i
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh hasil belajar IPS siswa dengan menggunakan media pembelajaran animasi dan media pembelajaran gambar diam, untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh hasil belajar IPS siswa yang memiliki gaya belajar visual dan gaya belajar auditori, untuk mengetahui dan mendeskripsikan interaksi antara media pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar IPS siswa.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang berada di kelas VIII SMPN 1 Badar dan SMPN 5 Badar dimana sampel diambil dengan menggunakan cluster random sampling dan ditetapkan kelas pertama yaitu SMPN 1 Badar diterapkan media pembelajaran animasi dan kelas kedua yaitu SMPN 5 Badar diterapkan media pembelajaran gambar diam. Sebelum perlakuan diberikan, terlebih dahulu sampel penelitian diberikan tes gaya belajar untuk membedakan gaya belajar siswa. Sebelum tes hasil belajar digunakan untuk menguji hipotesis terlebih dahulu tes diujicobakan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas tes. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan Anava 2 jalur dimana sebelumnya dilakukan uji persyaratan data yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung = 10,53 > Ftabel = 3,28 pada taraf signifikan α = 0,05. Terdapat pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung = 5,19 > Ftabel = 3,28 pada taraf signifikan α = 0,05 dan terdapat interaksi antara media pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung = 4,44 > Ftabel = 3,28 pada taraf signifikan α = 0,05.
ii ABSTRACT
Sri Rahmawati, NIM 8136122051. The Effect of Instructional Media and Learning Styles Toward Students Achievement Grade VIII Junior High School Country of 1 Badar and Junior High School Country of 5 Badar, District of Southeast Aceh, Academic Year 2015/2016, Postgraduate School of the State University Of Medan, 2015
This research aims to identify and describe the effect of social sciences students learning outcomes who applied animation instructional media and still image instructional media, to identify and describe the effect of social sciences students learning outcomes who have visual learning styles and auditory learning styles to identify and describe the interaction between instructional media and learning styles toward social sciences students learning outcomes.
The population in this research were all students who are in Grade VIII Junior High School Country of 1 Badar and Junior High School Country of 5 Badar which the sample was taken using cluster random sampling where the first class is Junior High School Country of 1 Badar applied animation instructional media and the second class is Junior High School Country of 5 Badar applied still image instructional media. Before the treatment was given, for the first the sample given a test to differentiate the learning style of students achievement. Before the achievement test used to test the hyphoteses, the test tested to determine the level of validity and reliability of the test. The research hyphoteses tested by using Anava 2 tails where previous test data requirements that normality test and homogenity test.
Hypothesis testing results indicate that there is the ffect of instructional media toward student learning outcomes. This is indicated by Fvalue = 10.53 > F
table = 3.28 at the significant level α = 0.05. There is the effect of learning styles to student learning outcomes. This is indicated by Fvalue = 5.19 > Ftable = 3.28 at the significant level α = 0.05 and there was an interaction between instructional media and learning styles to student learning outcomes. This is indicated by Ftable
= 4.44 > Ftable = 3.28 at the significant level α = 0.05.
The conclusion of this research are; animation instructional media better to applied to students who have a visual learning style while instructional media still images would be better applied to students who have auditory learning style and there is interaction between instructional media and learning styles toward student learning outcomes. And is recommended for teachers to give attention to use instructional media in teaching social studies at school, and for the managers of educational institutions need to provide training on the manufacture of instructional media for learning social sciences accordance with the objectives expected to be achieved
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,karena dengan rahmat-Nya penulis mampu menyelesaikan tesis ini. Tesis yang ada dihadapan pembaca ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Magister Pendidikan Program Studi Teknologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.
Tesis ini berjudul Pengaruh Media Pembelajaran dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Badar Dan SMP Negeri 5 Badar Kabupaten Aceh Tenggara. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Prof. Dr. Effendi. Napitupulu, M.Pd selaku dosen pembimbing I dan Bapak Dr. Baharuddin, ST. M.Pd selaku dosen pembimbing II yang dengan sabar memberikan arahan, saran, bimbingan dan motivasi serta meluangkan waktunya kepada penulis sejak awal kuliah hingga penyelesaian tesis ini. Selanjutnya ucapan terimakasih disampaikan kepada:
1. Bapak Rektor UNIMED Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd.
2. Bapak Prof. Dr. Abdul Muin Sibuea, M.Pd, selaku Direktur Program Pascasarjana UNIMED.
3. Bapak Prof. Dr. Bernok Sinaga. M.Pd, selaku Asisten Direktur I Pascasarjana UNIMED.
4. Bapak Prof. Dr. Busmin Gurning, M.Pd, selaku Asisten Direktur II Pascasarjana UNIMED.
iv
6. Bapak Dr.Mursid,M.Pd, selaku sekretaris program Studi Teknologi Pendidikan,dan selaku nara sumber pada sidang tesis ini yang sudah banyak memberikan masukan demi penyempurnaan tesis ini.
7. Bapak dan Ibu dosen Program Studi teknologi pendidikan yang telah banyak memberikan pengetahuaan,arahan dan bimbingan kepada penulis selama menempuh pendidikan di Program Studi Teknologi pendidikan 8. Bapak Asrul, S.Pd.I, M.Pd, selaku Staf Tata Usaha Program Studi
Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNIMED.
9. Kepala sekolah SMP N 1 Badar, bapak Indra Gunawan,S.Pd ,bapak Najemi, S.Pd, M.Pd dan Ibu kepala sekolah SMP N 5 Badar Ibu Elidja Magdja, S.Pd, M.Pd. Serta seluruh keluarga besar SMP N 1 dan SMP N 5 Badar Kabupaten Aceh Tenggara.
10.Rekan-rekan Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Teknologi Pendidikan Angkatan XXIII / B Eksekutif ( TP B-II ).
11.Ayahanda (Alm) Zainal Abidin Selian, BA dan Ibunda Hj. Fauziah Har sebagai orang tua tercinta yang tidak pernah berhenti mendo’akan penulis dan memberi restu serta dukungan untuk selalu menuntut ilmu sampai kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Serta kepada keluarga besar kedua belah pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu penulis didalam menyelesaikan pendidikan ini.
12.Suami tercinta Serma Salidun, Pagan yang selalu memberikan dukungan moral mau pun moril serta do’a dan pengertian sehingga penulis dapat
v
13.Teristimewa penulis persembahkan tesis ini adalah untuk buah hatiku Ayunda Wulansari, Ragif Al Khadafi dan Bilbina Adelia yang selalu tulus iklas dan sabar di tinggal penulis untuk melanjutkan pendidikan. Dan juga untuk kakandaku Sri Mila Susilawati, M.Pd, teman seperjuangan di dalam menempuh dan melanjutkan program Studi Pascasarjana UNIMED.
14.Saudara/i, rekan-rekan, sahabat dan handaitolan yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu penulis mulai dari awal perkulihan sampai dengan penyelesaian tesis ini, penulis mengucapkan banyak terimakasih.
Hendaknya semua kebaikan dan bantuan yang di berikan kepada penulis menjadi amal ibadah dan kebajikan. Akhirnya penulis menyadari bahwa tesis ini masih ada kekurangan sehingga diharapkan adanya peneliti lanjut. Semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya.
Medan, Januari 2016 Penulis
vi
1.2 Identifikasi Masalah ... 12
1.3 Batasan Masalah ... 13
1.4 Rumusan Masalah ... 13
1.5 Tujuan Penelitian ... 13
1.6 Manfaat Penelitian ... 14
BAB II KAJIAN TEORITIS, KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS 3.1Tempat dan Waktu Penelitian ... 51
3.2 Populasi dan Sampel ... 51
3.3 Metode dan Rancangan Penelitian ... 52
3.4 Prosedur dan Pelaksanaan Penelitian ... 53
3.5 Pengontrol Perlakuan ... 55
3.6 Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian ... 57
3.7 Pengujian Validitas Dan Reliabalitas Instrumen ... 59
vii BAB IV HASIL PENELITIAN
4.1 Deskripsi Hasil Penelitian ... 69
4.2 Pengujian Persyaratan Secara Analisis ... 81
4.3 Pengujian Hipotesis ... 87
4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 97
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 104
5.2Implikasi ... 104
5.3Saran ... 106
DAFTAR PUSTAKA ... 107
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Taksonomi Ranah Kognitif (Lorin Anderson) ... 18
Tabel 2.2. Kelompok Media Instruksional ... 26
Table 2.3. Klasifikasi & Jenis Media ... 27
Table 2.4. Perbedaan Gaya belajar Visual dan Auditori ... 41
Tabel 3.1. Jumlah Siswa dalam Penelitian ... 51
Tabel 3.2. Desain Penelitian Faktorial 2x2 ... 52
Tabel 3.3. Kisi-kisi Tes Hasil Belajar ... 58
Tabel 3.4. Kisi-kisi Gaya Belajar ... 59
Tabel 4.1. Distribusi Data Hasil Belajar Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Animasi ... 69
Tabel 4.2. Distribusi Data Hasil Belajar Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Gambar Diam... 71
Tabel 4.3. Distribusi Data Hasil Belajar IPS Siswa yang Memiliki Gaya Belajar Visual ... 72
Tabel 4.4 Distribusi Data Hasil Belajar IPS Siswa yang Memiliki Gaya Belajar Auditori ... 74
Tabel 4.5 Distribusi Data Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan Media Gambar Animasi Dengan Gaya Belajar Visual ... 75
Tabel 4.6. Distribusi Data Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan Media Gambar Animasi Dengan Gaya Belajar Auditori ... 77
Tabel 4.7. Distribusi Data Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan Media Gambar Diam Dengan Gaya Belajar Visual ... 78
Tabel 4.8. Distribusi Data Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan Media Gambar Diam Dengan Gaya Belajar Auditori ... 80
ix
Tabel 4.10. Uji Normalitas Data Gaya Belajar Siswa ... 82 Tabel 4.11. Uji Normalitas Data Siswa Yang Diajarkan Dengan
Menggunakan Media dan Gaya Belajar ... 83 Tabel 4.12 Uji Homogenitas Data Siswa Yang Diajarkan Dengan
Menggunakan Media Animasi dan Media Gambar Diam ... 85 Tabel 4.13 Uji Homogenitas Data Gaya Belajar Siswa ... 86 Tabel 4.14. Uji Homogenitas Data Siswa Yang Diajarkan Dengan
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1.Grafik Pretes Hasil Belajar Antara Kedua Kelas ... 70 Gambar 4.2 Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan
dengan Media Pembelajaran Gambar Diam ... 72 Gambar 4.3 Hasil Belajar IPS Siswa yang Memiliki Gaya Belajar Visual .... 73 Gambar 4.4. Hasil Belajar IPS Siswa yang Memiliki Gaya Belajar
Auditori ... 75 Gambar 4.5. Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan
Media Pembelajaran Animasi dengan Gaya Belajar Visual ... 76 Gambar 4.6 Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan
Media Pembelajaran Animasi dengan Gaya Belajar Auditori ... 77 Gambar. 4.7. Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan
Media Pembelajaran Gambar Diam Dengan Gaya
Belajar Visual ... 79 Gambar 4.8 Hasil Belajar IPS Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan
Media Pembelajaran Gambar Diam Dengan Gaya
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Silabus Pembelajaran ... 118
Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 123
Lampiran 3 Instrumen Angket Gaya Belajar Siswa ... 141
Lampiran 4 Validitas Instrumen Tes Hasil Belajar Siswa ... 143
Lampiran 5 Instrumen Angket Gaya Belajar Siswa ... 155
Lampiran 6 Data Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Sel Anava ... 157
Lampiran 7 Distribusi Frekuensi Data Penelitian ... 158
Lampiran 8 Perhitungan Statistik Dasar ... 167
Lampiran 9 Perhitungan Normalitas Data Dengan Lilliefors ... 179
Lampiran 10 Uji Homogenitas Varians Sebaran Kelompok Subjek ... 186
Lampiran 11 Analisis Faktorial 2 x 2 ... 188
Lampiran 12 Uji Lanjut dengan Uji Tuckey ... 193
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Peningkatan mutu pendidikan, merupakan prioritas utama dalam
pengembangan pendidikan saat ini. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah
dalam rangka mencapai tujuan tersebut adalah dengan peningkatan sumber daya
manusia maupun sumber daya non manusia. Salah satu di antaranya adalah
peningkatan proses pembelajaran. Proses pembelajaran adalah sebuah sistem
karena dapat dipastikan bahwa sumber keberhasilan pembelajaran di sekolah
terkait dengan sejumlah komponen yang terlibat di dalamnya. Komponen yang
dimaksud adalah kurikulum, strategi, guru, media, metode, siswa serta yang
melingkupi proses pembelajaran dan pendidikan itu sendiri.
Penggunaan media pembelajaran perlu dipertimbangkan dalam proses
pembelajaran karena media pembelajaran sangat menentukan dalam penguasaan
materi yang diajarkan karena media pembelajaran dapat meningkatkan hasil
belajar siswa. Muhadi (2008:5) mengatakan bahwa media sangat dibutuhkan
dalam proses pembelajaran karena media merupakan bahasa guru untuk
menyampaikan maksud dan perasaan guru kepada siswa. Lebih lanjut Muhadi
(2008:5) mengemukakan bahwa siswa akan lebih mudah dan cepat mengerti apa
yang disampaikan oleh guru jika guru tersebut menggunakan media saat proses
pembelajaran berlangsung. Begitu juga dengan pemilihan strategi pembelajaran
yang tepat juga sangat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam menguasai materi
pelajaran. J.R. David (Gulo ; 2008:8) mengemukakan ialah plan, methode, or
series achtivities designed to achieves a particular educational. Menurut
2
pengertian ini strategi belajar mengajar meliputi rencana, metode, dan perangkat
kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.
Kegiatan inti belajar merupakan proses pembelajaran untuk mencapai
kompetensi dasar (KD). Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, megaya belajar peserta didik berpartisipasi
aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreaktivitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan pembelajaran IPS
Terpadu serta psikologis peserta didik.
Hasil belajar merupakan kemampuan aktual yang dapat diukur dan
berwujud penguasaan ilmu pengetahuan, sikap, keterampilan dan nilai-nilai yang
dicapai oleh siswa sebagai hasil proses belajar mengajar di sekolah. Prestasi
belajar siswa yang baik dimana seorang siswa memiliki gambaran kemampuan
yang diperoleh dari hasil penilaian proses belajar siswa dalam mencapai tujuan
pengajaran.
Dalam memperoleh hasil belajar yang baik bagi siswa, guru memegang
peranan penting dalam keberhasilan siswa, walaupun sebaik apa kurikulum yang
disajikan, sarana prasarana terpenuhi, tetapi bila guru belum berkualitas maka
proses belajar mengajar belum dikatakan baik. Oleh sebab itu guru bukan hanya
mengajar, melainkan mempunyai makna sadar dan kritis terhadap mengajar dan
menggunakan kesadaran dirinya untuk mengadakan perubahan-perubahan dan
perbaiakan pada proses pembelajaranya. Seorang guru ideal akan mampu
bertindak dan berfikir kritis dalam menjalankan tugasnya secara propesional dan
dapat menemukan alternatif yang harus diambil dalam proses belajar mengajar
3
Namun pada kenyataanya kualitas pendidikan IPS Terpadu di Aceh
Tenggara belum mencapai hasil yang diharapkan, hingga tidak mengherankan bila
prestasi belajar IPS Terpadu juga perlu diperhatikan oleh berbagai pihak, baik
oleh pemerintah dan oleh guru sebagai pelaku pendidikan itu sendiri. Rendahnya
nilai mata pelajaran IPS Terpadu siswa merupakan masalah yang dihadapi pada
saat ini, dimana keberhasilan siswa dalam mengikuti suatu pelajaran dapat dilihat
dari hasil yang diperoleh peserta didik tersebut.
Hal ini dapat dilihat dari data dinas pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara
tiga tahun terakhir yaitu tahun 2012/2013 dengan nilai rata-rata 6,50 tahun
2013/2014 dengan nilai rata-rata 6,50 tahun 2014/2015 dengan nilai rata-rata 6,60
nilai tersebut masih dibawah KKM yaitu 7,00. Hal ini menunjukan masih
rendahnya kemampuan siswa terhadap mata pelajaran IPS Terpadu yang
menyebabkan hasil belajar siswa belum sesuai seperti apa yang diharapkan.
Maslow (1954) dan Mc Clelland (1949) faktor yang mempengaruhi
keberhasilan adalah faktor internal dan eksternal siswa. Adapun faktor yang
termasuk ke dalam faktor internal siswa yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman,
sosial, kognitif (berperestasi), estetika, aktualisasi diri, sedangkan faktor eksternal
siswa yaitu berasal dari guru dalam proses pembelajaran.
Selanjutnya secara khusus data yang diperoleh dari sekolah yang
direncanakan dijadikan lokasi penelitian yaitu SMPN 1 dan SMPN 5 Badar
Kabupaten Aceh Tenggara menunjukan, bahwa rata-rata nilai ujian sekolah mata
pelajaran IPS Terpadu dari tahun 2012/2013 dengan nilai rata-rata 6,50 tahun
2013/2014 dengan nilai rata-rata 6,45 dan akhir tahun 2014/2015 dengan nilai
4
rendahnya kemampuan mata pelajaran IPS Terpadu yang menyebabkan hasil
belajar siswa pada mata pelajaran ini belum sesuai harapan.
Selanjutnya data yang berhasil diperoleh dari wawancara dengan guru IPS
Terpadu SMPN 1 dan SMPN 5 Badar Kabupaten Aceh Tenggara ketika pada
awal observasi dilakukan beliau mengatakan bahwa dalam proses belajar, ada
beberapa penyebab seperti siswa sering kesulitan dalam menjawab pertanyaan
mengenai IPS. Hal ini terlihat pada saat proses pembelajaran berlangsung banyak
di antara siswa tampaknya kurang bergairah dan cenderung tidak aktif. Selain itu,
rendahnya hasil belajar siswa dapat disebabkan oleh kerumitan materi itu sendiri
karena pelajaran IPS Terpadu tergolong bersifat abstrak dan penyajian ilmu IPS
Terpadu kurang menarik dan membosankan. Hal ini berkaitan dengan kualitas
rancangan pengajaran IPS Terpadu yang disajikan oleh guru dalam kegiatan
pembelajaran, seperti yang di kemukakan oleh Gagne dalam Sanjaya (2005) :
“Mengajar merupakan bagian dari pembelajaran, di mana guru lebih ditekankan
kepada bagaimana merancang atau mengaransemen berbagai sumber dan fasilitas
yang tersedia untuk digunakan atau dimanfaatkan oleh siswa dalam mempelajari
sesuatu”.
Umumnya para guru hanya menekankan penggunaan belajar konvensional,
jarang menggunakan media dalam menyampaikan materi pembelajaran dan jarang
mengaktifkan siswa dalam peroses pembelajaran sehingga tidak terdapat interaksi
dalam pembelajaran.
Dari hasil observasi ditemukan bahwa ada kesenjangan yang terjadi di
lapangan yang membuat proses pembelajaran di dalam kelas tidak berlangsung
5
diidentifikasi faktor permasalahan yang menjadi penyebab kesenjangan itu terjadi.
Dengan kata lain, prinsip kerjasama dalam kelompok kurang diperhatikan. Jika
dilakukan kerjasama kelompok umumnya yang terjadi adalah siswa yang
berprestasi lebih tinggi yang dominan untuk menguasai materi yang diberikan,
sedangkan siswa yang berprestasi rendah kurang aktif dan terkesan hanya sebagai
penonton saja selama kerjasama dalam kelompok dilakukan. Padahal agar kelas
menjadi lebih produktif, dalam pembelajaran sangat diperlukan kerjasama antara
sesama anggota kelompok yang memiliki latar belakang pengetahuan yang
berbeda dalam memecahkan berbagai permasalahan.
Untuk mewujudkan proses dan hasil belajar siswa yang berkualitas sesuai
dengan harapan masyarakat serta tuntutan kurikulum, maka peranan guru sangat
penting. Dalam kegaitan belajar mengajar guru adalah ujung tombak penentu
keberhasilan belajar siswa. Semua tugas tersebut dilaksanakan dalam upaya
membantu membelajarkan siswa untuk mendapat pengetahuan serta nilai dan
sikap tertentu. Untuk itu guru perlu memahami strategi, metode, media dan
pendekatan-pendekatan yang tepat agar mampu mendorong keberhasilan belajar
siswa.
Menurut Ahmadi (2003:46), faktor utama penyebab pembelajaran di
dalam kelas tidak efektif adalah penggunaan media dan strategi pembelajaran
yang tidak tepat. Pembuatan media pembelajaran yang tepat menurut Sardiman
(1993:24) akan dapat mengatasi masalah sikap pasif siswa yang pada akhirnya
menimbulkan kegairahan dalam belajar dan memungkinkan siswa untuk belajar
6
dikembangkan guru dengan cara menawarkan media dan strategi pembelajaran
yang berbeda-beda.
Arsyad (2001:15) mengatakan bahwa dalam proses belajar mengajar, ada
dua hal yang perlu diperhatikan yaitu strategi pembelajaran dan media
pembelajaran. Kedua aspek ini sangat berkaitan, di mana pemilihan salah satu
strategi pembelajaran akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai
sehingga dapat menciptakan pembelajaran menjadi efektif. Natawijaya dan Moesa
(1992) juga mengatakan untuk menciptakan suasana pendidikan yang efektif
diperlukan memadai, dan teknik penyajian menarik dengan memilih strategi
belajar yang tepat.
Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat merupakan tuntutan yang
harus dipenuhi oleh seorang peserta didik. Di dalam proses belajar mengajar, guru
harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efesien,
mengena pada tujuan yang diharapkan (Roestiyah, 2008:41). Strategi
pembelajaran ini berkaitan dengan keberhasilan proses belajar mengajar yang
hasilnya akan menentukan prestasi yang akan dicapai oleh siswa. Menurut
Sanjaya (2008:78) strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya
penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan
sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Selain itu,
masih banyak guru di Aceh Tenggara yang menggunakan strategi pembelajaran
yang sama untuk semua pokok bahasan, selain itu kebanyakan guru di Aceh
Tenggara menggunakan strategi pembelajaran yang berorientasi kemauannya
7
memilih strategi pembelajaran yang tepat untuk satu pokok mata pelajaran
tertentu sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa.
Nurhadi (2005:34) mengatakan bahwa kebanyakan guru di Indonesia
masih cenderung menggunakan strategi pembelajaran ekspositori yakni strategi
pembelajaran yang beorienasti pada guru. Masih banyak guru beranggapan bahwa
strategi ekspositori lebih baik dari strategi yang lain.
Hal serupa juga ditemukan di SMP Negeri 1 Badar dan SMP Negeri 5
Badar Kab. Aceh Tenggara. Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan
pada observasi awal pada guru-guru SMP Negeri 1 Badar dan SMP Negeri 5
Badar Kab. Aceh Tenggara khususnya pada guru-guru mata pelajaran IPS
Terpadu menunjukkan bahwa guru-guru mata pelajaran IPS Terpadu di SMP
Negeri 1 Badar dan SMP Negeri 5 Badar Kab. Aceh Tenggara masih cenderung
menggunakan strategi pembelajaran yang berorientasi pada guru (teacher
centered). Padahal Gropper (1990) mengatakan bahwa strategi pembelajaran yang
baik merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Hal ini menunjukkan, bahwa masih
banyak guru di Indonesia menggunakan strategi pembelajaran bukan melalui
pemilihan atau latihan dan tidak memikirkan kefektifan strategi pembelajaran
yang digunakan untuk mencapi tujuan instruksional secara maksimal.
Begitu juga dengan penggunaan media, melalui identifikasi masalah yang
dilakukan pada observasi awal terhadap guru-guru khususnya guru-guru mata
pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Badar dan SMP Negeri 5 Badar menunjukkan
bahwa sebagian besar guru IPS Terpadu tidak menggunakan media saat proses
8
(1993:30) akan dapat mengatasi masalah sikap pasif siswa, yang pada akhirnya
menimbulkan kegairahan dalam belajar dan memungkinkan anak untuk belajar
sendiri.
Pengetahuan akan semakin abstrak apabila hanya disampaikan melalui
bahasa verbal yang memungkinkan terjadinya verbalisme yang artinya siswa
mengerti tentang kata tanpa memahami dan mengerti makna yang terkandung
dalam kata tersebut. Untuk mengajarkan materi pelajaran yang tergolong abstrak
dan sulit diajarkan seharusnya guru menggunakan media yang tepat agar siswa
lebih mudah memahaminya, salah memilih media malah membuat siswa tidak
mengerti bahkan semakin bingung, sebab banyak materi IPS Terpadu yang
tergolong abstrak dan sulit diajarkan, seperti sistem penyimpangan sosial yang
terjadi dalam kehidupan masyarakat. Dari hal di atas dapat disimpulkan , bahwa
saat pembelajaran seorang guru IPS Terpadu harus memiliki dan menggunakan
medai agar tidak terjadi verbalisme siswa sehingga pengetahuan siswa tidak
anstrak tetapi akan menjadi konkret.
Di antara banyak media untuk mengajarkan materi pembelajaran yang
tergolong abstrak dan sulit diajarkan seperti materi memahami permasalahan
sosial berkaitan dengan pertumbuhan jumlah penduduk misalnya peneliti
mencoba menggunakan media animasi dan media gambar diam. Karena kedua
media tersebut menurut peneliti dapat memberikan pengaruh terhadap kemajuan
hasil belajar siswa, khususnya pembelajaran IPS Terpadu. Penggunaan kedua
jenis media ini terutama saat menjelaskan hal-hal yang abstrak dari pokok
bahasan tersebut misalnya: animasi dari Pokok bahasan pada materi semester 1
9
flora dan fauna dan keadaan penduduk indonesia. Kehadiran media tersebut, baik
animasi atau gambar diam akan sangat membantu siswa untuk dapat memahami
bagaimana penyimpangan sosial berlangsung dalam kehidupan masyarakat.
Pemilihan media ini didasari oleh berbagai penelitian tentang media
Animasi dan media gambar diam, antara lain : Talib (2005:58) menerangkan
hasil-hasil penelitian tentang keunggulan penggunaan animasi komputer, antara
lain : animasi komputer dapat meningkatkan penemuan lingkungan, dapat
merubah pandangan alternatif siswa, mendukung kolaborasi belajar, menciptakan
proses teknologi, meningkatkan pemahaman konsep ilmiah, meningkatkan gaya
belajar belajar, meningkatkan hasil belajar, dan menstimulasi kemampuan
memecahkan masalah secara ilmiah. Hasilnya dapat menegaskan, bahwa
penggunaan animasi komputer pada pembelajaran sangat potensial untuk
merangsang siswa dalam mencapai tujuan belajar mereka. Dalton (2006:3)
menjelaskan, bahwa animasi komputer dapat meningkatkan hasil belajar
mahasiswa secara signifikan dari pada yang hanya diperlihatkan dengan teks
dalam waktu yang sama. Lebih lanjut dikatakan bahwa animasi dapat
meningkatkan penyimpanan memori jangka penjang yang lebih baik bagi siswa
dibandingkan dengan gambar sederhana. Menurut Nichollas dan Merkel (1996:2)
animasi lebih efektif dari pada urutan gambar diam dalam proses pembelajaran.
Selain media pembelajaran faktor lain yang penting dalam proses belajar
mengajar adalah karakteristik siswa yang diajar. Bagi para guru yang ingin
sukses pada masa mendatang, sangatlah penting untuk mengetahui apa yang
berlangsung di dalam kepala mereka, yang mereka pikirkan, yang membuat
10
ruang untuk tumbuh dan sepenuhnya mengembangkan potensi belajar. Banyak
sekali alasan yang mendasari siswa benar-benar mendapat masalah dalam belajar,
dan banyak orang merasa sangat sulit untuk mempertahankan kinerja, kini
menjadi jelas bahwa rahasia sukses dalam belajar dan mengajar terletak pada
pengenalan seseorang terhadap dirinya sendiri, gaya, potensinya, dan
konsekuensi-konsekuensi yang ditimbulkannya. Manfaat terbesar dari seluruh
aspek pengenalan diri akan tampak jelas bukan hanya dalam bidang pembelajaran,
pengajaran, dan pengkajian, melainkan juga dalam kehidupan pribadi.
Apa bila siswa dibiarkan belajar dengan gaya mereka sendiri, dan
menemukan lingkungan yang sesuai dengan kegiatan-kegiatan mereka, tidak ada
batasan untuk pencapaian manusia, dan mereka benar-benar mampu
melakukannya dengan tingkat stres yang jauh lebih kecil dan kegembiraan yang
jauh lebih besar. Para guru akan lebih mengerti tentang kebutuhan belajar yang
sesungguhnya dari para murid, dan mereka lebih memperhatikan gaya mengajar
mereka sendiri, serta sesuai atau tidaknya hasil yang diperoleh. Hal ini akan
menumbuhkan sikap yang lebih baik terhadap pembelajaran dalam suatu
kelompok besar siswa yang tidak dapat belajar baik dengan metode pengajaran
tradisional, yang membuat mereka percaya bahwa mereka memang bodoh dan
sering kehilangan gairah untuk belajar seumur hidup. Namun, apabila mereka
didorong untuk belajar dengan cara mereka sendiri, dengan memanfaatkan
prefensi gaya mereka sendiri yang unik, biasanya mereka menjadi sangat
bergairah menyelesaikan tugas-tugas belajar mereka dan benar-benar menjadi
11
Pengetahuan tentang gaya belajar membantu para guru untuk menciptakan
lingkungan belajar yang bersifat multi-indrawi, yang melayani sebaik mungkin
kebutuhan individual setiap murid. Dengan memanfaatkan „ konsep keragaman”
dan menerima gaya belajar yang berbeda, para guru menjadi lebih efektif dalam
menentukan strategi-strategi pengajaran dan murid akan menjadi pelajar yang
lebih percaya diri dan puas dengan kemajuan belajar mereka. Sehingga semua
orang juga akan menjadi lebih efektif dalam hubungan interpersonal karena
pemahaman mereka terhadap keragaman manusia memberi sarana baru yang lebih
baik untuk sukses dalam berinteraksi. Ketika mereka mengenal gaya unik mereka,
cara mereka menyerap informasi secara efektif, dengan sendirinya mereka akan
mencapai tujuan, menjadi pembelajar seumur hidup yang sukses dengan gaya
mereka sendiri.
Berdasarkan paparan latar belakang di atas, penulis merasa perlu
mengangkat permasalahan yang ada ke dalam suatu bentuk penelitian dengan
judul “ Pengaruh Media Pembelajaran dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar
IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMPN 1 Badar dan SMPN 5 Badar Kab. Aceh
Tenggara“.
1.2Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, dapat diidentifikasi bahwa
masalah-masalah yang esensial dalam dunia pendidikan adalah rendahnya mutu
pendidikan. Rendahnya mutu pendidikan ini pada akhirnya terlihat dalam
rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Dari fenomena tersebut akan
muncul berbagai pertanyaan menyangkut latar belakang rendahnya hasil belajar
12
diterapkan selama ini? Apakah media pembelajaran IPS kurang menarik perhatian
siswa? apakah metode pembelajaran IPS kurang menarik perhatian siswa?
Apakah teknik pembelajaran IPS yang digunakan tidak sesuai dengan
karakteristik siswa? Apakah kelengkapan sarana dan prasarana dapat
mempengaruhi hasil belajar siswa? Apakah gaya belajar dapat mempengaruhi
hasil belajar siswa? Apakah ada hubungan signifikan antara media pembelajaran
dengan hasil belajar siswa? Apakah ada perbedaan antara siswa yang memiliki
gaya belajar tinggi dengan siswa yang memiliki gaya belajar siswa rendah dengan
hasil belajar IPS siswa? Apakah ada interaksi antara media pembelajaran dan gaya
belajar terhadap hasil belajar IPS siswa?
1.3Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas terlihat bahwa luas lingkup
permasalahan, maka untuk mencegah pembahasan tidak terlalu melebar dan tepat
pada sasaran yang dibahas, maka penelitian ini dibatasi pada penerapan media
pembelajaran yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Media pembelajaran yang
dipilih adalah media animasi dan media gambar diam. Bersamaan dengan itu
diteliti juga pengaruh karakteristik gaya belajar siswa yaitu gaya belajar visual
dan gaya belajar auditori terhadap hasil IPS siswa. Hasil belajar siswa dibatasi
pada ranah kognitif Taksonomi Bloom dengan materi memahami permasalahan
sosial berkaitan dengan pertumbuhan jumlah penduduk di kelas VIII SMP Tahun
Ajaran 2014/ 2015. Penelitian ini berlangsung pada siswa kelas VIII SMP N 1
13
1.4Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah yang
dikemukakan di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai
berikut:
1. Apakah hasil belajar IPS siswa yang diajar dengan media animasi lebih tinggi
daripada siswa yang diajar dengan media gambar diam?
2. Apakah hasil belajar IPS siswa yang memiliki gaya belajar visual lebih tinggi
daripada siswa yang memiliki gaya belajar auditori?
3. Apakah terdapat interaksi antara media pembelajaran dengan gaya belajar
terhadap hasil belajar IPS siswa?
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang dirumuskan, tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan mendeskripsikan :
1. Hasil belajar IPS siswa yang diajar dengan media pembelajaran animasi lebih
tinggi dari siswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran
gambar diam.
2. Siswa yang memiliki gaya belajar visual memiliki hasil belajar lebih tinggi
daripada siswa yang memiliki gaya belajar auditori.
3. Interaksi antara media pembelajaran dan gaya belajar dalam mempengaruhi
14
1.6Manfaat Penelitian
a. Manfaat Teoretis
1. Untuk menambah dan mengembangkan khasanah pengetahuan tentang
media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, materi pelajaran,
karakteristik siswa.
2. Sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan
media pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran IPS.
3. Sebagai bahan referensi yang dapat digunakan untuk memperoleh
gambaran mengenai pengaruh media pembelajaran animasi terhadap hasil
belajar IPS siswa.
b. Manfaat Praktis
1. Sebagai sumbangsih informasi bagi guru-guru, pengelola, pengembang,
dan lembaga-lembaga pendidikan dalam menjawab dinamika kebutuhan
siswa
2. Sebagai umpan balik bagi guru IPS dalam upaya meningkatkan hasil
belajar IPS siswa melalui media pembelajaran animasi
3. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan inovasi dalam
116
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, A. 2003. Psikologi Umum. Jakarta : Rineka Cipta
Anderson, O.W. dan Krathwohl, D.R. 2001. A Taxonomy for Learning Teaching and Assesning. New York: Addison Wesley Longman
Arief S. Sadiman, dkk. 2009. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan. Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Press
Arikunto, Suharsimi. 2009 (Edisi Revisi). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta : Rajagrafindo Persada Asri, Budiningsih. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta
Bloom, Benjamin .S. Gf. Madausan d. J. T Hesting. 1965. Evaluation to Imprpve Learning. New York : Mc Gran Hill Book Company.
Briggs, M. L. 1982. Learning Theories For Teachers. New York : Harper & Row. Degeng, N.S. 2000. Pedoman Penyusunan Bahan Ajar. Lembaga Pengembangan
Pendidikan dan Pembelajaran (LP3). Universitas Negeri Malang. De Porter, B., Mike Hernacki. 2004. Quantum Learning. Bandung: Kaifa
Gagne, R.M 1985. The Conditions of Learning and Theory of Instruction (4th ed). Orlando : Holt, Rinehart, and Winston.
Hasan, Helmi dkk. 2003. Buku Ajar Strategi Belajar Mengajar, Padang: UNP. Hamzah Sulaiman, Amir. 1988. Media Audio Visual, Untuk Pengajaran
Penerapan dan Penyuluhan, Jakarta: Grafindo.
Heinich R., Molenda M., & Russel J.D. 1990. Instructional Media and The Technologies of Instruction (third ed). New York. Med Millan
Joyce Bruce and Weil Marsha. 1986. Models Of Teaching. New Delhi. Prentice Hall.
Kemp, J, E. 1994. The Intructional Design Process: A Plan for Unit and Course Development. California: Fearon Publishers, Inc.
117
Munadi, Yudhi. 2008. Media Pembelajaran, Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada Press.
Nasution, S. 2002. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara
Prasnig, Barbara. 2007. The Power of Learning Style. Bandung : Kaifa
Reigeluth, C. M. 1983. Instructional Design Theory of Models : An Overview of Their Current Status. London : Prentice Hall
Romiszwoski, AJ. 1981. Instructional Design System, Decision Making in Course Planning and Curriculum Design. London : Prentice Hall
Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Sabri, Ahmad. 2007. Strategi Belajar Mengajar & Micro Teaching. Jakarta: Quantum Teaching.
Sadiman, A.S. 1986. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada Sagala,T. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: alfabeta
Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan Desai Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
__________________. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Sudijono, Anas. 2009. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : Rajagrafindo Persada.
Sudjana. 2002.Metode Statistik.Bandung: Tarsito
Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.