DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
RISALAH RAPAT
RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI V DPR RI
DENGAN SEKJEN, IRJEN, KEPALA BPSDM DAN KEPALA BPIW KEMENTERIAN PUPR RI
Tahun Sidang : 2020-2021 Masa Persidangan : V
Rapat ke- : 8
Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat Sifat Rapat : Terbuka
Hari, Tanggal : Senin, 7 Juni 2021
Waktu : Pukul 10.10 s.d. 13.20 WIB
Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI (KK V) Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta
Ketua Rapat Rapat : H. Moh Arwani Thomafi/Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-PPP
Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti, S.H.
Acara : 1. Evaluasi Pelaksanaan APBN TA 2021 s.d. Bulan Mei 2021;
2. Membahas Alokasi Anggaran menurut Fungsi, Program dan Prioritas Anggaran K/L TA 2022 masing-masing Unit Eselon I.
Hadir Anggota : 49 orang Anggota hadir, izin 3 orang dari 54 Anggota Komisi V DPR RI dengan rincian sebagai berikut: A. Anggota DPR RI:
PIMPINAN :
1. Lasarus, S.Sos, M.Si/Ketua Komisi V DPR RI/ F.PDIP
2. Ir. Ridwan Bae/Wakil Ketua Komisi V DPR RI/ F.PG
3. H. Syarif Abdullah Alkadrie, S.H., M.H./Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F.NASDEM
4. H. Moh Arwani Thomafi/Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F.PPP
/
1. FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN:
10 orang Anggota dari 10 Anggota: 1. Bob Andika Mamana Sitepu 2. H. Herson Mayulu, S.IP. 3. Mochamad Herviano
4. Hj. Sadarestuwati, S.P., M.MA. 5. Sukur H. Nababan, S.T.
6. Ir. Sudjadi
7. Sarce Bandaso Tandiasik 8. Jimmy Demianus Ijie 9. Sri Rahayu
10. H. Irmadi Lubis
2. FRAKSI PARTAI GOLKAR: 7 orang Anggota dari 7 Anggota:
1. Drs. Hamka B Kady, M.S. 2. Cen Sui Lan
3. Ir.Anang Susanto, M.Si.
4. H. Tubagus Haerul Jaman, S.E. 5. Ilham Pangestu
6. Bambang Hermanto, S.E. 7. Muhammad Fauzi, S.E. 3. FRAKSI PARTAI GERINDRA: 5 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. Sudewo,S.T., M.T.
2. Iis Edhy Prabowo, S.Hum., M.M. 3. Drs.H.Mulyadi, M.MA.
4. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M. 5. Ir. Sumail Abdullah
4. FRAKSI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT: 4 orang Anggota dari 4 Anggota:
1. Drs. H. Soehartono, M.Si. 2. Drs. H. Tamanuri, M.M. 3. Sri Wahyuni
4. Roberth Rouw
5. FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA : 6 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. H. Ruslan M.Daud
2. Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, S.Th.I. 3. Sofyan Ali, S.H.
5. H. Sukamto, S.H.
6. H. An’im Falachuddin Mahrus
6. FRAKSI PARTAI DEMOKRAT: 4 orang Anggota dari 5 Anggota:
1. Dr. H. Irwan, S.IP., M.P.
2. Drh.Jhonni Allen Marbun, M.M. 3. Lasmi Indaryani, S.E.
4. Ir. H. Ishak Mekki, M.M.
7. FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA:
3 orang Anggota dari 5 Anggota: 1. H. Suryadi Jaya Purnama, S.T. 2. H.Syahrul Aidi Maazat,Lc.,M.A. 3. KH. Toriq Hidayat, Lc.
8. FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL: 5 orang Anggota dari 5 Anggota:
1. H.A.Bakri H.M., S.E. 2. Athari Ghauti Ardi 3. Hj. Hanna Gayatri, S.H. 4. H. Boyman Harun, S.H. 5. H. Sungkono
9. FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN:
1 orang Anggota dari 1 Anggota: 1. Dr. H. Muh. Aras, S.Pd., M.M. ANGGOTA YANG IZIN DAN SAKIT:
1. Ir. Eddy Santana Putra,M.T./F-GERINDRA 2. Willem Wandik.,S.Sos./F-PD
3. Ir.H.Sigit Sosiantomo/F-PKS B. UNDANGAN:
1. Sekjen Kementerian PUPR RI (Ir. Mohammad Zainal Fatah)
2. Irjen Kementerian PUPR RI
(Ir.T.Iskandar.,M.T.)
3. Kepala BPSDM Kementerian PUPR RI (Ir.Sugiyartanto.,M.T.)
4. Plt. Kepala BPIW Kementerian PUPR RI (Ir. Mohammad Zainal Fatah)
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H. MOH ARWANI THOMAFI/F-PPP):
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang terhormat Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI,
Yang terhormat Sekjen, Irjen, Kepala BPSDM dan Kepala BPIW Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta seluruh jajarannya,
Serta para Hadirin yang kami muliakan.
Mengawali Rapat Dengar Pendapat hari ini, marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga pada hari ini kita dapat ketemu melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita dalam keadaan sehat wal a’fiat baik secara fisik maupun secara virtual dari tempat masing-masing.
Menurut laporan Sekretariat, Daftar Hadir Anggota Komisi V DPR RI telah ditandatangani sebanyak 10 orang fisik, virtual 15 orang, jumlah Fraksi 8, sehingga sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Tata Tertib izinkanlah saya membuka Rapat Dengar Pendapat pada hari ini dan sesuai ketentuan Pasal 276 Ayat (1) Rapat Kerja atau Rapat Dengar Pendapat kali ini kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum. Setuju ya?
(RAPAT DIBUKA PUKUL 10.10 WIB)
Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pak Sekjen, Irjen Kepala BPSDM dan juga Kepala BPIW Kementerian PUPR beserta seluruh jajarannya yang telah memenuhi undangan kami dalam Rapat Dengar Pendapat pada hari ini.
Saudara Sekjen, Irjen, Kepala BPSDM dan Kepala BPIW, serta Pimpinan dan Anggota Komisi V yang kami hormati.
Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri PUPR pada Rabu 2 Juni 2021 yang lalu telah disepakati beberapa hal diantaranya Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2022 Kementerian PUPR adalah Rp100,46 triliun.
Dari alokasi Pagu Indikatif tersebut alokasi anggaran untuk Sekretariat Jenderal adalah Rp641,77 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan antara lain pengelolaan data dan teknologi informasi bidang PUPR, pengelolaan dan administrasi pegawai dan penyelenggaraan serta pembinaan informasi publik.
Selanjutnya Inspektorat Jenderal mendapatkan alokasi Rp101,7 miliar yang dipergunakan untuk mendukung kegiatan antara lain audit review evaluasi pemantauan dan pengawasan internal Kementerian PUPR.
BPSDM memperoleh alokasi Rp400 miliar yang akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan pengembangan kompetensi SDM pusat dan
daerah, transformasi digital learning dan penyelenggaraan pendidikan Politeknik PU.
Kemudian BPIW Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah mendapatkan alokasi Rp225 miliar yang akan digunakan untuk mendukung berbagai penyusunan pembangunan infrastruktur PUPR di berbagai kawasan, seperti Kawasan Ekonomi Khusus, Metropolitan, Kawasan Industri dan berbagai Pusat Kegiatan Nasional lainnya.
Sejalan dengan itu, dalam kesempatan ini kami tegaskan kembali agar dalam proses penyusunan Pagu ini tiap-tiap organisasi Eselon I benar-benar dapat memperhatikan dan mengakomodir saran dan masukan dari Komisi V DPR RI.
Selanjutnya berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh Komisi V DPR RI terdapat permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian dari Sekjen, Irjen, Kepala BPSDM dan Kepala BPIW yang antara lain perlu adanya peningkatan koordinasi baik internal maupun eksternal, perlu peningkatan pengawasan internal dalam rangka meminimalisir temuan dan permasalahan dalam penggunaan anggaran. Yang ke tiga, perlu peningkatan kualitas SDM ya untuk mewujudkan ASN ya yang ahli dan juga bisa menyelesaikan permasalahan di lapangan dan juga pengembangan inovasi dan profesionalitas yang berkesinambungan dan berintegritas. Yang ke empat, perlu meningkatkan keterpaduan perencanaan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, baik jangka menengah maupun panjang.
Demikian Bapak Ibu sekalian pengantar dari kami. Selanjutnya kami persilakan memberikan kesempatan kepada para Pejabat Eselon I Kementerian PUPR untuk menyampaikan penjelasan yang lebih spesifik mengenai rencana kerja dan anggaran masing-masing unit organisasinya pada Tahun Anggaran 2022.
Silakan Pak.
SEKJEN KEMENTERIAN PUPR RI (Ir. MOHAMMAD ZAINAL FATAH): Pimpinan DPR yang kami hormati,
Pak Ketua, Pak Wakil Ketua dan Pimpinan Rapat Dengar Pendapat pada pagi ini.
Terima kasih banyak atas berkenan untuk menyampaikan beberapa hal yang mungkin secara spesifik dari masing-masing unit organisasi pada kesempatan pagi ini. Kami Sekjen, nanti ada Irjen, ada BPSDM dan satu lagi BPIW. Nah mohon izin karena BPIW memang belum secara definitif ditetapkan, nanti akan disampaikan oleh kami jadi selaku Plt. Kepala BPIW. Pimpinan DPR, para Anggota, Ibu/Bapak yang berbahagia.
Izinkanlah pada kesempatan pagi hari ini kita menyampaikan bersama-sama menyampaikan puji dan syukur kita ke hadirat Allah Subhanahu wa
ta'ala, bahwa pada kesempatan yang baik ini kita diberikan waktu nikmat sehat sehingga kita bisa berkumpul pada pagi hari ini.
Ibu, Bapak yang kami hormati.
Untuk Kesekjenan sebagaimana kita maklum bahwa Sekretariat Jendral ini mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh organisasi unit organisasi di lingkungan Kementerian PUPR. Dalam memberikan dukungan ini, kami di Sekjen menggunakan program dukungan manajemen yang dilaksanakan oleh 10 unit kerja, terdiri dari 7 Biro dan 3 Pusat. Ini adalah unit kerja yang disetujui oleh Menpan pada proses restrukturisasi pada tahun lalu.
Izinkan kami menyampaikan melaporkan progress Pelaksanaan Anggaran Tahun 2021 bahwa hasil refocusing pada Tahun Anggaran 2021 di Sekretariat Jenderal sebesar 66,71 miliar, sehingga Pagunya menjadi 681,49 miliar yang telah ditindaklanjuti dengan revisi pengurangan Pagu DIPA tersebut.
Dari alokasi tersebut kami menggunakannya untuk belanja rutin 354,23 miliar, ini kurang lebih 51,9 52%. Di mana di dalamnya ada belanja pegawai, belanja barang dan modal operasional. Realisasi keuangan hingga saat ini sudah mencapai 25,55% dari total Pagu, dengan capaian fisik di atas progress keuangan, sedikit di atas progress keuangan dan dengan pencapaian ini kami memiliki prognosis kira-kira sampai dengan akhir tahun nanti kami bisa mencapai 96,75%.
Kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh Sekjen oleh Sekretariat Jenderal meliputi: pembinaan dan pengendalian pelaksanaan program dan anggaran, ini secara rutin dilakukan karena memang dinamikanya sangat besar baik itu karena didorong oleh kebijakan-kebijakan refocusing ataupun kebijakan-kebijakan setelah adanya bencana misalkan.
Kemudian tentu pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia, bahwa kami tetap melakukan pembinaan terutama para CPNS bersama-sama Badan BPSDM yang dipimpin oleh Pak Sugi dalam situasi yang mungkin agak sulit karena ini memang tidak seperti biasanya. Namun demikian patut kita syukuri bahwa para ASN muda kita yang CPNS ini juga sudah mendapatkan Latsar bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut, nanti mungkin Kepala Badan BPSDM menambahkan.
Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah dengan aset dengan Barang Milik Negara yang kami gunakan ini juga menyita pelaksanaan kegiatan karena banyak apa, belakangan ini memang kami melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan apa yang diarahkan dan dijalankan oleh pengelola barang, dalam hal ini Kementerian Keuangan. Tentu penyesuaian-penyesuaian akibat aplikasi yang dibuat oleh Kementerian Keuangan kami lakukan ketat.
Kemudian pengelolaan Kampus PUPR, kami terus menginginkan berharap Kampus PUPR menjadi tempat yang paling menyenangkan bagi para karyawan yang bekerja di situ, dengan memastikan bahwa kaidah-kaidah Green Building tetap kita dan kami semua lakukan.
Terkait dengan penyusunan peraturan perundang-undangan, kami sedang fokus untuk menindaklanjuti dan Alhamdulillah sudah diselesaikan Peraturan-peraturan Menteri terkait Undang-undang Cipta Kerja, tentu ke depan kami mohon dukungan dan arahan, terutama untuk sosialisasi agar ini jauh menjadi lebih efektif untuk bisa dilakukan.
Kegiatan-kegiatan kehumasan, fasilitasi dukungan operasional Menteri, tentu juga harus kami lakukan. Namun demikian ada hal yang sebagaimana telah dilaporkan sebelumnya kami melakukan upaya besar di dalam proses transformasi digital. Kami melakukan perubahan-perubahan dalam konteks ini, terutama menggabungkan banyak aplikasi-aplikasi yang terserak di unor-unor untuk bisa kita integrasikan dan lebih mudah digunakan.
Sejalan dengan itu, juga transformasi digital ini kita juga melakukan transformasi yang semula server kita kita buat secara fisik, sekarang kita dorong agar ini menggunakan infrastruktur cloud yang sudah tersedia secara lebih mudah. Dengan cara seperti itu, sustainability-nya jauh lebih bisa diandalkan.
Dan yang terakhir tentu kami memiliki satu pusat yang kami dengan menggunakan nomenklatur Fasilitas Infrastruktur Daerah inilah yang satu unit kerja yang memfasilitasi rekan-rekan di daerah untuk mengeksekusi, merencanakan dan mengeksekusi Dana Alokasi Khususnya.
Ibu-Ibu, Bapak-bapak yang kami hormati.
Untuk 2022 Pagu Indikatif Kementerian yang 100,46 triliun tersebut, untuk Sekretaris Jenderal menggunakan 0,64%. Angka ini di bawah angka 2021, tentu kami tidak menyayangkan. Ya ini adalah suatu konsekuensi logis karena memang situasinya juga belum bergerak seperti yang kita harapkan, terutama dalam pengelolaan pandemi kita.
Alokasi sebesar 641,77 miliar ini kami akan gunakan mudah-mudahan ini mendapatkan dukungan, mohon dari Ibu Bapak semua. Yang pertama, pengelolaan perencanaan sebesar 51 miliar, kemudian pengelolaan dan pengadministrasian pegawai organisasi dan tata laksana sebesar 32,5, pengelolaan keuangan 25,97 miliar. Ada perubahan signifikan dalam tata kelola keuangan, terutama auditing, jadi pemeriksaan dari pendampingan baik itu dari BPKP maupun BPK, sekarang dilakukan hampir sepanjang tahun. Jadi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kemudian ke empat, pengelolaan umum, ini termasuk pengelolaan kampus dan fasilitas-fasilitas kerja yang ada di Kantor Pusat. Ini ada 174,7.
Kemudian pembentukan dan evaluasi peraturan perundang-undangan serta advokasi hukum, kami juga mengalokasikan 23,76 miliar untuk
memastikan bahwa keseluruhan tata kelola ini tata kelola untuk menyelenggarakan amanat yang diberikan kepada kementerian dapat kami laksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang sesuai dan tentu kami juga menghadapi apa aktivitas-aktivitas advokasi hukum untuk merespon perhatian masyarakat yang besar terkait dengan hal-hal yang dilakukan oleh Kementerian PUPR.
Kemudian sebagaimana tadi kami laporkan, untuk pengelolaan Barang Milik Negara kami alokasikan 39,03 miliar. Penyelenggaraan dan pembinaan informasi publik ini mencapai 44,4 miliar. Pengkajian dan pemantauan pelaksanaan kebijakan ini ada 37, termasuk di dalamnya adalah kegiatan-kegiatan untuk memastikan bahwa kebijakan Pimpinan Kementerian dapat dieksekusi secara lebih baik di lapangan.
Kemudian untuk pengelolaan data dan teknologi informasi bidang PUPR ini sebesar 172,2 untuk meneruslanjutkan proses transformasi yang sedang kami lakukan dan terakhir untuk penyelenggaraan fasilitas infrastruktur daerah sebesar 40,47 yang digunakan untuk sesuai dengan Tusi yang diberikan kepada PUPR untuk melakukan perencanaan hingga monitoring dan evaluasi penyelenggaraan DAK khususnya yang terkait dengan ke-PUPR-an yang terdiri dari irigasi dan yang lain-lain.
Ibu, Bapak, Pimpinan Pak Thomafi yang kami hormati.
Mungkin itu paparan singkat kami terkait dengan Sekjen. Mungkin bisa berkenan untuk dilanjutkan dengan teman-teman berikutnya.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh, Selamat pagi.
KETUA RAPAT: Silakan.
IRJEN KEMENTERIAN PUPR RI (Ir. T. ISKANDAR, M.T.): Baik.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Bapak Ketua, Wakil Ketua, Bapak Ibu Anggota Komisi V yang kami hormati. Mungkin ingin kami sampaikan Kegiatan Tugas Pelaksanaan Tahun Anggaran 2021 di Lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR. Mungkin bahannya.
Seperti kita mengetahui tugas dari pada Inspektorat Jenderal adalah menyelenggarakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian PUPR dengan mempunyai fungsi penyusunan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian PUPR.
Di dalam hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2020, dilakukan perubahan pendekatan dengan untuk memperkuat sistem pengendalian intern di Kementerian PUPR dengan pengawasan berbasis wilayah kepada pengawasan yang berbasis bidang. Hal ini bertujuan untuk melakukan penguatan implementasi terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 60/2008 tentang SPIP.
Selanjutnya kami menyampaikan kondisi dari pada Evaluasi progress Pelaksanaan Tahun 2021, dimana anggaran yang dikelola oleh Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR adalah senilai 85,215 miliar. Hal ini adalah tindak lanjut dari pada penghematan dari pada refocusing dari Pagu awal adalah 101,7 miliar. Di mana kondisi saat ini progress keuangan sudah 33,98% dengan realisasi fisik mencapai 34,05%. Lanjut, terus, lanjut, terus. Bapak/Ibu Pimpinan, Bapak/Ibu Anggota yang saya hormati.
Kondisi yang ada terhadap tugas Pagu yang dibelanjakan oleh Inspektorat Jenderal melakukan upaya kegiatan-kegiatan pengawasan terhadap 136 triliun Pagu Kementerian PUPR dengan 25.129 paket kegiatan, yang terdiri dari 7.383 kontraktual dan lebih 17.000 kegiatan swakelola. Di dalam hal itu juga prinsipnya akan mendapatkan suatu laporan hasil pengawasan sebanyak 136 laporan.
Bapak Pimpinan dan Bapak/Ibu Anggota yang kami hormati.
Di dalam hal ini juga kami melakukan upaya-upaya tindak lanjut yang akan dilakukan untuk Tahun 2022 yang meliputi beberapa fokus dan tema pengawasan. Yang merupakan fokus pertama terhadap fokus pengawalan penyelenggaraan infrastruktur Kementerian PUPR. Yang kedua, pengawalan penatausahaan barang milik negara dan yang ketiga, adalah peningkatan kualitas tata kelola pemerintah yang baik.
Dengan kondisi tema pengawasan terhadap fokus yang pertama adalah pengawasan kegiatan direktif Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2022 meliputi PEN, IKN, PSN dan PN. Kebijakan yang dilakukan adalah yang sesuai dengan arahan dan kebijakan Bapak Menteri kepada mekanisme kebijakan tentang “OPOR” yaitu bagaimana mengoptimalisasi melakukan pemeliharaan dan melakukan operasi dan rehabilitasi infrastruktur yang sudah terbangun.
Selanjutnya pengawasan atas dukungan manajemen penyelenggaraan infrastruktur PUPR Tahun 2022. Terhadap fokus yang ke dua meliputi pengawasan perencanaan dan penatausahaan BMN dan fokus yang ke tiga adalah tema pengawasan penyelenggaraan SPIP dan implementasi
manajemen risiko, peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan kinerja dan keuangan pengawasan mandatory dan yang ketiga peningkatan kepatuhan integritas aparatur dan peningkatan kualitas pengendalian pengawasan.
Selanjutnya sesuai dengan rencana Pagu Indikatif untuk Inspektorat Jenderal Tahun 2022, dimana usulan awal 125 miliar sesuai dengan Pagu yang sudah kita terima berdasarkan Surat Keputusan Bersama dan Surat Sekretaris Jenderal, Pagu 2022 adalah senilai 101,7 miliar.
Di dalam hal indikasi pendanaan untuk jenis belanja di 2022, dapat kami sampaikan sebagai berikut. Di mana Dana 101,7 miliar akan digunakan 99,7 miliar untuk belanja pegawai dan barang, dan 1,98 adalah untuk belanja modal. Di dalam hal ini kelihatan bahwa tugas dari pada Inspektorat Jenderal ini adalah melaksanakan tugas operasional dan pemeliharaan kantor yang berhubungan dengan tindak lanjut belanja barang dan pelaksanaan pengawasan yang mayoritas adalah kegiatan yang memenuhi pelaksanaan pengawasan, peningkatan kapabilitas, dan layanan dukungan manajemen. Bapak/Ibu Pimpinan, Bapak Ibu Anggota yang kami hormati.
Objek pengawasan yang menjadi tugas Inspektorat Jenderal di Tahun 2022 yang dengan Pagu Indikatif 100,46 triliun di Kementerian PUPR didasari kepada 10 unit organisasi, 191 UPT Balai, dan ada 675 Satuan Kerja dengan 2.215 Pejabat Pembuat Komitmen dan 2.573 Kelompok Kerja Pengadaan Barang dan Jasa, dengan perkiraan jumlah paket 5.141 paket.
Selanjutnya di dalam kondisi rincian dari pada kegiatan pelaksanaan di 2022, Inspektorat Jenderal melakukan 12 kegiatan yang akan menjadikan sasaran dari pada pengawasan Inspektorat Jenderal di Tahun 2022 yang meliputi audit, review, evaluasi, pemantauan, pengawasan lainnya, pengawasan wajib di tingkat kementerian, pembangunan budaya integritas, dan penelitian pengembangan pengawasan, pengembangan sumber daya manusia, pengadaan sarana internal, dukungan pengawasan. Ini termasuk dukungan pengawasan mulai dari perencanaan, evaluasi sampai ke administrasi pemanfaatan. Yang terakhir adalah alokasi untuk gaji penunjang operasional perkantoran.
Di dalam hal ini kondisi dari pada kegiatan audit yang akan dilakukan ini sesuai dengan Peraturan Menteri PU Nomor 25/PRT/M/2017 tentang Pedoman Pengawasan Intern di Kementerian PUPR, yang meliputi audit kinerja yaitu; audit atas pengelolaan keuangan negara, pelaksana tugas dan fungsi pemerintah untuk meliputi aspek (ekonomis, efisiensi dan efektivitas), pemilihan sampel berdasarkan tingkat manajemen risiko.
Selanjutnya audit dengan tujuan tertentu, ini didasari kepada audit investigasi, audit pengadaan barang dan jasa dari tender sampai dengan pelaksanaan kegiatan yang selanjutnya objek untuk usulan daftar hitam, audit penanganan bencana, BMN dan audit kepatuhan pajak dan BNPB, verifikasi
tidak lanjut hasil pemeriksaan BPK dan objek lain atas permintaan Menteri atau Pimpinan Organisasi.
Di dalam kelanjutan tugas dari pada review, Inspektorat Jenderal juga melakukan beberapa kegiatan agenda review yang meliputi review Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga, ini ada objek review adalah lebih kurang sekitar 678 satuan kerja dengan target kepatuhan dan kelayakan anggaran.
Selanjutnya review untuk revisi anggaran, ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang Revisi Anggaran Tahunan. Ini Satker-satker yang membutuhkan revisi anggaran yang ada di Kementerian PUPR. Targetnya ini adalah merupakan kepatuhan dan kelayakan revisi anggaran.
Selanjutnya review ke tiga adalah review Laporan Keuangan, ini juga terhadap 10 unit organisasi. Targetnya adalah kesiapan Laporan Keuangan Kementerian PUPR terhadap Wajar Tanpa Pengecualian.
Yang keempat, review dengan Pengendalian Intern Pelaporan Keuangan. Ini adalah objek yang dilakukan review unit organisasi, Satker sampel terhadap target adalah kelengkapan dokumen pelaporan, termasuk review Laporan Kinerja, review RK BMN, review Perpanjangan MYC dan review dari pada revaluasi BMN ini untuk seluruh Satker kesesuaian data dan fisik Barang Milik Negara.
Selanjutnya untuk tingkat kegiatan evaluasi adalah evaluasi terhadap RPJMN, PP 60/2008, Peraturan Menteri 20 tahun 2018 tentang Maturitas SPIP dan Implementasi Manajemen Risiko di 11 unit organisasi. Selanjutnya evaluasi Peraturan Presiden 29/2014 dan Peraturan Menteri Nomor 9/2018 tentang Implementasi SAKIP di 10 unit organisasi. Selanjutnya RPJMN, Permenpan 52/2014 dan Peraturan Menteri PUPR Nomor 15/PRT/M/2016 tentang Penerapan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi, unit contoh ini Bapak Pimpinan, Bapak/Ibu Anggota, Kementerian PUPR saat ini sudah menerapkan 45 unit kerja kepada zona integritas dan WBK yang mulai kita tegakkan untuk implementasi dalam pelaksanaan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi, ada 45 unit yang sedang kami proses untuk kami sampaikan ke Menteri PAN-RB untuk tahun 2021. Selanjutnya evaluasi yang keempat adalah Perpres 87 Tahun 2016 dan Kepmen PUPR Nomor 62 Tahun 2017 tentang Pengendalian Pemungutan Liar di 10 unit organisasi.
Selanjutnya untuk pemantauan, di dalam hal ini pemantauan yang dilakukan bersama BPK RI adalah pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan, baik dengan BPK RI maupun yang dilakukan oleh BPKP.
Selanjutnya Kegiatan Inspektorat Jenderal di 2022 melaksanakan pengawasan-pengawasan lainnya yang meliputi: sosialisasi, Bimtek pengawasan, pengendalian, manajemen risiko, layanan konsultasi proses PBJ, penatausahaan BMN, keuangan, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan, pendampingan terhadap permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan, peningkatan penyelenggaraan SPIP manajemen risiko, kerja sama dengan
Aparat Penegak Hukum (APH), APIP lainnya dan Asosiasi APIP, bantuan teknis penyelidikan, penyidikan APH, ini di dalam hal pendampingan terhadap kegiatan-kegiatan pelaksanaan.
Bapak Pimpinan, Bapak/Ibu Anggota kami buat contoh ini adalah kegiatan yang sedang kita tangani untuk pasca bencana Pak, ini Inspektorat Jenderal didampingi unit-unit organisasi yang melakukan proses kegiatan penanggulangan bencana di beberapa provinsi yang sedang dilaksanakan.
Selanjutnya kegiatan yang dilakukan Inspektorat Jenderal untuk 2021 yaitu eh 2022 meliputi pengawasan wajib di tingkat kementerian yang dimulai tadi sudah kami sampaikan, mulai dari review RKA-K/L sampai review apa tindak lanjut terhadap review RKA-K/L unit organisasi dan sampai review audit berita acara biaya anggaran dari pada BUN, ini adalah proses yang sudah kami sampaikan tadi.
Selanjutnya kegiatan lainnya adalah Litbangwas Intern dan pembangunan budaya integritas, ini yang sudah kami laksanakan adalah tindak lanjut dari pada 2022 meliputi: fasilitas penyelenggaraan whistle blowing System. Yang ke dua, pembentukan zona integritas pembangunan dan pembangunan zona integritas menuju WBK WBBM yang tadi kami sampaikan sampai saat ini progress unit kerja Sudah 45 unit kerja yang sudah kita canangkan kita tentukan sebagai zona integritas WBK di lingkungan Kementerian PUPR. Yang ke tiga, sapu bersih pungutan liar Kementerian PUPR. Yang keempat, kerja sama kelembagaan. Yang kelima, pengembangan sistem continues audit dan manajemen risiko.
Bapak Pimpinan, Bapak/Ibu Anggota Komisi V yang kami hormati.
Mungkin demikian yang bisa kami sampaikan kondisi Progres Pelaksanaan 2021 dan Rencana Program 2022 di unit organisasi Inspektorat Jenderal.
Demikian, terima kasih. Wabillaahittaufik Walhidayah,
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam Warrahmatullaah. Selanjutnya, ya silakan BPSDM.
KEPALA BPSDM KEMENTERIAN PUPR RI (Ir. SUGIYARTANTO, M.T.): Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat pagi menjelang siang.
Bapak Pimpinan Komisi yang terhormat dan seluruh Anggota Bapak/Ibu sekalian yang kami hormati.
Bersama ini kami sampaikan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan BPSDM Tahun Anggaran 2021 sampai dengan status akhir Mei 2021 dan Rencana Kerja 2022 sebagaimana undangan di pagi hari ini.
Lanjut, Bapak/Ibu sekalian, kami sampaikan di awal dulu bahwa tugas dan fungsi BPSDM. Tugas pokoknya adalah sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 yaitu adalah melaksanakan pengembangan SDM bidang PUPR, sedangkan fungsinya ada 7 sebagaimana kami tayangkan. Yang pertama, penyusunan kebijakan teknis. Yang ke dua, pelaksanaan pengembangan SDM. Yang ke tiga, pelaksanaan penilaian dan pengembangan kompetensi, dan seterusnya pemantauan evaluasi dan yang terakhir adalah pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bapak Menteri.
Lanjut, bersama ini kami sampaikan untuk Tahun Anggaran 2021 per jenis belanja, nanti akan tersandingkan dengan rencananya kami disandingkan dengan 2021.
Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati dan saya banggakan.
Anggaran awal 2021 adalah 563,78 miliar menjadi 457,79 lebih kurang turun sekitar 19%, dengan rincian perbelanja; belanja barang, belanja pegawai, belanja modal, belanja operasional, dan belanja non operasional.
Kemudian progress-nya sampai dengan akhir Mei 2021, Bapak/Ibu sekalian, nah ini kami laporkan kepada Bapak/Ibu sekalian Nomor 10 yaitu BPSDM dengan anggaran refocusing sebesar 457,798 juta, 457 miliar maksud saya, progress keuangannya adalah sekitar 29,23% dan progress fisik sekitar 30,79% pada saat tanggal 3 Juni pukul 16.00 WIB kemarin.
Saya lanjutkan, kalau melihat dari tugas dan fungsi BPSDM, ada 3 hal pokok yang harus dilakukan oleh BPSDM sesuai dengan tugas dan fungsinya. Yang pertama adalah pengembangan talenta. Yang ke dua, pelatihan dan yang ke tiga adalah pendidikan.
Nah Bapak/Ibu sekalian, sebagai tadi saya sampaikan dan saya laporkan bahwa kami sudah 29 koma sekian persen dan progress keuangannya adalah sekitar 29,23 dan progress fisik adalah 30,79% kumulatifnya dengan rincian masing-masing sebagaimana tugas pokok dan fungsi BPSDM adalah untuk pengembangan talenta, yaitu terdiri dari assessment, pemetaan karir dan kinerja. Sebagaimana kami informasikan bahwa paket assessment sekitar 5.000 orang untuk 2021 progress sampai dengan saat ini sudah 29,32% dan selanjutnya kami loncat saja ke pelatihan yang kita lakukan adalah klasikal dan non klasikal, targetnya sekitar 7.439 orang, sampai dengan akhir Mei kita sudah melakukan sekitar 3.490 orang dengan progress 46,91%.
Kemudian untuk pendidikan. Bapak/Ibu sekalian, penyelenggaraan diploma vokasi dan kerja sama magister serta kerja sama institusi atau hibah untuk Politeknik target yang sudah dilaksanakan di 2021 targetnya 427 realisasinya sudah 277 orang, dengan progress sekitar 64,87%. Sedangkan kerja sama magister dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri sekarang sudah memasuki semester 3, targetnya 336 dan realisasi sudah 213 orang dengan progress 63,39%. Ini untuk capaian sampai dengan status akhir Mei 2021, dengan status data per tanggal 4 Juni 2021.
Sedangkan kalau kami informasikan bahwa tugas dan fungsinya adalah pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat, sampai dengan Mei 2021 beberapa pelatihan sesuai dengan bidang PUPR yang kita lakukan yaitu; ada sumber daya air, jalan jembatan, konstruksi, permukiman, perumahan, pengembangan infrastruktur wilayah dan manajemen, sampai dengan saat ini sebagaimana di halaman sebelumnya tadi, total pelatihan dari 7.439 orang realisasinya sudah 3.490 orang. Dari hasil evaluasi yang kami lakukan pemahaman peserta pelatihan target kita 75 skornya, sudah terealisasi kalau kita evaluasi realisasinya adalah 76,09%.
Nah lanjut, Bapak/Ibu sekalian mungkin sekaligus saya laporkan di sini program pendidikan kerja sama magister spesialis dan nanti LPDP. Nah magister super spesialis ini dasarnya adalah kebutuhan untuk PNS PUPR yang memiliki keahlian teknis spesifik infrastruktur PU dan mampu mengatasi permasalahan lapangan. Tujuan utamanya adalah ke sana, dengan target dan tujuannya adalah bidang studi khusus yang dirancang dengan kurikulum yang bermuatan teknis dan terapan di lapangan. Tujuannya adalah mencetak SDM sesuai kepakaran dan kompetensinya dan targetnya adalah beberapa PNS muda Kementerian PUPR yang berpotensi ke depan sebagai proses suksesi dan sekaligus pemahaman yang sama kepada para Karyawan BUMN, namun pembiayaannya adalah masing-masing. Untuk Kementerian PUPR menjadi beban BPSDM, sedangkan Kementerian BUMN yang core bisnisnya bidang PUPR menjadi bebannya Kementerian BUMN atau mitra kerja masing-masing.
Bapak/Ibu sekalian, di sebelah kanan mungkin kami sampaikan dan kami laporkan sekaligus jumlah karya siswa dan rekruitmen 2021. Pada tahun 2020 di angkatan pertama yang sudah kita lakukan ada 160 orang dari PUPR ada 136 orang dan dari Kementerian BUMN Karya-karya adalah 24 orang dan tahun 2021 untuk angkatan ke dua ini sekitar 198 orang yang sudah mendaftar, dari Kementerian PUPR 161 orang dan dari Kementerian BUMN ada 37 orang.
Sedangkan konsep kurikulum yang kami susun adalah dengan tailor made sesuai dengan kebutuhan core bisnis bidang PUPR. Theory sekitar 40%, prakteknya adalah sekitar 60% atau 25-40% theory, 60-75% adalah praktek atau terapan, sehingga nanti tinggal tesis dan technical report pada saat menjelang kelulusan dari proses magang di lapangan.
Saya lanjutkan Bapak/Ibu sekalian. Sedangkan kerja sama LPDP dan institusi luar negeri, jadi Bapak/Ibu sekalian selain pengembangan kompetensi dalam upaya peningkatan kualitas SDM, kami juga mendapatkan fasilitasi di dalam Lembaga Pengelola Dana Pendidikan serta Lembaga Institusi Luar Negeri yang memberikan hibah pendidikan kepada PUPR. Nah di dalam LPDP, jumlah karya siswa penerima LPDP sampai dengan saat ini 2020 dan 2021, 2022 ada 14, 2021 ada 4 orang dan target kami di 2022 ada sekitar 20, itu untuk LPDP. Sedangkan yang kita menerima hibah dari beberapa negara antara lain dari Australia dari Jepang dan Korea, target kita Kementerian PUPR dalam hal ini sekitar 15 orang di 2022 dengan catatan di 2020 dan 2021 kita sudah mengirim anak-anak kita, adik-adik junior kita adalah 28 dan 6 orang di tahun 2020 dan 2021.
Bapak/Ibu sekalian, mungkin sekarang kami menginjak ke anggaran 2022. Di dalam anggaran Rencana Tahun Anggaran 2022 sebagaimana tadi dari Unor Pak Sekjen dan Pak Irjen, sesuai dengan Pagu Kementerian sekitar 100,46 triliun, Pagu BPSDM sebagai gambaran kami kita semua tahun 2021 DIPA awalnya adalah 563, pada saat refocusing menjadi 457. Sedangkan di Tahun Anggaran 2022 perkiraan Pagu sekitar 400 miliar.
Nah rincian penggunaan 400 miliar, Bapak/Ibu sekalian kami laporkan sekaligus di sini. Untuk ada dua program Bapak/Ibu sekalian BPSDM mengampu 2 program yaitu program dukungan manajemen dan program pendidikan dan pelatihan vokasi. Untuk program dukungan manajemen besarannya sekitar 317 dan program pendidikan dan pelatihan vokasi sekitar 83, kumulatifnya sekitar 400, dengan rinciannya adalah untuk belanja operasional di 2022, yaitu gaji 84 miliar dan operasional sekitar 81 miliar. Sedangkan di belanja non operasional untuk 2022 untuk pendidikan magister, pelatihan, pengembangan talenta, dukungan manajemen dan sarana prasarana sekitar 152 dan Pendidikan Politeknik Pekerjaan Umum 83 miliar. Akan lebih kelihatan Bapak/Ibu sekalian, kami mencoba menyandingkan dengan DIPA 2021.
Lanjut, Bapak/Ibu sekalian, Rencana Kegiatan 2022 Kalau kami sandingan 2021, untuk program pendidikan dan pelatihan vokasi tahun 2021 dan anggaran Pendidikan Politeknik Pekerjaan Umum besarannya 83 di anggaran 2022 relatif sama. Kemudian untuk program dukungan manajemen yaitu pemenuhan operasional terdiri dari gaji, tunjangan kinerja, operasional kantor, dan pemeliharaan aset, kalau tahun 2021 sekitar 64,5 miliar, tahun 2022 sekitar 165 miliar. Untuk pengembangan talenta, assessment, peningkatan kinerja dan pemetaan karir, tahun 2021 sekitar 28,2 dan di 2022 sekitar 27,3.
Saya lanjutkan, mungkin di butir ketiga untuk pengembang kompetensi SDM pusat dan daerah sekitar turun sekitar 6 miliar dan yang mencolok sekali adalah transformasi digital learning dari semula 2021 sekitar 24,5 menjadi 7,7 miliar. Jadi nanti menyambung dengan apa yang disampaikan oleh Pak Sekjen bahwa transformasi digital menjadikan pembelajaran-pembelajaran kita selama ini adalah yang semula klasikal atau tatap muka, kita
memanfaatkan teknologi informasi sehingga menjadi efisiensi yang cukup signifikan, yang semula 24,5 menjadi 7,7 miliar.
Yang kelima adalah perkuatan lembaga dan dukungan manajemen, termasuk reformasi birokrasi, perencanaan serta kerja sama institusi dalam dan luar negeri, semula 58,4 menjadi hanya 23,6 miliar. Jadi kalau kita sandingkan Tahun Anggaran 2021 sekitar 457,6 turun menjadi 400, kira-kira sekitar 12,5% terjadi penurunan.
Nah, namun terlepas dari turunnya itu adalah tetap kami mempunyai target-target di dalam anggaran 2022 pada tiga hal yang sama. Yang pertama adalah pengembangan talenta, target kita sekitar 5.000 orang, pemetaan karir 860 orang, pemantauan kinerja untuk seluruh pegawai Kementerian PUPR sekitar 22.000 orang, pelatihan sekitar 5.100 orang dengan klasikal dan non klasikal, sedang untuk pendidikan, karena bermula dari 2019 yang belum selesai, BPSDM masih punya kewajiban terhadap pembayaran SPP dan seterusnya. Dari 2019 ada 134 orang, 2020 143 orang, 2021 yang saat ini 150 orang dan target 2022 sekitar 150 orang. Sedangkan kerjasama magister yang dimulai dari Tahun Anggaran 2020 yaitu sekitar 136 orang, 2021 angkatan ke-2 ini yang sekarang dalam posisi seleksi ditargetkan 165 dan nanti di semester II 2022 kita merencanakan menerima sekitar 165 orang. Jadi kumulatif untuk Politeknik Pendidikan Vokasi masih ada sekitar 577 orang dan kerja sama magister sekitar 466 orang.
Sedangkan rencana target pelatihan untuk 2022, target pelatihan kita sekitar 5.100 orang dengan bidang-bidang PUPR dari sejak sumber daya air, jalan jembatan, konstruksi, permukiman, perumahan, pengembangan infrastruktur wilayah dan manajemen umum. Termasuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia yaitu pelatihan kepemimpinan nasional, PKN tingkat 2, pelatihan kepemimpinan administrator, dan pelatihan jabatan pengawas dimaksud organisasi. Kalau di Kementerian PUPR masih ada sebagian Eselon IV, Eselon III dan Eselon II.
Demikian Bapak/Ibu sekalian yang bisa kami laporkan dan kami informasikan sekaligus progress dari 2021 sekaligus dan rencana penggunaan kementerian apa anggaran Rencana Kerja Anggaran untuk 2022. Demikian Bapak/Ibu sekalian yang bisa saya laporkan.
Terima kasih atas perhatiannya. Wabillaahittaufik Walhidayah,
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Terima kasih Pak Sekjen, Pak Irjen dan Kepala BPSDM.
Plt. KEPALA BPIW KEMENTERIAN PUPR RI (Ir. MOHAMMAD ZAINAL FATAH):
Terima kasih banyak Pimpinan.
Ibu/Bapak Pimpinan dan Anggota DPR RI yang saya hormati.
Izinkanlah menyampaikan melaporkan hal-hal yang terkait dengan BPIW, sebagaimana pada Raker kemarin disampaikan oleh Pak Menteri, kami juga diberi tugas untuk Plt di BPIW, mudah-mudahan secara apa secara definitif segera bisa kita dapatkan.
Ibu-Ibu, Bapak-bapak yang saya hormati.
Untuk BPIW pada tahun 2021 anggaran yang dikelola mungkin kami langsung saja sebesar 148,89, tentu ini adalah hasil dari proses refocusing untuk mengamankan pelaksanaan vaksinasi nasional dan tentu kegiatan-kegiatan penanggulangan atau penanganan pandemi Covid-19. Dengan Pagu ini hingga tanggal 4 Juni kemarin realisasinya sudah 25,96% atau 38,65 ini digunakan untuk beberapa kegiatan, berbagai kegiatan, baik swakelola ada berapa kontraktual, belanja modal, belanja operasional, maupun belanja pegawai.
Hal-hal mengemuka yang dapat kami laporkan adalah bahwa pada tahun 2021 ini BPIW telah melaksanakan forum Rapat Koordinasi Pengembangan Wilayah bidang PUPR yang ini merupakan satu titik satu milestone dari proses perencanaan untuk Tahun 2022. Rakorbangwil ini diikuti oleh 13 kementerian lembaga dan dalam forum ini dihasilkan kawasan-kawasan strategis prioritas untuk ditangani bersama di Tahun 2022.
Hasil dari Rakorbangwil bidang PUPR yang diikuti oleh 13 kementerian ini nantinya akan dijadikan digunakan sebagai koridor di dalam proses konsultasi regional yang juga sudah kami lakukan. Pada forum Rakorbangwil tersebut disepakati kawasan strategis proritas, tentu ini dipilih dari banyak kawasan strategis yang sudah diarahkan di dokumen-dokumen perencanaan yang lebih besar, seperti RPJM dan yang lain-lain. Ini digunakan sebagai arahan program kemarin pada saat kontrak 2021 yang melibatkan Bapeda Provinsi dan seluruh Balai Kementerian PUPR di daerah.
Beberapa kawasan strategis yang sedang disusun dokumen perencanaan dan pemrograman oleh BPIW pada tahun 2021 antara lain PKSN Sabang, KI atau Kawasan Industri Kemingking, DPP Baru Batam Bintan, kemudian Metropolitan Serang, Metropolitan Banjarbakula, DPP Wakatobi, PKSN Atambua, Terusan atau Kanal Halmahera, dan PKN Jayapura.
Pada Tahun 2022 dengan Pagu Indikatif sebesar 225 miliar, diharapkan ini akan digunakan untuk belanja pegawai sebesar 29 miliar, kemudian belanja barang operasional sebesar 22 miliar dan belanja barang
non operasional sebesar 174. Ini adalah gambaran perbandingan dari 2021 dan rencana di 2022. Dengan postur seperti ini, diharapkan BPIW ke depan akan jauh bisa meningkatkan kemampuannya, terutama untuk merespon apa yang menjadi arahan dari para Pimpinan dan Anggota Dewan sebagaimana tadi disampaikan oleh Pak Thomafi, terutama peningkatan keterpaduan perencanaan di berbagai wilayah.
Penyusunan dokumen perencanaan dan pemrograman kawasan strategis yang direncanakan pada 2022 antara lain untuk Pulau Sumatera dan Kalimantan ini ada KI Kuala Tanjung, KI Tenayan, PKN Jambi dan Kawasan Maloy Batuta Trans Kalimantan. Pulau Jawa, Bali, Kepulauan Nusa Tenggara, ini ada DPP Bromo-Tengger-Semeru, revitalisasi Bali dan Daerah Tertinggal Nusa Tenggara. Sedangkan untuk Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua, ini ada KI Konawe, Metropolitan Mamminasata, Kawasan Obi dan DPP Biak Teluk Cendrawasih.
Ibu-Ibu, Bapak-bapak yang saya hormati.
Dari sisi progress mungkin di halaman 8 tadi, sebelum masuk ke daftar. Ya ini realisasi memang di bawah rencana kami, tetapi ini masih dalam batas-batas yang kami bisa kelola, jadi kami mitigasi untuk mencapai progress seperti yang diharapkan.
Berikutnya ke, yang tadi grafik yang tadi. Itu Rencana Kegiatan BPIW pada 2022, tadi sudah kami sampaikan. Berdasarkan unit, ini untuk Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah 1 misalkan, ini akan dialokasikan sekitar 19,34. Di sini akan dilakukan sinkronisasi program di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Ibu/Bapak Pimpinan, Anggota yang saya hormati.
Untuk Pusat Wilayah I ini Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah I ini memang bertugas untuk di dua pulau ini. Kemudian kami juga akan melakukan review Dampak Perubahan Lingkungan Strategis pada Rencana Program dan Pengembangan Infrastruktur PUPR di kawasan prioritas Pulau Sumatera. Kemudian kegiatan yang lain adalah pemantauan dan evaluasi di Pulau Sumatera dan Kalimantan, serta ini yang kita harapkan dapat menjadi interface dan sekaligus menjaga koridor keserasian atau keterpaduan program di kawasan dengan menyusun Rencana Induk Pengembangan Kawasan di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Untuk Wilayah II dan Wilayah III kurang lebih kegiatannya adalah sama, namun demikian untuk yang Wilayah II ini ada tambahan untuk menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai dari pendanaan luar negeri, yang Integrated Tourism Development ITDP yang sudah dan sedang berjalan dan sebenarnya alokasi Tahun 2022 ini mengalami lonjakan bukan di rupiah murni yang bisa fleksibel untuk digunakan, tetapi adalah bagian dari PHLN yang cukup signifikan.
Pada Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional, ada kegiatan spesifik yaitu NUDP yang ini juga adalah PHLN yang baru akan kita mulai sedang tapi ini di bagian-bagian awal ini adalah National Urban Development Programme, ini adalah kolaborasi dari beberapa kementerian lembaga, baik itu di kementerian selain di Kementerian PUPR ada juga dalam negeri, ada ATR BPN dan tentu juga Bappenas di sini, dan tentu sebagian kami gunakan juga untuk mendukung Sekretariat, mendukung kegiatan perkantoran dan yang lain-lain yang dijalankan melalui kegiatan-kegiatan di sekretariat BPIW.
Ibu/Bapak Pimpinan dan Anggota DPR RI yang kami hormati.
Mungkin itu laporan dan informasi yang bisa kami sampaikan terkait dengan Evaluasi 2021 dan Rencana Kegiatan di 2022.
Terima kasih.
Wabillaahittaufik Walhidayah,
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh, Selama pagi.
KETUA RAPAT:
Terima kasih kepada Pak Plt. BPIW.
Demikian kita telah sama-sama dengarkan penjelasan yang disampaikan oleh para Pejabat Eselon I. Selanjutnya kami persilakan kepada Anggota Komisi V DPR RI untuk melakukan pertanyaan ataupun juga pendalaman. Mohon diingat juga waktu ya. Silakan sudah mencatat mendaftar di sini.
Yang pertama Bapak Sudewo. Ya silakan. F-P.GERINDRA (SUDEWO, S.T.,M.T.):
Terima kasih pimpinan.
Bapak Ibu sekalian yang saya hormati.
Saya langsung saja ini kepada semuanya kepada Sekjen, kepada Kepala Badan Pengembangan SDM, kepada Irjen, mungkin juga kepada Kepala BPIW.
Yang saya inginkan adalah filosofi atau secara politis bahwa penggunaan anggaran ini dijelaskan terlebih dahulu ya, apa latar belakangnya berpijak dari pada kondisi riil yang terjadi di Kementerian PUPR, misalnya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Kondisi riilnya SDM di Kementerian PUPR itu seperti apa? Potretnya seperti apa? Di Cipta Karya bagaimana? Di Perumahan bagaimana? SDA, Bina Marga, itu seperti apa?
Dan di SDM sendiri itu seperti apa? Apa kelebihan dan apa kekurangannya? Yang paling menonjol kekurangannya itu apa? Dan dengan anggaran yang dimiliki oleh Pengembangan SDM bagaimana mengaturnya supaya kekurangan-kekurangan yang menonjol itu, itu bisa dibenahi melalui program-program di kemudian hari pada tahun berikutnya.
Di sini semuanya hanya menjelaskan bahwa di masing-masing unit mendapatkan anggaran sekian, kemudian di-breakdown untuk masing-masing item. Kami tidak dijelaskan tidak diberi pemahaman, sebenarnya apa sebenarnya munculnya item-item ini gitu ya? Di Irjen juga begitu dan punya kelebihan apa kemudian didorong melalui program-program sehingga kelebihan itu nantinya akan menjadikan sebuah kontribusi terhadap peningkatan kinerja Kementerian PUPR. Jadi jangan sampai anggaran yang begitu terbatas kemudian penggunaannya sifatnya normatif atau konservatif gitu harus berpijak pada kondisi riil dan berpijak kepada apa yang hendak dicapai yang ditargetkan dengan kinerja yang ideal Kementerian PUPR untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa infrastruktur.
Jadi setiap item ini mengapa mendapatkan anggaran segitu? Mengapa harus dianggarkan? Karena kondisinya seperti apa? Dan tujuan yang hendak dicapai itu apa? Tapi oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia tadi disampaikan saya juga tertarik dan memberi apresiasi, utamanya ada program pengembangan sumber manusia dalam magister untuk teknik tertentu memberikan dukungan terapan teknologi tertentu, karena kami lihat secara langsung kenyataan di lapangan pekerjaan infrastruktur pekerjaan jasa konstruksi ini masih cukup kurang dari yang kita harapkan. Pekerjaannya terlambat, pekerjaannya lambat, terlambat dan lambat, tidak menghasilkan kualitas yang bagus, bahkan sentuhan teknologinya kurang. Misalnya pekerjaan sebuah jalan ya.
Saya melihatnya ini ya prihatin ya di era teknologi yang sudah begitu tinggi, kita melihat negara lain menggunakan teknologi yang tinggi, sehingga pekerjaan jalan itu bisa dikerjakan dalam tempo yang lebih cepat, sehingga memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, masyarakat pengguna jalan tidak setiap saat dihadapkan pada kemacetan, kemacetan karena kondisi rusak, kemacetan karena pada saat pekerjaan konstruksi, dan pada saat pasca pekerjaan kontruksi juga akan sebentar lagi menghadapi kemacetan karena jalan itu cepat rusak. Kita berbicara pada saat pekerjaan konstruksi saja. Ini ini prihatin, ini prihatin.
Sentuhan teknologi ini menjadi sesuatu yang penting, sumber daya manusia menjadi penting. Maka kalau pengembangan sumber daya manusia, Badan Pengembangan Sumber Manusia sudah sadar hal ini sehingga ada satu terobosan di sekolahkanlah pegawai-pegawai negeri itu, ASN-ASN yang ada di Kementerian PUPR dalam rangka meningkatkan kinerja Kementerian PUPR itu saya sangat mendukung, itu yang kedua.
Yang ketiga, saya tertarik dengan apa yang disampaikan Irjen. Dalam ingin mencapaikan satu pemerintahan yang bersih ya, sikat sapu bersih pungutan yang terjadi di PUPR. Saya setuju, tapi bagaimana Bapak punya
instrumen untuk mengetahui bahwa ASN di Kementerian PUPR di jajaran PUPR itu melakukan itu atau tidak? Instrumennya apa yang Bapak punya seperti apa?
Kalau di lembaga penegak hukum di Kepolisian, di Kejaksaan punya instrumen untuk melakukan pemantauan detail, sehingga tahu Anggotanya mana yang melakukan penyimpangan, tapi kalau di Irjen punya instrumen apa? Di sana sini melakukan pungutan mungkin Bapak tidak tahu ya kan, tapi kalau sudah Bapak lakukan sapu bersih saya mendukung, tapi bagaimana Bapak bisa tahu gitu kan?
Kemudian ini setiap rapat dengan Anggota DPR RI Komisi V kan selalu disampaikan bahwa pengadaan barang dan jasa itu terjadi sesuatu di sana-sini, disampaikan secara terbuka boleh kawan-kawan semua bahwa Pokja demikian, bahwa Pokja demikian, itu tidak hanya sekedar menyampaikan, meskipun ini mesti secara hukum ya mesti harus dikuatkan dengan satu bukti, tapi bukan berarti kita bicara terus tanpa ada bukti. Kalau memang anu, ya punya bukti, tapi kita kan tidak ingin sekeruh sampai seperti itu, ya paling tidak apa yang disampaikan oleh kawan-kawan ini menjadikan sesuatu materi untuk dilakukan pendalaman.
Pertanyaan saya kepada Irjen, sudah melakukan pendalamankah semua yang disampaikan kawan-kawan tentang kinerja Pokja? Kinerja Balai di pelelangan sudah dilakukan pendalaman kah? Dan apakah sudah ada satu potret dari pendalaman itu sehingga ada satu koreksi. Ini saya tidak berbicara sistem, saya sudah oke dengan sistem, sudah oke dengan kebijakan, mendukung apa yang diciptakan oleh Pak Menteri, yang dilaksanakan oleh Pak Menteri, hanya bagaimana kebijakan dan sistem yang dibuat oleh Pak Menteri itu bisa di jalankan sebagaimana mestinya sampai tingkat bawah.
Nah ini kawan-kawan ini mestinya masukkan ini berharga. Saya ingin tanya kepada Irjen, sudah melakukan pendalamankah tentang itu dan apakah potretnya itu sudah ditemukan? Ya saya kira itu saja pimpinan. Sebenarnya saya ada di sini tapi pikiran saya itu ada di mana-mana.
KETUA RAPAT:
Sudah ini sudah bukan ini saja selalu...(rekaman suara kurang jelas). F-P.GERINDRA (SUDEWO, S.T.,M.T.):
Saya sebenarnya kurang fokus terhadap rapat ini. Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Nomor 3 Pak Boyman Harun.
Eh Nomor 2 ya, Pak Boyman Harun silakan. F-PAN (H. BOYMAN HARUN, S.H.):
Nomor tiga sama saja Komandan. KETUA RAPAT:
Ya.
F-PAN (H. BOYMAN HARUN, S.H.): Baik, terima kasih.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Ketua Komisi V beserta Anggota Komisi V yang saya hormati, Mitra Kerja Kementerian PUPR seluruhnya yang saya hormati.
Saya tidak bertanya, tetapi saya hanya ingin menyampaikan dari ke empat Kesekjenan yang menyampaikan rencana kerja maupun evaluasi ini, saya hanya melihat bahwa seluruh dari sampai itu ada refocusing artinya pengurangan anggaran terhadap masing-masing kelembagaan itu.
Kalau saya lihat dari yang disampaikan Kesekjenan, Inspektorat kemudian maupun BPIW dan BPSDM, ini adalah urat nadinya yang ada di PUPR. Artinya kelengkapan secara administrasi, pengawasan, menciptakan sumber daya manusia, dan di akhir dari BPSDM ini saya sangat tertarik sekali. Kami memang tidak membangun infrastruktur, tetapi kami membangun sumber daya manusia PUPR dan SDM PUPR itulah yang membangun infrastruktur. Artinya ini adalah urat nadi.
Kita tadi mendengar bahwa terjadinya pengurangan-pengurangan anggaran di tahun 2021, kemudian 2022, hampir beberapa persen, tetapi saya tidak mendengar kendala atau permasalahan yang dihadapi di sini, padahal Bapak-bapak di sini berbicara di depan Anggota DPR RI sebagai wakil rakyat, seharusnya yang menentukan anggaran yang akan ditetapkan oleh Pemerintah, Komisi V ini tidak saja mengiyakan saja, tetapi harus dengan logika. Apakah dengan pengurangan-pengurangan anggaran ini tidak berakibat terjadinya penurunan kualitas seluruh SDM yang ada di PUPR tersebut. Saya tidak melihat Itu, artinya berjalan seperti biasa saja, tidak ada masalah, dan kami tidak tahu seperti apa nanti Bapak-bapak melaksanakan pekerjaan yang menyatakan bahwa ini adalah sumber daya manusia yang akan membangun Indonesia.
Jadi dengan anggaran A dikurangi jadi B tidak ada pengaruh saya lihat di sini. Di hadapan saya harusnya Bapak-bapak yang hadir pada hari ini dari
Kementerian PUPR ini harus menyampaikan kepada Anggota DPR RI dana segini cukup atau tidak untuk melaksanakan pekerjaan. Ya kalau dianggarkan tetapi tidak tidak ada manfaatnya untuk apa? Jadi jangan menurut saya hanya menyampaikan santai saja begitu, tetapi tidak ada masalah yang timbul akibat dari pengurangan itu. saya pikir itu logikanya sangat tidak masuk akal. Apa yang disampaikan kawan-kawan tentu kita berharap kualitas itu kita jaga.
Kemudian dari Inspektorat saya pikir ini ujung tombak sekali. Banyak kejadian-kejadian yang di lapangan yang kita tahu kita dengar dan kita alami sendiri, misalkan pada pelaksanaan tender ada orang yang berani sampai memotong dari anggaran 30%, itukan pertanyaan kita apakah cara menghitung awalnya yang salah atau sudah di-mark up, sehingga orang berani motong sampai 30%? Apakah hanya memandang efisien dari pada anggaran itu sendiri? Kemudian kualitas pembangunannya seperti apa? Dan yang jadi pertanyaan apakah sudah ada pernah orang-orang seperti ini diperiksa? Kemudian sudah pernahkah ada yang dijatuhi hukuman? Sehingga kinerja yang diharapkan yang benar-benar berkualitas untuk pembangunan fisik yang ada di negara kita ini tercapai gitu.
Saya kadang-kadang berpikir juga perencanaan itu kan sudah dihitung segala-galanya sehingga muncul angka. Jadi kalau orang berani sampai nawar seperti buang 30%-40% itu logikanya di mana? Yang salah itu siapa? Kalau memang anggaranya terlalu banyak lebih, ya kenapa ditinggi-tinggikan harganya gitu atau dana yang lebih itu untuk disimpan untuk di kemanakan lagi? Jadi kayak-kayak dibuat suatu permainan gitu, sehingga di daerah-daerah itu pusing jadinya gitu. Nah jadi ada berpikiran yang macam-macam menganalogikan bahwa angka yang dikeluarkan awal itu ya angka-angka yang tidak pasti.
Harapan saya ke depan harusnya ada batas limit yang hanya diketahui oleh pihak PUPR, jika ada penawaran di bawah Itu otomatis digugurkan saja. Jangan memandang yang penting murah, murah tidak berkualitas untuk apa? Jadi lebih baik mahal berkualitas punya daya tahan minimal 30 sampai 40 tahun. Jadi setiap tahun kita nggak bahas itu terus. Jadi setiap tahun itu terus-itu terus, belum selesai di ujung di pokoknya sudah rusak lagi, karena kualitas tidak terjamin, karena tidak ada batasan atau limit dalam penawaran itu. Saya pikir itu Ketua.
Terima kasih.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam. Terima kasih.
F-PG (MUHAMMAD FAUZI, S.E.): Terima kasih.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Yang saya hormati Pimpinan Komisi V,
Yang saya hormati para Wakil Ketua Komisi V, Yang saya hormati Teman-teman Komisi V,
Yang saya hormati Bapak-Bapak, Ibu-ibu dari PUPR.
Saya hanya menambahkan saja Pak apa yang disampaikan yang sudah disampaikan oleh beberapa Rekan-rekan Komisi V. Yang pertama, di apa Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah di halaman 2 Pak, di mana di sana dipaparkan bahwasanya pada tahun 2021 BPIW telah melaksanakan forum Rakerbakwil bidang PUPR diikuti oleh 13 kementerian lembaga. Dalam forum tersebut dihasilkan kawasan strategis prioritas untuk ditangani bersama di Tahun 2022. Yang saya ingin tanyakan adalah yang masuk kawasan strategis prioritas itu kriterianya apa Pak? Itu harus jelas Pak gitu. Jadi kita tidak berburuk sangka juga diantara kita juga sesama DPR dengan PUPR, itu yang pertama Pak.
Yang ke dua, yang ke dua untuk Pak tadi saya yang kedua untuk Pak Sekjen. Sekjen di tahun 2021 Pagunya kurang lebih 681,48 miliar, terserap 171,01. Terserapnya kurang lebih 24,83%. Nah ini kalau kita bicara serapan kan sangat kecil sekali ini Pak. Nah ya sudah pasti ada ada refocusing ya. Nah di luar itu Pak kenapa itu bisa terjadi Pak, di luar pemotongan itu? Karena apa yang paling banyak tidak terserap itu adalah di Pusat Data dan Teknologi Informasi Pak itu, di bidang itulah yang paling banyak tidak terserap Pak.
Kemudian tahun 2022 mengajukannya Pagunya 641, terjadi penurunan Pak ya dibanding 2021 sekitar 40 miliar. Nah dengan penurunan Pagu ini, bagaimana pencapaian target Pak yang ditargetkan di Tahun 2022 ini? Apa ini di apa di disesuaikan oleh kondisi yang ada, tapi dipikirkan enggak Pak mengenai hal-hal pencapaian-pencapaian itu? Dan mungkin teman-teman juga yang ditanyakan tadi kendala-kendalanya juga mungkin bisa disampaikan Pak.
Kemudian untuk Inspektorat, begitu juga penyerapannya hanya 34,05%. Apa di tahun berikutnya juga malah bukan turun ini Inspektorat terjadi peningkatan Pak. Nah yang saya ingin tanyakan Pak, Pak Tengku selain objek pengawasan Pak, kira-kira objek apalagi Pak dalam Poksinya Inspektorat terutama dalam hal pencegahan Pak gitu? Karena saya lihat di sini memang obyeknya lebih banyak di pengawasan Pak.
Kemudian sedikit Pak, juga saya ingin meminta informasi tadi saya ingin menambahkan apa yang disampaikan oleh teman-teman, tadi disampaikan memang kejadian pembuangan apa proyek-proyek di daerah ini
kejadian di mana-mana Pak. Bahkan gila-gilaan pembuangannya, bahkan proritas ditanya kalau-kalau di apa di pelelangan itu kalau ditanya kenapa dia menang, ya pembuangannya besar. Masalah teknis, masalah yang lain tutup mata itu.
Nah saya ingin tanyakan ada ruang nggak sebenarnya kita apa Teman-teman Panitia Pelelangan itu untuk melakukan verifikasi apa penawaran Pak? Misalkan harga semen rata-rata di mana-mana kurang lebih 60 sampai 50 sampai 60 Ribu 1 sak gitu ya, ternyata dia mengajukan di bawah itu, dari mana dia bisa dapat semen itu gitu? Mungkin kalau bisa Panitia melakukan verifikasi itu bisa ditekan meminimalisir hal-hal yang akhirnya dia menang dengan pembuangan besar tapi kualitas kerja jadi korban gitu, itu mungkin alternatif atau ada ruang itu atau tidak gitu Pak Inspektorat?
Saya pikir itu Pak Ketua. Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam warrahmatullaahi wabarakatuh.
Selanjutnya Pak Suryadi Jaya Purnama, silakan Pak ya. F-PKS (H. SURYADI JAYA PURNAMA, S.T.):
Terima kasih Pak Ketua.
Yang saya hormati Rekan-rekan Ketua dan Pimpinan Komisi V dan Anggota, Pak Sekjen, sekaligus Plt. BPIW ya,
Pak Irjen dan Kepala BPSDM.
Ada beberapa hal yang ingin kami perdalam, namun sebelumnya saya apresiasi khususnya di Unor Kesekjenan ya ada kenaikan realisasi dari tahun sebelumnya dan saya kira ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Walaupun pada saat yang sama sebagai Plt. BTW ini ada penurunan gitu dari tahun sebelumnya, karena harusnya BPIW ini kan sebetulnya fungsi perencanaan koordinasi harusnya lebih awal dari pada Unor-unor yang lain karena dia dalam tahapannya itu bekerja di awal. Saya kira ini jadi catatan Pak.
Pertama, saya ingin menanyakan lebih jauh tentang perencanaan SDM di Kementerian PUPR yang sampai tahun 2030 Pak ya itu ada pengurangan yang rata-rata sampai 50% gitu ya 4% per tahun. Ini mungkin kita perlu mendapat penjelasan rasionalisasinya seperti apa? Karena kalau kita lihat fungsi dan apa pekerjaan dari PUPR ini kan kecenderungannya terus semakin besar ya, tapi dari sisi SDM ini ada penurunan ASN-nya apakah ini merupakan apa namanya? Akibat dari penggunaan berbagai sistem aplikasi ataukah ada strategi lain begitu atau murni penghematan.
Saya kira ini perlu didapat penjelasan karena ini cukup besar ya 4% per tahun jumlah pengurangan pegawai. Di satu sisi tuntutan infrastruktur kita semakin lama akan semakin besar. Itu yang pertama.
Kemudian yang ke dua, khusus kepada BPSDM, dari paparan tadi saya belum menemukan strategi khusus untuk mengantisipasi dampak dari diterapkannya undang Cipta Kerja Pak, karena dalam Undang-undang Cipta Kerja ini kan memberi kemudahan bagi tenaga kerja asing, termasuk di sektor jasa konstruksi sehingga lebih mudah masuk ke Indonesia. Nah tentu kita tidak bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan pengembangan SDM sama seperti sebelumnya. Karena kalau ini tidak kita proteksi tidak ada affirmative ya dalam mengelola tenaga kerja dalam negeri, saya kira nanti kita akan kewalahan, Pak. Nah dari paparan tadi saya melihat ini seperti kalender-kalender kegiatan sebelumnya, belum ada spesifik misalnya peningkatan kualitas atau peningkatan misalnya legalitas ya. Ada yang sudah kompeten tapi karena mereka tidak punya sertifikat, akhirnya tidak diakui gitu. Demikian juga sebaliknya punya sertifikat tapi sertifikat kita secara nasional bahkan internasional mungkin belum dianggap. Nah ini untuk peningkatan peran kita dalam persaingan global. Nah ini konsekuensi dari Undang-undang Cipta Kerja kemarin yang kita mempermudah tenaga kerja asing termasuk di sektor konstruksi.
Nah berikutnya yang terkait dengan kerja sama dengan Perguruan Tinggi Pak. Dulu saya pernah usulkan agar dilakukan evaluasi dan dibuat lebih merata. Nah saya usulkan Universitas Mataram di Lombok di Nusa Tenggara Barat dijadikan salah satu mitra, karena infrastruktur kita di luar Jawa justru itu yang lebih kita butuhkan tenaga-tenaga terampil di luar Jawa. Seingat saya misalnya di Bandung saja tidak kurang dari 3 Perguruan Tinggi yang sudah diajak kerja sama oleh kementerian PUPR. Saya kira ini perlu disebar Pak ya, di Papua kemudian di Maluku di Sulawesi di NTB, jangan numpuk di Jawa karena SDM ini juga harus dilakukan pemerataan. Mungkin ini nanti bisa ditindaklanjuti secara teknis. Kami siap, saya sudah berbicara dengan Pak Rektor dan Pak Dekan persyaratan administratifnya seperti apa, InshaAllah beliau siap untuk memenuhi ya untuk bekerja sama. Saya kira ini.
Yang berikutnya terakhir untuk Irjen, saya perlu dapat informasi progres dari LHP BPK terkait dengan konsesi dan kewajiban atas ruas jalan tol yang nilainya ini cukup besar ya triliunan rupiah, karena nilai aset ini kan juga tergantung dari waktunya gitu. Kalau kita ulur tindaklanjutnya berubah lagi nilainya gitu, oleh karenanya saya perlu dapat progress-nya karena ini juga menjadi salah satu sorotan kita pada RDP di akhir tahun lalu ya rekomendasinya agar dilakukan review atas jasa konsesi dan kewajiban atas beberapa ruas jalan tol yang nilainya kalau tidak salah di atas 100 triliun ya.
Terakhir sekali lagi untuk Pak Irjen, tadi beberapa program saya kira cukup bagus untuk menguji maturitas beberapa aplikasi yang sedang dijalankan. Nah selain yang sifatnya mikro nah mungkin perlu juga dibuat bagaimana menguji yang maturitas atas sistem pengadaan barang dan jasa kita Pak, misalnya efektivitas atau kematangan dari sistem dengan adanya BP2JK. Kurang lebih kan kita sudah punya data 2 tahun ya, sejauh mana
efektifitasnya kematangan sistem ini ya efektivitas? Mungkin variabelnya banyak tapi setidaknya dari hasil yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal, misalnya berapa banyak pengaduan setelah ada BP2JK, kemudian berapa temuan, berapa perusahaan daftar hitam gitu, jangan-jangan terjadi tren kenaikan. Nah kalau ternyata maturitas ini kita bisa temukan dari data-data yang ada sebelum dan sesudah ada BP2JK kita bisa lakukan evaluasi gitu keberadaan lembaga ini, supaya kita tidak terjerumus kepada sesuatu yang jauh lebih dalam. Tadi teman-teman juga sudah banyak menyampaikan data-data lapangan secara teknis gitu.
Nah mungkin ini Pak Irjen kita minta supaya dilakukan suatu evaluasi terhadap maturitas ya kematangan sistem kita tidak hanya aplikasi-aplikasi yang sifatnya teknis itu sektoral, tapi kebijakan atas pengadaan barang dan jasa yang tersentral di satu unit organisasi gitu. Karena ini keluhan-keluhan setelah BP2JK ini lebih banyak gitu, tapi itu kan data lapangan, kita belum punya hasil analisis yang memang berdasarkan parameter-parameter yang saya yakin Pak Irjen ini sudah punya ya terkait dengan itu.
Nah ini kita berharap 2022 atau mungkin di akhir 2021 ini bisa dilakukan itu atas dasar itu, kemudian kita membuat suatu evaluasi kebijakan nanti seperti apa ya. Karena di internal Komisi V ini kita sedang mencoba mengevaluasi, misalnya Undang-undang Jasa Konstruksi untuk kita rubah penyesuaian dengan beberapa undang-undang yang lain gitu, tapi data-data pendukung hasil evaluasi di internal ini perlu kita dapatkan. Mungkin begitu Pak Ketua.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Ya, terima kasih Pak Suryadi.
Selanjutnya Pak Thoriq Hidayat, jaketnya sama Pak ya, sama dengan kursinya juga.
F-PKS (KH. TORIQ HIDAYAT, Lc.): Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Pimpinan Komisi dan Sahabat Anggota Komisi yang saya hormati, yang saya cintai,
Sekjen PUPR, Irjen, Kepala Badan yang saya hormati.
To the point saja. Yang pertama untuk ke Irjen. Ini kan di lembaran terakhir itu ada fasilitasi penyelenggaraan whistle blowing system. Tadi beberapa teman kita sudah menyampaikan tentang kualitas dari pekerjaan yang kita temukan di lapangan dan juga pernah beberapa pekan yang lalu
diangkat juga masalah mafia atau yang agak halusnya broker pengadaan pembebasan tanah.
Nah pertama yang ingin saya tanyakan ini kenapa hal seperti ini terus berlanjut? Sudah tujuh turunan sejak saya belum jadi Anggota Parlemen sampai sekarang kok masih begitu saja begitu, masih terus berlanjut. Nah ini ini saya heran kok kenapa gitu hal seperti ini seperti kita tidak mengambil pelajaran. Unta itu konon kalau berjalan kami bilang di tengah jalan tersandung besoknya itu nggak pernah dia mau lewat jalan itu lagi. Ini kan kalau kita disamakan dengan unta kan nggak enak. Kemudian di situ ada whistle blowing system. Nah ini saya tanyakan apakah sistem ini apakah masyarakat bisa mengakses sistem ini Pak? Kalau bisa adakah upaya sosialisasi terhadap masyarakat sehingga masyarakat bisa melakukan kontrol yang objektif terhadap berbagai permasalahan yang tadi. Apakah itu terkait dengan broker ataupun terkait dengan kualitas pekerjaan, jalan dan lain sebagainya yang saya katakan tadi secara turun-temurun ini terus terjadi gitu. Kemudian yang ke dua untuk BPSDM. Di BPSDM itu saya lihat target dan output 2022 terlihat lebih bersifat kuantitatif. Saya usulkan agar target yang bersifat kualitatif itu diperhatikan. Orang kalau tidak punya wawasan, kurang wawasan, kurang ilmu atau katakanlah bodoh, itu bisa di-backup dengan belajar, kurang terampil bisa di-backup dengan pelatihan, tapi kalau orang tidak jujur, orang culas, orang licik, orang inkonsistensi dan lain sebagainya sifat-sifat mentalitas yang negatif itu kan ini kaitannya dengan karakter dan ini lebih sulit untuk dibangun, tapi saya tidak melihat BPSDM ini merencanakan bagaimana membuat output yang terkait dengan karakter ini. Jadi apapun berapapun dana yang digelontorkan sepintar apapun, seterampil apapun kalau orangnya culas lagi-culas lagi, ya sudahlah yang jadi korban kan rakyat. Itu usulan.
Kemudian yang ke yang berikutnya ini BPIW. Di BPIW itu kan diantaranya mendorong pengembangan kawasan strategis yang salah satunya kawasan pariwisata. Nah kebetulan ini ada ada pesanan dari daerah atau dari Dapil di saya itu di Dapil XI Kabupaten Tasik Kota Tasik dan Kabupaten Garut, itu banyak daerah-daerah atau desa-desa yang layak untuk dijadikan desa wisata. Kemudian yang usulan ini dari daerah Tasik Utara namanya itu Desa Guranteng. Desa Guranteng Kecamatan Pager Ageung Kabupaten Tasikmalaya. Di Desa Guranteng ini desa yang cukup bagus untuk ke pengembangan wisata dan yang saya terima itu ada 12 potensi yang dimiliki oleh Desa Guranteng ini. Ini usulan dari daerah minta diperhatikan.
Saya bacakan sedikit umpamanya ada Wisata Kampung Sapi, sapi perah dan sapi pedaging, Pasir Kirisik, Alam Parung, Agrowisata Bukit Janghe dan lain sebagainya sampai 12. Sekali lagi Desa Guranteng Kecamatan Pageur Ageung, Kabupaten Tasikmalaya. Itu yang ke tiga.
Yang ke empat, ini sebetulnya mungkin lebih tepat dengan Bina Marga, tapi nggak apa-apa saya sampaikan di sini, karena kemarin waktu rapat dengan Menteri kebetulan jatah saya untuk menyampaikan secara virtual lewat, karena waktu itu dipanggil lagi sholat gitu, tidak apa-apa saya