• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL, KEPEMILIKAN ASING, DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL, KEPEMILIKAN ASING, DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

283

Jurnal Informasi, Perpajakan, Akuntansi, dan Keuangan Publik

Vol 16 No. 2 Juli 2021 : 283 - 302 ISSN : 2685-6441 (Online) Doi : http://dx.doi.org/10.25105/jipak.v16i2.9418 ISSN : 1907-7769 (Print)

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL, KEPEMILIKAN ASING,

DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS

1Syiva Widichesty 2Abubakar Arif

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti

[email protected]

Abstract

At this time, as desired by stakeholders, the company's profitability is not only influenced by financial performance, but also other non-financial performance which can be measured through intellectual capital. Thus study aims to analyze the effect of intellectual capital, foreign ownership, and capital structure on profitability. In this study, capital structure was measured in debt to equity ratio (DER) and profitability as a return on assets (ROA). The study used a sample of non-financial services companies listed in the Indonesian Stock Exchange for 2015-2019. Data samples were determined by using a purposive sampling method. The study conduct 95 observation of 19 samples of the companies. The type of data used is the secondary data with the analysis technique using the regression data panel on eviews 9.

The result showed partially that intellectual capital has a significant positive effect on ROA, while foreign ownership has a significant negative effect on Profitability but capital structure has no effect on profitability.

Keywords : Capital Structure; Foreign Ownership; Intellectual Capital; Profitability.

JEL Classification : F21,J24,M41

(2)

1. PENDAHULUAN

Evaluasi terhadap kinerja perusahaan merupakan suatu hal yang dibutuhkan dan penting untuk dilakukan karena dapat digunakan untuk membuat rencana strategi bisnis sekaligus melihat perkembangan kedepannya. Salah satu evaluasi yang dapat dilakukan adalah dengan menganalisis kinerja keuangannya. Kinerja keuangan dapat dilihat dengan mengukur tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan dengan menggunakan rasio profitabilitas. Return on asset (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memanfaatkan aset yang dimiliki untuk memperoleh laba. Profitabilitas menjadi penting karena merupakan faktor penentu untuk melihat apakah perusahaan mampu mengelola sumber dayanya dengan baik dan menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif dengan mengandalkan keuntungan yang diperoleh. Melalui profitabilitas pula dapat dilihat apakah perusahaan mampu bertahan di tengah kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Melihat kondisi pandemi Covid 19 yang mulai masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020 tentunya dapat mengganggu kondisi perekonomian Indonesia. Kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah untuk menangani kasus pandemi Covid-19 pada akhirnya berdampak terhadap dunia bisnis dan melambatnya perekonomian Indonesia. Asian Development

Bank (ADB) memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh melambat sekitar 2,5%

di tahun 2020 dikarenakan adanya pandemi Covid-19 (Satyagraha, 2020). Sementara itu menteri BUMN, Erick Thohir, memberikan pesan kepada jajaran direksi perusahaan BUMN agar memiliki arah dan fokus yang jelas di tengah persaingan bisnis yang akan lebih ketat lagi usai Covid-19 berlalu di Indonesia (Umah dan Wareza, 2020). Hal ini menjadi peringatan bukan hanya bagi perusahaan BUMN saja namun juga bagi seluruh pebisnis di Indonesia.

Kini persaingan di dunia bisnis tidak hanya terletak pada aset erwujud (tangible

asset) tetapi juga terletak pada aset tak berwujud (intangible asset). Perkembangan

teknologi yang semakin maju menyebabkan perusahaan-perusahaan yang awalnya menjalankan bisnis berbasis tenaga kerja (labor-based business) berubah menjadi bisnis berbasis pengetahuan (knowledge based business) sehingga kemakmuran suatu perusahaan yang tercermin dalam profitabilitas akan bergantung pada suatu penciptaan tranformasi dan kapitalisasi dari pengetahuan itu sendiri (Wijayani, 2017). Istilah

intellectual capital merupakan sebuah bagian dalam pengembangan aset tak berwujud.

Ditinjau dari sisi knowledge-based economy, intellectual capital diakui sebagai sumber dari pertumbuhan perusahaan, inovasi, dan keunggulan kompetitif (Sardo dan Serrasquerio, 2018). Berdasarkan resouce based theory, intellectual capital memenuhi kriteria-kriteria sebagai sumber daya unik yang mampu menciptakan keunggulan kompetitif perusahaan sehingga mampu menciptakan nilai bagi perusahaan serta mampu digunakan untuk menyusun dan menerapkan strategi dalam meningkatkan kinerja perusahaan menjadi semakin baik (Wijayani, 2017).

Di samping itu, profitabilitas tidak hanya menjadi sarana evaluasi melainkan juga menjadi cara perusahaan untuk menarik minat investor. Perusahaan akan berusaha

(3)

meningkatkan profitabilitas agar para investor tertarik untuk menanamkan modal di perusahaannya. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan saham asing lebih dominan dibandingkan kepemilikan saham lokal. Data per akhir maret 2020 menunjukkan nilai aset saham asing mencapai 51,15% dari total aset saham, sedangkan 48,85% dari nilai total saham dimiliki oleh investor lokal (ksei.co.id). Perwakilan Asosiasi Digital Enterpreneur Indonesia (ADEI), Suherman Widjaja, mengatakan bahwa investor asing merupakan salah satu penopang bagi pertumbuhan perusahaan Unicorn di Indonesia (Putra, 2019). Selain itu kehadiran kepemilikan asing pada suatu perusahaan akan membawa teknologi, ide-ide, dan inovasi yang baru bagi perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya sehingga kinerja perusahaan dapat meningkat. Meningkatnya kinerja perusahaan dapat berdampak terhadap baik terhadap profitabilitas (Tambunan dan Prabawani, 2018).

Untuk menjaga kinerja keuangan perusahaan, selain meningkatkan profitabilitas, manajemen juga bertanggung jawab untuk mengambil keputusan atau kebijakan yang tepat bagi perusahaan, salah satunya pada pengambilan keputusan pendanaan. Pengambilan keputusan pendanaan berhubungan pada pemilihan struktur modal. Keputusan pendanaan akan berdampak pada kinerja perusahaan hingga akhirnya tujuan perusahaan meningkatkan kesejahteraan bagi pemegang saham dapat tercapai (Haryono, et al, 2017). Struktur modal sendiri merupakan gabungan spesifik antara utang jangka panjang dan ekuitas yang digunakan perusahaan dalam membiayai kegiatannya.

Berdasarkan uraian tersebut, studi ini akan mereplikasi penelitian Kurfi, Udin, dan Bahamman (2017) yang meneliti tentang pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan. Berbeda dari penelitian sebelumnya, studi ini akan melakukan pembaruan

dengan menambahkan variabel kepemilikan asing dan struktur modal dalam mempengaruhi salah satu alat ukur untuk melihat kinerja keuangan perusahaan yaitu profitabilitas. Kepemilikan asing sendiri merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan. Perusahaan dengan persentase kepemilikan asing yang tinggi dikatakan dapat meningkatkan kinerja perusahaan karena manajemen dapat lebih fokus dan efisien dalam mengarahkan kegiatan operasional perusahaan, sehingga tujuan memaksimalkan profit dapat tercapai (Chaerunisa dan Hapsari, 2018). Selain itu, pengambilan keputusan atas penggunaan struktur modal juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Pengaturan struktur modal yang ideal mampu memaksimalkan laba serta mempertahankan perusahaan dalam menghadapi lingkungan yang kompetitif, sebaliknya struktur modal yang kurang ideal akan berpengaruh pada kinerja dan meningkatkan risiko kegagalan bisnis (Kristianti, 2018). Dengan meneliti kedua variabel pembaruan ini maka perusahaan dapat mengetahui bahwa ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan agar profitabilitas dapat ditingkatkan. Tidak hanya berfokus pada satu faktor intellectual capital, namun kedua faktor lainnya juga perlu diperhatikan agar peningkatan profitabilitas lebih optimal.

Studi ini menggunakan sampel yang berbeda dengan penelitian sebelumnya yaitu perusahaan jasa sektor non-keuangan periode 2015-2019 pada sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi serta sektor property, real estate, dan konstruksi untuk melihat

(4)

apakah intellectual capital, kepemilikan asing, dan struktur modal merupakan faktor optimal dalam peningkatan profitabilitas perusahaan. Di Indonesia, sektor konstruksi sendiri tercatat sebagai salah satu usaha yang peningkatan kerjanya positif di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat, walaupun pertumbuhan sektor ekonomi naik tipis menjadi 5,79% pada kuartal III/2018 dari 5,73% dari kuartal II/2018 namun dalam produk domestik bruto (PDB) mengalami peningkatan yang signifikan (Maulana, 2018). Atas hasil pemikiran tersebut maka akan diteliti “Pengaruh Intellectual Capital,

Kepemilikan Asing dan Struktur Modal Terhadap Profitabilitas”.

2. TINJAUAN PUSTAKA

Resource Based Theory

Artikel Barney (1991) dianggap sebagai tonggak berkembangnya resource-based

theory, dimana dalam perspektif resource based theory dikatakan bahwa tiap perusahaan

memiliki sumber daya berbeda-beda dengan demikian kinerja yang dihasilkan akan berbeda pula. Resource based theory memiliki anggapan bahwa keunggulan bersaing berasal dari internal perusahaan. Sumber daya merupakan segala sesuatu yang dapat dianggap sebagai kekuatan ataupun kelemahan dari suatu perusahaan (Wernerfetl, 1984). Dalam artikelnya, Barney (1991) mengatakan:

“Resource-based theory has a very simple view about how resources are connected to the strategies that a firm pursues. It is almost as if once a firm becomes aware of the valuable, rare, costly to imitate, and non-subtitutable resource it controls, that the actions it should take to exploit these resource will be self-evident.”

Keempat karakteristik yang disebutkan yaitu bernilai, langka, tidak dapat ditiru, dan tidak ada subtitusinya merupakan atribut penting yang harus dimiliki oleh sumber daya jika suatu perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Resource based theory menjadi dasar bahwa sumber daya berbasis pengetahuan (intellectual capital) yang dimiliki perusahaan merupakan modal bagi jalannya kegiatan mereka. Intellectual capital merepresentasikan gabungan kemampuan beberapa manusia yang menghasilkan suatu kinerja untuk mencapai tujuan perusahaan.

Agency Theory (Teori Keagenan)

Agency theory atau teori keagenan menjelaskan adanya pemisahan antara

kepemilikan dan pengendalian perusahaan yang dapat menimbulkan konflik (Ritha, 2019). Teori keagenan dikemukakan oleh Jensen dan Meckling (1976) dengan mendifinisikan hubungan agen sebagai:

we define an agency relationship as a contract under which one or more persons (the principal(s)) engage another person (the agent) to perform some service on their behalf which involves delegating some decision making authority to the agent.”

Jika didasarkan pada teori keagenan, adanya pemisahan antara fungsi pengelolaan dengan fungsi kepemilikan menyebakan rentannya terjadi konflik kepentingan dimana

(5)

terjadi benturan kepentingan antara principal (pemegang saham) dengan agent (manajemen). Principal dapat saja didominasi pihak dalam negeri, namun jika principal didominasi oleh pihak asing tentunya akan menghasilkan kepentingan yang berbeda dilihat dari keterampilan dan pengalaman yang dimiliki. Teori keagenan ini nantinya akan menimbulkan asimetri informasi antara agent dan principal, dimana agent mengetahui informasi internal perusahaan lebih banyak dibandingkan principal dan

stakeholders lainnya sebab principal tidak dapat mengawasi agent secara penuh. Kondisi

tersebut dapat menimbulkan masalah konflik keagenan dimana agent (manajer) memanfaatkan posisinya untuk mendahulukan kesejahteraan dan kepentingannya sendiri.

Trade Off Theory

Trade off theory ini menjelaskan penggunaan utang yang menimbulkan biaya dan

manfaat pajak. Trade off theory mengatakan jika struktur modal yang terdapat di bawah titik optimal pada tiap kenaikan nilai utang maka akan menambah kinerja perusahaan, namun bila titik optimal telah dilewati maka setiap kenaikan utang akan menurunkan tingkat kinerja perusahaan (Myer, 1977). Jadi, terdapat 2 (dua) pilihan yang akan timbul dikarenakan meningkatnya proporsi utang perusahaan, yaitu terjadi penghematan pajak sehingga menambah profit bagi perusahaan atau berakibat pada kebangkrutan karena terus bertambahnya utang perusahaan. Berdasarkan trade off theory, manfaat dari penambahan utang adalah keuntungan pajak yang karena adanya pembayaran bunga yang dilakukan.

Intellectual Capital

Intellectual capital merupakan aset tak berwujud yang mewakili sumber daya yang

bernilai dan memiliki kemampuan untuk bertindak berdasarkan pada pengetahuan. Definisi intellectual capital yang disampaikan menurut Stewart (1997) dalam Kalkan et al (2014):

“Intellectual capital as the total stocks of the collective knowledge, information,

technologies, intellectual property right, experience, organization learning and competence, team communication systems, customer relation, and brands that are able to create value for a firm.”

Wijayani (2017) menyatakan dalam penelitiannya bahwa intellectual capital merupakan aset yang tidak terlihat dan merupakan gabungan dari faktor manusia, proses dan pelanggan yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Intellectual

capital digunakan sebagai sumber daya yang dapat mencapai tujuan organisasi

perusahaan dengan meningkatkan produktivitas pembelajaran perusahaan menjadi sesuatu yang berkelanjutan. Intellectual capital terediri dari 3 (tiga) komponen utama yaitu human capital, structural capital, dan customer capital.

(6)

Kepemilikan Asing

Berdasarkan Undang-Undang RI No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal pasal 6 ayat 1, disebutkan bahwa penanam modal asing adalah perseorangan warga negara asing, badan usaha asing, dan/atau pemerintah negara asing yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia. Pemegang saham asing dianggap mempunyai kemampuan manajerial yang baik, dimana dia dapat mengatur perusahaan dengan efektif, berkomitmen tinggi, dan tidak rentan terhadap tekanan politik (Ritha, 2019). Kepemilikan asing dapat mengawasi dan mengatur kebijakan manajemen karena memiliki keterampilan dan pengalaman yang baik dibidang keuangan dan bisnis. Kepemilikan asing memberikan pengaruh positif terhadap nilai perusahaan karena membuka akses ke pasar modal internasional dan akses untuk kemajuan teknologi perusahaan (Dewata et al, 2018).

Struktur Modal

Struktur modal dipandang sebagai alat yang efektif dalam meminimalkan biaya modal. Struktur modal merupakan faktor yang diperhitungkan bagi pertumbuhan perusahaan karena memberikan pengaruh terhadap strategi bisnis yang dijalankan perusahaan untuk mencapai tujuan jangka panjangnya. Struktur modal adalah suatu gabungan atas pembiayaan jangka panjang yang terdiri atas utang jangka panjang dan juga modal sendiri berupa saham istimewa dan saham biasa (Harjito, 2011). Struktur modal merupakan suatu perimbangan untuk mengetahui keseimbangan antar tingkat risiko dengan pengembalian investasi dari penggunaan utang jangka panjang (Ningsih dan Utami, 2020). Utang dan ekuitas menjadi kategori utama dari sumber pendanaan, dimana tiap kategori memiliki tingkat risiko yang berbeda. Perusahaan yang memilih pendanaan dari utang maka harus menghadapi risiko untuk melakukan kewajiban pembayaran terhadap beban bunga. Sebenarnya hal ini memiliki keuntungan terhadap jumlah pajak yang harus dibayar, karena semakin besar beban bunga yang harus dibayar maka jumlah pajak yang harus dibayarkan juga semakin sedikit. Hal tersebut terjadi karena beban bunga dapat menjadi pengurang bagi jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Kinerja Keuangan

Pengukuran kinerja keuangan berfungsi sebagai pengukur efektivitas pemanfaatan modal dan efisiensi pengelolaan bisnis perusahaan dalam mencapai tujuan usaha. Wijayani (2017) mengatakan bahwa kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan yang dianalisis dengan rasio keuangan, dimana analisis tersebut mendeskripsikan kondisi perusahaan yang mencerminkan keberhasilan dan prestasi perusahaan. Kinerja keuangan penting untuk diketahui karena informasi keuangan dibutuhkan dalam menilai adanya perubahan atas penggunaan sumber daya potensial yang nantinya dapat dikendalikan di masa mendatang atau digunakan untuk memprediksi kemampuan produksi serta sumber daya yang tersedia (Zulkarnaik dan Kusuma, 2019).

Dalam menjalankan kegiatan bisnis, sangat penting bagi perusahaan untuk mengawasi laba yang dihasilkannya. Perusahaan yang berhasil meningkatkan labanya

(7)

dapat dikatakan mampu dalam mengelola sumber daya yang dimiliki dengan efektif dan efisien. Profitabilitas sebagai salah satu alat ukut kinerja keuangan akan menunjukkan kemampuan pencapaian perusahaan dalam menghasilkan profit atau laba. Menurut Munawir (2012:33) profitabilitas adalah suatu ukuran yang menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Kemampuan menghasilkan laba dapat diukur dengan rasio return on asset (ROA).

Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran ini dirancang untuk menjelaskan gambaran mengenai adanya hubungan antara variabel independen intellectual capital, kepemilikan asing, dan struktur modal terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Gambar 1 Kerangka Konseptual

(Sumber: Diolah oleh penulis, 2020)

Pengembangan Hipotesis

Pengaruh Intellectual Capital terhadap Profitabilitas

Jika tujuan perusahaan adalah meningkatkan laba, maka perusahaan harus memenangkan persaingan bisnis dengan menarik perhatian konsumen, investor, meningkatkan kualitas kinerja, dan strategi bisnis yang baik. Saat ini kemampuan bersaing tidak hanya terletak dari apa yang terlihat dimiliki oleh perusahaan atau segala aset yang dimiliki tetapi juga terhadap aset yang tidak terlihat namun menjadi penting bagi keberhasilan perusahaan yaitu intellectual capital. Berdasarkan resource based

theory, intellectual capital merupakan sumber daya unik yang mampu menciptakan

keunggulan dalam persaingan bisnis sehingga menciptakan nilai bagi perusahaan dan berguna untuk menciptakan strategi bisnis yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan (Wijayani, 2017). Keunggulan untuk bersaing didapati dari keahlian perusahaan dalam mengkombinasikan sumber dayanya secara tepat, dimana sumber daya tersebut berasal dari internal perusahaan yang terdiri dari 3 komponen yang dikembangkan yaitu human

(8)

membentuk nilai yang menjadi keunggulan kompetitif dalam persaingan bisnis. Jika perusahaan berhasil menguasai persaingan bisnis, maka akan berdampak terhadap profit yang diperoleh perusahaan. Didukung hasil penelitian terdahulu oleh Ousama et al, (2019), Landion dan Lastanti (2019), Prastuti dan Budiasih (2019), dan Kurfi et al, (2017) yang menyatakan intellectual capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Maka dibentuk hipotesis sebagai berikut :

H1: Intellectual Capital berpengaruh Positif Terhadap Profitabilitas

Pengaruh Kepemilikan Asing terhadap Profitabilitas

Usaha perusahaan untuk meningkatkan laba salah satunya dilakukan untuk menarik perhatian investor agar menanamkan modalnya di perusahaan. Laba yang tinggi menggambarkan bahwa bisnis yang dijalankan memiliki kinerja yang baik sehingga keberlangsungan usaha dan prospek kedepannya dapat terjamin, dengan begitu dapat menarik perhatian investor. Berdasarkan teori keagenan (agency theory) terdapat hubungan kerjasama berdasarkan kontrak antara pemegang saham dan manajemen dimana pemegang saham memberikan wewenang kepada agen untuk mengelola perusahaan dan melakukan pengambilan keputusan (Jensen dan Meckling, 1979). Namun, ada kemungkinan terjadinya ketidaksamaan antara kepentingan agent dan

principal yang melahirkan sebuah konflik kepentingan. Munculnya konflik agensi akan

menyebabkan kinerja perusahaan menurun sehingga berdampak pada keuangan perusahaan sehingga dibutuhkan kendali yang baik antara hubungan manajer dengan pemegang saham. Kepemilikan asing memiliki peran dalam melakukan pengawasan dan kontrol terhadap kinerja perusahaan sehingga menghasilkan sistem kontrol eksternal yang kuat. Hal ini menyebabkan pihak tidak bertanggung jawab ataupun manajemen yang berniat atas kepentingannya sendiri akan lebih bijak untuk menetapkan keputusan. Selain hal tersebut, kepemilikan asing dianggap lebih mampu meningkatkan kinerja perusahaan karena dilihat dari segi ilmu teknologi di negara asal mereka yang lebih maju, lebih berinovasi, dan budaya sistem manajemen yang baik. Adanya pihak asing dikatakan mampu membantu perusahaan dalam memaksimalkan kinerjanya dan meningkatkan laba yang dihasilkan. Didukung hasil penelitian terdahulu oleh Rosalina dan Nugraha (2018) serta Chaerunisa dan Hapsari (2018) yang menyatakan kepemilikan asing berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, maka dibentuk hipotesis sebagai berikut :

H2 : Kepemilikan Asing berpengaruh positif terhadap Profitabilitas

Pengaruh Struktur Modal terhadap Profitabilitas

Untuk membiayai operasional perusahaan, manajemen harus mempertimbangkan jenis pendanaan apa yang tepat untuk digunakan sebagai struktur modal. Pemilihan sumber pendanaan menjadi kunci utama dalam mengoptimakan struktur modal jika dilakukan dengan tepat, karena struktur modal yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko kebangkrutan. Berdasarkan trade off theory penggunaan struktur modal yang berasal dari utang jika masih berada dibawah titik optimal, maka setiap kenaikannya akan menambah kinerja perusahaan. Keuntungan dari penggunaan utang yaitu timbulnya nilai

(9)

bunga yang akan menjadi penghemat pajak sehingga meningkatkan laba bagi perusahaan dan mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian Kristianti (2018) serta Ningsih dan Utami (2020) menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan dengan pengukuran ROA, sehingga dibentuk hipotesis sebagai berikut:

H3 : Struktur Modal berpengaruh positif terhadap Profitabilitas

3. METODOLOGI

Rancangan Penelitian

Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan klasifikasi sifat kausal komparatif. Penelitian dilakukan menggunakan kelompok penelitian dari 158 perusahaan jasa sektor non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2015-2019. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan yang diperoleh di situs BEI yaitu www.idx.co.id. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling method. Berdasarkan karakteristik waktu pelaksanaannya, peneliti menggunakan data panel yang merupakan gabungan dari data time series dan cross-section karena terdiri dari beberapa objek dalam beberapa periode waktu.

Variabel dan Pegukuran

Pada penelitian ini variabel dependen yang digunakan adalah kinerja keuangan yang diukur dengan return on asset (ROA), serta variabel independen yang digunakan berupa intellectual capital, kepemilikan asing, dan struktur modal. Pengukuran variabel dan jenis pengukuran yang digunakan adalah sebagai berikut.

Variabel Dependen :

1. Profitabilitas

Profitabilitas diukur dengan return on asset (ROA), dimana ROA dapat mengukur efektivitas pemanfaatan aset yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan profit. Tingginya ROA mengambarkan semakin baik performa perusahaan dalam penggunaan aset (Landion dan Lastanti, 2019).

ROA = 𝑳𝒂𝒃𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒊𝒉 𝒔𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒑𝒂𝒋𝒂𝒌 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕

Variabel Independen :

1. Intellectual Capital

Intellectual capital diukur menggunakan value added intellectual capital (VAIC).

Pengukuran ini mengukur intellectual capital dengan menilai efisiensi nilai tambah sebagai hasil dari kemampuan intelektual perusahaan (Prastuti dan Budiasih, 2019).

(10)

VAIC dapat mengindikasi kapabilitas intelektual perusahaan dengan komponen sebagai berikut:

a. Value Added (VA)

Langkah pertama yaitu menghitung VA. Menurut Nurhayati (2017), VA merupakan indikator yang sangat faktual atau objektif jika digunakan dalam memperhitungkan kemampuan perusahaan atas intellectual capital.

𝑽𝑨 = 𝑶𝑷 + 𝑬𝑪 + 𝑫 + 𝑨 b. Value Added Capital Employed (VACA)

VACA merupakan indikator dalam menghitung VA dari physical capital. Rasio ini memperlihatkan kontribusi yang terbentuk oleh tiap unit dari CE terhadap nilai tambah perusahaan, sehingga berfungsi sebagai indikator dan alat ukur kapabilitas intelektual perusahaan dalam memaksimalkan modal fisik perusahaan.

VACA = 𝑽𝑨 𝑪𝑬

c. Value Added Human Capital (VAHU)

VAHU merupakan rasio untuk mengukur antara VA dan human capital sehingga dapat menilai kapabilitas human capital dalam membentuk nilai perusahaan. Rasio ini memperlihatkan jumlah nilai tambah yang mampu diciptakan dengan biaya yang digunakan untuk tenaga kerja atau kontribusi yang dilakukan oleh sumber daya manusia terhadap value added.

VAHU = 𝑽𝑨 𝑯𝑪

d. Structural Capital Value Added (STVA)

Structural Capital Value Added (STVA) sebagai rasio yang menunjukan

banyaknya kontribusi structural capital (SC) yang terbentuk dari nilai tambah perusahaan. Rasio ini mengukur jumlah structural capital (SC) dari value added yang merupakan indikasi seberapa berhasil SC dalam pembentukan nilai tambah.

STVA = 𝑺𝑪 𝑽𝑨

2. Kepemilikan Asing

Dalam menghitung kepemilikan asing dapat dilihat pada proporsi saham biasa yang dimiliki pihak asing (Chaerunisa dan Hapsari, 2018).

Kepemilikan Asing = jumlah kepemilikan saham oleh pihak asing

jumlah saham yang beredar x 100%

3. Struktur Modal

Struktur modal diukur dengan debt to equity ratio (DER), dimana debt to equity ratio (DER) merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kapabilitas perusahaan untuk melunasi utangnya berdasarkan modal sendiri (Nurlaela, 2019).

𝐷𝐸𝑅 = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑒𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

(11)

Sampel Penelitian

Metode pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan metode purposive

sampling dari perusahaan jasa sektor non-keuangan yang terdiri dari sektor infrastruktur,

utilitas, dan transportasi serta sektor property, real estate, dan konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2015 sampai dengan periode 2019 sebanyak 95 perusahaan.

Metode Analisis Data

Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel menggunakan

software analisis Eviews 9. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intellectual capital, kepemilikan asing, dan struktur modal terhadap kinerja keuangan. Model

persamaan analisis regresi data panel yang dapat dibentuk sebagai berikut :

Keterangan

Y : Return on Asset (ROA)

α : Konstanta β1, β2, β3 : Koefisien Regresi IC : Intellectual Capital KA : Kepemilikan Asing SM : Struktur Modal 𝑒 : error

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data Penelitian

Sampel yang digunakan dalam penelitian dipilih melalui metode purposive

sampling yaitu dengan menetapkan beberapa kriteria tertentu. Hasil pemilihan dan

pengumpulan data menghasilkan perolehan jumlah sampel data sebanyak 95. Berikut ringkasan perolehan data berdasarkan kriteria yang ditetapkan:

(12)

Tabel 1

Deskripsi Sampel Penelitian

No Keterangan Jumlah

1.

Perusahaan jasa sektor non-keuangan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015sampai dengan periode 2019

1. Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi

2. Sektor Property, Real estate, dan Konstruksi Bangunan

158

2 Perusahaan jasa sektor non-keuangan yang tidak konsisten terdaftar di BEI

selama periode 2015-2019 (50)

3. Perusahaan jasa sektor non-keuangan yang mengalami kerugian pada periode

2015-2019 (36)

4. Perusahaan jasa sektor non-keuangan yang menyajikan laporan keuangan dengan

nilai mata uang selain rupiah pada periode 2015-2019 (9)

5

Perusahaan jasa sektor non-keuangan yang tidak menyajikan data yang dibutuhkan pada laporan tahunan dan keuangan dengan lengkap pada periode 2015-2019

(44)

Jumlah perusahaan yang menjadi sample penelitian 19

Jumlah periode penelitian yang digunakan 5 tahun

Jumlah Observasi 95

Sumber : Diolah Penulis (2020)

Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif dilakukan dengan tujuan memberikan deskripsi atau gambaran atas objek yang diteliti dengan melihat nilai rata-rata (mean), nilai maksimum, nilai minimum, dan standar deviasi pada tiap-tiap varibel independen maupun dependen.

Tabel 2 Statistik Deskriptif

Variabel N Minimum Maximum Mean Std.

Deviation

(Y) Profitabilitas 95 0,004100 0,175300 0,054441 0,036121

(X1)Intellectual Capital 95 1,427500 31,63180 5,384021 4,554187

(X2)Kepemilikan Asing 95 0,002100 0,977100 0,290024 0,261568

(X3)Struktur Modal 95 0,043300 4,343000 0,922489 0,879347

Sumber: Diolah Penulis, Eviews 9 (2020)

Variabel dependen yaitu kinerja keuangan yang diukur dengan Return On Asset (ROA) memiliki nilai minimum (terendah) sebesar 0,0041 nilai ini dimiliki oleh Agung Podomoro Land Tbk (APLN) pada tahun 2019. Nilai maksimum (tertinggi) ROA diperoleh sebesar 0,1753 nilai ini dimiliki oleh Puradelta Lestari Tbk (DMAS) pada tahun 2019. Nilai rata-rata ROA hanya 0.05 mencerminkan bahwa kinerja profitabilitas perusahaan sampel pada tahun pengamatan di penelitian ini masih kurang baik, masih berada dibawah rata-rata 20%. Nilai mean masih diatas nilai dari standar deviasi menunjukan variasi dari angka ROA yang cukup heterogen.

Variabel independen intellectual capital yang diukur menggunakan VAIC memiliki nilai minimum (terendah) sebesar 1,4275 nilai ini dimiliki oleh Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) pada tahun 2017. Nilai maksimum (tertinggi) diperoleh sebesar 31,63180 nilai ini dimiliki oleh Puradelta Lestari Tbk (DMAS) pada tahun 2015.

(13)

Variabel independen kepemilikan asing memiliki nilai minimum (terendah) sebesar 0,0021 atau senilai dengan 0,21% nilai ini dimiliki oleh Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) pada tahun 2019. Nilai maksimum (tertinggi) diperoleh sebesar 0,9771 atau senilai dengan 97,71 %, nilai ini dimiliki oleh Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) pada tahun 2015. Nilai kepemilikan asing yang berada dengan rata-rata 0.29 menunjukan bahwa perusahaan sampel pada penelitian ini tidak terlalu banyak dimiliki oleh pihak asing, yaitu masih kurang dari 50%.

Variabel independen struktur modal yang diukur dengan debt to equity rasio (DER) memiliki nilai minimum (terendah) sebesar 0,0433 , nilai ini dimiliki oleh Puradelta Lestari Tbk (DMAS) pada tahun 2018. Nilai maksimum (tertinggi) diperoleh sebesar 4,343, nilai ini dimiliki oleh PT Adhi Karya (persero) Tbk (ADHI) pada tahun 2019. Nilai struktur modal dalam penelitian ini memiliki rata-rata 4.343, menunjukkan kinerja yang kurang baik, karena nilai modal perusahaan msih didominasi oleh hutang dibandingkan dengan ekuitas pemilik.

Analisis Regresi Data Panel

Sebelum melakukan uji hipotesis, perlu dilakukan pemilihan terhadap model regresi data panel yang tepat untuk digunakan. Dalam memilih model regresi data panel yang tepat maka dilakukan 3 (tiga) tahap pengujian yaitu Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier. Berdasarkan hasil pengujian estimasi model yang tepat maka didapatkan hasil bahwa random effect model merupakan pemilihan model yang tepat. Berikut ringkasan hasil pengujian pemilihan model :

Tabel 3

Hasil Pemilihan Model Estimasi Regresi Data Panel

Metode Estimasi Model Hasil

Uji Chow Common Effect vs Fixed Effect Fixed Effect

Uji Hausman Fixed Effect vs Random Effect Random Effect

Uji Lagrange Multiplier Random Effect vs Common Effect Random Effect

Sumber: Diolah Penulis, Eviews 9 (2020)

Berikut hasil yang diperoleh dari random effect model menggunakan software Eviews 9.

Tabel 4

Hasil Uji Random Effect Model

Variabel Prediksi

Arah Koefisien Prob.

Sig 1 tailed Kesimpulan C 0,034924 0,0001 X1 Positif (+) 0,005638 0,0000 0,0000 H1 diterima X2 Positif (+) -0,028099 0,0497 0,0249 H2 ditolak X3 Positif (+) -0,002914 0,4915 0,2458 H3 ditolak

Goodness of Fit Test

Adj R2 0,371316

Prob F-statistic 0,000000

(14)

Dari hasil uji random effect model, maka dapat dibentuk persamaan regresi data panel sebagai berikut:

Y = 0,034924 + 0,005638 IC - 0,028099 KA - 0,002914 SM

Uji Hipotesis

Analisis Koefisien Determinasi (R2 )

Analisis yang dilakukan terhadap R2 bertujuan untuk mengukur kemampuan variabel independen dalam memberikan penjelasan terhadap variasi variabel dependennya.

Tabel 5

Hasil Koefisien Determinasi (R2)

Goodness of Fit Test

Adj R2 0,371316

Sumber: Diolah Penulis, Eviews 9 (2020)

Berdasarkan hasil uji R2 pada tabel, nilai Adjusted R2 sebesar 0,371316. Nilai tersebut memiliki interpretasi bahwa kemampuan yang dimiliki sekumpulan variabel independen (intellectual capital, kepemilikan asing, dan struktur modal) dalam menjelaskan variasi dari variabel dependennya (kinerja keuangan) sebesar 37,1316 %, maka sisa nilai sebesar 62,8684% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

Analisis Uji Simultan (Uji F)

Uji F bertujuan untuk menguji apakah setidaknya terdapat satu variabel independen yang terbukti memiliki pengaruh yang signifikan pada variabel dependennya.

Tabel 6

Hasil Uji Simultan (Uji F)

Goodness of Fit Test

Prob F-statistic 0,000000

Sumber: Diolah Penulis, Eviews 9 (2020)

Berdasarkan hasil uji simultan atau uji F pada tabel 7, nilai Probability (F-statistic) sebesar 0,0000 < 0,05 maka Ha diterima, berarti hasil pengujian menunjukan setidaknya ada satu variabel independen yang memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.

Analisis Uji Individu (Uji t)

Uji individu atau uji t dilakukan untuk melihat signifikansi dan besarnya pengaruh variabel independen secara parsial atau individu terhadap variabel dependen.

(15)

Tabel 7

Hasil Uji Individu (Uji t)

Variabel Prediksi Arah Koefisien Prob. Sig 1 tailed Kesimpulan

C 0,034924 0,0001

X1 Positif (+) 0,005638 0,0000 0,0000 H1 diterima

X2 Positif (+) -0,028099 0,0497 0,0249 H2 ditolak

X3 Positif (+) 0,002914 0,4915 0,2458 H3 ditolak

Sumber: Diolah Penulis, Eviews 9 (2020)

Berdasarkan hasil uji individu (uji t) pada tabel 8, diperoleh hasil sebagai berikut : 1. Variabel Intellectual Capital (X1)

Nilai koefisien intellectual capital (X1) sebesar 0,005638 artinya jika intellectual

capital meningkat sebesar satu satuan, maka ROA akan meningkat sebesar

0,005638 satuan. Sementara itu, variabel intellectual capital memiliki nilai probabilitas atau signifikansi one tailed sebesar 0,0000 < 0,05, maka Ha diterima artinya intellectual capital berpengaruh signifikan terhadap ROA, hipotesis 1 (H1) diterima.

2. Variabel Kepemilikan Asing (X2)

Nilai koefisien kepemilikan asing (X2) sebesar -0,028099 artinya jika kepemilikan asing meningkat sebesar satu satuan, maka ROA akan menurun sebesar 0,028099 satuan. Sementara itu, variabel kepemilikan asing memiliki nilai probabilitas atau signifikansi one tailed sebesar 0,0249 < 0,05, maka Ha diterima dengan arti terdapat pengaruh signifikan kepemilikan asing terhadap ROA, hipotesis 2 (H2) ditolak.

3. Variabel Struktur Modal (X3)

Variabel struktur modal memiliki nilai probabilitas atau signifikansi one tailed sebesar 0,2458 > 0,05, maka Ha ditolak dengan arti tidak terdapat pengaruh signifikan struktur modal terhadap ROA, hipotesis 3 (H3) ditolak.

Pembahasan Hipotesis

Pegaruh Intellectual Capital terhadap Profitabilitas (ROA)

Hasil yang ditunjukan atas pengujian yang telah dilakukan yaitu intellectual capital berpengaruh positif terhadap profitabilitas yang diukur dengan ROA sehingga hipostesis 1 (H1) diterima. Hal ini sesuai dengan resource based theory, dimana teori ini menyatakan bahwa keunggulan bersaing perusahaan berasal dari internal perusahaan karena sumber daya tiap perusahaan berbeda-beda. Resource based theory memandang hubungan sumber daya yang mampu membentuk strategi untuk mencapai tujuan perusahaan dimana sumber daya akan memberikan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Intellectual capital mewakili sumber daya yang berasal dari internal perusahaan karena sebagai sesuatu yang diberikan oleh tiap orang dalam perusahaan berupa pengetahuan, informasi, pembelajaran organisasi dan kompetensi. Intellectual

capital sebagai keunggulan kompetitif berpusat pada kemampuan dan kompetensi dari

(16)

daya manusianya dapat dimanfaatkan dengan baik maka akan pula menciptakan kinerja yang baik bagi perusahaan, sehingga kinerja keuangan perusahaan akan semakin meningkat dan mempengaruhi kenaikan tingkat profitabilitasnya.

Hasil penelitian ini konsisten dan mendukung penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh (Ousama et al, 2019; Landion dan Lastanti, 2019; Prastuti dan Budiasih, 2019; Kurfi et al, 2017) yang menyatakan bahwa intellectual capital berpengaruh signifikan positif terhadap profitabilitas yang diukur dengan return on asset (ROA).

Pengaruh Kepemilikan Asing terhadap Profitabilitas (ROA)

Hasil yang ditunjukan atas pengujian kepemilikan asing terhadap profitabilitas yang diukur dengan ROA menunjukan perbedaan arah yaitu -0,028099, berpengaruh negatif signifikan sehingga hipotesis 2 (H2) ditolak. Hasil uji ini berarti membantah anggapan bahwa kepemilikan asing dapat meningkatkan keuntungan perusahaan karena dianggap mampu mengatur perusahaan dengan lebih efektif, memiliki kemampuan manajerial yang lebih baik, memiliki pengalaman yang baik pada bidang keuangan dan bisnis, serta kemajuan teknologi. Berdasarkan teori keagenan mengenai hubungan antara

principal dan agent, peran pihak asing sebagai principal dapat mengawasi aktivitas

dewan direksi sebagai agent. Namun pihak asing terkadang memiliki cara yang berbeda untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang sebenarnya belum tentu dapat diterapkan dengan cepat pada perusahaan dalam negeri, sehingga dapat menimbulkan pergesekan budaya organisasi yang menyebabkan produktivitas kerja menurun sehingga berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Hasil ini tidak mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chaerunisa dan Hapsari (2018) serta Rosalina dan Nugraha (2018), namun sejalan dengan penelitian Perdana dan Septiani (2017) yang memiliki hasil penelitian bahwa kepemilikan asing berpengaruh negatif terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan ROA.

Pengaruh Struktur Modal terhadap Profitabilitas (ROA)

Hasil yang ditunjukan atas pengujian struktur modal yang diukur dengan debt to

equity ratio (DER) tidak memiliki pengaruh (H3 0,2458 > 0,05) terhadap kinerja

keuangan yang diukur dengan ROA sehingga hipotesis 3 (H3) ditolak. Hasil uji ini berarti membantah anggapan bahwa struktur modal dapat meningkatkan kinerja keuangan dan

trade off theory yang menyatakan bahwa struktur modal yang masih berada pada titik

optimal dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan menyeimbangkan keuntungan atas penggunaan utang.Berdasarkan pecking order theory tidak ada struktur modal optimal, sehingga menentukan modal didasarkan pada preferensi dari risiko yang paling rendah, mulai dari pendanaan internal baru kemudian memilih pendanaan eksternal. Hal ini menjadikan utang hanya sebagai pilihan alternatif dalam penentuan struktur modal.

Hasil ini tidak mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nurlaela et al, (2019) serta Kristianti (2018). Namun, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Azis dan Hartono (2017) yang memiliki hasil penelitian DER tidak berpengaruh terhadap ROA.

(17)

5. SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

Simpulan

Intellectual capital berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas

perusahaan. Hal ini sejalan dengan resource based theory, dimana nilai intellectual

capital yang meningkat akan berpengaruh terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan

sekaligus mempertahankan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Kepemilikan asing memiliki pengaruh negatif signifikan. Jika kepemilikan asing meningkat maka akan berpengaruh terhadap penurunan profitabilitas perusahaan, hal tersebut dapat disebabkan masalah konflik keagenan yang timbul antara pemilik modal asing sebagai principal dengan manajemen perusahaan sebagai agen. Selanjutnya, struktur modal tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, berarti jika naik atau turunnya penggunaan struktur modal tidak akan mempengaruhi kenaikan profitabilitas perusahaan.

Implikasi

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, maka diharapkan dari hasil penelitian dapat memberikan informasi bagi perusahaan mengenai pentingnya faktor

intellectual capital. Perusahaan dapat memberikan perhatian yang lebih baik dalam

meningkatkan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusianya karena dengan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dapat menciptakan keunggulan bagi kinerja perusahaan serta menjadi investasi yang baik. Perusahaan juga dapat memperhatikan struktur kepemilikan yang baik bagi perusahaan serta memberikan informasi atas faktor yang seharusnya diperhatikan dan tidak diperhatikan pada keputusan pendanaan. Bagi investor, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai faktor-faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Selanjutnya bagi akademisi, diharapkan dapat memberikan ide bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan hasil penelitian dengan tambahan informasi baru.

Saran

1. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan pengukuran lain untuk pengukuran yang digunakan pada variabel-variabel dalam penelitian ini. Struktur modal dapat diukur dengan debt to asset ratio (DAR) dan debt ratio (DR). Sedangkan profitabilitas dapat diukur dengan return on equity (ROE), return on investment (ROI), earning per share (EPS), maupun net profit margin (NPM).

2. Peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel independen lain yang dapat menjadi faktor dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan seperti leverage, firm size,

corporate social responsibility, domestic ownership, dan variabel lainnya.

3. Peneliti selanjutnya dapat mengukur kepemilikan asing menggunakan kategori mayoritas dan minoritas atas kepemilikan saham, sehingga memperoleh hasil untuk pengembangan teori berdasarkan penelitian Yavas dan Erdogan (2016).

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Azis, A., dan Ulil Hartono. 2017. "Pengaruh Good Corporate Governace, Struktur Modal dan Leverage terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan pada sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015." Jurnal Ilmu Manajemen 5 (3): 1-13.

Barney, J. (1991). Firm Resources and Sustained Competitive Advantage. Journal of

Management, 17(1), 99-120.

Chaerunisa, S., & Hapsari, D. W. (2018). Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Kepemilikan Asing Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2016). E-Proceeding of Management, 5(3), 3521-3528. Dewata, E., Jauhari, H., Sari, Y., & Jumarni, E. (2018). Pengaruh Biaya Lingkungan,

Kepemilikan Asing, dan Poltical Cost terhadap Kinerja Perusahaan Pertambangan di Indonesia. Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi), 3(2), 122-132. Harjito, D. A. (2011). Teori Pecking Order dan Trade-Off dalam Analisis Struktur Modal

di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Siasat Bisnis, 15(2), 187-196.

Haryono, S. A., Fatima, E., & Fitriany. (2017). Pengaruh Struktur Modal dan Struktur Kepemilikan Terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan

Indonesia, 14(2), 119-141.

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of The Firm: Managerial Behavior, Agency Cost and Ownership Structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305-360. doi:https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X

Kalkan, A., Bozkurt, O. C., & Arman, M. (2014). The Impact of Intellectual Capital, Innovation and Organizational Strategy on Firm Performance. 10th International

Strategic Management Conference. 150, pp. 700-707. Elsevier Ltd.

Kristianti, I. P. (2018). ANalisis Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Jurnal AKuntansi Dewantara, 2(1), 56-68. doi:10.29230/ad.v2i1.2222 Kurfi, S. A., Udin, N. M., & Bahamman, S. M. (2017). The Impact of Intellectual Capital on The Financial Performance of Listed Nigerian Food Products Companies.

Journal of Accounting and Taxation, 9(11), 147-160. doi:10.5897/JAT2017.0246

Landion, V., & Lastanti, H. S. (2019). Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan, Nilai Perusahaan, dan Reputasi Perusahaan. Jurnal Akuntansi Trisakti,

6(2), 215-232. doi:http://dx.doi.org/10.25105/jat.v6i2.5570

Maulana, Rivki. (2018). Sektor Konstruksi Makin Menggeliat. Retrieved Juli 5, 2021, from

https://ekonomi.bisnis.com/read/20181105/45/856681/sektor-konstruksi-makin-menggeliat

Modigliani, F., & Miller, M. H. (1958). The Cost of Capital, Corporation Finance and The Theory of Investment. The American Economic Review, 48(3), 261-297. Modigliani, F., & Miller, M. H. (1963). Corporate Income Taxes and Cost of Capital: A

correction. The American economic Review, 53(3), 433-443.

Munawir, S. (2012). Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Penerbit Liberty.

Myers, S. C. (1977). Corporate Income Taxes and Cost of capital: A Correction. Journal

of Financial Economic, 5(2), 147-175.

Myers, S. C., & Majluf, N. S. (1984). Corporate Financing and Investment Decision When Firms Have Information Investors Do not Have. Journal of Finance

(19)

Ningsih, S., & Utami, W. B. (2020). Pengaruh Operating Leverage dan Struktur Modal terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Go Publik Sektor Property Dan Real

Estate. Jurnal Akuntansi dan Pajak, 20(2), 154-160.

doi:http://dx.doi.org/10.29040/jap.v20i2.754

Perdana, V. A., dan Aditya Septiani. 2017. "Pengaruh Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2016)." Diponegoro Journal of Accounting 6 (4): 1-8.

Putra, D. A. (2019). Tanpa Investasi Asing, Startup Indonesia tak Bakal Jadi Unicorn.

Retrieved April 8, 2020, from

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4032360/tanpa-investasi-asing-startup-indonesia-tak-bakal-jadi-unicorn

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007(67). Jakarta.

Ritha, H. (2019). Pengaruh Struktur Kepemilikan Sebagai Mekanisme Corporate Governan

ce Terhadap Kinerja Perbankan. Jurnal Manajemen Keuangan, 9(1), 42-53.

Rosalina, D. A., & Nugraha. (2018). The Effects of Ownership Structure on Bank Profitability. 1st International Conference on Economics, Business, Entrepreneurship, and Finance (ICEBEF 2018). 65, pp. 42-46. Atlantis Press.

Sardo, F., & Serrasqueiro, Z. (2018). Intellectual Capital, Growth opportunities, and Financial Performance in European Firms. Journal of Intellectual Capital, 19(8), 747-767. doi:https:/doi.org/10.1108/JIC-07-2017-0099

Satyagraha. (2020). ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia 2020 Melambat karena Covid-19. Retrieved April 10, 2020, from https://www.antaranews.com/berita/1400046/adb-proyeksikan-ekonomi-indonesia-2020-melambat-karena-covid-19#mobile-nav Tambunan, Jessica Talenta Agustina, and Bulan Prabawani. 2018. "Pengaruh Ukuran

Perusahaan, Leverage dan Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Aneka Industri Tahun 2012-2016)."

Diponegoro Journal of Social and Politic 1-10.

Umah, A., & Wareza, M. (2020). Bisnis Bakal Ketat Usai Corona, Ini Pesan Erick ke

Bos BUMN. Retrieved April 10, 2020, from https://www.cnbcindonesia.com/market/20200403121200-17-149596/bisnis-bakal-ketat-usai-corona-ini-pesan-erick-ke-bos-bumn

Wernerfelt, B. (1984). A Resource-based View of the Firm. Strategic Management

Journal, 5, 171-180.

Wijayani, D. R. (2017). Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Publik di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Airlangga, 2(1), 97-116.

Yavas, C. V., dan S. B. Erdogan. 2016. "The Effect of Foreign Ownership on Firm Performance: Evidance From Emerging Market." Australian Academy of

Accounting and Finance Review 2 (4): 363-371.

Zulkarnain, & Kusuma, W. S. (2019). Pengaruh Kepemilikan Asing,Komisaris Asing, dan Direksi Asing terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Journal of Islamic

Finance and Accounting, 2(1), 29-44.

www.ksei.co.id www.idx.co.id

(20)

Gambar

Gambar 1  Kerangka Konseptual  (Sumber: Diolah oleh penulis, 2020)

Referensi

Dokumen terkait

Kampar bersama dengan saksi Muhammad Ikhsan Als Ikhsan dan saksi Zaki Fahreza Als Zaki serta saksi M.Adam Pratama Als Adam kemudian sekira pukul 20.00 Wib

Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 02- 14 Mei 2016, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (55,6%) keluarga yang merawat anak retardasi

Untuk instalasi pipa Fresh Fire Watr Storage Tank analisis dilakukan dengan kombinasi beban statik dan dinamik sesuai dengan data-data desain pada instalasi

instrumen yaitu validitas butir dengan menggunakan koefisien korelasi antara skor. butir dengan skor

SPUIT MEMPUNYAI SKALA YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR JUMLAH DARAH YANG AKAN DIAMBIL, VOLUME SPUIT BERVARIASI DARI 1ML, 3ML, 5ML BAHKAN ADA YANG SAMPAI 50ML YANG BIASANYA

Untuk mendapatkan karyawan sesuai dengan bidang yang dibutuhkan perusahaan, lebih baik dalam proses rekrutmen dan seleksi perusahaan mencari karyawan baru melalui

[r]

Dengan mendaftarkan perusahaan di bursa luar negeri, menjadikan perusahaan memiliki banyak pilihan dalam hal pendanaan.Perusahaan yang telah terdaftar itu pun diwajibkan