• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pertumbuhan ekonomi di dunia menurun dikarenakan Covid-19, salah satunya Indonesia. Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen . Karena terus menurun maka pemerintah menerapkan kebijakan PSBB 1 di bulan April untuk mencegah atau menekan laju peningkatan kematian yang menimbulkan dampak terlalu besar terhadap sektor perekonomian jika dibandingkan dengan lockdown. Beberapa kegiatan yang dibatasi saat PSBB diberlakukan seperti aktivitas di sekolah, tempat kerja, keagamaan, fasilitas umum, sosial budaya, dan transportasi umum. Ini semua dilakukan agar penyebaran covid-19 tidak semakin menyebar keberbagai wilayah di Indonesia (Junaedi, 2020).

Setelah PSBB 1 diberlakukan ternyata masih terjadi peningkatan kasus kematian Covid-19 yang ternyata berdampak kepada pertumbuhan ekonomi yang terus menurun. Karena itu pemerintah kembali menerapakan PSBB jilid 2 tanggal 14 September - 27 September 2020, masih saja ada beberapa masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan, social distancing, ataupun physical distancing karena masih kurangnya kesadaran diri dalam menangani kasus ini sehingga kurang efektif. Selain itu masih ada beberapa kantor, tempat hiburan, restoran yang buka saat PSBB telah diterapkan. Jika semua masyarakat ikut berkontribusi dalam menjalakan kebijakan ini penyebaran COVID-19 akan menurun (WWD, 2020).

PSBB yang ketat mungkin berdampak negatif bagi operator mall , karena mall merupakan daya tarik konsumen untuk selalu dikunjungi. Untuk pengembangan properti PSBB total tidak berdampak material karena penjualan pemasaran sangat rendah dan baru meningkat. Sektor yang diuntungkan yaitu sektor properti yang memiliki fortopolio kawasan industri di bandingkan yang berfokus terhadap bisnis pendapatan berulang, seperti mal, dan pembangunan (Irman, 2020).

(2)

2

Gambar 1.1

Grafik Pergerakan Saham (IHSG) Sebelum dan Saat PSBB Jilid 2 Beberapa masyarakat yang bekerja di sebuah perusahaan banyak para pekerja nya yang dirumahkan bahkan di PHK, sehingga kebingungan akan bekerja apa untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Selain itu Penyebaran virus corona berdampak pada pasar keuangan di seluruh dunia, sehingga mengakibatkan investor mengalami kerugian yang sangat tinggi. Di sisi lain investor harus segera mengambil keputusan dalam mengahadapi kondisi seperti ini (Zhang et al., 2020).

Mewabahnya pandemi covid-19 ini ternyata sangat berampak pada semua sektor. Termasuk sektor keuangan, dalam hal ini pasar saham Indonesia. Pasar saham cenderung menurun pada saat diberlakukannya PSBB di DKI Jakarta, dikarenakan sektor ritel, transportasi, rumah sakit, mal, jalan tol dan kontruksi ditutup. Selain itu PSBB yang lebih ketat di DKI Jakarta kemungkinan akan berdampak buruk bagi perekonomian lokal. Lalu lintas jalan tol juga kemungkinan akan berpengaruh karesna mobilitas orang yang lebih lambat DKI Jakarta. Khususnya jalan tol dalam kota Jakarta ( Cawang-Tomang-Pluit ) menyumbang sekitar 9% dari Pendapatan PT. Jasa Marga Tbk. Kemudian PSBB memungkinkan juga akan memperlambat aktivitas kontruksi di DKI Jakarta karena protokol kesehatan yang lebih ketat (Irman, 2020).

(3)

3

Penurunan harga saham yang terjadi di Indonesia merupakan dampak dari COVID-19 kemudian makin diperketat lagi oleh kebijakan PSBB jilid ke 2 di bulan September sehingga harga saham bergerak secara fluktuatif . Adapun penurunan harga saham s ecara rinci untuk PSBB jilid 2 dapat di lihat dari tabel 1.

Sumber : www.idx.co.id (Data telah diolah)

Dari grafik 1.2 menunjukan volume transaksi saham. Sejak adanya covid-19 yang terus menyebar di bulan Maret, volume transaksi terus bergerak fluktuatif sama seperti harga saham. Dapat dilihat bahwa adanya perbedaan yang sangat signifikan sebelum dan sesudah kebijakan PSSB diterapkan jilid ke-1 di bulan April dan ke-2 di bulan September.

Ketika Pasar turun, dihadapkan pada covid-19, kemudian mengeluarkan kebijakan dalam mengurangi efek pandemi maka akan berdampak positif pada pengembalian saham. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memahami apa pengaruh kebijakan pasar saham (Narayan et al., 2020).

Gambar 1.2

(4)

4

Pada saham, resiko sangat tinggi dalam kerugian namun di balik itu saham memiliki keuntungan yang tinggi. Peluang dalam mendapatkan keuntungan pada investasi jenis saham bisa mencapai ratusan persen dalam hitungan bulan bisa di imbangi dengan jumlah persentase kerugian yang sama apabila investasi tidak di kelola dengan baik terutama saat covid-19. Resiko yang dialami investor dalam berinvestasi saham adalah tidak mengetahui arah pergerakan suatu saham. Saham memiliki pergerakan berfluktuasi (Alhazami, 2020).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Salah satu Indeks yang memberikan gambaran mengenai pergerakan bursa saham secara keseluruhan maupun secara segmentasi di Bursa Efek Indonesia . Jika investor ingin mengetahui pergerakan harga seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), maka Indeks Saham Gabungan (IHSG) dapat memberikan gambaran umum atas pererakan seluruh saham. Jika IHSG naik, dapat disimpulkan bahwa harga saham naik lebih banyak dari pada saham yang turun. Sebaliknya jika IHSG turun, dapat disimpulkan bahwa saham yang turun lebih banyak daripada saham yang naik (Irman, 2020).

Indeks Harga Saham Gabungan saat ini menempati posisi ke 5 di kawasan ASEAN dengan penurunan sejak awal. Seperti hal nya dengan negara-negara lain (Catur, 2020). IHSG sempat turun drastis menyentuh level terendahnya di Rp. 3.911,71 untuk menjaga kondisi pasar yang terus menurun. OJK ( Otoritas Jasa Keuangan) dan bursa efek Indonesia mengeluarkan beberapa kebijakan seperti mengurangi 1.5 jam perdagangan bursa dari jam perdagangan normal yang berlaku sejak 30 Maret 2020, OJK juga memberikan keleluasaan kepada Emiten untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dalam rapat umum pemegang saham, menerapkan kebijakan menghentikan sementara perdagangan selama 30 menit jika terjadi penurunan sebanyak 5% dalam perdagangan intraday (Putri, 2020).

(5)

5

Selain itu sehari pasca diumumkannya PSBB jilid ke 2, pasar saham sempat mengalami koreksi cukup dalam. Terjadi aliran dana asing keluar dari Indonesia di tambah pelemahan nilai tukar rupiah. Maka pelaku pasar perlu berhati-hati akan peluang koreksi terlalu dalam. Pelaku pasar lebih baik melakukan penjualan lebih dahulu ketika pasar menguat untuk mengatisipasi ampak negatif ini (Ismanto, 2020).

Perbankan menjadi salah satu industri terbesar yang berperan besar dalam kontribusi nilai IHSG di Bursa Efek Indonesia adalah industri perbankan. Industri perbankan sebagai penggerak roda perekonomian berperan mengumpulkan dan menyalurkan dana kepada masyarakat. Semenjak covid-19 bank membatasi jumlah dalam penyaluran kredit namun harus masih tetap harus membayar balas jasa kepada nasabah simpanan, bank berfokus untuk meminimalisir gagal bayar oleh kreditur namun disatu sisi kebijakan pemerintah untuk melakukan social distancing dan lockdown dibeberapa daerah mengakibatkan banyaknya pelaku usaha yang kesulitan untuk menjalankan usahanya dan berpotensi gagal bayar (Putri, 2020).

Beberapa saham perbankan dengan market capitalization atau kapitalisasi pasar besar tercatat turun signifikan, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Keempat saham tersebut menjadi saham pemberat IHSG atau laggard. Walaupun tertekan selama PSBB saham-saham sektor keuangan sebenarnya masih menarik. Sebab, ketika ekonomi pulih kembali sektor iniliah yang akan meningkat untuk pertama kali (Putri, 2020).

kondisi suatu perusahaan selain dilihat dari omzet yang diterima, juga bisa dilihat dari harga saham perusahaan tersebut. Harga saham menunjukan seberapa saham penawaran dan permintaan yang terjadi pada saham tersebut. Apabila permintaan akan saham tersebut naik, maka harga saham juga naik. Sedangkan jika permintaan akan saham tersebut turun, maka harga saham tersebut akan turun. Perusahaan harus selalu memperhatikan hal tersebut (Nurmasari, 2020).

(6)

6

Beragam penelitian terdahulu terkait dengan dampak covid-19 terhadap harga saham dan trading volume menunjukan hasil yang inkonsisten. Dedi Junaedi (2020) menjelaskan bahwa kondisi pandemi covid-19 dan kebijakan social distancing (WFH dan PSBB) mempengaruhi dinamika pasar modal (IHSG), namun studi yang dilakukan Irman (2020) menunjukan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara harga saham sebelum PSBB diberlakukan dan saat berlangsungnya PSBB (Siswantoro, 2020).

Penelitian ini termotivasi dari studi penelitian yang terdahulu yang menunjukan hasil berbeda-beda. Oleh karena itu peneliti tertarik sehingga mengambil IHSG dan Trading volume untuk diteliti dengan judul “ PENGARUH KEBIJAKAN PSBB TERHADAP HARGA SAHAM DAN TRADING VOLUME ACTIVITY IHSG (SEBELUM DAN SAAT PSBB JILID 2)”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan masalah yang digunakan adalah :

1. Apakah kebijakan PSBB mempunyai pengaruh terhadap harga saham IHSG sebelum dan saat PSBB jilid 2?

2. Apakah kebijakan PSBB mempunyai pengaruh terhadap tranding volume activity IHSG sebelum dan saat PSBB jilid 2?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, adapun tujuan dari penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui pengaruh harga saham IHSG sebelum dan saat PSBB jilid

2

2. Untuk mengetahui pengaruh tranding volume activity IHSG sebelum dan saat PSBB jilid 2

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun dari manfaat yang diharapkan penelitian ini, yaitu : 1. Bagi Praktisi

Penelitian ini diharapkan sebagai bahan pertimbangan para investor untuk memilih saham , agar tidak menimbulkan resiko atau kerugian yang terlalu

(7)

7

besar saat berinvestasi di masa covid-19. Serta penelitian ini di harapkan mampu menjadi masukan yang berguna bagi perkembangan dunia perekonomian.

2. Bagi Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk penelitian selanjutnya dalam segmen yang berbeda dan menjadi sebuah referensi bagi penelitian dimasa yang akan datang.

1.5 Sistematika Penulisan Skripsi BAB I PENDAHULUAN

Bab ini membahas pendahuluan menjelaskan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta sistmatika penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Bab ini membahas tentang tinjauan pustaka yang membuat landasan teori, penelitian terdahulu yang relavan serta hipotesis penelitian.

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN

Bab ini membahas uraian tentang jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, rangka konseptual, populasi dan sample, teknik pengambilan sample, metode pengumpulan data, metode analisa data, serta pengujian hipotesis.

Referensi

Dokumen terkait

Penegakan sikap kedisiplinan sudah sering kita alami, namun sering kali kita mengabaikan bahkan tidak peduli dengan kedisiplinan tersebut. SMP Negeri 2 Kartasura

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 adalah dengan menerapkan perilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di mana dalam penerapannya

Dalam uji coba produk bahan ajar Akidah Akhlak (bahan ajar komik) ini, yang menjadi subjek uji coba adalah siswa-siswa kelas V MIN Model Palangka Raya yang

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Parepare Tahun 2020 BAB I PENDAHULUAN 1 1 LATAR BELAKANG Perencanaan pembangunan daerah disusun sebagai

Penelitian ini menggambarkan masyarakat dalam mempersepsikan risiko terhadap adanya penyebaran virus Corona dan imbauan social distancing. Temuan pada penelitian

1. Untuk mengetahui perbandingan Trading Volume Activity perusahaan Indeks IDX30 sebelum dan sesudah pengumuman Covid-19 sebagai pandemi oleh World Health

Aplikasi Lakonku merupakan salah satu inovasi E Governance yang dimana mengoptimalkan dan mengembangkan kemajuan (ICT) Teknologi Informasi Komunikasi dalam menjawab