• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Pendidikan dan Bisnis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Pendidikan dan Bisnis"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN SISWA DI MASA PANDEMI COVID – 19

Fathimatuz Zahro

Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pancas Sakti Kampus – D Bekasi

Correspondance author : [email protected]

ABSTRAK

Fokus penelitian ini yaitu Penggunaan Google Classroom terhadap Efektivitas Pembelajaran di Masa Pandemi Covid – 19. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Responden dalam penelitian ini yaitu peserta didik di SMK Tirta Kencana sebanyak 48 responden. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dan quesioner. Teknik analisis yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan metode pembelajaran ekonomi konvensional berupa tatap muka antara guru dengan peserta didik di kelas yang dilakukan dengan pemaparan materi, diskusi, tanya jawab ataupun praktikum menjadi metode daring menggunakan Google Classroom mempunyai kelebihan dan kekurangan yang dirasakan oleh guru maupun peserta didik. Kelebihannya antara lain guru dapat menggunakan berbagai media untuk proses pembelajaran, baik yang terdapat dalam Google Classroom atau media lain yang bisa ditautkan pada Classroom tersebut. Adapun kekurangannya yaitu permasalahan jaringan maupun keterbatasan kuota yang dimiliki peserta didik bisa menjadi penghambat dalam proses pembelajaran, pun begitu pula dengan rendahnya tingkat keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu, kapasitas yang tinggi saat mengunduh file pada media google Classroom

Kata Kunci : Pembelajaran daring, Google Classroom, Efetivitas Pembelajaran

(2)

ABSTRACT

The focus of this research is the use of Google Classroom on Learning Effectiveness during the Covid-19 Pandemic. The research design used is quantitative. Respondents in this study were students of SMK Tirta Kencana as many as 48 respondents. Data collection techniques include observations, questionnaires. The analysis technique is data reduction, data display and drawing conclusions. The results showed that the change in conventional economics learning methods in the form of face-to-face meetings between teachers and students in class which was carried out with material presentation, discussion, question and answer or practicum into an online method using Google Classroom had advantages and disadvantages that were felt by both teachers and students. The advantages include that teachers can use various media for the learning process, both those contained in Google Classroom or other media that can be linked to the classroom. While the drawbacks are network problems and limited quotas owned by students can be an obstacle in the learning process, as well as the low level of student activity in the learning process. In addition, high capacity when downloading files on Google Classroom media.

Keywords : Online learning, Google Classroom, Learning Effectiveness

PENDAHULUAN

Dunia pendidikan selalu menarik dibahas karena selalu menghadirkan kompleksitas yang unik dan menarik. Salah satunya adalah pendidikan di masa pandemi COVID-19, yang tentunya membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan saat ini. Penyakit coronavirus atau wabah covid-19 berasal dari Wuhan, provinsi Hubei, Cina. Karena penyebaran virus corona yang cepat, Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan peristiwa itu sebagai pandemi global virus corona (covid-19). Menurut Cucinotta & Vanelli dalam (Idad Suhada dkk., 2020).

Sektor pendidikan melalui SE Mendikbud Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat Coronavirus Disease(COVID-19) (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, 2020). Dari surat edaran tersebut mengharuskan siswa, guru, kepala sekolah serta warga sekolah lainnya melakukan kegiatan belajar mengajar dan administrasi secara daring dari rumah. Pasti banyak yang berubah seiring dengan berjalannya waktu. Pelaksanaan pembelajaran daring tentunya berbeda dengan

(3)

pembelajaran konvensional yang terjadi di kelas, karena pembelajaran daring memisahkan ruang antara siswa dan guru.

Dalam pembelajaran konvensional, alat atau media pembelajaran dapat berupa orang, mahluk hidup, benda – benda, dan segala sesuatu yang dapat digunakan pengajar sebagai perantara untuk menyajikan bahan ajaran. Hal tersebut tidak akan jauh berbeda dengan pembelajaran daring, hanya saja karena interaksi antara pengajar dan peserta didik di pembelajaran daring dibatasi oleh jarak, maka diperlukan alat pembelajaran tambahan, sebagai media pembantu agar penyelenggaraan pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Pandemi virus corona (covid – 19) sangat berdampak terhadap seluruh tingkatan Pendidikan di Indonesia. Salah satunya di SMK Tirta Kencana Bekasi harus merubah system pembelajaran tatap muka (convensional) menjadi system pembelajaran dalam jaringan (daring). Penggunaan e – learning yang biasa dikembangkan saat ini adalah dengan menggunakan LSM ( Learning Management System ).

Dalam teori efektifitas, kata efektifitas yaitu membandingkan antara hasil atau prestasi yang diperoleh dengan tujuan atau pencapaian suatu tujuan. Disini jelas bahwa efektifitas menyangkut dengan pencapaian tujuan atau hasil yaitu membuat sesuatu yang benar didalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, efektifitas menyangkut sejauh mana tujuan itu telah tercapai. Menurut Yusufhadi Miarso (2004:516, 536), efektivitas pembelajaran adalah yang menghasilkan belajar lebih bermanfaat dan bertujuan bagi para mahasiswa atau peserta didik, melalui prosedur pembelajaran yang tepat. Miarso melanjut bahasan tentang definisi efektivitas dengan menyatakan bahwa, efektivitas pembelajaran seringkali diukur dengan tercapainya tujuan pembelajaran, atau ketepatan dalam mengelola suatu situasi.

Pembelajaran daring bisa dikatakan efektif jika dilihat dari 3 faktor yaitu, teknologi, karakter pengajar dan karakteristik siswa. Dilihat dari segi teknologi masyarakat Indonesia masih kurang memadai, seperti jaringan yang tidak stabil, listrik yang tidak semua wilayah ada, banyak pula siswa yang tidak mempunyai smartphone dan laptop untuk melakukan pembelajaran daring seperti di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Terisolir), dari segi karakteristik pengajar, masih banyak guru dan dosen yang belum mahir menggunakan teknologi dan social media untuk pembelajaran jarak jauh, yang mengakibatkan guru dan dosen untuk memberikan materi pembelajaran kepada siswa. Sedangkan karakteristik siswa Indonesia, selama ini siswa terbiasa belajar secara tatap muka dengan guru, berinteraksi bersama teman-teman, ditengah kondisi social distancing ini mereka harus belajar secara

(4)

mandiri, kesulitan untuk berdiskusi secara langsung, dan masih banyak siswa yang tidak mengerti cara menggunakan teknologi untuk pembelajaran. Hal itu berakibat pada kemampuan daya serap belajar siswa. Pembelajaran daring di tengah kondisi social distancing juga berdampak pada orang tua. Orang tua harus meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak belajar, sedangkan tidak semua orang tua mengerti tantang teknologi. Hal itu berpengaruh terhadap aktivitas pekerjaan mereka sehari-sehari, pengeluaran orang tua juga bertambah, mereka harus membeli kuota internet untuk belajar anak, ada juga orang tua yang harus membeli smartphone agar anaknya bisa melakukan pembeljaran daring. (Purwanto et al, 2020) Efektivitas berkaitan dengan masalah bagaimana pencapaian tujuan atau hasil yang diperoleh, manfaat dari hasil yang diperoleh, tingkat daya fungsi unsur atau komponen serta masalah tingkat kepuasan penggguna (Hanafi & Lubis, 2019). Terdapat beberapa indikator Efektifitas Pembelajaran yakni sebagai berikut: Terdapat pengorganisasian dengan baik, komunikasi antara pendidik dengan peserta didik dapat berjalanan secara aktif, menguasai materi yang diajarkan dan antusiasme dalam pembelajaran, Memiliki sikap positif terhadap peserta didik, memberi penghargaan dan penilaian yang adil pada peserta didik, secara aktif melibatkan peserta didik, membangkitkan motivasi peserta didik, menarik minat dan perhatian peserta didik, menggunakan media pembelajaran dan lebih luwes (Ekawat, 2017).

SMK Tirta Kencana Bekasi merupakan salah satu sekolah yang menerapkan Aplikasi Google Classroom untuk pembelajaran daring di tengah maraknya wabah covid-19. Pada saat proses pembelajarannya pendidik memberikan tugas lewat aplikasi Google Classroom ini, sehingga siswa dapat mengaksesnya dirumah masing-masing. Karena proses pembelajaran tidak dilakukan secara langsung, selain itu pendidik memberikan materi tambahan yang sudah dirancang sedemikian rupa agar peserta didik dapat memahami dan mengulang materi yang kurang dimengerti sehingga ini salah satu cara agar hasil belajar peserta didik dapat meningkat.

Dan cara agar memudahkan pendidik dan peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran di saat pandemik covid-19. Sehingga proses pembelajaran tidak serta merta dilakukan di dalam ruangan dengan waktu yang ditentukan tetapi proses pembelajaran juga dapat dilakukan di rumah masing-masing dengan memanfaatkan aplikasi google classroom ini.

Google Classroom (Ruang Kelas Google) merupakan suatu aplikasi pembelajaran secara online yang dapat digunakan oleh semua lingkup pendidikan yang dapat membantu guru dan siswa berbagi file dalam kegiatan belajar mengajar. Guru bisa membuat kelas mereka sendiri dan membagikan kode kelas tersebut atau mengundang para siswanya. Google

(5)

Classroom menggabungkan Google Drive untuk pembuatan dan distribusi penugasan, Google Docs, Sheets, Slides untuk penulisan, Gmail untuk komunikasi, Google Calendar untuk penjadwalan, dan Google Meet untuk video conference. Untuk menggunakan Google Classroom, guru dan siswa dapat mengakses menggunakan dua cara, yaitu website dan aplikasi. Untuk berbasis website dapat diakses menggunakan browser apapun seperti Chrome, FireFox, ataupun Internet Explorer. Sedangkan untuk berbasis aplikasi dapat diunduh secara gratis melalui Playstore untuk Android dan App Store untuk iOS.

METODE PENELITIAN

Populasi pada penelitian ini adalah Siswa Angkatan 2021/2022 Kelas X – Akuntansi berjumlah 48 siswa. Dalam penelitian ini seluruh populasi dijadikan sampel dengan demikian penarikan sampel untuk responden dilakukan secara keseluruhan atau sampel jenuh. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Menurut Sugiono dalam (Hadi & Mahmudah, 2018) sampling jenuh merupakan teknik pengumpulan sampel dengan cara semua populasi yang ada dijadikan sampel. Pada penelitian ini, jenis data yang digunakan adalah kuantitatif. Penelitian ini, menggunakan data primer, berupa pernyataan responden melalui kuesioner dengan pihak – pihak yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Menurut sugiono dalam (Hadi &

Mahmudah, 2018) data primer merupakan informasi yang diperoleh secara langsung dari tangan pertama oleh peneliti terkait dengan variable ketertarikan untuk tujuan tertentu dari studi.

Penelitian ini pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dan observasi. Sedangkan pengumpulan data kuesioner dengan cara disebarkan kepada responden melalui Google Form.

Skala likert merupakan skala yang akan digunakan oleh peneliti dalam kuesioner. Dalam data bantuan menggunakan Aplikasi SPSS versi 20.

HASIL PENELITIAN

Table 1.

Deskripsi Data Variabel Penelitian

(6)

Penggunaan Google Classroom

Efektivitas Pembelajaran

N

Valid 48 48

Missing 0 0

Mean 94,65 93,63

Median 93,50 91,00

Mode 76a 87

Std. Deviation 13,586 12,354

Variance 184,574 152,622

Range 50 48

Minimum 75 72

Maximum 125 120

Sum 4543 4494

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Hasil setelah didapat data penelitian selanjutnya data penelitian (Table 1) dideskripsikan sebagai berikut : Variabel 1 Penggunaan Google Classroom jumlah responden sebanyak 48 siswa dengan skor terendah 75 dan skor tertinggi 125, dengan rata-rata skor (mean) sebesar 94,65, rentang skor 50, simpangan baku atau standard devisi 13,586, modus 76, median 93,50.

Variabel 2 Efektivitas Pembelajaran jumlah sampel atau responden sebanyak 48 siswa dengan skor terendah 72 dan skor tertinggi 120, dengan rata-rata skor (mean) 93,63, rentang skor 48, simpangan baku atau standard devisi 12,354, skor modus 87, median 91,00.

Uji Normalitas

Data penelitian yang telah dideskripsikan selanjutnya yaitu dengan dilakukan uji prasyarat analisis data menggunakan program SPSS versi 20. Yaitu dengan menguji normalitas dan homogenitas data. Uji normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorov-SmimovZ yaitu untuk mengetahui apakah data yang penulis kumpulkan dan diteliti termasuk data berdistribusi normal atau tidak, maka penulis melakukan pengujian dengan menggunakan alat bantuan software yaitu SPSS versi 20 yang hasilnya dapat dilihat pada Table 2 berikut.

(7)

Variabel 1

Penggunaan Google Classroom diperoleh nilai 683 , angka ini sama dengan hasil secara manual dan nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,739 atau dapat ditulis sebagai nilai probalitas (p-value) 0,739 > 0,05 atau Ho diterima, dengan demikian data Penggunaan Google Classroom berdistribusi Normal. Variabel 2 Efektivitas Pembelajaran di peroleh nilai Kolmogorov- SmimovZ 796, angka ini sama dengan hasil secara manual dan nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 551, atau dapat ditulis sebagai nilai probalitas (p-value) 0,551 > 0,05 atau Ho diterima.

Dengan demikian data Efektivitas Pembelajaran berdistribusi Normal.

Uji Homogenitas

Uji Homogenitas dilakukan dengan maksud untuk mengetahui apakah sebaran data dari setiap variable tidak menyimpang dari ciri-ciri data yang mohogen pengujian homogenitas dilakukan

Table 2.

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Penggunaan Google Classroom

Efektivitas Pembelajara n

N 48 48

Normal Parametersa,b

Mean 94,65 93,63

Std.

Deviation 13,586 12,354

Most Extreme

Differences

Absolute ,099 ,115

Positive ,099 ,115

Negative -,074 -,069

Kolmogorov-Smirnov Z ,683 ,796

Asymp. Sig. (2-tailed) ,739 ,551

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

(8)

terhadap varian regresi dependen atau variable-variabel independen dengan menggunakan statistic

Table 3.

Test of Homogeneity of Variances Penggunaan Google Classroom

Levene Statistic

df1 df2 Sig.

1,399 13 18 ,250

Table 4.

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Correlations Collinearity Statistics

B Std.

Error

Beta Zero

- order

Partial Part Tolerance VIF

1 (Constant) 12,345 9,199 1,34

2 ,186

(9)

Dari hasil analisis pada Table 3 Test of Homogeneity of Variances Leave Statistic 1,399 ; df1

= 13 ; df2 = 18 , dan p-value = 0,250 > 0,05 atau Ho diterima. Dengan demikian kedua kelompok data berasal dari kelompok yang homogen.

Uji hipotesis

Hasil uji hipotesis dengan menggunakan SPSS 20 sebagai berikut 1. Persamaan regresi linear

Table 4. Diperoleh dari kolom B, sehingga persamaan regresi : Y = 12,345 + 0,879 X. Dari hasil analisis diperoleh

t

hit = 9,023 dan p-value = 0,000/2 = 0 < 0,05 atau Ho ditolak. Dengan demikian “ Penggunaan Google Classroom berpengaruh positif terhadap Efektivitas Pembelajaran Siswa “

2. Uji Linearitas dan Signifikansi Persamaan Regresi

Pengujian linearitas dan signifikansi persamaan regresi ditentukan berdasarkan ANOVA table dan ANOVAa , sebagai berikut

Efektivitas Pembelajara n

,879 ,097 ,799 9,02

3 ,000 ,799 ,799 ,799 1,000 1,000 a. Dependent Variable: Penggunaan Google Classroom

(10)

Table 5. Hipotesis statistic : Ho : Y = a + Bx (regresi linear) Ho : Y = a + Bx (Regresi tak linear) Uji linearitas persamaan garis regresi diperoleh baris Deviantion from Linearity, yaitu Fhit (TC) = 0,660 dan p-value 0,842 > 0,05. Hal ini berarti Ho diterima atau persamaan regresi Y atas X adalah linear atau berupa garis linear.

Table 6.

ANOVAa

Model Sum of

Squares

df Mean

Square

F Sig.

1

Regression 5542,942 1 5542,942 81,409 ,000b Residual 3132,037 46 68,088

Total 8674,979 47

a. Dependent Variable: Penggunaan Google Classroom b. Predictors: (Constant), Efektivitas Pembelajaran

Table 5.

ANOVA Table

Sum of

Squares

df Mean

Square

F Sig.

Penggunaan Google

Classroom *

Efektivitas Pembelajaran

Between Groups

(Combined) 7130,146 29 245,867 2,865 ,011

Linearity 5542,942 1 5542,942 64,585 ,000

Deviation from

Linearity 1587,204 28 56,686 ,660 ,842

Within Groups 1544,833 18 85,824

Total 8674,979 47

(11)

Table 6. Hipotesis statistik : Ho : b0 (regresi tak bearti) Hi : b0 (regresi bearti) Uji signifikansi persamaan garis regresi diperoleh dari baris regression kolom ke-5, yaitu F hit (b/a) = 81,409 dan p-value = 0,000 < 0,05 atau Ho ditolak. Dengan demikian, regresi Y atau X adalah signifikan atau Penggunaan Google Classroom berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran siswa ini berhipotesis penelitian oleh data empiris.

3. Uji Signifikansi Koefisien Kolerasi X dan Y

Table 7. Hipotesis statistik: H0 : ρ = 0 H1 : ρ ≠ 0 Uji signifikansi koefisien kolerasi diperoleh dari tabel Model Summary. Terlihat pada baris pertama koefisien kolerasi (rxy) = 0,799 dan F hit (Fchange) = 81,409 dengan p-value = 0,000. Hal ini berarti Ho ditolak. Dengan demikian koefisien kolerasi X dan Y adalah berarti atau signifikan. Sedangkan koefisien determinasi dari tabel di atas terlihat pada baris ke-2 yaitu R Square = 0,639 yang mengandung makna bahwa 63,9% variasi Variabel Efektifitas Pembelajaran.

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil quesioner terhadap beberapa peserta didik di SMK Tirta Kencana Bekasi serta hasil observasi terkait penggunaan Google Classroom dalam pembelajaran daring mata pelajaran Ekonomi diperoleh hasil sebagai berikut. Peserta didik SMK Tirta Kencana menyimpulkan bahwa Google Classroom baik yang berupa web atau aplikasi merupakan platform yang mudah digunakan. Adapun kendala dari penggunaan Google Classroom antara lain peserta didik kurang memahami materi yang dibagikan oleh guru, terutama materi yang berupa hitungan. Selain itu, jaringan internet kadang kurang memadai sehingga peserta didik kurang optimal dalam mempelajari materi yang dibagikan oleh guru di Google Classroom terutama materi berupa video, hal ini juga terjadi ketika harus meng - upload tugas yang berupa foto ataupun video. Banyak peserta didik yang tidak bisa mengikuti video conference

Table 7.

Model Summary Mode

l

R R

Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Change Statistics R Square Change

F Change

df1 df2 Sig. F

Change

1 ,799a ,639 ,631 8,252 ,639 81,409 1 46 ,000

a. Predictors: (Constant), Efektivitas Pembelajaran

(12)

dikarenakan terkendala kuota dan jaringan internet. Materi yang dibagikan di Google Classroom terkadang membuat memori HP cepat penuh.

Tanggapan guru mata pelajaran terhadap penggunaan Google Classroom antara lain yaitu mudah digunakan dan memiliki fitur-fitur yang memudahkan untuk membuat daftar hadir peserta didik, membagikan materi, memberi tugas dan memberikan nilai pada tugas tersebut.

Materi yang dibagikan di classroom dapat beragam, mulai dari file materi, video pembelajaran, dan dapat menambahkan link yang terhubung ke laman web atau youtube. Selain itu, Google Classroom terkadang membuat memori HP penuh karena penyimpanannya tinggi tergantung ukuran kapasitas file yang diunduh. Tingkat partisipasi peserta didik dalam Google Meet tinggi. Banyak peserta didik yang terlambat mengisi daftar hadir dan menyerahkan tugas.

Masalah lain yang ditemui adalah beberapa peserta didik yang tidak pernah mengisi daftar hadir dan mengumpulkan tugas.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka pembelajaran Ekonmi secara daring dengan menggunakan Google Classroom ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Peserta didik dan guru sepakat jika google classroom ini mudah digunakan dan membantu proses belajar selama masa pandemic. Untuk pemberian materi, guru selalu sigap dan aktif ketika ada peserta didik yang bertanya maupun ada hal yang kurang dimengerti. Hal ini mungkin dapat disiasati dengan membuat video pembelajaran yang berisikan guru yang sedang menjelaskan persamaan- persamaan Ekonomi tersebut dan untuk penyampaian materi pun dipilih kompetensi- kompetensi esensial yang sekiranya lebih mudah dipahami peserta didik. Situasi pembelajaran juga kadang-kadang kurang kondusif yang diakibatkan oleh berbagai faktor. Bermacamnya provider internet yang digunakan peserta didik yang masing-masing mempunyai perbedaan kekuatan jaringan internet dan juga keterbatasan kuota yang dimiliki oleh peserta didik yang menyebabkan proses pembelajaran tidak optimal, terutama ketika guru ingin proses pembelajaran menggunakan Google Meet. Selanjutnya, karena peserta didik ada di rumah, maka ada aktivitas - aktivitas lain yang biasanya tidak dilakukan ketika mereka belajar di sekolah. Misalnya saja membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah, main game sampai larut malam sehingga bangun kesiangan, atau bahkan harus menjadi “guru” bagi adiknya yang juga harus belajar di rumah. Hal-hal tersebut bisa mengganggu kelancaran proses pembelajaran online seperti telat mengisi daftar hadir atau terlambat mengumpulkan tugas. Hal ini bisa di minimalisasi dengan menjalin komunikasi yang baik antara guru dan orangtua peserta didik.

Orangtua peserta didik harus memahami bahwa anaknya memang ada di rumah tapi tetap harus mengikuti proses pembelajaran. Berikutnya, ada beberapa peserta didik yang jarang bahkan

(13)

tidak pernah mengisi daftar hadir maupun mengumpulkan tugas. Biasanya peserta didik ini adalah peserta didik dengan motivasi belajar yang rendah, bahkan di pembelajaran tatap muka di kelas pun peserta didik-peserta didik ini berperilaku serupa. Hal ini sudah dikomunikasikan kepada wali kelas dan guru bimbingan konseling untuk melakukan visitasi ke rumah peserta didik tersebut untuk mendapatkan informasi kendala apa yang menyebabkan peserta didik tersebut tidak mengerjakan tugas dan dicari solusinya bersama-sama. Pada dasarnya, baik guru dan peserta didik lebih menyukai pembelajaran secara tatap muka di kelas daripada pembelajaran daring karena pembelajaran tatap muka dinilai lebih efektif dalam pemberian materi dan berkomunikasi, serta lebih jelas dalam pembagian waktu belajarnya.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan data dari responden di atas, perubahan metode pembelajaran Ekonomi konvensional berupa tatap muka antara guru dengan peserta didik di kelas yang dilakukan dengan pemaparan materi, diskusi, tanya jawab ataupun praktikum menjadi metode daring menggunakan Google Classroom mempunyai kelebihan dan kekurangan yang dirasakan oleh guru maupun peserta didik. Kelebihan dari penggunaan google classroom antara lain penguasaan IT guru dan siswa meningkat. Guru dapat menggunakan berbagai media untuk proses pembelajaran, baik yang terdapat dalam Google Classroom atau media lain yang bisa ditautkan pada classroom tersebut. Sedangkan kekurangannya yaitu permasalahan jaringan maupun keterbatasan kuota yang dimiliki peserta didik bisa menjadi penghambat dalam proses pembelajaran, pun begitu pula dengan rendahnya tingkat keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru merasakan adanya kesulitan untuk menjelaskan materi yang terdapat persamaan-persamaan Ekonomi, peserta didik pun mengalami kesulitan dalam memahami materi tersebut yang berdampak pada rendahnya kemampuan peserta didik menyelesaikan soal hitungan. Dalam menghadapi kendala tersebut, sudah dicoba dilakukan pemberian materi dibatasi pada kompetensi-kompetensi dasar yang esensial dan dibuatkan suatu media pembelajaran dengan bahasa sederhana yang lebih mudah dipahami dan lebih dimengerti oleh peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA

Awaluddin, Y. (2018). Efektivitas program guru pembelajar dalam peningkatan kompetensi guru IPS SMP dengan moda daring murni dan daring kombinasi: studi evaluatif dan komparatif. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 3(1).

(14)

Suwardiyanto, D., & Yuliandoko, H. (2017). Pemanfaatan Teknologi Sebagai Media Pembelajaran Daring (On Line) Bagi Guru Dan Siswa Di Smk Nu Rogojampi. J-Dinamika:

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2).

Harahap, A. C. P., Harahap, D. P., & Harahap, S. R. (2020). Analisis Tingkat Stres Akademik Pada Mahasiswa Selama Pembelajaran Jarak Jauh Dimasa Covid-19. Biblio Couns:

Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan, 3(1), 10-14.

Herliandry, L. D., Nurhasanah, N., Suban, M. E., & Kuswanto, H. (2020). Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19. JTPJurnal Teknologi Pendidikan, 22(1), 65-70.

Lestari, S. W. (2020). Kendala Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (Pjj) Dalam Masa Pandemi Ditinjau Dari Media Pembelajaran. Journal of Chemical Information and Modeling 53(9): 287.

Mulyadi, E. (2020). Online Physics Learning Via Whatsapp, Google Form, And Email In The Achievement Of Active Presence And Student Learning Outcomes. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 5(1), 34- 41.

Mustakim, M. (2020). Efektivitas Pembelajaran Daring Menggunakan Media Online Selama Pandemi Covid-19 Pada Mata Pelajaran Matematika. Al asma: Journal of Islamic Education, 2(1), 1- 12.

Napsawati, N. (2020). Analisis Situasi Pembelajaran Ipa Fisika Dengan Metode Daring Di Tengah Wabah Covid-19. Karst: jurnal pendidikan fisika dan terapannya, 3(1), 6-12

Permata, A., & Bhakti, Y. B. (2020). Keefektifan Virtual Class dengan Google Classroom dalam Pembelajaran Ekonomi Dimasa Pandemi Covid-19. JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi Dan Riset Ilmiah), 4(1), 27-33.

Ratnawati, F. A. (2020). Strategies To Improve Student Learning Outcomes During Pandemic Via Google Classroom Application In The Subject Of Work And Energy. ideguru:

jurnal karya ilmiah guru, 5(1), 49-55.

Sadikin, A., & Hamidah, A. (2020). Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19.

Biodik, 6(2), 214-224.

Sofyana, L., & Rozaq, A. (2019). Pembelajaran Daring Kombinasi Berbasis Whatsapp pada Kelas Karyawan Prodi Teknik Informatika Universitas PGRI Madiun. Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika: JANAPATI, 8(1), 81-86.

Referensi

Dokumen terkait

PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PEMBELAJAR MODA TATAP MUKA IN ON IN (20-20-20).. PJOK SD

Aktivitas belajar konvensional yang biasa dilakukan selama ini tidak membutuhkan kecanggihan teknologi, para guru terbiasa mengajar secara tatap muka dimana proses

Karena saat pembelajaran daring peserta didik kurang aktif dalam proses belajar mengajar, karena tidak dilakukan dengan tatap muka secara langsung maka peserta didik

Pembelajaran yang seharusnya dilakukan dengan sinkronus (tatap muka) dan asinkronus (tanpa tatap muka), hanya dilakukan secara sinkronus saja secara konvensional.

 Evaluasi hasil belajar peserta didik adalah penilaian yang dilakukan terhadap hasil proses belajar peserta didik dalam bentuk tatap muka dan jarak jauh berbasis

ini semua proses pembelajaran masih bersifat konvensional, menggunakan pembelajaran tatap muka dengan syarat terjadinya pertemuan antara siswa dengan guru di dalam

Hasil penelitian ini berupa identifikasi respons verbal peserta didik terhadap tuturan guru sebanyak 987 tuturan, berdasarkan data itu dapat diketahui respons verbal peserta

Pembelajaran di kelas adalah bentuk kegiatan yang dilakukan pelaksana didik (guru) dan peserta didik (siswa) di dalam kelas untuk mencapai tujuan bersama dan ikut