• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

4.1 Gambaran Umum Film Ip Man III

Dikisahkan kehidupan seorang guru besar bela diri aliran Wing Chun yang sangat dihormati oleh masyarakat di wilayah itu bernama Guru Ip dengan setting lokasi keadaan Hongkong pada masa 1959. Guru Ip bersama istri dan anaknya memiliki kehidupan yang berjalan damai dan sederhana. Hingga suatu hari, keadaaan menjadi berubah sejak sekelompok preman bayaran mengganggu dan mengancam Kepala Sekolah tempat anak Guru Ip bersekolah agar mau menjual sekolah tersebut kepada pengusaha properti asing bernama Frank.

Frank merupakan pengusaha properti kaya raya sekaligus pemilik arena tarung di wilayah itu dan memperkerjakan sekelompok preman setempat sebagai bawahannya untuk mengurusi arena tarung miliknya. Frank sendiri memiliki kemampuan bela diri yang handal dan mempunyai obsesi yang sangat besar agar dapat memiliki lokasi di mana sekolah berada sehingga melakukan segala cara untuk mendapatkan sekolah tersebut. Dia juga memiliki kedekatan dan dilindungi oleh petinggi aparat kepolisian di wilayah itu karena berhasil melakukan penyuapan.

Dikarenakan Kepala Sekolah tidak bersedia menjual dan ingin mempertahankan sekolah, sekelompok preman bayaran yang menjadi bawahan

(2)

Frank melakukan aksi teror dan ancaman untuk memaksa agar sekolah itu berhasil dibeli. Ancaman dilakukan mulai dari pemukulan dan percobaan penculikan Kepala Sekolah, menutup gedung sekolah, pembakaran, hingga menculik anak-anak sekolah.

Guru Ip yang tidak setuju atas tindakan Frank dan bawahannya karena membahayakan keselamatan Kepala Sekolah dan anak-anak, akhirnya memutuskan untuk menjaga sekolah tersebut bersama murid-muridnya berhari-hari. Mereka bersiaga di sekitar sekolah dan menjaga layaknya polisi yang sedang berpatroli untuk mengawasi suatu tempat.

Sementara itu, di sisi lain, istri Guru Ip mengidap penyakit kanker yang mematikan sehingga sangat membutuhkan perhatian dari suaminya. Konflik keluarga terjadi karena Guru Ip menghabiskan waktu lebih banyak untuk menjaga sekolah dibandingkan di rumah bersama istri dan anaknya. Akan tetapi, segera setelah Guru Ip mengetahui perihal penyakit yang diderita istrinya, dia akhirnya meluangkan waktunya bersama istri dan anaknya hingga istrinya meninggal dunia. Tentu saja hal ini ia lakukan setelah berhadapan langsung dengan Frank untuk adu duel dan menang sehingga Frank bersedia untuk melepaskan keinginannnya membeli sekolah.

Dalam perjuangan mempertahankan sekolah, Guru Ip dibantu oleh polisi lokal yang bernama Fat Po. Dia berani untuk menyelidiki kasus tersebut dan melibatkan para wartawan agar meliput aksi penculikan yang dilakukan oleh

(3)

Hongkong masih dikuasai Inggris. Khawatir Pemerintah Inggris mengambil tindakan atas kejahatan Frank setelah pemberitaan di media massa mengenai penculikan anak-anak yang dilakukan, Kepala Polisi yang selama ini melindungi Frank akhirnya mengingatkan Frank agar menghentikan terornya. Hal ini pulalah yang menandai drama teror dan ancaman terhadap sekolah mulai berakhir.

Dalam film Ip Man III ini juga menampilkan tokoh Bruce Lee yang hendak menjadi murid dari Guru Ip namun masih ditolak.

Film Ip Man III dibintangi oleh artis-artis papan atas negeri Cina dan seorang mantan petinju dunia yang sangat terkenal. Berikut adalah para pemain utama film Ip Man III :

1. Donnie Yen sebagai Guru Ip Man

2. Zhang Jin sebagai Cheung Tin-Ci, yaitu wali murid yang juga ahli bela diri Wing Chun

3. Lynn Hung sebagai Cheung Wing Sing, yaitu istri Guru Ip

4. Kent Cheng sebagai Fat Po, polisi lokal dan teman Guru Ip yang sangat membantu dalam menyelesaikan kasus ancaman terhadap sekolah

5. Danny Chan sebagai Bruce Lee

6. Mike Tyson sebagai Frank, pengusaha properti kaya raya yang memiliki obsesi untuk mendapatkan lahan sekolah

(4)

Table 4.1

Keberanian Kepala Sekolah Menolak Untuk Menjual Sekolah

Sign

Gambar 4.1

Keberanian Kepala Sekolah Untuk Menolak Menjual Sekolah

Object

Seorang laki-laki menolak untuk menjual sekolahnya kepada laki-laki yang ada di hadapannya yang sedang memaksanya untuk menandatangani surat jual beli

sekolah

(5)

sekolahnya kepada pengusaha properti asing meskipun dipaksa dan ditekan secara fisik oleh sekelompok preman bayaran setempat. Ini menunjukkan bahwa Kepala Sekolah tersebut berusaha mempertahankan sekolah yang menjadi tempat penting

bagi anak-anak di wilayah itu untuk menuntut ilmu meskipun nyawanya dipertaruhkan.

Seorang pengusaha properti asing sangat ingin memiliki lahan sekolah di tempat tersebut demi kepentingan pribadi sehingga mendorongnya untuk mengerahkan preman setempat yang bekerja untuknya agar memaksa kepala sekolah mengikuti keinginannya. Kepala Sekolah tetap bertahan untuk tidak menjual sekolah tersebut meskipun mengalami ancaman dan kekerasan fisik.

Table 4.2

Keberanian Guru Ip Membela Kepala Sekolah dari Ancaman Preman

(6)

Gambar 4.2

Keberanian Guru Ip Membela Kepala Sekolah dari Ancaman Preman

Object

Seorang laki-laki terlibat perkelahian dan menghubungi pihak berwajib dikarenakan sekelompok preman setempat melakukan aksi penyerangan di suatu

kantor sekolah

Interpretant

Nilai patriotisme terlihat dari keberanian Guru Ip untuk membela Kepala Sekolah dari serangan sekelompok preman bayaran dan ikut campur atas masalah tersebut dengan menghubungi pihak berwajib setempat. Ini menunjukkan bahwa Guru Ip bersedia menanggung risiko apapun dengan melindungi Kepala Sekolah dan ikut

campur dengan masalah tersebut.

Guru Ip merasa terpanggil untuk melindungi Kepala Sekolah tempat anaknya sekolah yang diserang oleh preman bayaran setempat dan menghubungi pihak berwajib untuk melaporkan masalah tersebut. Guru Ip tidak takut atas risiko yang akan ditanggungnya karena terlibat perkelahian dengan kelompok preman yang bisa mengancam keselamatannya.

(7)

Table 4.3

Sikap Berani Para Murid Guru Ip untuk Melindungi Sekolah dari Teror Preman Bayaran

Sign

Gambar 4.3

Sikap Berani Para Murid Guru Ip untuk Melindungi Sekolah dari Teror Preman Bayaran

Object

Beberapa laki-laki yang merupakan Murid dari Perguruan Bela Diri membela sekolah dari ancaman preman bayaran yang hendak menutup secara paksa sekolah

(8)

belajar-mengajar

Interpretant

Patriotisme terlihat dari keberanian murid-murid Guru Ip yang berusaha melindungi sekolah dari gangguan preman bayaran karena ingin membantu gurunya serta peduli dengan nasib anak-anak yang bersekolah di tempat tersebut

Murid-murid dari Perguruan Bela Diri milik Guru Ip berani membantu gurunya untuk mengatasi ancaman preman yang ingin meneror sekolah dengan menutup paksa sekolah tersebut. Mereka tidak takut meski harus berkelahi dan bertumpah darah dengan preman tersebut.

Table 4.4

Bersatu Untuk Melindungi Sekolah dari Serangan Preman

(9)

Gambar 4.4

Bersatu Untuk Melindungi Sekolah dari Serangan Preman

Object

Beberapa laki-laki yang merupakan Guru Bela Diri dan Murid-Muridnya serta salah seorang wali murid yang memiliki kemampuan bela diri bersatu menyelamatkan Kepala Sekolah yang hampir diculik oleh sekelompok preman

yang meneror sekolah tersebut agar sekolah tersebut bersedia dijual kepada pengusaha properti yang ingin memilikinya

Interpretant

Patriotisme terlihat dari keberanian Guru Ip dan murid-muridnya serta seorang wali murid yang pandai bela diri menyelamatkan Kepala Sekolah yang hendak diculik oleh preman bayaran. Mereka berani terlibat adu fisik dan berusaha sekuat

(10)

Demi melancarkan tujuannya, sekelompok preman berniat menculik Kepala Sekolah pada malam hari dan berhasil digagalkan oleh Guru Ip dan murid-muridnya serta seorang wali murid. Karena hal tersebut, mereka terlibat perkelahian yang dapat mengancam nyawa mereka namun mereka tidak takut dan tetap berusaha untuk melindungi Kepala Sekolah.

Table 4.5

Kepedulian Warga Setempat terhadap Keamanan Sekolah

(11)

Gambar 4.5

Kepedulian Warga Setempat terhadap Keamanan Sekolah

Object

Para warga keluar pada malam hari dan berkumpul karena mengetahui bahwa sekelompok preman bayaran telah menyerang dan berusaha untuk menculik

Kepala Sekolah

Interpretant

Patriotisme terlihat dari kepedulian warga sekitar yang rela mengorbankan waktu istirahat mereka di malam hari dengan berkumpul dan memberikan dukungan kepada Kepala Sekolah dan memberikan apresiasi kepada Guru Ip dan

murid-muridnya karena telah melindungi sekolah. Meskipun warga tidak memiliki kemampuan bela diri yang dapat digunakan untuk melindungi sekolah, namun mereka memberikan dukungan secara moril kepada Kepala Sekolah dan Guru Ip

beserta murid-muridnya.

Setelah terjadi penyerangan dan rencana penculikan kepada Kepala Sekolah oleh sekelompok preman bayaran di malam hari, para warga berkumpul untuk menunjukkan kepedulian mereka atas kasus tersebut apalagi mengingat sekolah merupakan sarana penting bagi masa depan anak-anak mereka.

(12)

Table 4.6

Kerelaan Murid-Murid Guru Ip Siaga Menjaga Sekolah

Sign

Gambar 4.6

Kerelaan Murid-Murid Guru Ip Siaga Menjaga Sekolah

Object

Beberapa laki-laki yang merupakan murid dari sebuah perguruan bela diri tengah bersiaga melindungi sekolah dari ancaman serangan preman.

Interpretant

Patriotisme terlihat dari kerelaan murid-murid Guru Ip untuk menghabiskan waktu berada di sekitar sekolah demi berjaga-jaga atas ancaman serangan preman

(13)

Mereka pun bersedia melakukan hal tersebut tanpa dibayar karena dibutuhkan.

Para murid Guru Ip bergantian untuk siaga menjaga sekolah dari ancaman serangan preman bayaran dikarenakan keterbatasan aparat kepolisian setempat yang tidak dapat melakukan hal tersebut.

Table 4.7

Perjuangan Polisi Lokal untuk Menyelesaikan Kasus Ancaman Serangan Preman terhadap Sekolah

Sign

Gambar 4.7

Perjuangan Polisi Lokal untuk Menyelesaikan Kasus Ancaman Serangan Preman terhadap Sekolah

Object

(14)

ancaman preman terhadap sekolah dengan berusaha melaporkan dan meminta izin kepada atasannya untuk menyelidiki kasus tersebut

Interpretant

Patriotisme terlihat dari keberanian seorang polisi lokal yang berteman dengan Guru Ip yang berusaha melaporkan dan meminta izin kepada atasannya untuk menyelidiki kasus ancaman terhadap sekolah namun ditolak oleh atasannya. Ini menunjukkan bahwa dia tetap berani berusaha untuk menyelesaikan kasus sekolah

yang telah berlarut-larut tanpa penyelesaian karena atasannya telah disuap oleh pengusaha properti yang ingin membeli sekolah tersebut. Polisi tersebut berani mengambil risiko terhadap kariernya dengan ikut campur atas kasus sekolah

Pengusaha properti asing yang ingin membeli lahan sekolah secara paksa dengan mengerahkan preman bawahannya untuk meneror sekolah tersebut merupakan pengusaha kaya raya yang memiliki kedekatan dan dilindungi oleh atasan kepolisian. Hal ini tentu saja membuat kasus ancaman sekolah menjadi berlarut-larut dan sulit untuk diselesaikan. Seorang polisi lokal yang berteman dengan Guru Ip berusaha untuk tetap meyelidiki kasus tersebut dan berani melapor kepada atasannya meskipun dia mengetahui bahwa atasannya akan marah kepada dirinya.

(15)

Table 4.8

Motivasi Guru Ip Terhadap Polisi Lokal agar Tetap Semangat Menyelesaikan Kasus Sekolah

Sign

Gambar 4.8

Motivasi Guru Ip Terhadap Polisi Lokal agar Tetap Semangat Menyelesaikan Kasus Sekolah

Object

Seorang laki-laki memotivasi laki-laki yang berada di hadapannya serta mengajaknya agar tetap semangat dan peduli atas apa yang menimpa sekolah di

wilayah itu. Dia berani mengungkapkan pemikirannya sebagai wujud kepeduliannya atas masa depan anak-anak di tempat tinggalnya yang terancam

karena kasus tersebut.

Interpretant

Patriotisme terlihat dari keberanian Guru Ip mengungkapkan pemikirannya guna memotivasi temannya yang merupakan seorang polisi di wilayah itu karena

(16)

merasa pesimis dan ingin menyerah atas kasus yang menimpa sekolah.

Hongkong pada masa tahun 1959 masih di bawah kekuasaan negara Inggris sehingga pemerintahan serta aparat kepolisian masih dipimpin oleh perwakilan dari negara tersebut. Penyuapan yang dilakukan oleh pengusaha properti asing terhadap atasan kepolisian di wilayah tersebut membuat kasus ancaman terhadap sekolah menjadi sulit tersentuh sehingga preman bayaran yang meneror sekolah tersebut menjadi semakin semena-mena. Sementara itu, sekolah merupakan sarana pendidikan yang sangat penting bagi masa depan anak-anak di wilayah itu sehingga Guru Ip merasa perjuangan mereka tetap harus dilanjutkan meskipun sangat sulit dan melawan kepentingan yang sangat besar dan kuat.

Table 4.9

Perlawanan untuk Membebaskan Anak-Anak Sekolah yang Diculik Sign

(17)

Perlawanan untuk Membebaskan Anak-Anak Sekolah yang Diculik

Object

Seorang laki-laki datang untuk membebaskan anak-anak sekolah yang telah diculik oleh sekelompok preman bayaran sebagai bagian dari aksi teror untuk

mendapatkan sekolah tersebut

Interpretant

Patriotisme terlihat dari keberanian dan rela berkorban seorang wali murid yang anaknya telah diculik dan sudah dibebaskan untuk datang kembali ke markas para

penculik guna membebaskan anak-anak lainnya. Dia tidak takut atas risiko kehilangan nyawa karena hendak membebaskan anak-anak tersebut

Untuk memaksa agar Kepala Sekolah datang dan bersedia menandatangani perjanjian jual beli atas sekolah, sekelompok preman suruhan pengusaha properti yang ingin memiliki lahan tempat sekolah berada menculik beberapa anak sekolah tersebut untuk dijadikan sandera. Aksi ini kemudian ditentang oleh salah seorang wali murid yang memiliki kemampuan bela diri meskipun sesungguhnya anaknya sendiri telah dibebaskan oleh preman tersebut. Dia terpanggil untuk ikut berjuang dan berani mempertaruhkan nyawa guna melawan preman-preman tersebut agar semua anak dapat dibebaskan.

(18)

Table 4.10

Peranan Pers dan Pihak Kepolisian dalam Membantu Menyelesaikan Kasus Ancaman terhadap Sekolah

(19)

Gambar 4.10

Peranan Pers dan Pihak Kepolisian dalam Membantu Menyelesaikan Kasus Ancaman terhadap Sekolah

Object

Beberapa Polisi dan wartawan mengambil foto di lokasi penculikan anak-anak sekolah yang dilakukan oleh sekelompok preman bayaran dan berniat untuk

(20)

Interpretant

Patriotisme terlihat dari keberanian Polisi lokal untuk datang ke lokasi penculikan anak-anak sekolah yang dilakukan oleh sekelompok preman bayaran di wilayah setempat untuk membebaskan anak-anak tersebut dan menangkap para preman. Hal ini menunjukkan bahwa polisi tersebut berani memerangi aksi pengusaha properti yang sangat semena-mena ingin memiliki lahan sekolah di wilayah itu

meskipun dilindungi oleh atasannya. Agar dapat memperoleh dukungan dari masyarakat dan pemerintah Inggris, polisi tersebut membawa para wartawan untuk meliput kejadian penculikan itu dan menjadikannya sebagai bahan berita.

Polisi lokal yang berteman dengan Guru Ip merasa bahwa peranan pers sangat dibutuhkan guna menyelesaikan kasus ancaman terhadap sekolah yang dilakukan oleh pengusaha properti asing beserta bawahannya. Hal ini karena pengusaha tersebut mendapatkan dukungan dan perlindungan dari petinggi kepolisian setempat. Dengan mengungkapkan aksi kejahatan yang dilakukan oleh pengusaha tersebut kepada masyarakat secara luas melalui pemberitaan di media massa, dukungan atas sekolah akan semakin besar dan luas sehingga diharapkan dapat mematahkan kekuatan besar dari pengusaha properti tersebut.

4.2 Pembahasan

(21)

untuk melindungi sekolah yang ingin dibeli paksa oleh seorang pengusaha properti asing kaya raya. Nilai-nilai patriotisme sangat terlihat karena pada dasarnya perjuangan tersebut mencerminkan adanya perlawanan terhadap suatu kepentingan pemilik modal yang kuat dan dilindungi oleh aparat penegak hukum setempat untuk mempertahankan aset pendidikan yang sangat berharga di wilayah itu. Sekolah merupakan sarana pendidikan yang sangat penting bagi generasi penerus dan masa depan mereka sekaligus akan menjadi penentu masa depan masyarakat dan bangsa.

Berdasarkan pengertian segitiga Charles Sanders Pierce tentang

sign,object, dan interpretant, penulis dapat menemukan makna dari analisa

terhadap tanda-tanda yang terkandung dalam film Ip Man III. Sesuai dengan analisa tersebut, adegan-adegan dalam film Ip Man III memiliki tanda-tanda mengenai nilai-nilai patriotisme atas perjuangan seorang guru besar bela diri dan murid-muridnya bersama elemen masyarakat lainnya seperti kepolisian lokal dan wartawan untuk melawan kekuasaan pemilik modal yang besar melalui sikap-sikap keberanian dan rela berkorban.

Berdasarkan dialog pada gambar 4.1, 4.2, 4.3, 4.5, 4.8, 4.9, 4.10, menunjukkan nilai-nilai patriotisme berupa keberanian mental dan sikap untuk melawan ancaman dan teror yang menjadi bagian dari kesewenang-wenangan atas kekuasaan yang ada di wilayah tersebut. Keberanian tersebut ditunjukkan oleh Guru Ip, murid-muridnya, Kepala Sekolah, polisi lokal, serta wartawan yang tidak takut untuk menanggung risiko berupa kerusakan fisik hingga kehilangan nyawa atau kehilangan karier karena menentang atasan.

(22)

Berdasarkan dialog pada gambar 4.4, 4.6, 4.7, 4.8, 4.9, dan 4.10, menunjukkan nilai-nilai patriotisme berupa mental dan sikap rela berkorban dalam memperjuangkan kepentingan bersama yang lebih besar, yaitu keberlangsungan pendidikan di tempat tersebut. Rela berkorban ditunjukkan oleh Guru Ip dan murid-muridnya, warga sekitar, dan kepolisian lokal yang tercermin dari kesediaan untuk mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi perjuangan tersebut yang bisa saja mereka curahkan untuk kepentingan pribadi mereka masing-masing.

Referensi

Dokumen terkait

Media pembelajaran teka-teki silang ini akan digunakan dalam model pembelajaran teams games tournament (TGT). Model pembelajaran TGT merupakan sebuah model

Dapat disumpulkan bahwa petani plasma di Desa Trimulya Jaya telah menerapkan Prinsip 6 tanggung jawab kepada pekerja, individu- individu dan komunitas petani

Membangun fasilitas rekreasi yang sesuai dengan kebutuhan dan sifat kawasan wisata agar wisatawan yang berkunjung tidak hanya wisatawan bulanan dan tahunan saja. Meningkatkan

Jadi dalam penelitian ini fenomena yang akan diteliti adalah mengenai keadaan penduduk yang ada di Kabupaten Lampung Barat berupa dekripsi, jumlah pasangan usia

Pada skeler sabit untuk regio anterior, baik yang lurus maupun yang melengkung, mata pisau, leher dan gagangnya berada dalam satu bidang2. Sebaliknya mata pisau, leher dan gagang

Jika pesan adalah mengecek tanggal, maka setelah menerima pesan tersebut agen_pm akan mengecek tanggal, jika tanggal merupakan merupakan salah satu tanggal dalam

Maka dapat diinterpretasikan koefisien konstanta adalah sebesar -11,349 yang memiliki nilai negative, hal ini menunjukkan bahwa penyebab auditor switching bukan hanya

Berdasarkan ketiga pengertian Arkeologi Publik di atas, maka Arkeologi Publik yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Arkeologi Publik pertama untuk menjawab