UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SHOOTING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN MENGGUNAKAN GAYA MENGAJAR RESIPROKAL PADA SISWA KELAS XI SMA SETIA BUDI ABADI PERBAUNGAN TAHUN AJARAN 2014/2015.

26 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SHOOTING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN MENGGUNAKAN

GAYA MENGGAJAR RESIPROKAL PADA SISWA KELASXI SMA SETIA BUDI ABADI

PERBAUNGAN TAHUN AJARAN 2014/2015

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat-syarat Guna Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

FAHRIJAL PULUNGAN NIM. 6103311083

JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)

ABSTRAK

FAHRIJAL PULUNGAN “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Shooting Dalam Permainan Sepak Bola Dengan Menggunakan Gaya Mengajar Resiprokal Pada Siswa Kelas XI SMA Setia Budi Abadi Perbaungan Tahun Ajaran 2014/2015”. Pembimbing : TUHADI

Skripsi : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed 2015

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Shooting Dalam

Permainan Sepak Bola Dengan Menggunakan Gaya Mengajar Resiprokal Pada Siswa

Kelas XI SMA Setia Budi Abadi Perbaungan Tahun Ajaran 2014/2015.

Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMA Setia Budi Abadi Perbaungan, waktu

penelitian pada tanggal 8 Desember sampai dengan 19 Desember Tahun 2014.

Objek dalam penelitian ini adalah menggunakan Gaya Mengajar Resiprokal, untuk

meningkatkan hasil belajar Shooting dengan menggunakan punggung kaki pada

permainan sepak bola. Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI

IPS 2 yang berjumlah 30 orang siswa. Jenis penelitian ini adalah menggunakan

pendekatan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Instrumen yang digunakan dalam

penelitian adalah lembar fortofolio penilaian hasil belajar Shooting dengan

menggunakan punggung kaki pada permainan sepak bola.

Dari hasil data awal (pre test) yang telah dilakukan menunjukkan bahwa

kemampuan siswa dalam melakukan teknik Shooting dengan menggunakan

punggung kaki pada permainan sepak bola masih rendah dan hal ini berdampak pada

hasil belajar siswa. Siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar yaitu 23 orang (

63,33%) dan yang mencapai ketuntasan belajar hanya 7 orang (23,66%).

Hasil penelitian pada Siklus I menunjukkan bahwa hasil belajar Shooting

dengan menggunakan punggung kaki pada permainan sepak bola yaitu sebanyak 19

orang siswa (63,33%) siswa yang tuntas dalam belajarnya, dan 21 orang siswa

(36,66%) siswa yang tidak tuntas belajarnya. Hasil belajar siswa dalam melakukan

teknik dasar Shooting dengan menggunakan punggung kaki pada permainan sepak

(5)

sebanyak 27 (90%) siswa yang tuntas belajarnya, dan 3 orang siswa (10%) siswa

yang tidak tuntas belajarnya dan hasil belajar siswa secara keseluruhan dalam

melakukan teknik dasar Shooting dengan menggunakan punggung kaki pada

permainan sepak bola pada siklus II mencapai (78,88%) dan terjadi peningkatan

sebanyak 7,22%.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan Gaya Mengajar Resiprokal

Pada Kelas XI SMA Setia Budi Abadi Perbaungan Tahun Ajaran 2014/2015 dapat

memberikan konstribusi yang sangat besar dan signifikan terhadap hasil belajar

(6)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat hidayah dan karunia Nya maka penulisan Skripsi ini dapat selesai dengan judul : “Upaya Meningkatkan

Hasil Belajar Shooting Dalam Permainan Sepak Bola Dengan Menggunakan Gaya

Mengajar Resiprokal Pada Siswa Kelas XI SMA Setia Budi Abadi Perbaungan

Tahun Ajaran 2014/2015”.

Skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat dalam

menyelesaikan studi di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan.

Dalam pembuatan skripsi ini penulis banyak mengalami masalah yang sulit,

namun berkat usaha penulis dan bantuan dari semua pihak akhirnya tugas akhir ini

dapat diselesaikan. Oleh karena itu secara khusus penulis mengucapkan terima

kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar , M.Si, Selaku Rektor UNIMED.

2. Bapak Drs. Basyaruddin Daulay, M.Kes, Selaku Dekan FIK Universitas

Negeri Medan.

3. Bapak Drs. Suharjo, M.Pd, Selaku Pembantu Dekan I FIK Universitas

Negeri Medan.

4. Bapak Drs. Mesnan, M.Kes, Selaku Pembantu Dekan II FIK Universitas

Negeri Medan.

5. Bapak Dr. Budi Valianto, M.Pd, Selaku Pembantu Dekan III FIK

Universitas Negeri Medan.

6. Bapak Drs. Suryadi Damanik, M.Kes, Selaku Ketua Jurusan PJKR FIK

(7)

7. Bapak Afri Tantri S.Pd, M.Pd, Selaku Sekretaris Jurusan PJKR

8. Bapak Drs. Tuhadi, M.Pd, Selaku Dosen Pembimbing Skripsi saya yang

telah bayak Membantu dan meluangkan waktunya buat saya dalam

menyelesaikan Skripsi ini

9. Para dosen dan Asisten Dosen, Staf Administrasi dan Perlengkapan Di

Lingkungan FIK UNIMED.

10. Perpustakaan FIK UNIMED dan Perpustakaan umum UNIMED yang

menyediakan ruang baca bagi penulis dalam penulisan skripsi ini.

11. Kepala Sekolah Drs. H. Tumiran, M.Sc dan Bapak Imam Togatorop, S.Pd

serta Bapak Azhar Efendi, S.Pd, selaku guru penjas beserta guru-guru dan

Staf Administrasi di SMA Setia Budi Abadi Perbaungan yang banyak

membantu penulis dalam penelitian ini.

12. Yang paling penulis cinta dan sayangi Ayahanda Samian Pulungan dan

Ibunda Masriana Lubis. Terima kasih atas segala yang telah Ayahanda dan

Ibunda berikan selama ini, segala doa yang dipanjatkan dan segala

nasehatnya. Tiap tetes keringatmu jadi semangatku untuk maju menuju

kesuksesan. Terimaksih Ayahanda dan Ibunda tercinta, kalianlah yang

terbaik dalam hidupku.

13. Drs. H. Khairuddin Saleh Hsb beserta keluarga, Juta Lubis S. Pd beserta

keluarga, Wildan Lubis S. Sos beserta keluarga, Ansari Lubis beserta

keluarga, Mansur Lubis S. Sos beserta keluarga, Yasir Afandi Lubis S. Sos

beserta keluarga. Terima kasih atas motivasi dan semangat yang telah

(8)

14. Yang terspesial “Novita Sari” sosok wanita yang selalu memberikan

motivasi, semangat dan dorongan.

15. Teman-teman sejawat, teman-teman suka dan duka yang selalu

memberikan motivasi kepada penulis di kelas PJS B Eks 10 (Tim Sholeh)

Hamidi, Jailani, Yudi Syahputra, Budi Suriaman, Agus Kurnia, Jailani,

Eliza, Karunia rahma, (Tim CS) Amirsyah Putra, Raja Satria Gultom, M.

Hambali, Benny Aprial, Al-Azhar, Johan Simanullang, Riwandi, Edika,

Dominggo, Ade Satria Hsb, Tegi Pratana, (Tim Bontot) Octo Pernando

Siahan, Indra Antonius Manurung, Alvino Situngkir, Ferdinan Nafitupulu,

Julpan Mangaratua, Frengky, Jeiman Klionton, Rifai Benget tampubolon,

Michael naderson, Reza Harjef winelson, Daniel (Tim The Brandal) Ricky

Sihotang, Kavid sitepu, Ardi Lubis, Faisal Hadi. “kebersamaan kita akan

selalu ku kenang”.

Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang banyak

memberikan dukungan dan doa, sehingga penulisan skripsi ini dapat selesai.

Semoga penulisan skripsi ini dapat berguna bagi semua pembaca, terutama bagi

penulis sendiri.

Medan, Desember 2014 Penulis

(9)

DAFTAR ISI

1. Hakekat Pendidikan Jasmani... 10

2. Hakekat Belajar ... 13

3. Hakekat Hasil Belajar ... 16

4. Hakeket Permainan Sepak Bola ... 19

5. Hakekat Shooting ... 22

6. Hakekat Shooting Dengan Bagian Punggung Kaki ... 25

7. Hakekat Gaya Mengajar ... 25

8. Hakekat Gaya Mengajar Resiprokal ... 26

8.1.Anatomi Gaya Mengajar Resiprokal ... 30

(10)

8.3. Kelemahan dan Kelebihan Gaya Mengajar

Resiprokal ... 38

B. Kerangka Berpikir ... 39

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 42

A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 42

1. Lokasi Penelitian ... 42

2. Waktu Penelitian ... 42

B. Subjek dan Objek Penelitian ... 42

C. Variable Penelitian ... 42

D. Metode Penelitian... 42

E. Desain Penelitian ... 43

F. Instrument Penelitian ... 49

G. Teknik Analisis Data ... 53

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 55

A. Deskripsi Data Penelitian ... 55

B. Hasil penelitian... 57

1. Siklus I ... 57

2. Siklus II ... 63

C. Pembahasan dan Hasil Penelitian... 69

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 72

A. Kesimpulan ... 72

B. Saran ... 72

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Lembar Kerja ... 35

2. Langkah-Langkah Gaya Mngajar Resiprokal ... 37

3. Portofolio Penilaian ... 51

4. Deskripsi Hasil Belajar Shooting Dalam Permainan Sepak Bola

Dengan Menggunakann Punggung Kaki ... 55

5. Deskripsi Data Penelitian ... 56

6. Deskripsi Hasil Tes Awal Shooting Dalam Permainan Sepak Bola

Dengan Menggunakan Punggung Kaki ... 57

7. Deskripsi Hasil Post Tes (Siklus I) Shooting Dalam Permainan

Sepak Bola Dengan Menggunakan Punggung Kaki ... 61

8. Deskripsi Hasil Post Tes (Siklus 2) Shooting Dalam Permainan

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Lapangan Sepak Bola ... 21

2. Bola ... 21

3. Sikap Awalan ... 23

4. Sikap Pelaksanaan ... 24

5. Sikap Akhir ( Foolow Trough)... 24

6. Skema Penelitian Tindakan Kelas... 49

7. Deskripsi Data Penelitian ... 56

8. Grafik Ketuntasan Belajar Data Awal ... 57

9. Grafik Ketuntasan Belajar Pada Siklus I... 62

10. Perbandingan Ketuntasan Belajar Pada Siklus II ... 67

11. Grafik Perbandingan Tes Awal Siklus I Dan Siklus II ... 68

12. Profil Sekolah ... 120

13. Guru Membariskan Dan Memimpin Doa Siswa Di Lapangan ... 121

14. Guru Memimpin Pemanasan ... 121

15. Guru Membagi Kelompok ... 122

16. Siswa Mempraktekkan Tahap Demi Tahap Teknik Shooting ... 122

17. Guru Mengecek Pemahaman Dan Memberikan Umpan Balik Setelah Pembelajaran ... 123

18. Guru Bersama Siswa Melakukan Pendinginan ... 123

19. Foto Bersam Peneliti, Guru Pendidikan Jasmani Dan Siswa ... 124

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ... 76

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ... 85

3. Lembar Penilaian Tes Siklus I ... 94

4. Lembar Observasi Kegiatan Guru Siklus I ... 98

5. Lembar Observasi Kegiatan Siklus I ... 100

6. Rakapitulasi Data Awal Hasil Belajar Shooting Dalam Permainan Sepak Bola Dengan Menggunakan Punggung Kaki ... 102

7. Reduksi Data Awal ... 103

8. Paparan Data Awal Hasil Belajar ... 104

9. Rakapitulasi Data Siklus I Hasil Proses Hasil Belajar Shooting Dalam Permainan Sepak Bola Dengan Menggunakan Punggung Kaki ... 106

10. Reduksi Data Siklus I ... 107

11. Paparan Data Siklus I Proses Hasil Belajar ... 108

12. Rakapitulasi Data Siklus II Hasil Belajar Shooting Dalam Permainan Sepak Bola Dengan Menggunakan Punggung Kaki ... 110

13. Reduksi Data Siklus II ... 111

14. Paparan Data Siklus II Proses Hasil Belajar Shooting Dalam Permainan Sepak Bola Dengan Menggunakan Punggung Kaki ... 112

15. Perkembangan Siklus I Dan Siklus II ... 114

16. Susunan Kepanitian Pengambilan Data Penelitian ... 115

17. Cara Menghitung Nilai Proses Pembelajaran Shoting Siklus I Dan Siklus II ... 116

18. Cara Menghitung Nilai Rata-Rata, PKK dan Hasil Penelitian ... 118

(14)

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Dimana

pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat menggembangkan potensi

dirinya melalui proses pembelajaran atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh

masyarakat. Di Indonesia sendiri, perubahan pendidikan terus dilakukan demi

memantapkan potensi belajar anak bangsa sehingga menciptakan generasi muda

Indonesia yang berwawasan luas. Oleh sebab itu perubahan pendidikan dilakukan

secara terus menerus baik dari segi kurikulum, manajemen pendidkan sampai

pada perubahan metode pengajaran agar siswa tertarik dalam proses belajar

mengajar. Pendidikan dapat memberikan kesempatan berkembangnya semua

aspek dalam pribadi manusia seperti dirumuskan dalam Undang-Undang Republik

Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang

tertuang dalam BAB II pasal 3 yang berumuskan bahwa :

Pendidkan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangsa potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Selain itu, tujuan pendidikan nasional antara lain adalah untuk

meningkatkan aspek konitif, afektif, dan psikomotor generasi muda bangsa yang

(15)

Untuk menciptakan generasi muda yang kreatif dan cerdas perlu diiringi

dengan jasmani yang sehat karena dengan jasmani yang sehat akan terciptakan

pemikiran yang sehat pula. Pendidikan ilmiah (eksakta), pendidikan sosial,

pendidikan kesenian dan pendidikan jasmani.

Oleh karena itu diharapkan peran serta lembaga pendidikan dan keguruan

dalam menyiapkan tenaga-tenaga pendidikan terutama guru yang akan

memberiakn pengajaran didalam dan diluar kelas, dalam artian pengajar harus

mampu memilih dan menerapkan gaya pembelajaran yang diprediksi akan lebih

efektif unntuk memudahkan siswa dalam belajar dikelas dan diluar kelas maupun

belajar mandiri.

Pendidikan memegang peranan penting dalam usaha meningkatkan

kualitas sumber daya manusia pada saat ini maupun yang akan datang. Pendidikan

merupakan suatu kegiatan yang telah ada sejak adanya manusia, dalam arti sejak

adanya manusia telah ada pula usaha-usaha pendidikan dalam rangka memberikan

didikan untuk dapat secara mandiri masyarakat luas, namun bentuk tujuan serta

proses pendiddikan dari priode selalu berbeda, tapi jelas mengarah kepada

peningkatan kualitas proses belajar mengajar.

Salah satu ketidak berhasialan pencapaian tujuan program pengajaran yang

direncanakan adalah kekurangan pengetahuan atau ketidak mampuan untuk

memilih gaya yang digunakan sehingga anak didik tidak dapat mencapai tujuan

pengajaran. Soeitoe (1990 : 52) menyatakan bahwa “ suksesnya seseorang dalam

pelajarannya adalah sebagian hasil kesanggupan dan kemampuan yang ada

(16)

dan sebagian lagi karena lingkungan”. Pendapat tersebut dipertegas oleh mager (

dalam roestiyah) menyatakan suatu pernyataan yang jelas dari tujuan-tujuan yang

akan merupakan dasar pokok untuk memilih gaya dan bahan pengajaran serata

pemilihan alat-alat untuk menentukan apakah pengajaran itu telah berhasil.

Seorang guru pendidikan jasmani memiliki kesulitan sendiri dalam

mendemontrasikan pelajaran pendidikan jasmani, bukan pada kegiatan prakteknya

saja agar siswa juga dapat tertarik dengan teori olahraga sebelum kegiatan

prektek di lapangan. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani, guru harus

menguasai materi yang diajarkan dan cara menyampaikannya harus menarik

sehingga siswa tidak bosan dan malas untuk mengikuti pelajaran dan melakukan

apa yang ditugaskan. Karena tinggi rendahnya hasil belajar tergantung pada

proses pembelajaran yang akan dihadapi oleh siswa. Secara umum kegiatan

pembelajaran pendidikan melibatkan fisik, demikian pula halnya dalam belajar

shooting sepak bola.

Permainan sepak bola banyak digemari oleh masyarakat terutama

dikalangan anak-anak dan remaja, dilingkungan sekolah, di dalam struktur

kurikulum SMK/SMA permainan sepak bola diajarkan dalam mata pelajaran

pendidikan jasmani, baik dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan

ekstrakurikuler. Permaina sepak bola merupakan salah satu aktivitas fisik yang

berada dalam kelompok aktivitas permainan olahraga. Kopetensi yang diharapkan

tercapai oleh pembelajaran permainan sepak bola disekolah secara spesifik

diwujudkan daam bentuk indikator keberhailan belajar seperti yang tersurat dalam

(17)

1. Melakukan penguasan bola

2. Melakukan menggiring bola

3. Menshooting bola

4. Malakukan operen-operan

5. Mengembangkan kerjasama tim dalam permainan

6. Melakukan permainan sepak bola dengan peraturan yang berlaku.

Sepak bola termasuk kedalam salah satu materi yang diajarkan pada mata

pelajaran pendidikan jasmani kelas XI IP 2 SMA Setia Budi Abadi Perbaungan

dan yang menjadi Materi tersebut adalah shooting dalam sepak bola. Diketahui

bahwa kemampuan dasar dalam melaksanakan shooting pada permainan sepak

bola masih sangat rendah. Sebagian siswa masih belum dapat memahami serta

melakukan teknik-teknik dasar shooting dalam sepak bola. Sewaktu melakukan

shooting siswa sering melakukan kesalahan terutama pada saat melakukan sikap

awal dan perkenaan dengan bola.

Dari observasi penulis SMA Setia Budi Abadi Perbaungan tahun ajaran

2014/2015 tanggal 3 April 2014 pada saat jam pelajaran penjas materi pelajaran

olahraga permainan bola besar pokok bahasan sepak bola di kelas XI IPS 2,

terlihat pada saat proses pembelajaran sepak bola berlangsung, banyak siswa yang

terlihat kurang bersemangat dalam melakukan aktivitas pembelajaran. Kondisi

proses pembelajaran salama ini dilakukan disekolah tersebut hanya memakai

fasilitas seadanya, hanya memakai dua bola saja para siswa diharuskan menguasai

materi yang disampaikan guru, jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar di

(18)

Kesehatan dan Olahraga, agar tercipta kondisi dan kegiatan belajar mengajar yang

memungkinkan siswa tidak kesulitan dan mampu mencapai sasaran belajar maka

perlu diperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi antara lain : faktor tenaga

kerja, metode pembelajaran, media/ alat, dan fasilitas olahraga.

Agar tercapai tujuan diatas, seharusnya sekolah-sekolah disediakan sarana

dan prasarana olahraga yang memang benar sesuai dengan kurikulum

pembelajaran supaya tujuan pembelajaran tersebut tercapai. Sarana dan prasarana

yang ada di sekolah SMA Setia Budi Abadi Perbaungan, khususnya olahraga

sepak bola tidak memiliki lapangan yang baik serta hanya memiliki 2 bola saja (

itu pun bola futsal), yang seharusnya membutuhkan bola khusus sepak bola dan

setidknya memiliki minimal lima bola agar proses pembelajaran dapat berjalan

sebagaimana mestinya. Hal ini sering dikeluhkan oleh guru pendidikan jasmani

namun juga sering dijadikan alasan untuk menangkis kritik-kritik yang berkaitan

dengan kekurangan dalam penyelenggaraan pendidikan jasmani.

Banyak faktor yang berpengaruh hasil belajar siswa diantaranya adalah

motivasi, minat, bakat, semangat, kondisi fisik, sarana atau media pembelajaran

guru, metode atau strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru dan lain-lain.

Menyadari hal tersebut, perlu adanya suatu pembaruan dalam pembelajaran untuk

memungkinkan siswa dapat mempelajari materi shooting dalam sepak bola jauh

lebih muda, lebih cepat, lebih bermakna, efektif dan menyenangkaan. Salah

satunya adalah memilih dengan gaya mengajar yang tepat. Sebelum menentukan

gaya mengajar yang akan digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar

(19)

buruknya suatu gaya mengajar tersebut. Dalam pelaksanaan dalam kegiatan

belajar mengajar dalam pendidikan jasmani perlu disesuaikan dengan kondisi dan

situasi belajar-mengajarnya karena pada prinsipnya tidak ada gaya mengajar yang

paling baik untuk selamanya, setiap gaya mengajar memiliki kelebihan dan

kekurangan tertentu pada gaya itu sendiri. Faktor-faktor ini harus ditekankan yang

berkaitan dengan tujuan-tujuan tertentu dari pelajaran, kesiapan siswa untuk

mengambil keputusan, peralatan yang tersedia, kesesuainnya dengan pokok

bahasa dan berbagai faktor lain. Walaupun guru sudah merasa nyaman dengan

suatu gaya mengajar namun bisa saja menimbulkan dampak yang tidak

diharapkan, seperti kelelahan dan kejenuhan yang sering kali muncul sebagai

akibat dari kurang tepatnya penerapan gaya mengajar tersebut.

Informasi yang diperoleh dari guru Pendidikan Jasmani dari 30 siswa

yang ada dari kelas XI IPS2 ternyata 23 orang siswa (76,66 %) belum

memilikiketuntasan belajar, selebihnya 7 orang siswa (23,33%) telah memiliki

ketuntasan belajar. Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, apakah karena

jam pelajaran yang singkat ( hanya dua kali pertemuan), materi yang terlalu sulit,

gaya mengajar yang kurang cocok, pembelajaran yang kurang tepat, sarana

prasarana yang kurang atau hal-hal lain yang dialami siswa.

Banyak gaya mengajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran

termasuk pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah, salah satunya adalah gaya

mengajar resiprokal. Gaya mengajar resiprokal merupakan gaya mengajar yang

menuntut siswa untuk lebih berperan aktif dalam kegiatan proses belajar dalam

(20)

dengan nyaman dalam menyampaikan pendapat ataupun bertanya dalam rangka

bertukar pengalaman keberhasilan belajar satu dengan yang lainnya. Pada proses

pembelajaran resiprrokal ini, siswa dilatih untuk dapat menguasai materi

pembelajaran melalui kemampuan memecahkan masalah dengan baik dan benar.

Dengan gaya resiprokal ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa

dalam meteri pembelajaran pendidikan jasmani.

Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik melakukan penelitian dengan

judul “ Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Shooting dalam Permainan Sepak

Bola dengan Menggunakan Gaya Mengajar Resiprokal pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Perbaungan Tahun Ajaran 2014/2015”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dalam latar belakang

masalah, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut :

1. Kurangnya sarana dan prasarana yang memadai.

2. Guru cendrung memberikan aktivitas pelatihan cabang olahraga

sepak bola, bukan memberikan aktifitas pembelajaran permainan

sepak bola..

3. Masih jarang guru menerapkan gaya mengajar resiprokal dalam

aktivitas pembelajaran permainan sepak bola.

4. Siswa kurang kreatif dalam memberikan jawaban pada suatu

permasalahan.

5. Siswa cendrung pasif dan menunggu jawaban yang diberikan guru.

(21)

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas dan untuk menghindari meluasnya

masalah, maka penelitian ini dibatasi pada dua variabel, dan difokuskan terhadap

siswa kelas XI SMA, yaitu : penerapan gaya mengajar resiprokal dalam

pembelajaran sepak bola.

D. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Apakah pembelajaran dengan

munggunakan gaya mengajar resiprokal dapat meningkatkan hasil belajar

shooting pada permainan sepak bola siswa kelas XI SMA Setia Budi Abadi

Perbaungan Tahun Ajaran 2014/2015.

E. Tujuan Penelitian

Yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah

terdapat pengaruh pembelajaran menggunakan gaya mengajar resiprokal dalam

meningkatkan hasil belajar shooting pada permainan sepak bola kelas XI SMA

Setia Budi Abadi Perbaungan Tahun Ajaran 2013/2014.

F. Manfaat Masalah

Adapun manfaat masalah penelitian ini :

1. Sebagai bahan pertimbangan untuk pihak sekolah dalam menerapkan

(22)

2. Sebagai masukan bagi guru pendidikan jasmani dalam memilih pembelajaran

yang sesuai untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

3. Sebagai sumbangan pemikiran dan menambah wawasan serta pengetahuan

(23)

72 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut, maka dapat

ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran melalui penerapan gaya mengajar

resiprokal dapat meningkatkan hasil belajar shooting sepak bola pada siswa kelas

X SMA Setia Budi Abadi Perbaungan Tahun Ajaran 2014/2015.

B.Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka peneliti menyarankan sebagai

berikut:

1. Sangat perlunya memperhatikan kemampuan awal siswa sebelum

mengadakan pembelajaran agar dapat memilih tindakan yang tepat bagi siswa

pada saat pembelajaran, karena salah satu penyebab tidak berhasilnya

pencapaian tujuan program pengajaran yang direncanakan adalah kurangnya

pengetahuan untuk memilih gaya mengajar yang akan digunakan sehingga

anak didik tidak dapat mencapai tujuan pengajar.

2. Gaya mengajar resiprokal memberikan peranan yang sangat besar dalam

kegiatan belajar mengajar, karena model pembelajaran ini dapat

meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan teknik dasar gerakan

shooting sepak bola dan gaya ini juga dapat memperbaiki, merangsang,

memotivasi dan meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar shooting

(24)

73

3. Bagi siswa, agar lebih aktif untuk meningkatkan hasil belajar shooting sepak

bola dengan menggikuti kegiatan pembelajaran dengan gaya mengajar

Resiprokal pada materi shooting sepak bola.

4. Bagi sekolah, agar selalu medukung cara pembelajaran yang baru dengan

menyediakan sarana dan prasarana di sekolah dan mendukung pembelajaran

(25)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto dkk. (2012). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Arma Abdoellah, Pendidikan Jasmani Adaftif, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Derektorat Jenderal.

Hilgard, yang dikutip dari buku “pendidikan kesehatan” oleh Ulina Ginting, (2010).

Ika Kusumasari. (2012), Strategi Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Medan.

Ika Kusumasari. (2012), Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Fakultas Ilmu Keolahragaan: Universitas Negeri Medan.

Indra Gunawan. (2009). Permainan sepak bola. Surakarta: Era Intermedia.

Mosston dan Asworth (1994) yang dikutip dari buku “Strategi Belajar Mengajar

Penjas” oleh Ika Kusumasari, (2012).

Nixon & Jewwet (1983) yang dikutip dari buku “olahraga adaftif” oleh Beni Subandiman. (2012).

Purwanto. (2011). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Cetakan Timur UH III/548.

Roojakkers. (1991), dalam buku “strategi belajar mengajar penjas” oleh Ika Kusumasari, (2012).

Sucipto. (2000). Sepak bola. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Sudjana nana. (2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Supandi. (1992). Strategi Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan.

Suryadi Damanik. (2013), Olahraga Rekreasi. Fakultas Ilmu Keolahragaan: Universitas Negeri Medan.

Ulina Ginting. (2010), Pendidikan Kesehatan. Fakultas Ilmu Olahraga. Universitas Negeri Medan.

(26)

http://id.wikipwdia.org.wikibelajar.

http://id.wikipwdia.org/wiki/Bola Besar.

http://id.wikipedia.org/wiki/Permainan.

http://id.wikipedia.org/wiki/sepakbola.

http://www.edu-articles.com/mengenal-gaya-mengajar/2005.

http://ahmesabe.wordpress.com/2014/03/04/tujuan-pendidikan-jasmani.

http://sobatbaru.blogspot.com/2014/04/tinjauan-tentang-variasi-gayamengajar.

http://ubay-thereds.blogspot.com/2011/04/gaya-mengajar-penjas.htm.

Figur

Tabel    Halaman
Tabel Halaman . View in document p.11
Gambar   Halaman
Gambar Halaman . View in document p.12

Referensi

Memperbarui...