mulyanta dan Septiano (2019) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh profitabilitas dan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan pada 2014-2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, keputusan investasi berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.
Berikut ini terdapat beberapa penelitian lainnya yang memperlihatkan bagaimana pengaruh keputusan pendanaan terhadap kebijakan dividen. Keputusan pendanaan berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen seperti yang diteliti
3 oleh Asad dan Yousaf (2014), Nur dan Karnen (2014), serta Khan dan Naeemulah (2016). Keputusan pendanaan terhadap kebijakan dividen berpengaruh positif yang ditunjukkan oleh penelitian dibuktikan oleh Nasikhah, Maslichah, dan Mawardi (2019). Sementra itu, Pontoh (2014) membuktikan bahwa keputusan pendanaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen.
KAJIAN TEORI Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan didefinisikan sebagai nilai pasar karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat. Berbagai kebijakan yang diambil oleh manajemen dalam upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kemakmuran pemilik dan para pemegang saham yang tercermin pada harga saham (Brigham & Houston, 2017: 19). Nilai perusahaan suatu perusahaan dapat diketahui melalui harga saham perusahaan tersebut (Rustan, et al., 2014: 33). Harga pasar saham yang terbentuk antara pembeli dan penjual di saat terjadi transaksi disebut nilai pasar perusahaan.
Keputusan Investasi
Keputusan investasi merupakan faktor penting dalam fungsi keuangan perusahaan. Hasil yang akan terlihat kedepannya pada suatu perusahaan akan tercermin dari keputusan-keputusan yang diambil oleh perusahaan baik jangka panjang maupun jangka pendek. Dengan keputusan-keputusan yang tepat, diharapkan agar bisa membantu mencapai tujuan perusahaan. Karena untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan kemakmuran pemegang saham hanya akan dihasilkan melalui kegiatan investasi perusahaan (Sutrisno, 2012: 121).
Ha1: Terdapat pengaruh keputusan investasi terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur LQ45 tahun 2014-2018.
Keputusan Pendanaan
Keputusan pendanaan adalah keputusan tentang bagaimana memperoleh dana untuk membiayai investasi. Fungsi pendanaan juga harus dilakukan secara efisien. Sehingga manajer keuangan harus mengusahakan agar perusahaan dapat memperoleh dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dengan syarat-syarat yang paling menguntungkan. Manajer keuangan harus mempertimbangkan dengan cermat sifat dan biaya dari masing-masing sumber dana mempunyai konsekuensi finansial yang berbeda (Syahyunan, 2015:2).
Ha2: Terdapat pengaruh keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur LQ45 tahun 2014-2018.
Kebijakan Dividen
Kebijakan dividen menyangkut keputusan untuk membagikan laba atau menahannya guna diinvestasikan kembali didalam perusahaan. Menurut Noerirawan (2012) kebijakan dividen merupakan keputusan pembayaran deviden yang mempertimbangkan maksimalisasi harga saham saat ini dan periode
4 mendatang. Husnan (2013) mengatakan bahwa kebijakan dividen adalah keputusan yang berkaitan dengan penggunaan laba yang menjadi hak para pemegang saham dan laba tersebut dapat dibagi sebagai dividen atau laba yang ditahan untuk diinvestasikan kembali.
Ha3: Terdapat pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur LQ45 tahun 2014-2018.
METODOLOGI PENELITIAN Objek Penelitian
Dalam penelitian ini objek penelitian yang digunakan peneliti adalah keputusan investasi, keputusan pendanaan, kebijakan dividen dan nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018.
Variabel Penelitian Variabel Dependen 1) Nilai Perusahaan (Y)
PBV = Harga pasar perlembar saham Nilai buku perlembar saham Sumber: (Brigham dan Houston, 2017) Variabel Independen
1) Keputusan Investasi (X1)
PER = Harga pasar perlembar saham Laba perlembar saham
Sumber: (Weston dan Copeland, 2010: 244) 2) Keputusan Pendanaan (X2)
DER = Total liabilities x 100% Total equity
Sumber: (Fahmi, 2015: 128) 3) Kebijakan Dividen (X3)
DPR = Dividen pasar perlembar saham Laba perlembar saham
Sumber: (Heni, Mardani, dan Wahono, 2019) Populasi dan Sampel
Penelitian ini menggunakan data time series dan cross section (pooling data), maka jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 7 dari total 10 perusahaan manufaktur LQ45. Jumlah tersebut diperoleh setelah dilakukan pemilihan sampel dengan mendasarkan pada kriteria teknik purposive sampling.
5 Teknik Analisis
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Untuk itu akan digunakan teknik analisis regresi linear berganda. Setelah analisis ini dilaksanakan, kemudian perlu dilakukan uji asumsi klasik untuk menghasilkan nilai parameter model penduga yang sah. Nilai tersebut akan terpenuhi jika hasil dari uji asumsi klasik memenuhi asumsi normalitas, serta tidak terjadi heteroskedastisitas, autokorelasi, dan multikolinearitas.
Uji Analisis Regresi Linier Berganda
Menurut Sugiyono (2017:277) mendefinisikan bahwa analisis regresi ganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasinya (dinaik-turunkannya). Persamaan regresi berganda untuk tiga prediktor yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
𝑌𝑌 = 𝛼𝛼 + 𝛽𝛽1𝑥𝑥1 + 𝛽𝛽2𝑥𝑥2 + 𝛽𝛽3𝑥𝑥3 + 𝑒𝑒 Keterangan:
Y = Kualitas laporan keuangan pemerintah daerah 𝛼𝛼 = Koefesien konstanta
𝛽𝛽1𝛽𝛽2𝛽𝛽3 = Koefesien regresi 𝑥𝑥1 =Keputusan investasi 𝑥𝑥2 =Keputusan Pendanaan 𝑥𝑥3 = Kebijakan Dividen
𝑒𝑒 = Tingkat kesalahan (error) / Pengaruh faktor lain Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi (R²) adalah antara nol atau satu. Nilai R² yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2018).
Uji Hipotesis
Menurut Sugiyono (2017) mengatakan bahwa hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.
6 Uji T (Parsial)
Menurut Sujarweni (2015:161), Uji t adalah pengujian koefisien regresi parsial yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Pengujian hipotesis ini menggambarkan uji t dengan criteria pengambilan keputusan sebagai berikut:
1. Jika nilai signifikan <0,05 maka terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen.
2. Jika nilai signifikan >0,05 maka tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen.
Uji Simultan (F-hitung)
Menurut (Ghozali, 2018) uji statistik f pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau variabel terikat. Uji F-hitung dimaksudkan untuk menguji model regresi atas pengaruh seluruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen.
Rumus untuk pengujian hipotesis secara simultan (uji F) menurut Sugiyono (2017:257) adalah sebagai berikut.
Keterangan:
R = Koefisien Regresi
k = jumlah Variabel Independent n = jumlah anggota sampel
1. Jika Fhitung < Ftabel, (2,40) maka Ho ditolak. Artinya current ratio, debt to
equity ratio, dan debt to assets ratio tidak berpengaruh terhadap return on assets secara simultan.
2. Jika Fhitung > Ftabel, (2,40) maka Ho diterima. Artinya current ratio, debt to
equity ratio, dan debt to assets ratio berpengaruh terhadap return on assets secara simultan.
Uji Asumsi Klasik
Menurut Algifari (2015) syarat melakukan analisis regresi linear berganda adalah BLUE (Best Linear Unbiased Etimate) yang berarti model regresi tersebut ideal atau tidak bias. Uji asumsi klasik digunakan untuk mengetahui ada tidaknya residual normalitas, multikolinieritas, autokorelasi, dan heteroskedastis pada model regresi.
Uji Normalitas
Menurut Duwi Priyatno (2018) uji normalitas adalah untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau
7 tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan melihat nilai 2-tailed significant. Jika nilai residual memiliki tingkat signifikansi lebih besar dari 0,05 atau 5%, maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, sehingga dikatakan nilai residual berdistribusi normal.
Uji Heteroskedastisitas
Menurut Duwi Priyatno (2018) uji heteroskedatisitas adalah varian residual yang tidak sama pada semua pengamatan di dalam model regresi. Regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heteroksiditas. Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dalam sebuah model regresi dengan tujuan bahwa apabila suatu regresi tersebut terjadi ketidaksamaan varians dari residual dan pengamatan.
Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah suatu model regresi terdapat korelasi antar variabel bebas (independen) (Ghozali, 2018). Uji multikolinieritas dapat dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan lawannya Variance Inflation Factor (VIF). Tolerance mengukur varibialitas variabel yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan multikolinieritas adalah nilai Tolerance ≤ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≥ 10 (Ghozali, 2018).
Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam regresi tersebut ada korelasi antara kesalahan penggunaan pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali, 2018). Menurut Singgih Santoso (2015) dalam pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi dengan menggunakan Durbin Watson Test (D-W Test) kriterianya adalah sebagai berikut:
1) Jika D-W dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif
2) Jika D-W di antara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi 3) Jika D-W di atas +2 berarti ada autokorelasi negative
Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. HASIL DAN PEMBAHASAN
Objek Penelitian
Objek Penelitian pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Periode 2014-2018). Daftar perusahaan manufaktur LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ditampilkan pada Tabel 4.1 berikut ini:
Tabel 4.1 Daftar Sampel Perusahaan Manufaktur LQ45 yang Terdaftar di BEI
No Kode Nama Perusahaan
1. ASII PT. Astra International Tbk.
2. GGRM PT. Gudang Garam Tbk.
3. ICBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. 4. INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.
8 5. INTP PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
6. KLBF PT. Kalbe Farma Tbk.
7. SMGR PT. Semen Indonesia Tbk. Sumber: www.idx.co.id
Analisis Deskriptif
Tabel 4.2 Data Statistik Deskriptif
Variabel N Min Max Mean SD
PER 35 9,34 59,27 22,9729 10,14031
DER 35 0,15 1,13 0,5700 0,30123
DPR 35 0,24 2,25 0,5697 0,41671
PBV 35 1,05 8,74 3,4480 1,75074
Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25
Hasil analisis deskriptif tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Keputusan Investasi Diproksikan dengan Price Earnings Ratio (PER)
Berdasarkan uji deskriptif pada Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa nilai minimum Price Earning Ratio (PER) sebesar 9,34 dan nilai maksimum 59,27. Hasil tersebut menunjukkan bahwa besarnya Price Earnings Ratio (PER) yang menjadi sampel penelitian ini berkisar antara 9,34 sampai 59,27 dengan rata-rata sebesar 22,9729 dan standar deviasi sebesar 10,14031.
2. Keputusan Pendanaan Diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER)
Berdasarkan uji deskriptif pada Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa nilai minimum Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0,15 dan nilai maksimum 1,13. Hasil tersebut menunjukkan bahwa besarnya Debt to Equity Ratio (DER) yang menjadi sampel penelitian ini berkisar antara 0,15 sampai 1,13 dengan rata-rata sebesar 0,5700 dan standar deviasi sebesar 0,30123.
3. Kebijakan Dividen Diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (DPR)
Berdasarkan uji deskriptif pada Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa nilai minimum Dividend Payout Ratio (DPR) sebesar 0,24 dan nilai maksimum 2,25. Hasil tersebut menunjukkan bahwa besarnya Dividend Payout Ratio (DPR) yang menjadi sampel penelitian ini berkisar antara 0,24 sampai 2,25 dengan rata-rata sebesar 0,5697 dan standar deviasi sebesar 0,41671.
4. Nilai Perusahaan Diproksikan dengan Price Book Value (PBV)
Berdasarkan uji deskriptif pada Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa nilai minimum Price to Book Value (PBV) sebesar 1,05 dan nilai maksimum 8,74. Hasil tersebut menunjukkan bahwa besarnya Price to Book Value (PBV) yang menjadi sampel penelitian ini berkisar antara 1,05 sampai 8,74 dengan rata-rata sebesar 3,4480 dan standar deviasi sebesar 1,75074.
9 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Tabel 4.3 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa
Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25
Berdasarkan Tabel 4.3 hasil uji analisis regresi linier berganda menunjukkan persamaan sebagai berikut:
PBV = 3,329 + 0,145 PER + 2,473 DER + 3,157 DPR + 𝑒𝑒 Keterangan:
1. Konstanta sebesar 3,329. Artinya jika PER (X1), DER (X2), dan DPR (X3) nilainya adalah tetap atau sama dengan nol, maka nilai perusahaan (PBV) akan mengalami kenaikan sebesar 3,329.
2. Koefisien regresi sebesar 0,145 untuk variabel keputusan investasi yang diproksikan dengan PER yang berarti bahwa setiap kenaikan keputusan investasi yang diproksikan dengan PER sebesar satu satuan maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0,145.
3. Koefisien regresi sebesar 2,473 untuk variabel keputusan pendanaan yang diproksikan dengan DER yang berarti bahwa setiap kenaikan keputusan pendanaan yang diproksikan dengan DER sebesar satu satuan maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 2,473.
4. Koefisien regresi sebesar 3,157 untuk variabel kebijakan dividen yang diproksikan dengan DPR yang berarti bahwa setiap kenaikan kebijakan dividen yang diproksikan dengan DPR sebesar satu satuan maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 3,157.
Koefisien Determinasi (R2)
Tabel 4.4 Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R2)
Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson R Square Change Change df1 df2 Sig. F Change 1 ,850a ,722 ,695 ,96730 ,722 26,793 3 31 ,000 1,609
Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25
a. Predictors: (Constant), VAR00003, VAR00002, VAR00001 b. Dependent Variable: PBV Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Correlations Collinearity Statistics B Std.
Error Beta Zero-order Partial Part Tolerance VIF 1 (Constant) 3,329 ,748 ,453 ,000
PER ,145 ,024 ,839 ,932 ,000 ,563 ,729 ,562 ,449 ,227 DER 2,473 ,662 ,426 3,737 ,001 ,578 ,557 ,354 ,692 ,444 DPR 3,157 ,544 ,751 5,802 ,000 ,005 ,722 ,550 ,535 ,867
10 Hasil uji adjusted R2 pada penelitian ini diperoleh nilai sebesar 0,695. Hal ini menunjukkan bahwa Nilai Perusahaan dipengaruhi oleh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen sebesar 69,5%, sedangkan sisanya sebesar 30,5 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Uji Hipotesis
Uji t (secara parsial)
Penjelasan hasil uji t untuk masing-masing variabel bebas adalah sebagai berikut ini:
1. Keputusan Investasi
Hasil statistik uji t untuk variabel Keputusan Investasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari toleransi kesalahan =0,05. Oleh karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 dan koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,145 berarti hipotesis yang menyatakan Keputusan Investasi berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan diterima.
2. Keputusan Pendanaan
Hasil statistik uji t untuk variabel Keputusan Pendanaan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 lebih kecil dari toleransi kesalahan =0,05. Oleh karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 dan koefisien regresi bernilai positif sebesar 2,473 berarti hipotesis yang menyatakan Keputusan Pendanaan berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan diterima.
3. Kebijakan Dividen
Hasil statistik uji t untuk variabel Kebijakan Dividen diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari toleransi kesalahan =0,05. Oleh karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 dan koefisien regresi bernilai positif sebesar 3,157 berarti hipotesis yang menyatakan Kebijakan Dividen berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan diterima.
Uji Simultan (F-Hitung)
Tabel 4.5 Hasil Uji Simultan (F-Hitung)
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 75,208 3 25,069 26,793 ,000b
Residual 29,006 31 ,936
Total 104,214 34
Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25
a. Dependent Variable: PBV
b. Predictors: (Constant), DPR, DER, PER
Berdasarkan Tabel 4.5 nilai F sebesar 26,793 dengan tingkat signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, yang berarti bahwa variabel independen yang terdiri dari keputusan investasi yang diproksikan dengan Price Earning Ratio (PER), keputusan pendanaan yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), dan kebijakan dividen yang diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (DPR) secara serentak dan signifikan mempengaruhi nilai perusahaan yang diproksikan dengan menggunakan Price Book Value (PBV).
11 Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstadardized Residual N 35 Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation ,92363620
Most Extreme Differences Absolute ,085
Positive ,069
Negative -,085
Kolmogorov-Smirnov Z ,085
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d
Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25 a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Berdasarkan Tabel 4.6 menunjukkan hasil pengujian Kolmogorov-Smirnov yang menunjukkan nilai sebesar 0,085. Melalui hasil pengujian ini dapat dinyatakan bahwa nilai residual yang sedang diuji terdistribusi secara normal karena nilai signifikansi dari hasil pengujian tersebut lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,200. Dengan kata lain model regresi yang digunakan memenuhi asumsi normalitas.
Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas Normal P-Plot Test
Berdasarkan Gambar 4.1 P-P Plot di atas, terlihat titik-titik menyebar disekitar garis dan mengikuti arah garis. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual pada penelitian ini berdistribusi normal.
12 Uji Heteroskedastisitas
Gambar 4.2 Hasil Uji Heteroskedastisitas
Dari grafik scatterplot hasil uji heteroskedastisitas pada Gambar 4.1 terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y, dan tidak membentuk pola tertentu secara teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit). Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Artinya model regresi yang baik dan ideal dapat terpenuhi dalam penelitian ini.
Uji Multikolinieritas
Berdasarkan hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada Tabel 4.3 dapat dilihat bahwa variabel Price Earning Ratio (PER), Debt to Equity Ratio (DER), dan Dividend Payout Ratio (DPR) memiliki nilai Tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF yang lebih kecil dari 10, sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi multikolinieritas antar variabel independen yaitu antara Price Earnings Ratio (PER), Debt to Equity Ratio (DER), dan Dividend Payout Ratio (DPR). Artinya dalam model regresi ini menunjukkan tidak terjadinya korelasi diantara variabel bebas (independen).
Uji Autokorelasi
Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi yang dapat dilihat pada tabel 4.4 menggunakan Durbin Watson Test (D-W Test), nilai D-W -2 > 1,609 < +2. Dapat disimpulkan tidak ada autokorelasi pada model regresi. Artinya dalam model regresi linear tidak terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya).
Pengaruh Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan
Pengujian hipotesis mengenai variabel Keputusan Investasi menghasilkan bahwa Keputusan Investasi berpengaruh secara signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,145 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (sig<0,05). Dengan demikian hipotesis H1 dalam penelitian ini menyatakan bahwa Keputusan Investasi berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan diterima.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ilhamsyah dan Soekotjo (2017) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kebijakan
13 Dividen, Keputusan Investasi, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan investasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Piristina dan Khairunnisa (2019) dengan judul “Analisis Pengaruh Kebijakan Dividen, Keputusan Investasi dan Keputusan Pendanaan terhadap Nilai Perusahaan”. Objek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor otomotif dan komponen yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode tahun 2007-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial keputusan investasi tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ahmad et al., (2020) dengan judul “Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Kebijakan Dividen, dan Ukuran Dewan Komisaris terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2018”. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 70 perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Keputusan Investasi dengan proksi PER berpengaruh signifikan positif terhadap Nilai Perusahaan. Pengaruh Keputusan Pendanaan terhadap Nilai Perusahaan
Pengujian hipotesis mengenai variabel Keputusan Pendanaan menghasilkan bahwa Keputusan Pendanaan berpengaruh secara signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar 2,473 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (sig<0,05). Dengan demikian hipotesis H2 dalam penelitian ini menyatakan bahwa Keputusan Pendanaan berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan diterima.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Murniati, et al., (2019) melakukan penelitian dengan judul “Effect of Investment Decisions, Financing Decisions and Dividend Policy on Profitability and Value of The Firm”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan pendanaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Hasil penelitian ini juga selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Syafitri dan Farida (2017) dengan judul “Pengaruh Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014”. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari 10 sampel laporan keuangan perusahaan properti dan real estate dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel keputusan pendanaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan properti dan real estate di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan
Pengujian hipotesis mengenai variabel Kebijakan Dividen menghasilkan bahwa Kebijakan Dividen berpengaruh secara signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek
14 Indonesia (BEI). Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar 3,157 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (sig<0,05). Dengan demikian hipotesis H3 dalam penelitian ini menyatakan bahwa Kebijakan Dividen berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan diterima.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Nandita dan Kusumawati (2018) dengan judul “Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Size dan Kebijakan Deviden terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Pada BEI 2012-2016)”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Hasil peneltian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan oleh Oktoriza, et al., (2019) mengenai “Pengaruh Profitabilitas, Kebijakan Hutang, Kebijakan Deviden dan Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan”. Kriteria sampel pada perusahaan ini semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2015-2018. Penelitian tersebut memperoleh hasil bahwa variabel kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen berpengaruh secara simultan terhadap Nilai Perusahaan manufaktur LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 26,793 dengan signifikansi sebesar 0,000. Hasil uji adjusted R2 pada penelitian ini diperoleh nilai sebesar 0,695. Hal ini menunjukkan bahwa Nilai Perusahaan dipengaruhi oleh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen sebesar 69,5%, sedangkan sisanya sebesar 30,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Saran
Bagi peneliti selanjutnya yang menggunakan penelitian yang sama disarankan untuk memasukkan variabel baru, seperti: Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Size, dan juga tingkat suku bunga. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan juga untuk dapat menambah jumlah tahun pengamatan, sehingga dapat diperoleh gambaran yang jauh lebih baik tentang bagaimana kondisi perusahaan serta peningkatan perkembangan perusahaan tersebut sejauh mana dalam meningkatkan nilai perusahaannya. Selain itu, sebaiknya menambah jumlah sampel penelitian yang tidak hanya terbatas pada perusahaan manufaktur saja tetapi menggunakan kelompok perusahaan lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, seperti: sektor industri, finansial, pertambangan, atau pertanian. Dengan menambah variabel baru, tahun pengamatan, dan jumlah sampel diharapkan agar hasil penelitian selanjutnya yang akan datang didapatkan hasil yang jauh lebih baik lagi.
15 DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, G. N., Lullah, R., & Siregar, M. E. S. 2020. Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Kebijakan Dividen, dan Ukuran Dewan Komisaris terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2018. JRMSI-Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia, Vol. 11, No. 1, 169-184.
Algifari. 2015. “Analisis Regresi untuk Bisnis dan Ekonomi”, Yogyakarta: BPFE Asad, Muhammad danYousaf, Saddia. 2014. “Impact of Leverage on Dividend
Payment Behavior of Pakistan Manufacturing Firms”, International Journal of Innovation and Applied Studies, Vol. 6, No. 2.
Brigham & Houston. 2017. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
Fahmi, Irham. 2015. Pengantar Manajemen Keuangan Teori dan Soal Jawab. Bandung: Alfabeta.
Ghozali, Imam. 2018. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Heni, R. S. D. A., Mardani, R. M., & Wahono, B. 2019. Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Properti Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Riset Manajemen, Vol. 8, No. 3.
Husnan, Suad. 2013. Manajemen Keuangan Edisi 4. Yogyakarta: BPFE.
Ilhamsyah, Fendyka Luqman & Soekotjo, Hendri. 2017. “Pengaruh Kebijakan Dividen, Keputusan Investasi, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan”. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen, Vol. 6, No. 2.
Khan., Jahanzeb dan Naeemullah 2016. “The Impact of Leverage on Firm’s Investment”, Research Journal of Recent Sciences Vol. 4, No. 5: 67-70. Muid, Abdul & Noerirawan Moch. Ronni. 2012. “Pengaruh Faktor Internal dan
Eksternal Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan”, Jurnal Akuntansi, Vol. 1, No. 2.
Mulyanta, Fitri dan Septiano, Renil. 2019. “Pengaruh Profitabilitas dan Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia (Bei) Tahun 2014-2017”, Academic Conference of Accounting I, Vol. 1: 266-267.
Murniati, Sitti, et al. 2019. Effect of Investment Decisions, Financing Decisions and Dividend Policy on Profitability and Value of The Firm. International Journal of Accounting & Finance in Asia Pasific (IJAFAP), Vol. 2, No.1. Nandita, Asna & Kusumawati, 2018. Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Size dan
Kebijakan Deviden terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Pada BEI 2012-2016). CAM JOURNAL: Change Agent for Management Journal, Vol. 2, No. 2.
Nasikhah, D., Maslichah, M., & Mawardi, M. C. 2019. Pengaruh Investasi dan Financial Leverage terhadap Dividend Yield pada Sektor Properti, Real
16 Estate dan Kontruksi Bangunan yang terdaftar di BEI Periode 2014-2017. Jurnal Ilmiah Riset Akuntansi, Vol. 8, No. 4.
Nur, Triasesiarta dan Karnen, Kresnohadi. 2014. “Searching for Determinant of Pay or Not to Pay Cash Dividend in Indonesia, Indonesian Capital Market Journal (ICMR), Vol. BI, No. 1.
Oktoriza, Linda Ayu, Widowati, Amerti Ivin, dan Surjawati. 2019. “Pengaruh Profitabilitas, Kebijakan Hutang, Kebijakan Deviden dan Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan”. Journal of Management & Business, Vol. 2, No. 2: 38-46.
Pangestu, Sindy Dwiroro dan Surono, Yunan. 2017. “Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Deviden Terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014”, Jurnal of Economics and Business, Vol. 1, No. 1: 136-147.
Piristina, Veny Alvita & Khairunnisa. 2019. “Analisis Pengaruh Kebijakan Dividen, Keputusan Investasi dan Keputusan Pendanaan terhadap Nilai Perusahaan”. Jurnal Aset (Akuntansi Riset), Vol. 11, No.2: 123-138.
Pontoh, Winston. 2014. “Dampak Kebijakan Investasi dan Kebijakan Pendanaan terhadap Kebijakan Dividen”, Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing “Goodwill, Vol. 5, No. 1.
Priyatno, D. 2018. SPSS Panduan Mudah Olah Data Bagi Mahasiswa & Umum. Yogyakarta: Andi.
Rustan, et al. 2014. Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap Nilai Perusahaan: Kualitas Laba Dan Kebujakan Hutang Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Analisis, 3 (1): 32 – 39 ISSN 2303-100X.
Santoso, Singgih. 2015. SPSS20 Pengolahan Data Statistik di Era Informasi. Jakarta: PT Alex Media Komputindo, Kelompok Gramedia.
Sartono, Agus. 2015. Manajemen Keuangan: Teori dan Aplikasi. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sujarweni, Wiratna V. 2015. Metodologi Penelitian Bisnis & Ekonomi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Sutrisno. 2012. Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: EKONISIA.
Syafitri, Ihdina & Farida, Lena. 2017. “Pengaruh Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014”. JOM FISIP. Vol. 4, No. 2.
Syahyunan. 2015. Manajemen Keuangan: Perencanaan, Analisis, dan Pengendalian Keuangan, Edisi Ketiga. Medan: USU Press.
Weston, J. Feed & Thomas E. Copeland. 2010. Manajemen Keuangan Jilid 2. Jakarta: Binarupa Aksara Publisher.