10
Gambar 2.1 Pramestha Orthophoto Map Sumber : Dokumen Pramestha
Lokasi projek ini berada di kawasan Pramestha cikal bakal kota mandiri yang mena lokasi tersebut memiliki kondisi fisik lahan alami dan berkontur sehingga lokasi ini memiliki potensi akan keinddahan alam yang sangat baik dan sekaligus menjadi tantangan pada saat proses perancagannya.
11
Gambar 2.2 Lokasi tapak Sumber : Google Maps
Lokasi site pada projek Piano Centre ini Sangat sesuai dengan tema yang diusung yaitu Symphony dimana semua unsur dari tema yang dijabarkan ke dalam konsep sesuai dengan penyelesaian masalah terhadap site.
Lokasi site pada projek Piano Centre ini sesuai dengan tema yang diusung yaitu Symphony dimana semua unsur dari tema yang dijabarkan ke dalam konsep sesuai dengan penyelesaian masalah terhadap site.
2.3 Aksesibilitas
Lokasi tapak memiliki dua alternatif akses dan dapat dicapai melalui jalan Dago Giri dan juga jalan Maribaya Lembang. Kedua akses ini sering digunakan para wisatawan untuk mencapai lokasi wisata yang terletak dekat dengan lokasi site. Kedepannya lokasi ini akan dapat diakses dengan akses transportasi umum baru yang akan dibuat karena lokasi site akan menjadi sebuah kota mandiri serta rencana pemerintah membuat kereta cepat kearah Maribaya Lembang yang mana lokasi tersebut dekat dengan projek Piano Centre ini. Hal ini menjadi potensi yang cukup besar akan kemudahan aksesibilitas pencapaian lokasi.
12 2.4 Batas-batas Wilayah
Batas-batas wilayah pada lokasi tapak dibagi menjadi empat bagian berdasarkan arah orientasinya. Seperti yang dijelaskan pada Tabel 2.1 beberapa batas tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1 Batas-batas wilayah Sumber :Dokumen pribadi
No. Batas-batas Wilayah Analisis
1. Sebelah Utara
Area sebelah utara site berbatasan dengan tebing dan juga Jalan Maribaya Lembang.
2. Sebelah Barat
Area sebelah barat dari site berbatasan dengan Jalan Akaza Utama (Dago Giri) menuju Jalan Maribaya Lembang.
3. Sebelah Selatan
Sebelah selatan site berbatasan dengan zona pengembangan retail village.
4. Sebelah Timur
Sebelah timur dari sote berbatasan dengan tebing pembatas antara lokasi site dengan area hutan dan pemukiman warga.
2.6 Asumsi Projek
Sumber dana berasal dari Pramestha Mountain City.
Anggaran biaya projek tidak direncanakan oleh perancang.
Aksesibilitas transportasi telah disediakan oleh Pramestha Mountain City.
13 2.7 Issue
Saat ini terdapat cukup banyak tempat belajar atau kursus piano di Indonesia khususnya di Kota Bandung. Hal tersebut tidak terlepas dari kemajuan teknologi media-media internet yang mendorong masyarakat untuk belajar piano karena rasa keingintahuannya yang cukup tinggi, dan alat musik piano dirasakan menarik untuk dipelajari.
Memainkan alat musik piano juga merupakan sarana penyaluran bakat bagi mereka yang memiliki bakat di bidang musik. Adanya wadah bagi mereka penggiat musik khususnya alat musik piano ini juga memberikan investasi yang cukup menjanjikan ke depannya sehingga banyak para orang tua menyekolahkan anaknya untuk kursus Piano.
Prestasi pianis Indonesia juga menjadi salah satu bagian penting sebagai issue pada projek Piano Centre ini. Hal tersebut menjadi penting karena banyak prestasi dan torehan dari pianis Indonesia yang berkarya hingga ke luar negri.
Akan tetapi hal tersebut tidak banyak diketahui oleh masyarakat awam di Indonesia karena kurangnya data akn hal tersebut.
2.8 Pemahaman Projek
Secara garis besar projek ini merupakan gabungan dari beberapa tipologi fungsi yang secara umum berfungsi sebagai sarana sumber pengetahuan dan informasi kemudian secara khusu berfungsi sebagai sarana edukasi. Dari segi fungsi secara umum projek ini memberikan fungsi sumber pengetahuan dan informasi melalui beberapa fungsi yang sejenis seperti galeri piano, koleksi piano, sejarah-sejarah tentang perkembangan piano di dunia dan di Indonesia, dan juga literatur tentang piano yang dalam projek ini berupa perpustakaan.
Dari segi fungsi secara khusus fungsi pada projek ini berupa pelatihan seperti kursus piano dan juga workshop piano yang dapat juga membantu memberikan edukasi kepada orang-orang yang hendak mengetahui proses dan cara membuat sebuah piano yang mana hal tersebut juga dapat membangkitkan industri kreatif di bidang alat musik piano yang ada di Indonesia.
14 2.9 Studi Literatur
2.9.1 Pengertian Umum
Musik merupakan salah satu cabang seni yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan manusia. Keberadaan musik dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dari berbagai macam fungsi pada musik itu sendiri, antara lain sebagai media ekspresi, ritual keagamaan, estetik, dan sebagai media hiburan bagi masyarakat.
Musik telah banyak beredar di masyarakat dan sangat melekat erat dengan berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat, baik dalam menemani aktifitas sehari-hari maupun yang menjadi kegitan utama dalam menjalani kehidupan yaitu berprofesi sebagai musisi. Dewasa ini kehadiran musik di dalam kehidupan masyarakat menjadi sangat luas bahkan secara tidak langsung memiliki pengaruh terhadap perkembangan teknologi dan juga ilmu pengetahuan yang membuat musik menjadi dinamis seiring meluasnya cakupan musik tersebut.
Terdapat banyak sekali kategori musik berdasarkan jenis dan alirannya, ada jenis music yang keras, lembut, cepat, lambat dan jenis musik lainnya yang terbentuk oleh inovasi dan karya-karya baru.
Di era modern ini, musik juga menjadi ilmu pengetahuan yang mana juga terdapat disiplin ilmunya dalam dunia pendidikan. Hal tersebut dikarenakan luasnya cakupan musik sebagai ilmu pengetahuan dan besarnya potensi akan inovasi dan teknologi di bidang seni khususnya musik sehingga layak untuk dipelajari lebih jauh karena sifatnya yang juga eksploratif.
a. Pengertian Piano
Piano merupakan salah satu alat musik yang banyak diminati oleh masyarakat umum pada saat ini. Hal tersebut juga dapat menjadikan piano sebagai bahan edukasi bagi kalangan yang meminati belajar memainkan alat piano. Piano juga menjadi salah satu alat musik dasar bagi para musisi untuk dapat lebih mengenal nada lebih jauh karena sifatnya yang kompleks dan eksploratif sehingga dapat membuat
15
orang yang mempelajari alat musik piano melakukan kreasi-kreasi pada setiap nada dan irama yang dimainkan. Hal tersebut terbukti dari banyaknya komposer di seluruh dunia yang menciptakan karya-karya serta menuangkan ide-idenya lewat alat musik piano.
Piano sendiri lahir dari keinginan untuk menggabungkan keindahan nada clavichord dengan kekuatan harpsichord. Hasrat itu mendorong Marius dari Paris (1716), Schroter dari Saxony (1717), dan Christofori (1720) dari Padua, Italia, untuk membuat piano. Namun, hasil utuh dan lengkap Cuma ditunjukkan Bartolomeo Christofori. Dari piano ciptaan pemelihara harpsichord dan spinet (harpsichord kecil) di Istana Florentine, kediaman Pangeran Ferdinand de’Medici dan inilah piano modern mulai berkembang.
Pada pertengahan abad XVII piano dibuat dengan beberapa bentuk dasar. Pada awalnya, bentuk dibuat mirip dengan desain harpsichord, dengan dawai menjulang. Piano dibuat menjadi lebih rendah setelah John Isaac Hawkins memodifikasi letaknya
menjadi sejajar lantai. Lalu, dengan munculnya tuntutan instrument musik yang lebih ringan, murah, dan dengan sentuhan lebih ringan, para pembuat piano Jerman mengatasinya dengan membuat piano persegi.
Di Indonesia sendiri, wadah untuk pengetahuan tentang alat musik piano masih terbilang sangat minim, karena informasi tentang alat musik piano biasanya hanya didapatkan di toko-toko alat musik, yang mana pada toko alat musik tersebut hanya menjelaskan tentang produk-produk yang dijual sehingga informasi yang diperoleh bukan bersifat edukatif melainkan lebih kepada detail produk.
b. Jenis-jenis Piano
Jenis-jenis piano kemudian semakin banyak mengalami inovasi dan hadir dalam berbagai macam gaya, desain, bentuk dan ukuran.
16
Piano memiliki dua kategori dasar : piano vertikal dan horisontal.
Piano vertikal disebut sebagai piano vertikal karena bentuknya yang meninggi dan tegak sesuai dengan posisi senarnya.
Beberapa jenis piano vertikal, di antaranya:
1. Spinet yaitu dengan ketinggian sekitar 92 hingga 97 cm, dan lebar perkiraan 58 inci, spinets adalah piano terkecil.
2. Piano konsol sedikit lebih besar dari spinet, tingginya berkisar 100-105 cm dan lebar sekitar 150 cm.
3. Piano studio adalah jenis piano yang biasanya ditemukan di sekolah-sekolah musik dan studio musik. Tingginya sekitar 115 hingga 120 cm dan memiliki lebar sekitar 150 cm. Karena soundboard yang lebih besar dan senar yang panjang, maka bisa piano studio ini bias menghasilkan kualitas nada yang baik dan panjang.
4. Upright Piano adalah Piano yang tertinggi di antara piano vertikal, dengan perkiraan ketinggian mulai dari 130 hingga 150 cm dan lebar 150 cm.
Selanjutnya adalah piano horizontal yang juga dikenal sebagai Grand Piano. Disebut piano horizontal karena panjangnya dan penempatan stringnya. Grand piano bisa dikatakan menghasilkan nada lebih halus dan memiliki kunci yang paling responsif.
Terdapat 6 tipe dasar dari piano horizontal, di antaranya:
1. Petite Grand adalah yang terkecil diantara piano horizontal.
Ukurannya berkisar dalam ukuran dari 135 cm hingga 150cm.
2. Baby Grand Jenis yang sangat popular yang ukurannya berkisar antara 150 cm sampai 165 cm.
3. Medium Grand lebih besar dari baby Grand ukurannya sekitar 170 cm.
4. Parlor Grand ukurannya berkisar antar 175 cm hingga 185 cm.
17
5. Semiconcert atau Ballroom berukuran lebih besar Grand Parlor, adalah sekitar 188 cm hingga 215 cm.
6. Concert Grand ukurannya sekitar 275 cm, yang terbesar dari semua piano grand.
2.9.1 Tinjauan Fungsi
Ruang konser adalah ruang yang digunakan untuk pertunjukan konser musik. Ruang konser harus memiliki perhitungan akustik yang baik karena harus dapat terdengar baik hingga ke bagian sudut kursi audiens yang paling jauh. Sebuah ruang konser yang baik harus mampu membuat suara musik lebih berkumandang serta menghasilkan reverb yang sesuai dan tidak berlebihan. Seperti terlihat pada Gambar 2.3 menunjukkan potongan ruang konser dan pantulan arah suara yang dihasilkan dari alat musik yang kemudian menyebar ke beberapa titik pada area ruang konser.
Gambar 2.3 Potongan arah akustik ruang konser The Royal Albert Hall Sumber : Baron M (2009)
Berdasarkan gambar tersebut di atas pantulan bunyi dari suara alat musik dipantulkan dari acoustic panel ceiling yang memiliki permukaan keras sehingga dapat memantulkan bunyi suara dari atas ke bagian bawah sudut-sudut paling jauh dari sumber bunyi suara.
18
Gambar 2.4 Denah arah akustik ruang konser The Usher Hall, Edinburgh Sumber : Baron M (2009)
Berdasarkan gambar tersebut di atas pantulan bunyi dari suara alat musik dipantulkan dari acoustic panel wall yang memiliki permukaan keras sehingga dapat memantulkan bunyi suara dari sisi kiri dan sisi kanan ke bagian tengah dan sudut belakang ruang konser.
19
Gambar 2.5 Potongan melintang Philharmonic Hall, Liverpool Sumber : Baron M (2009)
Gambar tersebut di atas menunjukkan elevasi acoustic panel ceiling yang cenderung menurun sehingga sumber bunyi yang dihasilkan menyebar secara merata setiap bagian ruang konser.
2.10 Program Kegiatan
Galeri
Galeri adalah tempat atau wadah untuk memamerkan sebuah karya.
Galeri pada projek Piano Centre ini akan berisi tentang karya-karya dari pianis.
Museum Piano
Museum pada projek ini merupakan sebuah fungsi yang berada di dalam fungsi yang lebih luas yaitu Piano Centre. Museum yang dimaksudkan pada projek ini berupa small museum (menurut time saver standard).
Museum ini akan berisi koleksi-koleksi piano dari tahun-tahun yang lampau .
Ruangan Kelas
Ruangan kelas pada projek ini sebagai fungsi edukasi bagi siswa yang melakukan pembelajaran piano. Ruangan kelas ini memilki zona yang tersendiri pada projek Piano Centre ini untuk menjaga privasi dari pengunjung maupun kebisingan dari ruang luar.
Pusat Literatur Piano
20
Pusat literatur piano atau perustakaan ini berisi tentang literatur pada alat musik piano serta berisi karya-karya dari para maestro piano yang juga dapat menjadi bahan pembelajaran dan bahan latihan
Ruang Konser Piano
Ruang konser pada projek ini terbagi menjadi ruang konser indoor dan ruang konser outdoor (temporary). Ruang konser ini akan berfungsi sebagai wadah untuk event konser piano bagi kalangan umum dan juga pengelola kelas Piano Centre ini.
Workshop
Ruang workshop ini terdiri dari ruang yang berisi tentang proses pembuatan piano secara bertahap baik secara bentuk fisik maupun non fisik (digital/visual). Workshop pada projek ini juga akan mendukung ekonomi kreatif yaitu dengan cara membuat wadah bagi para perajin seni untuk membuat alat musik dengan bimbingan dari tenaga profesional.
2.11 Kebutuhan Ruang
Berdasarkan kegitan pengguna, analisis, dan pengamatan bangunan sejenis didapatkan kebutuhan ruang yang diperlukan, di antaranya sebagai berikut :
1. Galeri Piano 2. Museum Piano
3. Pelatihan (kursus) Piano
4. Pusat literatur piano (perpustakaan) 5. Ruang konser piano
6. Proses sederhana pembuatan piano (workshop)
7. Pelayanan (servis) yang dibagi menjadi beberapa fungsi, seperti :
Penyetelan profesional
Perbaikan dan pemulihan instrumen lengkap
Instalasi
Estimasi dan penilaian (konsultasi)
21
Perbaikan kerusakan akibat kebakaran dan air
Layanan kinerja dan konser
Berikut Table 2.2 menunjukan kebutuhan besaran ruang yang diperlukan pada projek, di antaranya sebagai berikut :
Tabel 2.2 Kebutuhan ruang Sumber : Dokumen pribadi
KEBUTUHAN RUANG No
.
Jenis Ruang
Detail
Ruang Kapasitas Furnit
ure Dimensi Sumber
1. Penerima
Parkir pengunjun
g dan pengelola.
Sepeda (1 orang)
50 unit = 50 orang
Motor (2 orang)
100 unit = 200 orang
Mobil (6 orang)
40 unit = 240 orang
Bus (60
orang)
3 unit = 180 orang
Total = 670 orang
-
Sepeda (50) 2m x 0.8m = 1.6m2 x 50 = 80m2 Motor (100)
2m x 1m = 2m2 x 100 = 200m2 Mobil (40)
5m x 2.5m = 12.5m2 x 40 = 500m2
Bus (4)
12.5m x 3m = 37.5m2 x 3 = 112,5m2
Total = 895m2 Sirkulasi 40% = 1.165m2
Data Arsitek
Mebel Kayu Bening Compass
Furniture Jurnal Graver
CAL Big Foamc
Lobby 50 orang 50 x 0.8m2 = 40m2
22
Sirkulasi 30% = 52m2
Prefucntio
n 50 orang
50 x 0.8m2 = 40m2 Sirkulasi 30% = 52m2
Loket
Perhitungan 1180 orang Terbagi 5 kelompok ->
200 orang
1 loket
melayani 40 orang -> 5 loket
Standa r ukuran
loket 3m2
3m2 x 5 = 15m2 Sirkulasi 30% = 19.5m2
Ruang antrian
1 loket
memiliki 5 baris antrian, 40 orang Standar gerak 0,28m2
Antrian zigzag
5 x 40 x 0,28m2 = 56m2
Sirkulasi 30% = 73m2
Ruang informasi
4 orang x 0.8m2 =
3.2m2
Meja 2 buah Lemari 2 buah Kursi 4 buah
1m x 0,8m = 0.8 x 2 = 1.6 m2
1m x 0.6m = 0.6 x 2 = 1.2 m2
0.5m x 0.45m = 0.225 x 4 = 0.9m2 Sirkulasi 30% = 9m2
23 Ruang
penitipan barang
3 orang x 0.8m2 =
2.4m2
4 rak barang
1m x 0.6m= 0.6m2 x 4 = 2.4m2
Sirkulasi 30% = 6.24m2
Lavatory
Perhitungan 1180 orang Toilet -> 1 unit 100 orang ->
10 unit
Urinoir -> 1 unit 50 orang -> 20 unit Wastafel -> 1 unit 50 orang ->20 unit
Toilet Urinoir Wastaf el
1.9m x 1.5m = 2.85 m2 x 10 = 28.5 m2
0.3m x 0.4m = 0.12 m2 x 20 = 1.2 m2
0.4m x 0.6m = 0.24 m2 x 20 = 2.4 m2
Sirkulasi 30% = 42m2
Mushola
50 orang Tempa t
wudhu
50 x 0.8m2 = 40m2 Sirkulasi 30% = 52m2
Total 1.464 m2
2.
Preparasi dan Konservasi
Ruang registrasi
2 orang x
0.8m2 =
1.6m2
Meja 1 Kursi 2 Lemari 2
3m x 0.8m = 2.4m2
0.5m x 0.45m = 0.225m2 x 2 = 0.45m2
1.5m x 0.4 m = 0.6m2 x 2 = 1.2m2 Sirkulasi 30% = 7.5m2
Mebel Kayu Bening
Jurnal Graver
CAL
24 Ruang
pemelihara an
6 orang x
0.8m2 =
4.8m2
Standa r ruang bengk el
12m x 16m = 192m2
Sirkulasi 40% = 275m2
Ruang karyawan
30 orang x 0.8m2 = 24m2
Loker 30 Kursi panjan g 4
0.4m x 0.4m = 1.6m2 x 30 = 48m2 2m x 0.4m = 0.8m2 x 4 = 3.2m2 Sirkulasi 30% = 98m2
Pantry
5 orang x 0.8m2 = 4m2
Kitche n set
3m x 4m = 12m2 Sirkulasi 30% = 21m2
Total 401m2
3.
Ruang Koleksi
Dan Ruang Pemanfaat
an
Bahan pustaka
umum
200 orang x 0.8m2 =
160m2 Rak
buku 20 Meja 30 Kursi 100
3m x 0,5m = 1,5 m2 x 20 = 30m2 3m x 0.8m = 2.4m2 x 30 = 72 m2
0.5m x 0.45m = 0.225m2 x 100 = 22.5m2
Sirkulasi 30 % = 124.5 m2
Pedoman tata ruang perabot
Mebel Kayu Bening
Jurnal
Ruang Pelayanan
20 orang x
0.8m2 = 16m2 Meja 10 Kursi 20
3m x 0.8m = 2.4m2 x 10 = 24m2
0.5m x 0.45m = 0.225m2 x 20 = 4.5m2
25
Sirkulasi 30 % = 38m2
Total 162.5 m2
4. Edukasi
Ruang Auditorium
100 orang x 0.8m = 80m2
Tempa t duduk Pangg ung
1.5m x 0.4 m = 0.6m2 x 2 = 1.2m2 5m x 10m = 50m2 Sirkulasi 30% = 170m2
Pedoman tata ruang perabot
Ruang Seminar
100 orang x 0.8m = 160m2
Tempa t duduk Pangg ung
1.5m x 0.4 m = 0.6m2 x 2 = 1.2m2 5m x 10m = 50m2 Sirkulasi 30% = 170m2
Pedoman tata ruang perabot
Ruang kelas
60 orang x 0.8m2 = 64 m2
Lemari 2 Digital Piano
1.5m x 0.4 m = 0.6m2 x 2 = 1.2m2 60 orang x 0.8m2
= 48 m2
0.5m x 1.5m = 0,75(10) = 7,5 Sirkulasi 30% = 74m2
Pedoman tata ruang perabot
Total 414 m2
5. Ruang Koleksi
Museum 200 orang x 0.8m =
160m2 Rak
display Piano
0.5m x 0.45m = 0.225m2 x 120 = 27 m2
1.46m x 2,06 = 3m2 (14) = 42 m2 Sirkulasi 30% = 84,76 m2
Mebel Kayu Bening Galeri
Total 170 m2
26 6. Ruang
Workshop Workshop
40 orang x 0.8 m2 = 32 m2
Piano
1.46m x 2,06 = 3m2 (8) = 24 m2
Total 73 m2
7. Ruang Konser
Ruang Konser
150 orang x 0.8m2 = 120 m2
Baby Grand Piano
1.8m x 2,25 = 4,05m2 (1) = 4.05 m2
Sirkulasi 30% = 161m2
Graver CAL Pedoman
tata ruang perabot Ruang
kontrol
Mixer Lightin g
1.5m x 2m = 3m2 0.5m x 2m = 1m2 Sirkulasi 30%=
5,2m2
Ruang alat
Sound system Box
1.5m x 2m = 3m2 Sirkulasi 30%=
3,9m2 Total 170 m2
8. Pengelola Ruang kantor
11 orang x
0.8m2 =
8.8m2
Meja 4 Kursi 4 Sofa 6 Coffee table 3
1.5m x 0.7 m = 1.05m2 x 4 = 4.2m2
0.5m x 0.45m = 0.225m2 x 4 = 0.9m2
1.5m x 0.8 m = 1.2m2 x 6 = 7.2m2 0.6m x 0.6m = 3.6m2 x 3 = 10.8m2
Sirkulasi 30% = 41.47m2
Pedoman tata ruang perabot
Jurnal
27 Ruang
Rapat
12 orang x
0.8m2 =
9.6m2
Meja Kursi 12
6m x 1.5m = 9m2 0.5m x 0.6m = 0.3m2
Sirkulasi 30% = 24.57m2
Ruang Tamu
6 orang x
0.8m2 =
4.8m2
Sofa 2 Coffee table 1
1.5m x 0.8 m = 1.2m2 x 2 = 7.2m2 0.6m x 0.6m = 3.6m2
Sirkulasi 30% = 20.28m2
Total 87m2
9. Keamanan
Ruang keamanan
4 orang x
0.8m2 =
3.2m2
Monito r penga was 20 Meja 2 Kursi 4
0.2m x 0.4m = 0.8m2 x 20 = 1.6m2
2m x 0.7m = 1.4m2 x 2 = 2.8m2 0.5m x 0.45m = 0.225m2 x 4 = 0.9m2
Sirkulasi 30% = 11.05m2
Data Arsitek Pedoman
tata ruang perabot
Jurnal Ruang
peralatan keamanan
4 orang x
0.8m2 =
3.2m2
Lemari 2 Rak 2
1.5m x 0.4 m = 0.6m2 x 2 = 1.2m2 0.5m x 2m = 4m2 x 2 = 8m2
Sirkulasi 30% = 16.12m2
Total 28 m2
28 10. Service
Ruang M.E.
2 orang x 0.8 m2 = 1.6m2
Standa r ruang Pompa Standa r ruang Genset
& trafo Standa r ruang Kontrol
9 m2 15 m2 9 m2
Total = 33m2 Sirkulasi 30% = 44.98m2
Jurnal
Ruang AHU
2 orang x 0.8 m2 = 1.6m2
20 unit AHU
0.6m x 2m = 1.2m2 x 20 = 24m2 Sirkulasi 30% = 33.28m2
Ruang Cleaning
service dan OB
20 orang x 0.8 m2 = 16m2
Gudan g peralat an
9 m2
Sirkulasi 30% = 32.5m2
Total 110 m2
Besar kebutuhan ruang perpustakaan tentang Peninggalan Arsitektur dan Budaya Belanda adalah sebagai berikut :
- Penerima = 1.464 m2
- Preparasi & Konservasi = 401 m2 - Ruang koleksi dan ruang pemanfaatan = 162,5 m2
- Edukasi = 414 m2
- Ruang konser = 170 m2
- Ruang Workshop = 73 m2
- Pengelola = 87 m2
29
- Keamanan = 28 m2
- Service = 110 m2
Total Luas keseluruhan = 2.909,5 m
30 2.12 Alur Aktivitas
Alur aktivitas dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan jenis aktivitasnya, di antaranya sebagai berikut :
Gambar 2.6 Alur aktivitas pengunjung khusus Sumber : Dokumen pribadi
31
Gambar 2.7 Alur aktivitas pengunjung umum Sumber : Dokumen pribadi
32
Gambar 2.8 Alur aktivitas pengelola Sumber : Dokumen pribadi
33
Gambar 2.9 Alur aktivitas pengunjung khusus Sumber : Dokumen pribadi
2.13 Kedekatan ruang dan Bangunan
Kedekatan antar ruang dan Bangunan dibedekan sebagai pendekatan perancangan yang memiliki tga massa bangunan. Berikut disajikan pada diagram kedekatan ruang :
Gambar 2.10 Hubungan antar ruang Sumber : Dokumen pribadi
34
Gambar 2.11 Diagram kedekatan ruang Sumber : Dokumen pribadi