• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN GUIDELINE E-LEARNING UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA YOGYAKARTA BERBASIS EVALUATION OF E-LEARNING MATURITY MODEL (EMM).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN GUIDELINE E-LEARNING UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA YOGYAKARTA BERBASIS EVALUATION OF E-LEARNING MATURITY MODEL (EMM)."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

3

RINGKASAN

Pengembangan Guideline E-Learning untuk Sekolah Menengah Atas Kota Yogyakarta Berbasis Evaluation of E-Learning Maturity Model (eMM)

Penyediaan infrastruktur teknologi dan pelatihan SDM sama sekali belum menjamin keberhasilan e-learning, kultur organisasi dan faktor leadership memiliki pengaruh yang besar terhadap keberhasilan e-learning. Pengamatan sepintas menunjukkan bahwa tidak semua persyaratan untuk bisa memanfaatkan e-learning dalam proses pembelajaran secara optimal telah dipenuhi. Selain itu pemanfaatan e-learning khususnya IT dalam kurikulum 2013 adalah suatu keharusan dalam semua mata pelajaran di sekolah.

Penelitian ini bertujuan mengembangkan/menyusun guidelineE-Learning berbasis

Evaluation of e-Learning Maturity Model(eMM) untuk sekolah menengah (SMP dan SMA di kota Yogyakarta). Guideline digunakan sebagai panduan untuk pengembangan e-learning dalam proses pembelajaran di sekolah khususnya di tingkat SMP dan SMA di kota Yogyakarta.

Penelitian ini merupakan penelitian research and development. Model penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi model penelitian reseach and development versi Borg and Gall dan Versi Dick and Carey. Evaluation of e-learning Maturity Model digunakan untuk mengetahui informasi tentang kelemahan dan kekuatan kondisi pengeloalaan e-learning saat ini. Hasil evaluasi tersebut memberikan informasi yang digunakan sebagai dasar penyusunan guideline pengembangan e-learning di sekolah menengah.

Referensi

Dokumen terkait

berbasis web (on-line). b) Fungsi dari aplikasi ini adalah untuk menampilkan peta digital letak sekolah khususnya tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat kota

Hasil penelitian menunjukkan: (1) kebijakan pemanfaatan e-learning di SMP N 5 Yogyakarta tersirat dalam visi misi sekolah; (2) pemahaman dan penguasaan guru

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Supervisi Kepala Sekolah dengan Kepuasan Kerja Guru.. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan transformasional kepala sekolah menengah atas negeri di Kota Yogyakarta memiliki persentase

Pembelajaran IPA dengan menggunakan model problem based learning memiliki pengaruh yang baik terhadap pemahaman konsep dan kemampuan berpikir siswa, seperti

Kesusaseteraan Indonesia Modern Berdasarkan hasil analisis terhadap seratus orang siswa dari lima sekolah di kota Yogyakarta, yaitu SMA Negeri 2 Yogyakarta, SMA

Sistem e-learning yang dikembangkan di SMA Al Islam 1 Surakarta menggunakan LMS (Learning Management System) yang mana di dalamnya terdapat berbagai program

Hal tersebut menginterpretasikan bahwa produk panduan bimbingan kelompok teknik sinemaedukasi berbasis e-book untuk mencegah prokrastinasi akademik siswa Sekolah Menengah Atas SMA