• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

32

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini membahas mengenai hasil penelitian sesuai dengan temuan di lapangan. Menyajikan data secara deskriptif juga dilakukan pengujian hipotesis untuk menjawab permasalahan penelitian.

4.1. Hasil Penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian lapangan di peroleh karakteristik responden dan persepsi responden terhadap variabel citra merek, gaya hidup, harga dan keputusan pembelian konsumen, sebagaimana dijelaskan berikut ini.

4.1.1 Gambaran Karakteristik Responden

Responden yang dipilih dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku yang membeli dan memakai smartphone iPhone palsu di Kota Ambon. Jumlah responden yang diambil sebanyak 50 orang dengan metode non probabolity sampling. Penyebaran kuisioner dilakukan dengan cara mendatangi responden.

Pada awalnya peneliti mengetahui beberapa responden dari penjual smartphone iPhone palsu dan dari penjual yang bernama Inrio lokollo peneliti mendapat 25 responden bernama Elsye D Sahertian, Zhazha amahoru, Julione A Parinusa, Rioleon A Siwabessy, Grenhard Wairihuni, Corneles Waileruny, Jean de Wana, Yoferd Simatauw , Patrik R Riupassa, Rescky Warbal, Willyson Betoky, Boy Pesiwarissa, Nicodemus Ruhulesin, Marlina Sopacua, Derek Ngilawana, Dweywn Patipelohy, Patrick Sopamena, Solvesdio J Elwarin, Aldiantho Hutajulu, Weldeman Noya, Yolo Watimurry,

(2)

33

Hendrik Batlayery, Christo I Leatemia, Yessenia Prissilia Toisuta, Reagen Dequaller Orno. Dari beberapa responden peneliti mendapat responden baru, dari responden bernama Corneles Waileruny peneliti mendapat 5 responden baru yaitu Ryan Manuputty, Kelvin O Lilimwelat, Jones W R Perlilu, Bill Victor Tasane, Frentho Latumahina dari responden Jean de Wana peneliti mendapat 15 responden baru yaitu Ifander F Z Rumthe, Andreson Patinasarany, Dessylina Uanleba, Jecklyn Pattipeilohy, Lavenia Latuperissa, Daniel Ruhulessin, Stenly Marlisa, Dony Lusikoy, Richard. Lutlutur, Richard. Timisela, Yunus Santoso, Alfin Jericho Talapesy, Marchello Mahakena, Falerio R Remwarin, Zainal Djohar. Dan dari responden Patrik R Riupassa peneliti mendapatkan 5 responden baru yaitu Viona Talakua, Max Makoy, Titto Pocerattu, Flaurenchya H Wattimena, Alfi Desiale Tomatala.

Gambaran umum karakteristik responden di kategorikan berdasarkan umur dan jenis kelamin. Berikut ini lampiran data dalam masing–masing karakteristik responden sebagaimana dijelaskan berikut ini.

4.1.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan umur

Umur Jumlah Persentase 17 Tahun 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun 21 Tahun 22 Tahun 23 Tahun 1 8 10 8 7 4 5 2 % 16 % 20 % 16 % 14 % 8 % 10 %

(3)

34

Tabel 4.1 Umur Responden Mahasiswa

Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui responden yang berusia 19 tahun mempunyai persentase paling besar, yaitu 20% dari total responden yang diperoleh. Responden pada usia 18 dan 20 tahun memiliki persentase terbesar kedua, yaitu 16%. Responden pada usia 21 tahun memiliki persentase terbesar ketiga, yaitu 14%. Responden pada usia 24 tahun memiliki persentase terbesar keempat yaitu 12%. Responden pada usia 23 tahun memiliki persentase terbesar kelima, yaitu 10%. responden pada rentang usia 22 tahun memiliki persentase terbesar keenam yaitu 8% dan responden yang usianya 25 dan 17 tahun berjumlah 2% dari total jumlah responden.

4.1.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan jenis kelamin

Jenis Kelamin

Jumlah Persentase

Laki – laki 38 76 %

Perempuan 12 24 %

Total 50 100 %

Tabel 4.2 Jenis kelamin responden mahasiswa

Hasil kuisioner berikutnya menunjukkan data tentang jenis kelamin tentang jenis kelamin responden. Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki dengan persentase sebesar

24 Tahun 25 Tahun 6 1 12 % 2 % Total 50 100 %

(4)

35

76%. Adapun responden berjenis kelamin perempuan sangat sedikit dengan persentase hanya 24% dari keseluruhan total responden.

4.1.2 Persepsi Responden terhadap Variabel Penelitian

Untuk mempermudah pengukuran masing-masing item pertanyaan maka akan diberi skor dengan menggunakan skala likert. Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. 1. Persepsi terhadap Gaya Hidup

Peneliti meminta responden memberikan jawabannya mengenai beberapa item pernyataan mengenai variabel gaya hidup. Skala penilaian yang digunakan adalah skala likert berjenjang 1-5. Skala tersebut menunjukkan tanggapan responden mulai dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju.

Pertanyaan Persepsi Responden

Rata - rata

SS S N TS STS

Saya selalu mengikuti trend smartphone 14 30 6 4.16 Saya selalu memakai smartphone yang

bermerek dalam keseharian

9 37 4 4.10

Saya selalu ingin memperlihatkan kepada orang lain bahwa saya memiliki

smartphone bermerek

7 20 16 1 2.54

Saya menggunakan smartphone untuk menunjang kebutuhan aktivitas komunikasi ( sms dan telepon)

3 39 8 3.90

Saya menggunakan smartphone untuk menunjang kebutuhan mengakses internet

(5)

36

(browsing, media sosial seperti facebook, instagram, line, path dll)

Saya menggunakan smartphone bermerek karena bisa untuk bergaya

8 35 7 3.90

Tabel. 4.3 Persepsi Konsumen Terhadap Gaya Hidup

2. Frekuensi Citra Merek

Peneliti meminta responden memberikan jawabannya mengenai beberapa item pernyataan mengenai variabel citra merek. Skala penilaian yang digunakan adalah skala likert berjenjang 1-5. Skala tersebut menunjukkan tanggapan responden mulai dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22.

Tabel. 4.4 Persepsi Konsumen Terhadap Citra Merek

Pertanyaan Persepsi Responden

Rata – rata

SS S N TS STS

Menurut saya lambang/logo iPhone dapat dengan mudah dikenali

32 18 4.64

Menurut saya merek iPhone sesuai dengan selera saya

13 24 13 4.00

Menurut saya merek iPhone memberikan kesan ekslusif

18 26 6 4.24

Dalam memilih smartphone, iPhone adalah merek yang pertama muncul dalam pikiran saya

16 25 9 4.14

Menurut saya iPhone palsu berkualitas tinggi

21 26 3 4.36

Menurut saya iPhone mempunyai teknologi yang tinggi

(6)

37

23. 3. Frekuensi Harga

Peneliti meminta responden memberikan jawabannya mengenai beberapa item pernyataan mengenai variabel harga. Skala penilaian yang digunakan adalah skala likert berjenjang 1-5. Skala tersebut menunjukkan tanggapan responden mulai dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju.

Tabel. 4.5 Persepsi Konsumen Terhadap Harga 4. Frekuensi Keputusan Pembelian

Peneliti meminta responden memberikan jawabannya mengenai beberapa item pernyataan mengenai variabel keputusan pembelian. Skala penilaian yang digunakan adalah skala likert berjenjang 1-5. Skala tersebut menunjukkan tanggapan responden mulai dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju.

Pertanyaan

Persepsi Responden Rata - rata SS S N TS STS Saya memilih untuk melakukan

pembelian smartphone iPhone palsu dari pada merek lain

6 40 4 4.04

Saya memilih untuk melakukan 6 28 16 3.80

Pertanyaan Persepsi Responden

Rata – rata

SS S N TS STS

Harga yang ditawarkan smartphone iPhone palsu sangat terjangkau

11 35 4 4.14

Bagi saya harga lebih penting daripada kualitas

25 20 5 4.40

Bagi saya manfaat tidak terlalu penting di bandingkan harga

(7)

38

pembelian smartphone iPhone palsu karena tertarik

Saya memilih untuk melakukan pembelian smartphone iPhone palsu berdasarkan analisis informasi yang saya dapat

9 32 9 4.00

Saya memilih untuk melakukan pembelian smartphone iPhone palsu karena sangat suka

5 23 21 1 3.64

Tabel. 4.6 Persepsi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian

4.1.3 Hasil Uji Validitas dan Reabilitas 1. Variabel Gaya Hidup

Correlations

ITEM1 ITEM2 ITEM3 ITEM4 ITEM5 ITEM6 TOTAL SKOR

ITEM1 Pearson Correlation 1 .405** .316* .414** .335* .500** .649**

Sig. (2-tailed) .004 .026 .003 .018 .000 .000

N 50 50 50 50 50 50 50

iTEM2 Pearson Correlation .405** 1 .547** .393** .453** .469** .715**

Sig. (2-tailed) .004 .000 .005 .001 .001 .000

N 50 50 50 50 50 50 50

ITEM3 Pearson Correlation .316* .547** 1 .374** .586** .545** .804**

Sig. (2-tailed) .026 .000 .008 .000 .000 .000

N 50 50 50 50 50 50 50

ITEM4 Pearson Correlation .414** .393** .374** 1 .508** .579** .690**

Sig. (2-tailed) .003 .005 .008 .000 .000 .000

(8)

39

Tabel 4.7 Uji Validitas dan Reabilitas Gaya Hidup Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Dari hasil uji validitas semua penyataan mengenai variabel gaya hidup di katakan valid karena r hitung > r tabel yaitu sebesar 0,279 sedangkan reabilitas variabel gaya hidup nilai variabel tersebut di atas 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam penelitian tersebut reliabel.

ITEM5 Pearson Correlation .335* .453** .586** .508** 1 .569** .776**

Sig. (2-tailed) .018 .001 .000 .000 .000 .000

N 50 50 50 50 50 50 50

ITEM6 Pearson Correlation .500** .469** .545** .579** .569** 1 .818**

Sig. (2-tailed) .000 .001 .000 .000 .000 .000 N 50 50 50 50 50 50 50 TOTAL SKOR Pearson Correlation .649** .715** .804** .690** .776** .818** 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 N 50 50 50 50 50 50 50

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

(9)

40 2. Variabel Citra Merek

S

Tabel 4.8 Uji Validitas dan Reabilitas Citra Merek Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Correlations

ITEM1 ITEM2 ITEM3 ITEM4 ITEM5 ITEM6 TOTAL SKOR

ITEM1 Pearson Correlation 1 .289* .405** .332* .386** .329* .609**

Sig. (2-tailed) .042 .004 .019 .006 .020 .000

N 50 50 50 50 50 50 50

ITEM2 Pearson Correlation .289* 1 .512** .440** .328* .279* .709**

Sig. (2-tailed) .042 .000 .001 .020 .049 .000

N 50 50 50 50 50 50 50

ITEM3 Pearson Correlation .405** .512** 1 .458** .399** .355* .753**

Sig. (2-tailed) .004 .000 .001 .004 .012 .000

N 50 50 50 50 50 50 50

ITEM4 Pearson Correlation .332* .440** .458** 1 .365** .344* .718**

Sig. (2-tailed) .019 .001 .001 .009 .014 .000

N 50 50 50 50 50 50 50

ITEM5 Pearson Correlation .386** .328* .399** .365** 1 .822** .749**

Sig. (2-tailed) .006 .020 .004 .009 .000 .000

N 50 50 50 50 50 50 50

ITEM6 Pearson Correlation .329* .279* .355* .344* .822** 1 .702**

Sig. (2-tailed) .020 .049 .012 .014 .000 .000 N 50 50 50 50 50 50 50 TOTAL SKOR Pearson Correlation .609** .709** .753** .718** .749** .702** 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 N 50 50 50 50 50 50 50

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0.01 level evel (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

(10)

41

Dari hasil uji validitas semua penyataan mengenai variabel citra merek di katakan valid karena r hitung > r tabel yaitu sebesar 0,279 sedangkan reabilitas variabel citra merek nilai variabel tersebut di atas 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam penelitian tersebut reliabel.

3. Variabel Harga

Tabel 4.9 Uji Validitas dan Reabilitas Harga

Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Dari hasil uji validitas semua penyataan mengenai variabel harga di katakan valid karena r hitung > r tabel yaitu sebesar 0,279

Correlations

ITEM1 ITEM2 ITEM3 TOTAL SKOR

ITEM1 Pearson Correlation 1 .467** .365** .753** Sig. (2-tailed) .001 .009 .000 N 50 50 50 50 ITEM2 Pearson Correlation .467** 1 .526** .865** Sig. (2-tailed) .001 .000 .000 N 50 50 50 50 ITEM3 Pearson Correlation .365** .526** 1 .770** Sig. (2-tailed) .009 .000 .000 N 50 50 50 50 TOTAL SKOR Pearson Correlation .753** .865** .770** 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 N 50 50 50 50

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

(11)

42

sedangkan reabilitas variabel harga nilai variabel tersebut di atas 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam penelitian tersebut reliabel.

4. Variabel Keputusan Pembelian

Correlations

ITEM1 ITEM2 ITEM3 ITEM4 TOTAL SKOR

ITEM1 Pearson Correlation 1 .383** .449** .374** .674**

Sig. (2-tailed) .006 .001 .007 .000

N 50 50 50 50 50

ITEM2 Pearson Correlation .383** 1 .685** .387** .821**

Sig. (2-tailed) .006 .000 .005 .000

N 50 50 50 50 50

ITEM3 Pearson Correlation .449** .685** 1 .340* .814**

Sig. (2-tailed) .001 .000 .016 .000

N 50 50 50 50 50

ITEM4 Pearson Correlation .374** .387** .340* 1 .722**

Sig. (2-tailed) .007 .005 .016 .000 N 50 50 50 50 50 TOTAL SKOR Pearson Correlation .674** .821** .814** .722** 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N 50 50 50 50 50

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Tabel 4.7 Uji Validitas dan Reabilitas Keputusan Pembelian Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Dari hasil uji validitas semua penyataan mengenai variabel keputusan pembelian di katakan valid karena r hitung > r tabel yaitu sebesar 0,279 sedangkan reabilitas variabel keputusan pembelian nilai variabel tersebut di atas 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam penelitian tersebut reliabel.

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

(12)

43 4.1.4 Uji Asumsi Klasik

4.1.4.1. Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 50

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 1.48991425

Most Extreme Differences Absolute .113

Positive .066

Negative -.113

Kolmogorov-Smirnov Z .799

Asymp. Sig. (2-tailed) .546

a. Test distribution is Normal.

Tabel 4.11 Uji Normalitas Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Uji Normalitas Dari output di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi (Asym.Sig 2-tailed) sebesar 0,546. Karena signifikansi lebih dari 0,05, maka residual terdistribusi dengan normal.

4.1.4.2. Hasil Uji Multikolinearitas

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 2.098 2.880 .729 .470 gayahidup .191 .085 .295 2.248 .029 .844 1.185 citramerek .186 .091 .266 2.035 .048 .851 1.175 Harga .333 .164 .252 2.035 .048 .953 1.050 a. Dependent Variable: keputusanpembelian

(13)

44

Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Uji Multikolinearitas Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel Coefficients (nilai Tolerance danVIF) dari output di atas dapat diketahui bahwa nilai VIF kurang dari 10 dan nilai Tolerance lebih dari 0,1 untuk kedua variabel, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi masalah multikolinearitas.

4.1.4.3. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Correlations Gaya hidup Citra merek harga Unstandardized Residual Spearman's rho gayahidup Correlation Coefficient 1.000 .436 ** .259 .017 Sig. (2-tailed) . .002 .069 .908 N 50 50 50 50 citramerek Correlation Coefficient .436 ** 1.000 .178 -.049 Sig. (2-tailed) .002 . .217 .734 N 50 50 50 50 Harga Correlation Coefficient .259 .178 1.000 -.053 Sig. (2-tailed) .069 .217 . .716 N 50 50 50 50 Unstandard ized Residual Correlation Coefficient .017 -.049 -.053 1.000 Sig. (2-tailed) .908 .734 .716 . N 50 50 50 50

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

4.13 Uji Heteroskedastisitas

Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Uji Heteroskedastisitas Dari output di atas dapat diketahui bahwa korelasi gaya hidup dengan Unstandardized Residual nilai signifikansi sebesar 0,908 , Citra Merek dengan Unstandardized Residual signifikansi

(14)

45

sebesar 0,734 dan Harga dengan Unstandardized Residual sebsar 0,716. Karena signifikansi lebih dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak terjadi masalah heteroskedasitisitas.

4.1.5 Regresi Linier Berganda

Analisis ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel independent yaitu gaya hidup (X1), citra merek (X2), dan harga (X3), terhadap variabel dependent yaitu keputusan pembelian. Analisis yang dilakukan seperti yang ditunjukkan pada Tabel diperoleh nilai koefisien regresi variabel gaya hidup (X1), citra merek (X2) dan harga (X3) masing-masing sebesar 0,009, 0,164 dan 0,388. Dengan demikian persamaan regresi yang diperoleh adalah: Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.098 2.880 .729 .470 Gayahidup .191 .085 .295 2.248 .029 citramerek .186 .091 .266 2.035 .048 Harga .333 .164 .252 2.035 .048

a. Dependent Variable: keputusanpembelian

Tabel 4.14 Regresi Linear Berganda

Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Uji Regresi Linear berganda

Dari hasil tersebut didapatlah persamaan regresi sebagai berikut : Y= 2,098 + 0,191 X1 + 0,186 X2 + 0,333 X3

(15)

46

Persamaan di atas mempunyai arti sebagai berikut :

1. Nilai konstanta (a) adalah 2,098 yang artinya jika gaya hidup, citra merek dan harga nilainya 0 maka keputusan pembelian nilainya sebesar 2,098

2. Nilai koefisien regresi variabel gaya hidup bernilai positif yaitu 0,191 yang artinya, setiap peningkatan variabel gaya hidup sebesar satu satuan akan meningkatkan keputusan pembelian sebesar 0,191 satuan dengan asumsi variabel independen lainnya tetap.

3. Nilai koefisien regresi berganda variabel citra merek bernilai positif yaitu 0,186 yang artinya, setiap terjadi peningkatan variabel citra merek sebesar satu satuan akan meningkatkan keputusan pembelian sebesar 0,186 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap.

4. Nilai koefisien regresi berganda variabel harga bernilai positif yaitu 0,333 yang artinya, setiap terjadi peningkatan variabel harga sebesar satu satuan akan meningkatkan keputusan pembelian sebesar 0,333 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap.

4.1.6 Analisis Koefisien Determinan (Adjusted R2)

Tabel 4.15 Hasil Analisis Koefisien Determinan Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Koefisien Determinan

Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .575a .331 .287 1.53773

(16)

47

Hasil analisis determinan dapat dilihat pada output model summary dari hasil analisis regresi linier di atas. Berdasarkan output diperoleh angka R square sebesar 0,575 atau (57,5%) Hasil ini menunjukan bahwa persentase sumbangan pengaruh variable independen, yaitu gaya hidup, citra merek, dan harga terhadap variable keputusan pembelian sebesar 57,5%. Atau variasi variabel dependen. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam metode penelitian ini.

4.1.4 Pengujian Hipotesis.

1. Uji t (Uji koefisien regresi secara parsial)

Tabel 4.16 Hasil Uji t

Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Uji t

Dapat dilihat dalam table di atas, dapat dijelaskan bahwa :

1. Pada variabel gaya hidup (X1) mimiliki nilai t hitung < t table (2.248 > 2,012) maka Ho ditolak. Artinya variabel gaya hidurp (X1) secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

2. Pada variabel citra merek (X2) mimiliki nikai t hitung > t table (2.035 > 2,012) maka Ho ditolak. Artinya variabel gaya hidurp (X1) secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

3. Pada variabel harga (X3) mimiliki nikai t hitung > t table (2.035 > 2,012) maka Ho ditolak. Artinya variabel gaya

Variabel Nilai t Gaya Hidup 2.248 Citra Merek 2.035 Harga 2.035

(17)

48

hidurp (X1) secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

2. Uji F ( Uji koefisien regresi secara simultan)

Uji F digunakan untuk menguji apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama–sama terhadap variabel terkait.

Anova b

Model F

1 Regression 7.571

a. Predictors: (Constant), HARGA, GAYA HIDUP, CITRA MEREK

b. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN Tabel 4.17 Hasil Uji Nilai F

Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Uji F

Berdasarkan hasil uji anova atau uji F pada tabel di atas diperoleh F hitung 7.571 > F table 3,195 maka Ho ditolak. Artinya model regresi dapat digunakan untuk memprediksi keputusan pembelian (Y). Dapat pula dikatakan bahwa variabel gaya hidup (X1), citra merek (X2), dan harga (X3) secara bersama-sama berpengaruh secara nyata terhadap keputusan pembelian (Y).

4.2 Pembahasan.

Dari analisis deskriptif teridentifikasi persepsi responden terhadap gaya hidup, citra merek dan harga berada pada kategori setuju atas pertanyaan yang peneliti ajukan. Tentang gaya hidup, mahasiswa di Universitas Kristen Indonesia Maluku Ambon rata-rata menyukai teknologi

(18)

49

di bidang komunikasi ini dan mahasiswa memiliki ketertarikan yang besar dan kebiasaan untuk selalu mengikuti trend smartphone yang sedang berkembang seharusnya responden mengunakan kecanggihan teknologi .

Hasil penelitian variabel gaya hidup pengaruh terhadap keputusan pembelian smartphone iPhone palsu, ini dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 2,248 > t-tabel 2,012. Hasil ini menjelaskan bahwa ada pengaruh Gaya Hidup dengan keputusan pembelian. Artinya responden membeli smatphone palsu untuk menunjang kebutuhan untuk mengakses internet dibuktikan dengan nilai rata–rata maksimum sebesar 4,22% yang menyatakan Saya menggunakan smartphone untuk menunjang kebutuhan mengakses internet (browsing, media sosial seperti facebook, instagram, line, path dll),

Menurut responden, smartphone iPhone memiliki citra merek yang positif di kalangan mahasiswa di Universitas Kristen Indonesia Maluku Ambon, sehingga memberikan kesan dan persepsi yang baik pula pada diri konsumen. Berdasarkan hasil penelitian variabel citra merek mempunyai pengaruh dan signifikan terhadap keputusan pembelian smartphone iPhone palsu, ini dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 2,035 > t-tabel 2,012. Hasil ini menjelaskan bahwa ada pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian. Artinya citra merek yang di tonjolkan perusahaan dimana iPhone ada ini bisa dikatakan berhasil karena responden dalam penelitian berpendapat positif tentang citra merek smartphone merek iPhone ini. Citra merek yang positif akan berdampak pada faktor pendorong keputusan pembelian konsumen, sebaliknya, citra merek yang negatif berpengaruh negatif juga terhadap dorongan keputusan pembelian konsumen. Citra merek yang positif biasanya akan melekat dalam diri pemakai merek tersebut, akibatnya pengguna ingin menggunakan produk ini karena tertarik dengan citra merek. Citra merek smartphone iPhone yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian adalah lambang atau logo iPhone yang dapat dengan mudah dikenali, kesan prestige, kualitas dan teknologi yang

(19)

50

tinggi yang mempengaruhi mahasiswa melakukan pembelian smartphone iPhone. Dibuktikan dengan nilai rata–rata maksimum sebesar 4.64% yang menyatakan bahwa konsumen melalukan pembelian karena tertarik dengan lambang atau logo iPhone yang dapat dengan mudah dikenali

Berikutnya, mengenai harga mahasiswa sangat tertarik dan akhirnya memutuskan membeli iPhone palsu disebabkan oleh terjangkaunya biaya yang harus di keluarkan untuk bisa mendapatkan produk tersebut walaupun produk tiruannya. Hasil penelitian variabel harga mempunyai pengaruh dan signifikan terhadap keputusan pembelian smartphone iPhone palsu, ini dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 2,035 > t-tabel 2,012. Menjelaskan bahwa ada pengaruh harga terhadap keputusan pembelian. Dari hasil penelitian ini yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian adalah harga yang murah dan terjangkau tanpa mementingkan kualitas dari produknya Hal ini menunjukkan bahwa semakin terjangkau harga smartphone palsu merek iPhone, maka semakin tinggi pula keputusan pembelian smartphone palsu merek iPhone. Dibuktikan dengan nilai rata – rata maksimum sebesar 4.40% yang menyatakan bagi konsumen harga lebih penting dari pada kualitas.

Pengaruh Gaya Hidup, Citra Merek dan Harga terhadap Keputusan Pembelian secara simultan.

Variabel citra merek, harga dan gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Presentase pengaruh ketiga variabel ini secara bersama–sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian smartphone iPhone palsu sebesar 3,31% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil uji linier berganda, dari ketiga variabel independen (gaya hidup, citra merek dan harga) variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap keputusan pembelian produk palsu adalah variabel harga. Hal ini dilihat dari koefisien beta variabel harga pada hasil uji regresi berganda yaitu sebesar 0,333 dibandingkan variabel citra merek

(20)

51

(0,186) dan gaya hidup (0,191) artinya harga yang sangat terjangkau dengan citra merek yang kuat membuat keputusan pembelian smartphone palsu menjadi sesuatu yang penting dan konsumen tidak memikirkan dampak dalam kelompok atau lingkungan mereka berada ketika diketahui mereka memakai smartphone bermerek tetapi palsu.

Gambar

Tabel 4.7 Uji Validitas dan Reabilitas Gaya Hidup                Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
Tabel 4.8 Uji Validitas dan Reabilitas Citra Merek                Sumber: Data Primer Yang Diolah Spss Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
Tabel 4.9 Uji Validitas dan Reabilitas Harga
Tabel 4.14 Regresi Linear Berganda
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tabel di atas, pengaruh simultan variabel produk, promosi dan harga terhadap kepercayaan keputusan pembelian diperoleh nilai F hitung sebesar 159,318 dengan

Untuk variabel Ketidakpatuhan Terhadap Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan Laporan Keangan Pemerintah Daerah diperoleh nilai t hitung sebesar 0,243 dan sig.t

Hasil perhitungan pada uji signifikansi simultan diperoleh nilai F hitung sebesar 10,405 yang lebih besar dari F tabel (10,405&gt;2,49) serta nilai signifikansi yang

Dari uji hipotesis secara simultan (uji F) dapat diketahui bahwa ketiga variabel independent (eWOM, citra merek, dan kepercayaan merek) secara bersamaan memiliki pengaruh yang

Ini berarti nilai t hitung lebih besar dari t tabel (2,680&gt;1,669).Dengan demikian Pemberian Insentif merupakan variabel bebas yang benar-benar berpengaruh secara

Dari hasil perhitungan uji-t diatas diperoleh nilai t-hitung untuk variabel motivasi (X) sebesar 2,897 sedangkan nilai t-tabel pada alpa sebesar 0,05 dan df 28

Ukuran perusahaan sebagai salah satu dimensi variabel memiliki t hitung sebesar 1,314 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,197 > 0,05, dengan keadaan tersebut maka H0 diterima dan H1

Pada pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa dengan pemasaran media sosial, variabel citra merek berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen Generasi Z