• Tidak ada hasil yang ditemukan

My Simple Kitchen. Peralatan Baking. ... menulis, bercerita dan belajar baking. 6/29/2014 My Simple Kitchen: peralatan baking

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "My Simple Kitchen. Peralatan Baking. ... menulis, bercerita dan belajar baking. 6/29/2014 My Simple Kitchen: peralatan baking"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

. . . menulis, bercerita dan belajar baking.

My Simple Kitchen

Halaman Depan Tentang Blog Kamus Tips Dapur Artikel Islam Koleksi Unik

0 9 A p r i l 2 0 1 3

Peralatan Baking

Selalu dibutuhkan sarana untuk menyalurkan hobi. Hobi memancing, butuh kail. Hobi main bola, pastinya harus ada bola. Begitu juga dengan yang hobi memasak, pasti koleksi alat masaknya bertumpuk di dapur. Tidak terkecuali saya yang senang membuat kue sejak dulu hingga sekarang, setiap melihat alat baking, pasti deh pingin beli. Berikut ini adalah beberapa alat yang sangat membantu saya untuk menyalurkan hobi membuat kue kegemaran saya.

1. Standing Mikser

Ini adalah mikser kedua saya. Suatu ketika saya bersama keluarga sedang mencari alat2 rumah tangga di toko alat dapur. Nah, saya iseng bertanya pada pramuniaga harga mikser ( plus dengan dudukannya ) ini. Saat itu belum ada niatan beli, wong mikser di rumah masih bagus. Namun beruntungnya saya, adik saya yang saat itu sudah bekerja dan punya gaji sendiri mau membelikannya untuk saya. Jadilah saya punya mikser dengan dudukan. Mikser dengan dudukan sangat bermanfaat, karena selama menunggu pengocokan, kita dapat

Yoen Mintarsih Sleman, Yogyakarta, Indonesia

Suka membaca, suka memasak dan gemar menulis. Blog bagi saya seperti buku catatan harian yang akan menuliskan banyak cerita hidup dan apa saja yang bermanfaat.

View my complete profile PENULIS ► 2014 (7) ▼ 2013 (38) ► December (6) ► November (4) ► October (2) ► August (3) ► July (5) ► June (2) ► M ay (2) ▼ April (6)

Bolu Karamel Tepung M ocaf Nastar Bunga Tepung M ocaf Peralatan Baking

Sponge Cake Pandan Keju Bolu M ekar Tanpa Emulsifier Bolu Kukus M ekar M erekah ► M arch (3) ► February (3) ► January (2) ► 2012 (58) ► 2011 (5) ARSIP BLOG bolu mekar (6) cake (21)

cake sponge cake (23) cokelat (8)

donat (8) keju (8)

kudapan dan tradisional (11) KATEGORI

Showing posts with label peralatan baking. Show all posts

(2)

Sebelum punya oven ini, saya pernah punya oven tangkring juga. Tapi yang pertama dulu jarang dipakai dan kebetulan juga tidak awet. Oven kedua ini bahannya lebih bagus, sering dipakai dan dirawat sehingga awet. Termometer ovennya dibeli terpisah, saya mendapatkannya di toko alat bangunan. Termo oven tersebut adalah spare part oven gas besar, tapi ternyata bisa juga dipakai pada

ov en tangkring saya, dengan cara menaruhnya di dasar oven. Sebenarnya ingin beli termo oven yang lebih kecil-yang mirip stopwatch, namun di daerah saya nampaknya sulit menemukan benda itu, harus beli lewat penjualan online dan mungkin harganya lebih mahal.

3. Loyang Tulban

Loyang ini adalah loyang andalanku. Kenapa suka loyang ini ? Karena cake dijamin matang merata dan tidak khawatir bagian tengah kurang matang. Kan kalau pakai loyang ini bagian tengahnya nggak ada, he !. Bila pakai loyang kotak atau bulat, kadang bagian tengah cake belum matang sementara bagian pinggirnya sudah kelewat matang. Sampai sekarang saya masih suka menggunakan loyang ini. Maklumlah karena masih termasuk amatir, jadi masih takut2 kalau cake nya nggak matang merata.

4. Waskom stainless

Waskom stainless punya kelebihan mudah dibersihkan. Berbeda dengan waskom plastik yang berpori yang memungkinkan lemak tertinggal dan menempel sehingga menyebabkan kocokan telur tidak mengembang dengan bagus. Oya menurut banyak testimoni, waskom yang lebar lebih cepat membuat adonan kental bila dibanding waskom bawaan dari mikser yang bentuknya agak cekung.

5. Cetakan Donat

roti (8) selai (2) tape (5) tips dapur (10)

Ovenku Oven Tangkring

Tip M embuat Butter Cake

M ikser Bosch Compact

Rainbow Cake Kukus

Bolu M ekar Tanpa Emulsifier

Puding Rasa Jeruk dalam Cup

Resep Kue Kering : Nastar Bunga dan Nastar Keju TULISAN POPULER BULAN INI

TELADAN TERBAIK BLOG SAYA

M ajalah Islam Asy Syariah Natural Cooking Club Joy of Baking

Alam M engembang M enjadi Guru SITUS FAVORIT

BAGIAN DARI NCC

(3)

ditulis oleh : Yoen Mintarsih pada 08:04 No comments: Link ke posting ini

Donat adalah termasuk snack favorit di rumah saya. Dulunya saya membentuk donat dengan tangan, hasilnya bentuk donat kurang rapi. Setelah menemukan cetakan donat ini, hasilnya menjadi lebih rapi. Saya lebih suka memakai cetakan yang ukuran besar sehingga bagian pinggir donat tetap mulus dan tidak terpotong. Semakin ke sini karena rajin baca-baca, mendapat ilmu baru dari webnya NCC cara mencetak donat dengan pralon stainless. Nah, meniru cara itu saya sering juga menggunakan cutter cookies bundar untuk membolong donat.

6. Loyang Kue Kering

Loyang pendek ini biasanya hanya keluar menjelang lebaran untuk membuat

kue kering. Di luar waktu itu jarang digunakan. Oya, satu dari loyang-loyang ini saya gunakan untuk mengamalkan ilmu pasir. Kebetulan ukuran luasnya sama dengan oven. Caranya : taruh pasir di loyang secara merata, letakkan di dasar oven. Nah, dengan bantuan rak pasir ini panas oven akan lebih merata dan kerja oven semakin baik.

Begitulah cerita saya seputar alat2 perbakingan. Saran saya sebaiknya belilah alat-alat yang memang bermanfaat, penggunaannya efektif atau memang sering kita gunakan. Pertimbangkan juga apakah alat bisa awet disimpan dalam waktu lama. Apalagi kalau membuat kuenya untuk konsumsi sendiri saja, tentunya banyak alat-alat yang akan tersimpan lama dan resikonya rusak tak terpakai. Pertimbangkan juga apakah harga alat sebanding dengan manfaat yang akan kita ambil. Jangan terburu-buru membeli alat yang kita lihat, hingga suatu saat kita menemukan yang lebih bagus dan akhirnya alat lama jadi nggak kepakai dan rusak. Pengalaman saya sendiri banyak alat yang dibeli, tapi tidak rajin digunakan, akhirnya hanya disimpan saja.

Akhir kata, happy cooking, happy baking !

salah satu loyang untuk rak pasir

NCC CHEESE WEEKS

SENSUS PENDUDUK NCC

Join this site w ith Google Friend Connect Members (5)

(4)

Bermula dari kegemaran membuat donat dan selalu menguleni dengan tangan, timbul keinginan saya untuk membeli mikser yang bisa menguleni adonan roti/donat. Menguleni adonan dengan tangan sebenarnya tidaklah sulit tapi harus meluangkan tenaga dan waktu untuk itu. Karena itulah saya memutuskan untuk membeli standing mikser ( heavy duty mixer ) yang bisa membantu pekerjaan “menguleni adonan”. Ulasan berikut ini sengaja saya tulis, supaya bisa dijadikan tambahan referensi bagi yang sedang memilih-milih mikser . Dari banyak review tentang mikser heavy duty, mikser Bosch dikenal tangguh untuk menguleni adonan roti. Dari 2 tipe yang banyak dijual di Indonesia : Bosch Universal ( 800 watt ) dan Bosch Compact ( 500 watt ), pilihan saya jatuh pada tipe yang kedua yaitu Bosch Compact tipe MUM 4405. Walaupun saat itu tidak banyak testimoninya di Indonesia ( kebanyakan saya lihat dari website luar negeri ), akhirnya saya pilih tipe ini dengan pertimbangan : harga terjangkau oleh saya, wattnya tidak terlalu besar dan kapasitasnya sesuai untuk rumah tangga maupun usaha kecil.

Mikser ini dilengkapi dengan mangkuk adonan ( plus penutup ), beating whisk, stirring whisk dan dough hook. Dilengkapi dengan 4 pengatur kecepatan dengan daya stroom 500watt ( tertulis di kemasannya ). Namun pada kenyataannya, konsumsi daya saat mikser beroperasi tidak lebih dari 100 watt.

Berikut ini ulasan singkat dengan masing-masing pengocok/pengaduk : ukuran mikser Bosch bila dibandingkan dengan hand mikser saya

(5)

1. Beating Whisk

Untuk mengocok adonan ringan seperti sponge cake , whipcream dan putih telur. Mengocok adonan sponge cake, 4 butir telur ( plus gula pasir ) dengan kecepatan maksimal - speed 4, adonan dapat kental dalam waktu sekitar 8-9 menit. Sedangkan konsumsi daya saat mikser beroperasi dengan speed 4 ini kurang lebih 85 watt. Pernah mikser ini saya coba untuk mengocok adonan bolu mekar, dibutuhkan waktu sekitar 15 menit.

2. Stirring Whisk

Stirring whisk digunakan untuk adonan sponge cake mengocok buttercream atau buttercake. Selain itu juga untuk kukis/pastry ringan. Bila membaca buku petunjuknya, untuk cake-buttercake disarankan untuk memasukkan semua bahan ke dalam mangkuk dan kemudian dikocok dengan speed 3. Namun saya sendiri belum pernah mencoba metode ini. Saya masih menggunakan cara : mentega dikocok hingga lembut, kemudian gula kastor/gula pasir dikocok hingga berwarna pucat baru masuk telur satu persatu dan kemudian masuk bahan2 yang lain.

Beberapa kali mencoba membuat buttercake, di awal2 pengocokan mentega malah menempel di wisk-nya. Bisa jadi karena yang dikocok menteganya cuma sedikit. Baru setelah gula masuk, pengocokan menjadi lebih efisien.

Untuk kukis harus diperhatikan benar waktu pengocokan, supaya adonan adonan sponge cake ( tanpa emulsifier )

(6)

Selain itu dough hook juga disarankan untuk adonan cookies dan pastry yang berat/liat. Sesuai dengan banyak testimoni, mikser ini memang terbukti tangguh untuk menguleni adonan roti. Hingga adonan kalis elastis mikser ini tidak panas sama sekali. Adonan donat 300-400 gr terigu, bisa kalis selama 8-10 menit. Penggunaan dough hook ini dianjurkan maksimal dengan speed 2. Konsumsi daya dengan speed 2 ini kurang lebih 35 watt.

Selain itu mikser ini dilengkapi dengan electronic safety control untuk melindungi motor dari kelebihan beban kerja. Artinya bila mesin sudah overload maka mesin akan berhenti beroperasi. Solusinya matikan mikser, biarkan mesin dingin maka mikser siap beroperasi kembali. Ini bermanfaat untuk mencegah mikser bekerja overload tanpa kita sadari. Saya sendiri belum pernah mengalami overload karena pemakaian hanya sebatas konsumsi sendiri saja. Oya, ada satu hal yang saya perhatikan selama menggunakan mikser ini. Saat mengaduk adonan sponge atau roti dan adonan mulai kental/berat, lengan pengaduk sedikit turun naik ( seperti mengangguk-angguk ). Saya tidak tahu apakah hal tersebut riskan untuk mikser ini. Mungkin perlu ditanyakan pada pabriknya apakah ini menunjukkan kurang fix nya pengunci posisi lengan.

Sesuai dengan tujuannya untuk membantu menguleni adonan roti dan donat, sejauh ini kinerja mikser memuaskan. Untuk membuat sponge cake juga oke. Untuk awet tidaknya mungkin baru bisa menuliskan reviewnya beberapa tahun lagi. Dan karena saya baru sekali ini mempunyai standing mikser, jadi tidak banyak yang bisa saya tuliskan mengenai perbandingannya dengan merk lain. Kalau dibandingkan dengan handmixer saya, untuk adonan sponge cake keduanya oke dan bisa diandalkan. Tapi hand mikser punya kelebihan yaitu bisa mengocok adonan di waskom yang lebih lebar, jadi enak pas meng 'aduk balik' adonan dengan spatula. Waskom bawaan mikser hampir semuanya berbentuk cekung, jadi kalau mau 'aduk balik' agak sulit. Sedangkan untuk mengocok buttercream ( mentega dan gula halus ) saya lebih suka menggunakan handmixer, karena kalau menggunakan mikser ini mentega dan gula kok malah lama nyampurnya, hanya menempel di pengaduknya saja dan berputar2. Bisa jadi karena adonannya sedikit. Kalau buttercream dalam jumlah banyak mungkin lebih efisien, tapi saya belum pernah mencoba, karena membuat adonan masih untuk konsumsi sendiri. Yang paling nyata bedanya adalah kemampuannya mengaduk adonan roti. Handmixer saya akan langsung panas kalau untuk mengaduk roti.

Sebelum membeli mikser ini saya juga baca2 review mikser di beberapa situs/blog antara lain A Note of Baking and Food, Cake fev er.com dan From Ida's Kitchen. Sedangkan di Kapilo0o’s Weblog saya mendapatkan pelajaran bagaimana menghitung konsumsi listrik alat elektronik di rumah kita.

Mikser ini kebanyakan dipakai di Eropa sehingga di Indonesia masih jarang kita temukan reviewnya. Karena itu saya sarankan untuk mengunjungi situs luar negeri, agar lebih banyak info dan bisa melihat langsung videonya. Sebagai contoh di situs ini, ada review dari pengguna Bosch Compact. Atau perbandingan

(7)

ditulis oleh : Yoen Mintarsih pada 14:45 10 comments: Link ke posting ini

label: peralatan baking

antara Bosch Universal dan Bosch Compact di situs ini. Semoga bermanfaat dan selamat berburu mikser !

Recommend this on Google

2 7 N o v e m b e r 2 0 1 2

Ovenku Oven Tangkring II

Masih ada cerita tentang ov en tangkringku. Ov en satu-satuny a y ang say a puny a. Ov en y ang semakin lama kukenal, semakin kutahu apa y ang dia butuhkan. Selain harus mengenali cara kerjany a, harus tahu juga kelengkapanny a agar bisa digunakan dengan maksimal.

Ketika dibeli, ov en ini dilengkapi dengan 2 loy ang dan satu rak kawat ( seperti gambar ). Ukuran loy ang dan rakny a pas sekali dengan luas ov enny a. Rak ini berfungsi untuk menaruh loy ang adonan saat dipanggang.

Masalahny a, hany a ada satu rak saja. Sementara saat membuat roti ataupun cake dengan jumlah agak bany ak, dibutuhkan 2 rak untuk menaruh loy ang di bagian atas dan bawah.

(8)

ditulis oleh : Yoen Mintarsih pada 19:46 No comments: Link ke posting ini

label: peralatan baking, tips dapur

Kenapa harus pakai rak kawat ? Kenapa tidak pakai loy ang saja? Rak ini terny ata tidak bisa digantikan oleh loy ang, karena loy ang y ang ukuranny a sama dengan ov en akan menutupi jalanny a panas y ang berasal dari bagian bawah belakang ov en. Sedangkan rak kawat ini memungkinkan kita menaruh loy ang adonan tanpa menghalangi jalanny a panas dari bawah.

Dan terny ata tidak mudah mencari rak kawat tambahan untuk ov en ini. Suatu kali di facebook, say a temukan produsen loy ang y ang menerima pesanan sesuai keinginan pembeli. Setelah kontak dengan penjual, say a kirimkan gambar rak ini untuk dibuat. Say a berpikir bisa pesan 3 buah loy ang saja. Tapi beberapa hari kemudian, say a diberitahu bahwa minimal pemesanan satu lusin. Wah, kalau satu lusin terlalu bany ak. Akhirny a say a batal beli.

Hingga saat ini say a belum tahu di mana harus membeli rak kawat ini. Untuk memanggang dengan 2 tingkat sekaligus sementara say a gunakan loy ang y ang ukuranny a sedikit lebih kecil dari luas ov en, tapi masih bisa nangkring pada tatakan di kiri kanan ov en. Kebetulan di rumah ada satu loy ang dengan ukuran y ang sesuai. Untuk sementara ini masalah masih bisa teratasi, dan ov en tangkring dapat difungsikan dengan maksimal.

Recommend this on Google

2 3 A p r i l 2 0 1 2

Ovenku Oven Tangkring

S

ebenarnya sejak dulu saya selalu ingin membuat kue yang dipanggang. Apalagi kalau pas baca resep dan lihat gambarnya, ngiler deh !. Tetapi karena tidak punya oven ( oven tua sudah jadi rongsokan, he ) akhirnya yang dibuat selalu kue-kue yang dikukus. Menjelang lebaran beberapa tahun lalu, saya kembali bersemangat untuk membuat kue kering sendiri, sehingga keinginan membeli oven kembali muncul. Sebenarnya ingin memiliki oven listrik, namun hasil survey ke beberapa toko menunjukkan bahwa oven listrik membutuhkan daya listrik yang tinggi. Sangat riskan untuk dipakai di rumahku yang daya listriknya rendah. Bisa-bisa pas lagi memanggang kue, lampu di rumah padam semua. Keputusannya, lupakan sejenak keinginan untuk memiliki oven listrik, pilihan beralih pada oven gas

Oven manual atau oven kompor atau saya juga ikut senang menyebutnya dengan oven tangkring, harganya jauh lebih murah dibanding oven listrik. Selain itu, tidak khawatir tegangan listriknya anjlok.

( update 2/4/2013 ) Oven saya ini - seperti dalam gambar adalah model no.4.

Ukuran luarnya kurang lebih 40cmX40cm, sedangkan loyang yang bisa masuk berukuran antara 24-26 cm persegi.

O

ven ini dilengkapi termometer tempel pada bagian atas dinding kaca. Pada oven tangkring sedang memanggang brownies

(9)

ditulis oleh : Yoen Mintarsih pada 06:30 24 comments: Link ke posting ini

awal-awal pemakaian, kue yang dihasilkan tidak seperti yang diharapkan. Kematangannya tidak sempurna, bagian luar terlalu gosong, sedangkan bagian dalam masih mentah. Dari yang saya baca di internet, ada termometer yang bentuknya seperti jam untuk melengkapi oven kompor seperti ini. Karena termometer jam itu harus dibeli lewat internet, akhirnya saya membeli termometer serupa yang merupakan spare part dari oven gas besar. Termometer tersebut saya letakkan di dasar ovenku. Dengan adanya termometer ini, terlihat bahwa termo bawaan tidak berfungsi maksimal. Saat proses memanggang, jarum termometer oven berhenti pada suhu 150 derajat, padahal suhu dalam ruang aven semakin naik.

H

al lainnya lagi adalah dengan adanya termo pada dasar oven, rak oven yang tadinya 3 lapis berkurang menjadi 2 saja yaitu lapis tengah dan paling atas. Untuk membuat roti manis dengan terigu 250 gr pas sekali satu kali panggang ( dengan 2 loyang ). Begitu juga dengan dengan kue kering, sekali oven hanya bisa 2 loyang. Kalau untuk memanggang bolu atau brownies bisa ditaruh di tengah ( seperti tampak pada gambar ).

Karena rak paling bawah hampir tidak pernah difungsikan, bagian ini bisa kita gunakan saja untuk menaruh rak pasir. Rak pasir bermanfaat untuk mengatasi panas oven yang kurang merata. Caranya : gunakan loyang pendek ( misal : loyang kue kering ) taruh pasir, ratakan, taruh loyang di dasar oven. Saya mendapat ilmu pasir ini dari milis NCC. Gambar rak pasir saya bisa dilihat di sini ya.

K

arena oven ini menggunakan api kompor gas sebagai sumber panasnya kita harus pintar-pintar memonitor api kompor dan suhu pada termometer, agar suhu tidak naik kebablasan, atau malah terlalu rendah sehingga kue lama matangnya. Menurut saya, untuk memanggang kue dengan oven manual seperti ini kita harus tahu karakter dari masing-masing oven. Bisa jadi suhu dan waktu yang dibutuhkan untuk memanggang kue berbeda dari yang tertulis pada resep.

O

ven seperti ini ada dua model, yaitu model "putaran hawa" dan model "tempat arang". Untuk tipe pertama terdapat beberapa lubang di bagian atap untuk membuang panas dari dalam oven. Saat putaran hawa ini kita tutup, maka suhu di dalam oven akan lebih cepat naik. Saat kita membukanya, hawa panas akan dibuang Jadi prinsipnya suhu oven bisa diatur melalui api kompor dan lubang putaran hawa ini.

Sedangkan tipe kedua, yaitu model "tempat arang" pada bagian atas terdapat cekungan untuk tempat arang untuk sebagai api atas. Oven saya ini adalah model putaran hawa, jadi memang tidak bisa dipakai untuk membuat kue dengan panas api atas seperti lapis legit atau bika ambon.

I

tulah cerita seputar oven tangkring. Di tengah bermunculannya alat2 perbakingan yang semakin canggih, oven ini masih paling pas di hati. Masih tangguh dan oke hingga sekarang. Menjadi partner setia membuat jajanan dan kue-kue.

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Premica skozi E in S, središče krožnice, s katero smo konstruirali točki T1 in T2 konhoide, je vzporedna iskani tangenti, ki jo potem zlahka konstruiramo v točki T1 , prav tako

1. Mengetahui dan menganalisis skor gap harapan dan persepsi pengguna layanan helpdesk. Mengetahui aspek tingkat layanan yang perlu ditingkatkan berdasarkan hasil analisis

Menurut saya sebagai mahasiswa praktikan pembelajaran yang di lakukan oleh guru di SMP Negeri 2 Kendal sudah sangat baik dan profesional dengan menggunakan

pengobatan bagi istri dan anak. Biaya pendidikan anak. Hasil dari wawancara dengan bapak muzamil tentang alasan dari orang yang menitipkan anak ke panti sosial asuhan al

Kesimpulan yang dapat diambil dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah Aplikasi Data Mining ini dapat digunakan untuk menampilkan informasi tingkat

Alat bukti yang sah dalam pemeriksaan perkara tindak pidana teknologi informasi dalam penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan yaitu alat bukti

Keadaan Instantaneous DUO berbasis waktu link terjadi jika flow yang masuk dari node asal menuju node keputusan, untuk semua rute yang digunakan yang menuju node keputusan

Menurut Jean Piaget, tidak ada deskripsi yang pasti mengenai proses perkembangan secara menyeluruh, tetapi secara umum merupakan siklus. Melalui tindakan