• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas UTS review jurnal

N/A
N/A
Lifiea Thu Mauna

Academic year: 2022

Membagikan "Tugas UTS review jurnal"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas UAS Review jurnal

Guna memenuhi tugas UAS dari Ilmu Tasawuf

Oleh siti ma’unatun lifia , nim: 19106011021, kelas : PAI B1 semeester 4

Judul Jurnal : TEORI ASAL USUL TASAWUF Penulis : Muhammad Hafiun

Publikasi : Jurnal Dakwah Vol. XIII, No. 2 Tahun 2012 Diakses : 9 juli 2021

Reviewer : Siti Ma’unatun Lifia 19106011021

Tujuan penelitian : Dalam tulisan ini penulis mengajak pembaca untuk bersama – sama meyakinkan bahwa ajaran tasawuf itu murni dari ajaran islam bukan pengaruh dari luar islam , serta memahami bagaimana pemikiran dan praktek tasawuf yang dihasilkan dari pemahaman tehadap Al-qur’an dan Al-hadist berbeda dengan pemikiran bebas yang tidak bersumber keduannya . karna mungkin masih banyak yang salah kaprah memahami tentang apa sebenarnya ajaran tasawuf itu , maka dari itu dari penulis mengharapkan setelah membaca tulisan dari jurnal tersebut pembaca mampu dan bisa memahami dengan baik dan hilang rasa ragu atau yang lainnya bagi pembaca tersebut.

(2)

Pokok penelitian /pokok bahasan :Membahas bagaimana awal kesimpangsiuran teori dalam tasawuf yang mana asal mula berawal dari keikutsertaan kaum orientalis dalam memahami sumber ajaran Islam.

Mereka terlalu cepat menyimpulkan tanpa mengkaji dahulu ajaran-ajaran tasawuf dalam al-Qur’an dan al-Hadist.

Obyek kajian mereka tertuju pada ide dan praktek kehidupan kaum sufi, bukan pada konsep ajaran yang dipegang oleh kaum sufi yang telah mempunyai landasan normatif di dalam al-Qur’an. Jika mereka mencoba memahami alQur’an dan sejarah asal mula praktek tasawuf, maka teori mereka yang mengatakan bahwa ajaran tasawuf dipengaruhi unsur di luar Islam dengan sendirinya gugur dan tertolak secara akademis. Teori yang dapat diterima adalah teori yang mengatakan bahwa ajaran tasawuf murni dari ajaran Islam bukan pengaruh dari luar Islam.

Pemikiran dan praktek tasawuf yang dihasilkan dari pemahaman terhadap al-Qur’an dan al-Hadits berbeda dengan pemikiran bebas yang tidak bersumber dari keduanya. Pemikiran yang tidak bersumber dari al-Qur’an dan al-Hadits bersifat liberal, sehingga tidak dapat dijadikan sebagai rujukan untuk membuat suatu sebuah grand teori yang terpercaya dalam mengkaji asal usul ajaran tasawuf dalam Islam

Metode Penelitian : Penelitian ini tergolong dalam kajian pustaka dan Metode yang digunakan sendiri adalah analisis dan deduktif , karena dalam penelitian ini sendiri terdapat penjelasan atau penggambaran tentang asal mula dari kesimpangsiuran tentang teori dalam tasawuf dan dalam hal ini juga mengingatkan agar pembaca atau kaum sufi

(3)

saat ini atau kedepannya tidak salah dalam memahami tentang teori dalam tasawuf.

Kelebihan :-Pembaca dapat memahami apa yang disampaikan penulis

-Penulisan yang digunakan baik dan bagus yaitu adanya pencantuman sumber

-Penggunaan bahasa sesuai EYD.

Kekurangan : -penebalan tulisan pada jurnal mungkin lebih harus diperhatikan karna terlalu banyak yang di tebalkan seharusnya cukup di buat miring saja.

-mungkin satu lagi yang harus di perhatikan penggunaan bahasa sudah barus ,namun ada beberapa tulisan yang mudah dipahami mungkin bisa di beri penjelasan lebih rinci di akhir tulisan.

Penutup : Sekian review yang saya lakukan dari jurnal Dakwah yaitu tentang TEORI ASAL MULA TASAWUF . semoga bermanfaat dan sebagai jalan dalam membuka pemikiran kita sebagai pembaca dari apa yang dijelaskan dari jurnal ini. Terimakasih

Referensi

Dokumen terkait

Memang Mudhofir sudah beranjak dari al- Qur‘an, dan Hadits, namun ia masih menggeluti hasil pemikiran ulama sebagai teks keagamaan yang harus menjadi rujukan dalam

Kehadiran Jurnal Al- Dzikra Sebagai Media Informasi Dan Kajian Dalam Studi Ilmu-Ilmu Al- Qur an Dan Al-Hadits. Jurnal Ini Berisi Tulisan Ilmiah, Ringkasan

Menurut al-Asy‟ari, memang benar bahwa sifat-sifat Tuhan seperti yang banyak disebut baik di dalam al-Qur‟an maupun hadits, akan tetapi sifat-sifat itu adalah

Bukan hanya ada persamaan dalam menggunakan ayat al-Qur‟an yang menjadikan rujukan serta penguat, juga tardapat beberapa hadits, kaidah ushul dan pendapat ulama yang

Hadits dari Mu‘az bin Jabal tersebut menjelaskan bahwa Al- Qur’an merupakan rujukan atau sumber hukum Islam. Demikian juga halnya dengan hadits Rasulullah. Jika pada kedua

Namun di sini perlu dipahami dengan seksama, bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek, bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari Al-Qur`an dan

Maka dengan demikian kewajiban umat Islam Hadits harus dijadikan hukum (hujjah) dalam melaksanakan perintah Al-Qur’an yang masih bersifat Ijma dan Hadits sebagai

Corak Pemikiran Kalam Tafsir Al-Azhar Sebuah Telaah Atas Pemikiran Hamka dalam Teologi Islam Zainuddin Soga, “Semiotika Signifikansi: Analisis Struktur Dan Penerapannya Dalam