• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

31

BAB III

ANALISA DAN DESAIN SISTEM

III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan

Analisa sistem yang dijelaskan pada bab ini adalah sebagai bahan

perbandingan dengan sistem yang akan dirancang. Penulis akan memaparkan proses konsultasi untuk mengetahui apakah pemakai CCTV mengalami kerusakan pada CCTV secara manual.

Pada sistem yang lama proses mendeteksi kerusakan pada CCTV menggunakan proses manual dan dimana pengguna CCTV yang mengalami gangguan dan kerusakan CCTV harus menemui teknisi dan membuat janji sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui kerusakan yang terjadi pada CCTV pengguna. Sehingga ketika CCTV yang mengalami kerusakan yang awalnya ringan menjadi rusak yang cukup parah di karenakan ketidak tahuan pengguna CCTV, sehingga membuat pengguna CCTV harus mengeluarkan biaya yang besar untuk mnegganti komponen Camera CCTV. Tentu hal ini sangat memprihatinkan mengingat saat ini kamera CCTV menjadi alat yang sangat membantu dalam proses pengawasan yang dilakukan guna menjaga suatu keamanan.

Selain hal tersebut juga, pengguna pada sistem yang lama juga ditekankan ketika memanggil teknisi untuk konsultasi mereka harus membayar terhadap konsultasi yang dilakukan dan dianjurkan oleh teknisi utnuk memperbaiki CCTV pengguna yang rusak. Dengan adanya aplikasi yang akan penulis rancang semoga

(2)

bisa membantu seorang pengguna CCTV untuk mengetahui kerusakan yang sebenarnya terjadi.

III.1.1. Analisa Input

Masukan input pada sistem yang lama adalah merupakan data yang dimasukkan kedalam sistem untuk diproses. Pada bagian ini, sistem yang digunakan adalah dengan cara manual. Data input yang diberikan pengguna kepada pakar masih yaitu dengan menyampaikan langsung data Pengguna kepada Pakar. Adapun inputan yang diperlukan adalah keluhan dari pengguna berdasarkan gejala kerusakan yang terjadi pada CCTV-nya.

III.1.2. Analisa Proses

Adapun proses yang berjalan, berdasarkan tahapan-tahapan kerja atau proses mendeteksi kerusakan CCTV yang dilakukan yaitu: Pakar akan merumuskan kerusakan yang terjadi berdasarkan keluhan dari pengguna terhadap kondisi CCTV serta gejala atau kerusakan yang terjadi untuk di analisa. Dan kemudian pakar harus memeriksa secara menyeluruh terhadap instalasi pemasangan CCTV yang terpasang di lokasi/ tempat dan melakukan proses analisa terhadap gejala kerusakan yang tampak pada CCTV pengguna.

III.1.3. Analisa output

Output merupakan hasil dari pengolahan data terhadap keluhan pengguna yang telah di sampaikan kepada pakar. Output atau hasil keluaran dari sistem yang lama adalah pakar akan memberitahukan hasil kerusakan kepada pengguna

(3)

33

CCTV, apakah CCTV yang di alami pada user mengalami kerusakan atau tidak dan jika mengalami kerusakan maka akan di beritahukan kerusakannya pada komponen yang mengalami kerusakan.

III.2. Evaluasi Sistem yang berjalan

Berdasarkan analisa terhadap input, proses dan output pada sistem yang lama untuk mendeteksi kerusakan CCTV yang sedang berjalan pada penulis menemukan beberapa kelemahan antara lain bsebagai berikut:

1. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan konsultasi relatif tidak efektif karena pada umumnya pengguna akan melakukan konsultasi harus membuat janji untuk bertemu dengan pakar.

2. Keterlambatan penanganan terhadap kerusakan, sangat mempengaruhi proses pemantauan dan keamanan yang sedang di dalakukan menjadi terganggu.

Untuk menangani kelemahan-kelemahan sistem yang ada salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan merancang sistem pakar untuk mendeteksi kerusakan CCTV. Sistem ini di harapkan mampu memberikan kontribusi positif sebagai aplikasi pendamping bagi ahli mekanik khususnya CCTV dan juga bagi pengguna CCTV.

(4)

III.3. Desain Sistem

Perancangan desain sistem yang akan dibangun menggunakan pemodelan

Unified Modelling System ( UML ). Diagram-diagram yang digunakan use case

diagram, activity diagram, class diagram dan squence diagram. Dan dengan

menggunakan VB.Net, database SQL Server, dan menggunakan metode Forward

Chaining.

III.3.1. Metode Forward chaining

Metode forward chaining yang akan di terapkan dalam pembuatan sistem pakar ini adalah metode dengan forward chaining sebagai berikut: Gambar III.1 penarik kesimpulan (inferensi) dengan metode forward chaining adalah seperti di tunjukan oleh gambar III.1 dibawah ini :

Gambar III.1 Skema penarikan kesimpulan (inferensi) G01 G14 G09 G13 G12 G11 G10 K07 K06 K05 G02 K01 G04 G03 G05 G07 G08 K04 K03 K02 G06 N Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y N N N N N N End

(5)

35

III.3.2 Represaentasi pengetahuan

Representasi pengetahuan merupakan metode yang digunakan untuk mengkodekan pengetahuan dalam sebuah sistem pakar yang berbasis pengetahuan (knowledge base). Basis pengetahuan mengandung pengetahuan untuk pemahaman dan merupakan inti dari sistem pakar, yaitu berupa representasi pengetahuan dari pakar, yang tersusun atas 2 elemen dasar yaitu fakta dan aturan serta mesin inferensi untuk mendeteksi kerusakan CCTV.

Basis pengetahuan yang di dalam sistem pakar ini akan digunakan untuk menentukan proses pencarian atau menentukan kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis. Hasil yang diperoleh setelah pengguna melakukan interaksi dengan sistem pakar yaitu dengan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh sistem pakar. Basis pengetahuan yang digunakan didalam sistem pakar ini terdiri dari gejala-gejala yang dialami user dan derajat/tingkat keyakinan yang diberikan oleh pakar. Tabel keputusan untuk pertanyaan yang terjadi adalah seperti di tunjukan oleh tabel III.1 dibawah ini:

Tabel III.1 Keputusan Untuk pertanyaan gejala-gejala kerusakan

id Gejala Kerusakan K01 Lensa Kamera CCTV K02 Kamera CCTV K03 BNC CCTV K04 Adaptor CCTV K05 DVR CCTV K06 Kabel Coaxial CCTV K07 Hardisk CCTV

1 Apakah Video yang dihasilkan tidak focus (blur) ?

*

2 Apakah gambar yang dihasilkan tampak seperti ada meteorid ?

(6)

3 Apakah Hasil rekaman video pada kamera tertentu yang tampak pada layar monitor berubah warna menjadi hitam putih?

*

4 Apakah Gambar yang dihasilkan pada monitor hilang atau tampak video loss tetapi hanya pada kamera tertentu saja dan tidak pada semua kamera pemantau.?

*

5 Apakah gambar kabur seperti banyak semut ?

*

6 Apakah tidak ada gambar pada monitor dan hanya menghasilkan layar menjadi hitam?

*

7 Apakah gambar tampak bergaris-garis vertikal dan turun kebawah secara terus menerus ?

*

8 Apakah terjadi video loss di semua kamera yang terpasang ?

*

9 Apakah DVR suka me-restart sendiri & DVR tidak bisa dioperasikan (tombol-tombol macet) ?

*

10 Apakah gambar hilang (blank), baik saat live maupun playback dan

Rekaman pada tanggal tertentu

hilang ?

*

11 Apakah gambar yang dihasilkan bergoyang-goyang, berkedip-kedip ?

*

12 Apakah bergaris seakan-akan gambar yg dihasilkan CCTV akan hilang ?

(7)

37

13 Apakah tidak ada hasil video pada saat video akan di putar ulang (play back) ?

*

14 Apakah tidak tampak disemua bagian kamera pemantau proses Record tanda ( R ) ?

*

Tabel kepastian untuk gejala kerusakan di tunjukan oleh tabel III.2 berikut ini:

Tabel III.2 Tabel Kepastian (forward Chaining) untuk gejala Kerusakan

Id_gejala Gejala

G01 Gambar yang dihasilkan tidak focus (blur).

G02 Gambar yang dihasilkan tampak seperti ada meteorid.

G03 Hasil rekaman video pada kamera tertentu yang tampak pada layar monitor berubah warna menjadi hitam putih.

G04 Gambar yang dihasilkan pada monitor hilang atau tampak video loss tetapi hanya pada kamera tertentu saja dan tidak pada semua kamera pemantau.

G05 Gambar kabur dan banyak semut.

G06 tidak ada gambar pada monitor dan layar menjadi hitam

G07 Gambar tampak bergaris-garis vertikal dan turun kebawah secara terus menerus.

G08 Video loss di semua kamera yang terpasang.

G09 DVR suka me-restart sendiri & DVR tidak bisa dioperasikan (tombol-tombol macet).

(8)

G10 Gambar hilang (blank), baik saat live maupun playback dan Rekaman pada tanggal tertentu hilang.

G11 Gambar yang dihasilkan bergoyang-goyang, berkedip-kedip. G12 Gambar bergaris-garis seakan-akan gambar yg dihasilkan

CCTV akan hilang.

G13 Tidak ada hasil video pada saat video akan di putar ulang (playback).

G14 Tidak tampak disemua bagian kamera pemantau proses Record

Tabel Kepastian Untuk kerusakan CCTV adalah seperti di tunjukan oleh tabel III.3. dibawah ini

Tabel III.3 Tabel Kepastian untuk kerusakan CCTV dan solusi

Id_Kerusakan Kerusakan Solusi

K01 Lensa Camera CCTV

1. Sebelum memasang cctv, saat membeli atau memilih camera sebaiknya pastikan camera cctv, (produk) memiliki kualitas yang baik, saat penempatan carilah posisi yang benar-benar baik, tidak lembab, tidak berdebu, dan tidak terkena cahaya langsung dari luar camera, jangan meletakkan kamera di tempat yang bergetar. 2. Lakukan penyetelan terhadap lensa dengan cara

(9)

39

gantilah Lensa CCTV dengan yang baru kemudian lakukanlah pembersihan secara rutin agar lensa bersih dan tidak kotor.

K02 Camera CCTV 1. Ganti kamera CCTV dengan yang baru kemudian gunakan alat bantu penangkal petir untuk perawatan.

K03 BNC CCTV 1. Periksalah konektor BNC dan lakukan pemasangan dengan baik dan jika perlu Gantilah BNC dengan yang baru.

K04 Adaptor CCTV 1. Cobalah periksa terlebih dahulu menggunakan multitester.

2. Menggantikan adaptor menggunakan voltase yang besar, jika perlu pasanglah alat penangkal petir. K05 DVR CCTV 1. Gantilah DVR CCTV dan lakukanlah

pembersihan, pemantauan serta pembeckupan secara rutin.

K06 Cabel Coaxial CCTV

1. Kemungkinan Instalasi kabel terlalu panjang sehingga kualitas gambar menjadi berkurang. 2. Kemungkinan kabel coaxial CCTV terbakar dan

putus atau di sebabkan di gigit tikus.

K07 Hardisk CCTV 1. Lakukanlah Format ulang dan lakukan putar ulang (Playback) setiap 3 hari sekali dan jika perlu gantilah Hardisk dengan yang baru.

(10)

III.3.3. Use Case Diagram

Diagram ini menggambarkan interaksi beberapa aktor dengan sistem digambarkan pada gambar III.2 berikut ini:

Gambar III.2. Use Case Diagram

III.3.4. Class Diagram

Class diagram pada aplikasi yang akan dibangun untuk penggunanya fungsi dari pakar di perankan oleh seorang admin yaitu dimulai dari Login admin untuk proses selanjutnya yaitu pengaturan admin, untuk seorang user yaitu konsultasi dan melihat info seperti digambarkan pada gambar III.3 berikut:

Admin Login Admin Melihat Info Konsultasi <<include>> Data Kerusakan Ge <<include>> Melihat Laporan <<extend>> Data Gejala Edit Admin Data Rule <<include>> <<include>> <<extend>> User Login User <<include>> Registrasi

(11)

31 Admin -username.VarChar -password.VarChar +Cek.username() +Cek.Password() Halaman home -Menuadmin ToolStrimMenuItem -DataGejala.ToolStrimMenuItem -DataRusak.ToolStrimMenuItem -DataRule.ToolStrimMenuItem Pakar.ToolStrimMenuItem -Logout.ToolStrimMenuItem +DataGejala.show() +DataRusak.show() +DataRule.show() +Pakarkonsultasishow() +Editadmin.show() +me.close() Loginadmin.view -txtusername.TextBox -txtpassword.TextBox -btnlogin.Button -btnregister.Button +Get.username.Varchar +Get.Password.Varchar +EditAdmin.show() User -username.VarChar -alamat.Varchar -jeniskel.Varchar -email.Varchar -pekerjaan.Varchar +Cek.username() +cekalamat() +cekJeniskel() +cekemail() +cekpekerjaan() DataKerusakan.view -txtKodeTextBox -txtKerusakan.TextBox -txtSebab.TextBox -txtsolusiTextBox -txtDetailTextBox -dgkerusakan.DataGridView +GetKode.Char +GetKerusakan.Varchar +GetSebab.Varchar +GetSolusi.Varchar +GetDetail.Varchar +Meclose -txidrule.TextBox -txtidgejala.TextBox txtifya.TextBox txtdk.TextBox -dgrule.DataGridView -save.Botton -update.Botton -Delete.Botton -Search.Textbox +Get.idrule.Char +Getgejala.Varchar +Me.Clos()

Data rule view Data gejala.view -txidgejal.TextBox -txtgejala.TextBox -dggejala.DataGridView -save.Botton -update.Botton -Delete.Botton +Get.id_gejala.Char +Get.gejala.Varchar +Me.Clos() Pakar Konsultasi.View Pertanyaan.Label -JikaYa.Button JikaTdk.Button +HasilKonsultasi.Show()

Gambar III.3. Class Diagram Sistem Pakar Medeteksi Kerusakan CCTV

(12)

III.3.5. Squence Diagram

Penggambaran kolaborasi antar objek dari kelas-kelas yang ada serta pesan dan jawaban yang diterima atau dikirim oleh objek. Squence diagram pada aplikasi yang akan dibuat yaitu Squence diagram login admin, Squence diagram data kerusakan, Squence diagram data gejala, Squence diagram data rule.

III.3.5.1. Squence Diagram Login Admin

Squence diagram login admin menggambarkan interaksi yang terjadi

antara objek yang menghasilkan tampilan menu admin. Squence diagram login admin ditunjukkan pada gambar III.7 berikut ini:

Gambar III.4 Squence Diagram Login Admin

Pilih menu Login admin

Iinput Login Menuawal: Loginadmin: Admin Back Berhasil Login admin: Logout

(13)

43

III.3.5.2. Squence Diagram Data Kerusakan

Squence diagram data kerusakan menggambarkan interaksi antara objek

pada proses edit kerusakan. Squence diagram edit kerusakan ditunjukkan pada gambar III.8 berikut ini:

Gambar III.5 Squence Diagram Data Kerusakan Pilih Botton

:admin

Simpan kerusakan baru

Update data

Data Kerusakan Kerusakan:

Back

(14)

III.3.5.3. Squence Diagram Data Gejala

Squence diagram data gejala menggambarkan interaksi antara objek pada

proses edit gejala. Squence diagram edit gejala ditunjukkan pada gambar III.9 berikut ini:

Gambar III.6 Squence Diagram Data Gejala Pilih Botton

:Admin

Simpan gejala baru

Update data

Data Gejala gejala:

Back

(15)

45

III.3.5.4. Squence Diagram Data Rule

Squence diagram data rule menggambarkan interaksi antara objek pada

proses edit rule. Squence diagram edit rule ditunjukkan pada gambar III.10 berikut ini:

Gambar III.7 Squence Diagram Data Rule Pilih Botton

:admin

Simpan aturan baru

Update data

Data Rule Rule:

Back

(16)

III.4. Desain Sistem Secara Global

Desain sistem secara global dari sistem pakar mendeteksi kerusakan CCTV menggunakan forward chaining adalah sebagai berikut:

III.4.1. Desain Ouput

Terdapat lima antar muka yang menjadi output dari sistem yang akan di bangun yaitu tampilan home data user, tanyajawab, dan laphasil.

III.4.1.1. Rancangan Tampilan Home

Adapun rancangan tampilan home yang merupakan tampilan utama yang berisi data menu Admin, Konsultasi, About, Help. Rancangan tampilan home ditunjukkan pada gambar III.8 berikut ini:

Gambar III.8 Rancangan Tampilan Home

MENU UTAMA

Home Contact Me About Help

(17)

47

III.4.1.2. Rancangan Tampilan Konsultasi

Tampilan Tanyajawab merupakan tampilan untuk konsultasi. Rancangan antar muka Tanyajawab ditunjukkan pada gambar III. 9 berikut ini:

Gambar III. 9 Rancangan Tampilan Konsultasi

III.4.1.3. Rancangan Tampilan Hasil Konsultasi

Tampilan hasil Konsultasi merupakan Tampilan yang berisi Laporan data user yang melakukan konsultasi. Rancangan Tampilan hasil kerusakan ditunjukkan pada gambar III.10 berikut ini:

(18)

III.4.1.4. Rancangan Tampilan Detail Kerusakan

Tampilan detail kerusakan merupakan antar muka yang berisi laporan hasil detail konsultasi pasien. Rancangan tampilan detail kerusakan ditunjukkan pada gambar III.11 berikut ini:

Gambar III.11 Rancangan Tampilan Detail kerusakan

III.4.2. Disain Input

Terdapat lima tampilan yang menjadi input dari sistem yang akan di bangun yaitu login admin, edit admin, data kerusakan, data gejala, data rule.

III.4.2.1. Rancangan Tampilan Login admin

Tampilan login admin merupakan tampilan login pengguna sebagai seorang pakar merangkap menjadi admin. Rancangan tampilan login dmin ditunjukkan pada gambar III.12 berikut ini:

(19)

49

Gambar III.12 Rancangan Tampilan Login Admin

III.4.2.2. Rancangan Tampilan Edit admin

Tampilan edit admin merupakan tampilan login pengguna sebagai seorang pakar merangkap menjadi admin. Rancangan tampilan edit dmin ditunjukkan pada gambar III.13 berikut ini:

(20)

III.4.2.3. Rancangan Tampilan Data Kerusakan

Tampilan data kerusakan merupakan tampilan untuk data kerusakan untuk menambah data kerusakan baru, sebab, solusi, detail, dan gambar, menupdate data kerusakan, sebab, solusi, detail, dan gambar atau menghapus data kerusakan sebab, solusi, detail, dan gambar. Rancangan tampilan data kerusakan ditunjukkan pada gambar III.14 berikut ini:

Gambar III.14 Rancangan Tampilan Data Kerusakan

III.4.2.4. Rancangan Tampilan Data Gejala

Tampilan data gejala merupakan tampilan untuk data gejala yaitu untuk menambah data gejala baru, update data gejala yang ada atau menghapus data gejala. Tampilan data gejala ditunjukkan pada gambar III.15 berikut ini:

(21)

51

Gambar III.15 Rancangan Tampilan Data Gejala

III.4.2.5. Rancangan Tampilan Data Rule

Tampilan data rule merupakan tampilan untuk data rule aturan yaitu untuk menambah data aturan baru, menupdate data rule yang ada atau menghapus data rule. Rancangan tampilan data rule ditunjukkan pada gambar III.16 berikut ini:

(22)

III.4.2.6. Rancangan Tampilan Data User

Tampilan data user merupakan tampilan yang berisi data user yang berkonsultasi. Rancangan antar data user ditunjukkan pada gambar III.12 berikut ini:

Gambar III.17 Rancangan Tampilan User

III.4.3. Desain Database

Database merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Untuk merancangnya diperlukan alat bantu, baik menggambarkan relasinya maupun mengoptimalkan rancangan database.

(23)

53

III.4.3.1. Kamus Data

1. Kamus data tabel kerusakan

penyakit : id_kerusakan + jeniskerusakan + sebab + solusi + detail + Gambar + keterangan

Keterangan : id_kerusakan : primary key

Jenis kerusakan : jenis kerusakan yang dialami sebab : penyebab kerusakan

solusi : solusi permasalahan detail : penjelasan

gambar : gambar komponen yang rusak 2. Kamus data tabel gejala

gejala : id_gejala + pertanyaan_gejala Keterangan : id_gejala : primary key

pertanyaan_gejala : gejala yang dibuat dan di rumuskan menjadi sebuah pertanyaan

3. Kamus data tabel rule

aturan : id_aturan + id_gejala + gya + gtdk Keterangan : id_aturan : primary key

id_gejala : foreign key

gya : id_gejala, bila kondisi gejala benar gtdk : id_gejala, bila kondisi gejala salah

(24)

4. Kamus data tabel user

pasien : Email + id_user + nama + Jk[L|P] + alamat + pekerjaan

Keterangan : Email : primary key id_user : id user

nama : nama

Jk : Jenis Kelamin Alamat : alamat

Pekerjaaan : pekerjaan

5. Kamus data tabel admin

admin : id_admin + username + password Keterangan : id_admin : primary key

III.4.3.2. Normalisasi

Normalisasi database biasanya jarang dilakukan dalam database skala kecil dan dianggap tidak diperlukan pada penggunaan personal. Namun seiring dengan berkembangnya informasi yang dikandung dalam sebuah database, proses normalisasi akan sangat membantu dalam menghemat ruang yang digunakan oleh setiap tabel di dalamnya, sekaligus mempercepat proses permintaan data. Pada tahap ini semua data direkam tanpa format tertentu dan data bisa jadi mengalami duplikasi.

(25)

31 1. Bentuk Normal Pertama ( 1NF/ First Normal Form)

a. Tabel Normal Pertama

id_admin admin Password id_rule id_gejala Gya gtdk Id_user nama Jen_kelamin pekerjaan alamat email Id_kerusakan kerusakan

Sebab solusi gambar Detail

2. Bentuk Normal Kedua (2NF) a. Tabel Aturan

id_aturan id_gejala Ifya Iftdk

(26)

b. Tabel Gejala

id_gejala Gejala

c. Tabel Kerusakan

id_kerusakan Kerusakan Sebab Solusi Detail Gambar

d. Tabel User

Email* Id_user Nama JK Alamat Pekerjaan

e. Tabel admin

id_admin* username password

3. Bentuk Normal ketiga (3NF)

a. Tabel aturan

(27)

57

b. Tabel gejala

id_gejala* Gejala

c. Tabel kerusakan

id_kerusakan Kerusakan Sebab Solusi Detail Gambar

d. Tabel User

Email* Id_user Nama JK Alamat Pekerjaan

e. Tabel admin

(28)

III.4.3.3. Disain Tabel/ File

Perancangan struktur tabel pada sistem manajemen basis data yang akan digunakan terdiri dari tabel kerusakan, gejala, rule, admin, dan user.

III.4.3.3.1. Struktur Tabel kerusakan

Tabel kerusakan digunakan untuk menyimpan record data kerusakan dengan properti atribute id_kerusakan, kerusakan, sebab, solusi, detail, dan gambar. Tabel penyakit ditunjukkan pada tabel III.4

Tabel III.4 Tabel kerusakan

No. Nama Field Type Width Keterangan

1. id_kerusakan Varchar 5 Primary Key

2. Kerusakan Varchar 20 Not null

3. Sebab Varchar 500 Not null

4. Solusi Varchar 500 Not null

5. Detail Varchar 300 Not null

6. Gambar Image Byte Not null

III.4.3.3.2. Struktur Tabel gejala

Tabel gejala digunakan untuk menyimpan record data gejala dengan properti atribute id_gejala, dan gejala. Tabel gejala ditunjukkan pada tabel III.5 berikut ini:

(29)

59

Tabel III.5 Tabel gejala

No. Nama Field Type Width Keterangan

1. id_gejala Varchar 5 Primary Key

2. Gejala Varchar 200 Not null

III.4.3.3.3. Struktur Tabel Rule

Tabel rule digunakan untuk menyimpan record data rule dibuat sebagai aturan dengan properti atribute id_rule, id_gejala, ifya, dan iftdk. Tabel rule ditunjukkan pada tabel III.6 berikut ini:

Tabel III.6 Tabel rule

No. Nama Field Type Width Keterangan

1. id_aturan Varchar 5 Primary Key

2. id_gejala Varchar 5 Foreign Key

3. Gya Varchar 5 Not null

4. Gtdk Varchar 5 Not null

III.4.3.3.4. Struktur Tabel admin

Tabel admin adalah tabel untuk menyimpan data admin. Properti atribute id_admin, username dan password. Tabel admin ditunjukkan pada tabel III.7

(30)

Tabel III.7 Tabel admin

No. Nama Field Type Width Keterangan

1. id_admin Char 5 Primary Key

2. Username Varchar 30 Not null

3 Password Varchar 30 Not null

III.4.3.3.4. Struktur Tabel User

Tabel User adalah tabel untuk menyimpan data user. Properti atribute id_user, nama, Jenis Kelamin, alamat, pekerjaan dan email. Tabel user ditunjukkan pada tabel III.8

Tabel III.8 Tabel user

No. Nama Field Type Width Keterangan

1. Email Varchar 30 Primary Key

2. Id_user Varchar 5 Not null

3. Nama Varchar 30 Not null

4. Jenis_kelamin Varchar 10 Not null

5. Alamat Varchar 50 Not null

(31)

61

III.5. ERD (Entity Relationship Diagram )

Adapun ERD ( Entity Relationship Diagram ) dari aplikasi yang akan di bangun ditunjukkan pada gambar III.18 berikut ini:

Gambar III.18 ERD ( Entity Relationship Diagram )

M gejala gejala id_gejala M Aturan id_gejala Ifya id_aturan Iftdk M Konsultasi User Id_user nama alama t email Jk pekerjaan I detail solusi id_kerusakan kerusakan admiin Id_admin password username menginput 1 M kerusakan gambar sebab

(32)

III.6. Activity Diagram

Setiap aktivitas suatu aktor dieksentasikan ke aktivitas aktor lain dapat disatukan dengan swimline. Aktivitas yang terjadi pada sistem yang akan dibangun memiliki gabungan aktivitas antar aktor pengguna (user), dan Admin.

III.6.1. Activity Diagram Login Admin

Activity diagram login admin merupakan activity diagram untuk proses

login pakar. Activity diagram login admin ditunjukkan pada gambar III.19. diberikut ini:

Gambar III.19 Activity Diagram Login admin

Isi Username dan Password Mengecek Username dan Password Aktifkan Pengatuaranadmin Valid Invalid

(33)

63

III.6.2. Activity Diagram Data Rule

Activity diagram data rule merupakan activity diagram untuk proses

simpan, update dan delete data pada tabel rule. Activity diagram data rule juga sama dengan Activity diagram data kerusakan, Activity diagram data gejala,

Activity diagram data admin ditunjukkan pada gambar III.20 diberikut ini:

Gambar III.20 Activity Diagram Data Rule

Input id_aturan, id_gejala, gya, gtdk, Ya Tidak Simpan data baru

Tidak Aktifkan halaman data rule

Simpan id_aturan, id_gejala, gya, gtdk, tampil id_aturan, id_gejala, gya, gtdk, Ya Update data Update id_aturan, id_gejala, gya, gtdk, Tidak tampil id_aturan, id_gejala, gya, gtdk, Ya Delete data Delete id_aturan, id_gejala, gya, gtdk, Tampil tabel datarule

(34)

III.6.3. Activity Diagram Data User

Activity diagram login user merupakan activity diagram untuk proses

simpan, update dan delete data pada tabel user. Activity diagram data user ditunjukkan pada gambar III.21 diberikut ini:

Gambar III.21 Activity Diagram Login User

Isi Email, Nama, Jk Alamat, Pekerjaan Mengecek Email,Nama, Jk, Alamat, Pekerjaan Aktifkan Konsultasi Valid Invalid

(35)

65

III.6.4. Activity Diagram Konsultasi

Activity diagram konsultasi merupakan activity diagram untuk proses

konsultasi user terhadap sistem. Activity diagram konsultasi ditunjukkan pada gambar III.22 diberikut ini:

Gambar III.22. Activity Diagram Konsultasi Mengisi data user

Melihat hasil konsultasi Menjawab pertanyaan

Gambar

Gambar III.1 Skema penarikan kesimpulan (inferensi)
Tabel  keputusan  untuk  pertanyaan  yang  terjadi  adalah  seperti  di  tunjukan  oleh  tabel III.1 dibawah ini:
Tabel kepastian untuk gejala kerusakan di tunjukan oleh tabel III.2 berikut ini:
Tabel  Kepastian  Untuk  kerusakan  CCTV  adalah  seperti  di  tunjukan  oleh  tabel III.3
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil dari wawancara, observasi, dan penyajian data yang dilakukan penulis mengenai model literasi media oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Istimewa

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keefektifan strategi pembelajaran kooperatif dan pemberian tugas pengajuan soal dengan kombinasi tutorial online untuk

Amahai memiliki potensi alam yang dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan Terminal Penumpang Kapal Laut.. Hutan disekitar bukit yang hijau lebat dan belum dijamah manusia sangat

ANALISIS PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA MELALUI KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN BRATI KABUPATEN

Hingga menjelang akhir tahun 1965 di Jakarta, terjadilah tragedi nasional berdarah yang terkenal dengan sebutan G30S (Gerakan 30 September), peristiwa tersebut menjadi pemicu dari

Menurut pendapat kami, berdasarkan audit kami dan laporan dari auditor independen lain tersebut, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan

UNIVERSITAS MURIA KUDUS PENGESAHAN STATUS SKRIPSI JUDUL : ANIMASI PELATIHAN BERTANAM DI KEBUN SAYA : MUH SINA ALFAIN.. Mengijinkan Skripsi Teknik Informatika ini disimpan