• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Likuiditas, Leverage, dan Sales Growth terhadap Kesulitan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bei Tahun 2013-2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Likuiditas, Leverage, dan Sales Growth terhadap Kesulitan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bei Tahun 2013-2016"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Masalah ekonomi merupakan masalah yang sering terjadi di semua negara. Oleh karena itu, dalam menyikapi adanya permasalahan ekonomi tersebut, masing-masing negara menganut sistem ekonomi yang sesuai dengan kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Menurut sumber elektronik yang dilansir dari situs Tribun News menyatakan bahwa Menteri Keuangan memperkirakan kondisi ekonomi didalam negeri pada tahun 2017 akan lebih stabil dari tahun sebelumnya. Namun dalam dunia bisnis tidak semua perusahaan selalu berada dalam posisi yang sehat, adakalanya suatu perusahaan berada di posisi bawah dimana kondisi keuangannyaa memburuk atau mengalami kesulitan keuangan.

Suatu perusahaan sebelum mengalami kebangkrutan akan mengalami kesulitan keuangan. Kesulitan keuangan adalah kondisi dimana keuangan perusahaan dalam keadaan tidak sehat atau sedang krisis. Menurut Luciana (2003) suatu perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan adalah perusahaan yang mengalami laba operasi negatif selama dua tahun berturut-turut. Dan menurut Imam (2012) kesulitan keuangan adalah dimana suatu kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan tidak sehat, atau krisis yang terjadi sebelum mengalami kebangkrutan. Menurut Brahmana (2007) terjadinya kesulitan keuangan karena terdapat kurangnya kemampuan pada entitas dalam menjaga

(2)

stabilitas kinerja keuangan yang mengakibatkan entitas berada dalam kondisi rugi operasional pada periode yang bersangkutan.

Sumber: data diolah, sahamok

Gambar 1.1

PERUSAHAAN YAN MENGALAMI DELISTING DI BEI

Delisting merupakan penghapusan efek dari daftar efek yang tercatat di bursa sehingga efek tersebut tidak dapat diperdagangkan di bursa. Delisting

terbagi menjadi dua, yaitu delisting sukarela (voluntary delisting) dan delisting

paksa (involuntary delisting). Voluntary delisting juga disebut go private, karena keputusan ini berawal dari keinginan perusahaan sendiri untuk keluar dari bursa. Sedangkan perusahaan yang terkena involuntary delisting karena kegagalan untuk memenuhi kriteria kuantitatif dan kualitatif yang telah ditetapkan bursa.

Menurut data BEI, perusahaan yang keluar dari BEI (delisting) mencapai jumlah yang bervariasi seiring dengan perusahaan yang melakukan go public. Pada tahun 2013 mencapai 7 perusahaan yang delisting, tahun 2014 ada 1 perusahaan, tahun 2015 ada 3 perusahaan, tahun 2016 menunjukkan tidak ada perusahaan yang ter-delisting dari Bursa Efek Indonesia. Akan tetapi pada tahun tersebut bukan berarti tidak ada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan.

7 1 3 0 8 0 2 4 6 8 10 2013 2014 2015 2016 2017

Delisting

Delisting

(3)

Kesulitan keuangan sendiri merupakan penurunan kondisi keuangan sebelum terjadinya kebangkrutan. Kebangkrutan merupakan salah satu penyebab perusahaan di indonesia ter-delisting di BEI. Hal ini bisa dilihat pada tahun 2017 terjadi peningkatan sebanyak 8 perusahaan yang ter-delisting dari Bursa Efek Indonesia. www.sahamok.com

Pada tahun 2013 sampai tahun 2016 menunjukkan bahwa jumlah perusahaan yang delisting di BEI cukup banyak. Dengan demikian, fenomena

delisting perusahaan di indonesia menjadi hal yang perlu dicermati, karena peristiwa ini dapat menimbulkan dampak bagi iklim investasi di indonesia. Kesulitan keuangan menjadi salah satu faktor tingginya perusahaan terdelisting.

Salah satu perusahaan yang ter-delisting dari Bursa Efek Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam sektor food and beverage

yaitu PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) yang terdaftar sejak 22 Desember 1994 dan Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi delisting perusahaan tersebut pada 21 Januari 2015. Perusahaan tersebut mengalami kondisi yang berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha. Sehingga perseroan dinilai baik secara finansial, hukum, maupun sebagai perusahaan terbuka tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan. Saham produsen kakao ini diketahui telah disuspensi sahamnya sejak 9 maret 2012 di seluruh pasar karena mengalami kegagalan pembayaran kupon obligasi. Obligasi perseroan senilai USD198 juta yang jatuh tempo pada 2014 dengan kupon sebesar 11 persen. Perusahaan tersebut gagal membayar dikarenakan perusahaan seringkali mengalami krisis ekonomi global dan laporan keuangan perusahaan tersebut dinilai tidak wajar oleh BEI.Sampai pada

(4)

puncaknya BEI akhirnya melakukan forced delisting terhadap PT Davomas Abadi Tbk. https://ekonomi.metronews.com

Menurut sumber elektronik yanag dilansir dari situs www.kompas.com salah satu perusahaan yang mengalami kerugian adalah PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk yang merupakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Perusahaan tersebut perlahan-lahan menghentikan bisnis berasnya karena bisnis tersebut tidak lagi memberikan keuntungan bagi perusahaan. Terdapat dua pabrik beras yang sudah diberhentikan total, akibatnya sekitar 1.700 karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Saat ini pabrik beras PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk yang masih beroperasi adalah milik anak usaha PT Sukses Abadi Karya Inti yang beroperasi di Sragen, Jawa Tengah.Pabrik ini memproduksi beras bermerk. Tetapi perusahaan tersebut hanya mengelola stok yang tersisa, dan selanjutnya akan berhenti beroperasi.

Analisis laporan keuangan merupakan proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu. Rasio keuangan juga merupakan angka yang diperoleh dari hasil perbandingan antara dua atau kelompok data yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (Sofyan, 2015:297). Jenis-jenis rasio keuangan yang sering digunakan adalah rasio profitabilitas, rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, market based ratio, dan produktivitas. Penelitian rasio yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah rasioxlikuiditas, leverage, danxsales growth.

(5)

Rasio keuangan pertama yang digunakan adalah likuiditas. Rasio likuiditas merupakan rasio yang berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk mengukur dan melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya.Indikator yang digunakan untuk mengukur perusahaan dalam penelitian ini adalah aset lancar dibagi total hutang (current ratio). Jika aset lancar lebih tinggi daripada hutang lancar maka semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pernyataan ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh penelitian yang dilakukan Ni Luh dan Ni Ketut (2015) menyatakan bahwa rasio likuiditas berpengaruhxnegatif secara signifikanxterhadap kesulitan keuangan padaxperusahaan manufaktur yang

listingxdi BEI tahunx2010-2013. Hasil yang dilakukan Ni Luh dan Ni Ketut (2015) sesuai denganxpenelitian yang dilakukan oleh Luciana dan Kristijadi (2003), Triwahyuningtias (2012), Atika,dkk(2013) yang menyatakan bahwa likuiditas mempengaruhi kesulitan keuangan. Namun terdapat perbedaan pada hasil yang dilakukan Wahyu (2009), Evanny (2012), Imam (2012), Orina (2014), Putra, dkk (2017)yang menyatakan bahwa rasio likuiditas yang diukur dengan

curent ratio tidak berpengaruh terhadap kesulitan keuangan perusahaan.

Rasio keuangan kedua yang digunakan adalah financial leverage (hutang). Rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untukmengukur seberapa jauh aset perusahaan dibiayai oleh hutang. Semakin tinggi rasio financial leverage maka semakin besar kemungkinan adanya perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Hal ini dikarenakan semakin besar kewajiban perusahaan untuk membayar hutang tersebut. Pernyataan ini dapat dibuktikan dengan hasil

(6)

penelitian yang dilakukan oleh Evanny (2012), Orina (2014), Atika,xdkk (2013) yang menyatakan bahwa rasioxleverage mampu mempengaruhixkemungkinan terjadinya kesulitan keuangan.xNamun pada hasilyang dilakukan Wahyu (2009), Imam (2012), Ni Luh dan Ni Ketut (2015), Putra dkk (2017) yang menyatakan bahwaxrasio leverage tidakxberpengaruh terhadap kesulitan keuangan.

Rasio keuangan ketiga adalah sales growth. Sales growth (pertumbuhan penjualan) merupakan cerminan dan kinerja manajemen suatu perusahaan untuk dapat meningkatkan penjualan atas perusahaan dari periode satu ke periode selanjutnya. Semakin tinggi rasio sales growth maka laba yang akan dihasilkan oleh perusahaan tersebut juga akan tinggi sehingga semakin kecil kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Ni Luh dan Ni Ketut (2015) menyatakan salesxgrowth

berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesulitan keuangan perusahaan. Hasil penelitian Ni Luh dan Ni Ketut (2015) ini menolakxhasil penelitian yang dilakukan oleh Wahyu (2009) yaitu sales growth tidak berpengaruh terhadap kesulitan keuangan perusahaan. Hasil penelitian yang dilakukan Wahyu (2009) sesuai dengan penelitian yang dilakukan Luciana dan Kristijadi (2003) serta Atika, dkk (2013) yang menunjukkanxbahwa rasio sales growth tidak mampu mempengaruhi kesulitan keuangan.

Penelitiaan saat ini penting untuk dilakukan karena pada hasil penelitian terdahulu terdapat perbedaan-perbedaan. Serta jumlah perusahaan yang delisting

di BEI cukup banyak sehingga fenomena delisting perusahaan di indonesia menjadi hal yang perlu dicermati, karena peristiwa ini dapat menimbulkan

(7)

dampak bagi iklim investasi di indonesia. Berdasarkan uraian tersebut mendorong peneliti saat ini untuk melakukan penelitian kembali terkait “Pengaruh Likuiditas, Leverage, Dan Sales Growth Terhadap Kesulitan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2016”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian kesulitan keuangan adalah :

1. Apakah likuiditas berpengaruh terhadap kondisi kesulitan keuangan? 2. Apakah leverage berpengaruh terhadap kondisi kesulitan keuangan? 3. Apakah sales growth berpengaruh terhadap kondisi kesulitan keuangan? 1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang dipaparkan di atas maka tujuan penelitian ini adalah :

1. Menganalisis pengaruh likuiditas terhadap kondisi kesulitan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftardi BEI tahun 2013-2016.

2. Menganalisis pengaruh leverage terhadap kondisi kesulitan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftardi BEI tahun 2013-2016.

3. Menganalisis pengaruh salesxgrowth terhadap kondisi kesulitan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftardi BEI tahun 2013-2016.

(8)

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian di atas, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Bagi Peneliti

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana pengaruh rasio keuangan terhadap kesulitan keuangan pada suatu perusahaan.

2. Bagi Pembaca

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dalam memprediksikesulitan keuangan pada suatu perusahaan.

3. Bagi Perusahaan

Hasil dari penelitian ini diharapkan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan mengenai pengaruh rasio keuangan terhadap kesulitan keuangan sehingga perusahaan dapat mengantisipasi terjadinya kesulitan keuangan dengan melakukan perbaikan dan pencegahan.

1.5 Sistematika Penulisan Proposal

Untuk membantu memperjelas arah, gambaran, serta tujuan dari penelitian ini, secara garis besar sistematika penulisan ini adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini berisi latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan dan manfaat dari penelitian, dan sistematika penyusunan penelitian.

(9)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Dalam bab ini menjelaskan mengenai beberapa hasil dari penelitian terdahulu, landasan teori serta konsep-konsep yang relevan dengan masalah,kerangka pemikiran yang menggambarkan adanya keterkaitan hubungan dari variabel-variabel yang akan diteliti serta hipotesisnya.

BAB III METODE PENELITIAN

Dalam bab ini menjelaskan tentang rancangan penelitian, batasan penelitian serta identifikasi variabel. Lalu dilanjutkan dengan definisi operasional dan pengukuran variabel, populasi, sampel dan tehnik pengambilan sampel, data dan metode pengumpulan data, dan juga tehnik analisis data yang menjelaskan secara rinci tentang tahap-tahap yang akan dilakukan dalam menganalisis data.

BAB IV GAMBARAN SUBYEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA Bab ini membahas tentang populasi penelitian dan mengenai analisis data seperti analisis deskriptif, analisis regresi logistik, pengujian hipotesis, dan pembahasan.

Bab V PENUTUP

Bab ini membahas tentang kesimpulan penelitian, keterbatasan penelitian, dan saran saran yang merupakan implikasi penelitian baik bagi pihak-pihak yang terkait dengan hasil penelitian maupun bagi pengembangan ilmu pengetahuan utamanya untuk peneliti selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil tersebut didapatkan skor akhir 3 Grup C Analisis RULA pada aktivitas kerja petani kopi yaitu menjemur biji kopi dengan postur kerja baru menggunakan

Pada hari ini, Rabu tanggal empat belas bulan januari tahun dua ribu enam belas (14 - 01 - 2016), bertempat di Sekretariat Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Halmahera Selatan, telah

Menurut Christy (2014), pendidikan juga merupakan suatu faktor yang mempengaruhi seseorang dalam menyerap dan memahami pengetahuan yang telah diperoleh. Semakin

Sebelum melakukan penyisipan akan dilakukan proses framing pada sinyal video dan untuk memilih frame yang akan disisipkan pesan rahasia akan ditentukan berdasarkan level frekuensi

pengolahan limbah cair domestik dari pabrik recoveri uranium dari asam fosfat dengan.. kapasitas 50 M 3 /hari.Limbah cair berasal dari 289 orang

Ma’ruf Kudus tahun 2012. Keguanaan Penelitian ini adalah: 1) Kegunaan teoritik: dapat memberikan kontribusi dalam memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan tentang layanan

Oleh karena itu Jurusan Sistem Informasi akan melaksanakan kegiatan berupa pengabdian kepada masyarakat di Kantor Wali Nagari Bukik Batabuah berupa implementasi

The process to achieve all these and more consists of several tasks including a system security policy, security requirements specification, identification of