• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BADAR DAN SMP NEGERI 5 BADAR KAB. ACEH TENGGARA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BADAR DAN SMP NEGERI 5 BADAR KAB. ACEH TENGGARA."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

i

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh hasil belajar IPS siswa dengan menggunakan media pembelajaran animasi dan media pembelajaran gambar diam, untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh hasil belajar IPS siswa yang memiliki gaya belajar visual dan gaya belajar auditori, untuk mengetahui dan mendeskripsikan interaksi antara media pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar IPS siswa.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang berada di kelas VIII SMPN 1 Badar dan SMPN 5 Badar dimana sampel diambil dengan menggunakan cluster random sampling dan ditetapkan kelas pertama yaitu SMPN 1 Badar diterapkan media pembelajaran animasi dan kelas kedua yaitu SMPN 5 Badar diterapkan media pembelajaran gambar diam. Sebelum perlakuan diberikan, terlebih dahulu sampel penelitian diberikan tes gaya belajar untuk membedakan gaya belajar siswa. Sebelum tes hasil belajar digunakan untuk menguji hipotesis terlebih dahulu tes diujicobakan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas tes. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan Anava 2 jalur dimana sebelumnya dilakukan uji persyaratan data yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung = 10,53 > Ftabel = 3,28 pada taraf signifikan α = 0,05. Terdapat pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung = 5,19 > Ftabel = 3,28 pada taraf signifikan α = 0,05 dan terdapat interaksi antara media pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung = 4,44 > Ftabel = 3,28 pada taraf signifikan α = 0,05.

(2)

ii ABSTRACT

Sri Rahmawati, NIM 8136122051. The Effect of Instructional Media and Learning Styles Toward Students Achievement Grade VIII Junior High School Country of 1 Badar and Junior High School Country of 5 Badar, District of Southeast Aceh, Academic Year 2015/2016, Postgraduate School of the State University Of Medan, 2015

This research aims to identify and describe the effect of social sciences students learning outcomes who applied animation instructional media and still image instructional media, to identify and describe the effect of social sciences students learning outcomes who have visual learning styles and auditory learning styles to identify and describe the interaction between instructional media and learning styles toward social sciences students learning outcomes.

The population in this research were all students who are in Grade VIII Junior High School Country of 1 Badar and Junior High School Country of 5 Badar which the sample was taken using cluster random sampling where the first class is Junior High School Country of 1 Badar applied animation instructional media and the second class is Junior High School Country of 5 Badar applied still image instructional media. Before the treatment was given, for the first the sample given a test to differentiate the learning style of students achievement. Before the achievement test used to test the hyphoteses, the test tested to determine the level of validity and reliability of the test. The research hyphoteses tested by using Anava 2 tails where previous test data requirements that normality test and homogenity test.

Hypothesis testing results indicate that there is the ffect of instructional media toward student learning outcomes. This is indicated by Fvalue = 10.53 > F

table = 3.28 at the significant level α = 0.05. There is the effect of learning styles to student learning outcomes. This is indicated by Fvalue = 5.19 > Ftable = 3.28 at the significant level α = 0.05 and there was an interaction between instructional media and learning styles to student learning outcomes. This is indicated by Ftable

= 4.44 > Ftable = 3.28 at the significant level α = 0.05.

The conclusion of this research are; animation instructional media better to applied to students who have a visual learning style while instructional media still images would be better applied to students who have auditory learning style and there is interaction between instructional media and learning styles toward student learning outcomes. And is recommended for teachers to give attention to use instructional media in teaching social studies at school, and for the managers of educational institutions need to provide training on the manufacture of instructional media for learning social sciences accordance with the objectives expected to be achieved

(3)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,karena dengan rahmat-Nya penulis mampu menyelesaikan tesis ini. Tesis yang ada dihadapan pembaca ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Magister Pendidikan Program Studi Teknologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

Tesis ini berjudul Pengaruh Media Pembelajaran dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Badar Dan SMP Negeri 5 Badar Kabupaten Aceh Tenggara. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Prof. Dr. Effendi. Napitupulu, M.Pd selaku dosen pembimbing I dan Bapak Dr. Baharuddin, ST. M.Pd selaku dosen pembimbing II yang dengan sabar memberikan arahan, saran, bimbingan dan motivasi serta meluangkan waktunya kepada penulis sejak awal kuliah hingga penyelesaian tesis ini. Selanjutnya ucapan terimakasih disampaikan kepada:

1. Bapak Rektor UNIMED Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd.

2. Bapak Prof. Dr. Abdul Muin Sibuea, M.Pd, selaku Direktur Program Pascasarjana UNIMED.

3. Bapak Prof. Dr. Bernok Sinaga. M.Pd, selaku Asisten Direktur I Pascasarjana UNIMED.

4. Bapak Prof. Dr. Busmin Gurning, M.Pd, selaku Asisten Direktur II Pascasarjana UNIMED.

(4)

iv

6. Bapak Dr.Mursid,M.Pd, selaku sekretaris program Studi Teknologi Pendidikan,dan selaku nara sumber pada sidang tesis ini yang sudah banyak memberikan masukan demi penyempurnaan tesis ini.

7. Bapak dan Ibu dosen Program Studi teknologi pendidikan yang telah banyak memberikan pengetahuaan,arahan dan bimbingan kepada penulis selama menempuh pendidikan di Program Studi Teknologi pendidikan 8. Bapak Asrul, S.Pd.I, M.Pd, selaku Staf Tata Usaha Program Studi

Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNIMED.

9. Kepala sekolah SMP N 1 Badar, bapak Indra Gunawan,S.Pd ,bapak Najemi, S.Pd, M.Pd dan Ibu kepala sekolah SMP N 5 Badar Ibu Elidja Magdja, S.Pd, M.Pd. Serta seluruh keluarga besar SMP N 1 dan SMP N 5 Badar Kabupaten Aceh Tenggara.

10.Rekan-rekan Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Teknologi Pendidikan Angkatan XXIII / B Eksekutif ( TP B-II ).

11.Ayahanda (Alm) Zainal Abidin Selian, BA dan Ibunda Hj. Fauziah Har sebagai orang tua tercinta yang tidak pernah berhenti mendo’akan penulis dan memberi restu serta dukungan untuk selalu menuntut ilmu sampai kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Serta kepada keluarga besar kedua belah pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu penulis didalam menyelesaikan pendidikan ini.

12.Suami tercinta Serma Salidun, Pagan yang selalu memberikan dukungan moral mau pun moril serta do’a dan pengertian sehingga penulis dapat

(5)

v

13.Teristimewa penulis persembahkan tesis ini adalah untuk buah hatiku Ayunda Wulansari, Ragif Al Khadafi dan Bilbina Adelia yang selalu tulus iklas dan sabar di tinggal penulis untuk melanjutkan pendidikan. Dan juga untuk kakandaku Sri Mila Susilawati, M.Pd, teman seperjuangan di dalam menempuh dan melanjutkan program Studi Pascasarjana UNIMED.

14.Saudara/i, rekan-rekan, sahabat dan handaitolan yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu penulis mulai dari awal perkulihan sampai dengan penyelesaian tesis ini, penulis mengucapkan banyak terimakasih.

Hendaknya semua kebaikan dan bantuan yang di berikan kepada penulis menjadi amal ibadah dan kebajikan. Akhirnya penulis menyadari bahwa tesis ini masih ada kekurangan sehingga diharapkan adanya peneliti lanjut. Semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya.

Medan, Januari 2016 Penulis

(6)

vi

1.2 Identifikasi Masalah ... 12

1.3 Batasan Masalah ... 13

1.4 Rumusan Masalah ... 13

1.5 Tujuan Penelitian ... 13

1.6 Manfaat Penelitian ... 14

BAB II KAJIAN TEORITIS, KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS 3.1Tempat dan Waktu Penelitian ... 51

3.2 Populasi dan Sampel ... 51

3.3 Metode dan Rancangan Penelitian ... 52

3.4 Prosedur dan Pelaksanaan Penelitian ... 53

3.5 Pengontrol Perlakuan ... 55

3.6 Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian ... 57

3.7 Pengujian Validitas Dan Reliabalitas Instrumen ... 59

(7)

vii BAB IV HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Hasil Penelitian ... 69

4.2 Pengujian Persyaratan Secara Analisis ... 81

4.3 Pengujian Hipotesis ... 87

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 97

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 104

5.2Implikasi ... 104

5.3Saran ... 106

DAFTAR PUSTAKA ... 107

(8)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Taksonomi Ranah Kognitif (Lorin Anderson) ... 18

Tabel 2.2. Kelompok Media Instruksional ... 26

Table 2.3. Klasifikasi & Jenis Media ... 27

Table 2.4. Perbedaan Gaya belajar Visual dan Auditori ... 41

Tabel 3.1. Jumlah Siswa dalam Penelitian ... 51

Tabel 3.2. Desain Penelitian Faktorial 2x2 ... 52

Tabel 3.3. Kisi-kisi Tes Hasil Belajar ... 58

Tabel 3.4. Kisi-kisi Gaya Belajar ... 59

Tabel 4.1. Distribusi Data Hasil Belajar Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Animasi ... 69

Tabel 4.2. Distribusi Data Hasil Belajar Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Gambar Diam... 71

Tabel 4.3. Distribusi Data Hasil Belajar IPS Siswa yang Memiliki Gaya Belajar Visual ... 72

Tabel 4.4 Distribusi Data Hasil Belajar IPS Siswa yang Memiliki Gaya Belajar Auditori ... 74

Tabel 4.5 Distribusi Data Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan Media Gambar Animasi Dengan Gaya Belajar Visual ... 75

Tabel 4.6. Distribusi Data Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan Media Gambar Animasi Dengan Gaya Belajar Auditori ... 77

Tabel 4.7. Distribusi Data Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan Media Gambar Diam Dengan Gaya Belajar Visual ... 78

Tabel 4.8. Distribusi Data Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan Media Gambar Diam Dengan Gaya Belajar Auditori ... 80

(9)

ix

Tabel 4.10. Uji Normalitas Data Gaya Belajar Siswa ... 82 Tabel 4.11. Uji Normalitas Data Siswa Yang Diajarkan Dengan

Menggunakan Media dan Gaya Belajar ... 83 Tabel 4.12 Uji Homogenitas Data Siswa Yang Diajarkan Dengan

Menggunakan Media Animasi dan Media Gambar Diam ... 85 Tabel 4.13 Uji Homogenitas Data Gaya Belajar Siswa ... 86 Tabel 4.14. Uji Homogenitas Data Siswa Yang Diajarkan Dengan

(10)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1.Grafik Pretes Hasil Belajar Antara Kedua Kelas ... 70 Gambar 4.2 Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan

dengan Media Pembelajaran Gambar Diam ... 72 Gambar 4.3 Hasil Belajar IPS Siswa yang Memiliki Gaya Belajar Visual .... 73 Gambar 4.4. Hasil Belajar IPS Siswa yang Memiliki Gaya Belajar

Auditori ... 75 Gambar 4.5. Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan

Media Pembelajaran Animasi dengan Gaya Belajar Visual ... 76 Gambar 4.6 Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan

Media Pembelajaran Animasi dengan Gaya Belajar Auditori ... 77 Gambar. 4.7. Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan

Media Pembelajaran Gambar Diam Dengan Gaya

Belajar Visual ... 79 Gambar 4.8 Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan

Media Pembelajaran Gambar Diam Dengan Gaya

(11)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Silabus Pembelajaran ... 118

Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 123

Lampiran 3 Instrumen Angket Gaya Belajar Siswa ... 141

Lampiran 4 Validitas Instrumen Tes Hasil Belajar Siswa ... 143

Lampiran 5 Instrumen Angket Gaya Belajar Siswa ... 155

Lampiran 6 Data Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Sel Anava ... 157

Lampiran 7 Distribusi Frekuensi Data Penelitian ... 158

Lampiran 8 Perhitungan Statistik Dasar ... 167

Lampiran 9 Perhitungan Normalitas Data Dengan Lilliefors ... 179

Lampiran 10 Uji Homogenitas Varians Sebaran Kelompok Subjek ... 186

Lampiran 11 Analisis Faktorial 2 x 2 ... 188

Lampiran 12 Uji Lanjut dengan Uji Tuckey ... 193

(12)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Peningkatan mutu pendidikan, merupakan prioritas utama dalam

pengembangan pendidikan saat ini. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah

dalam rangka mencapai tujuan tersebut adalah dengan peningkatan sumber daya

manusia maupun sumber daya non manusia. Salah satu di antaranya adalah

peningkatan proses pembelajaran. Proses pembelajaran adalah sebuah sistem

karena dapat dipastikan bahwa sumber keberhasilan pembelajaran di sekolah

terkait dengan sejumlah komponen yang terlibat di dalamnya. Komponen yang

dimaksud adalah kurikulum, strategi, guru, media, metode, siswa serta yang

melingkupi proses pembelajaran dan pendidikan itu sendiri.

Penggunaan media pembelajaran perlu dipertimbangkan dalam proses

pembelajaran karena media pembelajaran sangat menentukan dalam penguasaan

materi yang diajarkan karena media pembelajaran dapat meningkatkan hasil

belajar siswa. Muhadi (2008:5) mengatakan bahwa media sangat dibutuhkan

dalam proses pembelajaran karena media merupakan bahasa guru untuk

menyampaikan maksud dan perasaan guru kepada siswa. Lebih lanjut Muhadi

(2008:5) mengemukakan bahwa siswa akan lebih mudah dan cepat mengerti apa

yang disampaikan oleh guru jika guru tersebut menggunakan media saat proses

pembelajaran berlangsung. Begitu juga dengan pemilihan strategi pembelajaran

yang tepat juga sangat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam menguasai materi

pelajaran. J.R. David (Gulo ; 2008:8) mengemukakan ialah plan, methode, or

series achtivities designed to achieves a particular educational. Menurut

(13)

2

pengertian ini strategi belajar mengajar meliputi rencana, metode, dan perangkat

kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.

Kegiatan inti belajar merupakan proses pembelajaran untuk mencapai

kompetensi dasar (KD). Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif,

inspiratif, menyenangkan, menantang, megaya belajar peserta didik berpartisipasi

aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreaktivitas, dan

kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan pembelajaran IPS

Terpadu serta psikologis peserta didik.

Hasil belajar merupakan kemampuan aktual yang dapat diukur dan

berwujud penguasaan ilmu pengetahuan, sikap, keterampilan dan nilai-nilai yang

dicapai oleh siswa sebagai hasil proses belajar mengajar di sekolah. Prestasi

belajar siswa yang baik dimana seorang siswa memiliki gambaran kemampuan

yang diperoleh dari hasil penilaian proses belajar siswa dalam mencapai tujuan

pengajaran.

Dalam memperoleh hasil belajar yang baik bagi siswa, guru memegang

peranan penting dalam keberhasilan siswa, walaupun sebaik apa kurikulum yang

disajikan, sarana prasarana terpenuhi, tetapi bila guru belum berkualitas maka

proses belajar mengajar belum dikatakan baik. Oleh sebab itu guru bukan hanya

mengajar, melainkan mempunyai makna sadar dan kritis terhadap mengajar dan

menggunakan kesadaran dirinya untuk mengadakan perubahan-perubahan dan

perbaiakan pada proses pembelajaranya. Seorang guru ideal akan mampu

bertindak dan berfikir kritis dalam menjalankan tugasnya secara propesional dan

dapat menemukan alternatif yang harus diambil dalam proses belajar mengajar

(14)

3

Namun pada kenyataanya kualitas pendidikan IPS Terpadu di Aceh

Tenggara belum mencapai hasil yang diharapkan, hingga tidak mengherankan bila

prestasi belajar IPS Terpadu juga perlu diperhatikan oleh berbagai pihak, baik

oleh pemerintah dan oleh guru sebagai pelaku pendidikan itu sendiri. Rendahnya

nilai mata pelajaran IPS Terpadu siswa merupakan masalah yang dihadapi pada

saat ini, dimana keberhasilan siswa dalam mengikuti suatu pelajaran dapat dilihat

dari hasil yang diperoleh peserta didik tersebut.

Hal ini dapat dilihat dari data dinas pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara

tiga tahun terakhir yaitu tahun 2012/2013 dengan nilai rata-rata 6,50 tahun

2013/2014 dengan nilai rata-rata 6,50 tahun 2014/2015 dengan nilai rata-rata 6,60

nilai tersebut masih dibawah KKM yaitu 7,00. Hal ini menunjukan masih

rendahnya kemampuan siswa terhadap mata pelajaran IPS Terpadu yang

menyebabkan hasil belajar siswa belum sesuai seperti apa yang diharapkan.

Maslow (1954) dan Mc Clelland (1949) faktor yang mempengaruhi

keberhasilan adalah faktor internal dan eksternal siswa. Adapun faktor yang

termasuk ke dalam faktor internal siswa yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman,

sosial, kognitif (berperestasi), estetika, aktualisasi diri, sedangkan faktor eksternal

siswa yaitu berasal dari guru dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya secara khusus data yang diperoleh dari sekolah yang

direncanakan dijadikan lokasi penelitian yaitu SMPN 1 dan SMPN 5 Badar

Kabupaten Aceh Tenggara menunjukan, bahwa rata-rata nilai ujian sekolah mata

pelajaran IPS Terpadu dari tahun 2012/2013 dengan nilai rata-rata 6,50 tahun

2013/2014 dengan nilai rata-rata 6,45 dan akhir tahun 2014/2015 dengan nilai

(15)

4

rendahnya kemampuan mata pelajaran IPS Terpadu yang menyebabkan hasil

belajar siswa pada mata pelajaran ini belum sesuai harapan.

Selanjutnya data yang berhasil diperoleh dari wawancara dengan guru IPS

Terpadu SMPN 1 dan SMPN 5 Badar Kabupaten Aceh Tenggara ketika pada

awal observasi dilakukan beliau mengatakan bahwa dalam proses belajar, ada

beberapa penyebab seperti siswa sering kesulitan dalam menjawab pertanyaan

mengenai IPS. Hal ini terlihat pada saat proses pembelajaran berlangsung banyak

di antara siswa tampaknya kurang bergairah dan cenderung tidak aktif. Selain itu,

rendahnya hasil belajar siswa dapat disebabkan oleh kerumitan materi itu sendiri

karena pelajaran IPS Terpadu tergolong bersifat abstrak dan penyajian ilmu IPS

Terpadu kurang menarik dan membosankan. Hal ini berkaitan dengan kualitas

rancangan pengajaran IPS Terpadu yang disajikan oleh guru dalam kegiatan

pembelajaran, seperti yang di kemukakan oleh Gagne dalam Sanjaya (2005) :

“Mengajar merupakan bagian dari pembelajaran, di mana guru lebih ditekankan

kepada bagaimana merancang atau mengaransemen berbagai sumber dan fasilitas

yang tersedia untuk digunakan atau dimanfaatkan oleh siswa dalam mempelajari

sesuatu”.

Umumnya para guru hanya menekankan penggunaan belajar konvensional,

jarang menggunakan media dalam menyampaikan materi pembelajaran dan jarang

mengaktifkan siswa dalam peroses pembelajaran sehingga tidak terdapat interaksi

dalam pembelajaran.

Dari hasil observasi ditemukan bahwa ada kesenjangan yang terjadi di

lapangan yang membuat proses pembelajaran di dalam kelas tidak berlangsung

(16)

5

diidentifikasi faktor permasalahan yang menjadi penyebab kesenjangan itu terjadi.

Dengan kata lain, prinsip kerjasama dalam kelompok kurang diperhatikan. Jika

dilakukan kerjasama kelompok umumnya yang terjadi adalah siswa yang

berprestasi lebih tinggi yang dominan untuk menguasai materi yang diberikan,

sedangkan siswa yang berprestasi rendah kurang aktif dan terkesan hanya sebagai

penonton saja selama kerjasama dalam kelompok dilakukan. Padahal agar kelas

menjadi lebih produktif, dalam pembelajaran sangat diperlukan kerjasama antara

sesama anggota kelompok yang memiliki latar belakang pengetahuan yang

berbeda dalam memecahkan berbagai permasalahan.

Untuk mewujudkan proses dan hasil belajar siswa yang berkualitas sesuai

dengan harapan masyarakat serta tuntutan kurikulum, maka peranan guru sangat

penting. Dalam kegaitan belajar mengajar guru adalah ujung tombak penentu

keberhasilan belajar siswa. Semua tugas tersebut dilaksanakan dalam upaya

membantu membelajarkan siswa untuk mendapat pengetahuan serta nilai dan

sikap tertentu. Untuk itu guru perlu memahami strategi, metode, media dan

pendekatan-pendekatan yang tepat agar mampu mendorong keberhasilan belajar

siswa.

Menurut Ahmadi (2003:46), faktor utama penyebab pembelajaran di

dalam kelas tidak efektif adalah penggunaan media dan strategi pembelajaran

yang tidak tepat. Pembuatan media pembelajaran yang tepat menurut Sardiman

(1993:24) akan dapat mengatasi masalah sikap pasif siswa yang pada akhirnya

menimbulkan kegairahan dalam belajar dan memungkinkan siswa untuk belajar

(17)

6

dikembangkan guru dengan cara menawarkan media dan strategi pembelajaran

yang berbeda-beda.

Arsyad (2001:15) mengatakan bahwa dalam proses belajar mengajar, ada

dua hal yang perlu diperhatikan yaitu strategi pembelajaran dan media

pembelajaran. Kedua aspek ini sangat berkaitan, di mana pemilihan salah satu

strategi pembelajaran akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai

sehingga dapat menciptakan pembelajaran menjadi efektif. Natawijaya dan Moesa

(1992) juga mengatakan untuk menciptakan suasana pendidikan yang efektif

diperlukan memadai, dan teknik penyajian menarik dengan memilih strategi

belajar yang tepat.

Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat merupakan tuntutan yang

harus dipenuhi oleh seorang peserta didik. Di dalam proses belajar mengajar, guru

harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efesien,

mengena pada tujuan yang diharapkan (Roestiyah, 2008:41). Strategi

pembelajaran ini berkaitan dengan keberhasilan proses belajar mengajar yang

hasilnya akan menentukan prestasi yang akan dicapai oleh siswa. Menurut

Sanjaya (2008:78) strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya

penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan

sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Selain itu,

masih banyak guru di Aceh Tenggara yang menggunakan strategi pembelajaran

yang sama untuk semua pokok bahasan, selain itu kebanyakan guru di Aceh

Tenggara menggunakan strategi pembelajaran yang berorientasi kemauannya

(18)

7

memilih strategi pembelajaran yang tepat untuk satu pokok mata pelajaran

tertentu sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa.

Nurhadi (2005:34) mengatakan bahwa kebanyakan guru di Indonesia

masih cenderung menggunakan strategi pembelajaran ekspositori yakni strategi

pembelajaran yang beorienasti pada guru. Masih banyak guru beranggapan bahwa

strategi ekspositori lebih baik dari strategi yang lain.

Hal serupa juga ditemukan di SMP Negeri 1 Badar dan SMP Negeri 5

Badar Kab. Aceh Tenggara. Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan

pada observasi awal pada guru-guru SMP Negeri 1 Badar dan SMP Negeri 5

Badar Kab. Aceh Tenggara khususnya pada guru-guru mata pelajaran IPS

Terpadu menunjukkan bahwa guru-guru mata pelajaran IPS Terpadu di SMP

Negeri 1 Badar dan SMP Negeri 5 Badar Kab. Aceh Tenggara masih cenderung

menggunakan strategi pembelajaran yang berorientasi pada guru (teacher

centered). Padahal Gropper (1990) mengatakan bahwa strategi pembelajaran yang

baik merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan

tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Hal ini menunjukkan, bahwa masih

banyak guru di Indonesia menggunakan strategi pembelajaran bukan melalui

pemilihan atau latihan dan tidak memikirkan kefektifan strategi pembelajaran

yang digunakan untuk mencapi tujuan instruksional secara maksimal.

Begitu juga dengan penggunaan media, melalui identifikasi masalah yang

dilakukan pada observasi awal terhadap guru-guru khususnya guru-guru mata

pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Badar dan SMP Negeri 5 Badar menunjukkan

bahwa sebagian besar guru IPS Terpadu tidak menggunakan media saat proses

(19)

8

(1993:30) akan dapat mengatasi masalah sikap pasif siswa, yang pada akhirnya

menimbulkan kegairahan dalam belajar dan memungkinkan anak untuk belajar

sendiri.

Pengetahuan akan semakin abstrak apabila hanya disampaikan melalui

bahasa verbal yang memungkinkan terjadinya verbalisme yang artinya siswa

mengerti tentang kata tanpa memahami dan mengerti makna yang terkandung

dalam kata tersebut. Untuk mengajarkan materi pelajaran yang tergolong abstrak

dan sulit diajarkan seharusnya guru menggunakan media yang tepat agar siswa

lebih mudah memahaminya, salah memilih media malah membuat siswa tidak

mengerti bahkan semakin bingung, sebab banyak materi IPS Terpadu yang

tergolong abstrak dan sulit diajarkan, seperti sistem penyimpangan sosial yang

terjadi dalam kehidupan masyarakat. Dari hal di atas dapat disimpulkan , bahwa

saat pembelajaran seorang guru IPS Terpadu harus memiliki dan menggunakan

medai agar tidak terjadi verbalisme siswa sehingga pengetahuan siswa tidak

anstrak tetapi akan menjadi konkret.

Di antara banyak media untuk mengajarkan materi pembelajaran yang

tergolong abstrak dan sulit diajarkan seperti materi memahami permasalahan

sosial berkaitan dengan pertumbuhan jumlah penduduk misalnya peneliti

mencoba menggunakan media animasi dan media gambar diam. Karena kedua

media tersebut menurut peneliti dapat memberikan pengaruh terhadap kemajuan

hasil belajar siswa, khususnya pembelajaran IPS Terpadu. Penggunaan kedua

jenis media ini terutama saat menjelaskan hal-hal yang abstrak dari pokok

bahasan tersebut misalnya: animasi dari Pokok bahasan pada materi semester 1

(20)

9

flora dan fauna dan keadaan penduduk indonesia. Kehadiran media tersebut, baik

animasi atau gambar diam akan sangat membantu siswa untuk dapat memahami

bagaimana penyimpangan sosial berlangsung dalam kehidupan masyarakat.

Pemilihan media ini didasari oleh berbagai penelitian tentang media

Animasi dan media gambar diam, antara lain : Talib (2005:58) menerangkan

hasil-hasil penelitian tentang keunggulan penggunaan animasi komputer, antara

lain : animasi komputer dapat meningkatkan penemuan lingkungan, dapat

merubah pandangan alternatif siswa, mendukung kolaborasi belajar, menciptakan

proses teknologi, meningkatkan pemahaman konsep ilmiah, meningkatkan gaya

belajar belajar, meningkatkan hasil belajar, dan menstimulasi kemampuan

memecahkan masalah secara ilmiah. Hasilnya dapat menegaskan, bahwa

penggunaan animasi komputer pada pembelajaran sangat potensial untuk

merangsang siswa dalam mencapai tujuan belajar mereka. Dalton (2006:3)

menjelaskan, bahwa animasi komputer dapat meningkatkan hasil belajar

mahasiswa secara signifikan dari pada yang hanya diperlihatkan dengan teks

dalam waktu yang sama. Lebih lanjut dikatakan bahwa animasi dapat

meningkatkan penyimpanan memori jangka penjang yang lebih baik bagi siswa

dibandingkan dengan gambar sederhana. Menurut Nichollas dan Merkel (1996:2)

animasi lebih efektif dari pada urutan gambar diam dalam proses pembelajaran.

Selain media pembelajaran faktor lain yang penting dalam proses belajar

mengajar adalah karakteristik siswa yang diajar. Bagi para guru yang ingin

sukses pada masa mendatang, sangatlah penting untuk mengetahui apa yang

berlangsung di dalam kepala mereka, yang mereka pikirkan, yang membuat

(21)

10

ruang untuk tumbuh dan sepenuhnya mengembangkan potensi belajar. Banyak

sekali alasan yang mendasari siswa benar-benar mendapat masalah dalam belajar,

dan banyak orang merasa sangat sulit untuk mempertahankan kinerja, kini

menjadi jelas bahwa rahasia sukses dalam belajar dan mengajar terletak pada

pengenalan seseorang terhadap dirinya sendiri, gaya, potensinya, dan

konsekuensi-konsekuensi yang ditimbulkannya. Manfaat terbesar dari seluruh

aspek pengenalan diri akan tampak jelas bukan hanya dalam bidang pembelajaran,

pengajaran, dan pengkajian, melainkan juga dalam kehidupan pribadi.

Apa bila siswa dibiarkan belajar dengan gaya mereka sendiri, dan

menemukan lingkungan yang sesuai dengan kegiatan-kegiatan mereka, tidak ada

batasan untuk pencapaian manusia, dan mereka benar-benar mampu

melakukannya dengan tingkat stres yang jauh lebih kecil dan kegembiraan yang

jauh lebih besar. Para guru akan lebih mengerti tentang kebutuhan belajar yang

sesungguhnya dari para murid, dan mereka lebih memperhatikan gaya mengajar

mereka sendiri, serta sesuai atau tidaknya hasil yang diperoleh. Hal ini akan

menumbuhkan sikap yang lebih baik terhadap pembelajaran dalam suatu

kelompok besar siswa yang tidak dapat belajar baik dengan metode pengajaran

tradisional, yang membuat mereka percaya bahwa mereka memang bodoh dan

sering kehilangan gairah untuk belajar seumur hidup. Namun, apabila mereka

didorong untuk belajar dengan cara mereka sendiri, dengan memanfaatkan

prefensi gaya mereka sendiri yang unik, biasanya mereka menjadi sangat

bergairah menyelesaikan tugas-tugas belajar mereka dan benar-benar menjadi

(22)

11

Pengetahuan tentang gaya belajar membantu para guru untuk menciptakan

lingkungan belajar yang bersifat multi-indrawi, yang melayani sebaik mungkin

kebutuhan individual setiap murid. Dengan memanfaatkan „ konsep keragaman”

dan menerima gaya belajar yang berbeda, para guru menjadi lebih efektif dalam

menentukan strategi-strategi pengajaran dan murid akan menjadi pelajar yang

lebih percaya diri dan puas dengan kemajuan belajar mereka. Sehingga semua

orang juga akan menjadi lebih efektif dalam hubungan interpersonal karena

pemahaman mereka terhadap keragaman manusia memberi sarana baru yang lebih

baik untuk sukses dalam berinteraksi. Ketika mereka mengenal gaya unik mereka,

cara mereka menyerap informasi secara efektif, dengan sendirinya mereka akan

mencapai tujuan, menjadi pembelajar seumur hidup yang sukses dengan gaya

mereka sendiri.

Berdasarkan paparan latar belakang di atas, penulis merasa perlu

mengangkat permasalahan yang ada ke dalam suatu bentuk penelitian dengan

judul “ Pengaruh Media Pembelajaran dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar

IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMPN 1 Badar dan SMPN 5 Badar Kab. Aceh

Tenggara“.

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, dapat diidentifikasi bahwa

masalah-masalah yang esensial dalam dunia pendidikan adalah rendahnya mutu

pendidikan. Rendahnya mutu pendidikan ini pada akhirnya terlihat dalam

rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Dari fenomena tersebut akan

muncul berbagai pertanyaan menyangkut latar belakang rendahnya hasil belajar

(23)

12

diterapkan selama ini? Apakah media pembelajaran IPS kurang menarik perhatian

siswa? apakah metode pembelajaran IPS kurang menarik perhatian siswa?

Apakah teknik pembelajaran IPS yang digunakan tidak sesuai dengan

karakteristik siswa? Apakah kelengkapan sarana dan prasarana dapat

mempengaruhi hasil belajar siswa? Apakah gaya belajar dapat mempengaruhi

hasil belajar siswa? Apakah ada hubungan signifikan antara media pembelajaran

dengan hasil belajar siswa? Apakah ada perbedaan antara siswa yang memiliki

gaya belajar tinggi dengan siswa yang memiliki gaya belajar siswa rendah dengan

hasil belajar IPS siswa? Apakah ada interaksi antara media pembelajaran dan gaya

belajar terhadap hasil belajar IPS siswa?

1.3Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas terlihat bahwa luas lingkup

permasalahan, maka untuk mencegah pembahasan tidak terlalu melebar dan tepat

pada sasaran yang dibahas, maka penelitian ini dibatasi pada penerapan media

pembelajaran yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Media pembelajaran yang

dipilih adalah media animasi dan media gambar diam. Bersamaan dengan itu

diteliti juga pengaruh karakteristik gaya belajar siswa yaitu gaya belajar visual

dan gaya belajar auditori terhadap hasil IPS siswa. Hasil belajar siswa dibatasi

pada ranah kognitif Taksonomi Bloom dengan materi memahami permasalahan

sosial berkaitan dengan pertumbuhan jumlah penduduk di kelas VIII SMP Tahun

Ajaran 2014/ 2015. Penelitian ini berlangsung pada siswa kelas VIII SMP N 1

(24)

13

1.4Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah yang

dikemukakan di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai

berikut:

1. Apakah hasil belajar IPS siswa yang diajar dengan media animasi lebih tinggi

daripada siswa yang diajar dengan media gambar diam?

2. Apakah hasil belajar IPS siswa yang memiliki gaya belajar visual lebih tinggi

daripada siswa yang memiliki gaya belajar auditori?

3. Apakah terdapat interaksi antara media pembelajaran dengan gaya belajar

terhadap hasil belajar IPS siswa?

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang dirumuskan, tujuan penelitian ini adalah

untuk mengetahui dan mendeskripsikan :

1. Hasil belajar IPS siswa yang diajar dengan media pembelajaran animasi lebih

tinggi dari siswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran

gambar diam.

2. Siswa yang memiliki gaya belajar visual memiliki hasil belajar lebih tinggi

daripada siswa yang memiliki gaya belajar auditori.

3. Interaksi antara media pembelajaran dan gaya belajar dalam mempengaruhi

(25)

14

1.6Manfaat Penelitian

a. Manfaat Teoretis

1. Untuk menambah dan mengembangkan khasanah pengetahuan tentang

media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, materi pelajaran,

karakteristik siswa.

2. Sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan

media pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran IPS.

3. Sebagai bahan referensi yang dapat digunakan untuk memperoleh

gambaran mengenai pengaruh media pembelajaran animasi terhadap hasil

belajar IPS siswa.

b. Manfaat Praktis

1. Sebagai sumbangsih informasi bagi guru-guru, pengelola, pengembang,

dan lembaga-lembaga pendidikan dalam menjawab dinamika kebutuhan

siswa

2. Sebagai umpan balik bagi guru IPS dalam upaya meningkatkan hasil

belajar IPS siswa melalui media pembelajaran animasi

3. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan inovasi dalam

(26)

116

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, A. 2003. Psikologi Umum. Jakarta : Rineka Cipta

Anderson, O.W. dan Krathwohl, D.R. 2001. A Taxonomy for Learning Teaching and Assesning. New York: Addison Wesley Longman

Arief S. Sadiman, dkk. 2009. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan. Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Press

Arikunto, Suharsimi. 2009 (Edisi Revisi). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta : Rajagrafindo Persada Asri, Budiningsih. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta

Bloom, Benjamin .S. Gf. Madausan d. J. T Hesting. 1965. Evaluation to Imprpve Learning. New York : Mc Gran Hill Book Company.

Briggs, M. L. 1982. Learning Theories For Teachers. New York : Harper & Row. Degeng, N.S. 2000. Pedoman Penyusunan Bahan Ajar. Lembaga Pengembangan

Pendidikan dan Pembelajaran (LP3). Universitas Negeri Malang. De Porter, B., Mike Hernacki. 2004. Quantum Learning. Bandung: Kaifa

Gagne, R.M 1985. The Conditions of Learning and Theory of Instruction (4th ed). Orlando : Holt, Rinehart, and Winston.

Hasan, Helmi dkk. 2003. Buku Ajar Strategi Belajar Mengajar, Padang: UNP. Hamzah Sulaiman, Amir. 1988. Media Audio Visual, Untuk Pengajaran

Penerapan dan Penyuluhan, Jakarta: Grafindo.

Heinich R., Molenda M., & Russel J.D. 1990. Instructional Media and The Technologies of Instruction (third ed). New York. Med Millan

Joyce Bruce and Weil Marsha. 1986. Models Of Teaching. New Delhi. Prentice Hall.

Kemp, J, E. 1994. The Intructional Design Process: A Plan for Unit and Course Development. California: Fearon Publishers, Inc.

(27)

117

Munadi, Yudhi. 2008. Media Pembelajaran, Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada Press.

Nasution, S. 2002. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara

Prasnig, Barbara. 2007. The Power of Learning Style. Bandung : Kaifa

Reigeluth, C. M. 1983. Instructional Design Theory of Models : An Overview of Their Current Status. London : Prentice Hall

Romiszwoski, AJ. 1981. Instructional Design System, Decision Making in Course Planning and Curriculum Design. London : Prentice Hall

Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Sabri, Ahmad. 2007. Strategi Belajar Mengajar & Micro Teaching. Jakarta: Quantum Teaching.

Sadiman, A.S. 1986. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada Sagala,T. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: alfabeta

Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan Desai Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

__________________. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Sudijono, Anas. 2009. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : Rajagrafindo Persada.

Sudjana. 2002.Metode Statistik.Bandung: Tarsito

Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

Gambar

Tabel 4.13 Uji Homogenitas Data Gaya Belajar Siswa  .................................
Gambar 4.2 Hasil Belajar IPS Siswa yang  Dibelajarkan                      dengan Media Pembelajaran Gambar Diam ...............................
gambar diam.
gambaran mengenai pengaruh media pembelajaran animasi terhadap hasil

Referensi

Dokumen terkait

Kepada siswa yang masih mempunyai gaya belajar yang rendah terhadap mata pelajaran IPS Teepadu hendaknya menciptakan gaya belajar yang bervariasi dan inovatif terhadap

siswa dengan gaya belajar auditori dan visual tidak akan memiliki aktivitas. belajar yang tinggi selama pembelajaran sehingga hasil belajarnya

Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai gaya belajar visual lebih baik daripada siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik; (3a) Pada model pembelajaran

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan media audio visual lebih baik dari pada media kolase pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII

Dalam penelitian ini siswa yang mempunyai gaya belajar visual yang pembelajarannya menggunakan media pembelajaran flash berindikasi memiliki nilai hasil belajar

dengan gaya belajar visual, auditorial atau kinestetik; (3) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang mempunyai hasil belajar lebih baik, siswa dengan

visual mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan siswa dengan gaya belajar kinestetik, sedangkan siswa dengan gaya belajar

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan media audio visual lebih baik dari pada media kolase pada mata pelajaran IPS