• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hanif Journal HMI Komisariat Adab dan Humaniora Cabang Gowa Raya Vol. 1, No. 1 (2021)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hanif Journal HMI Komisariat Adab dan Humaniora Cabang Gowa Raya Vol. 1, No. 1 (2021)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Hanif Journal

HMI Komisariat Adab dan Humaniora Cabang Gowa Raya Vol. 1, No. 1 (2021)

Strategi Pengiklanan PT. Jafra Cosmetics

dalam Mendorong Gaya Hidup Konsumtif

Mahasiswa

Ahmad Mahdi Bunayya

1

, Mega Lestari

2

, Aisyah Magfirah

3

, Devita

Ayu Fildayanti

4

, Lisa Indryawati

5

, Riskayanti M

6

, Rismawati

7

, Muthia

Zhafirah Ali

8

, Achmad Adnan Yahya

9

, Sirajuddin

10

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10

e-mail: [email protected],[email protected]2,[email protected]3,

[email protected],[email protected]5,[email protected]6,

[email protected],[email protected]8,[email protected]9,

[email protected]

Abstract

Advertising causes people to tend to behave consumptively. This study aims to determine the advertising strategy of PT. Jafra Cosmetics in encouraging the consumptive lifestyle of students of the Islamic Economics and Business Faculty, Alauddin State Islamic University, Makassar. This study uses qualitative data analysis by applying a phenomenological approach. The results showed that the advertising strategy of PT. Jafra Cosmetics is able to improve student consumptive behavior, namely the number of students of the Faculty of Economics and Islamic Business UIN Alauddin Makassar who use Jafra products and the existence of Jafra products among students even though the price is quite expensive.

Keywords: Advertising, Lifestyle, Consumptive Culture, Jafra Cosmetics

Abstrak

Iklan menyebabkan masyarakat cenderung berperilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi periklanan PT. Jafra Cosmetics dalam mendorong gaya hidup konsumtif mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan menerapkan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi periklanan PT. Jafra Cosmetics mampu meningkatkan perilaku konsumtif mahasiswa yaitu banyaknya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar yang menggunakan produk Jafra dan eksisnya produk Jafra di kalangan mahasiswa meskipun harganya terbilang cukup mahal. Kata Kunci: Iklan, Gaya hidup, Budaya konsumtif, Jafra Cosmetics

(2)

Pendahuluan

Gaya hidup konsumtif merupakan suatu cara pemenuhan kebutuhan.1 Gaya hidup konsumtif seperti halnya masyarakat yang tidak hanya mengonsumsi pangan, sandang dan papan sebagai kebutuhannya, namun terdapat kebutuhan lain yaitu kebutuhan hidup sosial.2 Gaya hidup konsumtif memberikan gambaran keseluruhan pribadi yang mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Gaya hidup konsumtif juga terjadi pada kalangan mahasiswa. Keterkaitan mahasiswa dengan perkembangan zaman serta teknologi yang sangat canggih seperti sekarang ini akan menciptakan gaya hidup konsumtif mahasiswa seperti gaya berpakaian, gaya berbicara, serta gaya perawatan wajah atau dikenal sebagai skincare.3 Penampilan cantik, modis dan modern dengan penggunaan skincare menjadi kegiatan sehari-hari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dan bahkan menjadi suatu kewajiban serta tuntutan utama untuk mendukung status mereka sebagai mahasiswa yang memiliki kedudukan tertinggi dalam bidang pendidikan.4

Salah satu penunjang utama dalam penampilan saat ini adalah trend kosmetik serta skincare di kalangan mahasiswa yang turut andil dalam menciptakan gaya hidup konsumtif. Terkait masalah kosmetik dan skincare, mahasiswa saat ini terbilang sangat excited dalam mengkonsumsinya, terutama dengan munculnya berbagai produk baru dalam dunia kecantikan yang menjadikan pasar di bidang tersebut semakin luas jangkauannya. Jafra ialah salah satu produsen kosmetik yang berupaya memenuhi kebutuhan konsumen untuk perawatan kecantikan.5 Brand

Jafra tidak dipasarkan secara bebas, melainkan melalui Multi Level Marketing (MLM) dengan banyaknya konsultan yang secara langsung melayani konsumen, namun hal ini menjadikan Jafra tidak banyak diketahui keberadaannya oleh konsumen, meskipun brand kecantikan ini telah lama hadir.

Jafra menjadi salah satu brand kecantikan yang digemari oleh kalangan mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri

1 Galih Ika Pratiwi, “Perilaku Konsumtif Dan Bentuk Gaya Hidup,” Jurnal Mahasiswa Sosiologi (2015): 1–21.

2 Indah Budiati et al., Profil Generasi Milenial Indonesia, ed. Ali Said et al. (Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 2018), www.freepik.com.

3 Latifah Novitasani, “Perubahan Gaya Hidup Konsumtif Pada Mahasiswa Urban Di UNESA,” Paradigma 2, no. 3 (2014).

4 Ayuni Ayuni, Pudjo Suharso, and Sukidin Sukidin, “Perubahan Gaya Hidup Mahasiswi Universitas Abdurachman Saleh Kota Situbondo (Studi Kasus: Perilaku Konsumtif Mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Angkatan 2014 Dalam Menggunakan Kosmetik Branded),” JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial 13, no. 1 (2019): 58.

5 Heidy Paramitha Devi, “Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian,” Sains Ekonomi Manajemen & Akuntansi 1 (2019): 90–93.

(3)

Alauddin Makassar, namun harga yang ditawarkan Jafra terbilang mahal untuk kalangan mahasiswa, sehingga banyak mahasiswa yang kemudian lebih memilih untuk mengkonsumsi produk kecantikan lain yang harganya lebih bisa dijangkau. Meskipun demikian, mahasiswa yang saat ini juga menerapkan perilaku hidup konsumtif cenderung abai akan hal itu, ka rena pola pikir yang lebih mengedepankan penampilan modis dan modern yang tentunya ditunjang oleh gaya perawatan yang mendukung hal tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh Danang Krisdiantoro, Susanto, Tri Maryati (2016) mengatakan bahwa pola perilaku konsumsi masyarakat saat ini telah bergeser, dari sekedar pemenuhan kebutuhan primer, berkembang menjadi pemenuhan kebutuhan sekunder, tersier bahkan komplementer dan cenderung bersikap konsumtif dengan tidak berdasarkan kebutuhan prioritas. Penelitian ini dilakukan pada era teknologi informasi, meliputi iklan dari media online. Adanya media online menarik perhatian mahasiswa karena barang dapat dipesan secara online, praktis dan diproses dalam waktu relatif singkat. Iklan online juga selalu mengkomunikasikan pesan termasuk nama produk atau layanan dan bagaimana produk tersebut berpotensi menguntungkan konsumen.

Ayuni (2019) dalam penelitiannya menyatakan bahwa perilaku konsumtif terhadap kosmetik branded dipengaruhi oleh tujuan mahasiswa untuk menjaga image, harga diri dan pandangan mereka mengenai suatu hal. Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa yaitu modernisasi yang didukung oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih, simbol dan status sebagai mahasiswa yang banyak dipengaruhi oleh teman sebaya, dan keinginan untuk mengubah gaya hidupnya dipengaruhi oleh kontrol diri yang kurang baik, lebih mempercayai pendapat orang lain dari pada dirinya serta image dan pandangan diri terhadap sesuatu.

Iklan menjadi salah satu faktor penunjang terciptanya gaya hidup konsumtif di kalangan mahasiswa. Kecanggihan teknologi saat ini menyuguhkan kemudahan dalam membantu mahasiswa menjaga image serta mengikuti trend kecantikan, gaya hidup modern dan modis yang dianggap sebagai salah satu tuntutan atas status yang dimiliki sebagai seorang mahasiswa. Gaya hidup konsumtif menyebabkan mahasiswa tidak hanya berusaha untuk memenuhi kebutuhannya, malainkan juga untuk mengikuti keinginan ataupun hasrat untuk bisa hidup modern atau disebut pula dengan kebutuhan sosial. Sehingga gaya hidup konsumtif ini membuat mahasiswa lebih mempercayai pendapat maupun pandangan orang lain dibanding diri mereka sendiri karena kurangnya kontrol diri dan banyaknya pengaruh terhadap diri mereka.

(4)

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 03-04 Juni 2021. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif dengan menerapkan pendekatan fenomenologi dimana peneliti mengkaji pengalaman manusia secara aktif untuk mengemukakan makna atas hal-hal yang dialami manusia sehingga menghasilkan penelitian yang lebih alamiah. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak. Sumber data diperoleh dari data primer dimana peneliti melakukan wawancara langsung kepada 10 informan yang terdiri dari 5 konsultan Jafra dan 5 mahasiswa yang menggunakan produk Jafra. Data sekunder diperoleh dari jurnal-jurnal, website ataupun berita-berita online, skripsi, tesis maupun literatur lainnya yang dapat dijadikan rujukan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi pustaka, internet dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif dilakukan melalui proses tahapan pengumpulan data, pemilihan data, pengkategorian data, penyajian data, pembandingan data, penyatuan data, dan penarikan data/penafsiran.

Pembahasan

Gambaran PT. Jafra Cosmetics

Jafra cosmetics Internasional ialah salah satu industri yang bergerak di bidang kosmetik. Jafra cosmetics merupakan industri kosmetik dari Amerika yang didirikan semenjak tahun 1956 di California. Pendiri Jafra merupakan suami istri yang melaksanakan studi serta riset yaitu Jan dan Frank, dengan menekuni ilmu kecantikan yang mencampurkan tradisi ilmu pengetahuan Ayurveda( herbal kuno) dengan teknologi terbaik di masa ini.6 Lewat produk kecantikan, mereka menghasilkan kesempatan usaha dengan sistem penjualan langsung (direct selling), menyasar kalangan perempuan selaku pelakon usahanya.

Impian Jan serta Frank terwujud dengan berkembangnya Jafra sepanjang 56 tahun. Sepeninggal keduanya, pada 2004 Jafra bergabung dengan Vorwerk Group Company. Setelah itu Jafra mendunia, menunjang 550. 000 konsultan yang tersebar di 11 negeri termasuk Amerika, Meksiko, Rusia, India serta Italia. Jafra terus menjadi aktif dalam menyasar pasar Asia serta wanita Asia untuk dapat berwirausaha lewat produk kecantikan ini. Pada 2013, Jafra juga mulai masuk Indonesia. Indonesia jadi negeri kedua di Asia yang memasukkan bahan- bahan Jafra, setelah memperoleh sambutan positif di India 3 tahun kemudian.7

Pada tahap awal, Jafra Indonesia membawa sekitar 150 stock keeping unit (SKU) yang semua produknya sudah memperoleh akreditasi dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM). Produk tersebut meliputi 4 jenis, yaitu untuk perawatan kulit ( pembersih, penyegar, pelembab), perawatan badan (shower gel,

6 Kurnia Binti Istikomah, Nazori Madjid, and Efni Anita, “Peran Facebook Sebagai Media Pemasaran Pada Produk Jafra (Stdu Pada Consultan Jafra Di Kota Jambi Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 2019).

7 Min Waraqil Jannah, Pengaruh Komunikasi Persuasi Kegiatan Personal Selling Dalam Acara Jafra Beauty Party Terhadap Sikap Konsumen Pada Produk Jafra Kosmetik, 2015.

(5)

scrub, spa), wewangian (wanita, pria, serta anak muda) dan kosmetik tata rias (lipstik, bedak, serta cat kuku). Jafra ialah salah satu produsen kosmetik yang berupaya memenuhi kebutuhan konsumen untuk perawatan kecantikan. Disamping itu, produk Jafra juga sudah terbukti secara klinis di laboratorium ternama serta terpercaya, bebas kandungan merkuri, hidroquinon serta bahan-bahan berbahaya yang lain.8

Strategi Iklan PT. Jafra Cosmetics Guna Meningkatkan Gaya Hidup Konsumtif Mahasiswa

Teknologi yang semakin berkembang khususnya di bidang media massa ditambah dengan menjamurnya mall-mall membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut secara tidak sadar berpengaruh terhadap cara pandang individu dan juga berdampak terhadap perilaku membeli seseorang. Tujuan awal membeli yang pada dasarnya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat primer dan sekunder saja. Namun seiring dengan berkembangnya produk yang ada, semakin mendorong proses konsumsi menuju ke budaya konsumtif.9

Tidak hanya pakaian yang mengalami perubahan fungsi yang disebabkan karena perkembangan zaman pada tahun belakangan ini, ada pula kebutuhan lain yang bertabiat menunjang tren serta style atau gaya hidup, yaitu kebutuhan yang ditujukan untuk mempercantik penampilan diri, salah satunya penggunaan alat kosmetik.

Kosmetik menjadi salah satu kebutuhan wajib bagi mahasiswa. Timbulnya perilaku konsumtif pada mahasiswa diakibatkan oleh rentannya mahasiswa yang mudah terpengaruh dengan promosi- promosi produk serta jasa yang di tawarkan di media massa ataupun secara langsung. Mayoritas dari mahasiswa gemar berbelanja secara berlebihan demi membeli peralatan make up, seperti bedak, lipstik, body lotion, sampai masker. Kosmetik yang pada mulanya ialah benda sekunder menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan para perempuan.10 Salah satu contohnya yaitu

mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar dimana sebagian dari mahasiwa rela membelanjakan uangnya untuk membeli berbagai perlengkapan kosmetik, salah satunya yaitu produk Jafra.

Munculnya budaya konsumtif mahasiswa terhadap produk Jafra salah satunya dipengaruhi oleh strategi periklanan yang dilakukan PT. Jafra Cosmetics

8 Devi, “Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian.”

9 Cecilia Octaviani and Sandi Kartasasmita, “Pengaruh Konsep Diri Terhadap Perilaku Konsumtif Pembelian Produk Kosmetik Pada Wanita Dewasa Awal,” Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni 1, no. 2 (2018): 126.

10 Tanti Susilarini Caesarani Dewinda, “Hubungan Antara Konformitas Dan Kontrol Diri Dengan Perilaku Konsumtif Terhadap Produk Kosmetik Lipstick Maybelline Caesarani,” IKRA-ITH Humaniora 5, no. 2 (2021): 11–17.

(6)

dalam menarik dan membangun kepercayaan pelanggan. Adapun beberapa strateginya yaitu:

1. Jafra Beauty Party

Jafra kosmetik memiliki konsep pemasaran yang unik, salah satunya dengan tidak menjual produk yang hanya mengandalkan katalog, pemasaran melalui media sosial tetapi juga dengan memberikan kesempatan bagi konsumen untuk merasakan langsung manfaat produk kecantikan yaitu melalui Jafra Beauty Party. Jafra Beauty Party dilakukan dengan presentasi atau demonstrasi produk dengan tujuan munculnya ketertarikan pada produk bagi calon konsumen. Jafra Beauty Party memberikan kesempatan kepada calon konsumen untuk merasakan secara langsung keunggulan produk dari presentasi atau demonstrasi yang dilakukan.

Jafra Beauty Party merupakan salah satu strategi periklanan PT Jafra cosmetics dalam mempengaruhi pelanggan. Konsep seperti ini akan sangat menguntungkan baik bagi calon konsumen ataupun pebisnis pemula dalam memperoleh ragam informasi terkait produk. Selain itu, calon konsumen bisa mendapatkan pengalaman langsung atas sejumlah produk kecantikan sebelum konsumen benar-benar menggunakan produk Jafra. Sehingga konsumen tidak lagi merasa ragu ataupun khawatir mengenai kualitas dan kecocokan produk Jafra pada saat digunakan.

2. Personal Selling

Produk Jafra didistribusikan melalui sistem Multi Level Marketing (MLM). 11 Produk Jafra tidak dipasarkan di toko atau tempat pembelanjaan kosmetik seperti produk kosmetik lainnya, melainkan produk Jafra hanya didapatkan melalui distributor dan disebarluaskan dengan memanfaatkan konsultan (tenaga penjual) dengan menggunakan komunikasi pemasaran yaitu personal selling. Melalui personal selling, konsultan Jafra akan secara langsung memberikan informasi terkait produk kepada calon konsumen.

Personal selling juga memberikan wadah kepada konsumen untuk melakukan konsultasi langsung terkait kondisi wajah seperti jenis kulit, keluhan-keluhan yang di alami konsumen sehingga konsultan Jafra dapat menyesuaikan dan menyarankan penggunaan produk yang cocok sesuai dengan kondisi konsumen. Konsultasi tersebut tidak hanya di lakukan pada saat konsumen ingin melakukan pembelian di awal saja, melainkan konsumen bebas melakukan konsultasi kapan saja sesuai dengan kebutuhan.

Penggunaan sistem personal selling dianggap lebih fleksibel dikarenakan penjual atau konsultan Jafra dapat dengan mudah memberikan informasi produk secara jelas kepada calon pembelinya, dan juga mengamati reaksi pelanggan.

11 Wahyuni Putri Kasvella and Putu Nina Madiawati, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Terhadap Produk Kosmetik Jafra,” e-Preceeding of Management 4, no. 1 (2017): 660–669.

(7)

Kegiatan seperti ini juga dapat dengan mudah mengetahui calon konsumen yang berminat dan akan bisa langsung membeli produk Jafra dan penjual dapat langsung membina hubungan jangka panjang dengan pelanggannya.

3. Personal Branding

Dalam memasarkan produk, kreativitas konsultan sebagai tenaga penjual juga sangat menentukan keberhasilan bisnis produk. Salah satu metode yang digunakan konsultan Jafra dalam meyakinkan calon konsumen yaitu dengan menciptakan personal branding terhadap diri sendiri dengan cara konsultan Jafra memakai produk Jafra tersebut. Berawal dari mengaplikasikan pada diri sendiri kemudian menceritakan ke orang-orang sesuai dengan pengalaman selama memakai produk tersebut. Sehingga konsumen tidak hanya melihat produk jafra yang diklankan melalui media sosial saja tetapi konsumen dapat secara langsung melihat bukti pengaplikasian produk Jafra. Apabila konsumen memiliki jenis kulit yang berbeda, konsultan Jafra juga dapat memperlihatkan berbagai testimoni orang lain yang sukses menggunakan produk Jafra.

Produk Jafra memiliki jangkauan pemasaran yang sangat luas mulai usia 10-40 tahun ke atas. Jafra menjadi salah satu produk kosmetik langganan dan favorit dikalangan mahasiswa. Meskipun harga Jafra yang terbilang mahal namun mahasiswa masih tetap konsisten menggunakan produk tersebut. Faktor utama yang mendorong budaya konsumtif mahasiswa terhadap produk jafra yaitu adanya strategi periklanan yang menarik sehingga dapat membius mahasiswa untuk membeli produk tersebut.

Iklan yang disuguhkan melalui media sosial, tawaran Jafra Beauty Party, Personal Lending dan Personal Branding mampu membangun mindset yang baik terhadap produk Jafra sekaligus kepercayaan kepada mahasiswa. Terlebih lagi dorongan mahasiswa yang ingin tampil lebih baik dari orang lain karena pada dasarnya mahasiswa merupakan individu yang paling mudah terpengaruh oleh perubahan serta berada pada tahap pencarian jati diri dan memiliki keinginan untuk mencoba-coba hal baru. Selain itu, mahasiswa juga memiliki akses lebih besar terhadap penggunaan media massa sehingga sangat mudah mengakses informasi-informasi terbaru.

Hal tersebut membuktikan bahwa adanya terpaan iklan yang bertubi-tubi mampu membujuk mahasiswa yang pada akhirnya akan membuahkan hasil seperti yang dikehendaki pihak pengiklan atau kalangan produsen. Semakin tumbuh suburnya media massa serta banyaknya varian media massa berakibat semakin leluasanya golongan produsen untuk mengiklankan produk mereka agar mendapatkan tempat di masyarakat.12 Iklan terbukti memiliki pengaruh positif dan

signifikan terhadap budaya konsumtif mahasiswa. Iklan yang dilakukan oleh PT.

12 Olih Solihin, “Terpaan Iklan Mendorong Gaya Idup Konsumtif Masyarakat Urban,” Jurnal Ilmu

Politik dan Komunikasi Volume V N, no. 2 (2015): 41–50,

(8)

Jafra cosmetics baik melalui media sosial ataupun secara langsung mampu menarik perhatian konsumen sehingga besar kemungkinannya konsumen akan membeli produk tersebut. Iklan adalah salah satu sarana komunikasi pemasaran yang efektif untuk menjalin komunikasi antara produsen dengan konsumen dan iklan bisa dianggap sebagai cara ampuh untuk menonjolkan produk perusahaan tersebut.13

Penutup

Penampilan menarik merupakan salah satu penunjang utama dikalangan mahasiswa. Gaya konsumtif mahasiswa tercipta dari gaya berpakaian, gaya berbicara, serta gaya perawatan wajah. Salah satu penunjang utama dalam penampilan menarik yaitu trend kosmetik serta skincare dikalangan mahasiswa yang turut berperan dalam gaya hidup konsumtifnya. Faktor utama dalam mendorong budaya konsumtif mahasiswa adalah strategi dalam periklanan yang menarik sehingga dapat mempengaruhi mahasiswa dalam pembelian produk. Jafra menjadi salah satu brand kecantikan yang digemari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar. Strategi periklanan yang dilakukan Jafra yaitu melalui Jafra Beauty Party, Personal Selling, dan Personal Branding. Ketiga strategi tersebut terbukti mampu membangun mindset yang baik terhadap produk Jafra sekaligus kepercayaan kepada mahasiswa, ditambah lagi dengan adanya dorongan pribadi dari mahasiswa yang ingin tampil lebih baik dari orang lain.

Daftar Pustaka

Ayuni, Ayuni, Pudjo Suharso, and Sukidin Sukidin. “Perubahan Gaya Hidup Mahasiswi Universitas Abdurachman Saleh Kota Situbondo (Studi Kasus: Perilaku Konsumtif Mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Angkatan 2014 Dalam Menggunakan Kosmetik Branded).” JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal

Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial 13, no. 1 (2019): 58.

Azmi, Zul, Abdillah Arif Nasution, and Wardayani Wardayani. “Memahami Penelitian Kualitatif Dalam Akuntansi.” Akuntabilitas 11, no. 1 (2018): 159–168.

Budiati, Indah, Yusi Susianto, Widhiarso Ponco Adi, Sofaria Ayuni, Henri Asri Reagan, Putri Larasaty, Nia Setiyawati, Aprilia Ira Pratiwi, and Valent Gigih Saputri. Profil

Generasi Milenial Indonesia. Edited by Ali Said, Indah Budiati, Tria Rosalina Budi

Rahayu, and Anugrah Pambudi Raharjo. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 2018. www.freepik.com.

Caesarani Dewinda, Tanti Susilarini. “Hubungan Antara Konformitas Dan Kontrol Diri Dengan Perilaku Konsumtif Terhadap Produk Kosmetik Lipstick Maybelline Caesarani.” IKRA-ITH Humaniora 5, no. 2 (2021): 11–17.

13 Irwanty. Situmorang, “Pengaruh Kualitas Produk Dan Iklan Terhadap Citra Merek Dan Keputusan Pembelian Produk Kecantikan Merek Pond’s Pada Remaja Di Kota Pekanbaru,” Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau 4, no. 1 (2017): 72–86.

(9)

Devi, Heidy Paramitha. “Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian.” Sains

Ekonomi Manajemen & Akuntansi 1 (2019): 90–93.

Istikomah, Kurnia Binti, Nazori Madjid, and Efni Anita. “Peran Facebook Seabagai Media Pemasaran Pada Produk Jafra (Studi Pada Consultan Jafra Di Kota Jambi.” UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 2019.

Jannah, Min Waraqil. Pengaruh Komunikasi Persuasi Kegiatan Personal Selling Dalam Acara

Jafra Beauty Party Terhadap Sikap Konsumen Pada Produk Jafra Kosmetik, 2015.

Kasvella, Wahyuni Putri, and Putu Nina Madiawati. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Terhadap Produk Kosmetik Jafra.”

e-Preceeding of Management 4, no. 1 (2017): 660–669.

Novitasani, Latifah. “Perubahan Gaya Hidup Konsumtif Pada Mahasiswa Urban Di UNESA.” Paradigma 2, no. 3 (2014).

Octaviani, Cecilia, and Sandi Kartasasmita. “Pengaruh Konsep Diri Terhadap Perilaku Konsumtif Pembelian Produk Kosmetik Pada Wanita Dewasa Awal.” Jurnal Muara

Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni 1, no. 2 (2018): 126.

Pratiwi, Galih Ika. “Perilaku Konsumtif Dan Bentuk Gaya Hidup.” Jurnal Mahasiswa

Sosiologi (2015): 1–21.

Situmorang, Irwanty. “Pengaruh Kualitas Produk Dan Iklan Terhadap Citra Merek Dan Keputusan Pembelian Produk Kecantikan Merek Pond’s Pada Remaja Di Kota Pekanbaru.” Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau 4, no. 1 (2017): 72–86.

Solihin, Olih. “Terpaan Iklan Mendorong Gaya Idup Konsumtif Masyarakat Urban.” Jurnal

Ilmu Politik dan Komunikasi Volume V N, no. 2 (2015): 41–50.

Referensi

Dokumen terkait

Jika dibandingkan hasil grafik cangkang Pensi kalsinasi 300˚C dengan grafik XRD cangkang Pensi sebelum kalsinasi seperti pada Gambar 2 diperoleh bahwa terdapat

Metode yang digunakan adalah time cost trade off dengan tujuan utama agar proyek tersebut dapat terselesaikan lebih cepat dari waktu yang telah direncanakan dan

Dengan mempertimbangkan pilihan-pilihan adaptasi yang dikembangkan PDAM dan pemangku kepentingan, IUWASH juga merekomendasikan untuk mempertimbangkan aksi-aksi adaptasi

Penegakan s Penegakan sanksi anksi pidana pidana pada pasal 157 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan pada pasal 157 Undang-Undang Nomor 1 Tahun

nasionalnya dan ini adalah hukum Inggris. 4etapi hukum Inggris ini menun$uk kembali kepada hukum Prancis yaitu hukum dari domisili. Maka apakah menurut hukum Prancis akan

“Secara akademik kami akan menerjunkan tim kami, kami juga punya pakar lingkungan, kesehatan masyarakat, sosial politik, kesemuanya saya berharap bisa melakukan kajian ini

Disarankan agar petani yang melakukan penjualan pala dalam bentuk basah beralih ke penjualan dalam bentuk kering karena pendapatan dan keuntungan yang akan diterima