III-1
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini menjelaskan mengenai langkah-langkah penelitian beserta penjelasan langkah-langkah penelitian yang dilakukan di Bule-bule Garmen.
Langkah-langkah penelitian dapat dilihat pada Gambar flowchat di bawah ini.
Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian
Mulai
Identifikasi Kebutuhan Pelanggan
Penyusunan Konsep
1. Memperjelas Masalah 2. Pencarian Eksternal 3. Pencarian Internal 4. Penggabungan Konsep
Seleksi Konsep
1. Penyaringan Konsep 2. Perangkingan Konsep
Penetapan Dimensi, Bill of Material, dan Estimasi Biaya
Analisis
Kesimpulan dan Saran
Selesai Studi Lapangan
Spesifikasi Produk
Studi Literatur
1. Identifikasi Permasalahan 2. Perumusan Masalah
3. Penentuan Tujuan dan Manfaat Penelitian 4. Penentuan Batasan Masalah
PENDAHULUAN
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
ANALISIS DAN KESIMPULAN
Penilaian Postur Kerja
commit to user
III-2
Langkah-langkah dalam penelitan pada Gambar 3.1, akan dijelaskan sebagai berikut :
3.1 Studi Lapangan
Pada tahap ini dilakukan pengamatan pada seluruh bagian proses produksi pada Bule-bule Garmen yang terletak di Surakarta secara langsung. Bule-bule Garmen merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam pakaian dan aksesoris lain sesuai dengan pesanan konsumen. Observasi dimulai pada Bulan April 2020 dan bersifat non-partisipan yaitu tidak terlibat pada proses produksi secara langsung dan hanya melakukan pengamatan. Selain melakukan pengamatan secara langsung pada tahap ini juga dilakukan wawancara dengan pemilik usaha.
Hasil dari tahap ini digunakan untuk mempermudah tahap-tahap berikutnya dalam penelitian.
3.2 Studi Literatur
Pada tahap ini dilakukan untuk menggali informasi yang berkaitan dengan penelitian agar lebih akurat secara teoritis untuk membantu pemecahan masalah yang diangkat dalam penelitian. Informasi tersebut diperoleh melalui buku, penelitain, artikel yang berhubungan dengan Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), Nordic Body Map (NBM), Rapid Entire Body Assessment (REBA), Metode Ulrich dan Eppinger dan software Jack.
3.3 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah merupakan penentuan latar belakang permasalahan yang terjadi pada lokasi penelitian. Tahap ini diawali dengan melakukan observasi di Bule-bule Garmen. Dari hasil observasi, diketahui bahwa sebagian besar proses produksi pada Bule-bule Garmen masih bersifat manual, seperti kegiatan mengangkat, menurunkan, membawa, mendorong, dan menarik beban. Selain itu, munculnya keluhan atau rasa tidak nyaman pada beberpa bagian tubuh pekerja yaitu pada punggung, pinggang, bahu, dan pergelangan tangan. Untuk memperjelas keluhan pekerja maka dilakukan identifikasi ketidaknyamanan pekerja dengan memberikan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Pengisian kuesioner Nordic Body Map (NBM) digunakan untuk mengetahui besarnya presentase keluhan rasa sakit yang dialami oleh pekerja. Keluhan yang dirasakan pekerja diakibatkan oleh postur kerja yang tidak ergonomis serta berpotensi untuk menyebabkan cidera. Pekerja commit to user
III-3
harus melakukan pekerjaan secara berulang dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu 7 jam. Hal ini dapat berpotensi untuk terjadinya cidera pada pekerja. Oleh sebab itu diperlukan alat bantu untuk mengurangi risiko postur kerja.
3.4 Perumusan Masalah
Penetapan rumusan masalah digunakan untuk menyampaikan penjelasan masalah yang dibahas dalam penelitian. Rumusan masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang alat bantu untuk mengurangi risiko postur kerja pada stasiun quality control.
3.5 Penentuan Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penentuan tujuan dilakukan untuk mengetahui hal yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan agar hasil dari penelitian dapat memberikan solusi dari permasalahan yang ada. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah merancang alat bantu untuk mengurangi risiko postur kerja pada stasiun quality control di Bule-bule Garmen. Sedangkan manfaat penelitian ini adalah dengan adanya rancangan alat bantu pada stasiun quality control dapat memperbaiki postur kerja operator sehingga operator lebih nyaman pada saat bekerja.
3.6 Penentuan Batasan Masalah
Penentuan batasan masalah bertujuan untuk membatasi ruang lingkup permasalahan yang akan diteliti sehingga penelitian dapat terfokus pada tujuan yang akan dicapi. Batasan masalah pada penelitian ini ada tiga, yaitu penelitian berfokus pada proses pembuatan baju operasi dokter, perancangan alat bantu berupa rancangan alat yang menghasilkan ilustrasi 3D dan 2D, serta pengujian rancangan alat bantu dilakukan dengan menggunakan Software Jack.
3.7 Penilaian Postur Kerja
Pada tahap ini berisi penilaian postur kerja operator pada Bule-bule Garmen untuk mendapatkan nilai level risiko postur kerja tertinggi pada setiap elemen- elemen kerja. Tahap ini juga digunakan untuk memperkuat dugaan sementara dari proses observasi. Dari beberapa metode penilaian postur kerja, metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) karena postur tubuh yang di nilai melingkupi seluruh bagian tubuh, yaitu postur leher, punggung, lengan, pergelangan tangan, dan kaki. Metode REBA juga mempertimbangkan faktor coupling dan beban kerja eksternal aktivitas kerja. commit to user
III-4
Cara mendapatkan hasil penilaian postur kerja ada tiga tahap yaitu pengambilan video pekerja saat melakukan pekerjaan pada setiap stasiun kerja dengan menggunakan handphone, hasil video tersebut dipotong-potong menjadi gambar tiap elemen kerja. Tahap selanjutnya yaitu penarikan sudut tubuh dengan menggunakan software CorelDRAW dari setiap elemen kerja. Tahap terakhir yaitu menghitung skor dari sudut tubuh yang terbentuk dengan metode REBA. Hasil yang diperoleh dalam tahap ini yaitu rekapitulasi skor dari penilaian REBA tiap elemen kerja akan dikategorikan ke dalam tabel level risiko. Skor tersebut akan mengkategorikan tingkat level risiko postur kerja setiap elemen kerja di Bule-bule Garmen. Setelah didapatkan skor dan level risiko setiap elemen, hasil skor yang tertinggi yang diperoleh akan menjadi fokus dalam penelitian.
3.8 Identifikasi Kebutuhan Pelanggan
Setelah mendapatkan skor dan level risiko tertinggi maka perlu dilakukan perbaikan berupa perancangan alat bantu dengan menggunakan metode Ulrich dan Eppinger. Penyusunan konsep perancangan alat bantu dilakukan berdasarkan permasalahan yang ada di Bule-bule Garmen.
Pada tahap ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh pelanggan yang nantinya akan digunakan dalam mendesain alat bantu. Identifikasi kebutuhan pelanggan dilakukan dengan observasi dan wawancara.
Observasi yaitu kegiatan pengamatan pelanggan yang sedang melakukan pekerjaan atau menggunakan produk yang sesuai dengan tujuan produk diciptakan.
Observasi dapat memberikan informasi kebutuhan pelanggan. Observasi dilakukan secara langsung di stasiun kerja yang memiliki skor tertinggi yaitu stasiun quality control. Hasil pada proses observasi dapat berupa informasi yang terkait masalah- masalah yang terdapat pada stasiun tersebut yang nantinya dapat dijadikan sebagai data kebutuhan perancangan alat bantu.
Kemudian dilakukan wawancara dilakukan secara langsung dan lisan.
Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai keluhan dan kebutuhan pekerja. Pekerja akan diberikan beberapa pertanyaan mengenai atribut desain alat bantu berdasarkan permasalahan yang dialami oleh pekerja. Hasil dari wawancara di cacat dengan alat berupa notes. Hasil dapat berupa pendapat, harapan
commit to user
III-5
dan keluhan pekerja. Dari hasil wawancara tersebut dapat digunakan untuk merancang desain alat bantu yang sesuai dengan kebutuhan pekerja.
3.9 Spesifikasi Produk
Pada tahap ini berisi penjelasan mengenai hal-hal yang harus dilakukan oleh sebuah produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Spesifikasi ini berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan pelanggan yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya. Hasil pada tahap ini berupa tabel spesifikasi produk yang berisi kebutuhan, metrik, dan satuan dari metrik.
3.10 Penyusunan Konsep
Pada tahap ini berisi penyusunan konsep desain alat bantu yang akan dirancang agar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Tahap ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu memperjelas masalah, pencarian eksternal, pencarian internal, dan penggabungan konsep. Hasil yang diperoleh pada tahap ini yaitu memberikan beberapa alternatif konsep yang dapat dipilih satau atau lebih konsep yang paling baik dan nantinya digunakan untuk mendesain alat bantu.
3.10.1 Memperjelas Masalah
Tahap ini dilakukan untuk memahami masalah yang ditemukan pada tahap sebelumnya, yaitu postur kerja operator yang memiliki skor dan level risiko paling tinggi. Tahap ini dilakukan dengan dekomposisi masalah-masalah yang telah diperoleh dari hasil wawancara pada tahap identifikasi kebutuhan pelanggan menjadi submasalah agar lebih sederhana. Pada tahap ini bertujuan untuk mempermudah dalam memahami masalah yang telah di temukan sehingga mudah untuk menemukan akar masalah dengan dilakuakan dekomposisi menjadi sub-sub masalah.
3.10.2 Pencarian Eksternal
Tahap ini bertujuan untuk memecahkan keseluruhan masalah dan submasalah yang ditemukan pada tahap sebelumnya yaitu tahap memperjelas masalah. Pada tahap ini dilakukan pencarian informasi mengenai konsep perancangan alat bantu yang menggunakan konsep atau solusi yang sudah ada sebelumnya atau telah diimplementasikan. Pencarian solusi dapat diperoleh dengan diskusi secara langsung dengan pengguna utama, pakar, maupun literatur. Pencarian eksternal pada penelitian ini dilakukan dengan seorang pakar desain. commit to user
III-6 3.10.3 Pencarian Internal
Tahap ini bertujuan untuk memecahkan masalah yang ditemukan pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini pemecahan masalah dilakukan dengan melibatkan ide, memikiran, dan kreativitas pribadi untuk memperoleh hasil berupa konsep solusi.
Hasil ide pada pencarian internal dapat digabungkan dengan hasil pencarian eksternal sehingga didapatkan informasi tambahan dalam melakukan pengembengan konsep desain alat bantu.
3.10.4 Penggabungan Konsep
Tahap ini bertujuan untuk menggabungkan ide-ide maupun informasi yang telah diperoleh, kemudian dilakukan pengembangan konsep desain alat bantu yang dapat menghasilkan satu atau lebih alternatif. Penggabungan konsep yang telah diperoleh dilakukan dengan menggunakan Morphological Chart. Pada morphological chart berisi kombinasi-kombinasi dari solusi yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya untuk menghasilkan produk yang berbeda-beda. Apabila kombinasi terlalu banyak, maka akan dipilih beberapa kombinasi saja dengan cara berdiskusi dengan pakar desain, serta dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti kesesuaian dengan fungsi tujuan, faktor biaya, kinerja yang baik, dan kemudahan dalam perakitan. Hasil pada tahap ini yaitu berupa gambaran kombinasi dari konsep desain yang dibuat secara sistematis seperti suatu alur.
3.11 Seleksi Konsep
Pada tahap ini berisi seleksi konsep terbaik yang digunakan untuk memilih konsep desain yang paling baik dengan memperhatikan nilai akhir dari masing- masing kriteria yang diseleksi. Dalam seleksi konsep dilakukan penilaian dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan dan kriteria lain, serta membandingkan kekuatan dan kelemahan. Penilaian konsep dilakukan dengan dua tahap, yaitu penyaringan konsep dan perangkingan konsep.
3.11.1 Penyaringan Konsep
Pada tahap penyaringan konsep digunakan untuk mempermudah dalam pemilihan konsep yang akan dikembangkan dan memperkecil alternatif desain yang ada. Nilai yang digunakan dalam perhitungan adalah “sama” (0), “lebih baik” (+), dan ”lebih buruk” (-). Selanjutnya nilai (0), (+), dan (-) dijumlahkan untuk semua kriteria dari setiap alternatif desain. commit to user
III-7 3.11.2 Perangkingan Konsep
Pada tahap perangkingan konsep ini dilakukan setelah memperoleh nilai dari matriks pada tahap penyaringan konsep. Nilai yang telah diperoleh kemudian diurutkan berdasarkan total nilai yang didapatkan. Konsep yang memiliki total nilai tertinggi akan memperoleh rangking tertinggi, begitu pula sebaliknya.
3.12 Penetapan Dimensi, Bill of Material dan Estimasi Biaya
Pada tahap ini berisikan penetapan dimensi alat bantu, bill of material dari alat bantu, dan estimasi biaya yang dibutuhkan. Pada penetapan dimensi alat bantu dilakukan sesuai dengan kebutuhan pekerja supaya alat bantu ini nantinya dapat mengurangi tingkat risiko, aman, dan nyaman untuk pekerja. Penetapan dimensi dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan dan data antropometri. Pembuatan rancangan alat bantu dan penarikan dimensi alat bantu dilakukan dengan menggunakan software Fusion. Kemudian dilakukan penyusunan Bill of Material.
Bill of Material (BOM) adalah daftar yang berisikan material dan semua komponen yang digunakan untuk memproduksi sebuah produk. Sehingga pada Bill of Material berisi keseluruhan part yang digunakan dalam mendesain alat bantu dan material yang digunakan pada setiap part. Selanjutnya dilakukan perhitungan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi alat bantu tersebut.
3.13 Analisis
Pada tahap ini berisi analisis dari pengumpulan dan pengolahan data yang telah dilakukan untuk menganalisis perancangan produk. Tahap ini juga berisi pengujian konsep desain alat bantu.
Analisis perancangan produk berisikan analisis semua tahap perancangan produk, dimulai dari observasi hingga pengolahan data menggunakan metode Ulrich dan Eppinger. Tahap ini menjelaskan pengambilan keputusan pada tiap langkah yang dilakukan. Pada analisis perancangan produk, juga menjelaskan mengenai penentuan dimensi dan material yang digunakan.
Pada analisis pengujian konsep desain alat bantu, dilakukan dengan pembuatan virtual human yang telah disesuaikan dengan menggunakan software Jack untuk mengetahui postur tubuh pekerja setelah menggunakan alat bantu usulan. Analisis postur tubuh pekerja dilakukan menggunakan metode RULA karena pada software Jack tidak ada penilaian menggunakan metode REBA. Hasil commit to user
III-8
dari tahap ini adalah mendapatkan perbandingan nilai level risiko sebelum dan sesudah menggunakan alat bantu usulan.
3.14 Kesimpulan dan Saran
Pada tahap ini berisikan kesimpulan yang sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Selain kesimpulan, saran juga diberikan sebagai bahan masukan bagi peneliti atau pihak yang ingin melanjutkan atau mengembangkan penelitian yang telah dilakukan.
commit to user